05 November 2008

Kebaikan dan Keburukan adalah Ujian dari Allah SWT

Tanya Jawab bersama  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

Tanya: 

Apakah Allah SWT berada di antara orang-orang jahat atau hanya di antara orang-orang baik saja?

Syekh  Nazim QS:

Dalam pandangan Allah SWT, semua adalah ciptaan-Nya.  Dia menciptakan kebaikan dan kejahatan untuk memberi ujian pada hamba-hamba-Nya.

Melalui orang-orang baik nampak atribut Ilahiah-Nya yaitu Pengasih dan Penyayang;  dan melalui pelaku kejahatan dan kaum penindas terlihat refleksi dari Kekuatan dan Pembalasan.  Kedua sisi itu termasuk dalam manifestasi-Nya.  Allah SWT mempunyai nama-nama Ilahiah yang tak terhitung jumlahnya, dan setiap nama merupakan cermin yang terefleksikan dalam ciptaan-ciptaan-Nya.

 

Tanya: Jadi tidak ada yang namanya sisi buruk, jahat atau setani?

Syekh  Nazim QS:   

Dalam pandangan Allah SWT bisa jadi demikian.  Namun harus kalian ketahui bahwa Allah SWT memerintahkan kita untuk mengejar kebaikan dan bukan keburukan.  Dia menguji ketaatan dan kemampuan kita untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk agar kita semakin kuat dan jangan sampai menurunkan tingkatan  kita atau meragukan-Nya.

Tingkat kita di dunia ini adalah untuk membedakan mana yang baik dan yang buruk.  Namun Sang Pencipta tidak pernah berada pada tingkatan tersebut, Dia Maha Agung dan di atas segala pembatasan itu.  Artinya bahwa manusia akan selalu berada dalam kategori itu, siapa pun kita dan apa pun yang telah kita capai, pengalaman membuat kita bisa merasakan perbedaan antara yang baik dan yang buruk.

 Dialah sang Pencipta.  Adalah hak-Nya untuk memberi ujian bagi hamba-hamba-Nya.  Dia bebas dan tidak berada di bawah perintah siapa pun dan Dia melaksanakan apa yang Dia kehendaki sesuai Kearifan yang dimiliki-Nya.  Tak ada apa pun yang dapat memerintah Dia, justru Dialah yang memerintah semuanya – dan Dia memerintahkan kita untuk melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan.

 

Tanya: 

banyak orang menanyakan, “Mengapa Allah SWT menciptakan keburukan jika Dia begitu baik 

Syekh  Nazim QS: 

Mereka lebih baik tidak menanyakan hal yang demikian!  Betapa beraninya mereka mengutarakan hal semacam itu pada Tuhan-Nya.  Hidup ini penuh dengan berbagai macam kebaikan dan keburukan, di setiap sudut ada kesempatan untuk menguji kesetiaan kita pada kebaikan atau jatuh pada godaan dari nafsu setan.  Setiap hari cobaan-cobaan itu harus kita hadapi.

Allah SWT berfirman, “Aku akan memberi ujian pada hamba-hamba-Ku.”  Titik!  Kalian tidak boleh mengatakan, “Mengapa?”  Sebagaimana Allah SWT telah jelas mengatakan: untuk menguji hamba-hamba-Nya.

Jika kalian tidak mampu membedakan antara kebaikan dan keburukan maka kalian berada pada level hewan, dan tidak ada tanggung jawab bagi apa yang kalian lakukan.  Tetapi, jika kalian mengklaim diri sebagai seorang yang cerdas, terpelajar, beradab, cepat tanggap, maka kalian harus sadar bahwa kalian punya tanggung jawab dan harus bisa menjawab pertanyaan,” Mengapa kamu melakukan kejahatan?”

 

Tanya:

Jika Allah SWT telah mentakdirkan sebelumnya akan segala hal... Bagaimana kita harus bertanggung jawab akan apa yang kita lakukan? 

Syekh  Nazim QS:

Bertahun-tahun yang lalu ketika saya berjalan bersama Grandsyekh di Damaskus, sebuah bola sepak mengenai kepala dan menjatuhkan turban saya.

Saya amat marah dan berteriak pada kelompok anak-anak yang sedang bermain bola di lapangan, “Dasar anak-anak nakal, kalian tidak tahu aturan!“ 

Kata Grandsyekh, “Oh Nazim Effendi QS, kau baru saja kehilangan Imanmu.  Bagaimana bisa engkau mengklaim segala sesuatu berasal dari Allah SWT, padahal baru saja engkau menyalahkan seseorang hanya karena sesuatu mengenai kepalamu?”

Tahukah engkau bahwa Allah SWT-lah Penyebab Utama dari kejadian itu, mengapa engkau dibutakan oleh penyebab kedua?  Ketika bola itu mengenai kepalamu mengapa engkau mencari siapa yang melemparnya agar bisa menyerangnya?  Tidakkah engkau sadar bahwa itu berasal dari Allah SWT?

Kemudian saya mulai kembali mengucapkan pengakuan iman untuk memperbarui keimanan saya.  Tingkatan keimanan Grandsyekh kita mengacu pada tingkat keimanan para nabi dan orang-orang suci.  Kita berusaha mencapai tingkat itu, dan ketika manusia mencapai  hal itu, kedamaian akan berkuasa di bumi ini.  Penyebab segala masalah di muka bumi ini, baik semua peperangan dan penderitaan adalah karena manusia kehilangan keyakinan akan takdir Tuhan di balik semua peristiwa itu.  Kehilangan keyakinan bahwa Tuhan-lah yang sedang memberi ujian melalui segala macam peristiwa itu, menjadikan mereka gagal dalam menjalaninya. 

Wa min Allah at tawfiq

No comments: