Showing posts with label Hamba. Show all posts
Showing posts with label Hamba. Show all posts

02 February 2009

Berusahalah untuk Menjadi Hamba yang Baik

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS
Lefke, Siprus: 24 April 2002

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


As-salamu alaykum… Syukur Allaha, Syukur kepada Allah SWT. Kita memohon kepada-Nya agar kita menjadi hamba yang patuh. Setiap orang adalah hamba Allah SWT, bahkan Setan pun termasuk hamba-Nya juga, tetapi dia adalah hamba yang buruk, dan barang siapa yang mengikuti jejaknya, maka dia termasuk hamba yang buruk. Nama-nama hamba yang buruk tertulis pada sebuah daftar dan karena mereka bukan hamba yang baik maka mereka akan dihukum. Hamba yang buruk adalah hamba yang tidak patuh. Mereka patuh kepada Setan tetapi tidak patuh kepada Allah SWT. Hamba yang baik adalah hamba yang menghormati dan menjalankan perintah Allah SWT. Mereka adalah hamba yang patuh, hamba yang baik dan merupakan hamba Allah SWT. Hamba yang tidak baik adalah hamba Setan.

Satu hal yang harus diingat oleh setiap orang adalah bahwa mereka harus berusaha untuk menjadi hamba yang baik, jangan menjadi hamba yang buruk. Setiap orang harus mencoba mengikuti jejak Rasul, khususnya Rasul terakhir Sayyidina Muhammad SAW. Kita tidak mengatakan bahwa kita adalah orang-orang yang tidak berdosa, tidak. Orang-orang yang bersih dari dosa hanyalah para Rasul dan juga Awliya yang telah mencapai maqam di mana mereka dilindungi dari godaan Setan sehingga mereka bersih dari dosa. Tetapi orang-orang biasa seperti kita adalah para pendosa, tidak ada yang dapat mengatakan bahwa dirinya selalu bersih tanpa dosa, ‘Saya melakukan segala hal sesuai dengan tuntunan Allah SWT kepada saya.’ Tidak ada yang dapat mengaku bahwa ‘Saya bukan pengikut Setan’ 100%. Mungkin 99% kalian tidak mengikutinya tetapi 1% saja kalian mengikutinya maka kalian bisa jatuh dan melakukan perbuatan dosa. Ayah dari semua umat manusia, Sayyidina Adam AS, jatuh ke dalam sebuah dosa, satu dosa, hanya sekali. Beliau tidak bersalah, melainkan seluruh generasi yang dibawa di punggungnya, generasi yang baik dan yang buruk. Dan para Awliya berbicara dari ajaran Rasulullah SAW yang sangat mulia bahwa Sayyidina Adam AS tidak akan melakukan hal yang bertentangan dengan perintah atau nasihat Allah SWT, tetapi dari generasinya yang kafir, yang tidak patuh, para pendosa, dan orang-orang yang jahatlah yang menggerakkannya melakukan dosa itu. Bahkan Adam AS tidak sanggup menghentikan dirinya sendiri, sebab milyaran generasinya yang akan muncul ke dunia ini dan akan menjadi orang-orang kafir, pengikut Setan, kaki tangan Setan, para pembuat kerusakan, pendosa, orang-orang munafik, mereka semua mendorongnya dan beliau tidak dapat menghentikan dirinya, seperti halnya angin yang kencang mendorong kalian seperti ini… Mereka yang memakannya, bukan Adam SWT.

Oleh sebab itu kita semua adalah para pendosa, tetapi Allah SWT menjadikan Tobat dan Istighfar untuk membersihkan hamba-hamba-Nya. Karena setiap orang yang berbuat dosa akan menjadi kotor, dia tidak bersih dan dengan cepat akan menjadi orang yang kotor. Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang tidak menerima eksistensi Allah SWT dan Keesaan-Nya, adalah orang yang kotor.” Dan Allah SWT memerintahkan Rasul-Nya, “Jangan membiarkan mereka untuk mendekati Rumah Suci-Ku di Makkah al-Mukarama. Jangan biarkan mereka datang ke sini sekali lagi. Mereka semua adalah orang-orang yang kotor. Suruh mereka pergi.” Setiap dosa membuat orang menjadi kotor. Mereka harus bersih. Begitu cepatnya… Setiap orang yang merasakan atau mengetahui bahwa dia telah melakukan kesalahan atau pelanggaran terhadap perintah Allah SWT, dia harus mengucapkan, "Taubat Yaa Rabbi, Astaghfirullah, baru saja Aku mengikuti Setan dan sekarang Aku menjadi kotor, Aku memohon ampun.” Sampai ampunan datang kepada kalian, kalian adalah orang-orang yang kotor dan ampunan itu datang bila seorang hamba mengucapkan “Astaghfirullah, Taubat yaa Rabbi, Taubat yaa Rabbi, Astaghfirullah.” Yang berarti, “Wahai Tuhanku, baru saja Aku mengikuti Setan dan Aku melakukan perbuatan yang salah, Aku telah berdosa. Sekarang Aku memohon ampun, Aku akan meninggalkan perbuatan itu, Aku tidak akan mengikutinya lagi, Aku berpaling kepada-Mu, Wahai Tuhanku ampunilah aku.” Dan Dia mengampuni.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Suatu kali Setan merasa sangat menyesal, dan dia berkata, ‘Aku berusaha untuk menjerumuskan anak-anak Adam AS ke dalam dosa agar mereka semua habis.’ Jika seseorang jatuh ke dalam dosa berarti dia baru saja menghancurkan dirinya sendiri, seperti yang terjadi akhir-akhir ini di mana orang meletakkan sesuatu pada tubuhnya lalu benda itu meledak dan ikut menewaskannya, menghancurkan dirinya sendiri. Dan dosa-dosa itu membuat anak-anak Adam AS menghancurkan Iman dan kepatuhan serta ibadah mereka, tidak seperti orang yang menghancurkan dirinya secara fisik, tetapi sungguh, bila seseorang melakukan suatu perbuatan dosa, dia menghancurkan kepatuhannya dan kehidupan spiritualnya akan berakhir. Setan berkata, ‘Sebagaimana ketika Aku membuat mereka menghancurkan Iman, penghambaan, dan kepatuhan mereka; mereka juga menghancurkan aku ketika mereka mengucapkan, ‘Astaghfirullah, Tubtu wa rajatu ila-llah’. Wahai Tuhanku, Aku memohon ampun, Aku melakukan kesalahan dan Aku menyesal, Aku memohon ampun, berikanlah ampunan-Mu kepadaku dan peliharalah Aku dalam lindungan-Mu, tempatkanlah Aku dalam area perlindungan-Mu.’ (Ketika mereka mengucapkan ini) Setan akan benar-benar menyesal. Dia akan mengeluh terhadap anak-anak Adam AS, dia begitu lelah untuk membuat mereka bersamanya di Neraka, menjadikan mereka kotor, dan orang yang kotor tidak akan mendapat rahmat, tetapi dia mengeluh, ‘Aku begitu lelah, dan ketika mereka berkata, ‘Wahai Allah SWT, Astaghfirullah, Aku telah melakukan kesalahan, ampunilah aku’, maka semua pekerjaanku sia-sia, Aku kehilangan segalanya.’ Oleh sebab itu wahai para pengikut, kita memohon untuk mengikuti jejak Awliya, penerus Rasulullah SAW. Para Awliya menjadi Awliya karena mereka mengikuti jejak Rasulullah SAW. Siapa yang mengikuti jejak Rasulullah SAW, dia akan menjadi Wali, Awliya. Jika tidak, mereka bukan Awliya. Kita berusaha untuk mengikuti langkah para Awliya, karena langkah mereka adalah langkah para Rasul. Jika kalian ingin menyelamatkan diri kalian secara fisik dan spiritual dan selamanya, maka ikutilah langkah para Awliya. Kita begitu lemah untuk mengikuti langkah para Rasul, karena dibutuhkan Iman yang kuat sehingga kalian bisa berpijak di jalur yang benar dengan mantap. Jika kalian tidak mempunyai 'qadama sidqin', kalian belum memiliki langkah yang benar, kalian tidak dapat melangkah di jalan yang benar, tidak bisa. Jalan yang benar menuntut langkah yang benar. Langkah yang benar dilakukan oleh kaki yang benar. Kaki yang benar adalah milik hati yang benar, jika hati kalian tidak benar, dia tidak bisa memerintahkan kaki kalian untuk berpijak dengan benar.

Oleh sebab itu perhatikanlah—seseorang yang mempunyai langkah yang benar, ikutilah mereka. Siapa pun dia, kalian boleh mengikutinya. Jika tidak, kalian akan mengikuti langkah Setan dan siapa pun yang mengikuti Setan, dia akhirnya akan sampai ke Neraka. Dan lewat Neraka, dia akan menyesal, tetapi itu sudah terlambat, habis sudah. Sekarang kalian disambut dengan tangan terbuka di kota yang suci ini, mungkin baru pertama kali kalian mengunjunginya, dan itu adalah suatu kehormatan, jika kalian berbicara mengenai kehormatan tanah ini, kita tidak akan menyelesaikannya hingga kiamat. Ini adalah daerah yang paling suci bagi ummat Muslim, Syam-u-syarif. Awwalu syam, akharu syam--Hari Perhitungan (hisab) akan berada di sini, semua Awliya dan Anbiya datang ke sini, seluruh mukmin datang ke sini, seluruh umat manusia, ketika bangkit dari kuburnya, pasti akan datang ke sini. Beberapa dari mereka akan datang dengan mengendarai Burak. Beberapa di antara mereka dibawa dengan pecut dan tongkat, beberapa orang akan dibawa dengan muka mereka, malaikat yang membawa mereka ke sini. Bersyukurlah bahwa kalian bisa mencapai tanah yang suci dan dirahmati ini, rahmatullah--jika datang kepada orang yang kafir, akhirnya dia akan mati dalam keadaan Muslim. Semoga Allah SWT mengampuni Saya dan memberkati kalian semua dan menjadikan pertemuan kita sebagai pertemuan yang suci dan kita semua diizinkan untuk bertemu Imam Mahdi AS di sini untuk mengambil bayat dari beliau di bawah bendera suci Rasulullah SAW. Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Aziiz Allah…….Karim Allah…….Subhan Allah….Sulthan Allah…

Berusahalah untuk menjadi hamba Sang Sultan… Sultan yang abadi. Dari masa pra keabadian hingga masa yang abadi Dia adalah Tuhan Pemilik Surga, Allah SWT. Berusahalah untuk menjadi terhormat dengan pelayanan kepada-Nya. Berikanlah waktumu lebih banyak untuk mengabdi kepada-Nya, kurangi waktumu untuk dunia, jadikan dia rendah, dan tingkatkan penyembahanmu kepada Allah SWT, agar bisa merasakan kerajaan dan kedaulatan-Nya yang abadi… demi kemuliaan hamba Allah SWT yang paling mulia, Sayyidina Muhammad SAW, dan untuk kemuliaan semua Nabi dan Awliya, khususnya karena kita berada dalam hudhur, kehadiran yang suci, dari Uwais al-Qarani RA dan seluruh Anbiya dan Awliya, untuk kemuliaan mereka semoga Allah SWT memberikan kita… Faatiha.

Adalah keajaiban terbesar ketika hamba Allah SWT tetap berada dalam keadaan mustaqim...

Ada 7 Raja Jin di sekeliling Uwais al-Qarani RA, melindungi Syam...

10 November 2008

Mengikuti Langkah yang Benar

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

Lefke, Siprus: 24 April 2002

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


As-salamu alaykum… Syukur Allaha, Syukur kepada Allah SWT.  Kita memohon kepada-Nya agar kita menjadi hamba yang patuh.  Setiap orang adalah hamba Allah SWT, bahkan Setan pun termasuk hamba-Nya juga, tetapi dia adalah hamba yang buruk, dan barang siapa yang mengikuti jejaknya, maka dia termasuk hamba yang buruk.  Nama-nama hamba yang buruk tertulis pada sebuah daftar dan karena mereka bukan hamba yang baik maka mereka akan dihukum.  Hamba yang buruk adalah hamba yang tidak patuh.  Mereka patuh kepada Setan tetapi tidak patuh kepada Allah SWT.  Hamba yang baik adalah hamba yang menghormati dan menjalankan perintah Allah SWT.  Mereka adalah hamba yang patuh, hamba yang baik dan merupakan hamba Allah SWT.  Hamba yang tidak baik adalah hamba Setan.

Satu hal yang harus diingat oleh setiap orang adalah bahwa mereka harus berusaha untuk menjadi hamba yang baik, jangan menjadi hamba yang buruk.  Setiap orang harus mencoba mengikuti jejak Rasul, khususnya Rasul terakhir Sayyidina Muhammad SAW.  Kita tidak berkata bahwa kita adalah orang-orang yang tidak berdosa, tidak.  Orang-orang yang bersih dari dosa hanyalah para rasul dan juga awliya yang telah mencapai maqam di mana mereka dilindungi dari godaan Setan sehingga mereka bersih dari dosa.  Tetapi orang-orang biasa seperti kita adalah para pendosa, tidak ada yang dapat mengatakan bahwa dirinya selalu bersih tanpa dosa, ‘Saya melakukan segala hal sesuai dengan tuntunan Allah SWT kepada saya.’  Tidak ada yang dapat mengaku bahwa ‘Saya bukan pengikut Setan’ 100%.  Mungkin 99% kalian tidak mengikutinya tetapi 1% saja kalian mengikutinya maka kalian bisa jatuh dan melakukan perbuatan  dosa.  Ayah dari semua umat manusia, Sayyidina Adam AS, jatuh ke dalam sebuah dosa, satu dosa, hanya sekali.  Beliau tidak bersalah, melainkan seluruh generasi yang dibawa di punggungnya, generasi yang baik dan jahat. Dan para Awliya berbicara dari ajaran Rasulullah SAW yang sangat mulia bahwa Sayyidina Adam AS tidak akan melakukan hal yang bertentangan dengan perintah atau nasihat Allah SWT, tetapi dari generasinya yang kafir, yang tidak patuh, para pendosa, dan orang-orang yang jahatlah yang menggerakkannya melakukan dosa itu.  Bahkan Adam AS tidak sanggup menghentikan dirinya sendiri, sebab milyaran generasinya yang akan muncul ke dunia ini dan akan menjadi orang-orang kafir, pengikut Setan, antek-antek Setan, para pembuat kerusakan, pendosa, orang-orang munafik, mereka semua mendorongnya dan beliau tidak dapat menghentikan dirinya, seperti halnya angin yang kencang mendorong kalian seperti ini… Mereka yang memakannya, bukan Adam AS.

Oleh sebab itu kita semua adalah para pendosa, tetapi Allah SWT menjadikan tobat dan istighfar untuk membersihkan hamba-hamba-Nya.  Karena setiap orang yang berbuat dosa akan menjadi kotor, dia tidak bersih dan dengan cepat akan menjadi orang yang kotor.  Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang tidak menerima eksistensi Allah SWT dan Ke-Esaan-Nya, adalah orang yang kotor.”  Dan Allah SWT memerintahkan Rasul-Nya, “Jangan membiarkan mereka untuk mendekati Rumah Suci-Ku di Mekah al-Mukarama.  Jangan biarkan mereka datang ke sini sekali lagi.  Mereka semua adalah orang-orang yang kotor.  Suruh mereka pergi.”  Setiap dosa membuat orang menjadi kotor.  Mereka harus bersih.  Begitu cepatnya… Setiap orang yang merasakan atau mengetahui bahwa dia telah melakukan kesalahan atau pelanggaran terhadap perintah Allah SWT, dia harus mengucapkan, "Taubat Yaa Rabbi, Astaghfirullah, baru saja Aku mengikuti Setan dan sekarang Aku menjadi kotor, Aku memohon ampun.”  Sampai ampunan datang kepada kalian, kalian adalah orang-orang yang kotor dan ampunan itu datang bila seorang hamba mengucapkan “Astaghfirullah, Taubat yaa Rabbi, Taubat yaa Rabbi, Astaghfirullah.”  Yang berarti, “Wahai Tuhanku, baru saja Aku mengikuti Setan dan Aku melakukan perbuatan yang salah, Aku telah berdosa.  Sekarang Aku memohon ampun, Aku akan meninggalkan perbuatan itu, Aku tidak akan mengikutinya lagi, Aku berpaling kepada-Mu, Wahai Tuhanku ampunilah aku.”  Dan Dia mengampuni.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Suatu kali Setan merasa sangat menyesal, dan dia berkata, ‘Aku berusaha untuk menjerumuskan anak-anak Adam AS ke dalam dosa agar mereka semua habis.’  Jika seseorang jatuh ke dalam dosa berarti dia baru saja menghancurkan dirinya sendiri, seperti yang terjadi akhir-akhir ini di mana orang meletakkan sesuatu pada tubuhnya lalu benda itu meledak dan ikut menewaskannya, menghancurkan dirinya sendiri.  Dan dosa-dosa itu membuat anak-anak Adam AS menghancurkan Iman dan kepatuhan serta ibadah mereka, tidak seperti orang yang menghancurkan dirinya secara fisik, tetapi sungguh, bila seseorang melakukan suatu perbuatan dosa, dia menghancurkan kepatuhannya dan kehidupan spiritualnya akan berakhir.  Setan berkata, ‘Sebagaimana ketika Aku membuat mereka menghancurkan Iman, penghambaan, dan kepatuhan mereka; mereka juga menghancurkan aku ketika mereka mengucapkan, ‘Astaghfirullah, Tubtu wa rajatu ila-llah’. Wahai Tuhanku, Aku memohon ampun, Aku melakukan kesalahan dan Aku menyesal, Aku memohon ampun, berikanlah ampunan-Mu kepadaku dan peliharalah Aku dalam lindungan-Mu, tempatkanlah Aku dalam area perlindungan-Mu.’  (Ketika mereka mengucapkan ini) Setan akan benar-benar menyesal.  Dia akan mengeluh terhadap anak-anak Adam AS, dia begitu lelah untuk membuat mereka bersamanya di Neraka, menjadikan mereka kotor, dan orang yang kotor tidak akan mendapat rahmat, tetapi dia mengeluh, ‘Aku begitu lelah, dan ketika mereka berkata, ‘Wahai Allah SWT, Astaghfirullah, Aku telah melakukan kesalahan, ampunilah aku’, maka semua pekerjaanku sia-sia, Aku kehilangan segalanya.’  Oleh sebab itu wahai para pengikut, kita memohon untuk mengikuti jejak awliya, penerus Rasulullah SAW.  Para awliya menjadi awliya karena mereka mengikuti jejak Rasulullah SAW.  Siapa yang mengikuti jejak Rasulullah SAW, dia akan menjadi wali, awliya.  Jika tidak, mereka bukan awliya.  Kita berusaha untuk mengikuti langkah para awliya, karena langkah mereka adalah langkah para rasul.  Jika kalian ingin menyelamatkan diri kalian secara fisik dan spiritual dan selamanya, maka ikutilah langkah para awliya.  Kita begitu lemah untuk mengikuti langkah para Rasul, karena dibutuhkan Iman yang kuat sehingga kalian bisa berpijak di jalur yang benar dengan mantap.  Jika kalian tidak mempunyai 'qadama sidqin', kalian belum memiliki langkah yang benar, kalian tidak dapat melangkah di jalan yang benar, tidak bisa.  Jalan yang benar menuntut langkah yang benar. Langkah yang benar dilakukan oleh kaki yang benar.  Kaki yang benar adalah milik hati yang benar, jika hati kalian tidak benar, dia tidak bisa memerintahkan kaki kalian untuk berpijak dengan benar. 

Oleh sebab itu perhatikanlah—seseorang yang mempunyai langkah yang benar, ikutilah mereka.  Siapa pun dia, kalian boleh mengikutinya.  Jika tidak, kalian akan mengikuti langkah Setan dan siapa pun yang mengikuti Setan, dia akhirnya akan sampai ke Neraka.  Dan lewat Neraka, dia akan menyesal, tetapi itu sudah terlambat, habis sudah.  Sekarang kalian disambut dengan tangan terbuka di kota yang suci ini, mungkin baru pertama kali  kalian mengunjunginya, dan itu adalah suatu kehormatan, jika kalian berbicara mengenai kehormatan tanah ini, kita tidak akan menyelesaikannya hingga kiamat.   Ini adalah daerah yang paling suci bagi umat Muslim, Syam-u-syarif.  Awwalu syam, akharu syam--Hari Perhitungan (hisab) akan berada di sini, semua Awliya dan Anbiya datang ke sini, seluruh mukmin datang ke sini, seluruh umat manusia, ketika bangkit dari kuburnya, pasti akan datang ke sini.  Beberapa dari mereka akan datang dengan mengendarai Burak.  Beberapa di antara mereka dibawa dengan pecut dan tongkat, beberapa orang akan dibawa dengan muka mereka, malaikat yang membawa mereka ke sini.  Bersyukurlah bahwa kalian bisa mencapai tanah yang suci dan dirahmati ini, rahmatullah--jika datang kepada orang yang kafir, akhirnya dia akan mati dalam keadaan Muslim.  Semoga Allah SWT mengampuni Saya dan memberkati kalian semua dan menjadikan pertemuan kita sebagai pertemuan yang suci dan kita semua diizinkan untuk bertemu Imam Mahdi AS di sini untuk mengambil bayat dari beliau di bawah bendera suci Rasulullah SAW.   Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Aziiz Allah…….Karim Allah…….Subhan Allah….Sulthan Allah…

Berusahalah untuk menjadi hamba Sang Sultan… Sultan yang abadi.  Dari masa pra keabadian hingga masa yang abadi Dia adalah Tuhan Pemilik Surga, Allah SWT.  Berusahalah untuk menjadi terhormat dengan pelayanan kepada-Nya.  Berikanlah waktumu lebih banyak untuk mengabdi kepada-Nya, kurangi waktumu untuk dunia, jadikan dia rendah, dan tingkatkan penyembahanmu kepada Allah SWT, agar bisa merasakan kerajaan dan kedaulatan-Nya yang abadi… demi kemuliaan hamba Allah SWT yang paling mulia, Sayyidina Muhammad SAW, dan untuk kemuliaan semua nabi dan awliya, khususnya karena kita berada dalam hudur, kehadiran yang suci, dari Uwais al-Qarani RA dan seluruh anbiya dan awliya, untuk kemuliaan mereka semoga Allah SWT memberikan kita… Faatiha.

Adalah keajaiban terbesar ketika hamba Allah SWT tetap berada dalam keadaan mustaqim...

Ada 7 Raja Jin di sekeliling Uwais al-Qarani RA, melindungi Syam...

04 August 2008

Kita Diciptakan untuk Mengabdi kepada Allah SWT

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS


A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

Fondasi pengetahuan yang seharusnya diketahui oleh semua orang yaitu bahwa kita adalah makhluk yang diciptakan oleh Sang Pencipta. Apabila hal ini tidak diajarkan di pusat pembelajaran yang besar—universitas--maka dia hanya merupakan pusat kebodohan. Apabila mereka tidak mengajari bahwa kita adalah makhluk ciptaan Sang Pencipta, mereka tidak mengajarkan apapun. Para profesor di universitas umumnya adalah orang-orang yang sangat bangga akan dirinya. Di manakah mereka 100 tahun yang lalu? Apakah mereka menciptakan diri mereka sendiri? Jika benar, katakan pada mereka agar jangan mati! Dalam 100 tahun tidak satu pun dari kita yang masih ada. Dalam 100 tahun kalian bukan siapa-siapa. Berusahalah untuk mempelajari sesuatu dari kebijaksaan ini. Jangan berbuat licik melalui usia muda, kekayaan dan jabatan kalian. Meskipun kalian profesor, kalian akan lupa semuanya pada saat berumur 80 tahun. Siapapun yang menciptakan, kalian akan mengalami kemunduran.

Berusahalah untuk mengenal diri kalian sendiri sebelum kalian mulai belajar tentang hal di sekeliling kalian. Sekarang ini, ilmu pengetahuan bertolak belakang. Mereka ingin mengetahui tentang segala sesuatu tetapi tidak untuk mengenal diri mereka sendiri. Kita telah dijajah oleh segala sesuatu di sekeliling kita. Hal tersebut mengakibatkan keyakinan kita melemah dan semakin lemah, sementara masalah-masalah kita menjadi puncak pemikiran kita. Ketika keyakinan mengalami kemunduran, masalah akan naik, karena tidak ada keseimbangan dalam membawa beban kehidupan tanpa keyakinan. Walaupun sebuah keyakinan mendasar dapat memberikan dukungan pada manusia. Sebuah tongkat dapat menopang topi, tetapi tidak dapat menopang gedung. Manusia harus memohon untuk (memperoleh) keyakinan yang cukup teguh agar tidak terjerumus. Landasan dari keyakinan itu harus bersadarkan atas pengertian manusia sehingga keduanya dapat tumbuh bersama-sama.

Sang Pencipta tahu tentang tabiat dan karakteristik hamba-hamba-Nya. Tidak ada satu pun yang mengetahui lebih dari Dia. Karenanya alasan Dia mengirimkan Pesan Surga melalui Hamba Surga-Nya kepada manusia agar mengajarkan bagaimana cara melakukan ibadah, bagaimana cara menyembah Dia. Alasan itulah mengapa kita diciptakan. Bila kalian tidak melakukannya (menyembah), kalian tidak berarti. Jika kalian ingin diterima dalam Hadirat Ilahi, kalian harus memenuhi ibadah kalian.

Kalian akan menjumpai suatu bentuk ibadah dalam setiap agama. Inilah dasar kuat yang seharusnya diketahui dan dilindungi oleh setiap orang. Jika orang-orang tidak menjaga aturan tersebut—melakukan ibadah setiap hari—maka kehormatan sebagai manusia hilang. Kalian tidak lelah makan beberapa kali dalam sehari, tetapi bersembahyang satu kali saja rasanya sulit sekali bagi sebagian besar orang. Pengadian Ilahiah adalah kehormatan tertinggi yang Allah SWT berikan kepada kita. Jika seorang raja menawarkan kalian satu pengabdian tertinggi dan kalian menolaknya, kalian mengerti maksudnya?

Allah SWT menyembunyikan diri-Nya, meskipun demikian Dia memerintahkan kita melayani-Nya. Ini tidak berlebihan jika seorang raja memintanya. Dia tidak kekurangan kebesaran dan kemuliaan. Dia telah memerinta kita untuk datang kepada ibadah. Kalian tidak diciptakan untuk saling berperang, kalian diperintahkan untuk sembahyang.

Abad 20 dimulai dengan ateisme yang kemudian mencapai puncak tertinggi materialisme. Perang dunia kedua ingin menghancurkan semuanya, dan kini perang dunia ketiga sedang dipersiapkan. Semua orang adalah hamba. Saya hamba, ratu juga hamba, menteri, sultan… mereka semua adalah hamba. Nabi dan awliya adalah hamba. Mereka bangga menjadi hamba bagi seorang raja yang kuat dan mulia.

Setiap orang seharusnya melihat diri mereka dengan cara berbeda dan amati tujuan yang mereka miliki. Mereka seharusnya berusaha untuk memuliakan Tuhan sebanyak mungkin, berusaha untuk menghindari setan dalam komunitas. Banyak manusia yang menjadi perwakilan setan yang tujuannya agar semua agama mendukung mereka (setan) daripada melakukan penyembahan kepada Tuhan. Mereka harus dikalahkan.

Setiap hari kalian melihat dari televisi apa yang telah mereka raih. Bukan ini alasan kita diciptakan. Kita telah diperintahkan untuk mendukung kemanusiaan di bumi, bukan untuk menghancurkannya. Tetapi itulah yang setan dan pendukungnya ingin lakukan. Berusahalah bersama kebenaran dan mempercayakan yang satu dan kalian akan meraih kedamaian di bumi dan kebahagiaan di akhirat.

Wa min Allah at tawfiq

18 June 2008

Menjadi Hamba yang Diberkati

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Ada hamba yang diberkati dan ada pula yang dikutuk. Diberkati berarti seseorang diterima di Hadirat-Nya. Sedangkan dikutuk berarti terlempar bersama Iblis. Terserah kalian jalan mana yang akan kalian pilih. Jika kalian tidak berusaha agar diberkati, setan akan menangkap kalian dengan cepat untuk berada di sisinya dan menerima kutukan yang sama.

Mempunyai gelar bukanlah sesuatu yang penting, menjadi ini atau itu: Kristiani, Yahudi, Islam, Budhisme, Brahmaisme, Confusiusme… Kalian bisa saja memiliki salah satu gelar tersebut dan tetap tidak diberkati sebagai seorang hamba. Diberkati artinya seseorang mempercayai bahwa hal yang terpenting dalam hidup mereka adalah untuk mengabdi kepada Tuhannya. Siapa saja yang mengabdi pada dunia ini, ego mereka, atau setan adalah terkutuk. Lakukan ibadah kepada Tuhan sebagai prioritas dalam keseharian kalian. Mulailah hari kalian dengan “La illaha illallah, Muhammadur-rasul Allah” dan mintalah kepada Tuhan untuk menolong kalian mengabdi kepada-Nya pada hari itu. Akhiri hari kalian dengan permintaan agar diampuni dan diberkati.

Mintalah kepada-Nya untuk menerima ibadah kalian yang tidak lengkap dan mintalah pertolongan-Nya agar kalian bisa berubah menjadi lebih baik. Jagalah pikiran kalian agar selalu tertuju kepada-Nya di sepanjang hari. Jika seseorang meninggal pada malam yang sama. Niat yang ia miliki akan selalu ada hingga Hari Kiamat tiba.