Showing posts with label Nabi Isa AS. Show all posts
Showing posts with label Nabi Isa AS. Show all posts

15 December 2008

Kemunculan Imam Mahdi AS dan Turunnya Yesus Kristus AS

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin 

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim... Kemunculan Sayyidina Mahdi AS yang pertama kali terjadi di Hijaz, Mekkah, tepatnya di Gunung Arafat. Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 1960. Itu merupakan kemunculan yang sifatnya privat, hanya untuk para Awliya.  12.000 Awliya datang dan meletakkan tangan mereka di atas tangan beliau untuk mengambil bay`at bersamanya.

Suatu saat, ketika Saya melewati Beirut, Lebanon—dalam perjalanan saya menuju Siprus, Saya bertemu seorang Syekh dari Lebanon, dan Saya menjadi tamu di rumahnya.  Beliau bertanya pada saya, “Berita apa yang diberikan Syekhmu tentang Mahdi AS?”  Saya mengatakan bahwa beberapa tahun yang lampau kami bersama Imam Mahdi AS di Gunung Arafat, mengambil bay`at bersama 12.000 Rijalullah dan Awliya.  Saya bersama Grandsyaikh pada saat itu.  Beliau membawa saya bersamanya, seperti halnya seorang pemburu yang membawa anjingnya bersamanya.  Ketika saya menceritakan hal itu, Syaikh dari Lebanon berkata, “Engkau benar.  Saya sedang berada di Mekah  al-Mukaramah pada tahun yang sama bersama Syaikh saya, dan kami bertemu seseorang dari Sudan.  Kami bertanya padanya, ‘Dari mana engkau berasal?’, dan dia berkata bahwa dia berasal dari Afrika Tengah.  ‘Satu tahun yang lalu Saya diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk berada di sini tahun ini, untuk mengambil bay`at bersama Imam Mahdi AS.  Saya sudah berjalan kaki selama satu tahun dan sekarang Saya sampai di sini….”

Jadi para Awliya sudah mengambil bay`at bersama Imam Mahdi AS pada tahun tersebut.  Ada juga sejenis bay`at yang lain, yaitu melalui mimpi, dan ini adalah untuk orang-orang yang tidak dipersiapkan untuk bertemu Imam Mahdi AS secara fisik.  Dan sekarang beliau menunggu perintah, kemudian orang-awam akan mengambil bay`at bersamanya. 

Beliau akan muncul untuk semua orang, menurut perintah Tuhan, dalam Perang Besar, Armageddon... Ada 101 rintangan yang harus beliau lewati sebelum kemunculannya.  99 dari rintangan tersebut telah dilewati.  Sekarang tinggal dua yang masih tersisa…

‘Orang berwarna merah’ telah datang ke Afghanistan. Mereka juga pasti akan datang ke Pakistan, kemudian ke Turki.  Itu adalah tanda yang pertama: bahwa Rusia masuk ke Turki…  Sepasukan armada Rusia akan memasuki bagian barat Aleppo.  Mereka akan datang ke dataran Yarmuq (?) di dekat Aleppo. Pada saat yang sama tentara Amerika akan berada di Turki, di Adana, dekat laut.  Akan ada pembunuhan besar-besaran di dataran itu.  Perang akan berlangsung selama 3 bulan dan selama perang tersebut, Mahdi AS akan muncul.  Perang itu akan bertepatan dengan Hajji-al-Akbar.

Imam Mahdi AS akan muncul dalam Hajji tersebut, di mana orang-orang akan mengambil bay`at darinya… Dari sana beliau akan pergi ke Damaskus.  Beliau akan mengucapkan tiga kali takbir, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!” Dengan takbir itu, segala masalah teknologi akan berhenti dan itu akan menjadi sinyal bagi seluruh Muslim untuk menyerang Setan…

Ada 40 tempat pemberhentian Sayyidina Mahdi AS dalam perjalannya dari Mekkah ke Damaskus... Beliau akan datang ke gerbang Damaskus, pertama ke tempat di mana terdapat (cetakan) jejak kaki Rasulullah SAW dan untanya pada sebuah batu… Beliau akan memasuki Damaskus, dan di sana orang-orang akan mengambil bay`at bersamanya.

Kemudian ada 7 tempat pemberhentian beliau dalam perjalannya dari Damaskus ke Istanbul, yaitu di Homs, Hama, Trablus, Halep, Konya, Bursa dan di Istanbul beliau akan mengambil bendera Rasulullah SAW dari Istana Topkapi... Tetapi sebelumnya, Padisyah akan muncul dan mereka akan bertemu di Konya, di mana Imam Mahdi AS akan menyimpan pedang Rasulullah SAW dan jubahnya, serta amanat/barang peninggalannya...

Setelah Imam Mahdi AS mengambil bendera Rasulullah SAW di Istanbul, Anti Kristus akan segera muncul melalui Khorasan di Iran, kemudian menuju Yerusalem, dan dari sana pergi ke seluruh dunia selama 40 hari.  Sekarang dia masih terbelenggu rantai, dipenjara di pulau antah berantah yang tak seorang pun dapat mendekatinya—karena dia berkata, “Aku adalah Tuhanmu,”  mengaku sebagai Tuhannya manusia, bukan hanya Nabi—tetapi Tuhan!  Dia tidak dapat bergerak dari sana.  Dia adalah Setan, ayah dari semua Setan.  Dia memberi perintah, dan dia mempunyai 30 deputi yang mempersiapkan orang untuk kedatangannya… dan matanya hanya satu…

Muslim mengharapkan datangnya Sayyidina Mahdi AS dan mereka juga menantikan Sayyidina Isa AS/Yesus Kristus AS untuk turun dari Surga.  Ummat Kristen juga mengharapkan Yesus Kristus AS kembali dari Surga.  Tetapi kaum Yahudi, karena mereka tidak percaya kepada Sayyidina Isa AS dan Sayyidina Muhammad SAW, mereka tetap menantikan datangnya seorang Nabi dari kaum mereka…

Akan akan pengumuman surgawi, “Musuh Allah SWT, Dajjal, telah muncul.  Siapa pun yang ingin menyelamatkan diri darinya harus pergi ke Damaskus, Mekkah atau Madinah.”  Jadi orang-orang yang beriman akan melarikan diri karena Dajjal akan mengejar mereka.  Mereka akan berlari seperti layaknya arus ke Damaskus, dan semua mukmin harus berada di sana selama 40 hari…  Dajjal akan pergi mengelilingi dunia, tetapi 700 Malaikat, 700 Jinn, dan 700 Awliya dari Budala, Nujaba, Nuqaba, Awtad dan Ahyar akan melindungi Damaskus, sehingga dia tidak akan sanggup memasukinya.

Damaskus adalah tanah suci, tempat berlangsungnya Hari Perhitungan, di mana dua kali sehari Cahaya Ilahi dan Rahmat Ilahi tercurah ke sana.  Daerah ini meliputi area yang dapat dilihat sejauh mata memandang dari menara Masjid Omayyad, dan berkahnya menyebar ke sepanjang 6 atau 7 hari perjalanan unta ke segala arah. 

Setelah 40 hari, Yesus AS akan turun dari Surga. Waktunya adalah ketika shalat Subuh, ketika beliau turun di Masjid Omayyad di Damaskus.  Beliau turun ke sebuah menara di Kubah Timur, di mana Sayyidina Yahya AS, John the Baptist, dikuburkan. Dua malaikat akan melindunginya dengan sayap mereka, dan membawanya turun ke bumi.  Beliau akan mengenakan turban hijau, dan tubuhnya bercahaya.  Beliau mempunyai wajah yang paling tampan, putih kemerahan.  Janggut beliau berwarna merah, dan beliau berkeringat.  Beliau juga mempunyai sebuah pedang.  Ketika beliau berada di bumi, beliau tidak pernah menyentuh pedang, tetapi sekarang beliau datang sebagai juru selamat, untuk menyelamatkan orang dari tangan Anti-Kristus. Pedang beliau adalah sebuah pedang yang ajaib, pedang surgawi.  Dia dapat mencapai jarak ke mana beliau menghunuskannya.  Tuhan yang memberikan pedang itu padanya…

Yesus AS tidak datang sebagai Nabi kembali, melainkan sebagai bagian dari Ummat Sayyidina Muhammad SAW, dan mengikuti syariatnya.  Sayyidina Mahdi AS akan menawarkan posisinya sebagai Imam, tetapi Yesus AS akan menolak.  Sayyidina Mahdi AS akan memimpin shalat sekali, dan setelah itu Yesus AS yang akan menjadi Imam… dan Sayyidina Mahdi AS akan bersama beliau selama 7 tahun…

Yesus AS akan membunuh Anti-Kristus, mematahkan salibnya, dan membuat jelas kebenaran mengenai dirinya dan ibunya Sayyidatina Maryam RA... Beliau akan memerintah Kerajaan Surgawi di bumi selama 40 tahun.  Di masanya, semua teknologi akan dihancurkan, dan setiap orang akan dikaruniai dengan kekuatan ajaib, sehingga apabila kalian melihat suatu tempat dan kaliau mengucapkan, “Bismillaahir Rahmaanir Rahiim, dengan Izin Ilahi yang kalian miliki, Wahai Tuhanku, Engkau memuliakan aku untuk menjadi deputi-Mu, Aku memohon kepada-Mu,” dan bila Dia memberi izin, kalian dapat melangkahkan kaki kalian dari sini ke sana.  

Setelah Yesus AS membunuh Anti Kristus, tak ada lagi Setan dan kejahatan di masanya… orang akan hidup seperti di Surga, tajali (manifestasi) Surgawi, akan tampak pada mereka… pada saat itu, maksud penciptaan Allah SWT akan terlihat.

Nabi Isa AS akan menikah dan mempunyai anak.  Ketika beliau akan wafat, beliau akan dimakamkan di Madinah, di makam keempat di sebelah Rasulullah SAW, Sayyidina Abu Bakar RA dan Sayyidina `Umar RA, yang sekarang masih kosong.

Kemudian semua orang beriman akan meninggal dengan aroma yang semerbak dari Surga.  Setelah itu segala sesuatu yang mengerikan akan menimpa orang-orang kafir, yang mulai muncul kembali selama masa pemerintahan Yesus AS… dan dunia akan sampai pada masa akhirnya.  

Wa min Allah at tawfiq

14 December 2008

Bagi Mereka yang Tidak Percaya: Buatlah Suatu Penelitian Ilmiah mengenai Keabsahan Yesus AS dan Muhammad SAW

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

Seorang Rabbi yang tidak percaya kepada Yesus Kristus AS maupun Muhammad SAW berkata bahwa perintah tradisional mereka melarang mereka untuk percaya kepada Nabi-Nabi yang muncul setelah Nabi Musa AS.  Sekarang mereka menyaksikan bahwa jutaan orang menerima keduanya dan menjadi pengikutnya.  Hal itu membuat mereka mengerti bahwa pasti ada suatu kekuatan rahasia pada diri mereka berdua.  Kalau tidak, takkan ada orang yang mengikuti mereka.  Tetapi karena perintah tadi, Rabbi tersebut dilarang untuk mendalami lebih jauh lagi.  Kendati demikian, pikirannya membuat dia memutuskan untuk terus bersama Yesus Kristus AS dan Muhammad SAW, semoga kedamaian senantiasa tercurah pada keduanya. 

Mereka memiliki suatu daya tarik yang istimewa, itulah sebabnya mereka dapat membawa jutaan orang.  Poin yang dibuat oleh Rabbi ini sangat penting.  Bangsa Yahudi yang sangat peduli dengan hal ini harus membuat suatu penelitian dan melihat apa benar bahwa Nabi Musa AS atau Tuhannya Musa AS, berkata bahwa bani Israil tidak boleh percaya kepada Nabi-Nabi setelah Nabi Musa AS.  Hal itu pasti tidak benar, karena setelah Nabi Musa AS, ribuan Nabi diutus kepada bani Israil, termasuk Nabi Daud AS dan Nabi Sulaiman AS.  Mereka adalah Nabi; sama halnya dengan Sayyidina Zakaria AS dan putranya Yahya AS, yang mempunyai julukan John the Baptist.  Lalu bagaimana mungkin mereka mengatakan bahwa setelah Nabi Musa AS, tidak ada lagi Nabi yang diturunkan kepada mereka?  Memang benar bila yang dikatakan adalah bahwa tidak ada orang yang akan mirip dengan Nabi Musa AS.  Nabi Musa AS bahkan memberi keterangan kepada umatnya bahwa Allah SWT akan mengutus Nabi yang baru dari kemenakan mereka, yang akan mirip dengan Nabi Musa AS.  Sudah jelas bahwa orang itu tidak akan berasal dari garis yang sama dengan Nabi Musa AS.  Jadi, dari garis Nabi Musa AS tidak ada lagi Nabi yang diturunkan yang mirip dengannya.  Garis kemenakan itu adalah garis keturunan Nabi Ismail AS.  Mereka telah dikabari mengenai berita gembira ini. 

Rabbi itu tidak pernah mengerti mengenai hakikat pesan ini.  Memang benar bahwa semua Nabi yang diutus setelah Nabi Musa AS tidak seperti dirinya dan tidak bisa dibandingkan dengannya.  Nabi Musa AS adalah salah satu dari lima Nabi utama, Ulul ‘Azhmi, yaitu: Nabi Nuh AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi `Isa AS dan Nabi Muhammad SAW.  Mereka adalah Nabi-Nabi terbesar.  Ratusan dan ribuan Nabi muncul dari bani Israil, tetapi mereka tidak pernah diberikan sebuah kitab khusus dengan segala hukum dan norma.  Sayyidina Daud AS memperoleh Kitab Zabur.  Injil Yesus Kristus AS juga tidak seperti Taurat.  Taurat mempunyai norma-norma mengenai pemerintahan.  Umat Kristiani juga berada di bawah norma-norma tersebut, karena mereka tidak mendapatkan yang baru.  

Karena hal ini, semua Nabi tersebut tidaklah seperti Nabi Musa AS, hanya Sayyidina Muhammad SAW yang mirip dengannya, karena beliau memperoleh norma-norma baru yang istimewa, sebuah kitab seperti Taurat, yang memberikan norma-norma dan perintah bagi hidup di dunia maupun di akhirat.  Jalan Nabi Musa AS adalah jalan melalui pertempuran, Yesus AS tidak pernah melakukannya.  Nabi Muhammad SAW telah diperintahkan untuk berperang, dan seperti halnya Nabi Musa AS yang mempunyai pedang, beliau juga memilikinya.  Jadi hanya Nabi Muhammad SAW yang mirip seperti Nabi Musa AS, tetapi Rabbi itu tidak mengerti.  Dia mengerti sedikit, tetapi tidak lengkap.  Itulah sebabnya, dia melarang dirinya untuk percaya kepada Yesus Kristus AS dan Sayyidina Muhammad SAW.

Otaknya telah dicuci agar tidak percaya kepada Nabi manapun yang muncul setelah Nabi Musa AS, dan ini adalah suatu kesalahan besar.  Mustahil.  Dia berpikir bahwa dia harus menyangkal semua Nabi yang muncul setelah Nabi Musa AS.  Tetapi nuraninya tidak setuju dengan hal ini.  Nuraninya berkata kepadanya bahwa apa yang telah dituliskan pasti salah.  Mungkin Kabbala (suatu sekte dalam agama Yahudi-red) menyatakan hal ini, tetapi tidak demikian dengan Taurat.  Kabbala membawa tafsir menurut ide-ide mereka sendiri.  Mereka menghilangkan makna mengenai Nabi Penutup, Khatamul Anbiya.  Nuraninya terus menolak untuk percaya kepadanya, dengan mengatakan bahwa adalah mustahil bahwa orang biasa mempunyai jutaan pengikut.  Orang-orang ini pasti mempunyai kekuatan rahasia dari Surga, bukan dari bumi.  Banyak orang yang mempunyai pengikut selama hidupnya, tetapi kemudian setelah kematiannya, tak seorang pun yang sanggup untuk meneruskannya.  Tetapi kedua orang (Nabi) ini terus membawa jutaan orang.  Kekuatan Rahasia Surgawi mengalir dalam diri mereka dan itulah sebabnya orang masih mengikuti mereka. 

Hal lain yang dapat kita tanyakan kepada mereka adalah apakah mereka membaca kabar mengenai kunjungan delegasi Rabbi Yahudi kepada Sayyidina Muhammad SAW.  Mereka diutus untuk menanyakan berbagai hal.  Beberapa di antara mereka datang dan pergi.  Mereka mengerti siapa sebenarnya Sayyidina Muhammad SAW, tetapi mereka enggan untuk mengatakannya.  Saya ingin bertanya kepada Rabbi itu, apakah ada Rabbi Yahudi yang masuk Islam pada masa Rasulullah SAW?  Abdullah bin Salam RA yang nama aslinya Ismail bin Salam RA adalah salah seorang Rabbi yang terkenal dan tergolong cendikiawan di kalangan Yahudi.   Dia datang dan kemudian masuk Islam, dia mampu mengenali Nabi Muhammad SAW.  Ini adalah sebuah peristiwa bersejarah yang sangat terkenal.  Bagaimana mungkin seorang Rabbi bisa mengenali Rasulullah SAW, sementara yang lain mengatakan bahwa menerima seorang Nabi setelah Nabi Musa AS adalah hal terlarang?

Sekarang mereka menanti kedatangan al-Masih.  Siapa dia?  Apakah dia seorang Nabi, Wali, atau Setan?  Siapa dia?  Orang-orang Yahudi semuanya menantikan al-Masih.  Siapa dia?  Mengapa mereka menantikannya?  Apa yang akan menjadi misinya?  Apakah dia akan datang sebagai Nabi, seorang Wali, atau seperti seorang Anti Kristus?

Keyakinan orang-orang ini tidak pernah benar.  Apa yang mereka yakini tentang Sayyidina Yesus AS dan Sayyidina Muhammad SAW sungguh sangat salah, tetapi mereka takut untuk membuat penelitian mengenai hal ini. Saya hanya memberi beberapa poin yang bisa mereka selidiki.  Tetapi mereka tidak berani melakukannya, karena jika mereka melakukannya, agama Yahudi dan Kristen tidak akan berlanjut lagi eksistensinya.  

Wa min Allah at tawfiq

17 July 2008

Kita Perlu Seorang Pemandu

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS
Siprus, 28 Februari 2001

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Ampun, Ya Tuhan kami, ampun, kami memohon … kami memerlukan ampunan-Mu. Tobat, Ya Rabbi, tobat astaghfirullah. Kami memohon ampun dari Allah SWT, madad ya Sultanul Awliya. Atas setiap kesalahan langkah yang kami lakukan, kami memohon ampun. Salah langkah—siapa yang kehilangan panduannya, siapa yang kehilangan pemandunya, akan menjadi seperti orang yang berada di gurun, dia akan kehilangan segalanya dan tidak akan tahu arah mana yang akan dituju dan dia akan melangkahkan kakinya ke arah yang salah, seperti ini, itu, dia mencoba. Semua manusia tanpa bimbingan dari Allah SWT akan seperti itu, mereka akan kehilangan arah di gurun pasir. Ratusan orang, ribuan, jutaan bahkan milyaran orang, dan gurun pasir itu sangat luas, mereka semua perlu seorang pemandu.

Ketika Allah SWT memberikan ampunan kepada Adam AS dan Hawa RA, Allah SWT berfirman, “Aku kirim kalian ke bumi, Aku sertakan pula pemandu-Ku bagimu. Jika Aku tidak mengirimkan bimbingan melalui para pemandu-Ku, kalian tidak akan menemukan jalan.” Allah SWT murka terhadap Setan, karena dia tidak pernah minta maaf, dia tidak pernah menyatakan penyesalannya. Dia tidak pernah berkata, “Wahai Tuhanku, Aku menyesal atas apa yang telah kulakukan.” Dia malah berkata, “Aku benar dan dia yang salah.” Oleh sebab itu Allah SWT meninggalkannya, karena pada awalnya Setan menghancurkan semua yang terdapat di antara Allah SWT dengan dirinya. Setan bagaikan meletakkan TNT di kolong jembatan antara seorang hamba dengan Tuhannya. Dan bom itu meledak. Allah SWT lalu mengirimkan seorang pemandu kepadanya, namun sejak awal mereka menolak dan malah memerangi Tuhan mereka.

Tetapi Adam AS dan Hawa RA berbeda, Allah SWT memberkati mereka. Mereka berkata, “Wahai Tuhan kami, kami telah berbuat kesalahan, tidak patut bagi seorang hamba melanggar perintah Sultannya. Kami telah melakukannya, tetapi kami menyesal dan kami memohon ampun, wahai Tuhan kami. Setiap hukuman, jika Engkau menghukum kami, itu adalah hak bagi-Mu, sebab kami memang salah. Kami bukan hamba yang baik. Kami telah melakukan suatu kesalahan dan kesalahan itu terhadap-Mu, itu tidaklah mudah, wahai Tuhan kami, tetapi sekarang kami telah mengetahuinya. Pada saat itu kami buta, sekarang kami baru sadar. Ampunilah kami.”

Dan Adam AS menangis. Mereka telah dijatuhkan begitu rendah ke bumi, dari Kebun di Surga. Adam AS tiba di Puncak Adam AS yang terletak di Sri Lanka (mereka menyebutnya begitu), dan tempat ini nama aslinya adalah Serendip. Dalam kitab suci dijelaskan bahwa Adam AS datang dan mendarat di Serendip. Dan dia berada di gunung itu, dia menangis dan memohon ampun dan menyatakan penyesalannya kepada Allah AS. Tiga ratus tahun dia berdiri dengan satu kaki dan orang terkejut ketika melihat bahwa hanya ada satu jejak kaki, ya hanya satu, karena dia tidak berdiri dengan kedua kakinya, tetapi dia menghukum dirinya sendiri dengan cara berdiri dengan satu kaki. Oleh sebab itu kalian hanya bisa melihat satu jejak kaki. Dia menyadari kesalahannya. Tiga ratus tahun lamanya dia menangis dan memohon ampun.

Puncak Adam (Serendip)

Bagi seorang hamba, membuat Sultannya marah bukanlah hal sepele. Itu adalah masalah yang sangat dalam. Allah SWT bisa membunuhnya, menghancurkannya atau mencabut eksistensinya. Itu semua adalah hak bagi Sultan. Ketika Dia marah kepada hamba-Nya, Dia dapat melakukan apa saja. Oleh sebab itu Adam AS bergetar dan memohon ampun. “Ampun, Ya Tuhanku! Aku menyesal!” Tiga ratus tahun beliau menangis dan memohon ampun. Kemudian Allah SWT berfirman, “Wahai Adam AS, Aku memberimu berkah. Aku mengampunimu demi kemuliaan seorang makhluk di mana Aku ciptakan seluruh alam semesta ini sebagai penghormatan baginya, dia adalah rasul terakhir, Sayyidina Muhammad SAW. Jika engkau tidak memohon ampun demi Muhammad SAW, Aku tidak akan mengampunimu. Tetapi ternyata engkau memohon kepada-Ku demi kemuliaan orang yang tidak bisa Ku-tolak. Aku menerimanya, sebab dia sangat berharga di hadapan-Ku, oleh sebab itu Aku mengampunimu. Wahai Adam AS, kau dan anak-anakmu harus tinggal di bumi sampai waktu yang telah Ku-tetapkan bagi keturunanmu, seluruh generasimu. Aku memberikan batas waktu bagi hidup mereka di bumi. Sampai saat itu tiba, Aku kirimkan para pemandu-Ku untuk seluruh generasimu, untuk keturunanmu, untuk anak-anakmu sampai hari akhir. Aku kirimkan bimbingan melalui para pemandu-Ku.

Karena bila air tanpa gelas, bisakah air berada di sini? Panduan tanpa pemandu tidak akan berfungsi, dia tidak bisa mencapai seluruh hamba. Oleh sebab itu Allah SWT berjanji untuk mengirimkan bimbingan-Nya beserta orang-orang yang terpilih dan terbimbing. Mereka mirip dengan kalian, tetapi struktur dalamnya berbeda. Seorang rasul, dia adalah laki-laki, wanita tidak bisa. Laki-laki seperti kalian. Secara fisik mereka seperti kalian, tetapi secara spiritual mereka berbeda. Karena mereka adalah orang-orang terpilih, mereka mempunyai kontak dengan Surga. Itulah yang membedakan rasul dengan orang-orang biasa.

Sekarang begitu banyak orang bodoh, keras kepala, dan orang-orang bertipe mungo (mungo, mungkin sejenis tikus) mereka pikir mereka mengetahui segala hal, tetapi mereka adalah orang yang keras kepala. Mereka tidak mampu melampaui batas mereka. Mereka pikir segalanya bisa dijangkau oleh otak mereka, selain itu tidak ada yang lain. Di luar kepala mereka yang persegi itu, tidak ada hal lainnya. Mereka berkata bahwa antara Tuhan dengan hamba-Nya tidak mungkin ada wasiila atau perantara. Allah SWT berfirman bahwa mereka adalah Jin dari golongan Setan yang muncul sebagai manusia. Generasi Setan tetapi wujudnya tampak seperti seorang manusia. Orang-orang yang berkata bahwa tidak ada perantara antara hamba dengan Tuhannya adalah orang yang menyangkal adanya kenabian.

Ide itu diciptakan oleh Setan dan sekarang tersebar di masyarakat. Orang-orang yang mengatakan bahwa tidak ada perantara antara manusia dengan penciptanya akan membuat orang menyangkal adanya kenabian antara manusia dengan Tuhannya. Jika tidak ada rasul, tidak seorang pun bisa mencapai Allah SWT. Merekalah yang harus membawa kalian ke Hadirat Ilahi. Mereka telah dibekali pesan surgawi dan itu harus disampaikan kepada semua manusia biasa. Penciptaan mereka di luar kebiasaan. Jika mereka seperti kita atau seperti saya, berarti kita juga bisa mengambil kitab suci dari surga. Jika tidak ada perbedaan antara kita dengan rasul, itu berarti kita bisa mencapai Allah SWT sendiri dan kita sendiri yang menyampaikan perintah dari Allah SWT untuk kita. Ini adalah suatu korupsi model baru yang harus dihilangkan dari hati kita, sebab setiap orang baik Kristen, Yahudi maupun Muslim mempunyai keyakinan dalam dada mereka bahwa rasul mereka membawa pesan dari surga untuk disampaikan kepada mereka. Semua orang yang beriman percaya bahwa rasul adalah seorang perantara, yang membawa pesan dari Hadirat Ilahi dan menyampaikannya kepada setiap orang sebagai petunjuk atau untuk mengajari mereka bagaimana perilaku mereka ketika menghadap Hadirat Ilahi. Semua kitab suci berusaha untuk menunjukkan jalan kepada umat manusia yang telah tersesat di padang pasir yang sangat luas. Di dalamnya dijelaskan bahwa utusan dari surga datang kepada mereka dan berkata, “Ikuti kami!” Di beberapa bandara saya melihat tulisan kecil yang mengatakan ‘Ikuti saya’, kemudian sebuah pesawat Boeing yang sangat besar mengikutinya. Seperti di tempat yang kecil itu (bandara), berikutnya sampai ke dunia yang besar, kapten pilot harus mencari stasiun terakhirnya dengan mengikuti tulisan kecil tadi.

Bagaimana dengan umat manusia? Mereka bilang, “Kami tidak perlu mengikuti seseorang. Tidak perlu perantara.” Itu adalah korupsi yang dibuat Setan, yang mulai tersebar dari Timur ke Barat sejak abad 20 dan meloncat ke abad 21. Tetapi orang-orang mulai menyadari bahwa beberapa orang di antara mereka adalah perwakilan Setan. Mereka telah menyebarkan ide itu untuk menyesatkan iman manusia dan juga menyesatkan jalan menuju surga. Oleh karena itu, waspadalah wahai manusia, jangan tinggalkan pemandumu, karena kalian tidak akan mengetahui jalan menuju surga. Kapten pilot dalam pesawat Boeing yang besar itu bertanya kepada pemandu untuk mencapai jalur yang akan dia tuju. Dan kalian pun harus mencoba mengetahui dengan kunci mana kalian akan pergi ke surga. Kalian hanya bisa mengetahuinya lewat utusan dari surga. Berusahalah untuk menjaga imanmu dan cobalah hindari orang-orang jahat yang merupakan perwakilan Setan terbesar dan para pengikutnya, agar kalian selamat di dunia dan akhirat. Semoga Allah SWT mengampuni kita.

Allah Allah Allah Allah Allah Allah Aziiz Allah
Allah Allah Allah Allah Allah Allah Kariim Allah
Allah Allah Allah Allah Allah Allah Subhan Allah
Allah Allah Allah Allah Allah Allah Sulthan Allah

Sulthan Allah yang kekal! Sulthan Allah yang abadi! Dari masa pra-keabadian sampai masa yang abadi, Kerajaan Allah SWT adalah kekal. Semoga Allah SWT menerima iman kita sebagai bagian dari kedaulatan-Nya yang kekal. Semoga Allah SWT memberi kemuliaan dan pujian kepada hamba-Nya yang paling dicintai Sayyidina Muhammad SAW, bi hurmatil Fatihah…

Ini adalah sesuatu yang berasal pusat spiritual kita, ini bukanlah bahan kuliah yang dipersiapkan sebelumnya, tetapi ini adalah pengetahuan baru yang datang kepada kalian (yang berasal dari Italia) untuk membuka telinga kalian, bukan telinga ini (yang ada di kepala), tetapi telinga hatimu, agar bisa mendengar sesuatu yang merupakan dasar bagi semua keyakinan. Tidak ada satu agama atau tokoh agama yang menolak apa yang telah Kami katakan kepada kalian. Seperti halnya emas terbaik, dia tidak akan ditolak dari kumpulan perhiasan Turki atau Italia, Inggris, Arab, dan Yunani. Mereka tidak akan menolaknya, tidak ada yang mengatakan bahwa itu adalah timah. Apa yang telah Kami berikan kepada kalian, itu merupakan hal yang sangat bernilai. Tidak ada yang merasa keberatan terhadapnya. Itu adalah suatu hal yang baru, menyegarkan dan penuh energi untuk membuat iman di hatimu tegar. Al-Faatihah.

Dari Timur ke Barat tidak ada orang yang mempunyai otorisasi untuk berbicara mengenai hal ini sebab sekarang belum waktunya bagi seorang wali Allah SWT untuk menampakkan dirinya di masyarakat. Tetapi hanya ada satu orang, hanya satu sumber yang selalu hidup dan melayani orang-orang yang ingin bertanya dan mencapai realitas dan ingin meminumnya. Oleh sebab itu kalian bisa menemukan bahwa tidak ada seorang pun yang berbicara mengenai hal itu, baik di Italia, Turki, Arab, Pakistan, Turkistan, Amerika, Inggris, Spanyol, Afrika. Topik mengenai hal itu tertutup, atau seperti ada resletingnya (tertawa), ada simpulnya. Mereka semua tahu, tetapi tidak diizinkan untuk membicarakannya. Tetapi Grandsyekh kita, beliau diizinkan untuk berbicara tentang realitas secara mendalam sebagai suatu pembukaan, agar ketika Imam Mahdi AS datang, kita bisa mengerti. Ketika Nabi ‘Isa AS datang dan Imam Mahdi AS muncul, akan lebih banyak lagi hal-hal yang dibukakan bagi kalian agar kalian mengerti apa yang akan dikatakan oleh Nabi ‘Isa AS kepada orang-orang. Dan beliau akan berbicara mengenai rahasia al-Qur’an yang suci. Baiklah, Assalaamu ‘alaykum (wa alaykum salaam), Insya Allah kalian akan mencapainya. Al-Faatihah…

Wa min Allah at tawfiq

05 July 2008

Rajab adalah Bulannya Allah SWT

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani QS

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

Jika seseorang selalu mendapat dukungan, ia akan selalu berhasil. Semua yang hadir di sini memperoleh dukungan itu. Jika tidak, kalian tidak mungkin berada dalam asosiasi ini. Mengapa kalian datang? Kalian mungkin akan pergi seperti yang lain karena merasa senang dengan kehidupan materialistik dan berbagai kesenangan lainnya. Tetapi cahaya dalam hati membimbing kalian untuk datang ke sini. Jika tidak ada yang mendukung, tidak ada gunanya kita berpakaian merah dan hitam; mengenakan turban siang dan malam. Hal yang paling penting adalah ‘inayatullah’, dukungan Allah SWT. Jika kita tidak memilikinya, kita tidak akan bisa meraih sesuatu.

Sebentar lagi akan datang satu bulan yang sangat penting dalam kalender Islam, yaitu bulan Rajab al-Haram yang keramat. Rajab terpisah dengan ketiga bulan lainnya yang dikategorikan haram oleh Allah SWT, yaitu: Zulqaidah, Zulhijah dan Muharam. Ia juga membuka rentetan tiga bulan suci yang klimaksnya terjadi di bulan Ramadan, yaitu: Rajab, Syakban dan Ramadan. Selama tiga bulan ini setiap orang harus mempersiapkan diri dan menjaga dirinya sebaik-baiknya, menjauhkan diri dari perilaku buruk dan segala dosa. Nabi SAW bersabda, “Rajabun syahrullah wa sya’banu syahri wa ramadhaanu syahru ummati.” “Rajab adalah bulan Allah SWT, Sya’ban adalah bulanku dan Ramadan adalah bulan umatku.”

Allah SWT memberi kalian 12 bulan dalam setahun, 11 bulan milik kalian dan 1 bulan lagi milik Allah SWT. Pahala apa yang akan diberikan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya di bulan ini? Tidak ada yang mengetahuinya, bahkan seluruh rasul pun tidak. Pekerjaan rasul dan seluruh malaikat berhenti di bulan Rajab. Mereka tidak diperkenankan untuk mengetahui apa yang akan diberikan Allah SWT kepada umat mereka. Semuanya berada di bawah Kekuasaan Allah SWT. Di bulan kedua, Syakban, tidak ada yang diperkenankan untuk mengetahui ganjaran yang akan diberikan oleh Rasulullah SWT kepada umatnya, kecuali Allah SWT dan Rasulullah SAW sendiri. Apa yang terakumulasi di bulan Rajab dan Syakban akan dituliskan untuk kalian dan setiap orang akan mengetahuinya di bulan Ramadan, itulah sebabnya mengapa Ramadan disebut bulan umat. Oleh karenanya dalam tarekat, ketiga bulan ini merupakan bulan yang sangat penting.

Di bulan Rajab, Rasulullah SAW mengalami peristiwa Isra’ Mi’raj. Setiap orang harus menjaga dirinya di bulan ini. Hindari segala perilaku dan sikap yang buruk. Hari yang paling penting dalam setahun adalah hari pertama di bulan Allah SWT. Semua khalwat dimulai di awal bulan ini. Khalwat terpenting yang dilakukan oleh seorang guru sufi dalam hidupnya selalu dilaksanakan di bulan ini. Ini adalah bulan yang suci. Jika kalian melakukan sesuatu yang lebih (untuk Allah SWT) di bulan ini, kalian akan dibalas dengan pahala yang tidak diketahui seorang pun. Di bulan itu, Samudra Rahmat Ilahi, Samudra Cinta, dan Pahala-Nya akan dibukakan untuk seluruh umat dan hamba-Nya.

Seluruh awliya menanti apa pahala yang akan diberikan Allah SWT kepada umat manusia di tahun ini. Seluruh awliya di planet ini, dari timur ke barat, dan utara ke selatan berharap dapat menyaksikan apa yang terjadi di dunia selama ketiga bulan ini. Oleh sebab itu setiap orang harus mengisi bulan ini dengan sebaik-baiknya.

Perhatikanlah rahmat Allah SWT yang turun di bulan ini. Jika kalian melakukan kesalahan, jangan melarikan diri, tetapi datanglah kepada Tuhan kalian karena Dia akan mengampuni kalian. Ini sangat penting karena tidak seorang pun yang tahu apa yang akan diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya—bahkan kedua malaikat yang ditugaskan untuk mencatat seluruh amal perbuatan di pundak manusia juga tidak mengetahuinya. Di bulan ini segalanya berasal dari Allah SWT dan tidak ada yang tahu balasan Allah SWT atas setiap perbuatan terkecil dalam rangka ibadah kepada-Nya.

Di masa Rasulullah SAW, hidup seseorang perampok jalanan yang bernama Qowd [?] al-‘Abbas [?]. Di malam hari ia pergi ke jalan dan bila menemukan seseorang yang berjalan sendirian, ia akan menangkap dan merampoknya, kadang-kadang ia melukai dan membunuhnya, setelah itu ia kembali lagi ke rumahnya. Tidak seorang pun sanggup menangkapnya. Rasulullah SAW pernah mengutuk orang ini dengan mengatakan bahwa ia adalah orang yang sangat jahat, sehingga bila ia meninggal, beliau tidak akan mensalatkan dan menguburkannya di pemakaman muslim.

Beberapa tahun kemudian orang itu meninggal dunia. Ia mempunyai seorang anak perempuan tetapi tidak ada orang lain yang bisa mengurus jasadnya. Karena Rasulullah SAW telah mengutuknya, maka anak itu membawa tubuh ayahnya sepanjang jalan di Madinah dan melemparkannya ke dalam sumur yang kering. Beberapa saat kemudian Allah SWT berfirman kepada Rasulullah SAW, “Ya Habibi, ya Muhammad SAW! Wahai Rasul-Ku yang tercinta, hari ini salah satu waliku meninggal dunia. Engkau harus pergi memandikan dan membersihkannya, lalu mengkafani, mensalatkan dan menguburkannya.

Rasulullah SAW menjadi heran karena selama hidupnya orang itu telah dikutuknya, tetapi sekarang ketika ia meninggal, Allah SWT mengatakan bahwa ia adalah seorang wali. Bagaimana mungkin? Tetapi tak seorang pun yang bisa menggugat Pengetahuan Allah SWT, bahkan Rasulullah SAW pun tidak. Jika Allah SWT ingin menjadikan seorang perampok sebagai wali, tak ada yang bisa mengatakan ‘mengapa?’ Semua harus menerimanya. Itulah sebabnya, menurut ajaran sufi dan ajaran Tarekat Naqsybandi, kalian harus memandang orang lain lebih baik dari diri kalian. Kalian tidak akan tahu bila Allah SWT akan menaikkan derajat seseorang lebih tinggi daripada derajat kalian—siapa yang tahu? Tak seorang pun yang tahu, oleh sebab itu tidak seorang pun yang bisa ikut campur. Jangan memandang rendah kepada seseorang seolah-olah kalian lebih superior dibandingkan mereka. Kalian tidak tahu apakah orang itu dalam pandangan Allah SWT adalah seorang wali atau bukan. Siapa tahu? Tempatkanlah selalu orang lain di tingkat yang lebih tinggi, tunjukkan rasa hormat kepada mereka dan bersikaplah rendah hati kepada mereka. Jangan tunjukkan ego dan membanggakan diri.

Rahmat Ilahi begitu besar sehingga kalian dilarang untuk melihat apa pun yang dilakukan oleh orang di luar sana dan menyebut mereka gila, atau mengkritik perilaku buruk mereka. Biarkanlah mereka, Allah SWT yang akan menilai tindakan mereka. Lihatlah diri kalian sendiri, berlakulah dengan baik, jangat turut campur dalam urusan orang lain. Itu bukan urusan kalian. Tugas kalian adalah mengurus diri kalian sendiri. Perbaiki diri kalian, tinggalkan orang lain kepada Tuhannya. Biarkan mereka melakukan apa yang mereka suka. Ini adalah suatu pemahaman dan ajaran yang benar dalam sufisme, yaitu meninggalkan setiap orang kepada Tuhannya, dan hanya berurusan dengan diri kalian sendiri. Jika kalian mengajari ego kalian agar tidak mencampuri urusan orang lain, maka kalian akan merasakan hidup dalam kebahagiaan, karena ketika kalian melihat orang lain, kalian hanya melihatnya sebagai hamba dari Tuhan yang sama dengan kalian, oleh sebab itu kadang-kadang Tuhan akan mengampuni apa yang mereka lakukan. Jangan berkata, “Hei, kalian melakukan perbuatan yang buruk, minum-minum, bermain wanita, mengerjakan ini, itu… Biarkan orang itu berurusan dengan Tuhannya. Ajarilah orang-orang secara umum. Jangan memojokkan seseorang dan jadilah lebih spesifik.

Allah SWT berfirman kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah SAW, pergilah, dan bersihkan dirinya.” Dengan segera Rasulullah SAW memanggil Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq RA dan berkata, “Wahai Abu Bakar RA, kita harus segera pergi dan menjemput orang itu.” Abu Bakar RA berkata, “Wahai Rasulullah SAW, engkau pernah berkata bahwa engkau tidak akan menguburkannya di pemakaman muslim karena ia bukan seorang muslim!” Rasulullah SAW bersabda, “Tidak! Ia bukan muslim yang biasa. Allah SWT berfirman kepadaku bahwa ia adalah seorang wali!”

Apa yang dilakukan perampok itu selama hidupnya sehingga ia menjadi seorang wali? Padahal selama hidupnya pekerjaannya adalah membunuh, merampok, dan mencuri. Rasulullah SAW pergi menuju sumur itu dan dengan tangannya sendiri, beliau mengeluarkan tubuh orang itu, kemudian membawanya ke rumahnya bersama para sahabat. Beliau membersihkan tubuhnya, memandikan dan mengkafaninya, kemudian mensalatkan dan membawanya dari Masjid Nabi SAW ke Jannat ul-Baqi’ yang berjarak sekitar 15 menit bila berjalan kaki. Namun pada saat itu dibutuhkan waktu lebih dari dua jam untuk memindahkan tubuhnya ke sana. Seluruh sahabat merasa heran melihat cara Rasulullah SAW berjalan. Dengan tangannya sendiri Rasulullah SAW telah membersihkan, memandikan dan mensalatkannya, dan sekarang beliau membawa orang itu ke kuburnya dengan kaki yang berjingkat. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah SAW! Mengapa engkau berjalan dengan kaki berjingkat?” Beliau menjawab, “Allah SWT telah memerintahkan seluruh wali dari timur ke barat, dan seluruh malaikat dari ketujuh surga, serta semua makhluk spiritual untuk hadir di sini dan mengikuti wali itu sehingga jalan dipenuhi mereka dan sulit bagiku untuk mencari tempat untuk menginjakkan kakiku. Dalam hidupku, Aku tidak pernah sekaget ini.”

Setelah mereka menguburkannya, Rasulullah SAW tidak berbicara lagi kepada orang-orang melainkan langsung pulang ke rumahnya dengan tubuh yang gemetar dan menggigil. Di rumahnya beliau duduk bersama Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq RA, bertanya kepada dirinya sendiri apa yang telah dilakukan wali itu, selama hidupnya ia adalah seorang perampok, namun ketika meninggal ia mendapat kemuliaan sangat tinggi dari Allah SWT. Sayyidina Abu Bakar RA berkata, “Ya Rasulullah SAW, Aku merasa malu untuk bertanya tentang apa yang Aku saksikan pada hari ini, sungguh membingungkan.” Rasulullah SAW menjawab, “Ya Abu Bakar RA, Aku bahkan lebih kaget daripada engkau, dan sekarang Aku menunggu kedatangan Jibril AS untuk memberi keterangan tentang kejadian ini.”

Ketika Jibril AS datang, Rasulullah SAW bertanya, “Ya Jibril AS, ada apa?” Jibril AS menjawab, “Wahai Rasulullah SAW jangan bertanya kepadaku. Aku sendiri tidak mengerti! Namun demikian tidak perlu bingung, Allah SWT dapat melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya dan Dia memerintahkan engkau untuk bertanya kepada anak perempuannya.”

Bersama Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq RA, Rasulullah SAW segera mendatangi rumah perampok itu. Dewasa ini para menteri dan sekretarisnya—tidak, bahkan seorang manajer di sebuah perusahaan pun memperlakukan seseorang seolah-olah mereka pengemis di depan pintu rumahnya. Mereka tidak menunjukkan rasa hormat atau kerendahan hati. Rasulullah SAW tanpa mempedulikan kekuatan dan statusnya sebagai orang yang sempurna, kekasih Allah SWT, dengan rendah hati pergi ke rumah wali itu dan bertanya kepada anak perempuannya apa yang dilakukan ayahnya selama hidupnya, “Wahai anakku, tolong ceritakan bagaimana ayahmu menjalani hidupnya.” Ia menjawab, “Ya Rasulullah SAW, Aku sangat malu kepadamu, apa yang akan kuceritakan kepadamu? Ia adalah seorang pembunuh dan perampok. Aku tidak pernah melihatnya melakukan suatu kebajikan. Ia merampok dan mencuri siang dan malam, kecuali dalam satu bulan. Ketika bulan itu datang ia akan berkata, ‘Ini adalah bulannya Allah SWT,’ karena ia pernah mendengar kau bersabda, ‘Rajab adalah bulan Allah SWT, Syakban adalah bulanku dan Ramadan adalah bulan umat.’ Ia berkata, ‘Aku tidak peduli dengan bulan Rasulullah SAW ataupun bulan umat, Aku hanya peduli pada bulan Tuhanku. Oleh sebab itu Aku akan duduk di kamarku, menutupnya, dan melakukan khalwat di bulan ini.’”

Rasulullah SAW bertanya kepadanya, “Khalwat macam apa yang ia lakukan?” Ia berkata kepadanya, “Wahai Rasulullah SAW, suatu hari ia sedang berada di jalan untuk mencari orang yang akan dirampok dan ia menemukan seorang yang berusia 70 atau 80 tahun. Ia memukulnya sehingga orang itu tidak sadarkan diri, dan merampoknya, ia menemukan segulungan kertas kecil dari orang itu. Ia membukanya dan menemukan sebuah doa di dalamnya, ia sangat senang dengan doa itu. Setiap tahun ketika bulan Rajab tiba, bulannya Allah SWT, ayahku duduk dan membaca doa itu sepanjang siang dan malam, sambil menangis ia membaca doa itu, kecuali ketika ia mau makan atau berwudu. Setelah bulan itu berlalu, ia bangkit lagi dan berkata, ‘Bulan Allah SWT telah berakhir sekarang giliran kesenanganku.’ Ia kembali merampok dan membunuh selama 11 bulan kemudian.”

Doa yang biasa dibaca oleh orang itu adalah doa yang sangat penting dan setiap orang dianjurkan untuk membacanya sebanyak 3 kali sehari selama bulan Rajab. Mawlana Syekh Nazim QS berkata bahwa doa ini akan membersihkan diri kalian dari seluruh dosa dan menjadikan kalian sebagai orang yang suci bagaikan bayi yang baru dilahirkan. Doa itu adalah doa yang sangat populer di kalangan sufi. Ketika Rasulullah SAW meminta anak itu membawakan kertas yang berisi doa itu, beliau menciumnya dan menggosokkannya ke tubuhnya. Jangan tinggalkan doa itu tetapi bacalah selalu di bulan yang akan datang ini, insya Allah, Allah SWT akan memberi kalian, tergantung pada niat kalian.

Allah SWT berfirman kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasul-Ku yang tercinta, orang itu datang dan bertaubat kepada-Ku di bulan yang paling penting dalam setahun. Untuk itu, karena ia telah mengorbankan satu bulan untuk-Ku, maka Aku mengampuni semua kesalahannya dan Aku ubah semua dosanya menjadi amal baik. Karena ia mempunyai dosa yang begitu banyak, maka sekarang ia mempunyai amal yang banyak sekali, bahkan terlalu banyak sehingga menjadikannya seorang wali besar.” Karena satu doa, Allah SWT membuat seseorang yang tidak pernah beribadah selama hidupnya menjadi seorang wali. Bagaimana dengan kalian, orang-orang yang berperilaku baik, yang beribadah kepada Tuhan sebagaimana layaknya, datang ke dalam suatu majelis untuk mendengar (ceramah)? Kalian mempunyai Tuhan Yang Maha Pemurah, Tuhan Yang penuh Cinta, bagaimana menurut kalian, Apa yang akan Dia berikan sebagai ganjaran kepadamu? Apakah kalian pikir Dia akan meninggalkanmu?

Untuk setiap langkah yang kalian gunakan menuju suatu majelis, Allah SWT akan menghapus satu dosa dan memberi 10 pahala. Siapa pun yang datang dari jarak 2 jam perjalanan, hitunglah berapa banyak langkahnya menuju ke sini. Jangan tinggalkan asosiasi semacam ini, sebab kalian tidak akan mendapat ganjaran semacam itu ketika kalian beribadah, salat 5 waktu adalah kewajiban kalian, tetapi asosiasi semacam ini bukanlah kewajiban, tetapi sukarela. Oleh sebab itu jika kalian datang, kalian akan diberi ganjaran yang melimpah. Itulah sebabnya asosiasi ini sangat penting. Asosiasi ini bisa menunjukkan kalian jalan singkat menuju ke Hadirat Ilahi, dan jalan terpendek meraih realitas kalian.

Dengan sedikit latihan membaca apa yang biasa dibaca oleh para wali, kalian akan mengalami kemajuan yang sangat pesat. Jangan datang ke Sisi-Nya dengan mengendarai keledai. Datanglah dengan roket, kalian akan mencapainya dengan cepat. Ego kalian adalah keledai. Jangan ikuti ego kalian. Tinggalkan dia, karena ia tidak akan membawa kalian ke mana-mana melainkan dalam gerakan lambat. Roh akan bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi. Mengapa? Karena roh adalah sesuatu yang berhubungan dengan Allah SWT. Cahaya itu berasal dari Allah SWT. Perhatikan kecepatan cahaya yang mencapai 300.000 kilometer per detik. Menurut kalian apakah kecepatan roh lebih lambat atau lebih cepat daripada cahaya? Jelas lebih cepat!

Kalian menggunakan akal kalian dengan kecepatan yang sangat tinggi, bagaimana dengan hati kalian? Sekarang orang berusaha agar sampai lebih cepat di segala tempat di muka bumi dengan menggunakan pesawat. Bagaimana dengan pesawat dalam hati kalian? Apa pun tempat yang kalian pikirkan, kalian akan tiba di sana dalam sekejap bila kalian mengetahui cara menggunakan kekuatan spiritual. Para awliya bisa berada di mana saja dalam waktu yang mereka inginkan. Mereka bisa berada di sini, lalu dalam beberapa detik mereka sudah berada di Cina, Rusia, atau di bulan atau di matahari atau di surga yang pertama, dengan menggunakan kekuatan roh. Jangan meremehkan apa yang telah diciptakan oleh Tuhan dalam diri kalian dan dalam diri setiap manusia. Tidak ada yang dapat mengerti bagaimana mekanisme roh bekerja.

Mengapa orang meninggal dunia seketika pada saat seseorang menembakkan peluru kepadanya? Siapa yang membawa pergi rahasia itu? Mengapa orang meninggal dunia bila sakitnya sangat parah? Roh selalu berusaha untuk melarikan diri dan membebaskan diri dari sangkar tubuhnya. Bila ia menemukan jalan, ia akan melarikan diri dan kembali ke asalnya. Bila kalian dengan kekuatan kalian dapat mengendalikan ego dan membebaskan roh kalian, pada saat itu kalian akan bisa mengontrol kekuatan roh sehingga ia tidak dapat melarikan diri. Pada saat itu kalian dapat melakukan suatu keajaiban dengan roh kalian.

Beberapa waktu yang lalu, di mana-mana kalian dapat menemukan para awliya yang menggunakan kekuatan spiritualnya yang tidak bisa ditiru di masa sekarang. Ada wali yang dapat menggunakan sabuknya untuk memanggil orang yang tinggal sangat jauh darinya, dan ia dapat melakukannya di depan ratusan orang yang duduk di sekitarnya. Bagaimana ia mengirim pesan kepada seseorang yang berjarak 3 atau 4 jam perjalanan dengan mobil? Wali itu cukup mengangkat sabuknya, meletakkannya di dekat telinganya dan berkata, “Hallo? Bapak Anu dan Anu dan seterusnya, datanglah, kami menanti kedatanganmu!” Setelah tiga atau empat jam kemudian, mereka mengetuk pintu lalu masuk dan berkata kepada orang-orang bahwa ia telah menerima panggilan dari syekh agar datang ke tempat itu.

Banyak sekali hal yang dapat dilakukan para awliya, sebab ego mereka berada dalam kendali mereka. Bila roh bisa mengontrol ego, kalian dapat melakukan apa saja, tetapi sebaliknya bila ego yang menguasai roh, kalian tidak bisa melakukan apa-apa. Kalian harus selalu menjadi tempat sampah bagi umat manusia. Jangan takut untuk menanggung beban mereka. Ambil dan lakukanlah. Jika kalian mengambilnya, Allah SWT akan memberi kalian kekuatan yang lebih banyak. Jika kalian tidak mau menanggung beban mereka, kalian tidak akan mempunyai cahaya dalam hati. Kalian harus menjadi orang yang mau menanggung beban. Ada seorang wali yang berdoa kepada Tuhannya, “Wahai Tuhanku! Jadikanlah tubuhku seluas neraka-Mu, dan masukkanlah diriku sendiri ke dalamnya, dan biarkan semua orang berada di luar. Aku mengorbankan diriku untuk keuntungan hamba-hamba-Mu yang tidak bersalah. Mereka tidak bersalah sebab mereka mempunyai ego yang membebani mereka. Jika mereka tidak mempunyai ego, mereka semua akan seperti malaikat. Setiap orang mempunyai ego. Egolah yang mengendalikan diri kalian dan membuat kalian berkelakuan buruk.

Kalian semua harus menjadi contoh bagi masyarakat luar agar orang-orang berdatangan ke dalam asosiasi kita setelah mereka melihat kalian dan menghargai sikap dan tingkah laku kalian yang baik. Bila mereka melihat kalian bersikap buruk, bagaimana mereka akan datang ke dalam asosiasi ini? Mereka tidak akan datang. Bagaimana mendapatkan perilaku yang baik? Yaitu dengan meninggalkan perangai buruk dan amarah. Jangan tunjukkan kemarahan kalian, baik di rumah maupun di luar rumah. Jangan hiraukan bila istri kalian berteriak kepada kalian. Biarkan ia teriak, apa yang akan terjadi? Pada akhirnya, ia akan kelelahan dan berhenti sendiri. Begitu dengan pria—untuk mereka kita harus menggunakan ekspresi yang lain daripada ‘teriak’, karena mereka kan laki-laki! Kalian akan menggonggong dan istri kalian tidak menghiraukan kalian, sehingga kalian akan merasa muak dan berhenti sendiri. Tetapi setan tidak pernah membiarkan orang marah kecuali yang lain juga marah, sehingga mereka saling berkelahi. Oleh karena itu bila salah seorang berteriak, maka yang lain tidak perlu mendengarkan. Ini juga harus diterapkan di masyarakat luas. Berusahalah untuk meredam kemarahan kalian.

Suatu hari Saya bersama Mawlana Syekh Nazim QS di Madinah. Di masa itu, Mawlana Syekh Nazim QS biasa membawa rombongan haji dari Siprus. Beliau mengajak mereka ke pasar untuk membeli tasbih. Setelah mereka membeli tasbih, Mawlana juga meminta sebuah tasbih untuk dirinya sendiri. Pedagang itu menunjukkan beberapa tasbih kepadanya, lalu Mawlana berkata, “Lupakan saja, kalian bisa memberi potongan harga untuk saya.” Pedagang itu tidak mengeluarkan satu umpatan pun kepada Mawlana, Mawlana bahkan tidak membuka mulutnya. Beliau menjaga agar amarahnya tidak keluar. Kemudian setelah beliau pergi ke jalan, kami melihat seseorang mendatangi Syekh dengan tasbih yang identik di tangannya. Ia memberikannya kepada Syekh dengan mengatakan, “Ini hadiah dari saya,” tak seorang pun yang tahu siapa dia dan dari mana asalnya, ia lalu menghilang dengan segera.

Bila kalian menjaga amarah kalian, Allah SWT akan memberi pahala kepada kalian. Jangan mencoba mendapatkan hak kalian dengan cara memaksa. Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an, “Fa man ‘afa wa aslaha, fa ajruhu ‘alallaah” [QS Asy-Syura, 26: 40], “Barang siapa yang memaafkan dan berbuat baik maka ia akan mendapat pahala dari Allah SWT.” Ini lebih baik daripada kalian mengambil hak kalian dengan tangan kalian sendiri—lewat pengadilan, misalnya.

Persiapkan diri kalian, ini adalah bulan Rajab, jangan meninggalkan satu salat pun. Jika kalian melewati salat di siang hari usahakan untuk mengerjakannya di malam hari ketika kalian sudah tiba di rumah sebelum tidur. Cobalah untuk mengucapkan “Allah” dalam hati kalian 1.500 kali sehari. Jika kalian lebih suka mengucapkannya dengan lidah, lakukanlah dengan cara itu. Ucapkan juga “Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadiw wa ‘alaa aali Muhammadiw wa sallim” 100 kali sehari. Insya Allah ini akan memberi kalian kekuatan di bulan Rajab dan mempersiapkan diri kalian di bulan Syakban, di mana ada tugas lain yang akan kita bahas di kemudian hari, insya Allah.

Seluruh awliya menunggu kedatangan Imam Mahdi AS dan Nabi ‘Isa AS di bulan ini. Seluruh awliya menanti untuk mengetahuinya, dan sebagian besar pengikut mereka akan diberitahu mengenai hal ini pada tanggal 15 Syakban. Setiap orang harus mempersiapkan diri mereka untuk peristiwa besar di dunia ini. Komunisme sudah berakhir, setiap orang berpihak kepada Amerika. Mereka berpikir bahwa tidak akan ada lagi perang di dunia ini, perdamaian akan terjadi di mana-mana. Tiba-tiba seseorang yang gila datang dan menekan tombol, lalu dimulailah Perang Dunia Ketiga. Segera setelah peristiwa ini terjadi, Imam Mahdi AS akan datang, kemudian Nabi ‘Isa AS turun dari surga. Ibadah Haji pada tahun terakhir ini adalah salah satu ibadah haji terbesar yang dilaksanakan di abad ini. Imam Mahdi AS berada di sana, begitu pula dengan 124.000 awliya dan 124.000 rasul berkumpul di Padang ‘Arafah. Oleh sebab itu persiapkan diri kalian untuk suatu peristiwa besar yang akan segera muncul di permukaan bumi. Jangan berpikir bahwa dunia ini akan berlangsung lama dan kita masih memiliki tahun-tahun yang panjang di depan kita. Kita sudah sangat dekat dengan akhir dunia ini dan segera menuju ke akhirat.

Kita tidak akan memandang ibadah orang lain dengan sikap tidak setuju, kita hanyalah sebuah kelompok yang mengharapkan kedatangan Imam Mahdi AS dan Nabi ‘Isa AS dengan segera. Kita berada di jalur yang benar. Kita telah bertemu mereka. Kita telah mengambil bay’at dari mereka dan menerima mereka baik secara fisik maupun spiritual melalui kekuatan Grandsyekh. Apa yang Saya katakan kepada kalian adalah menurut pandangan spiritual yang nyata, tidak samar atau berbayang. Imam Mahdi AS dan Nabi ‘Isa AS berada di antara kalian. Setiap asosiasi, baik di sini maupun di Chicago atau Montreal, New York dan New Meksiko, diselenggarakan atas nama guru kita yang berhubungan langsung dengan Imam Mahdi AS dan Nabi ‘Isa AS. Imam Mahdi AS dan Nabi ‘Isa AS pasti hadir dalam semua pertemuan itu, paling tidak untuk melihat kalian, kemudian pergi. Kadang-kadang mereka ikut duduk, kadang-kadang mereka hanya melihat lalu pergi, dan kadang-kadang mereka melihat dari tempat di mana mereka berada.

Asosiasi ini adalah satu-satunya asosiasi di dunia yang didukung oleh Imam Mahdi AS dan Nabi ‘Isa AS, tidak hanya di Amerika tetapi di semua tempat, di mana asosiasi ini diselenggarakan atas nama mereka. Tempat-tempat lain di mana orang berkumpul bersama—baik di sinagoga, gereja, atau kelompok sufi yang lain—tidak dapat memperoleh cahaya seperti yang kalian dapatkan dalam asosiasi ini. Kalian akan melihat diri kalian dalam jumlah yang kecil karena bintang yang bersinar tidak banyak jumlahnya, dan kalian akan menjadi bintang dalam kegelapan malam bagi umat manusia. Itulah sebabnya Mawlana Syekh Nazim QS mempersiapkan diri kalian dan itulah sebabnya beliau mengirim kita ke abad ini, yaitu untuk membangunkan orang-orang di abad ini dan memperingatkan mereka untuk melihat ke depan kepada Imam Mahdi AS dan Nabi ‘Isa AS. Insya Allah, beberapa di antara kalian akan menerima bay’at dari mereka berdua di dalam mimpi kalian. Hal ini memerlukan beberapa peningkatan dalam diri kalian, yaitu dalam membaca wirid yang diberikan oleh Mawlana Syekh Nazim QS tanpa meninggalkannya satu malam pun. Setelah itu insya Allah, kalian akan bertemu dengan mereka secara fisik, dan kita memohon kepada Allah SWT agar hal itu akan segera terjadi.

Wa min Allah at tawfiq bi hurmat al-Fatiha.


© 1993, Haqqani Islamic Trust
7007 Denton Hill
Fenton, MI 48430

14 May 2008

Berikanlah Pipi yang Sebelah

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Nabi ‘Isa AS memberi nasihat kepada para pengikutnya, “Jika ada orang yang menamparmu di pipi kiri, berikan juga pipi yang kanan.” Beliau adalah seorang nabi yang besar, bahkan jika nasihat tersebut datang kepada kita tanpa melalui Rasulullah SAW, kita tetap menerimanya. Beliau menunjukkan cara bagaimana kita menghindari fitnah. Tidak seorang pun melainkan pengikut Sufi sejati dapat mendengar dan mengikuti nasihat tersebut. Hanya dengan mendengarnya saja, tidak akan ada perang di dunia ini. Bahkan mereka yang mengaku dirinya Kristen pun tidak sanggup mengikuti nasihat ini.