Showing posts with label Ego. Show all posts
Showing posts with label Ego. Show all posts

17 November 2008

Mengenali Ego

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

The Schweiben Alp: 15-18 Juli 1985 

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir ra
hmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Mu
hammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Ego pada Pria dan Wanita

Ego mengetahui ribuan trik untuk menipu kalian.  Seperti seorang wanita yang merengek pada suaminya untuk lebih memperhatikan dia atau memberikan lebih banyak cincin dan semacamnya.  Seperti itulah ego memasang berbagai perangkap untuk kalian.

Ego membuat lebih banyak jebakan pada wanita daripada pria.  Wanita lebih mudah tertipu namun mereka juga mudah terpuaskan dan mencapai kedamaian dengan cepat.  Namun untuk pria, karena dia lebih kuat, jebakan egonya juga lebih kuat.  Kalian dapat memaku kayu dengan mudah, namun pria seperti sebuah batu.  Adalah sulit untuk memuaskan pria, namun bila dia sudah puas, maka kepuasan itu akan terus berlanjut dan mudah bagi mereka untuk mengontrol egonya.  Bagi wanita, walaupun cepat merasa puas, sulit bagi mereka untuk terus mengontrol egonya, karena dia akan kembali tertipu oleh egonya lagi.

Pria adalah alasan bagi wanita untuk kehilangan kontrol dirinya, pria akan dihukum karena hal itu.  Pria mempunyai kekuatan penuh untuk membuat suatu kontrol dan melanjutkannya.  Namun wanita tidak, mereka mudah dipengaruhi dan  mudah kehilangan kontrol diri.  Pria mempunyai tanggung jawab atas mereka (para wanita).

 

Ego harus Bisa Dikendalikan

Tanpa ego, kalian tidak mampu bereksistensi, kalian tidak dapat mencapai segala tingkat/maqam.  Yang terpenting adalah meletakkan ego di bawah kendali kita.  Ego adalah roket kita, jika roket tidak berada di bawah kendali, bagaimana kita bisa lepas landas?  Ketika Nabi SAW memerintahkan untuk menarik ego kita, itu artinya kita harus mengambil kendali atas ego kita.


Duduk Bersama

Alasan mengapa kita duduk bersama adalah sebagai latihan bagi sisi buruk ego kita,  nafs al-lawwaamah.   Biasanya yang paling disukai ego adalah:  ingin diperhatikan, menonjolkan diri, berbeda dari yang lain, dan menjadi seseorang, seseorang yang “lebih”.

Namun, selama kita duduk bersama, tak seorang pun yang lebih dari yang lain.  Tentu saja, terkadang keadaan menjadi sulit dan salah satu atau yang lain harus muncul.  Bahkan di dalam shuhba (asosiasi), dia harus menonjol.  Tujuan shuhba adalah menjaga agar ego selalu berada dalam batasnya.  Jika salah satu dari mereka yang sedang duduk dalam shuhba memperlihatkan tanda keinginan untuk menonjol, maka dia harus ditarik kembali.

Karena, menonjolkan diri atau ingin “tampak” terjadi saat ego ingin muncul.  Menonjolkan diri berasal dari hilangnya “saat ini atau sekarang”—hadir—Hadirat Ilahi.  Untuk berada dalam Hadirat Ilahi tidak harus berada di suatu tempat di bulan sana, namun berada pada saat sekarang  ini – di sini.  Hal semacam itu harus dipelajari, dipelihara dan dilatih agar kita selalu berada di waktu “sekarang,” dalam kehadiran-Nya.

Saat kalian kehilangan waktu “sekarang,” maka hal pertama yang akan terjadi adalah kalian merasa harus ‘terlihat’, “Hey, aku disini!  Kalian melihatku?  Apakah semua orang memperhatikan aku?  Apakah semua orang mendengar apa yang sedang aku katakan?  Bagaimana penampilanku?”


Kita adalah para Penunggang

Namun setan juga mempunyai ego, tak satu pun yang mau bersama mereka karena pemberontakkannya pada Tuhan dan tidak bertobat.  Maka  mereka tidak diampuni.  Sekarang kita, sebagai anak-anak Adam AS dan Hawa RA, kita hanya mempunyai satu ego.  Ego itu seperti seekor kuda dan seekor keledai.  Kalian adalah penunggangnya.  Dengan kearifan dan akal kalian, kalian harus mampu menunggangi kuda kalian.

Lalu mengapa kalian bertindak sebaliknya dalam kehidupan di atas bumi ini?  Manusia adalah penunggang.  Pernahkah kalian melihat seorang manusia membawa seekor kuda di atas pundaknya?

 

Keputusan Ada di Tangan Kita

Segalanya telah diprogram, namun sebagai insan manusia, kita diberi kehormatan untuk membuat keputusan di tangan kita.  Kita bukan seperti makhluk ciptaan lain.  Kita harus berusaha untuk yang terbaik bagi diri kita.  Kita bukan seperti binatang-binatang yang diikat.  Pahamilah kehormatan yang telah Dia berikan pada kita.


Area Kedamaian

Sepanjang kalian mampu menjauhi ego dan berhasil, maka kalian akan jauh dari iblis dan setan.  Dalam area kedamaian, tak ada lagi iblis dan setan.  Setiap orang mempunyai sebuah area pribadi yang damai.  Saat kalian mendarat di sana, tak seorang pun akan mengganggu kalian karena area itu telah dilindungi.  Tak seorang pun dapat memasukinya dan mengganggu kalian.  Tidak!  Kalian mempunyai perlindungan Ilahiah terhadap serangan setan dan iblis.  Segalanya boleh masuk, kecuali setan dan iblis.  Jika ada yang mencoba mengganggu, maka akan ada penjaga untuk kalian.


Latihan

Semuanya adalah latihan, dan semua tergantung kalian. Jangan meminta seseorang untuk mengikat leher kalian dan menariknya seperti seekor sapi.  Jangan!!  Kalian harus bebas!  Bebas dari ego.  Kalian harus bisa memerintah dan mengontrol ego.

 

Metode untuk Menundukkan Ego

Ketika ego kalian mulai datang memberontak dan ketika kalian melihat diri sendiri mulai “membahayakan”, maka kalian harus berpuasa satu hari dari matahari terbit sampai matahari tenggelam, jangan makan dan jangan minum.  Hal itu sebagai hukuman bagi ego kalian karena telah merusak diri sendiri.


Koneksi dengan Syekh: “Madad ya Sayyidi!”

Saya telah diberi perintah agar segalanya jelas; jika kalian kehilangan kontrol akan diri sendiri atau sedang dalam posisi yang sulit, maka kalian dapat mengontak saya dalam hati dengan segera.  Cukup dengan mengingat saya, kalian akan terhubung dengan segera, saya akan melihat kalian.  Sebuah kekuatan akan datang dengan cepat sehingga kalian terhindar jatuh pada situasi yang membahayakan.  Saya terkoneksi pada sebuah mata rantai yang terhubung pada Tuhan melalui para awliya.  Saya ada di bagian terakhir mata rantai yang akan menghubungkan kalian.  Seperti steker yang dapat menghasilkan aliran listrik.


Belajar Berperang

Musuh yang paling mengerikan adalah ego.  Jika seseorang tidak pernah diajari bagaimana cara berperang; maka apa yang bisa dia lakukan jika ada seorang musuh?  Musuh dengan cepat akan menaklukkannya.  Kalian juga membutuhkan seorang staf ahli bagi ego kalian, kalau tidak, dia akan menelan kalian dengan cepat.  Amat sulit untuk berperang dan membunuh ego.  Sebuah peperangan yang mengerikan dan membahayakan.  Namun banyak ahli yang mampu membunuh ego mereka.  Kalian harus menemukan salah satu dari mereka yang baru saja membunuh egonya, untuk menunjukkan pada kalian bagaimana caranya.

Kalian tidak dapat mendekati ego secara langsung.  Itu mustahil.  Di saat kalian mengatakan, “Aku umumkan perang terhadap kamu!”  Maka kalian sebenarnya telah kalah.  Kalian harus mengatakan pada ego, “Oh, temanku, teman terkasihku…”  Jangan memperlihatkan pedang kalian.  Jangan!  ”Kalian adalah temanku…”  Dengan cara ini, ego akan berakhir karena dia akan selalu meragukan hati kalian.  Kalian harus menunjukkan sisi pertemanan dan katakan padanya, “Saya menyukaimu melebihi siapapun!” Karena jika kalian bangkit dan mengumumkan perang, egolah yang akan menelan kalian.


Satu untuk Satu

Banyak metode untuk menjaga agar ego kita tetap berada di jalur yang benar, jalan yang kita inginkan.  Namun kitalah penyebab mengapa ego tidak patuh.  Kita patuh pada setiap nafsu ego tanpa membuat suatu persyaratan dengan mengatakan, “Jika kamu meminta aku akan berikan, dengan syarat kamu juga harus mematuhiku.”

Kita tak pernah menggunakan metode itu!  Kita hanya memberi tanpa menerima apa pun.  Kita patuh, namun ego tidak mematuhi kita.  Kalian harus membuat syarat: satu untuk satu.  Patuhi saya dan saya akan mematuhi kamu!  Kerjakan apa yang aku mau dan aku akan mengerjakan apa yang kamu mau.  Itu adalah sebuah metode yang telah dipergunakan dalam berbagai tradisi dan akan terus dipergunakan sampai akhir zaman.

Paling tidak kalian dapat mengatakan pada ego di awal pagi, saat kalian bangun tidur.  Ketika ego menginginkan makan dan minum, katakan, “Tidak!  Sebelumnya, kamu harus menunggu sampai aku menunaikan kewajiban salat.  Setelah itu baru aku beri kamu sesuatu untuk dimakan.  Jika kamu tidak patuh dan salat bersamaku, maka aku tidak akan memberimu makan atau minum sepanjang hari ini !”

Ya, kita harus tahu metode-metode itu, karena jika ego memasang perangkap pada kita, kita pun harus memasang perangkap bagi dia. “Mengapa aku harus mematuhimu dalam segala hal dan kamu tidak mematuhiku?  Apa alasanmu?  Jika kamu tidak mematuhiku dan salat, aku tidak akan mematuhimu sepanjang hari ini.  Tak ada makan dan minum untukmu.  Selamat kehausan dan kelaparan!”

Pada malam hari ego akan datang dan mengatakan, “Aku sudah mengantuk. Biarkan aku tidur.”  Tidak, dia bahkan tidak mengatakan “tolong” – tidak pernah mengatakan “tolong”.  Ego hanya memerintah, “Aku harus tidur.  Aku harus istirahat.”

Dan kalian mengatakan, “Saya banyak urusan, banyak yang harus dikerjakan.”  Maka Ego menjawab, “Aku tak mengerti soal itu.  Aku hanya ingin tidur sekarang !”

Jika kalian mengatakan, “Aku harus beribadah untuk Tuhanku sekarang.”  Ego akan mengatakan, “Tidak!  Masih ada banyak waktu sebelum salat.  Aku cuma ingin tidur sekarang!”

Pada saat seperti itulah kalian harus berani memerintah dia, “Tidak!  Aku tidak mengizinkan kamu tidur sebelum kamu salat!”

”Tetapi mataku sudah terpejam. Aku bisa apa?”

”Jika kamu tidak mematuhi perintahku, aku akan memberi garam di matamu!  Jika garam ada di matamu, maka kamu sama sekali tidak akan bisa tidur!  Jika kamu lakukan itu, aku akan lakukan ini!”

Wa min Allah at tawfiq

29 October 2008

Jangan Memandang Orang yang Berdosa sebagai Binatang

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu  'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin  wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

Kita selalu memerlukan pertolongan Awliya.  Mereka adalah khalifah Allah SWT di muka bumi.  Mereka mempunyai kekuatan untuk menolong umat manusia.  Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS berbicara mengenai pengetahuan yang sangat berguna bagi kita.  Pengetahuan itu datang melalui dua jalur.  Pertama dengan cara mendengar dari luar dan menggunakannya untuk mengarahkan seseorang ke jalan tertentu.  Tetapi beberapa pengetahuan berasal dari hati dan ini lebih kuat dalam mendorong seseorang meraih sasarannya.  Dengan kata lain, jika perintah berasal dari luar, ego tidak akan memperhatikannya, tetapi berasal dari dirimu sendiri, dia mempunyai efek yang lebih besar.  Ego tidak suka diperintah, tetapi jika berasal dari hati, kalian melihatnya sebagai terhormat.  Kalian bisa saja mendengar begitu banyak pelajaran, tetapi kalian menunggu perintah itu untuk datang dari dirimu sendiri.  Kebenaran dan Bimbingan Ilahi ada bersama jalan yang kedua.  Awliya bisa berbicara, tetapi mereka juga mengirimkan inspirasi ke dalam hati.  Lalu orang berpikir mengenai pengetahuan yang datang, "Aku memikirkan hal ini."  Semakin banyak kita dimurnikan gelombang hikmah Ilahi dapat ditangkap oleh telinga hati kita.  Rasulullah SAW bersabda bahwa jika seseorang dapat menjaga kemurnian hatinya dan beribadah dengan tulus selama 40 hari, maka dia akan dapat menangkap hikmah Ilahi dalam hatinya dan bisa berbicara dengan penuh hikmah.  Hikmah adalah inti dari pengetahuan. 

Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS berkata, mungkin untuk seorang hamba,  Allah SWT mengjarkan dia, atau Rasulullah SAW mengajarkan dia, atau mursyidnya mengajarkan dia dengan inspirasi.  Bagi seorang dokter sangat penting memiliki inspirasi untuk membuat diagnosis.  Semakin banyak seorang dokter mempunyai hati yang bersih, dia akan mudah memahami suatu penyakit dan menyarankan pengobatannya.  Ini jika mereka berada di luar  cinta terhadap uang, hanya berpikir untuk menolong orang dan untuk meringankan penderitaan, maka Allah SWT akan menghilangkan sekat dari hati mereka dan mereka akan berhasil.  Dengan menolong orang, Allah SWT akan menolongmu.  Mata harus berada di luar kecintaan terhadap uang, jika mereka memberi, ambil, jika tidak, jangan meminta.  Tetapi orang yang paling bersifat materialistik adalah dokter.  Yang paling disenangi Allah SWT adalah orang yang menolong orang lain.  Itu adalah kehormatan bagi setiap orang.  Setiap hari kita harus berniat untuk menolong orang lain, jangan menolong dirimu sendiri, maka Allah SWT akan menolongmu dan pertolongan-Nya sudah cukup.  Jika semua orang di dunia berkumpul untuk menolongmu, mereka tidak bisa melakukan seperti apa yang dilakukan-Nya.  Dia memberi kesenangan, keamanan dan kebahagiaan.  Kalian tidak bisa membelinya, itu hanya untuk orang-orang yang tulus.  Ini adalah realitas.  Suatu ketika seorang Wali melihat orang yang mabuk sedang terbaring di atas tanah dengan menyebut “Allah SWT, Allah SWT, Allah SWT.”  Beliau mengambil sapu tangan  dan mulai membersihkan mulutnya.  “Wahai Tuhanku, Aku memohon ampun atas nama orang ini.”  Beliau pergi ke suatu ruangan dan mendengar Suara Ilahi yang tertuju kepadanya, “Wahai hamba-Ku, engkau membersihkan mulutnya demi Aku dan Aku membersihkan hatinya untukmu.”  Kemudian beliau mendengar seseorang berdoa di luar dan menangis memohon ampun.  “Siapa kamu?” “Apa yang kamu lakukan?” “Aku adalah orang yang mulutnya engkau bersihkan.” Meningkatnya keimanannya berarti rahmat meningkat dalam hati, jangan memandang orang yang berdosa seperti binatang.  Itu hanyalah pandangan luar dari orang-orang yang terpelajar.  Para Awliya melihat dengan rahmat. “Perantaraanku adalah untuk para pendosa yang besar,” sabda Rasulullah SAW.

19 August 2008

24.000 Ekspansi Bayazid QS

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS


A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS berkata bahwa jika seseorang mempunyai latihan-latihan spiritual yang sejati dan dia dapat menyelesaikannya, akan muncul bentuk-bentuk yang menyerupai dirinya yang berasal dari dirinya sendiri. Pertama mungkin akan muncul tiga atau tujuh, mempunyai bentuk yang sama dan kekuatan tubuh yang sama, tetapi dalam tujuh tempat yang berbeda, masing-masing tidak terikat satu dengan lainnya, mampu melihat, melakukan perbuatan dan mengetahui suatu hal. Kekuatan ini berkembang dari satu orang yang menyelesaikan latihannya di bawah pengawasan Guru yang Sempurna, Mursyidun Kamil.

Abu Yazid QS suatu ketika pernah melakukan salat Jumat di 24.000 tempat yang berbeda. Beliau berkata kepada ulama di suatu tempat, “Pada hari ini Aku melakukan salat di 12.000 masjid yang berbeda.” Mereka bertanya, “Bagaimana?” Beliau menjawab, “Dengan kekuatan dari Allah SWT, jika kalian tidak percaya kirim beberapa utusan untuk menanyakan hal itu.” Mereka duduk menunggu sampai para utusan kembali dan berkata bahwa beliau memang telihat di banyak tempat. Abu Yazid QS kemudian berkata, “Aku enggan untuk mengatakan 24.000 jadi Aku hanya mengatakan setengahnya.”

Allah SWT berfirman bahwa ketika menanam sebutir gandum, biji itu lenyap ke dalam bumi dan menjadi tujuh bulir, tiap bulir berisi seratus biji, 700 butir gandum muncul dari satu butir. Jika seseorang menjadikan tubuhnya bukan sesuatu, Allah SWT memberi sebentuk tubuh dari Hadirat-Nya. Jangan terkejut dengan apa yang dilakukan oleh-Nya, Dia adalah al-Qadir, Yang Maha Kuasa. Tetapi tidak seorang pun yang setuju untuk tidak menjadi sesuatu, setiap orang minta untuk dijadikan sesuatu, menjadi ini, itu, bahkan dalam urusan agama. Dalam tarekat juga demikian, orang meminta keajaiban, penglihatan surgawi, tidak ada yang menginginkan tidak menjadi sesuatu. Bila kalian setuju untuk tidak menjadi apa-apa, kalian akan menjadi segalanya. Istana Kesatuan tidak akan terbuka bagi orang yang mengatakan, “kami adalah sesuatu.” Kalian harus memasuki khalwat, mengasingkan diri, tidak berpikir untuk keluar, selesai, katakan kepada ego kalian, “Jangan berpikir bahwa kalian akan keluar dan sanggup melakukan suatu keajaiban. Aku akan menguburkan dirimu. Syekhku akan mengirim malaikat untuk mencabut jiwamu.” Itu baru namanya khalwat yang sebenarnya, selain dari itu hanyalah latihan. Untuk kondisi pertama Syekh akan melihat kepada muridnya apakah keinginan ego terus berjalan dalam hatinya. Ego harus dihabisi di sana, kemudian bagaikan orang yang sudah siap untuk mati, semua kunci harta karun dapat dipercayakan kepadanya. Tubuh ini harus diambil. Semua orang akan mati. Beberapa orang malah menawarkan dirinya kepada kematian dengan kekuatan mereka. Ini bukan berarti membunuh sesorang, tetapi membunuh keinginan dari ego. Barulah kalian siap untuk kekuatan Ilahi.

Abu Yazid QS adalah seorang petarung yang gagah terhadap egonya. Orang-orang bertanya kepadanya, “Apakah pertempuran yang paling sulit?” Beliau menjawab, “Kalian sama sekali tidak bisa mendengarnya.” “Dan pertempuran apakah yang paling ringan?” “Mungkin kalian bisa mendengarnya sedikit. Aku menyeru egoku untuk salat, dia berkata, ‘Tetapi aku ingin tidur,’ ‘Cukup, tinggalkan tempat tidur dan bangun.’ ‘Tetapi Aku ingin tidur.’ ‘Aku bersumpah kepada Tuhan, Aku tidak akan memberimu tidur atau minum selama setahun bila kamu tidak mau bangun.’ Ini adalah pertempuran paling ringan dengan musuh terberatku.” Selama 12 tahun beliau berada dalam sumur yang kering, beliau menguburkan dirinya di sana agar jiwanya terbebas untuk seluruh alam semesta, bebas untuk mengenakan tubuh siapa saja. Ini adalah mutiara yang paling mahal, hanya Raja dan Ratu yang boleh meletakkannya di kepalanya. Untuk mereka, kalian harus memberikan egomu. Kita sekarang hanya mendengar tetapi para Awliya juga berasal dari manusia dan mungkin mereka lebih lemah daripada kita, tetapi mereka mengenal Allah SWT, dan Dia Maha Kuat. Kalian harus mengerjakan segala sesuatu untuk-Nya, katakanlah “Ya Allah SWT, Kami memerlukan-Mu.”

10 July 2008

Jangan Marah!

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Hal yang paling sulit bagi seseorang adalah berperang melawan dirinya sendiri. Kita tahu, jangan marah ketika seseorang menyerang kita, tetapi saat itu kemarahan datang bagaikan api pada diri kita sehingga kita sulit untuk mengontrol diri kita. Jika saat itu kita mampu menguasai diri kita maka kita tergolong orang-orang yang kuat.

Kemarahan adalah pertahanan ego dan hal ini sangat berbahaya bagi semua orang. Suatu hari seseorang datang kepada Rasulullah SAW untuk meminta nasihat. Rasulullah SAW berkata kepadanya, “Jangan marah,” lalu orang itu meminta nasihat lagi, Rasulullah SAW menjawab lagi, “Jangan marah,” bahkan untuk yang ketiga kalinya pun sama.

Sekali marah mungkin bisa menghancurkan segalanya. Kalian mungkin akan menyesalinya. Tetapi ketika pelatuk sudah ditarik penyesalan menjadi sia-sia saja. Syekh ‘Abdullah Faiz ad-Daghestani QS berkata, setiap latihan yang dijalankan oleh murid, baik dengan berkhalwat maupun mengurangi makan dan tidur adalah berfungsi untuk menambah kekuatan mereka dalam mengontrol dirinya ketika sedang marah, dengan kata lain memberi kendali kepada jiwa.

Jiwa bersifat logis sedangkan ego tidak logis, ia datang dengan kemarahan lalu menghancurkan, menyakiti, dan menyebabkan penderitaan. Ketika ada api, jangan menjadi mesiu, kamu dan dia bisa meledak, jadilah air. Kontrol terhadap kemarahan berasal dari level kerendahan hati. Untuk ini, Allah SWT akan memberikan seseorang jubah kehormatan, dan ia akan berdiri di barisan nabi-nabi di Hari Pembalasan nanti.

05 July 2008

Rajab adalah Bulannya Allah SWT

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani QS

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

Jika seseorang selalu mendapat dukungan, ia akan selalu berhasil. Semua yang hadir di sini memperoleh dukungan itu. Jika tidak, kalian tidak mungkin berada dalam asosiasi ini. Mengapa kalian datang? Kalian mungkin akan pergi seperti yang lain karena merasa senang dengan kehidupan materialistik dan berbagai kesenangan lainnya. Tetapi cahaya dalam hati membimbing kalian untuk datang ke sini. Jika tidak ada yang mendukung, tidak ada gunanya kita berpakaian merah dan hitam; mengenakan turban siang dan malam. Hal yang paling penting adalah ‘inayatullah’, dukungan Allah SWT. Jika kita tidak memilikinya, kita tidak akan bisa meraih sesuatu.

Sebentar lagi akan datang satu bulan yang sangat penting dalam kalender Islam, yaitu bulan Rajab al-Haram yang keramat. Rajab terpisah dengan ketiga bulan lainnya yang dikategorikan haram oleh Allah SWT, yaitu: Zulqaidah, Zulhijah dan Muharam. Ia juga membuka rentetan tiga bulan suci yang klimaksnya terjadi di bulan Ramadan, yaitu: Rajab, Syakban dan Ramadan. Selama tiga bulan ini setiap orang harus mempersiapkan diri dan menjaga dirinya sebaik-baiknya, menjauhkan diri dari perilaku buruk dan segala dosa. Nabi SAW bersabda, “Rajabun syahrullah wa sya’banu syahri wa ramadhaanu syahru ummati.” “Rajab adalah bulan Allah SWT, Sya’ban adalah bulanku dan Ramadan adalah bulan umatku.”

Allah SWT memberi kalian 12 bulan dalam setahun, 11 bulan milik kalian dan 1 bulan lagi milik Allah SWT. Pahala apa yang akan diberikan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya di bulan ini? Tidak ada yang mengetahuinya, bahkan seluruh rasul pun tidak. Pekerjaan rasul dan seluruh malaikat berhenti di bulan Rajab. Mereka tidak diperkenankan untuk mengetahui apa yang akan diberikan Allah SWT kepada umat mereka. Semuanya berada di bawah Kekuasaan Allah SWT. Di bulan kedua, Syakban, tidak ada yang diperkenankan untuk mengetahui ganjaran yang akan diberikan oleh Rasulullah SWT kepada umatnya, kecuali Allah SWT dan Rasulullah SAW sendiri. Apa yang terakumulasi di bulan Rajab dan Syakban akan dituliskan untuk kalian dan setiap orang akan mengetahuinya di bulan Ramadan, itulah sebabnya mengapa Ramadan disebut bulan umat. Oleh karenanya dalam tarekat, ketiga bulan ini merupakan bulan yang sangat penting.

Di bulan Rajab, Rasulullah SAW mengalami peristiwa Isra’ Mi’raj. Setiap orang harus menjaga dirinya di bulan ini. Hindari segala perilaku dan sikap yang buruk. Hari yang paling penting dalam setahun adalah hari pertama di bulan Allah SWT. Semua khalwat dimulai di awal bulan ini. Khalwat terpenting yang dilakukan oleh seorang guru sufi dalam hidupnya selalu dilaksanakan di bulan ini. Ini adalah bulan yang suci. Jika kalian melakukan sesuatu yang lebih (untuk Allah SWT) di bulan ini, kalian akan dibalas dengan pahala yang tidak diketahui seorang pun. Di bulan itu, Samudra Rahmat Ilahi, Samudra Cinta, dan Pahala-Nya akan dibukakan untuk seluruh umat dan hamba-Nya.

Seluruh awliya menanti apa pahala yang akan diberikan Allah SWT kepada umat manusia di tahun ini. Seluruh awliya di planet ini, dari timur ke barat, dan utara ke selatan berharap dapat menyaksikan apa yang terjadi di dunia selama ketiga bulan ini. Oleh sebab itu setiap orang harus mengisi bulan ini dengan sebaik-baiknya.

Perhatikanlah rahmat Allah SWT yang turun di bulan ini. Jika kalian melakukan kesalahan, jangan melarikan diri, tetapi datanglah kepada Tuhan kalian karena Dia akan mengampuni kalian. Ini sangat penting karena tidak seorang pun yang tahu apa yang akan diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya—bahkan kedua malaikat yang ditugaskan untuk mencatat seluruh amal perbuatan di pundak manusia juga tidak mengetahuinya. Di bulan ini segalanya berasal dari Allah SWT dan tidak ada yang tahu balasan Allah SWT atas setiap perbuatan terkecil dalam rangka ibadah kepada-Nya.

Di masa Rasulullah SAW, hidup seseorang perampok jalanan yang bernama Qowd [?] al-‘Abbas [?]. Di malam hari ia pergi ke jalan dan bila menemukan seseorang yang berjalan sendirian, ia akan menangkap dan merampoknya, kadang-kadang ia melukai dan membunuhnya, setelah itu ia kembali lagi ke rumahnya. Tidak seorang pun sanggup menangkapnya. Rasulullah SAW pernah mengutuk orang ini dengan mengatakan bahwa ia adalah orang yang sangat jahat, sehingga bila ia meninggal, beliau tidak akan mensalatkan dan menguburkannya di pemakaman muslim.

Beberapa tahun kemudian orang itu meninggal dunia. Ia mempunyai seorang anak perempuan tetapi tidak ada orang lain yang bisa mengurus jasadnya. Karena Rasulullah SAW telah mengutuknya, maka anak itu membawa tubuh ayahnya sepanjang jalan di Madinah dan melemparkannya ke dalam sumur yang kering. Beberapa saat kemudian Allah SWT berfirman kepada Rasulullah SAW, “Ya Habibi, ya Muhammad SAW! Wahai Rasul-Ku yang tercinta, hari ini salah satu waliku meninggal dunia. Engkau harus pergi memandikan dan membersihkannya, lalu mengkafani, mensalatkan dan menguburkannya.

Rasulullah SAW menjadi heran karena selama hidupnya orang itu telah dikutuknya, tetapi sekarang ketika ia meninggal, Allah SWT mengatakan bahwa ia adalah seorang wali. Bagaimana mungkin? Tetapi tak seorang pun yang bisa menggugat Pengetahuan Allah SWT, bahkan Rasulullah SAW pun tidak. Jika Allah SWT ingin menjadikan seorang perampok sebagai wali, tak ada yang bisa mengatakan ‘mengapa?’ Semua harus menerimanya. Itulah sebabnya, menurut ajaran sufi dan ajaran Tarekat Naqsybandi, kalian harus memandang orang lain lebih baik dari diri kalian. Kalian tidak akan tahu bila Allah SWT akan menaikkan derajat seseorang lebih tinggi daripada derajat kalian—siapa yang tahu? Tak seorang pun yang tahu, oleh sebab itu tidak seorang pun yang bisa ikut campur. Jangan memandang rendah kepada seseorang seolah-olah kalian lebih superior dibandingkan mereka. Kalian tidak tahu apakah orang itu dalam pandangan Allah SWT adalah seorang wali atau bukan. Siapa tahu? Tempatkanlah selalu orang lain di tingkat yang lebih tinggi, tunjukkan rasa hormat kepada mereka dan bersikaplah rendah hati kepada mereka. Jangan tunjukkan ego dan membanggakan diri.

Rahmat Ilahi begitu besar sehingga kalian dilarang untuk melihat apa pun yang dilakukan oleh orang di luar sana dan menyebut mereka gila, atau mengkritik perilaku buruk mereka. Biarkanlah mereka, Allah SWT yang akan menilai tindakan mereka. Lihatlah diri kalian sendiri, berlakulah dengan baik, jangat turut campur dalam urusan orang lain. Itu bukan urusan kalian. Tugas kalian adalah mengurus diri kalian sendiri. Perbaiki diri kalian, tinggalkan orang lain kepada Tuhannya. Biarkan mereka melakukan apa yang mereka suka. Ini adalah suatu pemahaman dan ajaran yang benar dalam sufisme, yaitu meninggalkan setiap orang kepada Tuhannya, dan hanya berurusan dengan diri kalian sendiri. Jika kalian mengajari ego kalian agar tidak mencampuri urusan orang lain, maka kalian akan merasakan hidup dalam kebahagiaan, karena ketika kalian melihat orang lain, kalian hanya melihatnya sebagai hamba dari Tuhan yang sama dengan kalian, oleh sebab itu kadang-kadang Tuhan akan mengampuni apa yang mereka lakukan. Jangan berkata, “Hei, kalian melakukan perbuatan yang buruk, minum-minum, bermain wanita, mengerjakan ini, itu… Biarkan orang itu berurusan dengan Tuhannya. Ajarilah orang-orang secara umum. Jangan memojokkan seseorang dan jadilah lebih spesifik.

Allah SWT berfirman kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah SAW, pergilah, dan bersihkan dirinya.” Dengan segera Rasulullah SAW memanggil Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq RA dan berkata, “Wahai Abu Bakar RA, kita harus segera pergi dan menjemput orang itu.” Abu Bakar RA berkata, “Wahai Rasulullah SAW, engkau pernah berkata bahwa engkau tidak akan menguburkannya di pemakaman muslim karena ia bukan seorang muslim!” Rasulullah SAW bersabda, “Tidak! Ia bukan muslim yang biasa. Allah SWT berfirman kepadaku bahwa ia adalah seorang wali!”

Apa yang dilakukan perampok itu selama hidupnya sehingga ia menjadi seorang wali? Padahal selama hidupnya pekerjaannya adalah membunuh, merampok, dan mencuri. Rasulullah SAW pergi menuju sumur itu dan dengan tangannya sendiri, beliau mengeluarkan tubuh orang itu, kemudian membawanya ke rumahnya bersama para sahabat. Beliau membersihkan tubuhnya, memandikan dan mengkafaninya, kemudian mensalatkan dan membawanya dari Masjid Nabi SAW ke Jannat ul-Baqi’ yang berjarak sekitar 15 menit bila berjalan kaki. Namun pada saat itu dibutuhkan waktu lebih dari dua jam untuk memindahkan tubuhnya ke sana. Seluruh sahabat merasa heran melihat cara Rasulullah SAW berjalan. Dengan tangannya sendiri Rasulullah SAW telah membersihkan, memandikan dan mensalatkannya, dan sekarang beliau membawa orang itu ke kuburnya dengan kaki yang berjingkat. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah SAW! Mengapa engkau berjalan dengan kaki berjingkat?” Beliau menjawab, “Allah SWT telah memerintahkan seluruh wali dari timur ke barat, dan seluruh malaikat dari ketujuh surga, serta semua makhluk spiritual untuk hadir di sini dan mengikuti wali itu sehingga jalan dipenuhi mereka dan sulit bagiku untuk mencari tempat untuk menginjakkan kakiku. Dalam hidupku, Aku tidak pernah sekaget ini.”

Setelah mereka menguburkannya, Rasulullah SAW tidak berbicara lagi kepada orang-orang melainkan langsung pulang ke rumahnya dengan tubuh yang gemetar dan menggigil. Di rumahnya beliau duduk bersama Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq RA, bertanya kepada dirinya sendiri apa yang telah dilakukan wali itu, selama hidupnya ia adalah seorang perampok, namun ketika meninggal ia mendapat kemuliaan sangat tinggi dari Allah SWT. Sayyidina Abu Bakar RA berkata, “Ya Rasulullah SAW, Aku merasa malu untuk bertanya tentang apa yang Aku saksikan pada hari ini, sungguh membingungkan.” Rasulullah SAW menjawab, “Ya Abu Bakar RA, Aku bahkan lebih kaget daripada engkau, dan sekarang Aku menunggu kedatangan Jibril AS untuk memberi keterangan tentang kejadian ini.”

Ketika Jibril AS datang, Rasulullah SAW bertanya, “Ya Jibril AS, ada apa?” Jibril AS menjawab, “Wahai Rasulullah SAW jangan bertanya kepadaku. Aku sendiri tidak mengerti! Namun demikian tidak perlu bingung, Allah SWT dapat melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya dan Dia memerintahkan engkau untuk bertanya kepada anak perempuannya.”

Bersama Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq RA, Rasulullah SAW segera mendatangi rumah perampok itu. Dewasa ini para menteri dan sekretarisnya—tidak, bahkan seorang manajer di sebuah perusahaan pun memperlakukan seseorang seolah-olah mereka pengemis di depan pintu rumahnya. Mereka tidak menunjukkan rasa hormat atau kerendahan hati. Rasulullah SAW tanpa mempedulikan kekuatan dan statusnya sebagai orang yang sempurna, kekasih Allah SWT, dengan rendah hati pergi ke rumah wali itu dan bertanya kepada anak perempuannya apa yang dilakukan ayahnya selama hidupnya, “Wahai anakku, tolong ceritakan bagaimana ayahmu menjalani hidupnya.” Ia menjawab, “Ya Rasulullah SAW, Aku sangat malu kepadamu, apa yang akan kuceritakan kepadamu? Ia adalah seorang pembunuh dan perampok. Aku tidak pernah melihatnya melakukan suatu kebajikan. Ia merampok dan mencuri siang dan malam, kecuali dalam satu bulan. Ketika bulan itu datang ia akan berkata, ‘Ini adalah bulannya Allah SWT,’ karena ia pernah mendengar kau bersabda, ‘Rajab adalah bulan Allah SWT, Syakban adalah bulanku dan Ramadan adalah bulan umat.’ Ia berkata, ‘Aku tidak peduli dengan bulan Rasulullah SAW ataupun bulan umat, Aku hanya peduli pada bulan Tuhanku. Oleh sebab itu Aku akan duduk di kamarku, menutupnya, dan melakukan khalwat di bulan ini.’”

Rasulullah SAW bertanya kepadanya, “Khalwat macam apa yang ia lakukan?” Ia berkata kepadanya, “Wahai Rasulullah SAW, suatu hari ia sedang berada di jalan untuk mencari orang yang akan dirampok dan ia menemukan seorang yang berusia 70 atau 80 tahun. Ia memukulnya sehingga orang itu tidak sadarkan diri, dan merampoknya, ia menemukan segulungan kertas kecil dari orang itu. Ia membukanya dan menemukan sebuah doa di dalamnya, ia sangat senang dengan doa itu. Setiap tahun ketika bulan Rajab tiba, bulannya Allah SWT, ayahku duduk dan membaca doa itu sepanjang siang dan malam, sambil menangis ia membaca doa itu, kecuali ketika ia mau makan atau berwudu. Setelah bulan itu berlalu, ia bangkit lagi dan berkata, ‘Bulan Allah SWT telah berakhir sekarang giliran kesenanganku.’ Ia kembali merampok dan membunuh selama 11 bulan kemudian.”

Doa yang biasa dibaca oleh orang itu adalah doa yang sangat penting dan setiap orang dianjurkan untuk membacanya sebanyak 3 kali sehari selama bulan Rajab. Mawlana Syekh Nazim QS berkata bahwa doa ini akan membersihkan diri kalian dari seluruh dosa dan menjadikan kalian sebagai orang yang suci bagaikan bayi yang baru dilahirkan. Doa itu adalah doa yang sangat populer di kalangan sufi. Ketika Rasulullah SAW meminta anak itu membawakan kertas yang berisi doa itu, beliau menciumnya dan menggosokkannya ke tubuhnya. Jangan tinggalkan doa itu tetapi bacalah selalu di bulan yang akan datang ini, insya Allah, Allah SWT akan memberi kalian, tergantung pada niat kalian.

Allah SWT berfirman kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasul-Ku yang tercinta, orang itu datang dan bertaubat kepada-Ku di bulan yang paling penting dalam setahun. Untuk itu, karena ia telah mengorbankan satu bulan untuk-Ku, maka Aku mengampuni semua kesalahannya dan Aku ubah semua dosanya menjadi amal baik. Karena ia mempunyai dosa yang begitu banyak, maka sekarang ia mempunyai amal yang banyak sekali, bahkan terlalu banyak sehingga menjadikannya seorang wali besar.” Karena satu doa, Allah SWT membuat seseorang yang tidak pernah beribadah selama hidupnya menjadi seorang wali. Bagaimana dengan kalian, orang-orang yang berperilaku baik, yang beribadah kepada Tuhan sebagaimana layaknya, datang ke dalam suatu majelis untuk mendengar (ceramah)? Kalian mempunyai Tuhan Yang Maha Pemurah, Tuhan Yang penuh Cinta, bagaimana menurut kalian, Apa yang akan Dia berikan sebagai ganjaran kepadamu? Apakah kalian pikir Dia akan meninggalkanmu?

Untuk setiap langkah yang kalian gunakan menuju suatu majelis, Allah SWT akan menghapus satu dosa dan memberi 10 pahala. Siapa pun yang datang dari jarak 2 jam perjalanan, hitunglah berapa banyak langkahnya menuju ke sini. Jangan tinggalkan asosiasi semacam ini, sebab kalian tidak akan mendapat ganjaran semacam itu ketika kalian beribadah, salat 5 waktu adalah kewajiban kalian, tetapi asosiasi semacam ini bukanlah kewajiban, tetapi sukarela. Oleh sebab itu jika kalian datang, kalian akan diberi ganjaran yang melimpah. Itulah sebabnya asosiasi ini sangat penting. Asosiasi ini bisa menunjukkan kalian jalan singkat menuju ke Hadirat Ilahi, dan jalan terpendek meraih realitas kalian.

Dengan sedikit latihan membaca apa yang biasa dibaca oleh para wali, kalian akan mengalami kemajuan yang sangat pesat. Jangan datang ke Sisi-Nya dengan mengendarai keledai. Datanglah dengan roket, kalian akan mencapainya dengan cepat. Ego kalian adalah keledai. Jangan ikuti ego kalian. Tinggalkan dia, karena ia tidak akan membawa kalian ke mana-mana melainkan dalam gerakan lambat. Roh akan bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi. Mengapa? Karena roh adalah sesuatu yang berhubungan dengan Allah SWT. Cahaya itu berasal dari Allah SWT. Perhatikan kecepatan cahaya yang mencapai 300.000 kilometer per detik. Menurut kalian apakah kecepatan roh lebih lambat atau lebih cepat daripada cahaya? Jelas lebih cepat!

Kalian menggunakan akal kalian dengan kecepatan yang sangat tinggi, bagaimana dengan hati kalian? Sekarang orang berusaha agar sampai lebih cepat di segala tempat di muka bumi dengan menggunakan pesawat. Bagaimana dengan pesawat dalam hati kalian? Apa pun tempat yang kalian pikirkan, kalian akan tiba di sana dalam sekejap bila kalian mengetahui cara menggunakan kekuatan spiritual. Para awliya bisa berada di mana saja dalam waktu yang mereka inginkan. Mereka bisa berada di sini, lalu dalam beberapa detik mereka sudah berada di Cina, Rusia, atau di bulan atau di matahari atau di surga yang pertama, dengan menggunakan kekuatan roh. Jangan meremehkan apa yang telah diciptakan oleh Tuhan dalam diri kalian dan dalam diri setiap manusia. Tidak ada yang dapat mengerti bagaimana mekanisme roh bekerja.

Mengapa orang meninggal dunia seketika pada saat seseorang menembakkan peluru kepadanya? Siapa yang membawa pergi rahasia itu? Mengapa orang meninggal dunia bila sakitnya sangat parah? Roh selalu berusaha untuk melarikan diri dan membebaskan diri dari sangkar tubuhnya. Bila ia menemukan jalan, ia akan melarikan diri dan kembali ke asalnya. Bila kalian dengan kekuatan kalian dapat mengendalikan ego dan membebaskan roh kalian, pada saat itu kalian akan bisa mengontrol kekuatan roh sehingga ia tidak dapat melarikan diri. Pada saat itu kalian dapat melakukan suatu keajaiban dengan roh kalian.

Beberapa waktu yang lalu, di mana-mana kalian dapat menemukan para awliya yang menggunakan kekuatan spiritualnya yang tidak bisa ditiru di masa sekarang. Ada wali yang dapat menggunakan sabuknya untuk memanggil orang yang tinggal sangat jauh darinya, dan ia dapat melakukannya di depan ratusan orang yang duduk di sekitarnya. Bagaimana ia mengirim pesan kepada seseorang yang berjarak 3 atau 4 jam perjalanan dengan mobil? Wali itu cukup mengangkat sabuknya, meletakkannya di dekat telinganya dan berkata, “Hallo? Bapak Anu dan Anu dan seterusnya, datanglah, kami menanti kedatanganmu!” Setelah tiga atau empat jam kemudian, mereka mengetuk pintu lalu masuk dan berkata kepada orang-orang bahwa ia telah menerima panggilan dari syekh agar datang ke tempat itu.

Banyak sekali hal yang dapat dilakukan para awliya, sebab ego mereka berada dalam kendali mereka. Bila roh bisa mengontrol ego, kalian dapat melakukan apa saja, tetapi sebaliknya bila ego yang menguasai roh, kalian tidak bisa melakukan apa-apa. Kalian harus selalu menjadi tempat sampah bagi umat manusia. Jangan takut untuk menanggung beban mereka. Ambil dan lakukanlah. Jika kalian mengambilnya, Allah SWT akan memberi kalian kekuatan yang lebih banyak. Jika kalian tidak mau menanggung beban mereka, kalian tidak akan mempunyai cahaya dalam hati. Kalian harus menjadi orang yang mau menanggung beban. Ada seorang wali yang berdoa kepada Tuhannya, “Wahai Tuhanku! Jadikanlah tubuhku seluas neraka-Mu, dan masukkanlah diriku sendiri ke dalamnya, dan biarkan semua orang berada di luar. Aku mengorbankan diriku untuk keuntungan hamba-hamba-Mu yang tidak bersalah. Mereka tidak bersalah sebab mereka mempunyai ego yang membebani mereka. Jika mereka tidak mempunyai ego, mereka semua akan seperti malaikat. Setiap orang mempunyai ego. Egolah yang mengendalikan diri kalian dan membuat kalian berkelakuan buruk.

Kalian semua harus menjadi contoh bagi masyarakat luar agar orang-orang berdatangan ke dalam asosiasi kita setelah mereka melihat kalian dan menghargai sikap dan tingkah laku kalian yang baik. Bila mereka melihat kalian bersikap buruk, bagaimana mereka akan datang ke dalam asosiasi ini? Mereka tidak akan datang. Bagaimana mendapatkan perilaku yang baik? Yaitu dengan meninggalkan perangai buruk dan amarah. Jangan tunjukkan kemarahan kalian, baik di rumah maupun di luar rumah. Jangan hiraukan bila istri kalian berteriak kepada kalian. Biarkan ia teriak, apa yang akan terjadi? Pada akhirnya, ia akan kelelahan dan berhenti sendiri. Begitu dengan pria—untuk mereka kita harus menggunakan ekspresi yang lain daripada ‘teriak’, karena mereka kan laki-laki! Kalian akan menggonggong dan istri kalian tidak menghiraukan kalian, sehingga kalian akan merasa muak dan berhenti sendiri. Tetapi setan tidak pernah membiarkan orang marah kecuali yang lain juga marah, sehingga mereka saling berkelahi. Oleh karena itu bila salah seorang berteriak, maka yang lain tidak perlu mendengarkan. Ini juga harus diterapkan di masyarakat luas. Berusahalah untuk meredam kemarahan kalian.

Suatu hari Saya bersama Mawlana Syekh Nazim QS di Madinah. Di masa itu, Mawlana Syekh Nazim QS biasa membawa rombongan haji dari Siprus. Beliau mengajak mereka ke pasar untuk membeli tasbih. Setelah mereka membeli tasbih, Mawlana juga meminta sebuah tasbih untuk dirinya sendiri. Pedagang itu menunjukkan beberapa tasbih kepadanya, lalu Mawlana berkata, “Lupakan saja, kalian bisa memberi potongan harga untuk saya.” Pedagang itu tidak mengeluarkan satu umpatan pun kepada Mawlana, Mawlana bahkan tidak membuka mulutnya. Beliau menjaga agar amarahnya tidak keluar. Kemudian setelah beliau pergi ke jalan, kami melihat seseorang mendatangi Syekh dengan tasbih yang identik di tangannya. Ia memberikannya kepada Syekh dengan mengatakan, “Ini hadiah dari saya,” tak seorang pun yang tahu siapa dia dan dari mana asalnya, ia lalu menghilang dengan segera.

Bila kalian menjaga amarah kalian, Allah SWT akan memberi pahala kepada kalian. Jangan mencoba mendapatkan hak kalian dengan cara memaksa. Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an, “Fa man ‘afa wa aslaha, fa ajruhu ‘alallaah” [QS Asy-Syura, 26: 40], “Barang siapa yang memaafkan dan berbuat baik maka ia akan mendapat pahala dari Allah SWT.” Ini lebih baik daripada kalian mengambil hak kalian dengan tangan kalian sendiri—lewat pengadilan, misalnya.

Persiapkan diri kalian, ini adalah bulan Rajab, jangan meninggalkan satu salat pun. Jika kalian melewati salat di siang hari usahakan untuk mengerjakannya di malam hari ketika kalian sudah tiba di rumah sebelum tidur. Cobalah untuk mengucapkan “Allah” dalam hati kalian 1.500 kali sehari. Jika kalian lebih suka mengucapkannya dengan lidah, lakukanlah dengan cara itu. Ucapkan juga “Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadiw wa ‘alaa aali Muhammadiw wa sallim” 100 kali sehari. Insya Allah ini akan memberi kalian kekuatan di bulan Rajab dan mempersiapkan diri kalian di bulan Syakban, di mana ada tugas lain yang akan kita bahas di kemudian hari, insya Allah.

Seluruh awliya menunggu kedatangan Imam Mahdi AS dan Nabi ‘Isa AS di bulan ini. Seluruh awliya menanti untuk mengetahuinya, dan sebagian besar pengikut mereka akan diberitahu mengenai hal ini pada tanggal 15 Syakban. Setiap orang harus mempersiapkan diri mereka untuk peristiwa besar di dunia ini. Komunisme sudah berakhir, setiap orang berpihak kepada Amerika. Mereka berpikir bahwa tidak akan ada lagi perang di dunia ini, perdamaian akan terjadi di mana-mana. Tiba-tiba seseorang yang gila datang dan menekan tombol, lalu dimulailah Perang Dunia Ketiga. Segera setelah peristiwa ini terjadi, Imam Mahdi AS akan datang, kemudian Nabi ‘Isa AS turun dari surga. Ibadah Haji pada tahun terakhir ini adalah salah satu ibadah haji terbesar yang dilaksanakan di abad ini. Imam Mahdi AS berada di sana, begitu pula dengan 124.000 awliya dan 124.000 rasul berkumpul di Padang ‘Arafah. Oleh sebab itu persiapkan diri kalian untuk suatu peristiwa besar yang akan segera muncul di permukaan bumi. Jangan berpikir bahwa dunia ini akan berlangsung lama dan kita masih memiliki tahun-tahun yang panjang di depan kita. Kita sudah sangat dekat dengan akhir dunia ini dan segera menuju ke akhirat.

Kita tidak akan memandang ibadah orang lain dengan sikap tidak setuju, kita hanyalah sebuah kelompok yang mengharapkan kedatangan Imam Mahdi AS dan Nabi ‘Isa AS dengan segera. Kita berada di jalur yang benar. Kita telah bertemu mereka. Kita telah mengambil bay’at dari mereka dan menerima mereka baik secara fisik maupun spiritual melalui kekuatan Grandsyekh. Apa yang Saya katakan kepada kalian adalah menurut pandangan spiritual yang nyata, tidak samar atau berbayang. Imam Mahdi AS dan Nabi ‘Isa AS berada di antara kalian. Setiap asosiasi, baik di sini maupun di Chicago atau Montreal, New York dan New Meksiko, diselenggarakan atas nama guru kita yang berhubungan langsung dengan Imam Mahdi AS dan Nabi ‘Isa AS. Imam Mahdi AS dan Nabi ‘Isa AS pasti hadir dalam semua pertemuan itu, paling tidak untuk melihat kalian, kemudian pergi. Kadang-kadang mereka ikut duduk, kadang-kadang mereka hanya melihat lalu pergi, dan kadang-kadang mereka melihat dari tempat di mana mereka berada.

Asosiasi ini adalah satu-satunya asosiasi di dunia yang didukung oleh Imam Mahdi AS dan Nabi ‘Isa AS, tidak hanya di Amerika tetapi di semua tempat, di mana asosiasi ini diselenggarakan atas nama mereka. Tempat-tempat lain di mana orang berkumpul bersama—baik di sinagoga, gereja, atau kelompok sufi yang lain—tidak dapat memperoleh cahaya seperti yang kalian dapatkan dalam asosiasi ini. Kalian akan melihat diri kalian dalam jumlah yang kecil karena bintang yang bersinar tidak banyak jumlahnya, dan kalian akan menjadi bintang dalam kegelapan malam bagi umat manusia. Itulah sebabnya Mawlana Syekh Nazim QS mempersiapkan diri kalian dan itulah sebabnya beliau mengirim kita ke abad ini, yaitu untuk membangunkan orang-orang di abad ini dan memperingatkan mereka untuk melihat ke depan kepada Imam Mahdi AS dan Nabi ‘Isa AS. Insya Allah, beberapa di antara kalian akan menerima bay’at dari mereka berdua di dalam mimpi kalian. Hal ini memerlukan beberapa peningkatan dalam diri kalian, yaitu dalam membaca wirid yang diberikan oleh Mawlana Syekh Nazim QS tanpa meninggalkannya satu malam pun. Setelah itu insya Allah, kalian akan bertemu dengan mereka secara fisik, dan kita memohon kepada Allah SWT agar hal itu akan segera terjadi.

Wa min Allah at tawfiq bi hurmat al-Fatiha.


© 1993, Haqqani Islamic Trust
7007 Denton Hill
Fenton, MI 48430

29 June 2008

Sebuah Mesin bernama Disiplin

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

Lefke, Siprus: April 2001

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

Kita memerlukan disiplin. Kita memerlukannya untuk membawa diri kita dari level terendah menuju level tertinggi. Level terendah dalam al-Qur’an disebutkan, “tsumma radadnahu asfala safiliin” “kemudian Kami rendahkan mereka ke tempat paling rendah” [QS 95:5]. Arti dari asfala safiliin dapat ditemukan dalam hasrat fisik kita. Selama seseorang masih bersama hasrat kebinatangan yang tidak pernah berakhir itu, ia akan berada di level terendah. Karakter ini adalah milik binatang. Selama kita mengikuti bisikan ego dan keinginan fisik kita berada pada level yang sama dengan binatang. Tetapi kita telah dipanggil, kita telah diundang untuk bangkit dari asfal, level terendah menuju ahsan, level tertinggi. Dan kita telah diberikan sebuah mesin untuk perjalanan ini oleh Yang berada di Surga. Mesin itu adalah disiplin.

Tanpa disiplin yang kalian letakkan pada ego kalian, kalian tidak bisa beranjak dari asfal ke ahsan. Syariah membawa disiplin itu dengan dua sayap, satu sayap dengan perintah dan sayap lainnya dengan hal-hal yang dilarang. Satu sayap membawa apa yang harus kalian lakukan sementara sayap yang lain membawa apa-apa yang tidak boleh kalian lakukan. Dengan kedua sayap disiplin itu, kalian bisa terbang. Jika salah satu sayap patah atau jika bulu-bulunya rontok, kalian tidak bisa terbang.

Ketika kalian menyetir mobil, setiap bagian dalam mesin harus dalam kondisi baik. Jika salah satu skrup kecil hilang, bisa jadi mobil itu tidak bisa bergerak. Semuanya harus sempurna dan semuanya mempunyai kesempurnaan. Mobil yang tidak sempurna tidak bisa bergerak. Pesawat terbang harus mempunyai disiplin yang lebih tinggi daripada mobil. Syariah membawa kalian dari satu tempat ke tempat yang lain dalam level pertama seperti halnya sebuah mobil membawa kalian dari suatu tempat ke tempat yang lain melalui sebuah jalan. Bergerak di jalan merupakan satu hal, terbang adalah hal lain. Kalian harus menggunakan disiplin pesawat terbang ketika menggunakannya. Dan itu lebih ketat dibandingkan dengan mobil. Syariah mempersiapkan manusia pada level pertama. Tarekat adalah untuk mengangkat manusia. Beberapa orang menghabiskan setengah jam dari waktunya mendiskusikan bagaimana kita harus mempersiapkan diri kita, bagaimana kita mesti duduk, bagaimana kita harus bersikap sopan-santun. Disiplin seperti itu bagaikan disiplin sebuah mobil. Pesawat terbang harus mempunyai disiplin yang lebih banyak lagi. Kekuatan mesinnya harus mencapai level tertinggi sebelum lepas landas. Pertama, pesawat berada di landasan pacu di permukaan bumi dengan kecepatan 30 mil per jam. Itu tidak cukup. Kemudian pada saat berjalan pelan kecepatannya meningkat ke 60, 70, 100, 300 mil, baru kemudian lepas landas. Kemudian kecepatan di udara mencapai 350, 400, 500 mil per jam dan lebih tinggi lagi.

Orang berpikir bahwa bahkan dengan kemalasan mereka bisa bergerak dari bumi ke surga. Mereka membayangkan bahwa mereka bisa terbang dengan ego mereka. Tidak, itu tidak bisa! Kalian harus menanamkan disiplin dengan syariah dan kemudian dengan tarekat. Tarekat berarti menjaga disiplin. Bila kalian meminta untuk pergi ke surga, kalian harus mempunyai disiplin itu.

Orang-orang bertanya kepada saya, “Wahai Syekh! Tanpa masuk Islam apakah mungkin untuk mengikuti Jalan Sufi?” Hal itu seperti bertanya, apakah kalian bisa men-starter mobil tanpa menggunakan baterai (aki). Atau terbang di udara dengan mobil. Tidak, itu tidak bisa! Kalian tidak bisa men-starter mobil tanpa baterai. Kalian tidak bisa terbang di udara dengan menggunakan mesin mobil. Jika kalian mencobanya, kalian akan bergerak seperti ini (Syekh membuat isyarat tangan menunjukkan gerakan oleng dan menyamping) dan akhirnya jatuh. Untuk men-starter mobil, kalian memerlukan baterai. Untuk terbang, kalian memerlukan mesin pesawat terbang. Orang-orang bertanya kepada saya mengenai hal ini. Mereka tidak senang jika kalian meminta mereka untuk berdisiplin. Mereka tidak ingin mengontrol ego mereka. Mereka adalah yang paling bodoh di hadapan Tuhan mereka.

Orang-orang bertanya tentang penyembahan terhadap berhala. Mereka membuat patung-patung tertentu lalu membungkuk di hadapannya. Ada banyak sekali patung. Setiap orang menurut imajinasi mereka menciptakan sebuah figur. Orang-orang ini menciptakan sendiri pencipta mereka. Astaghfirullah. Astaghfirullah. Hanya ada satu Pencipta. Hanya Dia-lah Sang Pencipta.

Orang-orang menciptakan hijab terbesar antara hamba dengan Tuhannya. Setiap saat seseorang diminta untuk menyembah Tuhannya, egonya berkata, “Tidak! Jangan ucapkan la ilaha ill-Allah, ucapkanlah la ilaha illa ana (tidak ada tuhan selain diriku sendiri) atau ucapkan la ilaha illa nafsi (tidak ada tuhan selain egoku), dan jika Aku tidak memberimu izin, kamu tidak boleh menyembah Tuhanmu. 24 jam sehari harus untukku. Tetapi jika kamu mau melakuakan sesuatu untuk-Nya, 1 menit lebih dari cukup. Selama 24 jam kamu harus menjadi hambaku. Untuk-Nya 1 menit saja cukup. Atau mungkin 1 menit dalam 1 minggu atau 1 menit dalam 1 bulan. Kadang-kadang 1 menit dalam 1 tahun.”

Ego mencegah orang dari disiplin, untuk mi’raj mereka—Kenaikan mereka menuju ke Hadirat Ilahi. Setiap orang mempunyai suatu perjalanan yang harus ditempuh dari tempat di mana ia berasal menuju satu tempat di surga. Allah SWT telah memberikan satu tempat di surga bagi setiap orang. Surga menanti kalian. “Mari, mari (Syekh membuat isyarat ajakan).” Jika kalian menjaga disiplin, kalian bisa mencapai tempat yang istimewa itu, bangku yang istimewa diberikan kepada kalian di Hadirat Ilahi.

Tetapi orang-orang di abad 21 adalah budak terhadap ego mereka. Mereka menyembah ego mereka. Dan mereka berperang bukan untuk surga tetapi untuk ego mereka. Mereka memerangi Tuhan mereka seperti Namrud. Mereka telah menjadi hamba Setan dan budak tubuh fisik mereka. Inilah orang-orang di abad 21.

Di abad ini, jarang terdapat orang yang mengarahkan pandangannya ke Surga. Banyak cahaya di Surga. Namun mayoritas orang menjalani hidupnya tanpa mencari suatu cahaya. Orang-orang datang ke asosiasi (dan tarekat adalah asosiasi) ini untuk mengerti. Begitu banyak orang yang bertanya, “Apa itu tarekat? Tarekat adalah untuk mengetahui realitas. Orang yang ingin mengetahui realitas dari eksistensi mereka dan untuk mengetahui realitas hubungan mereka dengan Tuhannya harus mengikuti tarekat. Jika ia datang untuk menerima cahaya, ketahuilah bahwa cahaya telah dikirimkan kepada seluruh rasul dan cahaya terakhir diberikan kepada Rasul terakhir, Rasulullah SAW untuk seluruh umat manusia. Kami senang untuk mengambil cahaya itu dan meneruskannya kepada kalian.

Banyak orang akan pergi (ke kuburnya) dengan lilin yang padam. Ketika mereka bertemu Tuhan mereka, Allah SWT bertanya, “Wahai hamba-Ku! Berapa tahun kamu hidup di bumi? Aku memberimu begitu banyak lilin, begitu banyak cahaya dari Surga, begitu banyak rasul yang datang kepadamu dengan cahaya Surga, di mana cahayamu? Apakah kamu mengikuti cahaya itu?” Apa yang akan kalian katakan? Jadi, semua rasul harus diikuti. Kalian harus mencari cahaya yang telah diberikan dari Surga melalui semua Rasul. Cahaya itu selalu berada di sana. Tetapi ia membutuhkan sebuah transformer (sebuah receiver, penerima), kabel, dan sebuah bola lampu bagimu agar bisa terlihat. Cahaya Surga dikirimkan kepada semua rasul untuk membantu seluruh hamba Tuhan untuk melihat dan mengamati.

Kalian merasakan eksistensi Allah SWT melalui Samudra Kekuatan yang tanpa akhir, melalui Samudra Keindahan-Nya yang tanpa akhir, melalui Samudra Rahmat-Nya yang tanpa akhir. Jika kalian menerima cahaya dari seluruh rasul, maka eksistensi Tuhan pemilik Surga akan menjadi jelas bagi kalian.

Jika tidak ada cahaya Surga, kalian tidak dapat melihat apa-apa. Yang ada hanya kegelapan. Melalui kegelapan orang tidak dapat melihat, kecuali jika ada bintang, bulan atau matahari. Orang-orang yang tidak mendapat cahaya dari rasul menganggap bahwa Allah SWT tidak ada. Mereka tidak bisa melihat. Mereka mencintai Setan dan mempelajari ajaran Setan. Mereka menolak untuk membawa cahaya kerasulan ke pusat-pusat pendidikan agar orang-orang menjadi tahu, kemudian bertanya, mengamati, belajar dan mengajar. Bila kalian membawa cahaya Surga ke universitas, mereka akan berkata, “Tidak! Kami tidak menerimanya.” Mereka bertekad untuk menjadi buta, berada dalam kegelapan, menjadi teman seluruh Setan dan untuk menempatkan kekuatan di tangan Setan.

Kita berbicara kepada orang-orang ini, “Sekarang waktu kalian telah habis. Periode kalian telah berakhir. Kesultanan kalian akan lenyap dan cahaya Surga akan tampak bagi setiap orang.” Semoga Allah SWT memberkahi Shahib uz-Zaman, Imam Mahdi AS. Semoga Dia segera mengirimkannya begitu pula dengan Nabi ‘Isa AS yang akan menyingkirkan kesultanan Setan tersebut. Kita memohon dengan kerendahan hati kepada Allah SWT agar bisa mencapai hari-hari yang penuh kedamaian, hari-hari yang diberkahi, Hari Akhir, untuk hidup hanya untuk Allah SWT, dan untuk bekerja hanya untuk Allah SWT. Semoga Allah SWT memberkahi kalian.

Wa min Allah at tawfiq