27 June 2009

Pengetahuan akan Kebesaran Allah SWT

Siaran Langsung bersama Mawlana Syekh Nazim

Dari Lefke, Siprus, 25 Juni 2009, waktu ‘Ashar

Disiarkan di sufilive.com

 

[Syekh Hisyam: (membaca dari chat)  Kadang-kadang mereka melewatkan awrad karena terlalu sibuk dengan dunya, apa yang harus mereka lakukan?] 

Saya tidak mengurusi hal itu sekarang, biarkan saja.  Saya tidak duduk di sini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam itu.  Jika ia mempunyai syekh, atau naib ash-syekh, ia boleh bertanya.  Saya tidak ingin disibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan semacam itu.  Saya duduk di sini untuk seluruh dunia, bukan untuk apa yang murid lakukan, tidak, tidak.  Saya tidak suka bila seseorang menanyakan hal semacam itu.  Ada  Syekh huna,[menunjukkan pada Syekh Hisyam] ia dapat menjawab pertanyaan semacam itu, dan kami hanya bisa mengatakan, pertama kami mengatakan, as-salaam `alaykum, saudara-saudari kami dalam Islam, atau saudara-saudari melalui keluarga manusia.  Saudara, saudari.  Kami hanya bicara untuk seluruh bangsa dari Timur ke Barat, dari Utara ke Selatan.  Mohon jangan menanyakan sesuatu yang berhubungan dengan diri kalian sendiri, tetapi untuk seluruh bangsa, kalian boleh bertanya.  Saya tidak suka, “Apa yang saya lakukan untuk zikir saya?  Bagaimana jalan untuk kemajuan tarekat saya?”  Ini tidak penting.  Itu adalah sesuatu yang membuat setan masuk ke dalam petemuan seperti itu, bukan untuk semua orang.  Saya menyesal dan saya marah.  Mohon jangan ada yang bertanya tentang hal-hal yang hanya berhubungan dengan dirinya, atau keluarganya, jangan.  Dan kami mengucapkan as-salaamu `alaykum. Seluruh bangsa, mereka adalah anggota dari umat manusia yang lemah, semoga Allah mengampuni kita [amin]. 

Syekh Nazim QS dan Syekh Hisyam di Lefke, Siprus (25 Juni 2009, foto oleh Saher Yoo-Foo, Within Mercy Oceans)

Kedamaian bagai kalian.  Saya meminta dari syekh saya atau dari pembimbing saya atau dari guru saya, meminta darinya, agar beliau mendukung saya, secara spiritual.  Beliau mendukung.  Dan dengan rendah hati saya memohon dari pembimbing saya, saya percaya bahwa seluruh nabi, mereka adalah para pembimbing, dan seluruh manusia mengikuti para anbiya, mereka adalah pembimbing umat manusia dan setiap orang harus memohon seorang pembimbing.. 

Dan saya mendengar dari pembimbing saya, apa yang beliau lemparkan ke dalam hati saya, hati spiritual.  Ketika saya mengatakan hati saya, saya tidak bermaksud mengatakan hati secara fisik, …bukan.  Setiap makhluk—mereka mempunyai hati (jantung) dalam pengertian secara fisik.  

Kita adalah orang-orang yang percaya pada kitab suci, Syekh Hisyam Effendi. Bahwa kita telah diciptakan oleh Tuhan Surgawi.  Tubuh fisik kita yang telah disebutkan dalam seluruh kitab suci, sebagaimana Allah melalui Diri-Nya, Diri-Nya sendiri, bahkan dikatakan “Dengan Tangan-Nya” tetapi itu hanya agar dapat dimengerti karena tanpa tangan yang melakukan sesuatu, kita tidak dapat membayangkannya.  

Oleh sebab itu Tuhan Surgawi, [mendemonstrasikan dengan tangannya], ingin agar manusia mengerti karena orang bisa bertanya, mereka bertanya, “siapa yang menciptakan manusia pertama?”  Telah disebutkan dalam kitab suci bahwa manusia pertama adalah Adam, kedamaian baginya, dan bagi seluruh nabi dan nabi yang paling terpuji, Sayyidina Muhammad SAW, tidak berlebihan agar orang berdiri untuk memuliakannya.  Sebagian orang bisa keberatan dengan hal itu, “Untuk apa Syekh berdiri?  Demi nama Nabi Penutup SAW?” “Ya” 

Manusia, jika mereka mengenal manusia, menurut pengetahuan mereka, mereka mengetahuinya.  Tetapi untuk banyak hal yang mereka tidak ketahui mereka adalah orang-orang yang bodoh.  Ya, kalian bisa keberatan.  Mereka keberatan karena mereka tidak mengetahui untuk apa mereka berdiri.  

Saya menanyakan sebuah pertanyaan yang sangat mengejutkan kepada orang-orang yang mengatakan, “Mengapa Syekh berdiri ketika nama Nabi Penutup disebutkan?”  Ya, kita adalah Muslim. Dan pengetahuan kita dari kitab suci dan dari orang-orang suci, pengetahuan kita bukanlah hasil dari … kita, atau melalui inspirasi kita (mencari kata-kata yang tepat)… bukan inspirasi… pengetahuan kita bukanlah sammarat at-tafakkur, [itu bukanlah buah dari suatu pemikiran, tafakur] ya, itu bukanlah buah dari suatu pemikiran. 

Dua jenis ilmu pengetahuan di dalam setiap agama, tetapi khususnya di dalam Islam.  Yang pertama adalah `aqlii, naqlii, naqlii adalah yang berasal dari Nabi, atau dari para anbiya, yang sampai kepada kita melalui para pewaris Nabi.  Dan tsani, dan yang kedua, pengetahuan, itu adalah sammara, buah dari pikiran, pengetahuan yang datang melalui atau sesuai dengan kapasitas pemahaman kita dan sesuai dengan logis kita [logika] [logika, Sayyidi] Logika.  

Dua jenis ilmu pengetahuan di dalam Islam: naqli, berasal dari Nabi SAW atau dari para anbiya yang sampai kepada kita melalui jalur pewarisan secara spiritual.  Dan yang kedua, ilmu sebagai buah dari berpikir, yang muncul sesuai dengan kapasitas dan pemahaman, dan sesuai dengan logika kita.    

Dan Islam datang sebagai sebuah pesan surgawi dari Surga dan kalian harus percaya dengannya tanpa bertanya, “Mengapa?”  atau “Tidak”!  Kalian tidak bisa bertanya terhadap sebuah wahyu Ilahi, kalian tidak bisa bertanya, “mengapa?” atau “untuk apa?” kalian tidak dapat melakukan suatu keputusan terhadap wahyu Ilahi.  Kalian tidak dapat menggunakan pikiran kalian atau logika kalian karena kalian memiliki logika (yang) merupakan miniatur timbangan (mizan), dan kalian mengajukan beberapa pertanyaan untuk dipertimbangkan dalam miniatur timbangan yang kecil itu.  Itu mustahil.  Misalnya, kalian dapat menimbang seluruh dunia ini dalam sebuah timbangan? Bagaimana?  Mustahil!  Oleh sebab itu, kalian dilarang untuk menggunakan logika kalian untuk menimbang kabar yang berasal dari Surga sebagai wahyu dari Tuhan Surgawi kepada hamba-hamba-Nya yang terpilih!  Itulah masalah terbesar! 

Orang-orang di masa kita bertanya sesuatu yang tidak ada kemungkinannya.  Mereka menanyakan hal-hal yang mustahil, membuka hal-hal yang mustahil dari pemahaman mereka!  Itu adalah tidak mungkin.  Manusia diciptakan untuk dapat percaya!   Percaya sesuatu dengan mengetahui sesuatu adalah hal yang berbeda, karena jika kalian berusaha untuk mengetahui sesuatu, kalian tidak dapat mengetahuinya semaunya.  Kalian dapat mengatakan amantu billah, aku percaya, dan itu adalah jalan yang salah.  Seluruh bangsa bertanya, “Mengapa ini, mengapa itu?”  seluruh negri, itu benar-benar `ajiib, sangat aneh, tidak dapat diterima

Untuk percaya, kalian tidak boleh menggunakan logika kalian!  Kalian harus berkata, “Ya, ini berasal dari Surga.  Aku percaya karena dengan… kalian dapat mengerti.  Oleh sebab itu Allah SWT, jalla jallahu, Dia menggunakan jalur wahyu, sebuah metode agar orang dapat memikirkannya, sehingga dapat memberikan suatu pemahaman walaupun hanya sekecil mikroba, kecil sekali, atau mungkin hanya sebesar atom!  Oleh sebab itu, orang-orang bertanya, “Dari mana kami berasal?”  karena mereka tidak mengetahui tentang Surga.  

(Allah) berfiman, “Aku menciptakan Langit dan Bumi dan Aku menciptakan ayah pertama kalian, Aku menciptakan agar orang memahami.”  Dia (Allah) mengatakan, “Dengan Tangan-Ku.”  Kita tidak dapat membayangkan bahwa kita dapat melakukan sesuatu, oleh sebab itu kita tidak tahu Tuhan Surgawi turun ke level pemahaman manusia dan mengatakan, “Aku menciptakan Adam dengan Tangan-Ku” dan kemudian mereka berkata, “Ya, ya itu benar.”  Kalian harus percaya!  Kalian dapat bertanya, “Allah SWT mempunyai tangan?”  “Jika kita katakan, “tidak”, mereka berkata, “Kami punya, dan dengan tangan kami, setiap orang…” mereka tidak dapat membayangkannya.  Itu artinya mereka tidak mengetahui Surga.  Ya!  Dia (Allah) mempunyai tangan.  Oleh sebab itu ketika orang yang bodoh keberatan dengan Nabi Penutup SAW dan mengatakan, “yadullahi maghloula” Mereka mengatakan, “Tangan kami terbuka tetapi Tangan Tuhan kalian terikat,” itu adalah level pemahaman mereka, tidak lebih dari itu.  Tetapi Tuhan Surgawi, Mahasuci bagi-Nya!  Dia… sebuah tangan, sebagaimana yang kalian pikirkan, atau bayangkan, tidak!  Itulah level mereka.  Mereka mengatakan, “Allah mempunyai ini, ya, Tangan-Nya terikat dan tangan kami terbuka.”  

Dia tidak memerlukan Tangan sebagaimana yang kalian pikirkan atau tasawwur, kalian bayangkan. Tidak.  Itu adalah level mereka.  Level pemahaman mereka.  Mereka mengatakan, “Tangan Allah terikat tetapi tangan kami terbuka.”  Dan Allah menolaknya “bal yadahu mabsootataan” bahwa tangan-Nya tersebar, ke mana-mana dan mencakup apa saja.  Segala sesuatu mengambil bagiannya untuk menjadi eksis dari Tangan Tuhannya yang mencapai apa saja dan memberi mereka segala sesuatu yang mereka perlukan!  MashaAllah! Quran yang suci! Subhanallah, Ma `adhamoo. Begitu besar, begitu mu`azzam, Allahu Akbar, kalimat Allah SWT, Kalam Ilahi, Gambaran Ilahiah, begitu luas Samudra-Nya, semoga Allah mengampuni kita! 

Ya, kita datang untuk sesuatu yang kita katakan, bil inglize, [mengagungkan Nabi SAW, Sayyidii] ta’azeem an-Nabi, mengagungkan Nabi SAW, mengagungkan Khatamul Anbiya SAW

Kalian dapat bertanya, apakah menurut kalian kita memerlukan dokter dalam Islam?  Kalian akan berpikir mengagungkan Allah adalah sesuatu yang dapat kalian raih, ihaata. Kalimat Allah, tak seorang pun dapat membatasi suatu pemahaman.  Ya, Allah memuliakan Adam pertama kali.  Untuk apa?  Memuliakan Adam untuk putranya yang paling mulia dan terpuji, Sayyidina Muhammad SAW [adzan berkumandang, Syekh berdiri] Allahu Akbar Allahu abkar, syahid al-haqq. 

(beralih sebentar dengan Syekh Hisyam dalam bahasa Arab) Wasalna ila hadarat an-nabi. Kam kalima ba`dayn?

(Du’a

[Rekaman telah mencapai 40 menit. ] 

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim. Apa yang kalian perlukan adalah sebuah Samudra dan jangan pikir bahwa Penguasa Surga hanya memiliki satu Samudra.  Tak terhingga!  Oleh sebab itu kita datang dan berbicara tentang sesuatu yang begitu kecil, kecil sekali, juga dikirimkan hanya sebatas kapasitas manusia, sejauh mereka menggunakan logika mereka, tidak bisa diberikan lebih dari ini, dan ini adalah Samudra, walaupun kalian tidak dapat meletakkan kaki kalian di dalamnya, tidak dapat mendekatinya, tetapi dari jauh kalian dapat melihat dan Tuhan kita, Atribut Ilahiah-Nya, mereka bergetar ketika disebutkan Nama Suci-Nya, bahwa Allah SWT adalah (`Alaam al-ghuyyoob). 

Yahtaz li `alaam al-ghuyoob – seluruh nabi, mereka bergetar ketika disebutkan Nama Suci-Nya, bahwa Allah SWT adalah `Alaam al-ghuyoob. `Alaam al-ghuyoob. Saya bukan apa-apa, tetapi setiap saat, setiap kali saya melewati kalimat bahwa Allah SWT adalah ‘Alaam al-ghuyoob, seluruh tubuh saya gemetar karena `azhamah, karena kebesaran-Nya bahwa yudhish al-`uqool, [membuat pikiran kita terpana, takjub] takjub, Subhanallah!    

Oleh sebab itu, saya pikir bahwa sekali kita diberikan pada manusia dan kita dapat… ini adalah asosiasi yang sangat, sangat, sangat pendek, kita dapat melanjutkannya minggu depan, bulan depan, tahun depan… tidak pernah selesai.  Apakah kalian pikir bahwa seseorang dengan ember dapat membuat air laut mengering?  Itu mungkin atau mustahil?  Mustahil!  Tetapi kita harus mengatakan apa yang mustahil, karena para ilmuwan di abad ke-21 atau para ulama berpikir bahwa sangat mudah untuk bicara mengenai  Tuhan Penguasa Surga dan Sang Pencipta.   Salah besar!  Saya katakan bahwa mereka harus bisa mengambil ember dan menyelesaikan (mengosongkan) Samudra Pasifik!  Pertama, ia harus mempunyai suatu jarak (yang pantas dipertimbangkan) bahwa ketika ia mengambil dari Samudra Pasifik dengan embernya dan meletakkan di sana (ia harus mempunyai tempat yang cukup luas untuk meletakkan air itu).  Mungkin atau mustahil?  Tetapi orang-orang berpikir, ketika saya berpikir, menanyakan pertanyaan bodoh semacam itu, tidak ada maknanya, dan dari pertanyaan mereka itu adalah tanda-tanda kebodohan mereka.  

Tuhan Surgawi berfirman, “Mintalah (ilmu) agar tahu, karena tidak ada batas untuk pengetahuan bagimu!”  Jika saya meninggalkan kalian di samudra yang terbatas, kalian dapat bertanya, “Apa yang ada di belakang Samudra yang terbatas itu?”  dan sekarang samudra itu, kalian minta untuk mencapai titik itu. 

Oleh sebab itu, Allah SWT membuat mereka berpikir dan selalu… pemahaman mereka yang terbatas.  

Qaalat namlatun [ayat tentang semut dan Raja Sulayman]  Baru satu semut berbicara, kepada seluruh semut menurut pengetahuannya, ia bicara, dan seluruh semut dengan cepat pergi ke lubang mereka.  (Semut itu menginstruksikan kepada mereka).  “Selamatkan dirimu, Raja Sulayman dan tentaranya akan lewat dan bisa menghancurkan dirimu dan rumahmu, cepat pergi, selamatkan diri!” 

Itulah kapasitas pengetahuan, itulah pemahaman, dan kita, apa yang kita katakan dan kita, apa yang kita katakan, pengetahuan dari, kalian tidak mengetahui tentang Surga.  Jika kalian minta untuk mengetahui segala sesuatu.  Pengetahuan-Nya adalah Samudra Pasifik, samudra terluas.  Kalian senang untuk mengetahui segala sesuatu, ya—ambil!  Ambillah ke dalam ember (dari Pengetahuan Ilahi)!  Ambil!  Selesai! 

Pertama-tama kalian tidak dapat menemukan suatu jarak seperti Samudra Pasifik, itu adalah masa yang sangat besar.  Lalu kalian ambil dari sini untuk diletakkan di sana. Satu samudra tidak ada batasnya.  Karena itu adalah Samudra Pengetahuan Allah.  Tetapi orang yang bodoh bertanya seolah-olah ia ada batasnya, tetapi ambillah lebih banyak!  Ya, sesuai dengan kapasitas kalian!  Lihatlah pada kalian sendiri di depan cermin, dan lihat apa yang kalian akui.  Tetapi orang-orang sekarang mengikuti Setan dan Setan memberi mereka posisi semacam itu, dan kita adalah orang-orang seperti itu, dan kita harus melihat segalanya, bagaimana ia akan terjadi.  

Itu adalah awal kebodohan di Bumi, karena mereka membuat orang keluar dari lingkaran disiplin (adab).  Mereka meminta orang untuk melewati batas mereka, itu bukanlah kapasitas mereka untuk melewati samudra! SubhanaAllah!  Jadi pengetahuan berasal dari para anbiya, ia bagaikan atom, bisa juga bagaikan samudra, penuh dengan pengetahuan.  

Wahai manusia, tinggalkan kesombongan itu dan katakan, “Wahai Tuhanku! Engkau adalah segalanya dan kami bukanlah apa-apa!” 

Orang-orang telah kehilangan adab yang baik, dan mereka selalu meminta hal-hal yang bukan adab yang baik.  Ketahuilah batasan kalian dan jaga adab kalian!  Semoga Allah mengampuni kita.  As salamu alaykum

[Syekh Hisyam: bahr sayyidee, samudra yang luas, Allah ziidak.

Barakat Syekh Hisyam Efendi, lam yudhkar, na`m.  Kini datang waktunya untuk membuat beberapa metode untuk membuat kepala mereka tunduk.  Sekarang kepala mereka seperti ini dengan bangga.  Kini telah datang generasi baru untuk membuat generasi tua yang mengakui sesuatu namun bukan untuk mereka, agar membuat kepala mereka tertunduk.  Wahai Tuhan kami, maafkanlah kami!  Wahai Tuhan kami, berkatilah kami.  Wahai Tuhan kami, berikanlah kedamaian ke dalam hati kami.  Engkau adalah Satu-Satu-Nya, Engkau adalah azali, Pra-Abdi hingga Abadi.  Terima kasih bi la haddin, [tak terhingga] kepada-Mu. Terima kasih yang tiada henti-hentinya kepada-Mu, wahai Tuhan kami. Mohon ampunilah kami, mohon berkatilah kami, untuk berada di Jalan-Mu yang Kau sebutkan kepada hamba-hamba-Mu yang suci, para kekasih-Mu, orang-orang yang terpilih, jalannya hamba-hamba-Mu yang terpuji, Salaam alaykum. Fatiha

[Syekh Hisyam: 50 menit. ] 

As-salamu alaykum. Fatiha.

Huuu, huuuu, huuu berasal dari Samudra itu.  Dan manusia begitu kecil, mereka dalam batasan-batasan, datanglah dengan adab.  Wahai manusia, jangan sombong!  Wahai manusia, berusahalah untuk menjadi hamba! Fatiha

(Berdiskusi dengan Syekh Hisyam, berapa banyak orang yang mengakses sufilive.com, dan membaca nama negara-negara) Algeria, Brunei, Iran, Mesir, Italia, Sri Lanka, Afrika Selatan, Pakistan, Mauritius, Uni Emirat Arab, Qatar, Jordan, Prancis, Bangladesh, Argentina, Australia, Lebanon, Indonesia, Belanda, Jerman, Singapura, Kanada, Inggris, Amerika Serikat. 

(Syekh Hisyam menerangkan kepada Mawlana Syekh bagaimana orang melihat lewat komputer.) 

Mawlana Syekh Nazim: “Subhanallah!”

25 June 2009

Zaman Namrudz akan Segera Berakhir

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

Lefke, Siprus: 9 Mei 2005 

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

 

…Setiap orang ingin menjadi nomor satu.  Tak seorang pun mau menjadi yang ke-2.  Ini adalah karakteristik diri kita. Tak seorang pun senang untuk menjadi orang ke-2.  Semua menginginkan untuk menjadi pimpinan, di mana pun.  Di zaman kita sekarang, begitu banyak orang di militer ingin untuk menjadi nomor satu, tak ingin berada di bawah suatu pemerintahan sipil.  Mereka semua ingin menjadi orang pertama.  Setiap orang ingin menjadi pusat kekuasaan, agar setiap orang lainnya berkata padanya, “Baik, Tuan!” dan mencium kedua tangannya, kakinya, dan sepatunya!  Agar diri mereka dapat menempatkan alas sepatunya di atas kepala orang lain dan mengatakan, “Kalian adalah hamba-hambaku!” Itulah jalan Setan, di mana ratusan orang dibunuh untuk membuat yang lainnya berada di bawah perintah mereka.  Setiap orang ingin untuk menjadi seorang tiran dan tak seorang pun mengatakan padanya, “Tidak!”

 

Jika manusia tidak senang apabila seseorang mengatakan padanya, “Tidak”, bagaimanakah dengan Tuhan segenap alam ini, ketika Setan mengatakan pada-Nya, “Tidak, aku tak akan bersujud (pada Adam AS)!”  Itulah suatu perbuatan yang demikian angkuh dan buruk tak terkira.  Allah SWT menjawab kepadanya, “Kau seorang setan, pergi!”  Inilah karakteristik Setan, dan sifat seperti ini ada dalam diri manusia melalui ego (nafsu=kedirian) mereka, yang memiliki struktur yang sama. Setiap orang membawa dalam diri mereka karakteristik ego yang terburuk, hal pertama yang akan mereka lakukan saat diberikan suatu kesempatan untuk menginjak kepala orang-orang, adalah mereka akan berkata, “Akulah tuhan kalian.”  Sama seperti ketika Firaun berkata, “Akulah tuhan tertinggi kalian, jadilah kalian adalah budak-budakku yang taat.”

 

Sebagaimana Grandsyekh saya (Mawlana Sulthanul Awliya’ Syekh ‘Abdullah Faiz ad-Daghestani QS) selalu berkata, “Mengapakah Muhammad SAW, menjadi seseorang yang paling terpuji dan terhormat di Hadirat Ilahi?  Karena beliaulah yang paling rendah hati di antara seluruh ciptaan (makhluk) Allah SWT.” Beliau selalu duduk seakan bagai seorang hamba di hadapan tuan pemiliknya, dan selalu pula makan sebagai seorang hamba atau pekerja yang makan di hadapan tuan pemiliknya.  Beliau tak pernah duduk di atas meja.  Karena itulah, tak seorang pun mencapai kedudukan seperti beliau di Hadirat Ilahiah, tak seorang pun dihormati dan dipuji di Hadirat Ilahiah sebanyak Penutup para Nabi SAW.  Karena itulah, Allah SWT memberikan salam bagi beliau, dengan mengatakan, “As-Salaamu ‘Alayka Ayyuha an-Nabiyyu”, “Keselamatan bagimu, wahai Nabi SAW!” Dia Subhanahu wa Ta’ala tidak mengatakan, “Keselamatan bagimu, wahai Muhammad SAW.”  Tidak!!  Melainkan Ia Subhanahu wa Ta’ala mengatakan, “Keselamatan bagimu, Wahai Nabi SAW!”  Dan kita kini mengulangi salam dari Allah SWT bagi Nabi SAW tersebut lima kali dalam salat-salat harian kita, saat kita melakukan tasyahhud.  Salam Ilahiah ini tidaklah dikaruniakan bagi siapa pun yang lain.  Ini adalah puncak tertinggi suatu pujian dari Tuhan segenap alam bagi Nabi-Nya.  Beliau telah mencapai suatu puncak tertinggi di mana tak seorang pun yang lain mencapainya, semata karena kerendahan hatinya.  Karena itu pula, beliau mewakili Keagungan Allah SWT dalam seluruh ciptaan.  Ego Nabi SAW telah habis dan berserah diri, tak seperti ego-ego kalian.  Tak ada lagi pemberontakan, mengatakan, “Tidak, tidak…”  Tidak! Melainkan beliau adalah dia yang paling tawadhu’ (rendah hati) di Hadirat Ilahiah.



 Berbagai gedung tinggi yang merepresentasikan ego Namrudz.


Wahai manusia yang mencari kehormatan di Hadirat Ilahi, berusahalah untuk lebih tawadhu’!  Namun, kini, Setan tengah mengajari manusia bagaimana menjadi yang pertama, nomor satu.  Setan mengajari manusia bagaimana memiliki ego seperti ego Namrudz.  Karena itulah, setiap orang kini ingin mewakili Namrudz, bukan untuk mewakili Sang Penutup Para Nabi, Sayyiduna Muhammad SAW.  Itulah masalah zaman ini, (jika demikian) bagaimana mereka dapat menjadi orang yang berbahagia? Mereka hanya akan berperang satu sama lain.  Kehormatan sejati hanya dapat diperoleh dengan berusaha untuk ber-tawadhu’ sebanyak mungkin.  Hanya dengan jalan seperti itulah, kalian akan bangkit dan naik.  Tetapi, selama kalian mengatakan, “Aku, Aku, Aku adalah presiden, Aku adalah perdana menteri, Aku Jenderal, Aku Letnan…” maka Setan akan membusanai diri kalian dengan sifat-sifat Namrudz.

 

Hari ini, sekelompok kecil manusia tengah menaruh manusia lainnya di bawah kaki mereka, di Eropa, Afrika, Arabia, Amerika, Asia, di mana pun.  Tetapi, ini akan berakhir.  Begitu banyak tanda bermunculan saat ini, dan orang-orang akan berkata pada ‘hewan-hewan liar’ tersebut, “Cukup!” Kami harus merobohkan tiran-tiran itu, memotong-motong mereka  dan membawa mereka ke bawah kaki kami.

 

Kini, musim panas tengah datang dan musim dingin baru berlalu.  Pemerintahan musim dingin telah habis, dan musim panas tengah mengambil kekuasaan di tangannya.  Sang Musim Panas berkata pada sang Musim Dingin, “Segala sesuatu kini berada di bawah kekuasaanku, aku mengalahkan pemerintahanmu…” Kini, pemerintahan para tirani telah habis.  Sejak 1789 hingga sekarang, adalah musim mereka. Kinilah saatnya mereka akan mengembalikan apa yang mereka ambil dari rakyat, dan rakyat akan menaruh para tiran itu di bawah sol sepatu mereka, dibantu oleh dukungan langit!  Tak ada pasukan atau perwira militer yang mampu menyelamatkan tiran-tiran itu…

 

Semoga Allah SWT tak pernah meninggalkan diri kita pada karakteristik ego yang kotor, dan semoga Ia Subhanahu wa Ta’ala mengirimkan pada kita hamba-hamba-Nya yang terberkahi oleh-Nya untuk menyelamatkan diri kita dari kezaliman seperti itu.  Semoga Ia Subhanahu wa Ta’ala mengirimkan ular-ular ke kepala para tiran itu untuk menelan mereka.  Panji-panji Islam mesti bangkit dan panji-panji Setan harus turun ke bawah kaki.

 

Ini bukan kata-kata saya, ini adalah pidato langit.  Saya pun tak tahu apa yang tengah saya ucapkan, tetapi mereka mengirimkan dan memancarkannya melalui diri saya dari tempat sederhana ini ke seluruh dunia.  Terserah kalian untuk mendengarkannya.

Sistem Pemerintahan yang Islami

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Pertanyaan (Lady Khadijah):  Apa yang dapat diterima dalam sistem pemerintahan yang Islami?


Jawaban Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani QS:

Ini adalah pertanyaan yang penting,  agar jawaban yang diberikan berguna bagi kaum Muslimin; juga bagi kaum Kristiani, Yahudi dan semua keyakinan seluruh umat manusia.  Suatu pertanyaan yang sulit dijawab karena ini amat penting dan agar dipahami secara baik. 

Bismillaahi r-Rahmaani r-Rahiim

Islam dan pemerintah, Anda mengatakan Monarki, Demokrasi  dan Teokrasi, mana yang diterima dalam Islam?

Pertama, kita katakan bahwa Islam berdiri sendiri, tidak harus mengikuti ketiganya.  Islam mempunyai sistem pemerintahan yang asli.  Lewat perintah surgawi yang dikirim Tuhan bagi hamba-hamba-Nya agar kondisi mereka mendekati sempurna, baik secara individu maupun secara kolektif dalam kehidupan mereka.

Orang-orang mungkin mengatakan adanya Monarki, Demokrasi atau pun Teokrasi dalam Islam.  Islam berada di atas ketiga sistem pemerintahan ini.  Islam menerima bahwa seseorang harus berada dalam kontrol suatu negara.  Seluruh bangsa harus memberikan jaminan, dukungan dan kepatuhan pada rakyatnya.  Harus!

Yang paling utama dalam sistem pemerintahan Islam adalah: kekuatan/pimpinan berada dalam tangan satu orang, bukan pembagian, karena bila ada sekutu (mitra) di dalamnya, akan muncul lebih banyak masalah.  Negara yang mempunyai berbagai kelompok yang berkuasa terdapat banyak perselisihan, tidak ada kedamaian dan kepuasan.  Selama kelompok-kelompok ini tidak damai, negaranya akan menderita masalah yang sama. 

Islam memerintahkan bahwa pimpinan dipegang oleh satu orang.  Itu yang terbaik.  Lalu kita bandingkan Demokrasi  dengan sistem Islami.  Pertama, hal utama dalam Demokrasi adalah hak-hak asasi manusia dan kebebasan.  Orang-orang tidak tertarik pada masalah lain kecuali kedua hal ini.

Dalam Islam dikatakan, daripada menuntut hak-hak manusia (karena Islam menerima hak-hak manusia sama dengan kewajiban), penuhi kewajiban kalian dulu untuk menerima hak-hak kalian.  Ini adalah hal yang sangat penting.  Penuhi kewajiban dulu untuk menerima hak-hak kita.  Tanpa kewajiban, tidak ada hak-hak.

Namun, Demokrasi  memberi hak-hak tanpa adanya kewajiban-kewajiban.  Islam adalah untuk keadilan. Demokrasi  untuk kebebasan.  Islam meminta keadilan bagi mereka, bukannya kebebasan mutlak.

Demokrasi  memberi kebebasan mutlak.  Islam memberi hak-hak rakyat setelah kewajiban dilaksanakan  – hak dan keadilan.  Inilah perbedaan antara visi Demokrasi  Islam dan Demokrasi  Barat.  Orang-orang Barat hanya meminta hak-hak manusia tanpa kewajiban-kewajiban, dan meminta kebebasan sebanyak-banyaknya yang bisa diberikan oleh negara.  Jika seorang murid tidak mau belajar ketika ujian, bagaimana dia bisa lulus? 

Inilah kesempurnaan visi Islam.  Demokrasi  Eropa dan Barat tidak sempurna dan tidak berguna, mengerikan dan berbahaya bagi umat manusia.  Tak ada masa depan.  Mereka sedang mempersiapkan rakyat pemberontak yang hanya meminta hak-hak mereka tanpa memikirkan kewajiban dan keadilan. 

Islam mengatakan, “Tidak!”  Penuhi kewajiban kalian dulu baru ambil hak-hak kalian.  Kami menjunjung hak-hak manusia, hak-hak asasi tersebut tersedia setelah kalian melaksanakan kewajiban.  Kami melaksanakan keadilan.

Jangan katakan, ‘Saya bebas melakukan apa pun yang saya mau.’  Kalian tidak hidup sendiri, jutaan dan milyaran orang berada di sekeliling kalian.  Kalian tidak bisa melakukan apa pun semau kalian.  Jika seorang penumpang pesawat mengatakan, ‘Aku mau menyalakan api untuk membuat teh. Aku bebas melakukannya.’  Apakah kalian akan mengizinkan dia untuk melakukan hal ini?  Dia mempunyai hak, mengapa kalian melarang kebebasan dia?

Kekacauan terjadi akibat terlalu banyak kebebasan.  Keadilan adalah untuk menjunjung hak orang lain sama halnya dengan  hak-hak kalian yang ingin ditegakkan.  Jika kalian melukai orang, kami akan menangkap dan memasukkan kalian di bui seperti hewan, singa, macan, dan tidak boleh bebas berada di luar.  Inilah visi Islam tentang Demokrasi.

Demokrasi  Barat ada sejak masa Revolusi Perancis.  Mereka akan merayakan ulang tahun  ke-200 pada tahun 1989, merayakan sebuah revolusi yang salah.  Demokrasi  yang digunakan mereka  dari A-Z adalah tidak berguna, merusak dan amat berbahaya.

Demokrasi  Eropa mengatakan bahwa tanpa kewajiban-kewajiban pun kalian tetap mempunyai hak-hak.  Dari mana mereka mendapat ide-ide itu?  Dari kitab mana?  Siapa yang mengatakan ide tolol itu?  Hak-hak tanpa ada tanggung jawab. 

Islam menjaga pimpinan berada di tangan satu orang agar  keadilan bisa dijaga.  Kemudian, pemimpin menjaga hak-hak orang-orang yang telah melaksanakan kewajiban – yang tidak melaksanakan kewajiban tidak mendapat hak-haknya.  Visi Islam adalah sistem terbaik bagi seluruh umat manusia.  Demokrasi  yang benar, yaitu Theokrasi Islam.

Jika seluruh dunia setuju dengan visi ini, mereka akan selamat dan mencapai kedamaian yang absolut.  Kalau tidak, mereka akan berselisih, perang dan memakan satu sama lain tanpa menjadi masalah.  Tanpa memasak, mereka dapat saling memakan:  Inggris dengan Jerman, Jerman dengan Perancis, Rusia dengan Jerman, Jepang dengan Cina.

Mereka tidak akan berhenti sampai mereka menganut visi Islam.  Islam mengatakan, bayar kewajiban dan ambil hak-hak kalian.  Tak ada kebebasan tanpa keadilan.  Kebebasan hanya ada di hutan, silakan pergi ke sana!  Jika kalian hidup bermasyarakat, maka kalian tidak sendiri.

Sangat disayangkan bahwa di wilayah-wilayah Islam, mereka tidak memahami hal ini.  Tidak masalah bila Kristen, Yahudi dan masyarakat lain, tetapi dunia Islam sendiri tidak memahami apa yang dimaksud dengan visi Islam dalam sistem pemerintahan.

Ini yang terbaik!  Ya, dalam Islam, manusia membutuhkan manusia.  Itu aturan utama.  Seorang raja membutuhkan rakyat, mereka yang miskin membutuhkan orang kaya, dan sebaliknya orang kaya membutuhkan orang miskin, pekerja membutuhkan orang yang mempekerjakannya dan sebaliknya.  Kepala butuh kaki, kaki butuh kepala.  Itulah Islam.

Kita tidak bisa menjadikan kaki sebagai kepala atau sebaliknya.  Atau memotong kepala sehingga hanya ada kaki saja seperti yang para komunis lakukan pada rakyatnya.  Mereka berkata, “Tidak ada kepala dalam sistem kami – semua orang adalah sama.”  Artinya, hanya ada kaki-kaki tanpa kepala, mereka semua adalah kaki. Begitukah?  Jika kalian meletakkan ‘kaki’ atau pekerja sebagai pemerintah, bisakah itu?  Bagaimana bisa pekerja dijadikan pemerintah?  Mereka adalah para pekerja, buruh – bagaimana bisa buruh-buruh duduk dalam pemerintahan?

Inilah aturan yang abadi dalam Islam: letakkan setiap orang pada posisi yang sesuai dengannya.  Insinyur sebagai insinyur, pekerja sebagai pekerja, buruh sebagai buruh, petani sebagai petani, raja sebagai raja, gubernur sebagai gubernur, demikian juga dengan polisi dan pebisnis. 

Maka dari itu tidak ada pemilihan dalam Islam.  Pemilihan adalah batil, salah!  Bisa saja orang-orang berkumpul untuk meminta ‘satu kaki’ menjadi ‘kepala’ --  atau semua ‘kaki’ meminta untuk menjadi ‘kepala’.  Dalam Islam, yang pertama adalah kemampuan dan kemudian pelayanan.  Berikan pelayanan dulu, lalu buatlah ranking/urutan.  Siapa yang mempunyai kemampuan, akan selalu naik rankingnya. Seluruh dunia harus diubah.  Jangan ada pemilihan, karena pemilihan bisa saja menjadikan kaki sebagai kepala, dan menjadikan kepala sebagai kaki. 

Hubungan Islam dengan negara-negara lain juga penting. Jagalah selalu hubungan baik dengan tetangga kalian sehingga terjadi ekonomi bebas, sebuah sistem liberal, tidak ada  penghalang bagi gerakan antar manusia.  Hubungan baik, toleransi dan tidak menyulitkan sesama manusia.  Jaga kehormatan masing-masing negara, kirim dan terimalah duta-duta bangsa, permudah kepergian dan kedatangan, jangan terlalu banyak dihalangi.  Permudah kesepakatan antar muslim.  Para pengunjung mendapat kebebasan, dihormati dan diterima.  Harus dipantau, siapa yang baik dan siapa yang buruk,  sehingga tidak ada yang saling terganggu.  Harus ada hubungan yang baik antar negara Islam dan negara-negara lainnya.  Pemerintah harus menegakkan keadilan, dan tidak kasar.  Ketidakadilan dan  kekejaman dilarang dalam Islam.

Semua orang harus menerima hak-haknya.  Dalam Islam  hak-hak asasi adalah bagi siapa pun yang telah memberi pelayanan.  Kalian harus mengusahakan hak-hak tersebut. Tidak ada hak-hak lahir sebagai dokter, insinyur, atau jendral.  Kalian pikir mereka mendapat status itu tanpa berusaha? 

Kita lahir dengan hak-hak dasar seperti bernafas, makan dan minum.  Jika kita menginginkan hak-hak yang lebih, seperti hak untuk menjadi seorang dokter, maka kalian harus bekerja dan menghasilkan.  Komunis mengatakan, “Kita harus sama, ambil dari yang kaya untuk diberikan pada yang miskin,”  hak macam apa itu? 

Bekerja, menghasilkan dan ambil.  Siapa yang akan melarang kalian?  Islam tidak pernah melarang orang untuk bekerja dan menjadi kaya.  Mengapa kita melarang orang-orang untuk menjadi kaya?  Kalian harus hidup dan bekerja, rakyat harus digaji karena usahanya. Kesempatan bebas bagi siapa pun.  Kalian boleh bekerja, mendapat bayaran, bahkan meningkat sampai bisa hidup di dalam istana.

Jika kalian malas, tidak bekerja dan tinggal di gubuk, lalu mengatakan kita harus menyerang mereka yang tinggal di istana.  Apakah ini hal yang benar?  Inikah hak-hak asasi manusia?  Mereka bisa naik Rolls Royce dan kita mengendarai bis, lalu saya  katakan, “Orang besar mobilnya juga besar.”  Mengapa harus marah?  Di bawah perintah kalian, banyak ratusan bis-bis merah, panggil saja satu, murah. 

Katanya, “Kami punya hak untuk naik Rolls-Royce”  - carilah penghasilan dan naiklah Rolls-Royce atau mobil-mobil mewah lain.  Islam tidak pernah mengizinkan orang-orang untuk tidak bekerja.  Selama dunia ini berputar, pekerjaan tidak akan pernah berhenti.  Jika kalian ingin bekerja, carilah pekerjaan.

Lihatlah di London ini, orang-orang datang mencari kerja. Jika pemerintah mengizinkan, jutaan orang akan datang dan bekerja.  Namun mereka  mengatakan, tidak ada pekerjaan. Jika tidak ada pekerjaan, mengapa orang-orang itu datang?

Kesombongan membuat orang-orang tidak bekerja, kedua: malas, ketiga: mereka senang mendapat uang gratis dari pemerintah.  Itulah yang membuat rakyat malas.  Islam menolak aturan semacam itu.  Islam mengatakan, pertama: pertanian lalu perdagangan kemudian pabrik.  Tidak perlu minta pekerjaan pada pemerintah.  Dalam Islam tidak ada yang namanya ribuan pegawai, banyak departemen-departemen.  Islam sungguh sederhana. 

Wa min Allah at tawfiq

20 June 2009

Minyak untuk Rakyat

Shuhba Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani QS

Siprus, 17 November 2003

 

Destur ya Sultanu-l Awliya, Meded, Destur ya Rijalallah,

ya 'Ibadallahi muhlisin, Meded.

A'uudzu billaahi minas-syaythaanir-rajiim

Bismillahir-rahmanir-rahiim

la hawla wa la quwatta illa bi-llaahi-l 'Aliyu-l 'Azhim.


Jika kalian mengatakan, ”Ya Tuhan, tolonglah kami!”  Maka pertolongan surgawi akan mengalir.  Ada sebuah sungai yang mengalir melewati desa ini menuju ke lautan.  Siapa yang membutuhkan, bisa membuka air itu ke tempatnya untuk digunakan dengan gratis.  Itu adalah anugerah dari Allah SWT bagi hamba-hambanya.  Nabi SAW melarang siapa pun untuk menguasai AIR, API dan PADANG RUMPUT bagi kepentingan pribadi.  Tak seorang pun boleh menahan 3 hal tersebut.  Jika berasal dari pegunungan dan daerah-daerah yang tak bertuan, maka tak seorang pun yang dapat menguasai, membeli atau pun menjualnya.

Tak seorang pun bisa mengatakan, “Jangan membawa ternakmu ke daerah ini.”  Ini adalah sebuah kesalahan besar bagi pemerintah, apalagi memisahkan binatang-binatang dari daerah pegunungan.  Ini melanggar syariat, hukum Ilahi.  Pemerintah tidak boleh mengatakan, “Ini milik kami!”  Memangnya siapa kalian?  Tugas pemerintah adalah menjaga dan mengawasi rakyat, tidak untuk menindas.  Dan antar rakyat tidak boleh saling mencuri dan berbuat jahat.

Ketika ada yang melarang rakyat untuk mengambil air yang berasal dari pegunungan, dan sungai-sungai, dan mengharuskan mereka untuk membayarnya, maka itu adalah haram!

Di beberapa wilayah, orang-orang membuat api untuk menghangatkan tubuh atau menjaga diri dari binatang buas.  Untuk api juga tidak boleh ada pelarangan.  Seorang alim yang kami sebut sebagai perpustakaan berjalan, karena jika kalian bertanya apa pun, dia akan menjawab tanpa mencari di buku-buku  perpustakaan.  Ingatan mereka amat kuat dan luas, ia adalah paman Syekh Hisyam QS dan Syekh Adnan QS, Syekh `Abdullah Alayli QS, yang memberikan fatwa tentang api: 

Apa yang Rasulullah SAW maksudkan adalah yang mengalir.  Arti api di sini adalah bahan bakar, minyak yang datang dari Malaysia, Brunai, India, Filipina, Arabia, Baghdad, Suriah, Turki, Rusia, Libia, Mesir, Yaman dan negara-negara penghasil minyak lainnya. Nabi SAW tidak mengatakan kayu-kayu yang dijadikan api, namun yang dimaksud Nabi SAW adalah: minyak bumi, bahan bakar.  Nabi SAW mengatakan bahwa semua negara yang mengamalkan syariat, aturan suci, hukum surgawi harus paham bahwa apa pun yang berasal dari bumi, maka umat Muhammad SAW harus mendapat bagian, tidak boleh ada yang menahannya.  Siapa pun! 

Itu adalah fatwa yang kuat.  Maka saya katakan siapa pun yang berkuasa di Baghdad, raja, sultan, Malik; harus memberi warga negaranya bagian dari apa yang Allah SWT anugerahkan pada mereka, yaitu minyak.  Namun terjadi fitnah, sultan mereka adalah seorang tiran yang menahan minyak untuk diri mereka sendiri, juga di mana pun di negara Islam, tiran-tiran menguasai minyak dan tidak memberikan apa pun pada rakyat.  Itu adalah haram!

Sampai mereka mematuhi syariatullah, Allah SWT tidak akan menolong mereka.  Semua warga negara di bawah seorang pemimpin atau raja yang telah memberikan sumpahnya harus mendapatkan bagian.

Saya mendengar bahwa Irak mendapat keuntungan pertahun  sebesar 25 milyar dollar dari penjualan minyak.  Berapa orang yang hidup di sana?  25 juta orang.  Bahkan jika pemerintah menggunakannya untuk kebutuhan administrasi dan kebutuhan rakyat sendiri – adalah 10 milyar, kemudian 5 milyar untuk kebutuhan kerajaan dan wilayah-wilayah lain di dalamnya.  Masih sisa 10 milyar, itu harus diberikan pada rakyat!  Besar atau kecil, setiap tahun rakyat harus diberi bagian, sehingga mereka hidup dengan tenang.

Orang-orang tidak bertanya ke mana larinya 10 milyar dollar pertahun itu.  Ke mana dikirim, untuk tujuan apa? Untuk membuat patung emas?  Bukan, tetapi untuk patung besi, ribuan mobil, istana-istana, perhiasan emas yang tak terhitung jumlahnya, untuk apa?  Tak ada orang Arab yang menanyakan ini?  Mengapa?  Allah SWT akan menanyai mereka, karena sama saja mendukung orang berbuat zalim, yang tidak menolong rakyat dan mematuhi perintah Ilahi.

Raja harus memberikan 10 milyar bagi ke-25 juta rakyat.  Berapa yang akan diterima setiap orang?  400 - 500 dollar per orang per tahunnya.  Jika satu keluarga ada 5 orang maka harus diberikan bagian pada keluarga itu 2000 dollar.  Itu paling sedikit.

Lihatlah keistimewaan Nabi SAW, bagaimana beliau membawa solusi bagi kesulitan bangsa-bangsa.  Itu sudah cukup, bagian untuk rakyat agar bisa disimpan.  Ini bukan uang dari hasil bekerja atau gaji mereka.  Mereka bisa bekerja dan memperoleh penghasilan, namun ini adalah masalah lain.  Allah SWT yang menganugerahi 25 juta orang dengan 10 milyar sebagai bagian untuk mereka.  Mereka harus mengatakan, “Syukur ya Rabbi, Syukur ya Rabbi, Syukur, Alhamdulillah!” 

Namun tak ada seorang pun yang diberi, bahkan 1 real pun tidak.  Di Arab Saudi ada sumber minyak yang besar dengan hasil yang luar biasa.  Di mana semua itu?  Ada sedikitnya 30 juta penduduk di Saudi Arabia.  Ke mana hal itu disalurkan?  Apakah Allah SWT memerintahkan hal itu untuk disimpan, dijaga sebagai harta bagi mereka sendiri atau untuk diberikan?  'Wa anfiqu fi sabi-lliah', 'wa-lladzina yuqimuuna shalata wa yunfiquna min-ma razaqnahum'. Infak! Allah SWT menganugerahi mereka minyak bukan untuk disimpan sebagai harta, tetapi untuk diberikan pada rakyat!

Tidak akan ada masalah, tak ada gunanya uang kertas.  Kalian bisa menggunakan emas dan perak.  Tak ada krisis ekonomi. Triliyun pound, riyal, Euro dan dollar disimpan di bank!  Mengapa disimpan di sana?  Mengapa tidak digunakan untuk ibadah di jalan Allah SWT?  Untuk kepentingan hamba-hamba Allah SWT?  Apa yang kalian lakukan?  Apakah ini manusiawi?  Pada akhirnya mereka akan dimasukkan pada Mercedes atau Rolls Royce warna hitam, menutupnya dan diantar ke pemakaman.  Kebodohan macam apa ini?

Singa adalah seekor binatang buas.  Dia berburu, makan dan meninggalkan sisanya.  Hal itu mengajarkan manusia agar membagikan apa saja yang telah kalian raih.  Singa yang telah kenyang akan meninggalkan hasil buruannya, siapa pun yang mau dapat mendatangi dan memakannya.  Hanya beruang yang menggali tanah dan mengubur hasil buruannya, tidak mengizinkan siapa pun untuk memakannya.  Menyimpan.  Kebanyakan orang seperti beruang.  Mereka makan dan makan, sisanya disimpan.  Simpan dan selamatkan harta itu, namun kalian sendiri tidak akan terselamatkan!

Siapa pun yang menyimpan uang dan tidak diberikan di jalan Allah SWT, maka tidak akan selamat dari neraka!  Jika manusia mengikuti apa yang Allah SWT perintahkan maka dunia ini seharusnya seperti surga.  Namun mereka mengikuti ajaran setan, tidak mengikuti apa yang Nabi SAW ajarkan. 

Ada Firaun yang disimpan dan dikubur bersama harta-harta mereka.  Apa yang terjadi?  Apa yang mereka selamatkan?  Bisakah hartanya menyelamatkan dia?  Orang-orang mengambil perhiasan-perhiasan mereka dan meletakkan Firaun dalam kotak kaca agar bisa dilihat orang.  Waktu saya masih di Sekolah Dasar, pada buku sejarah diperlihatkan kepala Ramses kedua.  Jelek sekali!  Harta tak mampu menyelamatkannya.  La hawla wa la quwatta.

Jika kalian meminta, “Ya  Allah, berilah kami pertolongan dari Samudra Pertolongan-Mu yang tak ada batasnya.”  Maka Allah SWT akan menjawab, “Rahmat-Ku selalu mengalir, ambillah sesukamu.”  Mintalah, maka kalian akan diberi.

Namun jika kalian tidak meminta, kalian tak akan bisa meraihnya, bukan begitu?  Karena rahmat Allah SWT selalu mengalir dan gratis, bukan seperti pemerintah-pemerintah saat ini.  Mereka seperti tiran-tiran yang menguasai dengan tangannya dan menahan kalian untuk hidup layaknya manusia bebas yang diberi kehormatan – mereka merampas kehormatan kalian.  Para tiran tidak seharusnya berkuasa, periode mereka sudah lewat.

Semoga Allah SWT memaafkan saya dan merahmati kalian. Memberi kalian kehormatan dari Nabi yang paling terhormat, Nabi Muhammad SAW. Fatiha.

Wa min Allah at tawfiq

19 June 2009

Bagaimana Kita Melindungi Anak-Anak Kita?

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin  

Banyak di antara saudara saudari kita yang mengkhawatirkan anak-anaknya dan mereka bertanya kepada saya, “Apa yang bisa kami lakukan?”  Saya melihat bahwa orang tua membiarkan anak-anaknya tinggal di rumah dan mereka memberi pendidikan di rumah, karena mereka takut bahwa masyarakat akan menyakiti mereka sehingga mereka bisa kehilangan anak-anaknya.  Jadi apa yang bisa kita lakukan?  Mereka berpikir jika mereka menjaga agar anak-anak tetap berada di rumah, dan jika mereka tidak mempunyai TV di rumah mereka dan jika mereka memberinya pendidikan yang keras, itu akan lebih baik.  

Orang yang telah dewasa mengetahui apa yang berlangsung dalam kehidupan ini dan mereka mempunyai perlindungan.  Mereka dapat melindungi diri mereka agar tidak terpengaruh dengan masyarakat dan kebodohan serta aktivitas yang buruk.  Saya melihat masyarakat Dar-ul-Salam di New Mexico, di mana hanya ada 2 atau 3 keluarga yang hidup bersama anak-anaknya.  Padahal itu dibangun untuk menampung ratusan bahkan ribuan Muslim dan untuk hidup dalam kehidupan yang Islami.  Ini bukan suatu ide yang baik.  Lebih baik kalian membawa keluarga kalian untuk keluar dari negeri ini dan pergi ke tempat yang lebih aman, jika kalian takut anak-anak kalian akan kehilangan Imannya.  Bawa seluruh anggota keluarga ke tempat yang lebih baik di mana masyarakatnya tidak seperti di barat.  Atau jika kalian ingin tinggal di sini dan kalian ingin mencoba melindungi anak-anak dengan mencegah mereka melihat TV, video, sinema, teater, majalah dan koran, maka kalian hanya akan bisa melakukannya untuk waktu yang singkat saja, sampai anak-anak mencapai usia dewasa.  Atau paling tidak sampai mereka berusia 9 atau 10 tahun.  Setelah itu sangat sulit bahkan hampir mustahil untuk mencegah mereka.  

Jadi, seperti kisah yang disebutkan dalam al-Qur’an bahwa Allah SWT menguji tentara Saul dan berkata kepada mereka, “Kalian akan mencapai sungai dan hanya diizinkan untuk minum seteguk air.”  Hanya sedikit orang yang dapat mengontrol diri mereka dan dapat mematuhi Perintah Ilahi yang Suci.  Jadi mereka menceburkan diri mereka ke dalam sungai itu untuk minum dan minum… dan mereka tidak pernah puas!  Mereka yang hanya mengambil seteguk air merasa puas.  

Sekarang, kembali ke generasi muda yang sedang tumbuh, jika kalian berusah mencegah mereka, 100% kalian tidak akan bisa melakukannya.  Jadi berikanlah mereka sedikit dan katakan, “Cukup!”  lalu tinggalkan mereka sesuai dengan kehendak Allah SWT.  Jika kalian mencegah 100% tidak akan ada hasilnya, kalian justru akan mendapat hasil yang sebaliknya. Seperti ketika kita menggunakan vaksin untuk mencegah penyakit, kita masukkan racun yang sama ke dalam darah dan itu akan mempersiapkan daya tahan tubuh.  Kadang-kadang kita akan menderita sakit yang ringan setelah vaksinasi, yang kemudian akan sembuh dan tubuh akan siap terhadap serangan berikutnya.  

Bahkan dengan video dan TV banyak sekali racunnya, tetapi kita tidak harus melarangnya secara total, hasilnya malah sebaliknya.  Jika kalian merasa senang untuk membuka satu jendela, bukan pintu, maka lakukanlah.  Anak-anak kalian dapat melihat lewat jendela itu dan ikut merasa senang, dan mungkin dengan Kehendak Tuhan, mereka akan merasa jenuh.  Seperti halnya orang-orang yang jenuh dengan menonton TV dan video.  Hikmah Ilahi yang membuat orang merasa jenuh.  Karena jika seseorang memakan makanan yang istimewa setiap hari, dia akan merasa jenuh.  Jadi kalian melihat bahwa Allah SWT memberi kita begitu banyak kenikmatan yang dapat kita manfaatkan.  Kita tidak hanya memperoleh jerami, seperti binatang, atau gandum, atau barley atau rumput…tidak, tetapi segalanya!  Sehingga hamba Allah tidak akan merasa jenuh.  Kalian dapat melakukannya seperti yang terjadi selama Perang Teluk, orang-orang duduk sejak pagi hingga petang menonton CNN.  Hari kedua mereka berkata, “Apa itu CNN?” dan pada hari ketiga mereka merasa jenuh dan tidak ingin lagi mendengar soal itu.  Dan CNN yang kita lihat tidak hanya dalam bahasa Inggris, mereka membuat terjemahannya ke dalam bahasa Turki yang kadang-kadang bagian awalnya hilang, kadang pula bagian akhirnya yang hilang.  Sungguh terjemahan yang aneh.  Tak seorang pun yang memahaminya.  Bukannya mengatakan bahwa Amerika dibombamdir, mereka malah mengatakan bahwa Irak yang dibombardir… Sungguh suatu terjemahan yang bodoh.  

Jadi biarkan jendela itu terbuka.  Karena jika kalian membuat situasi yang istimewa untuk anak-anak, mereka akan bertanya, “Mengapa?  Apa alasannya sehingga kami tidak boleh pergi ke sekolah?  Kami juga ingin mendapat teman…”  Dan setelah beberapa lama mereka akan melarikan diri dan mulai berbohong sehingga akan lebih buruk keadaannya.  Jadi, jika kalian ingin mengajarkan mereka di rumah, itu boleh saja, tetapi jika kalian dapat mengontrol mereka ketika mereka pergi ke sekolah, maka itu lebih baik.  

Itu adalah sesuatu yang merupakan karakteristik ego kita, yaitu sibuk dengan segala sesuatu dengan cepat lalu kembali dengan perasaan jenuh.  Jika kalian menerapkan disiplin yang ketat mereka akan mencoba melompatinya.  Buatlah sesederhana mungkin dan itu akan lebih mudah bagi kalian dan bagi anak-anak kalian.  Jika kalian tidak merasa puas dengan situasi yang terjadi, maka bawalah anak-anak kalian ke tempat yang lebih baik di mana akan lebih mudah.  Di sini sangat sulit untuk menjaga agar mereka selalu bersama kalian.  Ketika mereka tumbuh, mereka akan melarikan diri dan sangat sulit bagi kalian untuk menemukan mereka.  

Karena banyak sekali pusat-pusat setani yang mengincar generasi muda, baik lak-laki maupun perempuan.  Banyak sekali Setan yang memburu mereka.  Jadi berusahalah untuk membuat mereka percaya akan keberadaan Allah SWT sampai mereka menginjak usia yang cukup untuk melakukan wudu mereka, lalu katakanlah, “Ya Tuhanku, Aku telah melakukan apa yang bisa kuperbuat, sekarang Aku memohon kepadamu untuk melindungi mereka.  Aku telah menyerahkan mereka kepada-Mu.”  Dan kami berharap mereka akan mendapat perlindungan.  

Wa min Allah at taufiq

08 June 2009

Sampai Mereka Mengubah Diri Mereka Sendiri

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani QS

Masjid Aleem Siddique, Singapura

27 Januari 2005

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir ra
hmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Mu
hammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Ass
alaamu `alaykum wa rahmatullaahi wa barakutuh

Kita berusaha sebaik mungkin untuk melaksanakan apa yang dicontohkan oleh Nabi SAW.  Saya bukan seorang pengajar. Pengajar adalah orang-orang yang menulis dan berpikir banyak dengan pikiran-pikirannya.

Nabi kita SAW bukanlah seorang pengajar.  Seorang pengajar berarti kalian membaca apa yang orang-orang tulis dan mencoba untuk menghilangkan, menempelkan dan memberikan sesuatu agar orang-orang menjadi setengah tertidur, setengah terbangun, dan setengah berpikir tentang yang lain.

Namun Nabi SAW pun bersabda,  ad-diinu nasiha – Agama adalah nasihat.  Yang terpenting adalah bukan nasihat untuk kalian yang didahulukan, tetapi nasihat bagi yang berbicara. Saya harus menasihati diri dulu dan mengingatkan diri sendiri atas apa yang Nabi kita SAW ajarkan lewat Islam.  Jika saya merasa lebih dari siapa pun maka nasihat itu pun menjadi tak berarti. 

Nasihat saya menjadi seperti nasihat Iblis.  Nasihat Iblis adalah tak bermakna, mereka dikutuk karena hal ini.  Mereka datang dan berbisik kepada Nabi Adam AS dan berkata, “Allah SWT tidak memberimu izin untuk makan dari pohon itu karena hal itu akan membuatmu abadi.”  Maka beliau pun memakan apa yang ada pada pohon itu.

Nasihat itu bukan untuk kita karena hamba ini belum matang.  Kita belum mencapai kematangan.  Dulu ada seorang Syekh yang sering menjadi guru di tarbiyyah. Syekh at-Tarbiyyah adalah seseorang yang meningkatkan tingkat pemahaman kalian. Artinya dia mengajari kalian disiplin.  Beliau mengatakan pada murid-muridnya, “Aku akan mengirim kalian ke kuburan.” Itu adalah kuburan ulama. Dia pun ke sana dan melihat seorang laki-laki di gerbang menunggunya.

Keduanya membuka gerbang dan memasukinya, kadang-kadang mereka meletakkan kertas-kertas untuk memberitahu bahwa waktunya telah habis.  Saya tidak tahu apakah benar seperti itu, itu kertas tilang untuk mobil...

Lalu dia pun mengirim murid-muridnya ke kuburan itu dan menemui para ulama.  Mereka pun membuka gerbang dan memasukinya.  Dia pun melihat kuburan seorang alim yang pertama di sana.  Penjaga pintu berkata pada murid yang datang, “Subhanallah, laki-laki ini meninggal muda. Dia meninggal saat belum mencapai umur 1 tahun.”

Murid itu pun memandangnya dan berpikir, ”Apa ini? Bagaimana mungkin seorang alim yang meninggal ini berumur 1 tahun? Aku mengenalnya, beliau pernah bersama Syekhku dan beliau meninggal saat berusia 80 tahun.”

Namun dia tidak berkata apapun karena rasa hormat, disiplin dan adab.  Islam adalah etika.  Islam tidaklah kasar dan jahat.

Nabi SAW sangat lembut dalam perilaku, dalam khutbah-khutbahnya, dan dalam bergaul dengan sahabat-sahabatnya.  Nabi SAW bukanlah seorang yang keras.  Beliau datang dengan para sahabat ke Mekah dan Abu Sufyan berkata,Siapa pun yang memasuki rumah Abu Sufyan selamat.” 

Nabi SAW pun tidak membalasnya.

Kita tidak seperti itu.  Kita ini berhaluan keras.  Kita adalah orang-orang berwatak keras.  Kita melakukan balas dendam hanya untuk masalah-masalah kecil.  Pergilah keluar dan jika kalian tidak menemukan sepatu kalian di tempatnya, kalian akan marah.  Mengapa harus marah?  Ambil sepasang sepatu yang lain dan pergilah.  Pecahkan masalah tanpa bertengkar.   Mereka melakukan itu.

Mereka tidak mengatakan, “Ini pencurian, Saya tak mau melakukannya.  Saya akan pulang dengan telanjang kaki.” Mereka tidak berpikir, “Jika orang itu tidak membutuhkan sepatu saya, Allah SWT tak akan mengirim dia untuk mengambilnya sebagai sedekah dari saya.”

Dan semua orang akan tenang.

Saya mempunyai seorang guru dan kami mempunyai sebuah mesjid besar di London, di mana mereka mempunyai sebuah kotak amal.  Letaknya di dinding, dan kami tidak mengumpulkan sumbangan dengan berkeliling.  Masjidnya besar dan mungkin ada 30-40 kotak amal di seluruh bagian masjid. 

Suatu hari mereka datang dan melapor pada Syekh, Satu kotak amal rusak dan uangnya telah diambil.”  Mereka marah.  Beliau pun berkata, “Mengapa?  Jika pencuri itu tidak membutuhkan uang itu, dia pun tidak akan datang dan mengambil uangnya, maka biarkan semua kotak amal  terus terbuka dan siapa pun yang ingin mengambil bisa datang dan segera pergi.”

Mulai saat itu, kotak-kotak itu dibiarkan terbuka.  Mereka tertutup namun tidak terkunci.  Sangat memungkinkan untuk mengambil semua uang di dalamnya dan lalu pergi.  Inilah etika yang islami – agar bisa membuat pencuri merasa malu terhadap dirinya sendiri.  Saya tahu kalian di sana, ambillah.

Islam adalah rasa. Bukan sebuah pengajaran yang siap dengan berbagai lembar halaman untuk dibaca. Pengajar tidak mengerti apa yang ditulis, dan tak seorang pun mengerti apa yang dia katakan. Benar begitu? Ya, Pak. Belajar...? Menghormati.

Itulah mengapa orang alim yang pertama dikatakan Meninggal ketika umurnya 1 tahun.” Mereka menuju kuburan selanjutnya dan dikatakan,Yang itu, saya rasa belum 2 tahun sudah meninggal. Yang lain 6 tahun.  Yang lainnya lagi 10 tahun.  Tak satu pun dari mereka yang mencapai umur matang.”

Yang lain berkata bahwa dia meninggal pada umur 10 tahun, yang lain umurnya 15.

Kedewasaan, apakah itu?  Tak satu pun pernah mencapainya.  Murid itu berpikir dengan heran, “Apa yang dikatakan orang asing itu?”  Namun karena dia memiliki disiplin, dia pun tidak membantah.  Saat ini kita selalu saling membantah.

Saat saya tanya Mohammad Nassir, “Apa topik hari ini?” Jawabnya, “Sampai mereka mengubah diri mereka sendiri.” 

Dalam Bahasa Arab,  Man syabba `ala syay syaaba `ala syay. Artinya, “Barangsiapa yang dibesarkan dengan sesuatu hal, akan terus seperti itu hingga rambutnya menjadi putih.” Seperti saya, berambut putih.  Adakah di sini yang berambut putih?  Saya tak bisa bilang karena semuanya telah bercukur.

Jadi bagaimana kalian akan berubah? Allah SWT berfirman, Innaka laa tahdii man ahbabta wa laakin-allaaha yahdii man yasyaa-u wa huwa a`lamu bil-muhtadiin. 

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah SWT memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah SWT lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. [28:56]

Perubahan berasal dari Allah SWT.  Dari atas sana.  Kita belajar disiplin dan hormat, kita ikuti tuntunan Nabi SAW dan kita akan selamat.”

Murid itu pun kembali pada syekhnya dan beliau pun bertanya, “Apakah engkau pergi ke pemakaman?” “Ya”

Apakah engkau melihat keanehan?” “Ya, seorang laki-laki  datang dan mengatakan padaku kalau orang alim yang meninggal itu berumur 1 tahun, ada yang berumur 2 tahun, dan ada yang 10 tahun.”

Syekhnya menjawab, “Anakku, orang asing itu - aku kirim untuk mengajarimu bagaimana mengubah dirimu sendiri. Engkau mengunjungi seorang alim yang telah banyak umurnya, namun mereka biasa berkata sesuatu untuk "konsumsi lokal", mereka berkata dengan bibirnya bukan dengan hatinya. Mereka tidak dewasa. Mereka matang dalam belajar, namun tidak matang dalam af'al.”

Ada tahap belajar aqwaal, dan juga af'al.  Aqwaal adalah apa yang kalian katakan pada setiap orang.  Afa'al adalah apa yang kalian perbuat.  Artinya, kalian tidak mengubah diri sendiri, kalian berbicara dengan mulut tetapi tidak melakukan apa yang kalian katakan.

Itulah mengapa kalian meminta saya untuk mengangkat topik ini: innallaaha laa yughayiru ma bi qawmin hatta yughayiruu maa bi-anfusihim.  Sesungguhnya Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka mau mengubah diri mereka sendiri. [13:11]

Mengubah diri adalah suatu pengalaman yang paling berat bagi seorang hamba yang akan melaluinya.  Karena saat Jibril AS datang pada Nabi SAW dan bertanya padanya tentang agama, beliau menggolongkannya menjadi tiga: Islam, Iman, dan Ihsan.

Jika Islam sudah cukup, 5 rukun Islam; mengapa Nabi SAW harus menyebut Iman? Jika Iman sudah cukup, mengapa Nabi SAW masih menyebut Ihsan?

Al-ihsan an-t'abud Allah ka-annaka tarah. Kesempurnaan karakter adalah dengan menyembah Allah SWT seolah-olah kalian melihat Dia, dan jika kalian tidak melihat-Nya, ketahuilah bahwa Dia melihat kalian.

Bayangkan jika seseorang dengan sebuah kamera dan mengatakan akan menampilkan di TV dan mengambil gambar saat kalian sedang salat.  Apa yang kalian lakukan? Kalian akan berusaha khusuk.  Karena kamera ada di sana. Karena kalian akan ditampilkan di TV.  Kalian mencoba yang terbaik dan sebelumnya kalian berkata, tunggu, tunggu, aku akan pakai baju yang terbaik.  Seperti dia yang memakai baju ala barat.

Datang ke masjid dengan memakai baju, baju yang di sunnahkan untuk dipakai.  Kita harus membuat lelucon agar orang-orang sedikit gembira. Saat kamera ada, “Allaaaaahuuaa akbar.” Namun saat kamera tidak ada  “Allahu akbar.”

Apa yang kalian pikir tentang kamera Allah SWT? 

Malaikat-malaikat Allah SWT yang dikirim untuk memeriksa kita di kanan dan  di kiri.  Mereka adalah kamera surgawi, bukan kamera bumi. Mereka bukan mendeteksi gerakan kalian saja seperti yang dilakukan oleh kamera dunia namun mereka mendeteksi maksud kita, kekhawatiran kita, gagasan-gagasan bagus dan keragu-raguan yang buruk.

Bagaimana kalian bisa menipu di sana?  Inilah tingkat al-Ihsan.  Jadi kalian berada dalam kawasan Ilahi. Kalian berada di antara (sesuai yang di katakan Nabi SAW), namun kita tidak melihatnya, karena kita buta.

Kalian berada di antara ayd ar-rahman, di antara Tangan-Tangan Yang Maha Pemurah berdiri di sana dan malaikat-malaikat Allah SWT yang mengamati kalian. Bagaimana seharusnya salat kalian?  Itulah yang dimaksud dengan Islam, Iman, dan Ihsan.

Islam adalah mengatakan Allahu akbar, dan walaupun kalian di Mekah dan Madinah, semua hal masuk dalam hati kalian.

Lebih dari itu, Allah SWT berfirman dalam hadis pada Nabi SAW,  Al-Ihsan an t'abud Allah ka-annaka tarah.  Beribadahlah pada Allah SWT seolah-olah kalian melihat-Nya.

Dan yang pasti kalian tidak bisa melihat-Nya di dunia ini.  Untuk ini Nabi SAW melanjutkan, fa in lam takun tarah fa innahu yaraak.  Dan bagaimana kalian dapat mengatakan Allahu akbar jika di dalam hati kalian memusuhi saudara muslim lainnya.

Begitu masuk salat, semua hal buruk masuk dalam pikiran, tentang menyakiti  tetangga kalian, tentang bunga bank yang masuk dalam tabungan kalian, dan tentang wanita cantik yang tinggal di sebelah rumah.

Inilah yang Syekh berusaha mengajari kalian. Para ulama meninggal, namun mereka belum mencapai kedewasaan.

Lalu dia mengirim murid itu ke kuburan lainnya dan dia melihat orang asing yang sama sedang berdiri di sana.  Laki-laki itu berkata, “Yang itu meninggal saat berusia 50 tahun, Subhanallah yang itu meninggal saat usianya 100 tahun.  Dan yang itu berusia 200 tahun,  yang di sana usianya mencapai 300 tahun.”

Dia pun kembali pada Syekh dan Syekh berkata, “Ya, yang itu telah meninggal dan mencapai kedewasaan.”  Ada 2 tipe ulama: 'alimun jahl, orang terpelajar yang tidak bertindak pada apa yang mereka pelajari dan 'alimun 'amil – mereka yang telah Allah SWT berkahi lebih dan lebih lagi.

Renungkan apa yang telah Allah SWT berikan kepada kalian dan bagaimana cara untuk mengangkat kalian mencapai kesucian diri, dengan merenung melalui muraqabah pada Allah SWT, bagaimana kalian menghabiskan waktu dengan mengingat-Nya dengan dzikrullah.

Aladziina amanuu wa tathma-innu quluubuhum bi dzikrillaahi alaa bi dzikrillaahi tathma-innul-quluub – (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah SWT.  Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah SWT-lah hati menjadi tenteram. [13:28]

Perenungan tersebut, bertafakur selama satu jam, kalian akan diberi pahala seperti kalian beribadah selama setahun.

Jika kalian seorang pengusaha, saya tidak tahu berapa banyak mereka di sini, berapa banyak waktu yang kalian habiskan untuk menata keuangan agar baik setiap harinya.  Bukan hanya itu, kalian menyewa akuntan untuk memeriksa apakah ada kesalahan atau tidak.

Mengapa?  Karena kalian takut pegawai pajak datang dan mengauditnya, jika kalian berbuat salah, maka mereka akan menghukum kalian.

Tidakkah kalian berpikir bahwa Allah SWT akan mengaudit kalian juga?

Fa man ya`mal mitsqaala dzarratin khayray-yarah. Wa man ya`mal mitsqaala dzarratin syarray-yarah.  Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya. Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya. [99:7-8]

Allah SWT akan menanyakan pada kita sekecil apa pun yang kita lakukan, tiap kebaikan dan kejelekkan yang kita lakukan.

Kemudian bagaimana?  Dia akan mengampuni kita.  Karena kita semua akan berbuat dosa kecuali Nabi SAW yang tidak mempunyai dosa.

Qul yaa `ibaadiya alladziina as-rafuu `ala anfusihim laa taqnathuu min rahmatillaahi inna Allaha yaghfirudz-dzunuuba jamii`an innahu huwa al-ghafuuru 'r-rahiim

Katakanlah: “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT mengampuni dosa-dosa  semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [39:53]

Allah SWT akan mengampuni semua dosa namun  apakah kita menyesalinya?  Kita pulang ke rumah, saya tahu sebagian orang akan pulang.  Beberapa orang akan salat 2 rakaat di rumah selesai salat `Isya berjamaah. Lalu, “Aku mau nonton TV melihat berita.” Setan sedang datang menghampirinya. Berita sih tidak apa-apa.  Teknologi membuat kalian mengetahui apa yang sedang terjadi, seperti gempa kemarin.

Aku mau nonton saluran lain,” kemudian ada 4 - 5 saluran.  Kalian mulai berpindah dari satu saluran ke saluran lainnya, lalu saat kita melihat seorang wanita cantik, kita pun berhenti dan mengatakan, “Yuk, kita tonton.”

Kita terjatuh dalam dosa.  Itulah mengapa Allah SWT mengajarkan Nabi SAW untuk mengatakan, “laa taqnathuu min rahmatillaah.”  Jangan putus asa atas ampunan Allah SWT.  Allah SWT meminta kita untuk berubah.  Jika kita merubah diri dengan bertobat atau menyesalinya, kalian tidak bisa merubah diri kalian menjadi sempurna.  Tak seorang pun sempurna.

Saat malam itu kalian bertobat,  esok hari adalah hari baru. Allah SWT akan mengampunimu.  Salatlah 5 waktu.  Itulah perubahan kita. Tidak ada hal lain yang bisa kita lakukan. innallaaha laa yughayiru ma bi qawmin.  Itulah perubahan kita untuk bertobat.  Saat kalian bertobat, Allah SWT mengampuni kalian dan kalian menjadi manusia yang baru terlahir.

Namun perubahan keseluruhan di segala penjuru dunia sebagai kaum muslim tidak akan terjadi, karena Nabi SAW, saat `Aisya RA menanyakan tentang umat muslim, beliau menjawab,Kita adalah umat an-marhuma.  Umat ini adalah umat yang diberkahi.”

Aisya RA bertanya, “Bagaimana bisa,  ya Rasulallah SAW?” Beliau menjawab, “Karena tidak ada hukuman di Akhirat. Hukuman itu ada di dunia ini; kelaparan, gempa, pembunuhan.” Dan ini adalah sebuah proses untuk membersihkan mereka di dunia dan mengangkatnya ke surga saat Hari Pembalasan nanti.

Mereka tidak akan dihukum karena telah dibersihkan di dunia. Maka Allah SWT menimpakan segala macam kesusahan pada kita. Lihatlah saat ini kita paling lemah di dunia. Mereka bertanya, begitu lemahnya kita dan tak ada yang mampu kita lakukan.

Suatu saat ada orang non-muslim yang datang pada Nabi SAW dan berkata, “Ya Muhammad SAW!” Mereka tidak mengatakan “Ya Rasulallah SAW!”

Kata mereka, “Saat kami berdoa, tidak ada pikiran negatif pada hati kami.  Kami terfokus pada Tuhan kami.  Tetapi yang kami tahu dari sahabat-sahabatmu bahwa saat mereka beribadah, banyak gangguan dalam pikiran mereka.  Artinya agamamu tidak baik, milik kamilah yang lebih baik.” 

Nabi SAW pun menoleh pada Sayyidina Abu Bakar RA, “Jawablah mereka.”

Sayyidina Abu Bakar RA menjawab, “Jika seorang pencuri ingin merampok dan dia mempunyai pilihan untuk pergi ke istana atau ke kandang, ke mana dia akan pilih?”

Tentu ke istana.” Jawabnya.

Hati kami seperti istana yang penuh dengan Iman pada Allah SWT dan Nabi SAW.”

Kandang hanyalah sebuah kandang, isi kandang ada di sana. Dia ingin datang ke istana karena lebih banyak batu mulia di sana.

Itulah mengapa hati para muslim di bawah serangan yang berat.  Kita berada di bawah kesulitan besar karena seluruh dunia melawan kita.

Mereka melawan kita untuk apa?  Untuk sebuah alasan yang sederhana: karena kita tidak saling setia.  Kita tidak berusaha melakukan yang terbaik untuk membuat citra agama kita menjadi baik.

Adalah tugas kita untuk menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang damai, agama Allah SWT, sebuah pesan surga.  Pesan surga bukanlah pesan yang kejam, kasar dan merusak. Islam adalah pesan cinta dan toleransi.  Adalah kewajiban kita untuk merubah pesan yang sebagian kaum muslim telah diberi sebutan (kejam) itu.

Saya senang saat tiba di Singapura,  melihat muslim  Singapura dan yang lain, bangsa Cina yang hidup berdampingan dengan damai, tak ada gangguan.  Saya ingin melihat setiap negara membawa kembali  nama agama kita sebagai agama cinta, sebagaimana yang dikatakan Nabi SAW.

Saya pernah bercerita tentang seorang Badui, yang datang pada Nabi SAW saat salat Jumat.  Dia datang dan berdiri di pintu masjid dan berkata, “Kapan Hari Kiamat itu, ya Muhammad SAW?”

[Mengapa dia bertanya tentang Hari Kiamat?  Apakah kita menanyakan tentang Hari Kiamat?  Tak seorang pun dari kita yang menanyakan hal itu.   Betapa orang Badui lebih baik dari kita yang menyebut diri kita sendiri sebagai kaum beradab, kaum modern.  Kita tidak menanyakan saat kiamat.  Apa yang kita tanyakan?  Kapan saatnya berdisko? Yang kita tanyakan adalah nafsu.]

Nabi SAW tidak menjawab. Dia bertanya lagi. Nabi SAW meneruskan berbicara pada sahabat-sahabatnya.  Saat Badui itu bertanya untuk yang ketiga kalinya, Jibril pun datang dan berkata, “Jawablah dia.”

Walaupun hanya seorang Badui, Nabi SAW menjawab, “Apa yang telah engkau siapkan untuk hari itu?  Itu adalah perjalanan yang panjang.  Apa yang akan engkau persiapkan untuk hari itu?”

[Kita harus bertanya pada diri sendiri, apa yang sedang kita siapkan untuk hari itu.  Seorang Badui yang tak tahu tentang Islam,  kaki dan badannya telanjang. Apa yang dia jawab?]

Dia menjawab dengan sederhana, Cintamu, ya Muhammad SAW adalah cukup untukku.”  Dia tidak tahu apa-apa.  Lalu apa yang Nabi SAW katakan, “Itu sudah cukup.”

Badui itu pun bahkan tidak memasuki masjid dan salat.

Sayyidina Abu Bakar RA bertanya pada Nabi SAW, “Apakah ini, ya Rasulallah SAW?”  Nabi SAW berkata, “Yuhsyharul maru ma man ahbabt.”  Seorang manusia akan dibangkitkan bersama yang dicintainya.”

Dengarlah firman Allah SWT, “Qul in kuntum tuhibbuuna Allaha fat-tabi`uunii yuhbibkumullahu... Katakanlah: Jika engkau mencintai Allah SWT, ikutilah aku; niscaya Allah SWT akan mencintaimu...” [3:31]

Itulah perubahan yang harus kita lakukan, yaitu: untuk mencintai Nabi Muhammad SAW melebihi cinta kita pada keluarga dan anak-anak kita.

Adakah seseorang akan mengacungkan tangan dan berkata, Ya saya mau.” Jika benar, maka acungkan tangan kalian.  Saya tanyakan masalah itu pada diri sendiri, “Apakah saya mencintai Nabi SAW melebihi cinta pada anak perempuan saya dan keluarga saya?”

Jika anak laki-laki kalian sedang sakit dan demamnya mencapai 42 atau 43°C, sementara dia masih kecil; apa yang kalian lakukan? Bukankah kalian akan berada di sisinya sepanjang malam, memeriksa temperaturnya.  Kalian tidak bisa tidur.  Tidurkah kalian bila anak-anak kalian sedang sakit? Tidak, kalian mungkin ke rumah sakit dan menungguinya di sana.

Apakah kalian bangun sepanjang malam bersama Nabi Muhammad SAW dan memujinya?  Lalu cinta yang seperti apa yang sedang kalian bicarakan?  Lihatlah bagaimana cinta kita adalah palsu.

Perhatikanlah, buah-buahan plastik tidak ada rasanya.  Cinta kita pada Nabi SAW harus diubah dari plastik menjadi sesuatu yang segar.  Namun ada beberapa orang yang cintanya pada Nabi SAW melebihi cinta pada anak dan keluarganya.  Merekalah yang paling jujur dan alim di antara kita.

Mina al-mu’miniina rijalun shadaquu ma `ahaduu Allaaha `alayhi fa minhum man qadhaa nahbahuu wa minhum man yantazhiru wa maa baddaluu tabdiila

Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah SWT; maka di antara mereka ada yang gugur.  Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya).  [33:23]

Allah SWT menggambarkan mereka dalam kitab suci al-Quran sebagai orang-orang yang menepati janjinya pada Allah SWT di Hari Perjanjian; dan beberapa di antaranya telah meninggal, sementara sebagian dari mereka sedang menunggu dan mereka tidak pernah berubah.  Mereka adalah orang-orang yang lurus.

Wahai muslim, saya tak akan berlama-lama tentang itu.  Mereka itu ada di antara kita.  Temukan dan belajarlah dari mereka. Jangan katakan bahwa di dunia kalian tidak menemukan orang seperti itu.  Mereka bukan seperti ulama yang kalian tahu.  Mereka adalah `alimun `amil, seorang alim yang bertindak atas apa yang telah dia pelajari.  Itulah mengapa Allah SWT menggambarkannya dalam al-Quran.

Alaa inna awliya-Allahi laa khawfun `alayhim wa laa hum yahzanuun – Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah SWT itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.  [10:62]

Di mana para awliya sekarang ini?  Lihatlah mereka.

Ya ayyuha alladziina amanuu ittaquu Allaha wa kuunuu ma'a as-shaadiqiin - Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah SWT, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.  [9:119] 

Bersamalah dengan orang yang benar dan dapat dipercaya. Carilah mereka dan bergabunglah dengan mereka.  Kalian akan belajar dari mereka dan kalian akan berubah.

Semoga Allah SWT membuat kita mampu melihat salah satu awliya-Nya.  Semoga Dia membuat kita mampu melihat salah satu dari hamba-hambanya yang jujur.

Semoga Allah SWT membawa kita pada spiritualitas Nabi Muhammad SAW yang membuat kita mampu merasakan kehadirannya, merasakan keharumannya, merasakan cintanya, merasakan beliau, bersama beliau setiap saat dalam kehidupan kita.

Bi-hurmatil habib, bi hurmatil-fatiha.

16 May 2009

Syekh Hisyam QS, Clinton dan Islam di Barat


Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

Lefke, Siprus: Februari 2000

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

“Itulah kekuatan Syekh Hisyam QS sekarang.  Saya tidak dapat melakukannya, begitu pula dengan Awliya yang lain, beliau begitu rendah hati dan maqamnya sangat tinggi dalam pertemuan dengan para Awliya; dan Allah SWT sangat senang kepadanya dan kita memanjatkan doa lebih banyak untuknya dan untuk kerja kerasnya.” 

Kita berusaha untuk mengikuti orang-orang yang baik.  Arah yang mereka tempuh adalah Surga dan jika beruntung kalian bisa mengikuti mereka sehingga akhirnya kalian pun bisa mencapai Surga sendiri.  Itulah yang kita yakini.  Syekh Hisyam Efendi QS baru saja tiba di sini dari perjalanan panjangnya dari Amerika dan sebelum beliau datang ke Amerika, hanya sedikit orang yang mengetahui tentang dunia Islam di sana.  Di sana terdapat berbagai laporan dan informasi yang berbeda-beda mengenai Islam dan tarekat; dan umumnya informasi itu bagaikan benua yang tidak dikenal dalam dunia Islam.  Orang-orang berkata bahwa di sana banyak orang yang memeluk Islam tetapi mereka tidak dikenal.  Kecakapan dan nilai-nilai yang mereka miliki tidak dikenal.  Kemudian Allah SWT mengatur segalanya untuk membuat sesuatu terjadi.  Sekarang waktunya sudah habis dan cukup untuk mengirim seseorang yang akan membuka pintu-pintu yang sebelumnya masih tertutup. 

Allah SWT telah menyebabkan adanya pencerahan di sana selama sepuluh tahun terakhir.  Yang dikehendaki-Nya adalah agar semua orang tahu bahwa itu merupakan Kehendak-Nya sendiri. Lalu Kehendak-Nya itu disalurkan melalui hamba yang paling dicintai-Nya Sayiddina Muhammad SAW. Rasul penutup yang memberitahu kita mengenai peristiwa yang akan terjadi sebelum Hari Kiamat.  Apa yang beliau katakan adalah bahwa kita, sekarang, berada di era Sayyidina Mahdi AS. Kita berada di dalamnya sejak abad ke-15 Hijriah.  Dengan Kehendak-Nya, Allah SWT menganugerahkan cahaya baru di seluruh Amerika melalui hamba yang paling dicintai-Nya. Yang menjadi alasan utama adalah kenyataan bahwa Amerika adalah bos dan patron bagi seluruh negara di dunia.  Amerika adalah negara adikuasa. Sekarang Allah SWT meminta agar Amerika memperhatikan Islam.  Di sana ada umat Kristiani, namun kekuasaan dipegang oleh Yahudi.  Melalui politik Yahudi Amerika, melalui tangan-tangan mereka, uang, dan campur-tangan politik mereka di seluruh dunia, TV, radio, media penyiaran,… dan segalanya berada dalam pengawasan mereka.  Tetapi untuk soal keyakinan? Orang nomor satu, Presiden Amerika, republiknya Amerika, U.S.A, adalah seorang penganut Kristen.  Segalanya dikendalikan oleh Yahudi, kekuasaan zionisme memegang kendali di seluruh dunia, tidak hanya di Amerika.  Tetapi Presiden tidak pernah tertarik dengan keyakinan mereka, Judaisme; dia justru bertanya tentang Islam, Allah SWT Mahakuasa. Nanti kita akan melihat orang-orang bodoh yang masih terus memerangi Islam.  Patron bagi seluruh dunia sudah tertarik dengan Islam.  Alhamdulillah

Sebelum datangnya Imam Mahdi AS, seluruh hati manusia berada di bawah pengawasan Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS, juga termasuk orang-orang yang tidak dikenal.  Grandsyekh tinggal di sebuah daerah yang sangat miskin di Damaskus. Beliau menjalani sunnah Rasulullah SAW.  Hidupnya sangat sederhana. Seluruh kekuatan ada pada dirinya tetapi beliau tetap rendah hati.  Di daerah itu beliau hanya dikenal sebagai Haji ‘Abdullah, tidak ada lagi yang lain.   Padahal seluruh dunia ada dalam genggamannya.  Ada pengikut Grandsyekh yang tergolong sangat istimewa, mereka adalah Syekh Adnan QS dan Syekh Hisyam Effendi QS, setiap minggu mereka datang dari Beirut, datang dan pergi.  Sejak usia muda mereka telah memberikan cintanya kepada Grandsyekh. Jika Saya memberikan 1% saja, maka Saya akan terbang! Tetapi hati mereka dipenuhi cinta dan kemurahan hati terhadap Grandsyekh sehingga berkah mengalir kepada mereka.  Jika Saya bukan orang yang mendahului mereka, tentu merekalah yang akan menjadi khalifah.  Karena Saya yang lebih dulu, maka beban pertama berada di pundak Saya. 

Ketika waktu telah berakhir, sementara Turki dan Arab membuat Islam merosot, Allah SWT mengubah minat hamba-hamba-Nya di Barat untuk mengambil alih bendera Islam.  Suatu hari, selama terjadi perang di Lebanon, perang bodoh yang menghancurkan Lebanon, orang-orang melarikan diri.  Syekh Adnan QS dan Syekh Hisyam QS merasa khawatir.  Wanita Amerika dan warga negara Amerika diterima di Amerika sebagai pengungsi dan Subhanallah  kedua Awliya itu tidak menggunakan kekuatan ajaib mereka tetapi membiarkan segalanya berjalan dengan cara yang normal.  

Berapa banyak orang yang ingin pergi ke Amerika? Di antara seratus orang yang melamar kewarganegaraan, hanya dua yang diterima.  Yang pertama adalah Syekh Hisyam QS.  Dan itu bukanlah suatu kebetulan tetapi merupakan Kehendak Allah SWT bahwa dia harus bernasib sebagai pengungsi pertama yang diterima di Amerika. Dia bertanya apa yang harus dia lakukan, dan karena Grandsyekh tidak pernah menempatkan kehendaknya melebihi Kehendak Allah SWT, maka Saya juga tidak berani untuk menempatkan kehendak Saya untuk mencegahnya pergi ke Amerika.   

Di Lebanon mereka berasal dari salah satu keluarga yang terkaya dan tidak ada yang bisa dilakukan dengan perang yang bodoh, dia bertanya kepada Saya apa yang harus dilakukan.  Dia tidak mempunyai uang dan Saya berkata, “Allah SWT mengetahui apa yang diperbuat-Nya dan ini adalah jalan pembuka bagimu, oleh sebab itu, ambillah.”  Dia pun pergi dan mengambil sebuah tiket sebagai hutang, kemudian seperti halnya istri saya yang melakukan segala yang terbaik bagi Saya dalam tarekat, putri Saya pun melakukan hal yang terbaik baginya, untuk menolongnya dalam segala hal, mereka berangkat 10 tahun yang lalu.  

Rasulullah Muhammad SAW bersabda,

“Sebelum Kiamat, matahari akan terbit di Barat.” 

Kehendak Allah SWT adalah membuat wajah Islam yang sebenarnya menjadi tampak karena begitu banyak kelompok baru yang bodoh dan membuat wajah Islam sedemikian buruk. Mereka menciptakan kebencian dan membuat orang-orang menentang Islam.  Allah SWT menolong Syekh Hisyam QS begitu pula dengan Sayyidinna Muhammad SAW dan Grandsyekh yang memberi dukungan penuh.  Satu per satu Allah SWT mencabut segala hal yang membuat Islam dibenci oleh orang-orang.  Dalam waktu dua tahun berusaha membuat wajah Islam kembali bersih, Presiden Amerika pun menjadi tertarik dengan Islam.  Islam kini mempunyai wajah lain yang dapat diterima oleh seluruh bangsa di dunia, dan lengkah demi langkah, patron bagi seluruh dunia menjadi tertarik dengan gagasan dari kelompok itu, karena apa yang kita dengar dapat diterima oleh kesadaran kita. 

Presiden Clinton sudah bersama Islam sejak Ramadan.  Tuhan pemilik Surga mewujudkan pertemuan antara Syekh Hisyam QS dengan Presiden Clinton, dan langkah ini cukup untuk meletakkan kait kita dan sekarang dia akan melakukan yang terbaik bagi seluruh dunia.  

Itulah kekuatan Syekh Hisyam QS sekarang.  Saya tidak dapat melakukannya, begitu pula dengan Awliya yang lain, beliau begitu rendah hati dan maqamnya sangat tinggi dalam pertemuan dengan para Awliya dan Allah SWT sangat senang kepadanya dan kita memanjatkan do’a lebih banyak untuknya  dan untuk kerja kerasnya.  Islam akan bangkit dan mengulangi kejayaannya kembali lewat patron bagi seluruh dunia (Amerika).  Allah SWT tidak memilih Presiden atau Raja yang kecil tetapi patron bagi seluruh dunia, dan Dia meninggalkan Turki dan Arab dengan demokrasisme, sosialisme, intelektualisme dan toiletisme.  

Patron bagi seluruh dunia berkata bahwa kita berada di bawah Islam sekarang dan dengan segera ucapan ini berubah menjadi kekuatan yang akan digunakan untuk berurusan dengan pemerintah lain, jika mereka tidak tertarik dengan Islam, dia akan menjadikan mereka di bawah kekuasaannya, itulah kekuatan Islam. Muhiyuddin Ibnu al-Arabi QS berkata bahwa ketika Hari Kiamat tiba, seluruh bangsa Inggris akan menjadi Muslim dan bangsa Amerika akan menghunus pedangnya melawan bangsa lain yang aktif menentang Islam. Al-Faatihah.

 

15 May 2009

Tidak ada Istirahat dalam Agama


Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani QS 

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu  'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin  wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin 

 

Ya Allah, Engkaulah Sultan,

Engkaulah Raja bagi seluruh raja

Hanya Engkaulah yang nyata di manapun dan kapan pun

Engkaulah Yang memberi kami kehidupan

Engkaulah Yang menganugerahi kami kehormatan

untuk menjadi hamba-hamba-Mu

Setinggi apa pun kehidupan kami,

sebanyak apa pun pengetahuan kami,

kami tetap hamba-hamba-Mu,

tidak pernah lebih dari itu

Satu-satunya Yang mampu menjadi Pencipta

hanyalah Engkau, ya Allah.

 

Saya sedang berusaha mengikuti jalan Nabi SAW, Sayyidina Muhammad SAW, sebagaimana kalian juga sedang mengusahakannya.  Jalan itu penuh dengan kesulitan, beban berat dan badai kehidupan.  Karena ketika kita akan memetik bunga mawar, kadang-kadang tangan kita terluka. Nabi SAW-pun bersabda, “La rahata fi-d-din.”  Tidak ada istirahat dalam agama.  Kalian harus selalu maju dan berkembang.  Ketika mencapai suatu tempat atau maqam, kalian tidak boleh mengatakan, ”Aku telah sampai.” kemudian berhenti dan tidak berlatih lagi. 

Mengapa kita hidup di dunia ini?  Mengapa Tuhan menciptakan kita? Apa alasannya?  Untuk membayar tagihan telepon, membayar tagihan mobil, atau membayar hutangkah?  Di negara ini kalian berlari mengejar dan terus mengejar sampai kalian mati dan tidak mampu membayar hipotek.  Dan nantinya bank akan mengambil alih dan menendang kalian keluar dari rumah.  Tidak ada seorang pun yang ingat kalau kita di sini bukan hanya untuk kebutuhan harian kita, tetapi juga kebutuhan harian akan Allah SWT.  Sebagaimana kita melakukan apa yang membuat kita bahagia, kita harus melakukan apa yang membuat Allah SWT bahagia. 

Kalian harus menjaga keseimbangan keduanya, sebagaimana sabda Nabi SAW, “Khayru-l-umuri awasituha,”  cara yang terbaik adalah seimbang/cukup.  Jangan terlalu ekstrim di satu sisi, sehingga membuat orang berlari menjauh karena keyakinan dan kepercayaanmu.  Namun juga jangan terlalu lengah di sisi lain, meninggalkan segala kewajiban sambil mengatakan, “Aku mencintai Tuhan, aku pasti masuk Surga.”  Itu tidak dibenarkan.  Raihlah keseimbangan dalam segala hal.  

Jika kalian percaya akan kehidupan akhirat, alhamdulillah, itu hal yang baik.  Namun jika kalian tidak mempercayainya, ingatlah bahwa kalian tidak akan membawa apa pun dari dunia ini menuju akhirat.  Kalian akan ke sana dengan tangan kosong.  Alexander Agung pernah berkata pada para menterinya, “Saat meninggal nanti, aku ingin ingin dikubur dengan kedua tanganku berada di luar peti mati.“  Hal ini sebagai pesan pada umat manusia -- wahai kalian manusia, aku pernah menjadi raja terbesar di bumi ini, aku tinggalkan dunia ini dengan tangan kosong.  Aku tidak membawa apapun. 

Janganlah kalian terkecoh oleh kehidupan ini.  Berlarian siang dan malam mengejar dunia dan sama sekali tidak ingat akan kehidupan ke-2, karena masa itu akan segera tiba, tak seorang pun mampu menghindarinya.  Semuanya akan mati, dan hari itu pasti akan datang.  Jika kalian berbuat baik di dunia ini, kalian akan bahagia menyambut hari kematian itu.  Namun jika kalian berkelakuan buruk di dunia ini, kalian akan merasa depresi menghadapi hari itu. 

Nabi SAW amat takut akan hari itu.  Para Awliya takut akan hari itu.  Orang-orang yang baik dan alim juga amat takut akan hari itu.  Sebagaimana Rabi’a al-Adawiyya QS pernah mengatakan, “Jika kalian tidak mampu menjawab bagaimana keadaan kita ketika malaikat Munkar AS dan Nakir AS menanyai kita di alam kubur, dan bagaimana malaikat maut akan mencabut nyawa kita, dengan kepedihan atau dengan kasih sayang?  Maka duduklah kalian selamanya di pojok kamar, beribadahlah pada Tuhan sampai kalian mencapai maqam yang membuat hati kalian tenang.“  

Tidak ada waktu yang terbuang dalam hidup ini.  Dia terus berjalan meninggalkan kita. Tidak ada pun yang perlu dibawa ke akhirat kecuali amal dan perbuatan baik kita. Berusahalah selalu agar terus di jalan Allah SWT, jalan yang benar.  Dengarkan sisi positif ego dan bukan sisi yang buruk, karena hal itu akan mengecoh kita, memperdaya kita agar berada di jalan setan. 

Tidak cukup hanya duduk sambil mengatakan, “Kami hanya ingin memikirkan Allah SWT.”  Kalian tidak bisa “hanya memikirkan” tentang anak kalian, namun kalian harus membesarkan mereka, menolong mereka, melakukan sesuatu bagi mereka.  Kalian tidak bisa mengatakan, ”Biarkan mereka tumbuh dengan sendirinya.”  Ayah dan ibu wajib menyayangi dan memelihara begitu anaknya lahir. Perbuatan ini lebih dari sekedar kerja sukarela.  Sang ibu tidak bisa meninggalkan anaknya, karena bayi itu adalah bagian dari dirinya.  Walaupun anak itu menimbulkan kesusahan bagi orang tuanya, mengganggu tidur malamnya, bagaimanapun juga mereka harus menjaga mereka. 

Sayangi diri kalian sendiri.  Kalian harus tahu bagaimana mengoreksi diri sendiri karena bukan orang lain yang harus bertanggung jawab pada kalian, namun kalian sendiri.  Kalian harus mampu meraih apa yang Allah SWT janjikan bagi kebahagiaan kalian.  Allah SWT telah mengirim pembimbing, utusan-utusan untuk menunjukan kalian jalan-Nya, dan Allah SWT telah menginspirasi hati-hati kalian agar menuju para awliya-Nya.  Seperti hadis Nabi SAW, “La yu’minu ahadukum hatta yakunu huwahu tabqan lima ji’ tu bihi, tidak seorang pun dianggap sebagai orang beriman sampai keinginannya  sejalan dengan keinginanku.  Cintailah apa yang dicintai Nabi SAW, bencilah apa yang dibenci beliau.  Jangan menyukai apa yang beliau benci dan sebaliknya membenci apa yang beliau cintai. 

Dan janganlah kalian menerima siapa pun yang melawan para Awliya.  Lindungi diri kalian sendiri dan katakan dalam hati, “Kami harus melawan musuh-musuh para Awliya Allah.” -- “Ala anna awliya’a-l- Lahi la khawfun alayhim wa la hum yahzanun.”  Para awliya Allah tidak takut pada apa pun yang menyerang mereka. 

Kita semua, para Naqsybandi harus tunduk dan menerima  keputusan bahwa setiap dari kita adalah Syekh Nazim QS – yaitu dengan mengibarkan bendera beliau, cahaya beliau di luar dan di dalam hati, di rumah, di jalan, di masjid dan di mana pun.  Janganlah duduk malas sambil mengatakan, “Kami sedang berdzikir, siapa pun yang mau, biarkan mereka datang.”  Lihatlah orang-orang Tabligh, penganut kesaksian Yehovah, atau berbagai kelompok yang pergi dari satu pintu ke pintu lain.  Jadi mengapa kalian hanya duduk bermalas-malasan? 

Persiapkan diri kalian akan “hari itu”, misalnya dengan mengirimkan dan menyebarkan pesan moral Mawlana Syekh Nazim QS ke mana pun, dari hati ke hati, dari teman ke teman lain, dari sekolah ke sekolah lain, melalui publikasi, dari mulut ke mulut.  Metode seperti itu digunakan apabila tidak ada rahasia.  Namun jika kalian membawa rahasia syekh, ada daya tarik.  Masyarakat akan datang tanpa butuh usaha dan persiapan selama 6 bulan sebelumnya untuk mengatur acara-acara.  Dengan para Awliya, kalian tidak perlu mempersiapkan seminar-seminar.  Orang akan berbondong-bondong datang karena ada rahasia di balik daya tarik beliau. 

Namun jika kalian tidak memilikinya, lakukanlah dengan cara yang umum digunakan.  Mari kita berkeliling dan menggunakan kertas-kertas serta mengaturnya.  Mari kita melakukan apa yang mampu kita lakukan, dan jangan hanya duduk diam.  Kita harus membawa tanggung jawab itu. 

“Siapapun yang menyebarkan ajaran Naqsybandi akan mendapatkan imbalan dari para Shiddiqin.” 

Semoga Allah SWT menerima niat kita dan mengampuni kita semua. 

Wa min Allah at-tawfiq bi hurmat al-Fatiha.

14 May 2009

Sebuah Kehilangan....yang Abadi


Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani QS

Scott’s Valley, California

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 


Kata Pengantar 

Tulisan ini tidak lengkap, sebuah konsep transkrip yang diedit sebagian yang disiapkan dari sebuah shuhba yang disampaikan  oleh Syekh Muhammad  Hisyam Kabbani QS. Transkripsi ini disiapkan dalam waktu singkat dan mungkin masih mengandung kesalahan, hal-hal yang terlewat atau informasi yang tidak benar.  Berkenaan dengan hal ini, Syekh Hisyam QS menyatakan, “Kita bukannya tidak dapat bersalah dan setiap orang, kecuali Nabi SAW, membuat kesalahan, jadi kita minta para pembaca untuk menunjukkan kepada kami kesalahan apa pun, pengurangan atau koreksi terhadap informasi yang salah.”

`Ati-Allaha wa ati`ur-rasula wa ulil-amri minkum”--”Wahai orang-orang yang beriman! Patuhi Allah SWT, dan patuhi Rasul, dan mereka yang diberi otoritas diantara kamu." [QS 4:59] 

Ya Rasulullah SAW, ya Habibullah SAW, aghitsna! 

Kadang-kadang kalian enggan berbicara apapun. Kadang-kadang kalian ingin berbicara sesuatu. Ketika kalian ingin berbicara tentang sesuatu, hendaknya kalian tahu bahwa orang pertama yang memerlukan nasihat adalah diri kalian sendiri. Orang pertama yang harus mendengar (nasihat itu) adalah diri kalian sendiri. Sang pembicara adalah yang memerlukan hal yang dia bicarakan. Sang pembicara atau dia yang memberikan penjelasan, dia harus tahu bahwa dia tidak berbeda dengan yang lain. Dia harus tahu bahwa dialah yang paling memerlukan (penjelasan itu). Jangan berpikir bahwa dirinya lebih dari yang lain. 

Suatu waktu Saya mendengar dari Mawlana Syekh, semoga Allah SWT memberkatinya dan dari Grandsyekh semoga Allah SWT mensucikan rohnya, beliau berkata bahwa Allah SWT menyempurnakan Sayyidina Muhammad SAW dan Dia menjadikannya dengan adab dan akhlak yang paling tinggi dan paling baik.  Beliau adalah al-insaan al-kamil—beliau adalah manusia yang sempurna. Namun Allah SWT memberikan kenabian—menjadikannya seorang Nabi—dan memberikan kepadanya semua maqam yang tidak dapat dibayangkan oleh seorang pun. Berapa kali kami telah menjelaskan pentingnya Nabi SAW sebagai pintu kepada Hadirat Ilahi. “Namun tanpa Umat,” Grandsyekh mengatakan, “Nabi SAW menjadi Nabi untuk siapa?” Jadi artinya, Umat adalah penting bagi Nabi SAW agar menjadi Nabi untuk mereka. Dan Allah SWT memberi kepadanya agar beliau dapat memberikannya kepada Umat. 

Itu tadi tentang Nabi SAW. Lalu bagaimana menurut kalian tentang Umat itu sendiri? [Anggota] Umat tidak lebih baik dari Umat yang terbaik. Mereka bukanlah Nabi SAW; mereka bahkan bukan Sahabat. Sahabat hanyalah mereka yang menemani Nabi SAW, yaitu sebanyak 124.000 orang. Sisanya adalah Umat Rasulullah SAW. Grandsyekh dan Mawlana Syekh Nazim QS berkata, “Awliya-Allah memerlukan (adanya) pengikutnya. Karena kalau bukan untuk pengikutnya, mereka tidak akan diberi ilmu. Buat apa mereka diberi ilmu jika tidak ada orang yang akan menerimanya? 

Dia mengatakannya seperti ini, “Saya harus berkata kepada diri sendiri dan menasihati diri sendiri, ‘jangan melihat dirimu sendiri begitu tinggi; kamu memerlukan orang-orang yang mendengarkan kamu.’ Karena untuk merekalah Allah SWT memberikan (ilmu atau nasihat) kepada para Awliya; pertama untuk menasihati dirinya sendiri, lalu menasihati para pengikutnya. Bukannya karena Saya berbeda lalu Saya berbicara. Saya berbicara dari apa yang Allah SWT berikan kepada Nabi SAW dan Nabi SAW memberikan kepada saya untuk keperluan para pendengar saya. Jika tidak ada pendengar, untuk apa Saya menerima ilmu itu? Allah SWT menghendaki pengetahuan itu agar sampai pada mereka dan Saya menjadi sebuah sarana (alat). Dan itu berlaku bagi setiap orang.  Kalian tidak boleh berpikir sendiri bahwa kalian adalah seorang professor atau seorang PhD; atau seorang doktor atau seorang pengacara atau seorang insinyur atau seorang tukang kayu atau seorang tukang listrik atau seorang teknisi komputer atau apa saja.  Kalian bukanlah apa-apa, sesuatu yang bukan apa-apa mutlak. Jika Allah SWT tidak menghendaki kalian memilikinya, Dia akan menutupnya—habislah. Nol, ditutup botolnya. Maka habislah kalian. 

Jadi nasihat haruslah pertama-tama untuk diri kalian. Beberapa orang, ketika mereka berpikir mereka memberi nasihat, harus menganggap merekalah yang paling memerlukan nasihat itu. Mereka dibawakan kursi besar, mereka duduk di atasnya dan semua yang lainnya duduk di sana, mendengarkan. Namun `Ilm al-huruuf, menghapal huruf, tidak memberi manfaat. Yang bermanfaat adalah `ilm al-ma`ani – untuk mengangkat ilmu tersembunyi di dalam huruf-huruf itu. 

Berapa banyak huruf dalam alfabet Arab. [beberapa mengatakan, "26?"] 28. Berapa banyak gigi yang kalian miliki? [28].  Dari huruf-huruf ini apa yang kalian pelajari? Makna keseluruhannya muncul ketika mereka dipersatukan—saat itulah mereka memiliki sebuah arti. 

Iblis tidak mengetahui arti itu. Dia membaca huruf-huruf itu, tetapi Allah SWT memberinya hijab karena mereka sombong.  Jadi kesombongan menghalangi segala sesuatu. Kalian tidak mau diberi hijab, bukan? Kita harus tidak tertutup hijab. Dan jika kita tidak ingin terhijab kita harus belajar sesuatu yang sangat penting. Jika seseorang mencintai seseorang, mereka itu menyebutnya tersayang (biarlah kita berbicara seperti orang barat) Apa yang kalian rasakan? Apakah kalian merasakan sakit atau sedih dalam hati kalian? Jika kalian tidak merasakannya, itu artinya kalian adalah seekor buaya. Bagaimana tentang rasa sakit itu, apakah kalian merasakannya? Betapa sulitnya itu pada Umat, pada seseorang ketika kalian kehilangan seseorang yang kalian sayangi. 

Ketika kalian kehilangan seorang ayah, kalian menangis. Ketika kalian kehilangan seorang ibu, kalian menangis. Ketika kalian kehilangan seorang anak, kalian menangis. Ketika kalian kehilangan seorang istri, kalian menangis. Ketika kalian kehilangan seorang suami, kalian menangis. Bahkan ketika kalian kehilangan seekor kucing pun, kalian menangis.  Jika kalian kehilangan seekor keledai, kalian menangis. Bukankah demikian? Apa yang kalian pikir tentang kehilangan seekor kuda, kalian menangis sangat sedih.  Ketika kalian kehilangan seekor anak kuda, kalian menangis.  Bahkan ketika kalian kehilangan anak yang masih dalam rahim ibunya, yang belum terlahir pun, kalian menangis. 

Jadi artinya sesuatu yang kalian cintai, jika kalian kehilangan itu, apa yang terjadi? Kesedihan. Berapa lama kesedihan itu tinggal dalam hati. Seterusnya.  Selalu, ketika kalian memikirkannya, itu membakar hati. Minggu pertama setelah kehilangan, kesedihan itu ada di sana; minggu kedua masih di sana, setelah sebulan atau dua bulan, atau bahkan setahun dia masih di sana. Tetapi kesedihan itu menjadi berkurang dan berkurang dengan berjalannya waktu. 

Lihatlah sekarang, sebagai contoh. Seluruh bangsa berduka cita dan mereka menurunkan semua bendera [setengah tiang] karena kita kehilangan tujuh orang astronot. Dan siapa pun yang melihat berita itu, apapun agama mereka, merasa sedih. Itu kesedihan untuk kalian dan untuk saya. Apa yang kalian pikir tentang istri-istri mereka, suami-suami mereka dan anak-anak mereka? 

Apa yang kalian pikir jika 500.000 anak meninggal? Bagaimana jika satu juta anak meninggal karena kelaparan, banjir, gempa bumi, atau perang? Tidakkah itu menyakitkan? Jika hanya karena tujuh orang itu adalah menyedihkan bagaimana pula kalian pikir jika sejuta orang meninggal? 

Dan semua dunia ini dalam Timbangan Allah SWT tidak seberat sayap seekor nyamuk. Dan orang masih, karena cinta mereka kepadanya, kehilangan kecintaannya itu. Karena mereka senang berkelahi satu sama lain dan saat itulah banyak orang meninggal. Dan rasa sedih adalah untuk mereka yang meninggal di sini.  Jika itu masih di dunia kalian mendapatkan kesedihan dari kehilangan itu, namun itu masih di dunia, itu tidak abadi. Jika kalian kehilangan seorang anak, seorang  isteri, seorang suami, seorang ayah, itu masih di dunia ini – namun kalian masih akan bersama mereka di Akhirat. 

Tetapi apa yang dikatakan Nabi SAW tentang apa yang paling dicintainya di dalam hatinya. "Qurrattu `aynii fish-shalaat" - "kesejukan mataku (yaitu yang paling aku cintai) adalah dalam salat." Itu adalah yang paling penting, yang seharusnya dicintai lebih dari diri kalian sendiri, lebih dari keluarga kalian, lebih dari anak-anak kalian, lebih dari segala-galanya. 

"Ash-shalaatu `imad ud-diin." - "Salat adalah tiangnya agama, tiang utamanya." Jika kalian kehilangan yang kalian cintai, kalian menjadi sedih dan itu sangat menyakitkan; maka apa yang kalian pikir ketika kehilangan sebuah salat? Itu adalah kesedihan abadi dan itu berlangsung seterusnya. 

Tetapi kalian tidak merasakannya. Dan Nabi SAW berkata, "Itu adalah hal yang paling aku cintai." Itu artinya, "Jika aku kehilangan salat itu, aku kehilangan Hadirat Allah SWT." Itu adalah hal paling baik yang dapat kalian capai di dunia dan di Akhirat. Jika kalian kehilangan Hadirat itu, kalian harus merasa sedih, bukan hanya untuk 40 hari atau setahun atau tiga tahun, tetapi kalian harus selalu bersedih bahwa kalian kehilangan salat kalian, karena itu tetap akan mengikuti kalian hingga Hari Keadilan.  Dia tidak akan berhenti di situ saja.  Salat itu di Hari Pengadilan akan berkata, "Ya Rabbi, ia tidak salat. Ia kehilangan salatnya. Ia menjauhi-Mu. Ia membuat dunia mendekat kepadanya dan membuat Engkau menjauh darinya." 

Wahai Muslim ke manakah kita akan pergi?  Ini adalah nasihat untuk semua orang. Bukan saja untuk kalian, tetapi untuk saya, untuk kalian dan untuk setiap orang. Kalian yang telah kehilangan salat kalian, kalian telah kehilangan hal yang kalian (seharusnya) cintai. Salat itu akan mendatangi kalian di Akhirat seperti anak kecil, berlarian sambil berkata, "Engkau berhutang kepadaku!" Jika kalian menyelamatkan mereka dan memelihara mereka (itu bagus sekali), tetapi jika kalian kehilangan mereka, kalian akan kehilangan banyak sekali rahmat yang Allah SWT telah tempatkan dalam salat-salat itu. 

Salat-salat itu akan seperti sebuah mahkota, penuh dengan hiasan berlian.  Tetapi jika kalian mengambil satu saja dari tempatnya, bagaimana nampaknya? Itu kelihatan buruk! Mereka itu seperti itu, seperti mahkota, masing-masing memiliki tempatnya sendiri. Atau seperti sebuah guci yang penuh dengan lubang-lubang, dan semua salat-salat itu menutup lubang-lubang kecil pada guci itu. Jika sebuah salat hilang, guci itu tidak lagi tertutup dan segala isinya tumpah keluar. Satu salat saja yang hilang membuat semuanya tumpah. Satu salat saja! Bukan dua. Satu lubang pada sebuah guci, betapa pun besarnya guci itu – bahkan lebih besar dari rumahnya pun – dalam satu minggu air akan pelan-pelan terkuras habis. Dan kita melupakan hal itu, kita datang dan duduk di dalam yang mereka sebut sebagai sebuah mahfal, dalam sebuah pesta besar, atau jama’ah dan pembicara berteriak dan berpidato. Untuk apa? Pertama-tama marilah kita memelihara salat kita. 

Jika saya memulai dengan bertanya pada diri saya  sendiri, dan kemudian bertanya kepada lainnya, apakah tidak ada salat yang hilang? Dan bahkan kita berbicara tentang topik yang muluk-muluk. Tiang utama belum lagi terbentuk, dan kalian sudah membangun atap. Pertama-tama bangunlah infra strukturnya. Mereka berbicara tentang kecintaan kepada Nabi SAW.  Itu adalah atap yang memang diperlukan – cinta kepada Nabi SAW. Mereka berbicara tentang subyek itu – yang sesungguhnya, suatu subyek yang sangat indah. Tetapi buatlah infra strukturnya dulu. 

Nabi SAW bersabda, "Waktu terbaik adalah ketika aku salat." Jika kalian kehilangan nawaafil-nya, salat sunah, di mana cinta kepada Nabi SAW? Di mana janggutnya? Di mana baju sunahnya, yang menyerupai pakaian yang dipakai Nabi SAW, jalanya Ahl al-Islam? Kalian berbicara dari sini dan dari sana.  Dan inilah penyakit di antara Umat yang tidak habis-habisnya. 

Jadi semoga Allah SWT mengampuni kita.  Semoga Allah SWT membimbing kita untuk memelihara salat kita dan membuat anak-anak kita memelihara salat mereka. Dan nasihat ini dan siapa pun berpikir untuk memberikan ceramah atau nasihat harus tetap berpikir bahwa dirinyalah yang paling memerlukan nasihat itu sebelum yang lainnya. Atau kalau tidak demikian pembiacaraan itu akan kehilangan cahaya di dalamnya. Itu hanya akan seperti sebuah pembicaraan yang kalian sendiri melemparkan lumpur kepada apa yang kalian bicarakan. 

Semoga Allah SWT memperbaiki hati kita, dan memelihara kecintaan kita kepada Nabi SAW dan memelihara kecintaan kita kepada para Syekh kita dan semoga Allah SWT memberkati kita dan memberkati guru kita Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani QS dan memberinya umur yang panjang. Al-Fatiha. 

Selawat dan salam Allah SWT semoga tercurah kepada Nabi SAW, keluarganya, dan semua Sahabatnya yang mulia. Al Fatiha

Wa min Allah at tawfiq

09 May 2009

Perselisihan

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani QS

18 Oktober 2001

 

A’uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim

Bismillaahir rahmaanir rahiim

 

Ati’ullaha wa ati’ur rasula wa ulil amri minkum fain tanaza`tum fii syay-in farudduuhu ilallaahi war-rasuuli...  

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah SWT dan taatilah Rasul (Nya) SAW, dan orang-orang yang berwewenang di antara kalian.  Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah SWT dan Rasul sebagai penyelesaiannya. [4:59]

Seperti firman Allah SWT di atas, berusahalah untuk membuat keputusan atau analisis dari hadis Nabi SAW dan kitab suci Al-quran.  Perselisihan akan selalu terjadi di mana pun. Antara bapak dan anak, suami dan istri, antar anak-anak dan juga antara kalian dengan diri kalian sendiri.  Perselisihan tak akan pernah berakhir.

Perselisihan yang paling pokok adalah pergumulan dengan diri sendiri.  Jika pergumulan ini dapat kita kendalikan, maka perselisihan di sekeliling kita, di komunitas kita, dan juga bangsa kita akan mudah untuk diselesaikan.  Ya, perselisihan dengan diri sendiri, yaitu antara 2 kutub: negatif dan positif.  Yang satu menarik kalian ke kanan dan lainnya ke kiri.  Yang satu menarik kalian ke tingkatan surga di atas, dan yang lain menarik ke tingkat yang lebih rendah, yaitu tingkat setani.  Itulah mengapa Islam menasihatkan kalian untuk pasrah dan tunduk, sehingga tidak ada lagi pergumulan dalam diri sendiri.  Pergumulan terbesar ada pada diri sendiri, periksalah pada saat itu terjadi; kalian akan menemukan bahwa nafsu buruklah yang akan selalu menang.

Salah satu murid Grandsyekh dari Daghestan, Sayyidina Jamaluddin al-Ghumuqi al-Husayni QS, yang saat itu sedang duduk di masjid setelah salat Isya, tidak menyadari bahwa Syekh-nya juga sedang duduk di situ.  Dia mengeluh dan mencaci diri sendiri, “Syekh menyuruhku melakukan sesuatu, namun aku gagal; dalam bisnis aku gagal, dalam thariqat aku gagal, salat juga gagal; segala yang kulakukan selalu gagal.  Dalam pergaulan, aku gagal; dengan tetangga pun gagal.  Aku seperti setan paling jahat dan paling tak berguna di dunia ini.”

Kebanyakan orang tidak mau menerima nasihat, merasa diri sendiri paling pandai dan yang lain adalah bodoh.  Merasa paling cerdas dan yang lain tidak ada apa-apanya.  Jadi mustahil bagi dia untuk menerima nasihat dari siapa pun. Orang semacam itu akan selalu menderita karena tidak pernah mau mendengar siapapun.

Murid tersebut mempunyai qana'a—percaya dan puas dengan persangkaan diri sebagai ciptaan paling buruk, karena kegagalannya dalam segala hal.  Dia bernama Okallisa Muhammad.  Katanya di dalam hati, “Hei, Okallisa! Aku bersumpah dengan nama Allah SWT! --  (lihatlah di sini, ketika dia menerima dan percaya pada apa yang dia katakan sendiri) -- akulah ciptaan paling buruk, semua yang kulakukan lebih buruk dari setan; dan bukan hanya itu, jika aku tidak berkata benar, maka istriku akan minta cerai.”

Dia telah yakin bahwa dirinya sendiri adalah manusia paling buruk.  Adakah yang memiliki keyakinan seperti itu?  Tidak!  Karena jika kalian percaya, maka apa yang menimpa Okallisa akan terjadi pada kalian.  Dia percaya bahwa dirinya lebih buruk dari setan.  Ini adalah sesuatu yang mustahil.  Dia berkata pada diri sendiri bahwa apa pun yang dia lakukan berakhir dengan kekacauan.

Tiba-tiba dia mendengar Syekhnya tertawa, beliau berdiri di balik pilar masjid, mendengarkan semuanya.  “Oh, engkau di sana?” kata si murid.  “Tentu saja aku di sini, aku menunggu permata-permata itu keluar dari mulutmu.”  Beliau tidak hanya menunggu keluhan muridnya, namun menunggu juga apa yang akan dilakukannya – yaitu sumpah yang diucapkan Okallisa bahwa istrinya akan minta cerai bila ada yang lebih baik dari dirinya, termasuk setan (yang sesungguhnya lebih buruk dari dirinya).

Sayyid Jamaluddin QS berkata padanya, “Ya Waladi!  Kamu pantas menerima apa yang kamu yakini, itulah amanatmu.”  Kemudian tubuh murid itu pun terangkat ke atas, sampai kepalanya menyentuh langit-langit masjid.  Terangkat ke atas kemudian turun kembali.  Mengambang.  Saat itu Syekh duduk bersila, Sayyid Jamaluddin al-Ghumuqi al-Husayni QS dengan jari syahadatnya  (telunjuk) menunjuk ke arah hati muridnya dan mulai membuka keenam realitas: haqiqat al-fai'd, haqiqat al-jazba, haqiqat al-tawajjuh, haqiqat al-irsyad, haqiqat al-tai, haqiqat al-tawassul.  Maka dengan tiba-tiba murid itu pun terbang naik, terangkat ke atas.

Tanpa menyelesaikan keseluruhan cerita, kita lanjutkan pembicaraan tentang pergumulan yang akan terus berlanjut.  Ati’ullaha wa ati’ur rasula wa ulil amri minkum fain tanaza`tum fii syay-in farudduuhu ilallaahi war-rasuuli...  Segera setelah memerintahkan kepatuhan pada Allah SWT, Nabi-Nya SAW dan mereka yang mempunyai wewenang, ayat ini dilanjutkan dengan, “Jika ada suatu perselisihan, kembalikan pada Allah SWT dan Nabi SAW.“ 

Artinya akan selalu ada perselisihan, pergumulan.  Jika tidak dengan masyarakat, maka bisa dengan dirimu sendiri, ego baik dan ego buruk.  An-Nafs al-mutma'inna dan an-nafs al-lawaama.  Wirid dan dzikir yang kalian lakukan setiap hari akan memperkuat sisi baik kalian, diri yang penuh kedamaian, melawan diri yang selalu mencari pemuasan nafsu-nafsunya.

Syekh menerangkan bahwa ulama dulu megikuti tradisi turun-temurun, dari syekh ke syekh dalam sebuah silsilah yang menghubungkan mereka dengan salah satu dari keempat Imam: Abu Hanifa, Imam Malik, Imam Syafi'i, dan Imam Ahmad.  Mereka menunggu waktu yang lama untuk mengeluarkan keputusan hukum, sebuah fatwa. Mereka tidak segera melakukannya berdasarkan intepretasi diri sendiri.  Mereka akan mempertimbangkan, memeriksa, membetulkan kembali sambil menunggu sebuah tanda. Tanda akan persetujuan dari Nabi SAW, lewat mimpi atau isyarat.  Itulah salah satu cara dalam ‘mengembalikan perselisihan pada Allah SWT dan Nabi-Nya SAW.’

Karena alasan itu, kalian harus terus mengingat Allah SWT dan Nabi-Nya SAW.  Lawanlah diri sendiri, nafsu—nafsu yang buruk—bukan yang baik.  Hati-hati, karena nafsu buruk akan berusaha menarik kaki kalian dan mengirim kalian ke dalam api neraka.  Jangan biarkan kalian menuju ke sana.  Jika kalian dapat mengendalikan diri dan melawan sisi buruk, Allah SWT akan mengangkat kalian lebih tinggi dan lebih tinggi lagi, sehingga mencapai sebuah tingkat penyerahan diri, total tunduk pada kehendak Tuhan.

Pada titik itu, konflik di dalam dunia seperti tidak pernah terjadi.  Allah SWT memberi kalian kekuatan energi lewat hati untuk menyelesaikan segala masalah di dunia.  Awliya Allah—Allah SWT memberi mereka kekuatan untuk menyentuh hati-hati para pengikutnya dan menyembuhkannya.

Jangan berkata bahwa, “Aku telah masuk thariqat bertahun-tahun, tetapi tidak mendapat amanatku.”  Karena kalian masih terserap dengan ego-ego dan nafsu buruk kalian. Kalian berteriak, mengutuk, membenci.  Jika karakteristik ini hilang, kalian akan merasakan kemanisan dalam cahaya Allah SWT di dalam hati.

Semoga Allah SWT merahmati kita dan menjaga kita agar selalu di jalan yang benar.  Bi hurmatil habib wa bi hurmatil Fatiha. Taqabal-Allah

Pernikahan dan Shuhba

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani QS

22 Januari 2005 


A‘udzu billahi  min asy-syaythan ir-rajiim

Bismillahi 'r-rahmani 'r-rahiim

wash-shalaatu was salaamu ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’iin

Malam ini adalah Sabtu malam, pukul 5.30 sore, hari ke-3 ‘Ied al-Adha dan kita tengah menyaksikan pernikahan sepasang pengantin: Sarah P. dan Aladdin Bob S. Dia (Aladdin) agak gugup. Saya tak tahu apakah dia (Sarah P.) juga gugup? Apakah kau gugup juga?  Sedikit. Dan kamu, terlalu banyak? [Tidak apa-apa]

Insya Allah, kita berharap bahwa segala sesuatunya berjalan dengan baik dan anak-anak tidak akan mengganggu jalannya upacara pernikahan ini.

Sebagimana Allah SWT telah berfirman,

Wa ankihuul ayaamaa minkum wash-shaalihiina min ‘ibaadikum wa imaa-ikum in yakuunuu fuqaraa-a yughnihimullaahu min fadhlihii wallaahu waasi`un ‘aliim.

Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian  di antara kamu, dan orang-orang yang layak (bernikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan.  Jika mereka miskin Allah SWT akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah SWT Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. [24:32] 

Allah SWT berfirman, “Nikahkanlah di antara kalian. Dan menikah adalah Sunnat an-Nabi dan jalan hidup Nabi SAW.” Nikahkanlah mereka sekalipun mereka masih miskin. Jangan mencari seseorang yang kaya untuk dinikahi, dari kedua belah pihak, tetapi, selama karakter mereka, akhlaq dan tingkah laku mereka baik, maka itulah yang sebenarnya diperlukan.

Ash-shaalihiina min ‘ibadikum.

Ash-shaalihiin: ini berarti kesalihan dan keluhuran budi adalah penting. Bukan kecantikan dan uang. Karena kecantikan dan uang suatu hari akan pergi. Yang tampan suatu hari tiada lagi akan memiliki gigi dan gusi, sedangkan wanita yang cantik pun akan menjadi [Hadirin perempuan: lebih cantik!]

Saya kira T. (seorang jama’ah wanita) merasa dirinya lebih cantik, dan ia kini tengah mencari seorang suami. Jika kau sedang mencari, Dr. N itu sudah siap untuk menikah, dan K. memiliki hak sebagai pengacara atas namanya.

Kaum wanita menjadi lebih cantik melalui tingkah laku dan karakter mereka.

Begitu banyak orang kini melakukan operasi plastik.  Itu adalah suatu tanda bahwa kecantikan [fisik] hanyalah sementara.

Nabi SAW menganjurkan bahwa jika seseorang miskin namun memiliki akhlaq yang mulia, adalah lebih baik baginya untuk menikah, karena kemuliaan akhlaq itulah yang sebenarnya mereka butuhkan.

Dan Nabi SAW bersabda, “Pernikahan adalah Sunnah-ku,” Pernikahan adalah jalan dari semua Nabi, untuk menikah, dan juga Sunnah dari Nabi kita SAW. “Siapa yang tak suka menikah tidaklah berada pada jalanku.”

Alhamdulillah mereka berada pada jalan yang diinginkan Nabi SAW bagi Ummah.

Kini, kita akan menyelenggarakan pernikahan ini menurut Mazhab Hanafi.

Dia (pihak perempuan) dapat menjadi wakiil (wali, penerj.) bagi dirinya sendiri, dia sudah cukup tua dan pernah menikah sebelumnya.

Ambil dua orang saksi.  Abdul Wahid dan Farouq.

Aladdin melamar untuk menikahimu, wahai Sarah P. di dunia ini dan di akhirat nanti. Apakah kau menerima? [Ya].

Apakah kalian menyaksikan? [Ya.]

Aladdin Bob S. Apakah kau menerima Sarah P. menjadi istrimu di dunia ini dan di akhirat? [Ya.]

Apakah kalian menyaksikan? [Ya!]

Taruh tanganmu di tangan kanannya (dari pihak laki-laki).  Ucapkan, “Zawajtukii nafsii ‘ala sidaaqin muttafaqin ‘alayh.”

Kau pandanglah dirinya (ke pihak perempuan) dan ucapkan, “qabaltu zawaajukii ‘ala sidaaqin muttafiqin ‘alayh.”

Kau mengatakan, “Aku menikah atas mahar yang telah disetujui.”

Dan kau mengatakan, “Aku terima lamaran pernikahanmu atas mahar yang telah disetujui.”

Kita menerima berdasar atas Mazhab Abu Hanifah dan Sunnah Nabi SAW.

Bismillah… Doa dalam bahasa Arab.

Semoga Allah SWT mengumpulkan kalbu-kalbu mereka bersama, sebagaimana Ia mengumpulkan kalbu Adam AS dengan kalbu Sayyida Hawa RA [Eve] dan sebagaimana Ia mengumpulkan kalbu-kalbu Sayyidina Muhammad SAW dan Sayyida Khadijat al-Kubra RA dan sebagaimana Ia mengumpulkan kalbu Sayyidina Ali RA, KW dengan kalbu Sayyida Fatima az-Zahra AS.

08 May 2009

Tingkatan Spiritual

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani QS

Maryland, 10 Oktober 2004 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir ra
hmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Mu
hammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

(Rumah pribadi, melanjutkan konferensi ISRA di Maryland, Amerika Serikat)

Alhamdulillah, Allah SWT menunjukkan cara-cara yang berbeda untuk mereka.  Tergantung pada perbedaan kecakapan orang-orang, apa yang ingin ia pilih.  Sebagian memilih cara ini, yang lain cara itu.  Ada yang memilih dari arah timur, beberapa orang dari barat, dan ada yang memilih langsung, namun mereka semua berhenti di tempat yang sama.

Itulah sebabnya spiritualitas dalam Islam amatlah penting, karena mencoba membawa setiap orang menjadi, paling tidak, sebuah bagian dari muslim.  Bahkan jika ia belum siap menjadi seorang muslim, namun spiritualitas mengizinkan seseorang menjadi muslim dalam suatu bidang/bentuk lainnya.  Sebagaimana di dalam hadis: Allah SWT tidak melihat penampilan, namun Dia melihat hati kita.

Dan dikatakan sebagai berikut:  ma wasi'anii ardhi wa laa sama'ii wa laakin wasi'anii qalbi 'abdii al-mu'min -  Tidaklah bumi-Ku berisi Aku atau bukan pula dalam surga-Ku, tetapi Aku berada pada hati hamba-hamba-Ku yang beriman.   Hati adalah manifestasi dari keberadaan Ilahi.

Dan manifestasi itu penting  karena hal tersebut tidak membeda-bedakan.  Sebagai contoh Nabi SAW datang 1425 tahun yang lalu,  jika kita menggunakan tahun hijriah atau 1400 tahun yang lalu  pada zaman ini.  Bagaimana dengan rakyat Cina, Islam tidak sampai pada mereka saat itu dan juga keberadaan nabi.  Apa yang akan terjadi saat mereka meninggal?  Islam tidak sampai pada mereka saat itu.  Atau orang-orang Amerika, di sini, suku Indian.  Apa yang akan terjadi pada kaum-kaum ini?   Itulah mengapa segalanya tergantung pada niat.  Jika niatnya bagus, ampunan Allah SWT meliputi kaum ini, apa pun keyakinan mereka.

Bahkan Nabi Musa AS yang datang  5000  tahun yang lalu dan tiba di daerah kecil antara Palestina dan Arab.  Juga Nabi Ibrahim AS.  Bagaimana dengan penduduk di Siberia dan di India?  Kalian pikir Allah SWT tidak mengirim seseorang pada mereka?  Itulah mengapa, yang saya dengar dari Grandsyekh `Abdullah QS, saat kalian memulai meditasi spiritual, kalian mulai mendapat visi-visi dan ilham-ilham.   Ilham-ilham ini seperti matahari yang bersinar.

Abdul Munim bertanya, “Apakah ini bagian keyakinan dari tarekat mereka, bahwa Allah SWT tidak meninggalkan seseorang tanpa mengirim kebenaran padanya?

Ada sebuah kitab, yang dialamatkan pada Nabi Adam AS. 

Qulnah bithuu minhaa jamii'an fa immaa ya’tiyan-nakum minnii hudan faman tabi'a hudaaya fa laa khawfun 'alayhim wa laahum yahzanuun.  

Kami berfirman, “Turunlah kamu semua dari surga itu!  Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” [2:38]

Wahai Adam AS, Ku-kirim petunjuk-Ku… saat-Ku kirim engkau ke dunia, akan Ku-kirimkan padamu petunjuk-Ku.”  Tanpa petunjuk, Allah SWT tidak akan mengirim Adam AS ke dunia.  Petunjuk-Ku;  di mana pun ada manusia atau di mana pun terdapat anak-anak Adam AS,  pasti ada petunjuk di sana.  Kalau tidak, tidak akan ada keadilan di dunia.

Allah SWT tidak menciptakan Adam AS dan Hawa RA, dan mengirimnya ke dunia tanpa menunjukkan mereka jalan yang benar.  Saat mereka di dalam surga, mereka mendapat petunjuk, Allah SWT memberi petunjuk, “Kamu boleh miliki seluruh surga ini, namun Aku peringatkan, kamu dilarang mendekati pohon itu!”

Petunjuk adalah sesuatu yang menunjukkan kalian mana yang baik untuk diikuti dan mana yang tidak baik agar tak perlu diikuti.  Petunjuk adalah seperti dua sisi, layaknya dua buah mata pisau atau pedang; mempunyai dua sisi.  Allah SWT menunjukkan pada kalian apa yang harus kalian ikuti pada sisi yang satu, dan di sisi lain Dia katakan, “Ini buruk, jangan ikuti.”

Fa alhamaha fujuurahaa wa taqwaahaa. Qad aflaha man zakaahaa wa qad khaaba man das-saaha.  

Maka Allah SWT mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,  sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.  [91:8-10]

Allah SWT berfirman bahwa Dialah yang memberi ilham pada diri manusia.  “Alhama” dalam bahasa Arab berarti terbuka atau terilhami.  Dialah yang mengilhami diri, nafs, Fa alhamaha fujuurahaa wa taqwaahaa, “fujuuraha” adalah kefasikannya.  Bagaimana bisa Allah SWT mengilhami kefasikan? 

Namun dalam firman-Nya di kitab suci al-Quran, Fa alhamaha fujuurahaa, Dia mengilhami jiwa-jiwa untuk menunjukkan apa yang salah dan segera Dia memberi petunjuk pada hal salah itu, dan hasil akhirnya adalah taqwa, patuh.

Artinya, “Apakah hari-hari akhirmu, setelah melakukan kesalahan akan berakhir baik?  Bagaimana mereka mengakhirinya? Baik?  Dia mengilhami jiwa dengan apa yang tidak baik, tetapi hasil akhirnya Dia ingin agar kita bertaqwa.

Firman Allah SWT dalam hadis Qudsi, “Rahmat-Ku mengesampingkan kemurkaan-Ku.”  Ketaqwaan mengesampingkan kefasikan.  Tanggung jawab sang pemandu untuk memandu kita. Bila kita ditinggalkan sendiri, kita mungkin terjatuh dalam fujuur, kefasikan.  Kita mungkin tidak termasuk dalam kategori taqwa.

Jika kita masuk dalam kategori fujuur, bisa kita katakan, bagaimana kita mengakhirinya; sebagaimana Dia ingin kita berakhir, dalam ketaqwaan?  Allah SWT berfirman, ”Qad aflaha man zakaahaa.”  Mereka yang meningkatkan taqwa pada dirinya sendiri dan menyucikan diri sendiri adalah yang menjadi pemenang.”

Untuk melakukan itu bagi diri kalian sendiri, kalian membutuhkan petunjuk.

Jika tak ada petunjuk, bagaimana mungkin anak-anak Adam mengikuti apa yang Allah SWT jelaskan dalam Quran Surat Asy-Syams. Itulah mengapa “petunjuk”  merupakan kata sifat—menjelaskan mereka yang punya cara berbicara dan berpidato,  sebagai contoh, adalah cara untuk memberi petunjuk.

Islam bukanlah anarki.  Bukan sistem yang kacau.  Namun suatu tingkatan.  Para komunis adalah totalitarian, di mana pemerintahnya mencoba untuk mengatur segalanya dalam kehidupan kalian.  Islam bukan seperti itu.  Allah SWT memberi kalian prinsip-prinsip dan ingin menyelamatkan kalian pada akhirnya.  Itulah mengapa Dia menyusun 124.000 nabi.  Dan puncak piramidnya adalah Nabi Muhammad SAW.  Nabi Adam AS berada di dasar.  Di mana letak 124 ribu nabi yang lain?

Kita tahu berapa banyak yang tercantum dalam kitab suci Quran.  Berapa yang tercantum dalam Quran?  Ada 25.  Ada 313 utusan-utusan yang tidak disebutukan.  Sebagian dari mereka adalah utusan-utusan, mereka adalah rasul.  Sisanya adalah para nabi.  Di mana mereka?

Saat Allah SWT berfirman, “Fa alhamaha fujuurahaa wa taqwaahaa,”  Dia yang mengilhami  jiwa dengan yang fasik dan mengilhaminya dengan apa yang baik – Apakah Dia tidak mengirim nabi-nabi ke daerah Palestina dan Mesir, Mekah dan Madinah?  Apakah ini untuk  seluruh dunia?  Anak-anak Adam AS ada di mana-mana.  Ke mana nabi-nabi ini dan mengapa kita tidak mempunyai jawaban tentang mereka?

Kita tidak menemukan contoh-contoh mereka dalam sejarah. Tetapi mereka ada.  Padahal Allah SWT tidak akan  meninggalkan seorang pun tanpa seorang pengawas bahkan selama 24 jam.  Dalam spiritualitas, mereka yang berada di puncak gunung pun tidak ditinggalkan tanpa seorang pembimbing.

Seorang wali, setelah Nabi Muhammad SAW tak ada lagi nabi-nabi yang lain, namun ada pewaris, mereka adalah para awliya.  Pewaris ini adalah anbiya yang menjelajah seluruh dunia.  Saat kalian pergi ke seluruh penjuru dunia dan pesawat telepon juga “menjelajah” bersama kalian.  Awliya sedang menjelajah seluruh dunia.  Pasti ada, di puncak gunung pun atau di hutan dan di gurun pun, pasti ada satu wali yang harus muncul untuk menjaga kalian di wajah kalian dan lenyap.

Itulah tugas Qutub al-mutasyarrif.  Allah SWT memberi 5 orang qutub kekuatan di atas bumi dan mereka diambil dari salah satu dari 5 nabi terbesar (ulul-`azham).  5 orang qutub tersebut mengatur setiap detilnya, seperti seorang dokter yang memeriksa setiap detil tubuh kalian.  Allah SWT mengutus 5 qutub untuk memeriksa setiap detil umat manusia.  Di bawah mereka ada 124 ribu wali.  Mereka diutus untuk menjelajah dunia untuk menggapai setiap manusia, kalau tidak maka takkan ada keadilan Ilahi.  Setiap orang harus dibimbing.  Para awliya inilah yang memeriksa manusia di seluruh penjuru dunia, datang dan memeriksa mereka.  Itulah mengapa Allah SWT berfirman, “fa man tabi'a hudaya…” Allah SWT sedang mengirim petunjuk, untuk menyucikanmu dan menunjukkanmu jalan yang benar.

Ada petunjuk secara nyata yang bisa kalian lihat atau seorang wali yang dapat kalian lihat, kalian duduk dan berbicara dengan beliau.  Dan ada para awliyaullah  yang tak nampak, mereka disembunyikan namun secara spiritual mereka bekerja pada hati-hati manusia dari jarak jauh.

Saat Nabi SAW dalam  Isra' dan Mi'raj, beliau mencapai sebuah tempat di mana Malaikat Jibril AS tak mampu mencapainya.  Jibril AS mengatakan, “Sekarang, pergilah sendiri, Aku tak mampu lagi meneruskan, kalau tidak aku akan terbakar!”  Nabi SAW pun pergi dan sampailah ke sebuah tempat di mana  Allah SWT dulu mengirim wahyu, “Ya Muhammad SAW, Aku ciptakan semua ciptaan-Ku untukmu.  Dan Aku kirimkan seorang utusan untuk bangsamu.  Dan engkaulah utusan untuk setiap bangsa, namun sekarang waktumu untuk bangsa di bumi ini.  Dan  wahai Muhammad SAW, ini adalah umatmu, Aku berikan padamu sebuah kepercayaan, apakah engkau mau menerimanya?”

Dan siapa umat Nabi Muhammad SAW sekarang?  Aku tanya kalian sekarang.  Para muslimin.  Muslim bukan hanya kaumnya Sayyidina Muhammad SAW.  Saat zaman Yesus AS, beliau datang untuk setiap orang pada waktu itu.  Saat Nabi Musa AS datang, beliau diperuntukkan untuk manusia di zaman beliau.  Pada zaman Nabi Muhammad SAW, beliau datang untuk semua umat manusia.

Itulah mengapa cendekiawan mengatakan bahwa umat itu dibagi menjadi 2 bagian:  Ummat al-ijaba dan  Ummat ad-da`wah.  Ummat al-ijaba adalah mereka yang menerima apa yang  telah Nabi SAW serukan pada mereka.  Ummat ad-da`wah adalah mereka yang belum menerimanya.  Seluruh makhluk adalah umat beliau.

Allah SWT perlihatkan pada Nabi SAW, “Inilah umatmu, ya Muhammad.”  Dan Allah SWT perlihatkan roh-roh mereka. Ini adalah ajaran para awliya.  Seperti ajaran uwaysi (transmisi spiritual-penerj.).  Ada 2 macam ajaran;  yang kalian baca melalui buku-buku dan satunya didapat dari  awliya melalui hatinya, lewat ilham-ilham dan lalu mereka ajarkan.  Pernah saya terangkan mengenai Sayyidina Ahmad al-Badawi Ù‚, orang suci yang mengajari mereka pengetahuan itu.

Allah SWT perlihatkan orang-orang itu, ruh-ruh mereka yang diperlihatkan dalam ketaqwaan, kepatuhan yang sempurna. Semuanya senantiasa menyembah.  Kalian pikir Allah SWT menciptakan roh-roh dan mereka tidak menyembah terus-menerus?  Mereka diciptakan dari Bahr al-qudrah, sumber-sumber dari surga, jiwa-jiwa mereka adalah suci.  Apa kira-kira yang dilakukan jiwa-jiwa suci itu di hadapan-Nya?  Mereka senantiasa menyembah.  Jiwa-jiwa ini, hamba-hamba Allah, senantiasa beribadah saat berada di tempat sebelum masuk ke raganya.  Saat masuk ke raga mereka, raga-raga itu menggenggamnya laksana tawanan, seperti seseorang yang diculik.

Ini bukan sebuah kuliah akademis.  Ajaran akademis, seperti yang saya senang  katakan, selalu qaala waqiil – “Ada yang berkata ini dan ada yang berkata itu.”  Pengajar-pengajar itu membaca dari buku dan lihatlah apa yang dikatakan dan dipresentasikan.  Sesuatu yang tidak memberikan buah.  Hanya menjelaskan buah, tetapi tidak merasakannya.  Merasakan adalah sesuatu yang sama sekali berbeda.

Kita mempunyai pengetahuan yang datang selama ribuan tahun. Apa yang kalian harapkan dari pengetahuan spiritual saat ini?  Harus terus berkembang.  Yang datangnya melalui ilham-ilham hati, yang tidak terekam dalam buku-buku.  Sayangnya saat ini hanya sedikit orang-orang suci yang mendapat pengetahuan seperti itu.  Sisanya adalah qiil wa Qaala – “menurut si ini dan menurut menurut si itu.”

Mari kita kembali lagi.  Saat Allah SWT memberi jiwa-jiwa ini pada Nabi SAW, Allah  SWT memperlihatkan bagaimana mereka dulunya saat berada di surga, senantiasa beribadah, sebelum mereka diciptakan sebagai manusia.  Mereka senantiasa penuh dengan ibadah.  Dan Allah SWT berfirman, “Apakah engkau menerima mereka, menjaga mereka sampai kiamat kelak?”  Mereka sangat suci, sangat tulus.  Seluruhnya umat Nabi Muhammad SAW; ummat al-ijaba dan ummat ad-da`wah.

Begitu Nabi SAW menjawab, “Ya, Aku menerima mereka.”  Nabi SAW menerima kepercayaan itu… Apa yang kalian lakukan saat diberi sebuah kepercayaan?  Kalian meletakkannya di tempat terbaik, jangan sampai dicuri.  Begitu beliau menerima mereka, Allah SWT perlihatkan pada beliau bagaimana mereka akan berbuat kefasikan di dunia.  Semua keburukan perilaku mereka.

Sekarang Nabi SAW tak bisa lagi mengatakan, “Aku tidak mau menerima mereka.”  Itulah sebabnya kita katakan dalam Islam, “man wa`ada wafa” – “Kamu tidak bisa mengubah apa yang telah kamu janjikan.”  Dan sering kali dikatakan bahwa nilai ini telah lama hilang dari dunia Islam dan Arab.  Mereka tak bisa memegang janjinya.

Saya terkejut bahwa nilai-nilai Islam ini dipegang baik-baik di dunia Barat.  Mereka menepati janji.  Kalian jangan ingkar janji.  Itu adalah prinsip Islam.  Al-mu'min izha wa'ada wafaPara mukminin, jika mereka berjanji, mereka menepatinya.”  Hari ini jika mereka berjanji sesuatu, menit berikutnya mereka menipu kalian.  Di dunia Barat dan Eropa, jika mereka mengatakan, “Saya berjanji.”  Mereka tak pernah berubah.

Maka saat beliau menerima ummatnya, Nabi SAW berkata, “Ya Rabbi, berilah aku penolong-penolong untuk membantu apa yang harus aku lakukan.”  Dan Allah SWT memperlihatkan beliau seluruh umat, berkelanjutan, tanpa terputus, setiap masa terdapat 124.000 wali yang sedang berdiri di atas jejak ke-124.000 nabi yang merambah umat-umatnya setiap waktu.

Jadi saat Nabi SAW melihat hal tersebut, beliau sangat bahagia, beliau membagi ummatnya menjadi  ummat al-ijaba dan ummat ad-da`wah.  Beliau membagi-bagikan ummatnya kepada setiap orang-orang suci ini.  Ada yang mendapat 100 juta, ada yang 20 juta, dan selanjutnya.  Mereka katakan,  segera setelah umat Nabi SAW mencapai angka 400 milyar, Hari Kiamat akan tiba.  Artinya bahwa umat Nabi SAW yang diceritakan keseluruhan adalah 400 milyar. Saat ini kita berjumlah 6 milyar.  Namun jika kalian jumlahkan dari awal, saat  akan mencapai  400 milyar,  Allah SWT akan mengutus malaikat Israfil AS untuk meniup terompet.

Beberapa wali memimpin 100.000 orang, ada yang 1 juta, dan 100 juta.  Namun bagaimana wali-wali ini menghampiri seluruh umat yang telah dibagikan pada mereka? dalam dunia nyata, seorang wali mungkin mempunyai 100 ribu atau 200 ribu pengikut, dari timur ke barat, dari utara ke selatan.

Seperti pernah kami katakan ada 2 tipe pengikut: yang bertemu syekh secara fisik dan bertemu beliau dalam mimpi atau penglihatan; atau mereka bertemu syekh di jalanan dengan penampilan lain lalu membimbingnya. Mereka dapat merubah diri.  Sedikitnya seorang wali mampu berubah dalam 12.000 bentuk di seluruh dunia.

Saat Nabi SAW melihat itu, beliau sangat gembira.  Beliau pun membagi-bagi umatnya di tangan 124.000 awliya.   Hal ini bermanfaat pada pengikut-pengikutnya; baik mereka pengikut secara nyata maupun secara spiritual.  Keduanya sama-sama di bawah ri`ayat asy-Syekh – penglihatan (atau tuntunan) para syekh.  Supaya awliya Allah mempunyai waktu untuk diri sendiri.  Saat tak ada yang bersama mereka, para awliya memeriksa hati para pengikutnya sedikitnya 3 kali sehari.

Di manapun mereka, di gurun maupun di hutan.  Mereka menghampiri dan memperbaiki para pengikutnya.  Jika mereka tidak memperbaikinya,  mereka membawa sendiri amal buruk dan baik itu menuju Nabi SAW dan memintanya untuk memaafkannya. 

Wa law annahum idz zhalamuu anfusahum ja-uuka fastaghfarullaaha wastaghfara lahumu ar-rasuulu la wajaduu Allaha tawwaaban rahiima 

Sesungguhnya jika mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah SWT, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah SWT Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. [4:64]

Saat mereka menganiaya diri sendiri, saat mereka sadar bahwa mereka telah melakukan sesuatu yang buruk pada hidupnya, pada Allah SWT, “Mereka harus datang padamu, Ya Muhammad SAW.” 

Ja-uuka – mereka datang padamu, ya Muhammad SAW.  Ini terjadi untuk dulu, sekarang dan yang akan datang.  Quran berlaku bagi semua masa.  Hal itu menunjuk pada masa mendatang. Artinya semua yang telah melakukan kesalahan harus datang pada Muhammad SAW.

Bagaimana kalian datang pada Muhammad SAW? Kita butuh sebuah kendaraan.  Pembimbing, yang akan mengangkat kalian, keburukan, kefasikan yang telah kalian lakukan menuju Nabi SAW; pembimbing menunjukkan sisi baik kalian dan menyembunyikan sisi buruk kalian dan memikulnya di pundak mereka.

Jangan berpikir bahwa para awliya sedang bermain, duduk bersama kalian, mengajar dan makan bersama kalian.  Adalah kesucian yang membuat mereka tetap bersama kehadiran Nabi Muhammad SAW, mengambil tanggung jawab pada diri mereka, begitu kalian memberikan tangan kalian untuk bay`at, mereka adalah sang pembawa, beban nyata.  Itulah mengapa saya katakan lompatlah ke kereta itu.  Jangan berpikir bahwa kalian mampu menjadi kereta itu. Dan jangan duduk seraya menghitung berapa banyak kereta yang telah lewat.  Lompat dan larilah lalu kereta itulah yang akan membawa kalian.

Kereta kita adalah  Mawlana Syekh Nazim QS.  Dan selamatlah kita, karena kereta terhubung dengan mesin.  Mesin yang aman.  Mesin-mesin bila tidak mempunyai minyak akan berakhir.  Mesin nabi adalah mesin surgawi, selalu hidup.  Awliya tersambung pada nabi.  Mengantar kalian menuju nabi.  Tugas mereka adalah membawa setiap orang yang telah dititipkan, bukan hanya 10 atau 15 orang yang sedang duduk bersama syekh.  Jangan cemburu.   Mereka ada di seluruh dunia.  Mereka melihat syekh dalam berbagai bentuk penampilan.  Mereka di sana bagi para pengikutnya.

Mereka datang padamu, ya Muhammad SAW dan mereka meminta ampunan Allah SWT melalui keberadaan Nabi SAW.”  Tak mungkin ada cara lain.  Mereka harus datang padamu, Ya Muhammad SAW untuk meminta ampunan-Ku melalui keberadaanmu.

Dan itu tidak hanya dibenarkan, itu harus disahkan.  Saat kalian membutuhkan sebuah dokumen, notaris akan menstempelnya.  Itu saja tidak cukup, kalian juga membutuhkan pejabat daerah untuk mengesahkan pula.  Kadang kalian butuh lebih, butuh stempel  pemerintah pusat.  

Maka seorang wali membubuhkan stempelnya.  Namun Nabi SAW harus mengesahkan pula.  Wastaghfara lahum ar-rasula. Stempel: “Pada saat engkau mendapatkan Allah SWT mengampuni mereka.”  Awliya mempunyai tugas untuk membawa kalian semua.  Bahkan jika kalian tidak mengetahuinya.  Hal itu ditugaskan saat Isra Mi'raj.   Itu adalah bagian yang penting, yang orang tak mengetahuinya. Isra dan Mi'raj  penting untuk bangsa bangsa.  Jangan mencoba mencari itu di buku, atau menyelidikinya, hal itu datang langsung dari sumbernya.

Ketika saya diberi wewenang oleh Syekh--Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani QS -- saat saya berceramah saya tak membutuhkan persiapan.   Tidak berguna dan tak akan diterima persiapan dari sebuah presentasi.  Jika kalian menyiapkannya,  presentasi itu akan dilempar ke wajah kalian, orang-orang akan tidur dalam kuliah kalian.  Karena saat kalian menyiapkan sebuah presentasi, kalian menyiapkannya bersama ego-ego kalian.  Pernah kami menyampaikan tentang Sayyidina Ahmad al-Badawi QS dengan segala pengetahuannya.

Kalian tak tahu siapa yang akan menjadi penonton.  Mungkin apa yang kalian siapkan tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.  Maka para awliya, mereka bicara hanya dengan mencolok pada steker kalian, tanpa kabel.  Telekomunikasi instan tanpa kabel.  Para pendengar menerima sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.  Sang guru memeriksa apa yang dibutuhkan muridnya dari jauh.  Kami ini tak lebih dari sebuah radio.  Ketika tanda “on”menyala di studio kami pun berbicara; saat mereka berhenti–zero.  Tak ada lagi yang dikatakan.  Kadang mereka meminta saya, bicaralah.  Saya menjawab, “Saya tidak tahu apa yang akan saya bicarakan.”

Mereka mengajari.  Saat kami mematikan saklar, kalian tidak ada apa-apanya.  Jangan pikir hal itu berasal dari kalian sendiri.  Tarekat adalah kerendahan hati.  Jika kalian  tidak belajar sendiri untuk menjadi rendah hati, kalian tak akan maju dalam spiritualitas. 

Itulah sebab adanya perbedaan besar antara kaum akademis dan para pengajar.  Perbedaan besar dalam hal cara mengajar.  Perbedaan itu ada pada koneksi, steker pada sumber utamanya. Apakah koneksinya benar, apakah terkait dengan ego atau untuk kemasyuran?  Apakah dia mengira dirinya seseorang yang dihormati? Atau dia mengira dirinya sebagai orang biasa?

Ada seorang wali dalam mata rantai Naqsybandi yang pernah berbicara, “Saat aku meninggal nanti, dan kuburanku berada di sana, ambil penutup kepalaku dan lemparlah ke atas.  Di mana pun turban itu mendarat di kepala seseorang, maka dia yang akan menjadi khalifahku, seseorang yang mewarisi rahasiaku.”

Semua murid Syekh saat itu... seperti saat ini, Syekh memberikan ilmu tarekat untuk semuanya, dulu mereka harus belajar tentang prinsip Islam, hukum dan segalnya.  Bukan hanya ilmu Islam saja, tetapi segalanya.  Dan Syekh mempunyai banyak pengikut,  para ulama pengajar, profesor-profesor, doktor-doktor dalam berbagai jenis filsafat dan pemikiran.  Mereka laksana seekor burung merak, begitu besar, bukan seperti kalian, seperti sebuah balon, saat naik ke udara, jika kalian menusuknya dengan sebuah jarum  mereka pun meletus.

Beliau adalah Sayyidina Ubaidullah al-Ahrar QS, yang dimakamkan di Uzbekistan, Samarqand.  Dan khalifahnya adalah Muhammad az-Zahid QS.

Maka ketika  Syekh meninggal, semuanya menangis, mereka tak dapat mempercayainya.  Saat Mawlana Syekh `Abdullah QS meninggal,  kami tak dapat mempercayainya, beliau adalah syekhnya Syekh kita.  Saya masih kecil waktu itu.  Kami tak percaya beliau akan meninggal.  Allah SWT memberi sebuah cinta di hati yang demikian besar untuk syekh kalian, kalian serahkan semuanya demi beliau seperti ketika para sahabat, Sayyidina 'Umar RA berseru, “Jika ada yang mengatakan bahwa Nabi SAW telah meninggal, maka akan kutebas lehernya.”  Saat itu mereka menangis. Menangis secara lahir, namun masih mencari tempat untuk duduk di kursi.  Inilah penyakit yang sangat berbahaya saat ini.  Siapa yang peduli, khalifah atau bukan?  Kalian tak ada beban.  Kalian tak memilikinya.  Jika kalian berada dalam sebuah kereta, kalian selamat, tidur seenaknya, melakukan apa yang kalian mau.  Itulah penyakit saat ini.  hubb ar-riyasa.

Maka saat beliau meninggal, mereka mengambil turbannya dan melemparnya ke atas.  Turban itu mulai membumbung.  Itu mengandung rahasia sang syekh, namun terselubung dari kenyataan dari seorang syekh.  Seorang syekh mampu membawa seseorang yang tak tahu apa-apa, mengisinya dengan pengetahuan surga, pada suatu kesempatan.

Lalu semuanya mulai menegakkan kepala agar dapat menangkap turban itu.  Turban itu mendarat di kepala salah seorang murid.  Murid itu adalah seseorang yang sedang duduk di pintu membersihkan sepatu murid-murid lainnya, agar saat mereka pergi, sepatu telah bersih dan teratur.  Dia adalah pembersih sepatu.  Bagaimana bisa?”  Mereka saling bertanya, “Pembersih sepatu adalah khalifah Syekh?  Tidak, turban itu salah.”  Maka mereka pun melemparnya ke atas lagi,  namun jatuh pada orang itu lagi, “Tidak!  Turban itu tidak benar.  Coba lagi!”

Mereka melemparnya lagi untuk ketiga kalinya, namun turban itu tak peduli dengan apakah orang itu bergelar akademis--dia memperhatikan kemurnian hati.  Karena Allah SWT akan memberikan ilham, membuka tabir ilham.  Syekh menginginkan sebuah pipa yang bersih.  Saat pipa kalian tersumbat, kalian memanggil siapa?  Abdul Fattah, si pembuka pipa.

Para akademisi, syuyukh, ulama, profesor, pipa mereka tersumbat.  Jika syekh ingin melimpahkan sesuatu, mereka tak mampu.  Siapa orang yang bersih?  Mereka yang berada dalam sepatu.  (Sepatu menggambarkan alas, terbawah, harus disembunyikan di belakang masjid, jauh dari barisan depan)

Cerita ini menunjukkan kerendahan hati, bukan kesombongan.  Itulah yang dibutuhkan.  Sebuah saluran pipa bersih agar air dapat melewatinya.  Maka turban jatuh kepada orang yang paling bersih hatinya.  Mereka yang tidak pernah memperlihatkan diri sendiri di hadapan syekh, yang tidak pernah memperlihatkan keinginan pada syekhnya;  yang tidak pernah bertanya dan tidak pernah keberatan akan suatu masalah.

Apapun yang dikatakan syekh, dia mengatakannya seperti itu.  Sami’na wa atha'na.  Tidak hanya sam'ina, membaca hanya dari buku. Di mana itha'at, ketaatan?  Itu adalah karakter yang paling sulit – menaati.  Setiap orang mengira dialah yang mempunyai pikiran atau pengetahuan yang tertinggi dan terbesar.  Bahkan pada seorang anak.  Kalian membawa seorang anak dan kagum dengan opininya.  Kalian tidak melihat bahwa seseorang bahagia dengan pikirannya sendiri?  Saya sekarang sedang mempelajari istilah-istilah teknis ini. 

Setiap orang mengira bahwa dialah pusat perhatian, egois.  Di depan ayahnya, di depan ibunya, dia mengatakan, “Kalian kaku, tertutup.  Kita membutuhkan keterbukaan.” Bahkan saat orang tuanya sangat “rapi” dalam gaya Barat atau bukan, kita merasa keberatan.  Anak-anak melakukan hal itu.  Kita ini anak-anaknya para awliya.  Setan akan selalu keberatan pada syekh.  Jangan biarkan wabah itu memasuki hati kalian atau kita tak akan mencapai titik mana pun.  Semoga Allah SWT mengajari dan membimbing kita.

Itulah mengapa seorang syekh adalah penting.  Jika tidak ada syekh yang hidup, yang dapat kita hubungi dan membawa kita… Bahkan pertemuan dengan syekh sekali setahun atau dua kali setahun sangatlah penting.  Pertemuan itu akan membawa kalian kembali pada jalur yang benar, karena kita menyimpang sedikit demi sedikit, dari hari ke hari.

Semoga Allah SWT merahmati pemilik rumah ini dan keluarganya, anak-anak dan cucu-cucunya dan merahmati kita semua, bi-hurmatil Fatiha.

Sekarang saatnya saya memberi kalian kesempatan.  Hafizh datang yang berasal dari Pakistan.  Di hadapan seorang awliya, kita mendapat banyak spiritualitas dan banyak kehidupan  yang tidak bisa kita bayangkan.  Kehidupan ini berasal dari awliya, dari sumbernya.  Firman Allah SWT dalam Surat al-Anfaal:

yaa ayyuhal-ladziina aamanuu-stajiibuu lillaahi wa lir-rasuuli idza da'aakum limaa yuhyiikum... 

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah SWT dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu. [8:24]

Kehidupan itu adalah para awliya, kehidupan ini adalah Islam, kehidupan ini adalah cinta pada Allah SWT, mencintai Allah SWT, sahabat, tabi'iin, dan cinta pada awliya...  Awliya adalah orang-orang yang mencintai hanya karena Allah SWT.

Saya ingin berbagi pengalaman dengan kalian.  Saat saya datang kemarin, saya mendengar banyak pidato.  Beberapa pidato membuat saya mengantuk.  Saya katakan pada teman yang duduk di sekitar saya, “Saudaraku, leher saya sedang sakit.”

Seorang penyair terkenal yang bernama Iqbal, Allama Iqbal.  Dia mempunyai sebuah puisi berbahasa urdu mengenai hal ini: Jika  hati para pembicara diterangi nur Allah SWT, maka mereka memberi kehidupan pada pendengarnya.  Pendengar mendapat kehidupan dari pidato tersebut.

Jika hati penuh dengan kegelapan, maka kalian membawa mereka dalam kematian.  Ketika saya mendengar syekh kita kemarin, saya merasa hidup,  alhamdulillah.  Tidak tahu inspirasi apa yang beliau sampaikan, semakin saya mendengarnya, semakin hati saya dipenuhi cahaya.

Cinta para awliya adalah sumber utama jika kita mencintai mereka seperti kata Syekh, bahwa kita berada dalam kereta dan tak ada ketakutan di dunia dan ketakutan di akhirat. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Yunus: `alaa awliya- ullah, la khawfun `alayhim wa la hum yahzanuun.  Mereka yang paling mencintai Allah SWT tidak akan ada ketakutan, tidak huzn di dunia dan di akhirat.

Mereka akan mendapat berita bagus, busyra, dalam kehidupan ini dan kehidupan selanjutnya, tak ada perubahan dalam prinsip-prinsip Allah SWT.  Apakah prinsip-prinsip Allah SWT?  Jika seseorang berada dalam kereta sebagai dasar pemikiran, aturan universal, yang takkan berubah.  Ini yang harus kita saling pelajari.  Cinta pada para awliya adalah dasarnya, yang kemudian beliau akan membawa kita menuju cinta pada sahabat Nabi SAW, dan dibawa lagi menuju cinta Nabi SAW dan cinta Nabi SAW akan membawa kita pada cinta Allah SWT.

Kita harus menjalaninya selangkah demi selangkah.  Kalian akan bergerak selangkah demi selangkah.  Insyiqaq.  Mereka yang tidak beriman selangkah demi selangkah akan menuju kerusakan, dan orang yang beriman akan menuju pada Allah SWT selangkah demi selangkah.

Syekh Sa`adi  QS dari Persia pernah berkata, “Menghabiskan waktu sedetik bersama teman Allah SWT adalah lebih baik daripada seratus tahun beribadah.”  Ibadah tersebut tidak tampak, tak ada yang melihat kita, menyembah Allah SWT, walau demikian, sedetik, satu waktu bersama seorang wali lebih berharga daripada itu semua.

Kami merasa diberkahi berada di antara para awliya.  Mereka yang mencintai Allah SWT dan mereka yang mencintai utusan-utusan Allah SWT.  Wali yang menghubungkan kita semua adalah Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani QS, beliau adalah maha guru dari segala guru besar,  maha gurunya para awliya yang berhubungan dengan dunia dan akhirat.

 

03 May 2009

Meminta dan Menerima

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

Damaskus, Suriah: 16 April 2002 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin 

Tidak baik bagi seorang murid untuk bertanya pada Syekh-nya. Saat kami berbicara, kalian akan menemukan jawaban-jawabannya melalui asosiasi-asosiasi (shuhba) kami.  Pertama-tama, kalian harus berusaha untuk bersama dengan Allah 'Azza wa Jalla, dan siapa yang ingin bersama Allah 'Azza wa Jalla haruslah suci. Dan kesucian dimulai dengan mengatakan, "A’uudzu bi-llaahi minasy syaithaanir rajiim", karena siapa yang bersama Setan adalah kotor; ia tak dapat bersama Allah SWT.  Allah SWT tidak akan menerima orang itu. Dan setan selalu ingin mendekati kalian; ia suka untuk selalu menyertai kalian, sehingga ia tidak akan membiarkan kalian bersama Allah SWT.  Untuk apa setan mengejar-ngejar manusia? Untuk menaklukan manusia, menguasai hati mereka, agar mereka tidak lagi mampu berpikir tentang Allah SWT—karena telah dikuasai oleh setan. Ini adalah sebuah gelas. Jika ia penuh, kalian tak dapat menaruh apapun lagi ke dalamnya.  Jika hati kalian dipenuhi oleh setan--bagaimana mungkin ia bisa diisi untuk Allah SWT?  Adakah ruang tersisa di hati kalian? Tidak mungkin.  Karena itulah Allah 'Azza wa Jalla memerintahkan hamba-hamba-Nya agar mereka meninggalkan setan, agar mereka mengusirnya, sehingga hati sang hamba akan siap dan sedia bagi Allah SWT. 

Mereka berkata tentang hidup abadi kita, semua Grandsyekh; dan semua ajaran mereka adalah dari Rasulullah SAW.  Mereka hanya berusaha untuk menyiapkan para hamba demi kehidupan yang abadi, untuk keabadian.  Mereka berkata bahwa (apa yang kalian minta) adalah tidak penting, sehingga saya pun bertanya pada kalian tentang apa yang kalian minta dari saya, karena kalian meminta (seperti) apa yang diminta seekor semut (dari seorang manusia), semut itu meminta sekeping kecil jerami atau roti atau hal-hal kecil semacam itu, meminta untuk ditunjukkan hal-hal tadi, dan mungkin sambil berkata, "Aku lapar, wahai manusia, hamba dari Tuhanku". Seekor semut hanya meminta hal-hal itu dari manusia, karena kapasitasnya adalah untuk itu. Dan jika Grandsyekh membiarkan (kalian) untuk meminta ini atau itu, hal ini tidak lain hanya seperti semut-semut yang meminta tadi. Bahkan seluruh dunia ini hanyalah bagaikan sekerat kecil roti bagi seekor semut. 

Karena itulah para Grandsyekh ingin agar mereka yang datang dan menerima, dari hadirin, (untuk meminta) buat kehidupan abadi, keabadian. Jangan meminta apapun. Duduklah dan dengar, simaklah. Jika kalian mendengar dan menyimak, maka kemudian kalian boleh bergerak dan berbuat. Jika kalian hanya mendengar dan menyimak, kalian tak dapat melakukan apapun? Kalian meminta Allah 'Azza wa Jalla dan rida-Nya, dan itulah tujuan tertinggi bagi hamba-hamba.  Seorang hamba hanya boleh bertanya, "Apakah Kau senang denganku?" Yang boleh diminta seorang hamba adalah hanya agar tuannya senang dengannya.  Dan target tertinggi, sasaran bagi hamba-hamba adalah untuk mencapai keridaan Allah Subhanahu wa Ta'aala, untuk membuat Tuhan mereka senang atas mereka.  Tak lebih dari itu. 

Sebagaimana Allah 'Azza wa Jalla berkata pada Penutup para Nabi SAW di malam Isra' Mi'raj, ketika beliau berada di Hadirat Ilahi, "Apa yang kau minta, wahai kekasih-Ku dan hamba-Ku yang paling terpuji? Jika cinta-Ku bersamamu--apa yang kau minta? Segalanya adalah untukmu. Aku senang denganmu dan untuk memberimu apa pun yang kau minta dan lebih dari itu, tak ada yang tahu." 

Seorang hamba harus mampu mengikuti jejak langkah Rasulullah SAW, agar ia mampu mencapai suatu tingkatan, yang sesuai dengan tingkatan yang diinginkan dan dikaruniakan Allah SWT baginya- karena tak ada yang mampu mencapai tingkatan Rasul.  Tetapi, bagi setiap orang, ada tingkatan-tingkatan dan maqam yang tersedia bagi mereka.  Menurut tingkatan mereka masing-masing, Allah 'Azza wa Jalla memberi dengan Kebesaran-Nya, sesuai dengan tingkatan hamba-hamba-Nya, dengan bertanya, "Wahai hamba-Ku, apa yang kau minta? Akan Ku-karuniakan kepadamu dan apa yang kau minta tidak berarti apa-apa (dibandingkan dengan) apa yang Ku-berikan kepadamu." 

Karena itulah kami berusaha untuk memberikan sesuatu pada orang-orang untuk mendapatkan suatu pemahaman baru. Pemahaman lama adalah untuk masa lalu, sedangkan manusia zaman ini, manusia abad ini, membutuhkan ceramah dan asosiasi semacam ini agar tertarik. Kekuatan ini kini sedang menyala. Tadinya mati, dan kini muncul, dan kekuatan ini akan terus bertambah, tidak berhenti, tidak berkurang, tapi terus bertambah. Karena itu, ini adalah kabar baik buat kalian sebagai suatu permulaan. 

Kami telah dikirim ke Damaskus dan asosiasi (shuhba) kami saat ini di Damaskus tidaklah seperti di Siprus, Turki, Inggris, Timur atau Barat, karena menurut penampakan-penampakan Ilahiah yang muncul di Damaskus, yaitu tajali-Nya memang berbeda dari yang lain.  Tidak dapat dibandingkan. Dan kalian berdatangan dari jauh untuk mencapai dan mendengar hal-hal semacam ini. Kini, ia menjadi lebih berpengaruh pada kalbu dan pikiran kalian, lebih dari sebelumnya, karena waktu sedang berjalan, suatu perubahan pasti terjadi di muka bumi. Periode tirani, kegelapan dari kebodohan seperti malam yang tengah berlalu, dan kini siang hari, fajar tengah mulai memberikan cahayanya dan cahaya itu tak akan dapat dihentikan. Semua tirani telah meninggalkan Allah SWT dan membuat manusia menyembah mereka, bukan Allah SWT.  Dan manusia tengah berada di kegelapan malam, tak mengetahui apa itu hakikat.  Mereka bersama tiran-tiran ini, tapi kini akan menjadi jelas dengan siapa mereka dan apa yang telah mereka lakukan.  Dan semua perwakilan Setan dan pendukung-pendukung kerajaan saitan di muka bumi akan gemetar oleh cahaya-cahaya baru dari hari yang baru, periode yang baru, yang akan mencapai ke Sayyidina Mahdi AS dan 'Isa AS. 

Semoga Allah SWT mengaruniai kita kesempatan bersama mereka pada waktu itu nanti. Berdoalah untuk ini. Semoga Allah SWT mengampuni kita.