29 November 2011

Instruksi Penting untuk Muharam dan Seterusnya

Sultan al-Awliya

Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani

25 November 2011, Lefke, Siprus

Suhbah setelah Salat Jumat

(Mawlana Syekh berdiri) Allahu Akbar, Allahu Akbar, laa ilaaha illa-Llah. Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahi 'l-hamd! Allahu Akbar, Allahu Akbar, laa ilaaha illa-Llah. Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahi 'l-hamd! Alfu shalaat, alfu salaam `alaa Sayyidi ‘l-awwalina wa ‘l-akhiriin habiibi Rabbi ‘l-`Alamiin wa `alaa aalihi wa shaahbihi wa `alaa jami`i ‘l-anbiya wa ‘l-mursaliin alhamdulillahi Rabbi ‘l-`alamiin . (Mawlana Syekh duduk).

Tsumma salaamu `alaykum ayyuha ’l-mu'miniin wa ’l-mu'minaat wa ’l-muslimina wa ’l-muslimat. As-salaamu `alaykum kepada semua hadirin yang peduli bahwa ini adalah Jumat. Hari ini adalah hari pertama tahun baru; 1433 akan datang dan kita meminta agar tahun ini menjadi tahun suci bagi seluruh umat manusia. Mereka mengatakan, “A`uudzu billahi min asy-Syaythani 'r-rajiim.”

Wahai manusia! Yang paling berbahaya bagi manusia adalah Setan, musuh terbesar! Oleh karena itu, kita mengucapkan, “A`uudzu billahi min asy-Syaythani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim,” untuk awal yang baru bagi umat manusia di planet ini.

Hari pertama dari bulan pertama adalah besok, tetapi kita mengatakan bahwa sekarang adalah awalnya jadi tidak masalah (jika kita mengatakan itu dimulai hari ini). Jika mampu, berpuasalah pada hari terakhir tahun 1432 dan juga besok, hari pertama tahun 1433. Khatamul Anbiya, Sayyid al-Awwaliin wa ‘l-Akhiriin, (Mawlana Syekh berdiri dan duduk) memberikan kabar gembira bahwa jika kalian berpuasa pada hari terakhir tahun ini dan hari pertama tahun baru, kalian akan seperti orang yang berpuasa setahun penuh.

Wahai manusia! Mubarak! Selamat Tahun Baru untuk kita. Ini sudah tetap, tidak ada keraguan. Dengan penggunaan kalender barat dan juga begitu banyak perbedaan lainnya di antara orang-orang, hari-hari lainnya belum tetap, tetapi yang ini tetap.

Wahai manusia! Kita mencapai abad terakhir di dunia. Seperti yang dikatakan oleh Khatamul Anbiya, "Allah Yang Maha Kuasa memberikan kepada umatku. Jika mereka berada di jalan yang lurus, jalan yang benar yang Allah berikan, akan ada banyak hari lagi bagi mereka. Tetapi jika mereka meninggalkan Jalan yang Lurus, mereka akan mendapat kurang dari sehari atau setengah hari. Itu artinya satu hari di Hadirat Ilahi adalah seperti seribu tahun dan itu artinya seluruh umatnya akan berakhir dalam 1500 tahun. Ketika saat itu tiba, dunia akan berakhir dan Hari Pembalasan akan datang!

Beliau juga berkata bahwa ketika manusia mendekati Hari Akhir, Setan akan mendekati mereka dan membuat mereka menolak semua hal surgawi. Karena mereka begitu mabuk, ketika mereka mulai menolak semua hal suci – dan saya menyesal mereka sekarang bahkan mengatakan, "Tidak ada Tuhan" – maka murka Allah akan datang lebih dekat ke dunia. Sekarang manusia dari setiap umat menyangkal perintah surgawi dan para nabi yang dikirim dari Surga; mereka telah kehilangan keyakinan mereka dalam hal itu. Bukannya meminta orang-orang yang diberkahi dengan perintah Surgawi, manusia malah menyangkal mereka dan berlari mengejar Setan, jadi kutukan datang kepada mereka. Sekarang di mana-mana kita melihat orang-orang yang terkutuk! Jika kalian menawarkan harta karun kepada mereka semua, mereka berkata, “Tidak!” tetapi manusia sedang kelaparan dan gelisah. Kesulitan berlanjut di semua negara di mana-mana, dan kini ini terjadi antara orang-orang dan di dalam negara-negara. Beberapa tanda juga datang dari langit, seperti gempa bumi, banjir dan angin topan. Tidak ada yang bisa menghentikan ini; semua ini adalah tanda-tanda buruk dari hari-hari buruk yang akan datang pada manusia. Bahkan jika setiap orang diberikan harta karun, mereka tidak akan bahagia.

Wahai manusia! Berhati-hatilah! Dari langit akan datang kutukan atau berkah. Orang-orang melarikan diri dari berkah dan mengejar kutukan yang mendatangi Bumi saat ini. Akan datang beberapa tanda besar yang telah mereka bicarakan, gerhana matahari dan gerhana bulan. Ada begitu banyak tanda; orang-orang akan mati dan perang akan mengambil mayoritas orang. Jangan berpikir bahwa sedikit orang akan mati, tidak, jutaan akan mati! Hafiizh Allah!

Wahai manusia! Lari dan carilah perlindungan untuk diri sendiri di bawah perlindungan surgawi. Sudah cukup dengan kemabukan! Berusahalah untuk mengejar berkah surgawi agar selamat, baik di dunia maupun di akhirat. Tanda-tandanya sedang muncul sekarang dan semua orang melihat bahwa dalam tahun ini imigrasi berbahaya, mungkin di awal bulan ini dan selanjutnya. Kami telah diperintahkan untuk menyatakan dan memperingatkan orang-orang.

Wahai Manusia! Jagalah diri kalian! Jika pembalasan surgawi menyentuh orang-orang, tidak ada jalan untuk melarikan diri dan mereka akan mati. Kini banyak tanda yang menunjukkan bahwa dalam bulan ini dan akan datang begitu banyak peristiwa buruk akan terjadi setiap hari. Di bulan ini, Muharam, Allah Yang Maha Kuasa selalu memberikan kesempatan bagi orang-orang beriman untuk bangkit. Kini mayoritas dari mereka, mereka yang menyangkal, akan mati dan minoritas akan tetap hidup di Bumi. Siapa pun yang ingin mencapai hari-hari yang baik harus datang kepada perintah surgawi dari Allah! Jadilah hamba yang taat, karena ketaatan adalah naungan bagi manusia, dan ketidaktaatan merupakan penyebab utama pembalasan surgawi.

Wahai manusia! Tinggallah di rumah kalian, jangan pergi keluar. Allah Yang Maha Kuasa mengatakan dalam Al-Qur’an:

قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Qaalat namlatun yaa ayyuha 'n-namlu 'dkhuluu masaakinakum laa yahthimannakum Sulaymaanu wa junuuduhuu wa hum la yasy`uruun.

Salah seekor semut berkata, "Hai Semut-semut! Masuki sarangmu jika tidak Sulaiman dan bala tentaranya akan menginjakmu tanpa sengaja.” (an-Naml, 27:18)

Seekor semut memperingatkan semua semut untuk segera memasuki rumah-rumah mereka, dan kini, meskipun tidak baik bagi mereka, di mana-mana kalian melihat orang-orang pergi ke luar. Masuklah ke rumah! Muslim, jangan pergi keluar karena kini hal itu dilarang. Jika ada laki-laki, wanita dilarang keras untuk pergi keluar. Jika ingin meminta sesuatu, mintalah di tempat-tempat suci kalian, di masjid-masjid. Laki-laki harus pergi ke sana dan perempuan harus tinggal di rumah mereka. Muslim tidak mentaati perintah suci dari Surga dan, karenanya, ini berbahaya bagi dunia Muslim dan non-Muslim.

Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada tanggal sepuluh bulan ini. Malhamatun kubra, Armageddon, perang terbesar, akan muncul lebih dekat ke Hari Kebangkitan dan tidak akan melenyapkan jutaan orang, tetapi miliaran! Oleh karena itu, sekarang saya sedang menunggu tanggal sembilan dan sepuluh bulan suci ini, Muharam.

Wahai manusia! Jagalah diri kalian jika ingin dilindungi; jika tidak, kalian akan disingkirkan. Jangan berkata, “Tidak ada yang datang ke sungai,” karena kalian bisa datang dan pergi, tetapi banjir tiba-tiba bisa menyeret semua orang. Tinggalkan hal-hal yang dilarang dan patuhi perintah suci dari Allah! Jika tidak, banjir ini akan menyeret miliaran orang ke akhirat.

Sekarang datang kepada saya pernyataan untuk perhatian masyarakat dan pernyataan untuk saudara-saudara kita: hingga tanggal sepuluh bulan ini, perhatikan; setelah itu, jika ada yang mau berkunjung, mereka harus menjaga diri di rumah masing-masing karena tidak ada perlunya untuk datang ke sini.

Dengan apa yang akan terjadi, dari 10 Muharam tidak ada izin bagi mereka yang ingin datang. Setiap orang yang telah berkunjung (yang masih berada di Siprus), mereka bisa pulang kepada anak dan keluarga mereka. Tidak ada lagi yang datang ke sini. Kalian harus menyelesaikan kunjungan pada Jumat depan, karena jika sesuatu terjadi kalian akan menemukan diri kalian berada dalam situasi sulit untuk pulang, jadi pengunjung yang tetap berada di sini akan bertanggung jawab sendiri atas diri mereka! Kalian bisa pulang kepada keluarga dan negara kalian, dan peringatkan orang-orang. Tidak akan ada lagi kunjungan sampai Milaad an-Nabi, untuk tiga bulan mendatang, yakni Muharam, Safar, Rabi’ul Awwal. Jika terjadi sesuatu, tidak ada yang boleh datang dan tidak ada yang boleh bepergian! Jika tidak ada yang terjadi, mereka harus minta izin untuk berkunjung pada bulan Rajab.

Yang menyelesaikan kunjungan mereka di sini akan menjaga keamanan mereka sendiri, ya. Karena untuk tanggal 10 Muharam, apa yang akan terjadi, hanya Allah (swt) yang tahu, tetapi kesulitan akan datang. Tidak berat bagi saya untuk melihat orang-orang di seluruh dunia, tetapi kalian tidak akan sanggup. Karenanya, hingga Jumat depan kalian harus mempersiapkan diri untuk segera pulang.

Semoga Allah mengampuni kita. Kami tidak bercanda! Ini sudah selesai, waktu sudah habis dan pembalasan surgawi sudah mendekat. Semoga Allah mengampuni kita.

Wahai manusia! Ucapkanlah terus, “Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah” dan juga shalawaatu ‘s-salaam ratusan, ribuan, atau ratusan ribu kali. Simpan persediaan makanan di rumah untuk keluarga kalian. Allah (swt) memberi semua orang rezeki, tetapi kalian harus berjaga-jaga karena jika sesuatu terjadi tidak akan ada barang yang tersedia di toko-toko atau pasar. Jangan menyimpan uang, tetapi simpanlah makanan dan apa-apa yang perlu untuk keluarga kalian untuk bertahan hidup.

Wahai manusia! Datang dan dengarkan! Hari Kebangkitan sudah mendekat, dan peristiwa-peristiwa besar yang tidak terduga mulai muncul di cakrawala. Semoga Allah mengampuni kita! Berusahalah untuk bekerja demi Allah, sehingga Dia akan melindungi kalian. Semoga Allah mengampuni kita. Ini peringatan kecil, tetapi suara berat pembalasan akan datang dari langit dan kini hal itu sedang mendekati orang-orang. Semoga Allah mengampuni kita dan melindungi kita di bawah perlindungan Surgawinya. Teruslah berdoa dan tinggalkan hal-hal yang dilarang. Jaga iman kalian, jaga kehormatan kalian, jaga anak-anak kalian, dan semoga Allah melindungi kalian dan memberi kalian kesempatan baik di dunia maupun di akhirat. Kami hanya membuat pernyataan surgawi.

Wahai para pendengar! Mereka yang tidak menerima akan jatuh ke dalam lembah ketidakpedulian yang darinya mustahil untuk keluar. Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah al-`Azhiim. Tawbah yaa Rabbi, tawbah astaghfirullah. Tawbah yaa Rabbi, tawbah astaghfirullah. Tawbah yaa Rabbi, tawbah astaghfirullah. Ya Tuhan kami! Kirimkan kepada kami bala tentara surgawi untuk berperang melawan Setan dan bala tentara serta para pengikutnya. Amiin. Alhamdulillahi Rabbi ‘l-`alamiin.

Fatihah.

Jangan keluar pada malam hari karena ada bahaya besar, dan jangan keluar di siang hari tanpa alasan. Jaga diri kalian di rumah dan masjid kalian. Saling mendoakan, jaga (awasi) anak-anak kalian, dan jangan melakukan hal-hal yang dilarang karena akan mendatangkan pembalasan surgawi pada kalian. Jaga kehormatan kalian dan jadilah hamba Allah yang patuh!

(Bay`at)

No comments: