Showing posts with label Kekuatan. Show all posts
Showing posts with label Kekuatan. Show all posts

03 May 2009

Meditasi

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS 

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin 

Dewasa ini banyak guru yang mengajarkan metode meditasi kepada kalian.  Tetapi biasanya mereka tidak berdasarkan pada agama Kristen, Yahudi atau Islam.  Banyak orang yang berpikir bahwa meditasi merupakan metode yang diturunkan dari agama lain.  Tetapi bukan itu yang menjadi masalahnya.  Meditasi adalah suatu metode yang telah diberikan kepada manusia pertama, dengan wahyu pertama, kepada Rasul pertama.  Apa manfaat dari meditasi dan bagaimana kita mencapai keadaan yang diinginkan?  Dalam semua kitab suci, baik Taurat, Injil maupun al-Qur’an disebutkan bahwa meditasi adalah suatu metode untuk mencapai Hadirat Ilahi.  Ketika kita sampai berhadapan dengan Sang Pencipta, kita akan meninggalkan segalanya.  Tidak ada yang tersisa kecuali jiwa kalian.  Jika Saya mencoba untuk mendatangi dan memukul kalian dengan sebilah pedang, kalian tidak akan terluka.  Dalam keadaan itu, tidak ada yang dapat menyentuh kalian secara fisik, karena tubuh akan memasuki jiwa kalian.  Dalam keadaan normal yang terjadi adalah kebalikannya, jiwa kita terperangkap dalam tubuh.  Dalam keadaan meditasi yang sempurna, jiwa kalian menutupi tubuh dan kalian menjadi ruh.  Suatu ketika ada seorang Grandsyekh, Syekh Abdul Qadir al-Jilani QS. Ketika beliau bermeditasi, beliau terus mengucapkan, “Ana al-Haqq! (Akulah Kebenaran!)”  Orang-orang di sekitarnya merasa tersengat dengan pernyataan ini sehingga mereka mulai menyerangnya dengan pedang, tetapi tidak terjadi apa-apa padanya.  Mereka tidak dapat menyentuhnya.  Ketika Maulana Rumi QS sedang berada dalam meditasi yang sesungguhnya, beliau akan berputar dan tubuhnya terangkat ke udara.  Beliau mempunyai hubungan penuh dengan Hadirat Ilahi.  Menurut pengetahuan tradisional kita, meditasi mempunyai beberapa tahapan sebelum mencapai posisi puncak.    Jika kalian menjaga aturan tersebut, meditasi yang sejati dapat kalian alami setiap saat.  Setiap orang harus berusaha untuk tetap melaksanakan segala aturan yang berlaku dalam agamanya, yang pertama adalah memuji Tuhan sebagaimana yang diajarkan oleh Rasul kepada kita.     Kemudian kita dapat duduk di tempat yang tenang, lebih baik lagi jika ruangan itu gelap, lalu tutupi dan tarik diri dari segala yang berada di sekitar kita.  Kita sepatutnya tidak mendengar atau merasakan sesuatu, melainkan hanya berpikir bahwa kita sedang berada dalam satu kesatuan dengan Wujud Allah SWT dalam Hadirat-Nya.  Walaupun hanya berlangsung selama 5 menit, meditasi akan memberikan kekuatan kepada kita.  Hal ini nantinya akan meningkat dan menciptakan elang perdamaian di luar merpati perdamaian.  Bahkan jika seorang teroris melihat kalian, ia akan tersungkur.  Dengan meditasi kalian dapat memperoleh kekuatan yang luar biasa.  Jangan berpikir ini adalah sesuatu yang mudah.  Ini adalah kekuatan yang paling penting yang telah dianugerahkan kepada umat manusia.

05 April 2009

Kekuatan dan Pilihan

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

London, Inggris: 31 Januari 2000

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin 

Makanan kita dan rezeki kita adalah apa yang dikaruniakan Allah SWT kepada kita.  Segala yang kita konsumsi telah dipersiapkan dan ditetapkan oleh Sang Pencipta.  Ketika rezeki kita telah habis, kita pun meninggal dan berakhir di liang lahat.  Jika belum, kita akan tetap berada di sini.  Begitu pula dengan rezeki spiritual yang telah dipersiapkan dan setiap orang akan diberikan bagian mereka.  Ini adalah pertemuan suci dan setiap orang akan mengambil bagian dari rezeki spiritual mereka masing-masing.  Apapun yang telah digariskan bagi kita akan diberikan, jagalah bagian itu!  Sayyidina ‘Ali KW, RA berkata, “Kalian harus berusaha untuk mendengar, menangkap dan menjaganya!”  Ini untuk kalian, dukungan untuk hidup kalian dan kehidupan ini adalah sulit.  A’uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim bismillaahir rahmaanir rahiim. (Aku berlindung kepada Allah SWT dari godaan Setan yang terkutuk, dengan Nama Allah SWT Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).  Itu adalah jalan kalian kepada saya—untuk mendapatkan apa yang telah diberikan kepada saya.  Kalian harus siap dan mengambilnya, santapan ini masih sangat segar, baru dan langsung, rezeki spiritual ini adalah untuk pria dan wanita.  Bila kalian menjaganya dalam hati, kalian bisa menggunakannya.  

Sebagaimana sebuah mobil memerlukan bensin sebagai suatu sumber tenaga yang terpisah, 10 liter atau 100 liter bensin untuk pergi dari satu tempat ke tempat yang lain, mobil itu memerlukan tenaga ini.  Bagaimana dia dapat pergi tanpa tenaga ini?  Ya, kalian dapat bergerak bagaikan seekor kuda atau keledai dengan gandum, tetapi mereka tidak memerlukan tenaga spiritual, mereka hanya untuk melayani kalian saja.  Allah SWT menciptakan mereka untuk membantu kalian.  Mereka tidak memerlukan kekuatan spiritual untuk mendukung mereka, mereka hanya untuk kehidupan ini dan untuk sementara, baik untuk membawa barang-barang kalian atau untuk dimakan.  

Tetapi kalian, umat manusia di abad ke-21...  begitu banyak tahun yang telah berlalu di dunia ini dan orang-orang masih berpikir bahwa dunia semakin muda, ini adalah mentalitas yang salah dari “Tahun Baru”, mereka tidak mengatakan, “Tahun Tua.”  Dan di abad ini manusia telah mencapai level tertinggi dalam kewenangan untuk menggunakan kekuatan rahasia Allah SWT yang diletakkan di alam ini.  Selama sekitar 2 abad sekarang, Allah SWT telah membuka seberkas sinar dari Samudra Kekuatan Rahasia-Nya, dan kita menyebutnya ‘listrik’.   

Sekarang, tak ada orang yang melukiskannya, kalian hanya melihatnya bekerja tetapi kalian tidak dapat melihat kekuatan itu sendiri.  Dan semua ‘teknologiyya’ dibangun berdasarkan kekuatan itu, dari Timur ke Barat, itulah jiwa mereka.  

Kalian, tubuh kalian hanyalah milik bumi, sebagaimana Allah SWT menciptakan manusia pertama, dia tidak dapat melihat atau mencium.  Ketika perintah Allah SWT datang dan sampai kepada manusia, mereka berkata, “Siapa aku?  Sampai di mana kekuatanku bisa meraihnya?”  Sebuah patung dari tanah liat?  Bagaimana dia dapat bergerak, berdiri dan hidup?!  Itu hanyalah sebuah perintah dari Allah SWT yang mengatakan kepada setiap atom yang berada di dalamnya untuk, “Berdiri! Hiduplah!”  pada awalnya manusia hanyalah sebuah patung tanah liat, kemudian dia mulai bergerak dan hidup.  

Kita bagaikan huruf Alif, seperti sebuah tongkat.   Sangat sulit bagi kita untuk bisa berdiri.  Kita adalah desain paling sempurna di antara seluruh makhluk di bumi, tetapi beberapa orang mengatakan bahwa kita berasal dari gorilla!  Kita semua adalah desain terbaik.  Jangan berkata bahwa kita buruk rupa.  Apakah kalian berpikir bahwa Dia, Tuhan Pemilik Surga, tidak pantas untuk disyukuri dan dihargai?  Alhamdulillah, segala puji dan syukur bagi-Mu, yaa Allah.  

Orang-orang di abad ke-21 tidak berpikir.  Bagaimana seseorang mengaku bahwa dia telah mencapai derajat kemanusiaan yang tinggi, padahal dia terjerumus ke level binatang?  Hari Kiamat semakin dekat.  Kalian harus lebih banyak menghargai Allah SWT.  Lebih banyak menghormati-Nya, lebih banyak memuji-Nya, dan lebih banyak mengagungkan-Nya.  Kalian tidak memberi, melainkan menerima,… melalui penghormatan kalian, kalian akan dihormati, melalui pujian kalian, kalian akan dipuji dan melalui pengagungan kalian, kalian akan diagungkan.  

Sebuah badai datang.  Dia akan menyapu orang-orang yang lalai, tak ada yang tahu di mana mereka akan dilemparkan.  Dunia, bumi ini hanya untuk orang-orang yang memelihara penghambaannya kepada Tuhan.  Ketika  saya duduk di sini, Saya memohon agar diberikan sebuah samudra, tetap saja itu hanya merupakan perkenalan, hanya apa yang saya butuhkan.  Jaga dia baik-baik untuk kalian, apakah kalian senang atau tidak, memuliakannya atau tidak, menghormati atau tidak, menghidupkannya atau membuangnya sebagai sampah.  Surga hanya untuk berlian, untuk orang-orang yang baik.  Pilihlah untuk diri kalian sendiri, berlian atau sampah.  Kita tidak datang dengan tongkat, ini adalah sebuah nasihat Ilahiah.  Semoga Allah SWT mengampuni saya dan memberkati kalian.  

Hanya ada satu Sultan, al-Fatiha

29 November 2008

Kekuatan Spiritual Hati

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS 

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin 

Thariqatuna as-sohbet wa khayru fi jami’at—tarekat kita berdasarkan asosiasi bersama Syekh dan kebaikan terletak pada kebersamaan… Inilah yang menjadi akar tarekat kita.  Allah SWT menjadikan Syah Naqsyband QS sebagai pilar utama dari Tarekat Naqsybandi yang mulia, dan sebagai salah satu pemandu yang membawa orang-orang menuju Hadirat Ilahi, sehingga mereka tidak akan tersesat dalam perjalanannya menuju Hadirat Ilahi atau ajaran-Nya.  Beliau berkata, “Kami mengajarkan orang-orang sehingga mereka tidak kehilangan jalan, dan usaha mereka tidak akan sia-sia.”

Ini adalah jalan pintas, jalan yang aman dan menyenangkan.  Setiap orang menempuh suatu perjalanan.  Mereka bergerak dengan dirinya sendiri atau waktu yang membuat mereka berjalan.  Banyak sekali orang yang tidak bergerak dan hanya digerakkan oleh waktu.  Dan setiap saat mereka bisa mencapai akhir perjalanannya, karena setiap awal pasti mempunyai akhir.  Suatu hari nanti pergerakan manusia akan berhenti dan mereka akan menemukan diri mereka berada di depan dua pintu masuk.  Pada salah satu pintu itu tertulis “Jalan menuju Surga,” yaitu jalan yang digunakan untuk mencapai Hadirat Ilahi.  Pada pintu masuk kedua tertulis, “Jalan menuju Neraka,” siapa yang melangkahkan kakinya ke sana berarti dia akan masuk Neraka.  Tidak ada keselamatan di sana.  Itu adalah akhir yang mengerikan.

Hari demi hari kita semakin mendekatinya… satu hari telah berlalu.  Satu hari telah berkurang, dan akhirnya kita akan sampai di kedua pintu masuk itu.  Tarekat Naqsybandi membawa orang-orang ke suatu arah di mana tujuan akhir mereka adalah Surga.  Itu adalah jalan Rasulullah SAW dan para Awliya serta para penerusnya yaitu para Sahabat.  Jalan itu adalah jalan yang sulit bagi ego kita, tetapi menyenangkan bagi jiwa kita.  Segala yang menyulitkan ego pada akhirnya akan memberi kenikmatan kepada kita. 

Sebagian besar orang dibawa ke jalan yang kedua, dan Setan berjalan di depan mereka diiringi bala tentaranya.  Siapa yang mengikuti mereka, akhirnya akan mencapai pintu Neraka… Mengapa mereka mengikuti jalan itu? Mereka mengikutinya sebab ego mereka menikmati jalan itu…

Jika kalian tidak menggunakan kemauan keras kalian, ego akan membawa kalian ke arah yang membahayakan itu…   Setiap asosiasi dalam tarekat kita membuat orang memperhatikan hal itu, sehingga mereka tidak mengikuti egonya, tetapi mengikuti jalan para Awliya dan Rasul.  Setiap asosiasi bersama Syekh memberikan kekuatan spiritual kepada jiwa kita, sehingga kita bisa menggunakan kemauan keras kita untuk melawan keinginan ego.  Jika kalian tidak mengambil kekuatan spiritual itu, sulit sekali untuk mencegah kalian mengikuti ego.

Oleh sebab itu kita memerlukan orang-orang yang memiliki kekuatan spiritual dan yang bisa memberi dukungan untuk spiritualitas kita sehingga kita bisa berkata kepada keinginan fisik kita atau kepada ego, “Tidak, Aku tidak akan mengikutimu, Aku mengikuti jalan para Awliya dan Rasul!”

Setiap asosiasi memberikan kekuatan secara rahasia ke dalam jiwa kalian.  Apakah kalian mengetahuinya atau tidak, sadar atau tidak sadar, itu tidak menjadi masalah.  Tetapi kekuatan ini pasti akan diberikan dalam setiap asosiasi.  Dan apa yang kita katakan atau kita dengar adalah tidak terlalu penting.  Apa yang kita bicarakan di sini?  Jika Saya membaca koran, itu tidak menjadi masalah… kalian berada di ruang operasi, dan kalian dilindungi… Yang penting adalah menghadiri asosiasi bersama Syekh, dan kekuatan spiritualnya akan diberikan kepada semua orang… Ketika kalian duduk di sini, berkah datang dari Surga, dari Allah SWT dan berkah itu membuat kalian menjadi kuat.  Kita bisa membicarakan apa saja dalam asosiasi ini, dan itu tidak menjadi masalah.  Kalian mendengarnya atau tidak, kalian membuat dirimu mematuhinya atau tidak, tidak jadi soal.  Tetapi untuk hadir di sini, menghadiri asosiasi Tarekat Naqsybandi akan memberi kalian kekuatan spiritual, membuat jiwa kalian lebih kuat daripada ego kalian.  Kekuatan spiritual kalian akan meningkat sehingga bisa digunakan untuk melawan ego kalian dan kalian bisa berkata, “Apa yang dikatakan oleh Syekh, Aku tidak bisa mengingatnya.”  Syekh tidak tertuju pada pikiran kalian.  Ulama dan para cendikiawan yang berurusan dengan pikiran kalian.  Yang menjadi sasaran para Awliya adalah jiwa kalian.  Oleh sebab itu, suatu saat ketika kalian menghadapi sesuatu apa yang ditangkap dan dijaga oleh jiwa kalian akan sampai pada diri kalian saat itu juga dan memberi kalian kekuatan jiwa. 

Oleh sebab itu asosiasi bersama Syekh adalah pilar utama dalam Tarekat Naqsybandi.  Kita selalu berada dalam pengawasan spiritual Syekh.  Tetapi tubuh fisik kita juga mempunyai hak untuk bertemu dengan beliau, paling tidak setahun sekali… bisa juga setiap minggu, atau setiap bulan atau sekali dalam 40 hari, tetapi jangan lebih dari 40 hari tidak  menghadiri asosiasi.  Periode ini akan membuat orang bergerak menuju tujuannya, yaitu Surga. 

Kini, di masa sekarang, jumlah orang yang diberi otorisasi semacam itu akan semakin berkurang.  Jika mereka tidak diberi otorisasi, dan mereka hanya meniru saja, mereka juga bisa memberi kekuatan, tetapi ketika orang yang mempunyai otorisasi melakukan asosiasi, kekuatan penuhnya akan memasuki hati kalian, dan hati itu adalah maqamnya Sultan atau Singgasana Sultan.  Kekuatan Sultan akan mengalir di seluruh tubuh kalian dan akan membawanya sesuai dengan arah dan tujuannya.

Jika kalian tidak menemukan orang untuk berasosiasi, dua orang murid dapat juga melakukannya.  Mereka bisa berkata, “A’udzubillahi minasy syaythaanir rajiim, bismillahir rahmaanir rahiim,”  kemudian salah seorang di antara mereka mengucapkan, “Laa ilaha illallah,“ sedangkan yang lainnya, “Muhammad Rasulullah SAW,”… dan berdoa, “Ya Tuhan Kami!  Kuatkanlah kami pada jalan-Mu yang lurus, jalan para Nabi dan Awliya.  Lindungilah kami dari godaan  dan tipu daya Setan!”… beberapa menit sudah cukup, kemudian rahmat akan tercurah dan melindungi mereka. 

Semoga Allah SWT memberkati kalian dan melindungi tubuh dan jiwa kalian agar tidak terjerumus ke tangan Setan.  Semoga Dia memberi jalan bagi mereka yang telah terjerumus ke dalamnya dan menyelamatkan mereka… dan kita memohon kekuatan sejati bagi Tarekat Naqsybandi untuk mengumpulkan orang dan bergerak menuju Hadirat Allah SWT.  Fatihah

28 November 2008

Menjadi Muslim yang Kuat untuk Agama Islam

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS 

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

Semoga Allah SWT memberkahi kalian dan memberi kekuatan Iman dan tindakan yang kuat, sehingga kalian menjadi pemeluk Islam yang kuat.  Hal ini sangat penting, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Dalam agama Islam orang yang kuat lebih baik daripada yang lemah.”

A'udzu bi’llahi minasy-syaythani rajiim, Bismillahir Rahmaanir Rahiim… Kita memerlukan Muslim yang kuat, bukan Muslim yang lemah.  Jika kita kuat, maka Setan akan lari, karena dia takut kepada orang yang kuat dalam Islam.  Ada dua macam orang yang kuat, yaitu: kuat menurut keimanan mereka dan yang kedua, kuat menurut fisik mereka.  Banyak sekali orang yang fisiknya kuat tetapi mudah jatuh dan tidak bermanfaat bagi Islam.  Kadang-kadang kalian melihat orang yang lemah, tetapi imannya kuat, bukan fisiknya yang kuat.

Kekuatan berasal dari Surga.  Surga memberi kalian kekuatan dari Samudra Kekuatan sebanyak yang kalian butuhkan.  Spiritualitas jauh lebih kuat dari fisik kalian.  Fisik mempunyai eksistensi yang bersifat sementara, kalian bisa saja bertanya, “Berapa usiamu?” Tetapi untuk hal-hal spiritual, tak ada yang bisa bertanya seperti itu.  Tidak seorang pun yang tahu usia jiwa kita, kecuali Allah SWT yang menciptakan mereka.

Menjadi orang yang kuat merupakan perintah dari para Wali, khususnya dari Rasulullah SAW.  Mereka menginginkan Muslim yang kuat, yaitu orang-orang yang dapat menguasai ego mereka.  Siapa yang tidak mampu menguasai egonya, dia akan disingkirkan oleh egonya sendiri. 

Oleh sebab itu setiap asosiasi memberi suatu kekuatan kepada orang-orang yang hadir… baik disadari maupun tidak.  Kekuatan itu mengalir, tetapi kalian tidak dapat melihat dan mendengarnya.  Allah SWT, Sang Pencipta, Yang Mahabesar… Samudara Kekuatan Yang Besar berasal dari-Nya, dan keabadian juga berasal dari-Nya!  Segalanya berasal dari Allah SWT, dari masa pra-keabadian sampai masa keabadian yang tak hingga… Allah SWT Mahakuasa… tidak ada satu pun bagian dari kehidupan ini yang dapat membuat Kekuasaan-Nya berkurang…

Kalian harus memohon kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan yang lebih banyak, agar menjadi Mukmin yang kuat.  Hal ini penting sekali.  Tetapi jangan mencoba menjadi kuat dengan makan dan minum… kerbau dan banteng jauh lebih kuat daripada diri kalian!  Jika kalian ingin membajak, kalian membutuhkan sepuluh orang di sebelah kanan dan sepuluh orang di kiri untuk membawa bajak itu ke sekeliling tanah kalian…

Hal berikutnya adalah menjaga kekuatan yang telah diberikan-Nya kepada kalian.  Kekuatan dari Allah SWT bisa mencapai kalian sehingga kalian menjadi kuat, tetapi dengan alasan tertentu kalian bisa kehilangan kekuatan itu.  Ini berarti ada yang tidak beres dalam diri kalian, sesuatu yang salah dalam pandangan Allah SWT.  Bahkan makhluk-Nya yang paling lemah pun dapat menjadikan kekuatan kalian di bawah nol… jagalah diri kalian selalu dengan kekuatan itu!

Hal ini tidak mudah, sebab Setan selalu menyerang kalian agar kalian menjadi lemah di hadapan ego kalian.  Jangan dengarkan Setan yang kafir itu… Mereka bisa membawa kalian ke tempat-tempat yang buruk, lalu seluruh kekuatan kalian diambilnya dalam satu atau dua menit saja, kalian akan ditinggalkan tanpa memiliki apa-apa lagi.

Oleh sebab itu kadang-kadang para dokter menempatkan pasien yang keadaannya berbahaya dalam suatu ruangan khusus yang terisolasi.  Kondisinya mungkin sangat parah dan tubuhnya lemah.  Jika seseorang masuk tanpa izin dia bisa tertular oleh penyakit yang dibawa orang itu. 

Oleh sebab itu jagalah diri kalian agar tetap kuat, sehingga bisikan setan tidak bisa mempengaruhi kalian, dan kalian akan bebas… Semoga Allah SWT memberkati kalian… Kalian datang kepada saya dari tempat terjauh di bumi, Argentina.  Australia saja tidak terlalu jauh.  Setiap langkah kalian akan dibalas oleh Allah SWT dengan ganjaran yang sangat berlimpah di Surga.  Dan untuk memuliakan kalian, karena kalian telah melakukan ibadah Haji mengunjungi Baitullah, Allah SWT memberi kalian pahala dua kali lipat sejak kalian lahir sebagai Muslim.  Dan juga karena kalian berada di sini di bulan suci Muharam, Dia akan memberimu lebih banyak lagi, dan akan membukakan pintu Islam bagi kalian.  Jika kalian bisa memanggil, 10, 100 atau 1000 dan ribuan orang bisa mendatangi kalian…

Peliharalah diri kalian dari Setan, berhati-hatilah terhadap jebakan dan tipuannya, agar kalian tidak terjerumus ke dalamnya.  Jika kalian merasa bahwa kalian telah tertangkap oleh godaan Setan, cepatlah mandi dan salat 2 rakaat.  Mintalah kepada Allah SWT kekuatan yang lebih banyak, sehingga pikiran yang tidak berarti dan mengerikan serta kotor dan sempit itu dihilangkan dari hati kalian.  Barulah situasi yang buruk itu akan meninggalkan kalian, dan kalian dapat melanjutkan jalan menuju Allah SWT.  Jika seseorang bertanya kepada kalian, apa yang kalian kerjakan, kalian bisa menjawabnya, “Kami adalah para pejalan yang menuju Hadirat Allah SWT.” …Hasbi allahu wa ni’mal Wakil, la hawla wa la quwwata illa bi’llahi’l ‘Aliyul ‘Azhim.

Wa min Allah at tawfiq

07 November 2008

Karomah para Wali Naqsybadi

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir ra
hmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Mu
hammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

Di dalam lingkungan Naqsybandi seseorang tidak diizinkan untuk memperlihatkan karomahnya.  Menunjukkan segala bentuk karomah tidak akan membawa kalian pada tingkat yang lebih tinggi.

Saat beliau masih muda, Grandsyekh sering melakukan banyak hal, namun oleh gurunya beliau  diperintahkan untuk berpisah dengan karomahnya.  “Seperti istri bercerai dengan pasangannya, kau harus bercerai dari kekuatanmu; jangan kembali padanya lagi, tak ada gunanya.”

Orang-orang harus mengikuti kami karena pengetahuan yang diilhamkan pada kami – bukan karena kami mampu menembus dinding atau berjalan di atas api atau terbang  ke angkasa.  Saya mengetahui Syekh-Syekh yang seperti ini (sambil memegang ikat pinggang ke telinganya) dan mereka berbicara  seperti sedang menelpon.  Mereka dapat menelpon orang tua kalian di negaranya, persis seperti ini.  Hal yang tidak kami sukai di lingkungan Naqsybandi.

Saya akan bercerita  tentang Sayyidina Syah Naqsyband QS, pemimpin kita.  Saat itu di Bukhara, mereka biasa memanen gandum, menggilingnya, dan membuat roti untuk dimakan.  Suatu ketika, datang musim kering dan selama 2 atau 3 tahun tidak ada hujan.  Tak ada yang bisa dipanen dan tak ada tepung di kota.  Anak-anak mulai sekarat kelaparan.

Mereka tahu kalau Syah Naqsyband QS adalah orang suci yang agung.  Maka datanglah mereka pada beliau, “Tolonglah!  Seluruh kota sedang sekarat.”  Syah Naqsyband QS sangat termasyhur baik karena ilmu lahir maupun ilmu batinnya, dan beliau juga dipercaya sebagai ulama besar Islam.

Karena melihat mereka kelaparan, rasa iba pun timbul dan beliau berkata, “Berapa pun sisa gandum yang masih ada di kota bawalah kepadaku.”

Mereka menemukan sedikit gandum dari sebuah rumah orang paling kaya di kota itu.  Beliau membawa gandum berharga itu menuju penggilingan tepung.  Saat itu mereka menggunakan sapi-sapi untuk memutar batu.  Beliau menaruh gandum di antara dua batu dan meletakkan kepala beliau menggantikan sapi-sapi, dan mulailah beliau berputar menarik penggilingan tepung itu.  Semakin cepat beliau berputar, tepung pun keluar dan keluar terus dan beliau meminta seluruh kota untuk datang dan mengisi tas masing-masing.

Seluruh rumah telah penuh dengan bahan pangan yang cukup untuk 2 sampai 3 tahun mendatang,  hanya dari sedikit gandum yang dibawa pada beliau.  Beliau menunjukkan karomahnya, namun hal tersebut dilakukan tanpa meminta izin terlebih dahulu.

Sebelum menunjukkan karomahnya, mereka harus meminta izin pada Nabi SAW melalui hubungan spiritual.  Jika diizinkan, mereka dapat menunjukkan kekuatan tersebut tanpa disalahkan nantinya.  Jika izin tidak diberikan, maka orang-orang suci wajib menjaga dirinya layaknya manusia normal lain,  tanpa ada perbedaan di antara mereka.

Syah Naqsyband QS, meskipun beliau pemimpin besar pada saat itu, beliau   tidak meminta izin.  Saat beliau akan wafat, murid-muridnya pun  telah menempatkan beliau pada tempat tidur.  Namun mereka terus melihat beliau terjatuh.  Karena beliau terus terjatuh, janggutnya yang panjang pun menyentuh tanah – dan beliau terus berteriak, “Yaa `Afuww, yaa `Afuww... Wahai Yang Maha Pengampun, ampunilah aku, ampunilah aku…” sambil terus menangis.

Melalui ilham, beliau mendengar sebuah suara, “Mengapa engkau menunjukkan kekuatan-kekuatan ajaib itu?  Apakah engkau mempunyai rasa iba di dalam hatimu melebihi Aku?  Engkau kira Aku tidak tahu mereka kelaparan?  Akulah yang membuat mereka kelaparan.  Mengapa engkau turut campur dalam Kehendak-Ku?”

Orang-orang suci besar mengetahui, bahwa jika kalian menunjukkan kekuatan ajaib, kalian sedang turut campur dalam takdir Tuhan.  Karena itulah mereka tidak suka menunjukkannya.  Mereka ingin tetap berenang dalam samudra, dan apa pun takdir Tuhan yang telah ditulis untuk terjadi, mereka menerimanya dan tidak ingin mengubahnya.  Orang suci yang tingkatannya lebih rendah ingin mengubah takdir Tuhan karena mereka belum sampai pada tahap kesempurnaan.

Karena itu Syekh-Syekh Naqsybandi yang membawa rahasia-rahasia Nabi SAW tidak menunjukkan kekuatan spiritualnya.  Kekuatan ajaibnya hanyalah pada ilmunya, ilham yang datang di dalam hati mereka.  Mereka tidak menunjukkan keajaiban fisik.

Saya mengetahui ada orang suci di Tripoli, Lebanon.  Cerita terkenal dari ayah dan paman-paman saya.  Nama beliau adalah Syekh `Ali al-`Omari QS, orang suci Tarekat Qadiri.  Saat kapal Italia tiba di pantai Lebanon pada tahun 1942, kapal itu penuh dengan paket makanan untuk masyarakat Lebanon.  Namun komandan kapal Italia itu menolak untuk membongkar muatan karena suatu alasan.  Perintahnya adalah untuk kembali lagi.

Syekh `Ali QS pergi ke pantai, mengambil sebuah kail ikan dan menarik kapal itu lalu memegangnya.  Hanya mengailnya dan kapal itu pun tak bisa bergerak.  Kata beliau, “Tak akan kubiarkan kapal bergerak kecuali muatan dibongkar.”  Setelah 2 atau 3 hari mereka pun masih terlibat negoisasi.  Beliau tidak ingin wudu, makan atau apapun.  Beliau berdoa sambil memegang kail.  Beliau tidak mau bergerak.  Setelah mereka membongkar muatan, beliau pun melepaskan kapal itu.

Ada banyak orang suci yang turut campur, namun hal itu bukan karakteristik tingkat kesempurnaan tertinggi.

Adalagi orang suci Naqsybandi yang bernama Sa`d ad-Din Jabawi QS.  Saya melihat peristiwa itu saat berusia delapan belas atau sembilan belas tahun.  Saya berada di rumah Grandsyekh di Damaskus.  Sebuah utusan para ulama mengunjungi beliau dan berkata, “Oh Mawlana, mereka ingin membuat sebuah jalan.  Namun makam Sidi Sa`d ad-Din Jabawi QS menghalangi jalan itu.  Pemerintah mengirim buldoser untuk meratakan makam itu, namun tidak mampu mendekatinya.  Setiap mendekati makam, buldoser itu pun berhenti.”

Mereka datang pada Grandsyekh karena tahu bahwa di sana ada hubungan antara Sidi Sa`d ad-Din Jabawi QS melalui tarekat, dan memohon pada beliau, “Tolong, pecahkan masalah ini untuk kami.”

Mawlana Syekh `Abdullah QS menjawab, “Beri aku waktu dua sampai tiga hari.”  Setelah dua hari, beliau katakan, “Pergi ke makam orang suci itu malam ini; berzikirlah di sana, kalian semuanya; lalu bukalah makamnya pada pagi hari dan pindahkan makamnya ke tempat lain.”

Tetapi Sidi Sa`d ad-Din Jabawi QS telah meninggal 500 tahun yang lalu!  Seperti kata Wahhabi saat ini, “Apa yang tertinggal darinya?”  Mereka telah habis; hanya tanah yang ada di sini sekarang.

Tanah bagaimana?  Nabi SAW bersabda, “Tuhan melarang bumi memakan tubuh para nabi.”  Lalu firman Tuhan dalam Quran [QS 3:169].  Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah SWT itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.

Apa yang benar bagi para nabi dan syuhada dalam dua contoh ini terjadi pula pada orang-orang suci, orang-orang baik dan mereka yang tulus ikhlas.  Mereka masih hidup.

Lalu mereka pun tertawa, “Dia masih di situ?”  Tentu beliau masih di sana, kalau tidak mengapa buldoser kalian tidak mampu melintasinya?  Malam itu mereka berzikir, dan paginya murid Syekh `Abdullah QS mulai membuka makam itu, dari bata ke bata sampai batu utamanya.  Mereka menyingkirkan batu besar dan udara di sekitarnya tercium wangi semerbak.  Nampak sebuah cahaya memancar.  Saat itu adalah saatnya fajar akan tiba.  Saat semuanya masih gelap dan matahari mulai menyibak cakrawala.

Mereka menemukan beliau dalam lubang makamnya, seperti baru saja dimakamkan, sangat bersih, wajahnya seperti baru saja meninggal.  Kulitnya seperti memerah saat kalian cubit.  Saya berada di sana.  Saat mereka membuka makam dan memindahkannya.  Saya bersama kakak saya.  Mereka mengangkat beliau dan menguburnya lagi tak jauh dari situ.

Beliau telah dikubur di sana selama 500 tahun.  Apa yang dikatakan orang-orang bahwa “tidak ada orang suci” padahal Tuhan berfirman dalam Qur'an [QS 10:62], “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah SWT itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati; dan dalam hadis Qudsi,Awliya'i tahta qibaabii`i la ya`lamuhum ghayrii” (Ghazali, Hujwiri).  “Orang-orang suci berada dalam naungan-Ku, tak ada yang mengetahui mereka kecuali Aku.”

Ulama-ulama dikenal setiap orang.  Jika Tuhan ingin menyebut ulama Dia akan menyebut 'ulama`iy.  Tetapi Dia mengatakan awliya'i, orang-orang suci-Ku berada di bawah naungan-Ku, tak seorang pun mengetahuinya, mereka tersembunyi.

Orang-orang suci disembunyikan.  Dan kalian tidak membeli kesucian dengan ilmu para ulama (pengetahuan). Orang suci adalah hadiah bagi suatu kaum dari Tuhan.  Mereka tidak menjadi orang suci dengan pergi ke universitas dan menerima gelar.  Kondisi orang suci adalah hadiah dari Tuhan untuk hati-hati manusia.  Biarpun mereka tidak tahu sama sekali tentang ilmu akademis, Tuhan membuka jalur di dalam hatinya dan pada saat itu, tak ada apa pun dalam kehidupan ini yang tidak diketahuinya.

Wa min Allah at tawfiq

30 October 2008

Realitas Kekuatan Ilahi

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

  

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu  'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin  wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

Grandsyekh kita berkata, “Allah SWT berfiman bahwa Dialah pemilik semua kekuatan, dan tiada daya yang dimiliki oleh hamba-hamba-Nya.  Hanya Allah SWT yang mempunyai kekuatan mutlak.  Sekarang, orang-orang berkata, ‘Kami memiliki kekuatan!’  Mereka tidak menerima ketidakberdayaan mereka.  Oleh sebab itu, mereka tidak dapat meraih suatu target dalam kehidupannya. 

Semua alam semesta memerlukan energi untuk bekerja.  Tanpa energi, tak ada yang dapat bergerak, tak ada yang dapat berdiri.  Partikel atom yang terkecil—dari mana dia mendapat energi yang besar agar bisa eksis? 

“Allah SWT, tak ada yang lain, Allah SWT-lah yang memberikan semua energi kepada segala sesuatu di alam semesta.  Semuanya, dari yang terkecil hingga yang terbesar, mendapat kekuatan dari samudra kekuatan Allah SWT yang tak terhingga.  Hanya Sang Pencipta yang dapat berkata.  Jika Dia menahan kekuatan itu walau hanya untuk sesaat, semuanya akan musnah! 

“Siapa yang memberi derajat kenabian kepada para Nabi?  Jika Allah SWT tidak memberikan derajat kenabian, mereka hanyalah orang biasa.  Begitu pula dengan Awliya, yang mendapatkan kekuatannya dari Allah SWT.  Jadi kekuatan itu diberikan kepada semua makhluk, semuanya memperoleh kekuatan yang dikaruniakan oleh Allah SWT.  Dari mana seekor semut mendapatkan energinya yang luar biasa?  Seekor gajah dengan ukurannya yang besar?  Begitu banyak jenis serangga, begitu banyak jenis makhluk di samudra, semuanya telah diberikan tujuan tertentu dan kekuatan tertentu dari samudra kekuatan Allah SWT yang tidak terhingga. 

“Muhyiddin bin ‘Arabi QS berbicara tentang ‘malakut,’ beliau melukiskannya sebagai Kekuatan Ilahi yang mencakup segalanya.  Beliau berkata bahwa kekuatan ini berada dalam genggaman Tuhan kita, dan kekuatan itu terdapat dalam setiap makhluk.  Kerajaan-Nya mencakup segalanya, mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar.  

Allah SWT adalah sumber kekuatan utama bagi seluruh makhluk.  Oleh sebab itu Nabi Muhammad SAW memohon kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku!  Jangan tinggalkan aku pada diriku sendiri!  Jika Engkau meninggalkan aku pada diriku, Aku akan musnah!”  Rasulullah SAW mempunyai pengetahuan pasti mengenai hal ini.  Oleh sebab itu beliau memohon Pertolongan Ilahi dan Kekuatan Ilahi setiap detik, setiap saat dan dalam segala kondisi selama hidupnya.  Jika seseorang mengetui hal ini (yaqin), dia tahu bahwa semakin dia tidak berdaya, dia harus meminta (kekuatan) kepada Tuhannya. 

Semua Pertolongan Ilahi, semua Kekuatan Ilahi, lebih banyak diberikan kepada orang yang lemah daripada orang yang kuat.  Jadi semakin kalian merasa membutuhkan, semakin kalian membuka kepada Allah SWT, pertolongan akan datang.  Jika kalian tidak merasa membutuhkan Tuhan kalian, kalian akan ditinggalkan pada diri kalian sendiri, dan kalian akan binasa. 

“Wahai Tuhanku, setiap saat, aku membutuhkan Pertolongan Ilahi-Mu!  Jangan tinggalkan aku pada egoku walau hanya sekejap mata atau aku akan binasa!”   Ini adalah hal yang paling penting yang harus diketahui.  Sangat sedikit orang yang mengetahui rahasia ini. 

Sekarang, orang-orang terpelajar menggantungkan dirinya pada pengetahuan mereka, orang kaya pada kekayaan mereka, orang yang kuat pada kekuatan mereka.  Ini adalah hal yang salah.  Saya selalu meminta kekuatan pada Tuhan saya untuk menerangkan realitas ini.  Tanpa dukungan-Nya, Saya tidak berarti apa-apa.  Jika seseorang mengaku, “Aku pintar!” berarti dia adalah orang pintar yang bodoh.  Jangan jadi seperti ini.  Orang yang mengaku, “Aku tahu!  Aku adalah seorang yang terpelajar!”  berarti dia adalah seorang terpelajar yang lalai.  Orang yang mengaku, “Aku orang kaya!” sebenarnya dia adalah orang kaya yang miskin.”

Wa min Allah at tawfiq

 

17 July 2008

Perbedaan Tingkatan dalam Kehidupan

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani QS

Jakarta, 12 Desember 2004


A'uudzu billaahi minas-syaythaanir-rajiim
Bismillahir-rahmanir-rahiim

Nawaytul Arba'in
Nawaytul I'tikaf
Nawaytul Khalwah
Nawaytul 'Uzlah
Nawaytur Riyadhah
Nawaytus Suluuk
Lillahi ta'alaa al-Azhim fii hadzal Masjid


Ati’ullaha wa ati’ur rasula wa ulil amri minkum. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah SWT dan taatilah Rasul (Nya) SAW, dan orang-orang yang berwewenang di antara kalian. [QS 4:59]

Segala sesuatu yang ada di bumi ini, dengan kebesaran Allah SWT tampak seperti sebuah lingkaran. Lihatlah di malam hari, bulan tampak bundar, begitu juga dengan matahari. Bawalah teleskop, amatilah planet Mars, Venus dan planet-planet lain, mereka terlihat bundar. Dan semuanya bergerak secara konstan, tak berhenti.

Gerakan mereka juga melingkar, bukan bergerak lurus. Segalanya bergerak melingkar, bertawaf, bahkan atom yang paling kecil sekalipun. Elektron di dalam atom juga bergerak melingkar. Allah SWT berfirman, “wal-ardha madadnaahaa" – Dan Kami hamparkan bumi itu … [QS 50:7]

Was-samaa-i banaynaahaa bi-aydin wa innaa la muusi`uuna – Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. [QS 51:47]

Madadnaaha; dapat diartikan seperti saat kalian membuat roti, kalian membentuknya dengan sebuah penggilas, saat kalian memutar penggilas itu, adonan akan mengembang.
Allah SWT berfirman, “Dia selalu mengembangkan jagad dan bumi ini.” Bumi tidak dapat dikembangkan, namun di sini berarti membuatnya berputar, tak berawal dan tak berakhir seperti sebuah lingkaran yang terus berputar.

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. [QS 36:40]

Setiap planet, bintang-bintang, bulan, matahari dan galaksi bergerak pada orbitnya masing-masing. Ilmuwan mengatakan bahwa mereka menemukan 6 milyar galaksi, dan satu galaksi berisi 80 milyar bintang dan masing-masing bergerak berputar, Subhana-Allah!

Jika ini yang mampu kita pahami, maka itu hanyalah setetes dari samudra pengetahuan yang dimiliki Mawlana. Dan pengetahuan Mawlana adalah setetes dari samudra milik Grandsyekh; demikian pula jika dibandingkan dengan samudra milik Nabi SAW. Bayangkan apa yang bisa diceritakan oleh para Sahabat kepada kita, dan apa yang bisa dijelaskan oleh Nabi SAW pada kita. Dan bayangkan apa yang Allah SWT sembunyikan dari kita, Keagungan Samudra-Nya, `azhiim asy-syaan.

Seperti kalian ketahui, ada Bahr lahuut, Samudra Ke-Ilahian; Bahr al-malakuut, Samudra Kerajaan; Bahr al-jabaruut, Samudra Keagungan; dan banyak lagi samudra-samudra lain sesuai gelar yang Allah SWT miliki. Ada lagi yang dinamakan Bahr al-`azhamuut, Samudra Kebesaran. Itulah Kebesaran Allah SWT, dan itu hanya salah satu atribut-Nya, bukan esensi-Nya.

Lihatlah kebesaran-Nya. Bumi berputar sendiri pada porosnya. Bergerak seperti lingkaran, menjadikan siang dan malam. Allah SWT menciptakan mereka berputar sendiri untuk apa? Untuk menjadikan waktu menjadi siang dan malam. Kemudian Allah SWT membuat bulan mengelilingi bumi, untuk apa? Untuk membuat waktu menjadi bulanan. Kemudian Allah SWT menciptakan bulan dan bumi berputar pada porosnya untuk kemudian bersama mengelilingi matahari agar menjadikan tahun.

Itu yang kita tahu tentang bumi, bulan dan matahari. Bayangkan ada apa dengan 6 milyar galaksi dan segala bintang-bintang yang berada di sana?

Allah SWT memerintahkan kita untuk salat menghadap Ka'bah, Rumah Allah SWT. Namun hal ini bila jarak kita jauh. Bila jarak kita dekat dengan Ka'bah, kita tidak boleh langsung beribadah di sana sebelum melakukan thawaaf al-qudoom. Kalian harus melaksanakan tawaf berkeliling Ka'bah dulu, baru boleh salat dan melaksanakan ibadah umrah atau haji.

Segera setelah memasuki Mekah dan akan memasuki Haram al-Makki, kalian tidak diizinkan melakukan apapun sebelum melakukan tawaf—mengelilingi Ka'bah dengan arah yang berlawanan dengan arah jarum jam. Seperti saat berputarnya bumi pada porosnya, lalu bulan beredar mengelilingi bumi, kemudian keduanya beredar mengelilingi matahari. Semuanya dengan arah kebalikan dari putaran jarum jam. Bumi, bulan, semuanya ber-thawaaf mengelilingi matahari.

Kekuatan seperti apa yang Allah SWT berikan pada benda-benda itu agar berputar? Apakah mereka punya kehidupan seperti kita? Punyakah mereka jiwa yang membuatnya mampu bergerak, seperti kita mempunyai jiwa yang membuat kita mampu bergerak, adakah perbedaan ataukah sama?

Tentu ada perbedaan energi yang Allah SWT berikan, perbedaan kekuatan masing-masing dalam membuat gerakan. Saat bumi bergerak, ilmuwan berinovasi dengan sebuah mesin baru yang mendeteksi gerakan itu pada sebuah jarum akibat vibrasi/getaran yang ditimbulkan. Bahkan saat gempa terjadi, hal itu menimbulkan getaran. Begitu pun dengan bulan yang menghasilkan gelombang, matahari juga menimbulkan gelombang elektromanegtik. Segalanya menunjukkan sebuah gelombang yang berbeda. Tiap-tiap gelombang punya kode sendiri-sendiri. Kalian harus mampu memecahkan kode-kode itu.

Manusia seperti sebuah komputer, menghasilkan gelombang-gelombang yang berbeda pada bagian-bagian tubuhnya. Dokter memeriksa gelombang-gelombang itu saat melakukan elektrokardiogram, MRI, tes untuk rematik dan tes darah.

Bahkan saat manusia berbicara, mereka membuat gelombang-gelombang. Kadang gelombang yang dihasilkan manusia bertepatan dan serupa dengan gelombang yang dihasilkan oleh bumi, bulan ataupun matahari. Bila ada ilmuwan intelektual yang paham dengan bahasa komputer maka mereka mungkin menemukan piranti lunak/software untuk menentukan bahasa (planet-planet) dan menemukan jawaban-jawabannya. Namun itu berada di tangan para wali Allah SWT, bukan di tangan para ilmuwan.

Allah SWT berfirman,
Innaa `aradhnaal amaanata `alaas-samaawaati wal ardhi wal jibaali fabayna ay-yahmilnahaa wa asyfaqna minhaa wa hamalahal insaanu innahu kaana zhaluman jahuula

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, [QS 33:72].

Allah SWT memberikan amanat itu. Bagaimana mereka dapat berbicara bila mereka tidak mempunyai bahasa. Itu artinya mereka mampu memberikan suara, seperti firman Allah SWT,

Wa in min syay-in illa yusabihu bi hamdihii wa laakin laa tafqahuuna tasbiihahum.
...semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah SWT. Tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. [QS 17:44]

Segala sesuatu terus bergerak, bervibrasi, berbicara. Kalian tidak tahu apa yang dikatakan karena kalian tidak mempunyai software-nya. Namun awliya mengerti semua itu, dan manusia biasa tidak mampu memahami apa yang telah wali lihat dan dengar.

Awliyaullah mampu melihat waktu jutaan tahun. Manusia biasa mampu melihat sejauh batang hidungnya. Awliya mampu melihat sejauh yang Allah SWT beri lewat rasul-Nya. Manusia selalu ikut campur pada apa yang wali katakan. Itulah perbedaan besar di antaranya. Kita masih saja memaksakan pikiran kita sendiri pada para awliya.

Bayangkan keagungan dunia dan gerakannya yang menghasilkan gelombang-gelombang. Kalian melihat diri sendiri begitu kecil, lebih kecil dari seekor semut. Saat ada laba-laba di dinding, orang-orang akan segera memukulnya. Kalian bahkan bukan seekor laba-laba. Kalian tahu bakteri terkecil yaitu virus yang bergerak ke sana ke mari. Betapa kecilnya dia, tetapi amat beracun. Ada yang bilang tidak ada yang mampu menghentikan virus, namun bakteri dapat dihentikan dengan antibiotik.

Kita ini adalah virus. Kita adalah racun, kita semua. Pikiran, tubuh, hati, kaki, darah, semua teracuni – dan harus diganti yang baru. Kalian harus mengganti semuanya, bersihkan di mesin cuci, bawa ke dry cleaning agar kalian bersih dari segala virus. Jika kalian tidak menggunakan dry cleaning, yang luar biasa panasnya untuk membunuh kuman-kuman itu, maka kalian tidak akan pernah bersih. Kalian harus disterilisasi.

Kalian perlu seorang pembimbing untuk menjadi steril karena kalian adalah sebuah virus, yang kapan saja bisa dimatikan. Walaupun penuh dengan virus beracun yang ada pada diri kita, kita masih saja bangga dan sombong. Kita ingin segala sesuatu berjalan seperti yang kita inginkan. Kita ini virus, dan yang lain juga virus. Virus-virus saling bertengkar, saling meracuni.

Jangan jadi sebuah virus. Paling tidak, jadilah sebuah bakteri. Jika kalian meningkatkan diri dari virus menjadi bakteri, lalu disterilkan, kalian akan mampu mengerti arti gerakan benda-benda angkasa. Kalian akan mengerti bahasanya.

Semoga Allah SWT menganugerahkan kita jejak para awliya, untuk belajar dari mereka agar tidak menjadi bakteri atau virus, tetapi untuk menjadi steril dan mampu menerima apa yang mereka pahami dari semua rahasia ini…

Wa min Allah at tawfiq

23 June 2008

Tua-Muda sebaiknya Berbaur

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Seperti yang pernah dituturkan oleh Nabi Daud AS, bahwa dari waktu ke waktu mereka yang berusia lanjut harus berbaur dengan yang masih muda. Energi yang muda akan terserap dan membangkitkan kekuatan fisik mereka. Bila yang tua hanya duduk-duduk dengan yang tua maka mereka akan semakin lemah dan cepat meninggal. Kadang kala, mereka seharusnya keluar dan melihat anak-anak bermain.

Di saat yang bersamaan, kaum muda harus mau belajar dari kaum tua yang telah melewati berbagai ujian hidup. Mereka tidak bisa mengalami semua itu, kecuali mengunjungi kaum tua untuk mendengarkan apa yang mereka katakan. Jika mereka saling tertarik maka pertemuan itu akan berkembang. Orang tua punya banyak pengalaman yang ingin mereka ungkapkan. Hal itu merupakan kesenangan dan kepuasan bagi mereka dengan cara berbagi. Setiap orang dianugerahi pengalaman yang berbeda-beda dari Sang Pencipta. Dalam suatu perjalanan hidup yang panjang, kami telah belajar banyak, menyebrangi berbagai jembatan di mana kaum muda belum sampai ke sana.


Wa min Allah at tawfiq