Showing posts with label Syukur. Show all posts
Showing posts with label Syukur. Show all posts

02 February 2009

Bersyukur dan Berzikir Mendatangkan Cahaya Ilahi

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS
Lefke, Siprus: 29 April 2002

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin



Syukur dan zikir adalah wajib bagi semua orang… Adzkuruni adzkurkum, wasykuruli wa la takfurun…(?) Itu adalah suatu perintah. Orang lupa karena dunia dan egonya. zikir membimbing mereka. Ada yang disebut Dzakirin dan Shahibul Irsyad. Shahibul Irsyad atau Mursyid memberi cahaya dari Malakut kepada mereka yang berada dalam kegelapan. Rasulullah SAW bersabda, “Waspadalah kepada orang-orang yang beriman karena mereka berjalan dalam cahaya Allah SWT dan melihat yang terbuka dan yang tersembunyi, karena mereka tidak mempunyai hijab lagi.

Pada Hari Kiamat orang-orang akan bertanya kepada mereka yang mempunyai cahaya, bagaimana mereka bisa mendapatkannya, karena mereka membutuhkannya di dalam kegelapan. Tetapi itu sudah terlambat. Seorang hamba harus meraihnya di sini. Oleh sebab itu Allah SWT menurunkan kitab dan memberi cahaya kepada Rasululullah SAW. Barang siapa yang meraih cahaya itu maka dia menjadi orang yang beriman sedangkan yang lain tetap berada dalam kegelapan dan kekafiran. Para Sahabat mengambil cahaya itu dari Rasulullah SAW, para Tabiin mengambilnya dari para Sahabat dan seterusnya. Orang-orang yang suci membawa Cahaya Ilahi, Nurullah. Sampai sekarang, Allah SWT tidak meninggalkan umat tanpa cahaya, dan hal ini akan terus berlangsung hingga Yaumul Qiyamah. Setiap orang menerima cahaya sebanyak yang dia butuhkan dari orang-orang suci.

Setiap orang membutuhkan nasihat. Sehingga jika kalian melakukan langkah yang salah, kalian akan ingat kembali dan kembali lagi. Tetapi semua orang ingin hidup seperti yang diinginkan oleh ego mereka tanpa melihat Kehendak Allah SWT. Oleh sebab itulah bencana menimpa umat. Semoga Allah SWT memberi kita bimbingan: Allaahummahdina fima hadayt…(Doa Qunut). Allah SWT tidak memberi 'izz (kekuatan) kepada musuh-musuh-Nya. Kita membaca doa ini setiap pagi, tetapi kita tidak memikirkannya. Kita tertidur dan kita berada dalam bayangan, bukan dalam 'izz. Yahudi hidup sesuka mereka dan kita meniru cara berpakaian mereka. Semoga Allah SWT membimbing kita kembali ke jalan yang benar dan mengirimkan seorang yang membawa kita kembali kepada syariah. Kita harus menunjukkan kekuatan kita—banyak sekali negri Muslim… mereka tidak memberi bilangan yang benar kepada Muslim. Ada 2 milyar dan mereka mengucapkan syahadat 5 kali sehari…

27 October 2008

Bersyukur

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

  

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS berkata bahwa di dunia ini terdapat berbagai kemungkinan, dari kebaikan sampai keburukan, bisa kaya atau miskin, sehat atau sakit, seorang yang menetapkan hukum atau seorang narapidana.  Jika sesuatu yang tidak kalian sukai terjadi pada diri kalian, kalian harus berpikir bahwa sesuatu yang lebih buruk dapat terjadi.  Syekh Saadi Shirazi QS bercerita bahwa ada seseorang yang mengeluh karena tidak mempunyai sepatu, sampai akhirnya dia melihat seseorang yang tidak mempunyai kaki, akhirnya dia melupakan sepatunya.  Hal ini menimbulkan perasaan lega dan damai dalam hati kita.  Lihatlah pada dirimu, kalian bisa menemukan harta karun, tangan dan jemari.  Ini adalah perilaku yang baik terhadap Tuhanmu. 

Begitu banyak orang yang bertanya, mengapa Allah SWT membiarkan ada orang yang lahir tanpa tangan atau mata atau pikiran yang sehat.  Allah SWT menciptakan mereka untuk menunjukkan kepada yang lain.  “Wahai manusia, kalian harus melihat pada dirimu sendiri bahwa kalian telah mempunyai segalanya, dengan demikian kalian harus bersyukur.”  Siapa pun yang mempunyai cacat dalam tubuhnya, Allah SWT akan memberi ganjaran yang lebih dibandingkan kita.  Bagi seorang tuna netra yang sabar, Dia akan memberi mereka 12.000 keindahan Surga.  Jika orang-orang melihat Surga tersebut, mungkin mereka semua akan berdoa agar mereka semua menjadi tuna netra saja.

Seseorang mendatangi Rasulullah SAW, dia bertubuh bungkuk dan bermata juling, tubuhnya bengkok-bengkok dan jelek.  Dia berkata, “Wahai Rasulullah SAW, Aku tidak akan melakukan salat lebih dari 5 kali sehari, Aku tidak akan berpuasa selain di bulan Ramadan.”  Saat itu beliau menjadi marah.  Lalu Jibril AS datang dan memberikan pesan bahwa Allah SWT tidak suka keluhan semacam ini.  “Tanyakan kepadanya apakah dia akan senang bila di hari Kiamat nanti dia akan mempunyai bentuk tubuh malaikat yang terindah?”  Beliau bertanya dan orang itu menjawab, “Aku puas.”

Grandsyekh ‘Abdul Khaliq al-Ghujduwani QS suatu ketika sedang berjalan menuju masjid, tiba-tiba ada yang menumpahkan suatu cairan kotor dari atas, membuat pakaian putihnya menjadi kuning.  Padahal beliau akan melakukan salat Jumat.  Murid-muridnya bergegas mengejar orang itu untuk bertanggung jawab, tetapi beliau mencegahnya.  Beliau berkata, “Aku bersyukur.  Aku lebih pantas mendapatkan api, tetapi yang datang hanya air kotor.”  Beliau mengutus muridnya untuk memimpin salat Jumat, dan untuk menghindari perselisihan dengan istrinya, beliau bukannya pulang ke rumah tetapi malah pergi ke sungai dan mandi hingga matahari terbenam.


22 September 2008

Syukur, Sadaqah dan Rezeki

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

Lefke, Siprus: 3 Desember 2001

 

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

Penyakit-penyakit ringan untuk dosa-dosa kecil, penyakit-penyakit berat untuk dosa-dosa besar…

Semoga Allah SWT tidak mencabut kita dari faiz Ramadan… Mengucapkan Bismillahir rahmaanir rahiim dalam Ramadan yang suci tidaklah sama dengan mengucapkannya di bulan-bulan lain.  Setiap perbuatan baik, amal saleh, dihitung 70 kali dalam bulan ini. Ramadan adalah bulan berkumpulnya ‘perhiasan dan emas’ berharga, karena Allah SWT membalas amal-amal baik fauq-ul ‘ala.

Di setiap malam, barakahnya pun berbeda, 30 malam di bulan Ramadan adalah seperti 30 sumber mata air—yang satu berbeda dari yang lain.  Allah SWT memiliki begitu banyak sumber, Dia-lah Jalla Jalaluhu… Mereka berpikir ini adalah gurauan… Jangan pergi ke mana-mana tanpa memiliki wudu!

Syukur, ya Rabbi! Izinkanlah kami memuji Nama Agung-Mu dengan lidah-lidah kami,  ‘Allah ya Jaliil… Allah dzul Jalaal!’  Mereka iri kepada kita karena kita berzikir dan menyebut nama-Nya… Syukur…Syukur…Syukur!  Jangan takut!  Siapa yang bersyukur tidak akan jatuh dari Sirath, Jembatan, tak akan pula dia jatuh ke dalam Neraka, dan dia tak akan mati karena penyakit yang mengerikan. Penyakit akan lari dari orang yang tahu berterima kasih yang mengucapkan ‘Syukur…’

Untuk setiap pengucapan Bismillahir rahmaanir rahiim, ada tujuh puluh kali pahala. Apa pun yang kalian lakukan dalam Ramadan adalah berharga dan penuh dengan barakah.  Pahala yang diberikan di bulan ini tidak diberikan di bulan-bulan lain… Maka berilah (sedekah-red) dan jangan takut—Allah SWT akan memberi kalian…

Suatu bangsa yang dikaruniai Allah SWT dengan ilmu yang banyak adalah bangsa Israel. Dengan ilmu dan penemuan mereka, mereka berada di atas bangsa-bangsa lain.  Tak ada yang berada di depan mereka… Kini, bahkan ada mesin teh yang dapat membuat tujuh macam teh yang berbeda… Orang Yahudi juga membuat uang kertas dan kini kita mempunyai kartu kredit. Mereka begitu dekat dengan Setan, teman-teman kelas pertama dari Setan, dan dia membisikkan pada mereka apa yang mesti mereka lakukan… Di zaman dahulu, jual beli dilakukan dengan Selawat dan Basmalah, baik pembeli maupun penjual mengambil bagian barakah mereka.  Dan barang-barangnya tidak pernah habis.  Kalian masih dapat melihat barakah ini di Mekah, setelah salat malam, jutaan orang berbelanja, tetapi di pagi hari kalian masih dapat melihat toko-toko itu penuh seperti sebelumnya, tak ada yang hilang. Barang dagangan pergi dan datang.  Itu adalah karena barakah yang Allah SWT berikan pada tempat itu… Sekarang yang dipakai adalah kertas, bukan lagi emas dan perak…

Allah SWT berfirman, “Apa pun yang kalian berikan demi Aku, tidaklah Aku terima, tetapi Aku kembalikan kepadamu sepuluh kali lipat.” Ada lima macam sadaqah, yang pertama sadaqah yang dibalas 1:1, yang kedua adalah sadaqah yang dibalas 1:10, yang ketiga adalah sadaqah yang dibalas 1:70, yang keempat adalah sadaqah yang dibalas 1:700, dan yang terakhir adalah sadaqah yang dibalas tanpa batas oleh Allah SWT sendiri.

Balasan 1:1 adalah untuk sadaqah dengan uang haram, uang yang misalnya diperoleh dari bank, karena mengambil bunga tidak diperbolehkan dalam Islam.  Dan kalian harus tahu apa yang mesti dilakukan dengan uang itu.   Pernah ada seorang Arab kaya di London yang menerima jutaan poundsterling untuk uang yang dia simpan di bank. Dia menolak menerimanya karena dia berkata bahwa dalam Islam itu tidak diperbolehkan, tetapi pihak bank berkata bahwa mereka tidak dapat mengambilnya kembali. Kemudian orang kaya itu mengambil uang tersebut dan menyumbangkannya untuk perbaikan suatu katedral di Inggris… Pahala untuk sadaqah dari uang haram ini adalah 1:1.

Jika kalian memberi kepada seseorang yang datang meminta pada kalian, pahala kalian adalah 1:10, jika kalian berikan pada tetangga kalian yang miskin, pahala kalian adalah 1:70. Jika kalian berikan pada kerabat yang miskin, pahalanya adalah 1:700.  Pahala tanpa batas adalah bagi mereka yang memberikan uang untuk memperkuat Islam, untuk membuatnya berdiri tegak dan menjaganya tetap kokoh. Pahala itu tidak ditulis oleh malaikat, tetapi oleh Allah SWT sendiri dengan Tangan Qudrah-Nya.  Sebagai contoh adalah uang yang digunakan untuk membangun atau memelihara masjid-masjid, dergah, madrasah, waqif.  Karena Allah SWT-lah yang memberi pahala kepada kalian, mengapa kalian takut untuk memberi?  Allah SWT berfirman, “Aku mengirimkan rezeki dengan jalan dan cara yang tak diketahui dan tak diduga oleh hamba-Ku.” Karena itu Allah SWT tidak menginginkan ada pegawai di masjid-masjid—adalah Atribut-Nya untuk mengkaruniai hamba-hamba-Nya dengan cara-Nya.  Mereka tidak seharusnya makan dari Bait-ul Mal. Jangan ikat diri kalian sendiri dengan membatasi hanya pada gaji--ikatlah diri kalian sendiri kepada Allah SWT!  Tetapi, kita berlari mengejar sampah-sampah dunia dan mengumpulkannya. Kumpulkanlah permata! Semoga Allah SWT memberikan kita akal pikiran yang lebih berorientasi terhadap akhirat. Jika kita tidak mencari akhirat lebih dahulu, pikiran pun tidak berfungsi baik di dunia… Buktinya, jika pikiran kita berfungsi dengan baik, dunia ini tentunya sudah menjadi seperti surga.

20 September 2008

Syukur

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

Lefke, Siprus: 1 Desember 2001

 

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

A'uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim, Bismillaahir rahmaanir rahiim... Allaahumma ahsin aqibatana fi umurana kulliha... Semoga Allah SWT mengkaruniakan kita akhir yang baik (husnul khatimah).  Sayang sekali dan merupakan ketidakberuntungan jika kita mendapatkan akhir yang buruk (su'ul khatimah) setelah menjalani hidup yang baik. Orang-orang hidup dalam kenikmatan dan kemudian saat itu muncul kebangkitan yang buruk--maka apakah yang tertinggal dari kesenangan mereka sebelumnya?

Ya Allah, buatlah seluruh urusan kami berada dalam kebaikan, begitu pula dengan akhir kami, sehingga kami dapat meninggalkan dunia ini dalam kebahagiaan. Kita harus berdoa untuk itu.

Kita mendapat ilham dari al-Quran yang Suci, Allah SWT berfirman di situ, “…qalilan ma tasykurun…”--sedikit di antara mereka yang bersyukur.  Dan Allah SWT telah memberikan kepada kita segalanya—penglihatan dan pendengaran, suatu roh dan sebuah hati untuk memahami, dan Dia tidak memberikannya kepada makhluk-makhluk lainnya. Sedemikian besar nikmat dan pemberian Allah SWT, tetapi manusia selalu mengeluh dan tidak berterima kasih. Mereka tidak mengatakan, “Syukur, ya Rabbi!” “Wahai hamba-hamba-Ku,” Allah SWT berkata, “kalian tidak bersyukur kepada-Ku kecuali sedikit di antara kalian.  Sebagian besar dari kalian berbuat kufur dan tidak bersyukur, malah serakah.  Apakah yang akan kalian lakukan seandainya Aku ciptakan kalian sebagai seekor serangga atau seekor keledai? Atau seekor tikus yang hidup di saluran pembuangan air? Tidakkah kalian bahagia telah diciptakan sebagai seorang manusia? Apa lagi yang kalian inginkan?  Katakan, dan akan Ku-berikan untuk kalian.” Apa yang kalian lakukan jika kalian diciptakan dalam keadaan buta? Untuk indera penglihatan, kita berhutang terima kasih, syukur, siang dan malam kepada-Nya. Allah SWT berkata, “Aku berikan kepada kalian jiwa dan hati serta segala sesuatu di dalamnya, apa lagi yang kalian inginkan?” Dan mereka membawa begitu banyak anak kepada Saya dengan lubang di jantungnya dan harus dilihat.  Mengapa kalian tidak berterima kasih?  Tetapi, orang-orang hanyalah manusia dari penglihatan luar, di dalam, mereka seperti binatang-binatang buas. Karena itulah seluruh bala’ (musibah) ini datang kepada mereka. Orang-orang mendustakan Allah SWT, mereka tidak mau tahu tentang-Nya, mereka tidak menghormati perintah-perintah-Nya dan mempermainkan kenikmatan dari-Nya.   Dan mereka pikir tidak ada yang mencatat semua yang mereka lakukan. Tunggu hingga Bayram, perayaan ‘Ied, tunggu hingga Natal dan Tahun Baru orang Kristen!  Tahun depan seluruh malapetaka akan datang kepada orang-orang. Untuk apa mereka berperang? “Tidakkah telah Aku beri kalian segalanya? Apa yang tak ada?” Allah SWT bertanya.  Maka kalian akan mendidik satu sama lain, yang satu akan memerangi yang lain. Apa yang terjadi di Afghanistan hanyalah hal yang kecil--setelah ini miliaran orang akan mati dalam badai yang akan datang… Itulah Murka Tuhan, dan Allah SWT akan mengirimkan lapar dan dahaga kepada orang-orang.  Ada umat sebelumnya yang mencari daging di pekuburan untuk dimakan.

Rahmat dicurahkan dari langit bagi manusia, tetapi mereka malah mengirimkan tingkah laku buruk mereka sebagai rasa terima kasihnya.  Mereka mencoba untuk mengubah orang-orang menuju jalan kufur, bukan menuju jalan syukur… Semoga Allah SWT mengirimkan kita Shahibuz Zaman…

09 July 2008

Bagaimana Cara Memperoleh Rida Allah SWT?

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Kita akan membicarakan hal yang sangat penting, beribadah demi Allah SWT. Setiap hal yang akan kalian lakukan harus dilakukan demi Allah SWT. Derajat tertinggi diberikan kepada orang yang melakukan sesuatu karena Allah SWT. Sebagai penghargaan bagi orang-orang tersebut Allah SWT memberikan derajat yang baik di Sisi-Nya, selain itu Allah SWT juga menghilangkan kutukan atasnya dan menghilangkan kemarahan-Nya dari 70 tempat buruk di negrinya.

Suatu hari Syekh ‘Abdullah QS bercerita tentang Nabi Musa AS, yang berkata kepada Tuhannya, “Wahai Tuhanku, kapankah Engkau akan rida kepadaku?” “Wahai Musa AS, ketika engkau rida kepadaku, Aku pun rida kepadamu.” Jika seseorang memohon rida Allah SWT, dia harus memandang dirinya sendiri. Untuk bisa diridai Allah SWT, dia harus bisa menerima dan rida dengan segala apa yang Allah SWT lakukan, barulah Allah SWT akan rida dengan kita. Tuhan kita dapat melakukan apa saja terhadap kita dan apa yang ada di sekeliling kita. Yang penting kalian harus bisa menerima apa yang Dia lakukan terhadapmu dan terhadap orang lain.

Ini bukanlah suatu latihan yang mudah, perlu suatu kerja keras. Setiap waktu kalian bisa marah, “Apa itu? Apa itu?” kalian tidak senang dengan apa yang terjadi. Kalian bisa menjumpai apa saja di dunia ini, kalian bisa suka atau tidak menyukainya. Jika kalian menyukainya, berarti kalian rida kepada Allah SWT, jika tidak, kalian akan terpisah dengan Allah SWT. Oleh sebab itu Allah SWT membuat Rukun Iman yang keenam sebagai Keyakinan bahwa segala sesuatu baik berupa kebaikan maupun sesuatu yang buruk berasal dari Allah SWT. Keyakinan ini membawa kita kepada posisi di mana kalian akan merasa senang terhadap semua yang ditetapkan oleh Allah SWT. Segala sesuatu terjadi melalui kehendak-Nya, oleh sebab itu Mawlana Khalid al-Baghdadi QS mengajarkan para pemula mengenai hal ini, begitu pula Grandsyekh ‘Abdullah QS selalu menekankan hal ini. Jangan sampai lupa bahwa segala sesuatu yang dilakukan orang lain adalah atas Kehendak Allah SWT, jadi tidak perlu marah.

Setiap kesalahan yang kita buat menghasilkan hukuman yang tidak kita sukai. Hukuman itu berguna untuk membersihkan diri kita. Jika kita dapat mengenali kesalahan itu, lalu kita bertobat dengan segera, kesalahan itu segera dihapuskan. Hal yang juga penting adalah jangan takut terhadap sesuatu yang baruk atau terhadap suatu hukuman. Ketahuilah segala sesuatu datang kepada kalian menurut niat dan perbuatan kalian. Tidak mungkin kita menyakiti orang lalu pergi begitu saja tanpa dihukum. Jika niat dan perbuatan kalian baik, kalian akan selalu baik. Kadang-kadang orang berpikir bahwa dia tidak pernah melakukan kesalahan tetapi mengapa dia mendapat hukuman? Saya pernah mendengar dari Grandsyekh ‘Abdullah QS bahwa seorang murid dapat membersihkan dosa atau kesalahan leluhurnya. Bagi Muslim yang baru yang datang ke sini, adalah suatu kehormatan kami untuk menghormati kalian, tempat tinggal yang terbaik dan menjamin kenyamanan. Tetapi masyarakat Muslim tidak tertarik, bahkan dalam dirinya sendiri, mereka sudah muak. Sesuai dengan kemampuan kami, kami akan berusaha untuk membuat kalian senang, tetapi ini bukan hal yang mudah. Kalian terbiasa dengan kehidupan yang elit, di sini kita hanya memiliki kehidupan yang sederhana.

Segala hal yang datang kepada seseorang, dia harus menyadarinya bahwa itu adalah Kehendak dari Allah SWT. Untuk kebaikan, kita harus bersyukur, untuk hal-hal yang tidak menyenangkan kita harus bersabar. Dengan kesabaran itu Allah SWT memberikan ganjaran yang tidak terhingga.