Showing posts with label Akhlak. Show all posts
Showing posts with label Akhlak. Show all posts

12 November 2008

Kewajiban terhadap Orang Tua

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

  

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir ra
hmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Mu
hammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

Sebagai orang beriman, sebagai Muslim, kita telah diperintahkan untuk mengerjakan sesuatu yang terbaik bagi setiap orang.  Bagi muslim, kita diperintahkan untuk memberikan yang terbaik terutama kepada orang tua kita sendiri dahulu sebelum kepada orang lain.  Apa pun yang dianggap terbaik untuk mereka, kalian harus melihatnya melalui pemahaman ini.

Buatlah sebanyak mungkin yang dapat kalian lakukan untuk menghormati orang tua kalian, sesuai dengan keinginan mereka maupun yang diharapkan oleh orang tua kalian, seperti rasa hormat kepada orang tua, ini adalah hal yang terpenting.  Dan sebagai tambahan kalian juga dapat merawat mereka, memenuhi segala keinginan dan pengeluaran mereka.  Berikan sebanyak yang kalian mampu berikan.  Ini akan membuat mereka bahagia.

Kita telah diperintahkan untuk membuat orang-orang bahagia bersama kita, dan seseorang yang mengharapkan kita untuk membahagiakan mereka lebih daripada orang lain adalah orang tua kita sendiri.  Ini adalah jalan Mawlana, untuk membuat setiap orang bahagia, semampu yang dapat kita kerjakan, dan supaya orang senang dengan kalian maka kita harus memberikan mereka kebahagiaan.

Ketika kalian melakukan sesuatu yang terbaik untuk membuat orang senang, mereka akan merasa senang dan bahagia bersama kalian.  Oleh sebab itu berikanlah sebanyak yang kalian mampu untuk orang tua kalian, kebahagiaan mereka.  Lakukanlah hal  itu!!

Wa min Allah at Tawfiq

29 October 2008

Jangan Memandang Orang yang Berdosa sebagai Binatang

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu  'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin  wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

Kita selalu memerlukan pertolongan Awliya.  Mereka adalah khalifah Allah SWT di muka bumi.  Mereka mempunyai kekuatan untuk menolong umat manusia.  Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS berbicara mengenai pengetahuan yang sangat berguna bagi kita.  Pengetahuan itu datang melalui dua jalur.  Pertama dengan cara mendengar dari luar dan menggunakannya untuk mengarahkan seseorang ke jalan tertentu.  Tetapi beberapa pengetahuan berasal dari hati dan ini lebih kuat dalam mendorong seseorang meraih sasarannya.  Dengan kata lain, jika perintah berasal dari luar, ego tidak akan memperhatikannya, tetapi berasal dari dirimu sendiri, dia mempunyai efek yang lebih besar.  Ego tidak suka diperintah, tetapi jika berasal dari hati, kalian melihatnya sebagai terhormat.  Kalian bisa saja mendengar begitu banyak pelajaran, tetapi kalian menunggu perintah itu untuk datang dari dirimu sendiri.  Kebenaran dan Bimbingan Ilahi ada bersama jalan yang kedua.  Awliya bisa berbicara, tetapi mereka juga mengirimkan inspirasi ke dalam hati.  Lalu orang berpikir mengenai pengetahuan yang datang, "Aku memikirkan hal ini."  Semakin banyak kita dimurnikan gelombang hikmah Ilahi dapat ditangkap oleh telinga hati kita.  Rasulullah SAW bersabda bahwa jika seseorang dapat menjaga kemurnian hatinya dan beribadah dengan tulus selama 40 hari, maka dia akan dapat menangkap hikmah Ilahi dalam hatinya dan bisa berbicara dengan penuh hikmah.  Hikmah adalah inti dari pengetahuan. 

Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS berkata, mungkin untuk seorang hamba,  Allah SWT mengjarkan dia, atau Rasulullah SAW mengajarkan dia, atau mursyidnya mengajarkan dia dengan inspirasi.  Bagi seorang dokter sangat penting memiliki inspirasi untuk membuat diagnosis.  Semakin banyak seorang dokter mempunyai hati yang bersih, dia akan mudah memahami suatu penyakit dan menyarankan pengobatannya.  Ini jika mereka berada di luar  cinta terhadap uang, hanya berpikir untuk menolong orang dan untuk meringankan penderitaan, maka Allah SWT akan menghilangkan sekat dari hati mereka dan mereka akan berhasil.  Dengan menolong orang, Allah SWT akan menolongmu.  Mata harus berada di luar kecintaan terhadap uang, jika mereka memberi, ambil, jika tidak, jangan meminta.  Tetapi orang yang paling bersifat materialistik adalah dokter.  Yang paling disenangi Allah SWT adalah orang yang menolong orang lain.  Itu adalah kehormatan bagi setiap orang.  Setiap hari kita harus berniat untuk menolong orang lain, jangan menolong dirimu sendiri, maka Allah SWT akan menolongmu dan pertolongan-Nya sudah cukup.  Jika semua orang di dunia berkumpul untuk menolongmu, mereka tidak bisa melakukan seperti apa yang dilakukan-Nya.  Dia memberi kesenangan, keamanan dan kebahagiaan.  Kalian tidak bisa membelinya, itu hanya untuk orang-orang yang tulus.  Ini adalah realitas.  Suatu ketika seorang Wali melihat orang yang mabuk sedang terbaring di atas tanah dengan menyebut “Allah SWT, Allah SWT, Allah SWT.”  Beliau mengambil sapu tangan  dan mulai membersihkan mulutnya.  “Wahai Tuhanku, Aku memohon ampun atas nama orang ini.”  Beliau pergi ke suatu ruangan dan mendengar Suara Ilahi yang tertuju kepadanya, “Wahai hamba-Ku, engkau membersihkan mulutnya demi Aku dan Aku membersihkan hatinya untukmu.”  Kemudian beliau mendengar seseorang berdoa di luar dan menangis memohon ampun.  “Siapa kamu?” “Apa yang kamu lakukan?” “Aku adalah orang yang mulutnya engkau bersihkan.” Meningkatnya keimanannya berarti rahmat meningkat dalam hati, jangan memandang orang yang berdosa seperti binatang.  Itu hanyalah pandangan luar dari orang-orang yang terpelajar.  Para Awliya melihat dengan rahmat. “Perantaraanku adalah untuk para pendosa yang besar,” sabda Rasulullah SAW.

20 June 2008

Orang Beriman tak Mengeluh!

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Grandsyekh Abdullah QS mengatakan, “Untuk apa Allah SWT mengutus Nabi SAW? Beliau dikirim untuk menyempurnakan karakter-karakter yang baik. Beliau mengajari kita sepanjang hidupnya bagaimana cara mengubah karakter-karakter buruk menjadi baik. Itulah tugas utama kenabian.”

Ketika saya (Syekh Nazim QS) bertanya pada Grandsyekh, “Guruku, adakah keluhan keluar dari seseorang yang berkarakter baik?” “Tidak pernah! Tidak ada keluhan keluar dari seseorang yang berkarakter baik!” Itulah jawaban Grandsyekh. Begitu banyak keluhan dari manusia, tak terhitung jumlahnya. Tetapi seorang yang berkarakter baik ibarat badan yang sehat (Grandsyekh memegang badan salah seorang murid). Jika kalian sentuh badan itu, tak akan ada keluhan. Namun seorang manusia yang sekujur tubuhnya penuh luka akan selalu mengaduh bila tersentuh lukanya.

Dengan demikian, ukuran manusia yang berkarakter baik (atau buruk) adalah pada banyak atau sedikitnya ia berkeluh kesah. Jika keluhannya sedikit, maka sedikit pula sifat-sifat buruk yang masih tertinggal dalam dirinya. Jika kalian tidak pernah lagi mengeluh, ketahuilah bahwa kalian adalah sehat, tak ada sifat-sifat buruk lagi! Ini adalah hal yang penting, seorang yang berkarakter baik, tidak berkeluh kesah, dia mempunyai kesabaran. Dan dia yang mempunyai kesabaran, berarti mempunyai iman yang benar. Iman yang benar senilai dengan karakter baik dan iman yang benar senilai dengan kesabaran. Di mana pun kalian tidak bisa bersabar, kalian tidak sedang dalam keadaan beriman.

Kurangi keluhan-keluhan kalian sampai terkikis habis, agar hidup kalian tenang. Tidak ada lagi yang bisa membuat masalah. Kalian akan seperti roket yang telah sampai pada suatu titik di mana tak ada lagi gaya gravitasi bumi. Jika kita mampu lolos dari gaya tarik dari sifat-sifat yang buruk, maka tak akan lagi gangguan di dunia ini maupun di akhirat kelak.

“Bagaimana kita bisa melakukannya?” tanya salah seorang murid.

Jawab Syekh Nazim QS, “Kurangi keluhan sedikit demi sedikit, itu tidaklah mudah. Kalian mengeluh perihal apapun… soal istri, anak, tetangga, keluarga. Dari Yahudi, Amerika, Rusia, pria dan wanita, sampai dari bangsa Jin! Komplain, komplain… kabar baik bila kalian telah mampu mengatasinya!”

Cukup untuk hal ini, sebuah kalimat singkat, satu pertanyaan, satu jawaban dari Gransyekh kita, sebuah pengetahuan yang cukup untuk melenyapkan segala kesulitan. Kalian Mengerti? Kalimat yang tertulis di sini (sedang kalian baca) akan mampu mengingatkan setiap waktu. Kekuatan Ilahiah akan memasuki hati kalian dan menolong kalian untuk mengingat kata-kata ini. Segera akan masuk dalam hati kalian, Aku bukan seorang pengeluh, apapun yang terjadi padaku adalah karena kehendak Tuhan!

Tanya diri kalian, “Mengapa aku harus mengeluh, jika Tuhan yang menghendaki hal ini terjadi.” Itulah latihannya, jika kalian sadar akan hal ini, maka kalian akan puas akan segala kehendak-Nya. Jika kalian puas terhadap Tuhan, kalian akan tenang.”

Bagaimana menghadapi ketidakadilan? Perilaku semacam ini akan mengantar kita untuk mengatakan ‘Oh, ini takdir Tuhan’ bukankah hal ini menjadi semacam fatalisme?

Koreksi pada hal-hal yang salah adalah masalah lain. Jika kita mampu, kita koreksi segala hal, tetapi yang kita bicarakan di sini adalah mengurangi keluhan dan menerima segala sesuatu sebagai kehendak Tuhan, misalnya jika kita sedang miskin--jangan mengeluh. Jika sedang sakit – jangan mengeluh.

Hal ini sangat tersamar, membingungkan. Ketika Anda mengatakan tidak mengeluh, maka artinya adalah ‘Baiklah, saya menerima segala sesuatunya.’

Benar, kita menerima segala sesuatunya, karena Allah SWT yang menjadikan hal itu terjadi pada kita dan pada semua orang.

Bagaimana perbedaan antara sebuah keburukan yang perlu perbaikan dan sebuah kondisi yang harus kita terima? Kadang kita terkena akibat perilaku buruk kita sendiri.

Tindakan yang salah berakibat sesuatu terjadi pada diri kita, bila kita cegah hal itu pun tak akan terjadi.

Namun, kadang manusia baik seperti Anda juga dimarahi orang kan?

Benar! Tetapi kami tak pernah mengeluh! Kami tahu bahwa terkadang anak-anak kecil melempari pohon-pohon yang mempunyai buah-buah, karena mereka tidak mampu mencapainya. Semua nabi dan manusia suci kadang-kadang bernasib buruk, bukan karena tindakan mereka yang salah, namun mereka ibarat pohon tinggi yang penuh buah dan sukar dicapai. Manusia awam seperti anak-anak kecil yang melempari pohon-pohon itu dengan batu.

Jadi manusia yang baik akan menunggu kurma-kurma jatuh dengan sendirinya ?

Benar.

Jika sesuatu yang tidak berkenan terjadi di rumah Anda, apakah Anda mengoreksinya? ‘jangan lakukan ini dan itu’ Anda hanya akan menerima apa yang tidak bisa Anda ubah, benar begitu?

Kalian bisa mengoreksi siapa saja yang mau mendengar kalian. Tetapi hati-hatilah, karena setiap manusia memandang diri sendirilah yang mengisi seluruh bumi ini. Jika kalian katakan ’jangan lakukan ini itu!’ mereka tak akan mau menerimanya. Gantilah dengan, ”Ya Tuhanku! Jika aku seperti dia (orang yang Anda ingin koreksi), bagaimana pendapat-Mu ya Allah SWT! Baikkah menurut-Mu melakukan hal seperti ini?“ Dan jika sasaran kita (orang yang ingin dikoreksi) mendengar hal ini (atau apapun kalimat yang mempunyai efek pada hatinya) dan akan membuat dia tersadar akan perilaku buruknya.” Tetapi jika kalian katakan, “Jangan begini, jangan begitu,” tak seorang pun akan menerimanya, semua manusia mempunyai ego yang tinggi. Jika sesuatu terjadi dalam rumah tangga yang melanggar aturan Allah SWT, misalnya ada yang ingin makan daging babi, maka kalian harus melarangnya. Tak ada protes dalam hal ini.

Tetapi jika saya larang, anak istri saya akan mengatakan, ‘Itu kan yang kamu yakini, bukan yang kami yakini. Bukan hakmu memaksakan apa yang menjadi keyakinanmu. Seperti itulah gaya Amerika, Syekh Nazim QS!

Jika demikian, kalian bebas untuk tetap bersama atau tidak. Kalian bisa membebaskan mereka melakukannya, tetapi jangan berpartisipasi atau duduk bersama mereka saat mereka melakukan hal itu, makan atau minum. Sepanjang mereka bukan muslim, kita tidak bisa meminta mereka menaati hukum Islam. Bahkan ke gereja pun, mereka bebas. Agama mengizinkan kita (pria) untuk menikahi seseorang yang beragama lain.

Bukankah anak-anak harus dibesarkan sebagai muslim?

Anak-anak adalah tanggung jawab kalian.

Jadi, kita harus secara terang-terangan tidak mau berpartisipasi dalam hal-hal yang dilarang?

Ya

Jika ada binatang tetangga merusak hak milik kita, tidak bisakah kita protes dan mengeluh misalnya, ’Manusia macam apa tetanggaku ini!’

Jika seseorang membawa petaka pada kalian, syariah memberi wewenang untuk mencegah petaka terjadi di antara masyarakat. Ini bukan keluh kesah. Adalah hak kalian untuk menjaga hak milik kalian agar aman. Jika ada yang melukai kalian dengan tangan atau lidahnya, maka dia bukan seorang muslim, bukan orang beriman. Jika kalian melakukan sesuatu untuk melawannya, itu bukan berkeluh kesah, namun hak dalam syariah. Jadi bicarakan saja. Misalnya ada seseorang datang dan memotong pohon kalian dan mengambilnya, bukan berkeluh kesah bila kalian menghentikannya. Jika dia membuat masalah, menempuh jalur hukum pun tidak termasuk berkeluh kesah. Tidak diizinkan berbuat jahat dalam syariah.

Apa hak-hak saya pada istri yang non muslim? Haruskah saya izinkan keinginannya? Jika ada, apa hak-hak sah saya?

Hak-hak Anda adalah menjaga kehormatan Anda. Kehormatan Anda adalah bersama istri Anda. Jika dia setia dan senang bersama Anda itu sudah cukup bagi Anda. Itu berlaku untuk istri muslim maupun non muslim.

Anda katakan ada syarat-syarat tertentu dalam suatu hubungan, apakah itu?

Jika istri kalian menyenangi kalian dan mengatakan, ”Aku puas denganmu sebagai suamiku. Aku bebas dengan agamaku dan kamu bebas dengan agamamu.” Maka tak ada lagi persyaratan. Syarat-syarat itu adalah menjadi setia pada kalian, pada anak-anak kalian dan pada hak-hak milik kalian.

Adakah syarat-syarat lain?

Itu jika kalian suka! Jika tidak suka, tinggalkan dia! Tetapi kami lebih cenderung untuk mempertahankan pernikahan dengan yang tidak beriman, karena dengan cintanya pada suami mereka, mereka akan mendekat pada keimanan dengan sendirinya. Maka kami sarankan, “Pertahankan dia.” Agar hari demi hari mungkin istri Anda akan setuju dengan Anda disebabkan cintanya pada Anda. Kita punya perkataan, ‘Shartul mu'arfiqa mu'arfiqa.’ Dari persahabatan, kita mungkin bertemu pada jalan yang sama. Yang wanita bisa membawa laki-laki pada jalannya, atau yang laki-laki akan membawa sang wanita pada jalannya.

Bagaimana jika kita menikahi wanita yang tidak beriman, dan setelah sekian lama, walaupun kita telah toleran, ia tetap tidak mau masuk Islam?

Bersabarlah, mohon pada Allah SWT untuk menyatukan kalian dalam jalan yang sama. ”Jagalah aku, oh Tuhan agar tetap pada Jalan-Mu dan jagalah ia bersamaku dalam jalan-Mu.” Jika tidak ada hasil, maka katakan padanya, “Kamu dengan jalanmu, aku dengan jalanku.”

Bagaimana bila ia benci Islam dan menjelek-jelekkan Nabi SAW?

Tinggalkan dia! Tak ada pembicaraan lagi mengenai ini. Ada poin penting dalam hal ini. Setiap orang, kuncinya ada di tangan Tuhan. Kalian tidak bisa mengubah seseorang sebelum Allah SWT mengubahnya, bahkan Nabi SAW pun tak mampu. Jika Allah SWT tidak mengubahnya, tak seorang pun bisa berubah. Hati setiap manusia ada dalam genggaman Allah SWT. Bisa jadi Kehendak Allah SWT adalah mengubah seorang hamba, untuk itu Dia mengirim kalian. Jika kalian bersabar dengannya, kesabaran kalian akan berbuah pada akhirnya dan ia akan datang pada kalian.

13 June 2008

Bahaya Ghibah

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani QS

Jakarta, 2003


A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Kalian semua harus memakai turban. Lihat! Ia memakai turban, di mana turbanmu? Ambil!

Kalian mendengar suara kucing itu? (kucing yang sedang berkelahi). Inilah yang terjadi bila kita bertengkar satu sama lain, bahkan lebih buruk daripada itu. Malaikat mendengar suara itu, demikian pula dengan awliya. Kalian lihat bagaimana mereka saling berteriak satu sama lain.

Hadis dari Rasulullah SAW berbunyi, “Barangsiapa yang mengunjing saudara atau saudarinya, siapapun yang saling menggunjing… bau dari gunjingan itu sangat berbahaya.” Oleh sebab itu Rasulullah SAW melarang keras bergunjing.

Suatu waktu, Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS memberi gambaran tentang gunjingan. Beliau berkata bahwa ketika seseorang meninggal dan ia dimasukkan ke liang kuburnya, apapun gunjingan yang telah diperbuat selama hidupnya, berapa banyak ia menggunjing, Allah SWT membawa gunjingan itu kembali padanya dalam wujud bau busuk. Bila selama hidupnya ia telah menggunjing sebanyak 100 kali, ia akan membawa 100 bau; bila 200—200 bau dan bila sejuta gunjingan—ia akan membawa sejuta bau ke dalam kuburnya.

Allah SWT membawa bau itu kembali ke kuburnya dan Grandsyekh berkata bahwa jika Allah SWT melepaskan satu bau dari bau-bau ini keluar dari kuburan itu, tak satu pun makhluk yang dapat bertahan di bumi ini, manusia dan semua makhluk akan mati bagai terkena reaksi bom atom.

Dan Allah SWT menciptakan binatang buas dari bau itu yang akan menyerang mayat yang terbaring di sana. Bagaimana kalian membayangkan keadaan orang itu jika satu bau saja yang bila dilepaskan ke dunia, semua makhluk akan tewas. Bagaimana dengan jutaan bau yang dikirimkan Allah SWT kepada mayat di kuburnya. Bagaimana efek yang terjadi kepada orang yang jiwanya dikembalikan ke tubuhnya selama ia berada dikuburnya. Ia akan berada dalam hukuman dan siksaan dalam kubur dari bau itu dan dari binatang yang diciptakan Allah SWT dari bau itu.

Dan Grandsyekh bercerita bahwa suatu ketika beliau pergi menuju makam Sayyidina Muhyiddin Ibnu Arabi QS di Jabal Qasyun mengendarai kereta kuda (pada waktu itu, jauh di masa lampau). Beliau dan seorang Syekh lainnya yang biasa dipanggil ‘Abdul Wahab Salahi duduk di kereta kuda pergi ke makam Sayyidina Muhyiddin Ibnu Arabi QS. Tiba-tiba muncul seseorang yang menghentikan kuda yang menarik kereta mereka dan orang itu berkata, “Assalamu’alaykum!” Mereka membalas, “Wa alaykum salam!” lalu ia berkata lagi kepada keduanya, ia mengarahkan pembicaraannya atau ucapannya kepada ‘Abdul Wahhab Salahi dan melihat kepada Grandsyekh, Syekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS, “Apakah ia Syekhmu? Atau engkau Syekhnya?” ‘Abdul Wahhab Salahi menjawab, “Ia bukan Syekhku dan Aku bukan Syekhnya.” Tiba-tiba orang itu menghilang. ‘Abdul Wahhab Salahi menoleh ke sana ke mari, “Ke mana ia pergi?” “Ia muncul dengan tiba-tiba dan tiba-tiba menghilang. Ia tidak berada di sini lagi.” Awliya menampakkan dirinya kepada orang-orang yang tulus. Grandsyekh dan ‘Abdul Wahhab Salahi, keduanya adalah orang-orang yang tulus sehingga awliya menampakkan dirinya kepada mereka. Tetapi sekarang orang-orang berkata, “Mana awliya… mana?” Khususnya mentalitas baru ini di mana mereka tidak percaya kepada karomah. “Di mana awliya…?” Kalian jatuh ke dalam lubang yang penuh dengan kotoran dan kalian berkata, “Mana awliya?” Bagaimana mungkin kalian akan melihatnya? Kalian harus menjadi orang yang tulus untuk bisa bertemu dengannya.

Mereka bertanya kepada Ibu Firdaus, “Di mana awliya? Apa itu awliya? Kami tidak melihat apa pun.” Mereka bertanya kepada kalian, “Mana…mana awliya, kami tidak melihat apa-apa.” Karena mereka tidak percaya, awliya tidak akan menampakkan dirinya kepada mereka. Awliya tidak akan menunjukkan keajaibannya kepada mereka, tetapi kepada orang-orang yang percaya, seperti Ibu Firdaus, seperti Anda dan seperti orang-orang yang hadir di sini, mereka akan menjumpai keajaiban dalam setiap gerakan yang dilakukan oleh Syekh.

Ketika Saya masih muda, setiap gerakan dari Grandsyekh Syeikh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS dan Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani QS ketika itu, ketika Saya masih sangat muda… dalam setiap gerakan mereka, Saya melihat karomah.

Karena ketika kalian mempunyai keyakinan, mereka akan memperlihatkannya kepada kalian. Ketika kalian yakin dengan apa yang kalian kerjakan, mereka akan memperlihatkannya (karomah-red) kepada kalian. Bila kalian tidak mempunyai keyakinan seperti ini, untuk apa mereka menunjukkannya kepada kalian. Sebab kalian tidak menghargai berlian, awliya hanya akan memberi kalian permen dan kalian sudah puas dengan itu. Mereka tidak memberi kalian gula, melainkan pemanis buatan yang berkalori rendah, tidak berenergi, tidak berarti apa-apa. Barang siapa yang sakit, ambilah pemanis buatan itu, kalian tahu, ini tidak akan membuat gemuk. Tetapi bagi mereka yang kuat, awliya akan memberikan gula yang berenergi, artinya mereka memberi dukungan penuh kepadanya.

‘Abdul Wahhab Salahi adalah seorang yang tulus, mukhlis sehingga wali muncul ke hadapannya; tetapi ia belum mencapai tingkat yang sempurna, sehingga ketika ia mengatakan, “Ia bukan Syekhku dan dirinya pun bukan Syekhnya,”--wali itu langsung menghilang, tidak menyukainya. Ia berkata, “Wahai Syekh ‘Abdullah QS! Orang itu menghilang… siapa dia?” Syekh ‘Abdullah QS menjawab, “Tidak! Orang itu tidak menghilang, ia masih berdiri di sana… buktinya lihat! Ia menarik kuda itu dan sekarang menggerakkan kereta. ‘Abdul Wahhab Salahi melihat kuda itu bergerak, tali kekangnya tertarik tetapi ia tidak melihat orang yang menariknya…dan kereta pun berjalan.

‘Abdul Wahhab Salahi berkata, “Mengapa ia lenyap?” Syekh ‘Abdullah QS menjawab, “Ia tidak menyukai ucapanmu.” Syekh ‘Abdullah QS juga berkata bahwa para wali sangat suci, bila mereka mencium bau sedikit saja, mereka akan menghindar. “Ketika kau mengatakan bahwa engkau bukan Syekhku dan Aku bukan Syekhmu—ia mencium adanya aroma kesombongan dari ucapanmu, dari situlah ia menghilang. Dan ini bukan gunjingan. Ini hanyalah ucapan biasa yang dapat diucapkan oleh siapa saja, namun tetap saja ucapan itu mengundang bau busuk di hadapan awliya. Apa salahnya jika engkau berkata, ‘Ya ia adalah Syekhku,’ apa ruginya? Engkau tidak kehilangan apa-apa, kau melangkahi egomu… tetapi karena kesombongan diri, kau berkata, “Tidak, ia bukan Syekhku.” (Sebab ‘Abdul Wahhab Salahi berkata, “Syekhku dan Syekhnya adalah satu, yaitu Syekh Syarafuddin QS.” Apa salahnya untuk bilang bahwa ia adalah Syekhku, apa ada masalah?

Jika mereka bertanya kepadamu, “Apakah Berny Syekhmu?” “Ya, ia adalah Syekhku,” apa ada masalah? Jika mereka bertanya kepadamu, “Apakah Bubby Syekhmu?” “Ya, ia adalah Syekhku.” Jika mereka bertanya kepada Saya, “Apakah Haji Mustafa, Pak Mus adalah Syekhmu?” “Ya, tentu saja, Saya mencium tangannya dan Saya mencium kakinya.” Tidak ada masalah!

Bau dari percakapan tadi membuat wali itu pergi. Bagaimana menurut kalian, bila kita sedang salat dan mengucapkan “Allahu Akbar” lalu ratusan dan ribuan khawatir, gosip yang dibisikkan Setan ke telinga kita dan kita memikirkannya, “Oh, Mustafa adalah orang yang tidak baik, Oh Berny yang paling buruk, Oh Bubby gila, Oh Bapak dan Ibu Firdaus… Aku tidak mau makan dari makanan mereka. Ini dan itu… dan orang-orang mulai mempunyai gosip dalam pikirannya. Bagaimana malaikat akan membawa salatmu kepada Allah SWT, jika mereka pergi karena mencium bau (busuk) ini? Artinya salat kalian tetap berada di tempat, tidak diterima (oleh Allah SWT)… ia hanya diterima sebagai ibadah fardu, artinya kalian memang mengerjakan kewajiban kalian… tetapi itu tidak diterima sebagai ibadah yang sempurna. Ia tetap berada di tempatnya. Untuk itulah kita harus berhati-hati agar tidak membawa isu-isu yang telah terjadi sebelumnya dan menyebarkannya mulai dari satu kepada yang lain sehingga menjadi gunjingan.

Allah SWT adalah as-Sattar, Maha Menyembunyikan. Allah SWT Maha Mengetahui segala perbuatan kalian, baik maupun buruk. Dan Dia tidak melepaskan atau membukanya kepada orang lain. Dia melindungi dan tidak membiarkan kalian terekspos bagi orang lain. Tetapi manusia adalah seburuk-buruk pembuka aib orang lain. Grandsyekh melukiskan mereka bagaikan seekor lalat hitam yang selalu pergi ke tempat-tempat yang kotor. Di mana ada sampah, di mana ada kotoran, di mana ada WC, toilet, dan apa pun yang kotor kalian akan menjumpai lalat-lalat ini beterbangan. Seperti halnya surat kabar dan majalah-majalah ini. Mereka mengejar setiap orang, menggoyang hidupnya, apa yang mereka lalukan terhadap istrinya,… ia menipunya… ia tidak menipunya… ia nikah 10 kali, 100 kali, 5 kali… apa saja usaha mereka… apa yang mereka lakukan… mereka sangat senang mengambil apa saja, bahkan sampai hal-hal yang terkecil untuk menciptakan fitna dan kebingungan di negri ini.

Grandsyekh memberi contoh (semoga Allah SWT mensucikan jiwanya ketika menerangkan hal ini). Beliau berkata bagaikan kalian mempunyai hewan-hewan ternak di ladang kalian, kalian mempunyai biri-biri, lembu dan hewan lainnya di ladang kalian kemudian kalian melihat kebun tetangga kalian dan berkata kepadanya, “Lihat! Banyak nyamuk di pohon-pohon kalian,” sementara itu kalian melupakan ladang kalian sendiri di mana binatang buas menerkam dan memangsa semua biri-biri dan lembu dan kalian memperhatikan nyamuk-nyamuk yang terbang di kebun tetangga kalian.

Jadi kalian harus mengetahui bahwa gunjingan semacam ini adalah dilarang. Dan jika kita sanggup, kita akan terus menggunjing semua orang bahkan sampai Nabi Adam AS. Ini adalah tabiat alami manusia dan jalan satu-satunya untuk menyelamatkan diri kalian dari gunjingan ini adalah melalui disiplin tarekat, di mana kita diharuskan untuk membaca “Ya Shamad” 500 kali setiap hari (setelah salat syukur—red).

Mereka berkata, “Mengapa kalian membutuhkan pemandu, seorang Syekh?” Seorang Syekh adalah pembimbing kalian, ia akan mengatakan kepada kalian apa yang harus kalian lakukan dan bagaimana cara menghindari gunjingan seperti ini, kalau tidak kalian akan lihat bahwa setiap orang saling menggunjing satu sama lain. Sekarang, orang-orang dengan keyakinan tertentu bertanya, “Mengapa kalian memerlukan seorang Syekh? Mengapa kalian membutuhkan pembimbing?” Bagaimana kalian akan mempelajari hal-hal seperti ini tanpa seorang pembimbing, seorang Syekh? Kalian akan tetap menggunjing orang lain.

Semoga Allah SWT memaafkan kita, semoga Allah SWT memberi dukungan kepada kita, semoga Allah SWT membimbing kita ke jalan yang benar, jalur yang benar dari sunnah Nabi SAW. Rabbanaa taqabbal minna bi hurmatil habib bi hurmatil faatiha. Taqabballaah.

Siapa Syekhmu?…semua orang…

31 May 2008

Yang Membuat Orang menjadi Tidak Terhormat

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS


A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS berbicara tentang pertemuan di dunia spiritual. Peristiwa itu terjadi di sebuah gua di mana Qabil membunuh Habil, tempat dari 40 awliya. Kalian dapat melihat 40 mihrab di sana. Para awliya itu datang ke sana setiap malam. Tempat itu menjadi tempat pribadi bagi mereka, jauh dari orang-orang dan tidak ada yang berani pergi ke sana di malam hari. Jika ada seorang manusia di sana, ia bisa mati ketakutan. Setiap tempat salat adalah kepunyaan pribadi bagi setiap wali. Bentuknya dapat terlihat pada mihrab, tetapi tidak setiap orang dapat melihatnya. Suatu ketika istri saya pergi ke tempat itu. Ia pergi ke tempat yang pertama dan melihatnya, lalu yang kedua dan melihatnya, begitu pula dengan yang ketiga, keempat, kelima dan keenam, tetapi ketika sampai di tempat yang ketujuh, tidak ada kekuatan lagi untuk melihat, ia pun meninggalkannya karena ketakutan. Setiap orang dengan cahaya di hatinya dapat melihatnya, tetapi ia akan merasa sangat terpesona. Setiap malam mereka melakukan salat, lalu pergi dari timur ke barat, jiwa mereka yang membawanya. Setiap orang mempunyai jiwa dan raga. Jiwa berada dalam raga sekarang, bergerak berdasarkan gerakan tubuh, dan gerakannya sangat lambat. Tetapi gerakan jiwa lebih cepat dari kecepatan cahaya. Setiap wali mempunyai kekuatan, dan mereka mampu meletakkan tubuh dalam jiwanya. Ketika tubuh berada dalam jiwa, ia dapat bergerak dengan kecepatan jiwa, dalam sekejap ia dapat bergerak dari timur ke barat, dari bumi ke bintang yang terjauh. Lebih cepat dari pengelihatan kita, jiwa kita dapat mencapainya. Jika cocok bagi tubuh kalian dapat meninggalkannya sebagaimana di bumi. Begitu banyak bumi bagi anak-anak Adam AS. Tetapi untuk berada di bintang tertentu hanya mungkin dilakukan dengan tubuh spiritual. Seorang wali dapat menjumpai jiwa setiap orang baik di sini maupun di alam Barzakh. Iia dapat memanggil jiwa kalian, bahkan jika kita sedang tertidur. Pada saat tidur jiwa meninggalkan tubuh, hanya sedikit tenaga yang tetap tinggal bersama tubuh, bagaikan cahaya neon yang mati dalam ruangan yang gelap, kalian masih bisa melihat gelombang cahaya. Seperti ini, jiwa kita dimatikan, gelombang tetap ada untuk menjaga aliran pernapasan dan darah. Oleh sebab itu beberapa orang dapat melihat wali dalam mimpinya. Jiwa mereka mempunyai kekuatan ekstra yang tidak bisa kalian lukiskan, kekuatan yang sangat besar. Jika ia mau, ia dapat membawa kalian dan tubuh kalian bergerak dari timur ke barat. Bagi orang-orang ini, seluruh dunia berada di tangan mereka, baik dalam kehidupan ini maupun kehidupan surgawi. Jika orang itu siap, ia dapat mengingat mimpi itu. Jika belum, ia akan lupa. Kita semua sudah siap, namun kita belum mencapai level tanpa hijab, kita masih mempunyai hijab pada mata hati kita. Ketika hijab itu dihilangkan, kalian bisa melihat pada Hari Perjanjian ketika kalian ditanya oleh Allah SWT, “Apakah Aku bukan Tuhanmu?” Kita dapat melihat panorama itu. Hijab itu tidak tipis melainkan tebal, dan jalan membersihkannya membutuhkan banyak operasi. Operasi itu adalah zikir.

Ada sebuah pertemuan di tempat itu, tempat dari 40 mihrab. Semua rasul hadir di sana. Imam Tarekat Naqsybandi, Syah Naqsyband QS bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai satu hal yang sangat penting. Berita ini berasal dari Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS. Beliau ikut hadir dan diperbolehkan untuk berbicara. “Wahai Rasulku, dapatkah engkau memberitahuku mengenai suatu karakter yang membuat orang jadi tidak terhormat?” Setiap orang telah diberi kemuliaan oleh Tuhannya. Tidak ada seorang pun yang lahir tanpa kemuliaan. Wanita, pria, anak kecil, penyapu jalan, setiap orang mempunyai kemuliaan yang sama. Kalian bisa menjaga atau menghilangkan kemuliaan ini untuk dirimu sendiri, tetapi kalian harus tetap menjaga kehormatan terhadap orang lain. Kalian tidak perlu melihat gelar mereka, bintang di pundak atau di pakaian mereka. Anak-anak Adam AS telah dimuliakan oleh Tuhannya. Ini adalah kenyataan, tetapi ada beberapa perbuatan yang membuat orang menjadi tidak terhormat. Syah Naqsyband QS bertanya mengenai perbuatan itu. Rasulullah SAW berkata, “Wahai Fard-ul-Arsy, engkau tidak bertanya untuk dirimu sendiri, tetapi untuk seluruh umat. Aku senang terhadapmu dan umatku akan mendapat manfaatnya.

Perbuatan pertama bagi seseorang adalah melibatkan diri dalam hal yang bukan menjadi urusannya (Ma-la-ya’ni).” Jika kalian tidak terlibat, jangan dilihat. Ini membuat orang menjadi tidak terhormat. Begitu banyak orang yang berada dalam kesulitan akibat karakteristik ini dan semua masalah di dunia berasal dari sini. Para pelajar berkumpul, mereka berseru, ‘orang ini baik, orang itu buruk.’ Begitu banyak orang yang mengkritik pemerintah. Masing-masing seharusnya memperhatikan pekerjaannya, para petani bertani, pelajar belajar. Jika kalian dapat melakukan pekerjaan itu lebih baik lagi, Allah SWT akan menjadikan kalian presiden. Jangan berbicara menentang pemerintah, ini tidak perlu. Untuk Rusia, mereka sudah mempunyai pemimpin yang cocok, begitu pula Amerika dan setiap bangsa mempunyai para pemimpin yang layak bagi mereka.

Perbuatan kedua yang menjadikan orang tidak terhormat adalah tidak tahan terhadap hal-hal yang tidak menyenangkan. Mungkin ada seorang yang mengatakan hal-hal yang tidak menyenangkan dan kalian merasa marah. Kalian harus menyembunyikan kemarahan itu dan tidak memperlihatkannya. Jika kemarahan tampak di wajahmu, dengan tangan atau lidah, kemarahan itu membuat orang tidak terhormat. Kemarahan bagaikan seekor ular yang sangat berbisa, seperti kobra, jika kalian tidak berhati-hati dia dapat menggigit kalian dan orang lain. Pertama kamarahan itu akan meniupkan cahaya iman dalam hatimu kemudian mendatangi wajahmu. Bawalah sebuah cermin, ketika kalian marah, lihatlah wajah kalian. Kalian akan takut. Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS berkata, menunjukkan kemarahan pada wajah atau perbuatan akan menghilangkan iman dari hati. Kalian tidak bisa mendengar firman Tuhanmu atau sabda Rasulmu. Jika orang meninggal dalam keadaan marah, ia akan masuk neraka.

30 May 2008

Keutamaan Salat Subuh dan Isya

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Al-Haqqani QS

Syekh ‘Abdullah Faiz ad-Daghestani QS berkata bahwa perilaku yang baik adalah hal terpenting dalam tarekat dan dalam semua ajaran agama. Dengan beribadah, orang bisa mendekati Surga, tetapi dengan perilaku yang baik, adab, orang bisa mendekati Tuhannya. Tidak diragukan lagi bahwa kedekatan terhadap Allah SWT lebih baik dibandingkan hanya ibadah saja. Ibadah tanpa adab ibarat tubuh tanpa jiwa, karena adab adalah jiwa bagi ibadah. Syekh ‘Abdullah Faiz ad-Daghestani QS adalah orang yang sangat baik dalam mengajarkan adab ini. Syari’at mengajarkan ibadah sementara itu tarekat mengajarkan cara menjaga adab terhadap Allah SWT. Syekh ‘Abdullah Faiz ad-Daghestani QS pernah berbicara mengenai manisnya ibadah. Allah SWT mengajarkan kepada kita melalui Rasul-Rasul-Nya jenis-jenis ibadah yang paling diterima. Ibadah apa yang paling indah di antara mereka semua? Syekh ‘Abdullah Faiz ad-Daghestani QS berbicara atas nama 7007 Syekh Naqsybandi, karakteristik mereka telah mencapai kehidupan yang sesungguhnya selama berada di dunia (yang fana ini) dan semua telah memberikan suatu ilmu yang haqiqi, pandangan atau visi dan kebenaran yang haqiqi. Mereka berbicara dengan kebenaran yang nyata sebagaimana yang dilakukan oleh Abu Bakar ash-Shiddiq RA. Kita dapat mempercayai mereka tanpa keraguan sedikit pun dan seluruhnya sepakat bahwa ibadah yang paling indah adalah salat Fajr (subuh). Salat itu sangat penting karena setiap subuh Allah SWT memberikan kekuatan suci-Nya kepada setiap makhluk. Kehidupan yang baru timbul dari setiap makhluk dan peristiwa ini harus disaksikan oleh seluruh makhluk. Bahkan orang-orang yang lalai dan tidur, jiwanya telah siap untuk upacara tersebut. Rasulullah SAW, yang merupakan wakil Allah SWT yang paling mulia memerintahkan Bilal RA untuk mengumandangkan azan di Surga pertama. Seluruh wali dan rasul dari Alam Barzakh wajib menghadiri salat itu, fardhu bagi mereka. Bagi kebanyakan orang di alam Barzakh yang selama di dunia ini tidak mampu mencapai level karakter manusia yang sejati, salat ini tidak wajib bagi mereka, tetapi sunnah. Seperti salat Jumat adalah fardhu bagi pria dewasa yang merdeka dan berbadan sehat, tetapi tidak wajib bagi wanita, budak, dan orang yang lumpuh atau buta. Rasulullah SAW bertindak sebagai Imam dan Bilal RA mengumandangkan azan setiap hari di alam Barzakh. Semua orang yang mendengar azan tersebut harus menghadiri salat itu. Dari pertemuan itu datang cahaya kepada semua Imam yang memimpin salat Subuh di bumi. Perwakilan para jemaah hanya gambaran saja di sini, sebenarnya mereka salat di sana.

Syekh ‘Abdullah Faiz ad-Daghestani QS berkata bahwa para awliya mampu mendengar azan yang dikumandangkan oleh Bilal RA di Surga, karena mereka melaksanakan syari’at dengan ketat, sebagai tanda bahwa ini adalah jalan satu-satunya untuk mencapai Surga. Beliau mengatakan bahwa Allah SWT menunjuk satu malaikat untuk setiap kelompok yang melakukan salat Subuh berjamaah dan siapa saja yang mengikuti salat itu akan diberi ganjaran seolah-olah ia telah melakukan salat bersama Rasulullah SAW. Allah SWT membuat salat itu sebagai alasan yang kuat untuk melindungi para jamaah dari gangguan Setan dan marabahaya pada hari itu. Allah SWT berfirman, “Wahai hamba-hamba-Ku, kalian harus mengetahui dengan pasti bahwa salat bisa menjaga kalian dari setiap kejahatan dan Setan. Setiap orang yang melakukan salat Subuh akan selamat.

Syekh ‘Abdullah Faiz ad-Daghestani QS berkata bahwa mukmin pertama dalam Islam, yakni Abu Bakar ash-Shiddiq RA, suatu ketika bertanya kepada Rasulullah SAW, “Yaa Rasulallah SAW, bagaimana gambaran tentang level terendah dari salat yang diterima yang dapat memberi perlindungan kepada orang yang melakukannya.” Beliau menjawab, jika seseorang mengucapkan takbir, “Allahu Akbar,” berniat untuk salat, tetapi kemudian pikirannya melayang ke mana-mana sehingga yang dapat diingat setelah itu hanyalah ucapan, “As-Salamu ‘Alaykum,” pada akhir salat, itu saja sudah cukup dan akan melindunginya dari kemurkaan Allah SWT di Akhirat.

Mengenai salat ‘Isya, Syekh ‘Abdullah Faiz ad-Daghestani QS mengatakan bahwa Allah SWT menciptakan malaikat khusus dari Cahaya Ilahi dan mereka selalu hadir di Surga Pertama setiap malamnya. Abu Bakar ash-Shiddiq RA adalah Imam mereka. Siapa pun yang mengerjakan salat ‘Isya secara berjamaah akan diberi ganjaran seolah-olah ia telah melakukan salat bersama Abu Bakar RA. Cahaya malaikat ini begitu rupa sehingga hanya para Syekh dari Tarekat Naqsybandi yang dapat melihatnya. Melakukan salat ‘Isya berjamaah dapat melindungi kita dari kejahatan di malam itu. Sekarang kalian mengetahui betapa bernilainya salat Subuh dan ‘Isya. Jadi Setan tidak akan membiarkan kalian begitu saja, mereka akan mengatakan bahwa kamu butuh istirahat pada waktu itu. Siapa pun yang berjuang untuk melakukan salat adalah seorang pejuang dalam Jihad al-Akbar.

21 May 2008

Bagaimana Bisa Ada yang Lebih Penting selain Allah SWT?

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Insya Allah, tahun depan kita berada di bagian besar dari kawasan ini. Selangkah demi selangkah kita akan berkeliling London, Inggris dan Eropa. Orang-orang Eropa ingin mencabut Islam dari Eropa namun Allah SWT-lah Yang membawanya. Yang tak beriman harus keluar dan Islam harus masuk. Bukan saya yang membawa kalian datang ke sini. Bukan! Dia-lah yang mengirim kalian, dan Dia Yang mengirim saya ke sini bersama kalian, seperti sebuah pompa bensin yang mengisi hati kalian dengan apa pun yang dikirim pada saya.

Kami datang untuk mengambil kesombongan orang-orang Barat. Eropa adalah bangsa yang paling sombong, dan kami datang untuk menjadikan mereka menjadi hamba-hamba yang rendah hati. Hamba-hamba tak perlu kesombongan. Kalian harus belajar bahwa ibadah seharusnya membuat ego kalian semakin mengecil, sampai menghilang. Siapapun yang merasa makin besar dan menjadi sombong, ia tidak sedang beribadah pada Alah, ia sedang menyembah egonya sendiri. Beribadah seharusnya membuat kalian kecil. Namun orang-orang zaman sekarang sangat bangga dengan status mereka, saat kalian meminta mereka untuk menyapu sesuatu, mereka mengatakan pada kalian bahwa mereka adalah Doktor, jadi bagaimana bisa mereka diharapkan untuk menyapu? Nabi-nabi saja menyapu, bukan begitu? Memangnya kalian ini siapa?

Jika kalian merasa menjadi semakin besar, dan kalian berpikir bahwa yang penting adalah berkembang, maka kalian berada di jalan yang salah dan ibadah kalian tidak diterima. Kalian masih penyembah berhala yang sedang berdoa bagi diri sendiri. Oh, kalian seharusnya berhati-hati! Saya sedang mengamati di mana-mana, khususnya muslim di negara-negara Eropa yang menjadi sombong. Orang-orang Turki, Pakistan, Iran… dan orang-orang Arab, jangan berbicara mengenai mereka. Mereka yakin bahwa diri merekalah muslim yang asli. Muslim di Jerman amat rendah hati. Muslim di Inggris hanya sedikit, dan juga rendah hati, namun kadang mereka marah pada saya. Kalau Muslim Perancis, hanya satu yang sombong dan berkata bahwa ialah khalifah Perancis. Yang wanita tidak sombong, mereka baik-baik.

Namun, walaupun kalian laki-laki atau perempuan, kalian harus rendah hati. Kalian harus mengatakan bahwa kalian adalah seorang hamba. Mungkin kalian pergi ke Trafalgar Square dan menyatakan diri sebagai seorang hamba Tuhan. Namun kalian tidak akan mampu. Itulah sebabnya saya memberi kalian sebuah doa harian, “Saya seorang hamba, saya seorang hamba, saya seorang hamba…” Lalu ego kalian akan bertanya karena kaget, ”Apa ini? Apa yang akan terjadi? Hamba siapa kamu? Padaku? Baiklah kalau begitu. Jangan menghamba pada yang lain!” Ya, katakan hal itu 70 kali.

Itulah awal dari pembersihan. Kalian bisa berada dalam berbagai tingkatan dalam kehidupan, namun kalian masih tetap seorang hamba. Mereka meminta saya untuk memberi kalian kata-kata sederhana ini. Tidaklah perlu bagi saya untuk membuat literatur. Adalah penting bagi hati kalian mendengar, menerima, dan mengamalkannya. Itulah awal dari penyucian. Kita memerlukan hal itu jika kita mau menuju ke Hadirat Allah SWT. Kalian bahkan tak bisa datang ke sini tanpa berwudu dulu. Dilarang masuk masjid tanpa berwudu. Jadi bagaimana kalian mengira adalah mungkin menuju Hadirat Allah SWT tanpa bersuci terlebih dahulu?

Kalian harus mengoreksi arah yang mana yang dituju. Apakah kalian mencari Allah SWT atau mencari ego kalian? Untuk menuju Allah SWT kalian harus dibersihkan, kalian harus disucikan. Benar-benar bersih. Jika tidak, mereka akan membersihkannya saat kalian dikubur nanti, jika tidak dibersihkan di sana, kalian akan dibersihkan di hari kebangkitan nanti. Jika belum cukup, atau kalian masih kotor maka kalian akan dimasukkan ke neraka untuk dibersihkan.

Lihatlah diri kalian sendiri! Ada kesempatan untuk dibersihkan di sini. Lakukan di sini! Lalu pergilah pada Tuhan Yang Maha Suci dengan keadaan bersih. Kita beribadah agar bisa bersih, hanya bila beribadah pada Allah SWT. Jika kalian memuja berhala ego kalian, tak perlu ada pembersihan. Berlawanan dengan itu, kalian akan lebih kotor dari mereka yang tidak beribadah sama sekali. Banyak orang berpikir bahwa mereka sedang menyembah Allah SWT, tetapi sesungguhnya mereka menyembah diri sendiri. Itu adalah yang paling buruk.

Kita ini sangat lemah. Apa yang sebenarnya kita banggakan? Setan datang pada kalian dan berkata, “Kamu orang yang baik. Kamu orang saleh yang baik hati, murah hati, terpelajar…” Ada banyak trik dan jebakan setan. Jangan mengklaim diri sebagai seorang VIP (orang penting). Jagalah sapu di tangan kalian, dan katakan bahwa kalian adalah seorang hamba. Jangan beri kesempatan apa pun untuk membuat kalian merasa lebih penting. Sudah 50 tahun saya merendahkan ego saya, namun selalu saja ingin muncul. Adalah penting untuk menjadi orang yang penting di hadapan Allah SWT. Mereka itu adalah orang yang beribadah dengan rendah hati, tulus, penuh cinta dan hormat, merekalah orang penting. Selama kalian masih bersama ego, kalian tidak mampu memberi hormat penuh pada Allah SWT, Tuhan kalian.

Apakah mungkin seorang manusia berhubungan badan dengan seekor semut betina? Dan kemudian semut itu hamil berisi anak semut, bukan anak manusia, tetapi anak semut? Itulah kesombongan orang Kristen saat mereka mengklaim bahwa Tuhan datang dan berada dalam kandungan ibu Jesus Kristus AS. Orang Kristen harus mengubah imajinasi mereka yang salah. Kita beri contoh seperti ini agar mereka mengerti. Mereka mengatakan bahwa Tuhan di Surga dengan kebesaran-Nya, datang pada Bunda Maria RA untuk melahirkan seorang anak laki-laki. Itulah mengapa saya katakan; mungkinkah kalian masuk pada diri seekor semut dan membuat seorang manusia? Jika hal itu mungkin, maka boleh-boleh saja.

Kalian harus mengerti. Allah SWT Yang Maha Kuasa bukanlah seorang manusia. Tidak mungkin. Seorang manusia tidak mungkin menjadi Tuhan. Tuhan dengan segala kebesaran-Nya tidak mempunyai mitra. Jika Dia mempunyai seorang anak, maka anak itu seharusnya seperti Dia. Dan tak ada tempat bagi dua Tuhan untuk bereksistensi karena kebesaran Tuhan yang tiada terbatas. Ke mana Tuhan yang lain berada? Tak ada tempat bagi Tuhan yang lain. Hanya ada satu Tuhan, tidak untuk yang kedua. Bagaimana bisa Tuhan dengan segala kebesaran yang tak berakhir menjadi seseorang yang kecil, seperti Bunda Maria RA? Mengingat bahwa Dia Maha Besar, yang mana seluruh jagad raya ini hanyalah seperti setitik kecil dibanding dengan-Nya! Siapakah kita di dalam jagad raya ini? Berkata tentang hal seperti itu adalah ketakpedulian yang besar dari manusia. Namun mereka masih seperti itu! Semoga mereka terampuni.

Wahai dunia Kristen, gunakan akal dan nalar kalian dan kembalilah pada Islam! Jangan berpikir bahwa kalian akan menang dengan membunuh kaum Muslim. Tidak! Kalian justru akan tenggelam. Setelah beberapa lama, kekuatan surgawi akan turun pada muslimin yang lemah dan mengambil segala kekuatan kalian. Sekali lagi kita meminta semua orang untuk mengatakan bahwa mereka hanyalah hamba-hamba, janganlah mengklaim diri sebagai orang penting. Berusahalah menjadi hamba Allah SWT yang rendah hati! Ya Allah SWT, Engkaulah Sultan! Bagaimana bisa yang lain adalah seorang VIP?

14 May 2008

Awliya Menyukai Orang yang Rendah Hati

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Sangat mudah bagi Allah SWT untuk membuat seorang hamba-Nya mengunjungi kalian, mungkin hamba itu Saya atau mungkin sebagai pribadi yang lain. Di masa sekarang sebagian besar tidak diizinkan untuk menggunakan kekuatan ajaibnya. Biasanya para awliya menggunakan kekuatannya dalam bentuk yang tidak mudah kalian kenali. Oleh sebab itu sangat penting untuk selalu bersikap sopan, ramah dan penuh hormat kepada setiap orang. Tak seorang pun yang mengenal orang-orang di sekitarnya dengan baik, mungkin salah satu di antara mereka terdapat sahabat Allah SWT, seorang wali yang tersembunyi, seseorang dengan kekuatan spiritual yang tinggi.

Para awliya senang bersama kita, jika pertemuan yang kita adakan sesuai dengan mereka. Mereka tidak pernah suka terhadap orang yang membanggakan dirinya, yang menganggap dirinya baik dan mempunyai kedudukan yang tinggi. Mereka senang kepada hamba yang rendah hati.

Jika kita tidak mempunyai seorang guru, ego kita dapat menjadikan ibadah kita sebagai alasan untuk berbangga diri, membisikkan telinga kita bahwa kita adalah orang penting dan orang yang suci. Awliya tidak menyukai orang yang seperti itu. Mereka juga tidak suka terhadap orang yang bangga terhadap kekayaannya.

Orang yang memohon untuk menjadi sesuatu dengan berkata, “Saya sedikit ini atau itu…” membuka pintu bagi egonya untuk menjadi sesuatu. Awliya menyukai orang yang menganggap dirinya bukan apa-apa, kosong dan selalu dalam keadaan membutuhkan. Rendah hati adalah karakter paling penting bagi seorang hamba hingga kita akan merasa bukan apa-apa. Apa yang telah Allah SWT berikan bukan berasal dari diri kita sendiri.

Allah SWT mengamati hamba-Nya, apakah dengan ibadahnya mereka akan bersifat rendah hati, atau dengan salatnya mereka malah menyuburkan ego mereka, seperti yang dilakukan oleh Setan. Kini setiap orang menyuburkan egonya, orang tidak lagi mencari pemandu yang mengajari mereka bersifat rendah hati, yang merupakan pilar utama dalam Islam. Kerendahan hati menyuburkan Iman kita. Jangan menghina orang, cobalah untuk memaklumi dan berdoa untuk mereka.

Ibadah mengantarkan sifat rendah hati. Siapa yang dapat menekan egonya serendah mungkin, akan mendapat kemuliaan dan stasiun yang tinggi di Hadirat Ilahi. Sekarang setiap orang berusaha untuk menciptakan kesulitan dan membawa masalah bagi orang lain. Setiap orang yang mengaku dirinya sebagai nomor satu akan jatuh ke dalam masalah besar dan jika Allah SWT tidak menolongnya, ia tidak akan menemukan jalan keluar.

Perbuatan Melambangkan Kepribadian yang Sebenarnya

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Kita memohon ampun atas segala yang telah diperintahkan dan dilarang oleh Allah SWT. Sangat penting bagi seorang hamba untuk melaksanakan perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan-Nya serta menjaga apa harus dijaga.

Tak seorang pun yang bisa memberi penilaian terhadap Allah SWT, tak ada yang dapat memaksa-Nya untuk melakukan atau menghentikan sesuatu. Allah SWT Maha Besar dan Dia berurusan dengan hamba-Nya menurut cara yang dikehendaki-Nya.

Dia juga Maha Adil, sebab Dia mengetahui apa yang ada dalam hati kita sebagaimana Dia mengetahui bagian luar kita. Mungkin kalian tidak akan pernah mengetahui sifat-sifat dalam diri kalian yang sebenarnya.

Setiap perbuatan terkecil akan mendapat balasan melalui Keadilan Ilahi. Kalian bisa berkata ini omong kosong atau tidak penting bagi kalian, tetapi segala perbuatan akan dinilai dengan Keadilan Ilahi, dan akan muncul dalam kepribadian kalian.

Semua yang termasuk kepunyaan Allah SWT mempunyai kesempurnaan. Seorang hamba harus berusaha untuk mencapai hamba yang sejati. Adalah dosa besar bila seorang hamba tidak berusaha untuk menjadi hamba yang baik dan sempurna. Kalian harus berusaha untuk mencapai tingkat penghambaan yang benar dalam Hadirat Ilahi.

Seorang hamba yang sejati harus memperhatikan tindakannya dan menyadari bahwa segala tindakannya terlihat dan dinilai oleh Allah SWT. Oleh karena itu perbuatan yang baik akan memberikan perasaan yang sejuk dalam diri kalian. Walaupun kalian hidup di dunia ini dengan penuh kesulitan dan tinggal di lingkungan yang keras, tetapi kondisi yang buruk itu tidak akan mempengaruhi kalian. Kepribadian kalian akan dilindungi oleh Naungan Ilahi. Hal itu dapat dianalogikan seperti seseorang dalam kapal selam yang di kirim ke dasar laut, ia dapat melihat segala yang ada di sekitarnya tetapi tidak ada yang dapat mempengaruhinya.

Perbuatan yang baik dan berhubungan dengan Allah SWT dan hamba-Nya memberi perasaan yang baik kepadamu, kalian akan merasa seperti di Surga. Penilaian Allah SWT berdasarkan pada apakah perbuatan kalian sesuai dengan perintah-Nya atau tidak. Kalian harus percaya kepada Keadilan-Nya.

Itu merupakan sumbu kehidupan kita. Selama kalian mengikuti ego, meninggalkan perintah-Nya dan melakukan hal-hal yang dilarang, sesuatu yang tidak diharapkan akan menimpa kalian.

Hari demi hari kepribadian kita mulai tampak jelas. Kepribadian kalian yang sebenarnya akan kalian temukan pada Hari Kebangkitan, dalam Hadirat Ilahi.

Allah SWT berfirman, “Wahai hamba-Ku, lihatlah inilah dirimu. Beginilah kalian berhubungan dengan-Ku dan dengan ciptaan-Ku.” Dia akan menunjukkan diri kalian dan kalian akan mengenalinya. Perbuatan melambangkan kepribadian kalian yang sebenarnya dan hari demi hari kepribadian kita terlihat jelas.