Showing posts with label Kartun. Show all posts
Showing posts with label Kartun. Show all posts

25 April 2009

Ketika Sunah dibilang Bid'ah


"Wow, kelihatannya ini mantap, tak ada yang ngasih tau kalau Islam itu agama yang cinta damai... Kisah tetang Nabi SAW dan Sahabat benar-benar luar biasa." 

Beberapa minggu kemudian di sebuah masjid, setelah membaca satu juz Al-Qur'an...

"Braazar!  Mengapa kau mencium Al-Qur'an?  Ini adalah Bid'ah, mengada-ada."
"Aku memperlihatkan hormat kepada kitab ini karena kitab ini adalah pemberian Allah."

Allah...Allah... [berzikir dengan tasbeh]

"Braazar!  Mengapa kau menggunakan masbaha (tasbeh)? Ini juga Bid'ah!"

("Adalah tugasku sebagai Muslim yang mengikuti akidah yang benar untuk menolong Muslim baru yang tersesat ini.")

"La hawlillaah dan sekarang syirik!  Menyekutukan Allah!  Doa hanya kepada Allah... ini sepenuhnya adalah syirik.  Kau tidak bisa memanggil Muhammad, ia sudah wafat."

"Kabuur..."

"Assalamu'alaykum wahai Saudara dalam Islam, Insya Allah aku akan menjawab semua pertanyaanmu."
"Dan ini ada majalah Muslim Magazine, dan Ensiklopedia Akidah Ahlussunah."

"Misalnya, masalah Mencium Al-Qur'an: Imam Nawawi melaporkan bahwa ketika Ikrimah RA melihat Al-Qur'an, beliau meletakkannya di atas kepalanya lalu menciumnya dan memperlihatkan hormat yang sangat tinggi kepadanya, sambil mengatakan, 'Ini adalah kitab Allah, ini adalah kitab Allah.'
Mengenai Menggunakan Tasbeh: Safiyya binti Huyay RA, istri dari Nabi SAW mengatakan, 'Nabi SAW mendatangiku dan di depanku terdapat 400o butir biji kurma yang dengannya aku bertasbih.'
Mengenai Nida' (slogan): Slogan para Sahabat di Hari Yamama adalah "Wa Muhammadah" diriwayatkan oleh Ibnu Katsir."


Membajak Masjid



"Saudaraku, aku pikir kita semua merasa sama... bukankah sudah waktunya untuk membangun sebuah masjid untuk komunitas kita."
"Ya, sebuah tempat di mana kita bisa mengajarkan Quran, Din kepada anak-anak kita."
"Ya, kita bisa menjadikannya sebagai sedekah jariah bagi anak-anak kita dan anak-anak mereka."   


Masyarakat kemudian melakukan penggalangan dana untuk membangun masjid.  Mereka menjual kue kering, makan malam untuk penggalangan dana, koncleng Jumat dan mereka menyumbang dari uang yang mereka dapatkan dengan susah payah.

"Nabi Suci kita SAW bersabda, bahwa Allah SWT berfirman, 'Aku sebagaimana yang hamba-Ku pikirkan tentang Aku.' Oleh sebab itu jagalah cinta kita kepada-Nya, dan Dia akan mencintaimu..." 

"Allaahumma shalli 'alaa Sayyidina Muhammad wa 'alaa aali Sayyidina Muhammad wa 'alaa ash-habi Sayyidina Muhammad wa 'alaa anshaari Sayyidina Muhammad wa sallim tasliima."
("Kita harus mengajarkan orang-orang kampung ini tentang Islam yang benar agar kita bisa mengambil alih Masjid ini. Hmm jika kita bisa meyakinkan mereka bahwa Islam adalah kepatuhan, bukannya cinta.") 

"Wahai Ikhwaan, kita harus mengadakan pemilihan--kita bentuk badan pengawas untuk mencegah praktik-praktik akidah yang menyimpang.  Lalu bila kita sudah memegang semua kartu, kita singkirkan para penganut mazhab lama itu."
"Ya.." "Ya.." "Ya!"

"Akhii, kau sudah mengajak teman-temanmu untuk memilih malam ini?"
"Umm Ya, tapi teman-teman saya tidak salat...?
("Salat atau tidak salat, biarkan mereka memilih.")"
"Yes.." "Yes.." 

"Ok, Ikhwan semua, ayo kita lihat hasil voting. Ahem... sepertinya kita mempunyai Imam baru--dididik di Najd!  Ya, kalian sedang melihatnya hehehe."
"Yeah..." "Yes..."

"Hentikan kekufuran ini segera!!! Masjid bukan tempat untuk perbuatan syirik semacam ini. Kalian harus pergi ke halaqah untuk belajar tentang akidah yang benar."  

"Ingat, cuma boleh mengikuti Qur'an dan Hadis...tak perlu yang lain... kalau tidak, kalian akan masuk neraka!  Mencium tangan orang yang lebih tua atau tangan Syekh adalah Haram, terlalu banyak hormat akan menjadi Syirik.  Lalu kalian akan menyekutukan Allah!  Kalian akan masuk neraka!!!  Jangan memuji Nabi secara berlebihan, terlalu banyak hormat akan menjadi Syirik.  Lalu kalian akan menyekutukan Allah!  Kalian akan masuk neraka!!! Jangan jadikan Imam dan Mazhab sebagai tuhan bersama dengan Tuhan, itu adalah Syirik!" 

"Mengapa kalian bersedih?  Bukankan kalian berada di jalur yang Haqq?  Selawat dan salam kepada Nabi SAW bukanlah Syirik!!!  Tidakkah kalian membaca Hadis, 'Barang siapa yang membaca selawat di kuburanku, aku mendengarnya dan barang siapa yang membaca selawat dari jauh, aku akan diberitahu tentangnya."
"Allahu akbar..." "Allahu akbar..."



22 April 2009

Menjadi Imam dalam 10 Hari


Bisa di universitas mana saja di Amerika, pemuda Muslim yang baru lulus siap memasuki "dunia kerja."  
"Assalamu'alaykum, aku mendapat nama kalian dari daftar MSA, bagaimana kalau kita melakukan dakwah sungguhan untuk Islam?"  
"Aku mau mencari uang." 
"Jangan khawatir, yang penting bawa Muslim eh orang kafir ke dalam Islam."

"Kami mengirim temanmu ke Sekolah Salafi di Najd, tetapi untukmu jangan khawatir, kami punya "Dakwah untuk pemula" dijamin akan membuatmu menjadi ulama dalam 10 hari."  
"Wow mantap..."

("Bid'ah, syirik, kufur...")

Dalam waktu singkat, pemuda yang telah lulus itu dijadikan sebagai Imam di sebuah masjid baru Neo-Salafi senilai 10 juta dolar.  
"Wahai Imam, dapatkan engkau berdoa kepada Allah bahwa demi Nabi kita tercinta, Muhammad SAW, Allah akan menyembukan ibuku yang sakit di Pakistan."
"Ya Akkhii, Astaghfirullah! Kau minta kepada Allah saja, secara langsung, tidak ada perantaraan dalam Islam."
"Bid'ah, syirik, kufur..."


"La hawla wa la quwwata illa billah!  Siapa yang mengajarkan kau hal ini?  Banyak bukti dalam Qur'an dan Hadis mengenai hal ini dan hal lain seperti maulid, ziarah, tawasul dan tasawuf.  Perlu waktu yang lama untuk mempelajari dan memahami semuanya, betapa beraninya kau menyebut dirimu sebagai Imam!"
"Subhanallah..."

Dan dengan rahmat dan dukungan Allah, jagoan kita datang untuk menyelamatkan hari itu.  "Assalamu'alaykum, perdebatan selesai!  Seluruh referensi dapat diperoleh dari buku terbaru dari Syekh Hisyam Kabbani QS yang mendukung semua yang telah dikatakan oleh yang terhormat Syekh kita dari Al-Azhar."
"Alhamdulillah..."
("Apakah aku harus mengatakan bid'ah atau syirik?")

Para pengurus masjid merasa bingung dengan semua topik ini dan oleh sebab itu semua orang diundang ke dalam suatu acara perdebatan.
"Aku telah belajar di Universitas Islam Al-Azhar selama 15 tahun, mempelajari ketujuh cara membaca Al-Qur'an, menghafal 75.000 Hadis dan aku mempunyai izin untuk mengajarkan tafsir Ibnu Katsir."
"Aku mendapatkan gelar di bidang Syariat dari Damaskus." 
"Aku adalah seorang Haji, aku telah mengunjungi Nabi SAW dan aku mengikuti bimbingan pir-ku (Syekh) untuk memurnikan hatiku dengan melakukan zikir, ziarah, maulid..."

"Tak perlu semua ini!! Kalian hanya boleh mengikuti Qur'an dan Hadis yang setiap orang dapat membacanya sendiri untuk diri mereka."
("Apa yang harus kukatakan? Aku tidak mempersiapkan catatan apa-apa kemarin, mungkin aku hanya perlu teriak, "Kafiir!!!")

Dalam waktu singkat sarjana kita kehilangan emosinya dan dengan bergegas lari meninggalkan masjid.
"Mereka belajar selama 20 tahun di sekolah-sekolah sekuler, perguruan tinggi dan universitas, tetapi ketika mereka mempelajari tentang Islam, mereka bilang dapat memahami firman Allah tanpa guru?
("Aku tidak ingat apa yang akan diberikan oleh universitas apakah doktor kehormatan untuk studi agama Islam jika aku mencurahkan waktu yang panjang?") 


"Aku telah menghabiskan lebih dari 40 juta dolar untuk masjidmu dan juga buklet gratis untuk dakwah, tetapi tetap saja kau tidak bisa membuat Muslim eeh orang kafir masuk Islam?"
("hmm, aku bisa menghabiskan uang itu untuk wanita, perhiasan, mobil, judi...")
"Mestinya aku tidak boleh terjebak ke dalam sesuatu yang aku tidak memahaminya."
("Aku akan kembali ke warisan Islam yang percaya kepada syafaat, tawasul, percaya pada awliya, maulid dll..")

Sementara itu...

"Takbir"  
"Allahu akbar!"

Dengan terbitnya buku "Doktrin Ahlusunah" oleh Syekh Kabbani, masjid demi masjid kembali kepada jalan Islam yang benar dan para Neo-Salafi larut dan lenyap bagaikan garam di dalam air.