Showing posts with label Namrudz. Show all posts
Showing posts with label Namrudz. Show all posts

15 July 2009

Islam bagaikan Niagara

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

Afrika Selatan 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin 


Mereka mencoba meletakkan dinding penghalang di depan Islam.  Mereka bertanya satu sama lain bagaimana mereka dapat melakukannya.  Tetapi tidak ada waktu untuk membangun dinding penghalang bagi Islam.  “Air” Islam akan datang dan akan menyingkirkan semua rintangan di hadapannya.  Waktunya terlalu sempit untuk meletakkan dinding di hadapan Islam.  Hal itu memang tidak terlihat, tetapi ada suatu suara yang mengatakannya.  Yang terbaik bagi mereka hanyalah menyingkir dari “badan sungai” Islam sebab semua yang berada di “badan sungai” akan disingkirkan.  Islam datang!  Islam bukan hanya milik kalian atau saya. Islam bukan berasal dari umat manusia, ia bukan benda dari plastik.  Islam penuh dengan kehidupan, penuh hikmah, penuh kebahagiaan dan penuh kebesaran.  Islam datang!  Mereka berkata bahwa mereka tidak bisa melakukan perlawanan terhadap Islam, jadi lebih baik meyingkir dari “badan sungai”, kalau tidak Islam akan menyingkirkan mereka.  Segala yang terletak di “badan sungai” akan disingkirkan.  Kekuatan Islam tidak bisa dihentikan dengan uang dan kebohongan, kalian tidak bisa menghentikannya.  Yang terbaik yang bisa dilakukan hanyalah menyingkir dari hadapannya.  

Niagara adalah sebuah air terjun terbesar di dunia yang terletak di Amerika Selatan.  Saya telah melihat air terjun ini dan dari mana airnya berasal.  Air itu berasal dari sungai yang mengalir dengan deras, bahkan mereka bisa menarik burung-burung yang terbang di atasnya.  Sungainya mengalir sepanjang 50 km, begitu besar, indah, dan warnanya sangat luar biasa.  Saya belum pernah melihat air sungai berwarna biru seperti itu.  Jika kalian memasukkan 10 sendok gula pasir ke dalamnya, kalian tidak akan bisa merasakannya, sebab airnya sudah terasa manis.  Jika ada kapal yang berlayar di atasnya, tentu ia akan terlempar oleh air terjun yang mengalir dengan liar dan deras.  Bahkan seekor gajah hanya akan tampak bagaikan sebuah batu kerikil.  Sungguh merupakan air terjun yang sangat kuat.  Kalian tidak dapat menghentikannya.  Mungkin mereka bisa melakukan perhitungan agar bisa menghentikannya tetapi mustahil bagi mereka untuk menerapkan perhitungannya tersebut.  Jika kalian meletakkan semua kekuatan inti dunia di hadapannya, mereka semua akan terlempar karena kekuatannya.  Sungai Niagara yang panjang, berwarna biru, begitu indah dan mengalir dengan deras merupakan sungai yang luar biasa.  Jika kalian bilang ada sebuah batu di sana, mungkin ia akan tetap berada di sana tetapi pada hakikatnya sungai itu bisa menghempaskan sebuah gunung.  Sungai itu bagaikan Islam.  Saya membandingkan sungai ini dengan Islam. 

Islam akan datang dengan kebesaran yang tertinggi.  Ia datang dengan kekuatan penuh.  Saya tidak mengarang hal ini.  Itulah sebabnya saya menantikan kedatangannya.  70.000 orang akan lahir secara prematur, 70.000 orang akan meninggal, kemudian Islam datang dengan kebesarannya, begitu luar biasa!  Apa yang bisa kita lakukan?  Jangan mencoba melakukan apa-apa sebab Islam datang denga kebesaran dan kekuatan penuh.  Saya sangat takjub dengan air terjun Niagara.  Islam akan datang seperti air terjun itu. 

Contoh lain adalah Namrud (orang zalim dalam sejarah).  Ia berkata bahwa ia akan melawan tentara Allah SWT.  Ia berkata kepada Nabi Ibrahim AS bahwa ia akan memerangi tentara Tuhan di langit sebab ia adalah Tuhan di dunia.  Nabi Ibrahim AS berkata kepadanya, “Siapa kamu?  Seperti apa pasukanmu?  Sang Pencipta dan yang disembah di seluruh dunia telah menantimu.  Allah SWT akan mengerahkan tentaranya kepadamu, tetapi tidak seperti makhluk di bumi.  Pergilah ke gurun, tentara Allah SWT telah menantimu.  Mereka adalah tentara yang sangat istimewa dan mereka akan mengalahkanmu.  Kamu adalah orang yang sombong, Allah SWT akan memberimu pelajaran.”  Kemudian  Namrud mengirimkan pasukannya ke gurun, mereka bergerak dari sisi yang satu ke sisi yang lain, menunggu datangnya tentara Allah SWT.  Mereka menanti dan menanti hingga mulai kehilangan kesabarannya.  Mereka bertanya kepada Nabi Ibrahim AS di mana gerangan tentara Allah SWT.  Namrud dan pasukannya telah bergerak ke segala penjuru di tengah teriknya matahari.  Ia berkata kepada Nabi Ibrahim AS, “Aku telah membawa pasukanku ke sini sejak pagi hingga sekarang, mereka masih menunggunya dan sekarang aku ingin melihat tentara Allah SWT.  Aku ingin berperang melawannya.”  Bagitu banyak orang seperi Namrud dewasa ini.  

Namrud dan pasukannya menunggu lebih lama lagi, kemudian datang awan gelap di cakrawala.  Nabi Ibrahim AS berkata, bersabarlah sedikit, tentara Allah SWT telah datang.  Namrud bertanya apakah mereka berjalan kaki atau datang dari langit.  Nabi Ibrahim AS menjawab, “dari langit!”  “Mereka datang dari langit dan akan mengalahkanmu.”  Awan gelap dan hitam mulai mendekati mereka secara perlahan-lahan.  Semakin lama ia bertambah gelap dan diiringi bunyi yang menggelegar dan mengerikan.  Pasukan Namrud mulai merasa gelisah, hati mereka bergetar karena takut.  “Tentara macam apa ini?” pikir mereka.  “Mereka tidak mungkin berdiri di atas kakinya, betapa ributnya mereka dan kegelapan macam apa ini?”  Mereka bertanya kepada Nabi Ibrahim AS, “Apa ini? Tentara macam apa ini?”  Makin lama suaranya makin keras sampai akhirnya mereka tidak tahan lagi.  Nabi Ibrahim AS berkata, “Itu adalah tentara yang cocok untuk kalian, jika mereka telah datang, kalian harus siap menyambutnya sesuai dengan sistem perang yang kalian miliki.  Mereka bagaikan pesawat terbang yang mendarat di bumi.” 

Ketika tentara Allah SWT mendarat, langit menjadi sangat gelap bahkan matahari pun tidak terlihat lagi, gelap total tak ada cahaya sedikit pun.  Tangisan manusia tidak terdengar lagi karena tertelan suara yang sangat bising dan mengerikan.  Mereka tidak bisa berdiri di atas kakinya lagi, itu adalah suara Islam.  Orang-orang di abad ini akan menderita 7 kali lipat dibandingkan  dengan apa yang menimpa pasukan Namrud.  Mereka akan merasakan suatu penderitaan dalam jantung mereka.  Mereka adalah para penentang Islam.  Mereka berkata bahwa mereka akan menekan seluruh umat Islam, mereka mempunyai niat untuk membunuh semua ummat Islam.  Mereka berkata bahwa muslim berada di bawah kaki mereka dan muslim adalah budak mereka.  

Di hari yang suci ini (Maulid as-Syarif), Allah SWT telah membuka jalan yang baru, pintu yang baru.  Banyak hal yang akan berubah, banyak hal yang akan terjadi.  Islam akan datang dengan suaranya.  Islam bukan berasal dari umat manusia, tetapi dari kekuatan suci Allah SWT.  Suaranya akan membuat mereka gila, mereka tidak mengerti dan tidak tahu apa yang musti diperbuat.  Mereka membuka kepala wanita, mereka mencoba agar wanita membuka kepalanya (tanpa kerudung).  Mereka mencoba untuk mengatakan bahwa mereka telah mengalahkan Islam, mengalahkan pemiliknya.  Mereka akan menderita sakit perut dan tidak ada obat yang dapat menyembuhkannya.  Selain itu mereka juga akan menderita sakit kepala dan segala macam obat yang mereka miliki tidak akan bisa menghilangkan penderitaan mereka.  Allah SWT akan menyelamatkan kita dari kejahatan Namrud dan Namrud-Namrud modern sekarang ini, kita semua akan dilindungi-Nya.  Seperti seekor nyamuk yang masuk ke otak Namrud melalui hidungnya kemudian menewaskannya, akan ada sesuatu yang masuk ke dalam komputer dengan kekuatan 70 kali lebih kuat dari nyamuk tersebut. 

Selain itu akan ada virus lain yang akan datang.  Jika kalian mengobatinya, malah akan memperburuk keadaan.  Pengetahuan kalian hanya cukup untuk 100 macam, tetapi Allah SWT menciptakan makhluk tanpa batas.  Bahkan Allah SWT akan menciptakan 100 kali lebih banyak.  Virus-virus baru ini akan dikirimkan kepada orang yang anti terhadap Islam.  Akan ada hujan yang turun dan ketika fajar datang mereka semua sudah tewas.  Jika kalian membuka bagian otaknya, kalian akan menemukan suatu virus yang tampak sebagai benda putih yang sedang berkembang.  Jika kalian melihatnya, kalian juga akan tewas.  Virus itu menghancurkan otak manusia dan bersarang di dalamnya.  Mereka mempunyai mata dan jika kalian mendekatinya, virus itu akan meloncat ke arah kalian.  Kalian akan terbakar sementara kalian tidak bisa memukul maupun memasakannya.


25 June 2009

Zaman Namrudz akan Segera Berakhir

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

Lefke, Siprus: 9 Mei 2005 

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

 

…Setiap orang ingin menjadi nomor satu.  Tak seorang pun mau menjadi yang ke-2.  Ini adalah karakteristik diri kita. Tak seorang pun senang untuk menjadi orang ke-2.  Semua menginginkan untuk menjadi pimpinan, di mana pun.  Di zaman kita sekarang, begitu banyak orang di militer ingin untuk menjadi nomor satu, tak ingin berada di bawah suatu pemerintahan sipil.  Mereka semua ingin menjadi orang pertama.  Setiap orang ingin menjadi pusat kekuasaan, agar setiap orang lainnya berkata padanya, “Baik, Tuan!” dan mencium kedua tangannya, kakinya, dan sepatunya!  Agar diri mereka dapat menempatkan alas sepatunya di atas kepala orang lain dan mengatakan, “Kalian adalah hamba-hambaku!” Itulah jalan Setan, di mana ratusan orang dibunuh untuk membuat yang lainnya berada di bawah perintah mereka.  Setiap orang ingin untuk menjadi seorang tiran dan tak seorang pun mengatakan padanya, “Tidak!”

 

Jika manusia tidak senang apabila seseorang mengatakan padanya, “Tidak”, bagaimanakah dengan Tuhan segenap alam ini, ketika Setan mengatakan pada-Nya, “Tidak, aku tak akan bersujud (pada Adam AS)!”  Itulah suatu perbuatan yang demikian angkuh dan buruk tak terkira.  Allah SWT menjawab kepadanya, “Kau seorang setan, pergi!”  Inilah karakteristik Setan, dan sifat seperti ini ada dalam diri manusia melalui ego (nafsu=kedirian) mereka, yang memiliki struktur yang sama. Setiap orang membawa dalam diri mereka karakteristik ego yang terburuk, hal pertama yang akan mereka lakukan saat diberikan suatu kesempatan untuk menginjak kepala orang-orang, adalah mereka akan berkata, “Akulah tuhan kalian.”  Sama seperti ketika Firaun berkata, “Akulah tuhan tertinggi kalian, jadilah kalian adalah budak-budakku yang taat.”

 

Sebagaimana Grandsyekh saya (Mawlana Sulthanul Awliya’ Syekh ‘Abdullah Faiz ad-Daghestani QS) selalu berkata, “Mengapakah Muhammad SAW, menjadi seseorang yang paling terpuji dan terhormat di Hadirat Ilahi?  Karena beliaulah yang paling rendah hati di antara seluruh ciptaan (makhluk) Allah SWT.” Beliau selalu duduk seakan bagai seorang hamba di hadapan tuan pemiliknya, dan selalu pula makan sebagai seorang hamba atau pekerja yang makan di hadapan tuan pemiliknya.  Beliau tak pernah duduk di atas meja.  Karena itulah, tak seorang pun mencapai kedudukan seperti beliau di Hadirat Ilahiah, tak seorang pun dihormati dan dipuji di Hadirat Ilahiah sebanyak Penutup para Nabi SAW.  Karena itulah, Allah SWT memberikan salam bagi beliau, dengan mengatakan, “As-Salaamu ‘Alayka Ayyuha an-Nabiyyu”, “Keselamatan bagimu, wahai Nabi SAW!” Dia Subhanahu wa Ta’ala tidak mengatakan, “Keselamatan bagimu, wahai Muhammad SAW.”  Tidak!!  Melainkan Ia Subhanahu wa Ta’ala mengatakan, “Keselamatan bagimu, Wahai Nabi SAW!”  Dan kita kini mengulangi salam dari Allah SWT bagi Nabi SAW tersebut lima kali dalam salat-salat harian kita, saat kita melakukan tasyahhud.  Salam Ilahiah ini tidaklah dikaruniakan bagi siapa pun yang lain.  Ini adalah puncak tertinggi suatu pujian dari Tuhan segenap alam bagi Nabi-Nya.  Beliau telah mencapai suatu puncak tertinggi di mana tak seorang pun yang lain mencapainya, semata karena kerendahan hatinya.  Karena itu pula, beliau mewakili Keagungan Allah SWT dalam seluruh ciptaan.  Ego Nabi SAW telah habis dan berserah diri, tak seperti ego-ego kalian.  Tak ada lagi pemberontakan, mengatakan, “Tidak, tidak…”  Tidak! Melainkan beliau adalah dia yang paling tawadhu’ (rendah hati) di Hadirat Ilahiah.



 Berbagai gedung tinggi yang merepresentasikan ego Namrudz.


Wahai manusia yang mencari kehormatan di Hadirat Ilahi, berusahalah untuk lebih tawadhu’!  Namun, kini, Setan tengah mengajari manusia bagaimana menjadi yang pertama, nomor satu.  Setan mengajari manusia bagaimana memiliki ego seperti ego Namrudz.  Karena itulah, setiap orang kini ingin mewakili Namrudz, bukan untuk mewakili Sang Penutup Para Nabi, Sayyiduna Muhammad SAW.  Itulah masalah zaman ini, (jika demikian) bagaimana mereka dapat menjadi orang yang berbahagia? Mereka hanya akan berperang satu sama lain.  Kehormatan sejati hanya dapat diperoleh dengan berusaha untuk ber-tawadhu’ sebanyak mungkin.  Hanya dengan jalan seperti itulah, kalian akan bangkit dan naik.  Tetapi, selama kalian mengatakan, “Aku, Aku, Aku adalah presiden, Aku adalah perdana menteri, Aku Jenderal, Aku Letnan…” maka Setan akan membusanai diri kalian dengan sifat-sifat Namrudz.

 

Hari ini, sekelompok kecil manusia tengah menaruh manusia lainnya di bawah kaki mereka, di Eropa, Afrika, Arabia, Amerika, Asia, di mana pun.  Tetapi, ini akan berakhir.  Begitu banyak tanda bermunculan saat ini, dan orang-orang akan berkata pada ‘hewan-hewan liar’ tersebut, “Cukup!” Kami harus merobohkan tiran-tiran itu, memotong-motong mereka  dan membawa mereka ke bawah kaki kami.

 

Kini, musim panas tengah datang dan musim dingin baru berlalu.  Pemerintahan musim dingin telah habis, dan musim panas tengah mengambil kekuasaan di tangannya.  Sang Musim Panas berkata pada sang Musim Dingin, “Segala sesuatu kini berada di bawah kekuasaanku, aku mengalahkan pemerintahanmu…” Kini, pemerintahan para tirani telah habis.  Sejak 1789 hingga sekarang, adalah musim mereka. Kinilah saatnya mereka akan mengembalikan apa yang mereka ambil dari rakyat, dan rakyat akan menaruh para tiran itu di bawah sol sepatu mereka, dibantu oleh dukungan langit!  Tak ada pasukan atau perwira militer yang mampu menyelamatkan tiran-tiran itu…

 

Semoga Allah SWT tak pernah meninggalkan diri kita pada karakteristik ego yang kotor, dan semoga Ia Subhanahu wa Ta’ala mengirimkan pada kita hamba-hamba-Nya yang terberkahi oleh-Nya untuk menyelamatkan diri kita dari kezaliman seperti itu.  Semoga Ia Subhanahu wa Ta’ala mengirimkan ular-ular ke kepala para tiran itu untuk menelan mereka.  Panji-panji Islam mesti bangkit dan panji-panji Setan harus turun ke bawah kaki.

 

Ini bukan kata-kata saya, ini adalah pidato langit.  Saya pun tak tahu apa yang tengah saya ucapkan, tetapi mereka mengirimkan dan memancarkannya melalui diri saya dari tempat sederhana ini ke seluruh dunia.  Terserah kalian untuk mendengarkannya.