Showing posts with label Sufilive. Show all posts
Showing posts with label Sufilive. Show all posts

03 January 2013

Merayakan Tahun Baru



Sultan Awliya Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani (q)
Lefke, Siprus, Senin, 31 Desember 2012


Bismillaahir rahmaanir rahiim

“Wahai Abu Wak Wak, mengapa engkau terburu-buru sekali?”  “Apa kau tidak tahu bahwa malam ini adalah malam yang penuh berkah?” “Diberkati bagaimana?”  Mereka bilang ini adalah malam yang penuh berkah.  Setiap orang akan menerima apa yang paling pantas bagi mereka.  Setiap orang akan menerima apa yang seharusnya bagi mereka, baik berupa kebaikan maupun keburukan.

Bagaimana menurut kalian dengan sore ini, di mana orang-orang akan menjadi gila.  Baik Raja-Raja, dari golongan tertinggi hingga terbawah.  Mereka semua akan menjadi gila.  Tidak ada kebaikan di sana, tidak ada kebaikan.  Saya menyesal bahwa umat Muslim sedang bersiap-siapa untuk menyambut sore pertama, yang dipersiapkan oleh Bangsa Eropa.  Bahwa malam ini adalah akhir dari tahun 2012 dan awal bagi tahun 2013.  13 adalah angka yang tidak disukai bagi para ahli hakikat.  Itu adalah malam yang akan membawa nasib buruk.  Dan orang-orang tengah bersiap-siap untuk merayakan, dari Timur ke Barat, semua tipe Muslim. Mereka bersiap-siap untuk menyambut perayaan tahun baru, tetapi tidak ada landasannya, itu adalah batil.  Saya menyesal bahwa umat Muslim, mulai dari Raja-Raja hingga ke lapisan bawah sedang bersiap-siap menyambut tahun baru.  Mereka tidak mengatakan, “`Aam, `aam al-jadiid.”  Mereka mengatakan, “Sana al-jadiid.”  Sana/tahun yang akan mempunyai kesulitan dan juga mempunyai kemudahan.

Tahun baru dalam Islam (Hijriah) telah lewat.  Mereka tidak pernah berdiri untuk merayakannya.  Tahun hijriah yang mempunyai landasan untuk dirayakan sebagai tahun baru.  Tetapi mereka malah bersiap-siap untuk malam ini yang tidak ada dasarnya, menyambut datangnya tahun baru.  Saya juga menyesal bahwa barang siapa yang tidak mengatakan kebenaran, ia adalah setan yang diam.  Dan saya juga menyesal bahwa Raja-Raja mereka, para Umara, para ulama, dan orang-orang pada umumnya siap membuat perayaan dengan segala macam hal yang haram.  Berbagai hal yang dilarang.  Hal itu membuat setan senang dan membuat murka ar-Rahmaan, semoga Allah mengampuni kita.

Nabi (s) bersabda, “Barang siapa yang mengikuti segolongan orang, maka ia adalah bagian dari mereka.”  Pertama-tama apa yang akan menimpa mereka di dalam kubur mereka?  Ketika seorang jenazah berada di dalam kuburnya, dua malaikat akan menghampirinya dan bertanya padanya.  Mereka bertanya, “Wahai manusia, apakah engkau ikut merayakan tahun baru ini?”  “Bagaimana dengan yang ini, apakah engkau Muslim atau Nasrani atau Yahudi atau Majusi?”  Apakah kalian tidak mendengar bahwa Nabi (s) bersabda, “Barang siapa yang mengikuti segolongan orang, maka ia adalah bagian dari mereka.”  Dan kuburnya akan ditiup dan diisi dengan api, dengan api.  Semoga Allah (swt) melindungi kita.

Wahai Mukmin, saya menyesal dengan kalian, karena kalian mengikutinya.  Bukannya menjadi kepala, kalian malah menjadi ekor.  Mengikuti non-Muslim bukanlah kemuliaan bagi Muslim, untuk apa kalian melakukan hal ini?  Tetapi kini mayoritas orang tidak peduli dan mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang hal ini.  Malam ini adalah haram bagi Muslim, bagi para Umara dan masyarakat umum untuk membuat perayaan.  Itu akan menjadikan malam yang penuh kegelisahan dan malam yang menyedihkan bagi mereka.  Na`udzubillah.

Wahai Muslim, bertobatlah kepada Allah, bertobatlah kepada Rasulullah (s) dan jadikanlah jalan kalian, jalannya Islam, jalan menuju kedamaian.  Saya adalah hamba yang lemah, jika orang tidak mau mendengar, berarti mereka tidak waspada terhadap bahaya.  Mereka memasuki sebuah terowongan dan tidak ada jalan untuk kembali bagi mereka.  Hafazhallah, semoga Allah melindungi kita, semoga Allah melindungi kita.   Yang akan terjadi di akhir zaman adalah Armageddon dan ia hanya menyisakan mungkin separuh dari seluruh orang di dunia.  Separuh orang akan tewas dan separuhnya lagi tetap hidup.  Bertobatlah kepada Tuhanmu, dan kembalilah kepada-Nya.

Dan jika kalian berkumpul, maka berkumpullah untuk membaca Mawlid Nabawi-Syariif, sehingga perbuatan ini dapat menjadi sebab untuk mengampuni dosa-dosa kalian.  Dan tahun depan insya Allah tidak ada lagi jejak-jejak orang yang kufur di permukaan bumi dan bendera Islam bisa berkibar di seluruh dunia dari Timur ke Barat karena kabar dari langit memberi kabar gembira tentang hal ini dan Salam `alaykum.

Wahai Muslim, Raja-Raja dan Umara, bertobatlah kepada Tuhanmu.  Dan Allah menjadi saksi atas apa yang telah kami katakan.  Hasbunallah wa ni`mal wakiil, tub `alayna yaa Rabbanaa. “Angkatlah bagi kami seorang Raja agar kami dapat berperang di Jalan Allah.” (2:246)  Kita dapat berperang, fii sabilillah memerangi Setan dari golongan manusia dan jin.  Kalau tidak, semoga Allah melindungi kita dari apa yang akan terjadi pada hari-hari ini.

Bertobatlah pada Tuhanmu.  Ini hanya sepatah-dua patah kata, tetapi orang-orang sedang mabuk dan mereka tidak menangis.  Bertobatlah, daripada bersiap-siap untuk melakukan perayaan.  Berkumpullah dan bacalah Mawlid Nabawi ‘sy-Syariif.  Itu akan menghilangkan beban berat dari diri kalian, yaitu kesulitan-kesulitan di tahun ini.  Dan bertobatlah agar kalian tidak lagi melakukan perayaan seperti ini lagi.  Kami bertobat dan berpaling kepada-Mu wahai Tuhan kami.  Dan Alhamdulillah, wahai Tuhan jagalah kami di bawah perlidungan-Mu.

Allaahumma tub `alayna.  Allaahumma tub `alayna.  Fatiha.

Tahun ini, tahun baru ini... ketika kita mengatakan `Aam jadiid, itu akan menjadi tahun yang penuh dengan kebahagiaan.  Sementara ini adalah tahun-tahun yang paling berat sejak awal dunia ini.  “Jika debu-debu disingkirkan, maka kalian akan melihat bahwa yang ada di bawah kalian adalah seekor kuda atau keledai.”  Kita lihat apa yang akan terjadi besok.  Setiap orang akan mendapat pengganti, baik itu berupa kebaikan dan kebahagiaan atau penderitaan dan kemurkaan.  Jangan berlari ke daerah yang penuh kemurkaan.  Sore ini orang-orang pergi ke daerah (yang mendatangkan) kemurkaan (Allah).  Ia tidak mempunyai rasa, tidak untuk sore ini dan tidak pula untuk tahun ini.

Wahai Tuhan kami, karuniakanlah dari Kemuliaan dan Kebesaran-Mu.  Yaa Rabb, ihdina ‘sh-shiraata ‘l-mustaqiima, shiraata ‘l-ladziina an`amta `alayhim mina n’-Nabiyyina wa ‘sy-Syuhadaa’ wa ‘sh-Shaalihiin, Fatihah.



26 December 2012

Sayyidina `Ali (r), Gerbangnya Ilmu



Mawlana Syekh Hisyam Kabbani
14 Desember 2012    Burton, Michigan
Khotbah Jumat di As-Siddiq Institute and Mosque


Alhamdulillah, alhamdulillahii nasta`iinuhu wa nastaghfiruhu was nastahdiihi wa na`uudzuu billaahi min syuruuri anfusinaa wa sayyiaati `amaalinaa wa nasyadu an laa ilaaha illa-Llah, wahdahu laa syariika lah, wa nasyadu anna Muhammadan `abduhu wa habiibuhu wa rasuuluh...
ayyuha ’l-mu’minuun al-hadhiruun.

إِنَّ اللّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَواْ وَّالَّذِينَ هُم مُّحْسِنُونَ

Ittaqullaha wa athi`uuh. Inn Allah ma`a ‘Lladzina at-taqaw wa ‘Lladzina hum muhsinuun.
Wahai orang-orang yang beriman!  Bertakwalah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. (Surat an-Nahl, 16:128)

Wahai Mukmin!  Nabi (s) tidak meninggalkan apapun tanpa beliau (s) jelaskan, dan beliau (s) membimbing kita melalui para Sahabatnya (r), khususnya Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (r), Sayyidina `Umar (r), Sayyidina `Utsman (r) dan Sayyidina `Ali (r).

Nabi (s) bersabda,
أصحابي كالنجوم بأيهم اقتديتم اهتديتم
Ash-haabii ka 'n-nujuum bi ayyihim aqtadaytum ahtadaytum.
Sahabatku bagaikan bintang-gemintang (di malam yang gelap); siapapun yang kalian ikuti, kalian akan terbimbing.
(`Abd ibn Humayd, ad-Daraqutnii, ibn `Adiyy, ibn `Abd al-Barr, dengan sanad yang tidak sahih, tetapi maknanya sahih.)

Bergunung-gunung ilmu dan tidak ada seorang pun yang mampu memahami Nabi (s) sebagaimana keempat khalifah ini.  Nabi (s) menjadikan Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (r) yang menemaninya ketika hijrah dari Mekah ke Madinah, dan beliau (s) berkata bahwa iman Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (r) adalah lebih besar daripada semua Sahabat (r).  Dan mengenai Sayyidina `Umar (r), Nabi (s) bersabda, “Jika setelahku masih ada nabi, maka `Umar-lah yang akan menjadi nabi itu.”  Dan Sayyidina `Utsman (r) disebut sebagai “Dzi 'n-Nurayn,” Penerima Dua Cahaya, karena beliau menikah dengan dua di antara putri-putri Nabi (s).  Beliau juga menyusun Kitab Suci al-Qur’an dan menempatkan setiap ayat di posisinya masing-masing.  Dan untuk Sayyidina `Ali (r), yang merupakan topik dari khotbah Jumat hari ini, Nabi (s) bersabda,
أنا مدينة العلم و علي بابه
Anaa madinatu 'l-`ilmi wa `Aliyyun baabuha.
Aku adalah kotanya ilmu dan `Ali adalah pintu (atau gerbangnya). (al-Haakim, Tirmidzi)

Allah (swt) telah mengaruniai Sayyidina `Ali (r) dengan banyak hal.  Diriwayatkan oleh Sayyidina `Ali (r) di dalam Sahih Bukhari:

عن علي قال : أنا أول من يجثو للخصومة بين يدي الرحمن يوم القيامة قال قيس وفيهم نزلت هذان خصمان اختصموا في ربهم قال هم الذين بارزوا يوم بدر علي وحمزة وعبيدة وشيبة بن ربيعة وعتبة بن ربيعة والوليد بن عتبة
Anaa awwala man yajtsuu’l-khusuumata bayna yadaayi ’r-rahmaana yawm al-qiyamah. Qaala Qays wa fiihim nazalat haadzaan khashmaan ‘khtashamuu fii rabbihim. Qaala humu’Lladziina baarazoo yawma badrin: `aliyyin wa hamzata wa `ubaydata wa syaybata bin rabi`ata wa `utba bin rabi`ayata wa’l-waliid ibn `utba.

Nabi (s) bersabda, “Aku akan menjadi yang pertama di antara Tangan ar-Rahmaan pada Hari Kiamat.  

Pada saat itu, Allah (swt) akan memberinya kekuatan syafaat untuk membantu manusia.  Ibn `Asakir (r) menyebutkan bahwa Sayyidina `Ali (r) telah disebutkan di dalam kitab suci al-Qur’an lebih banyak daripada yang lainnya dan lebih dari 300 ayat diturunkan mengenai beliau, itu artinya Sayyidina `Ali (r) adalah seseorang yang dimuliakan oleh Allah!  Bagaimana tidak, beliau adalah menantu Nabi (s) dan merupakan salah satu dari ulama besar yang Allah kirimkan bagi manusia, karena setelah Nabi Muhammad (s) tidak ada lagi nabi lainnya.  Sayyidina `Ali (r) adalah salah satu `ulama, ‘ar-Rabbaniyyuun,’ ulama-ulama besar yang muncul setelah Nabi (s).

Umm Salama (r) meriwayatkan dari Nabi (s), “Sayyidina `Ali (r) bersama kitab suci al-Qur’an dan al-Qur’an bersama Sayyidina `Ali (r),” artinya beliau membawa al-Qur’an sepenuhnya di dalam kalbunya, bukan seperti kita membaca kitab suci al-Qur’an, tetapi beliau dapat mengekstrak makna dari setiap ayat al-Qur’an, dan dari setiap kata dan huruf, beliau dapat mengekstrak maknanya.  Kalian mungkin bertanya, “Bagaimana beliau dapat mengekstrak makna dari sebuah kata?”  Ada banyak huruf di dalam kitab suci al-Qur’an yang memulai beberapa surat dan huruf-huruf itu merupakan kode.  Demikian pula, setiap ayat dan setiap kata di dalam al-Qur’an mempunyai kode-kode dan Sayyidina `Ali (r) mampu mengekstrak rahasia-rahasia itu.  Kini kalian mempunyai kode untuk kartu plastik yang kalian gunakan di mesin-mesin ATM.  Serupa dengannya, huruf-huruf ini adalah kode-kode rahasia yang Allah (swt) turunkan kepada Nabi (s), yang kemudian menurunkannya kepada beberapa Sahabatnya dan kita tahu bahwa Sayyidina `Ali (r) adalah salah satu yang dapat mengekstrak makna dari huruf-huruf itu.  

Suatu ketika orang bertanya kepada Sayyidina `Ali (r) mengenai `ilm dan beliau berkata,

العلم يرفع الوضيع والجهل يضع الرفيع.
Al-`ilmu yarfa`u 'l-wadhii` wa 'l-jahl yadha`u 'r-rafii`
Ilmu akan mengangkat mereka yang berada di derajat yang rendah.

Ketika kalian mempelajari ilmu duniawi, bahkan jika kalian berasal dari keluarga yang sangat miskin atau dari keluarga yang tidak memenuhi tugasnya dalam melaksanakan Syariah, dan setiap orang melihat kalian seolah-olah kalian berasal dari keluarga kelas bawah, tetapi bila kalian mempunyai ilmu, maka tidak ada orang yang dapat berkata apa-apa.  Kalian dapat menjadi seorang profesor, dan tak seorang pun yang dapat bicara buruk mengenai keluarga kalian, karena Allah (swt) mengangkat mereka dari kelas bawah ke kelas yang lebih tinggi.  Jadi bagaimana menurut kalian mengenai seseorang yang mempunyai ilmu tentang Islam dan hakikat, di mana Nabi (s) bersabda, “Aku adalah kotanya ilmu dan Sayyidina `Ali (r) adalah pintunya.” Ini artinya tidak ada seseorang yang dapat memberikan ilmu seperti yang diberikan oleh Sayyidina `Ali (r) dan tidak ada yang dapat menyerupainya!

Sayyidina `Ali (r) berkata:
Kebodohan dan kesombongan akan menjatuhkan derajat seseorang.
Itu artinya ilmu mengangkat kalian dan kebodohan menjatuhkan kalian.

Sayyidina `Ali (r) said:
العلم خير من المال
Al-`Ilm khayrun min al-maal.
Ilmu lebih baik daripada uang.

Suatu hari kalian akan mati dan tidak membawa apa-apa bersama kalian.  Di masa dulu, sebuah rumah dari tanah liat dianggap sebagai istana, sementara yang lain mempunyai rumah dari jerami; tetapi sekarang mereka tidak bisa menerima hal itu karena mereka menginginkan rumah-rumah yang bagus; namun demikian pergilah ke Afrika dan kalian masih dapat menemukan rumah-rumah dari tanah liat atau pergilah ke Siprus dan kalian akan melihat bahwa bahkan rumah Mawlana Syekh Nazim (q) pun dibuat dari tanah liat!  Itu adalah rumah yang sederhana dan sekarang orang-orang menginginkan istana karena mereka penuh dengan Setan jika mereka tidak mengikuti Syari`atullah.  Rumah-rumah dari tanah liat adalah rumah yang penuh kedamaian dan menentramkan dan ketika kalian tinggal di sana, kalian tidak mempunyai sifat sombong di dalam hati kalian, karena kalian tinggal di rumah yang sederhana, sementara orang yang tinggal di rumah yang besar mungkin berkata, “Aku lebih baik dari yang lain, aku kaya.”

Jadi Sayyidina `Ali (r) berkata, “Ilmu lebih baik daripada kekayaan,” karena kalian tidak bisa membawa kekayaan kalian ke dalam kubur tetapi ilmu adalah sesuatu di mana orang dapat mempelajarinya dan itu adalah Shadaqat al-Jariyyah, amal yang pahalanya terus mengalir, sebagaimana Nabi (s) bersabda,
Amal dari anak cucu Adam terputus kecuali tiga: 1) Shadaqah al-Jariyyah, (misalnya membangun sebuah masjid, rumah bagi anak yatim, rumah sakit, dll); 2) Anak yang saleh, yang berdoa bagi kalian dan ketika anak itu mengucapkan, “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim,” pahala mereka dalam membaca kitab suci al-Qur’an akan tertulis bagi kalian di dalam kubur; dan 3) ilmu yang bermanfaat bagi manusia.

Jadi untuk meninggalkan ilmu yang bermanfaat adalah dengan cara belajar dan mengajarkan orang lain, bukannya belajar lalu menyimpannya untuk diri sendiri.  Syariah memerintahkan kita untuk mengajarkan apa yang kita ketahui dan bukannya menyimpannya untuk diri sendiri.

Sayyidina `Ali (r) berkata, “`Ilm lebih baik daripada uang.”  Uang harus dijaga, kalian selalu melihat pada kotak penyimpanan uang atau khawatir apakah bank yang menyimpan deposit kalian aman, dan berbagai isu-isu lain yang masuk ke dalam pikiran kalian.  Kalian menjaga uang kalian.  Apa yang beliau katakan?  “Ilmu akan menjaga kalian agar selamat, sementara kalian harus menjaga uang kalian,” jadi di lain pihak, ilmu akan menjaga kalian agar tetap selamat.  Al`ilmu haakiman, “Ilmu akan memegang kendali,” dan seseorang dengan ilmu akan mampu memberi penilaian, meskipun tanpa uang.

Dan kita akan akhiri dengan yang satu ini.

قصم ظهري رجلان عالم متهتك وجاهل متنسك
qashurra zhahri rajulaan, `aalimu mutahattik wa jaahilun mutanassik
Dua tipe manusia yang mematahkan punggungku, seorang ulama yang bangga dan kasar terhadap orang dan seorang bodoh yang zuhud.

Tipe terakhir seperti orang yang dengan malas duduk di sudut hanya mengingat Allah.  Tetapi Allah ingin agar hamba-hamba-Nya untuk menolong, untuk bekerja dan menjadi baik, bukannya untuk duduk di sudut, menjadi orang yang malas, dan mengulurkan tangannya untuk meminta-minta!

Tipe pertama adalah seorang yang `alim, yang berilmu tetapi ia bangga terhadap dirinya.  Ia akan membuat orang lari darinya, karena ia sombong; dan orang yang duduk di sudut, di mana orang mengira ia seorang wali besar dan `alim, membuat orang menyimpang dari Jalan Syariah dan mengikuti jalannya.  Jadi, orang harus sangat berhati-hati, dan Sayyidina `Ali (r) tidak mengatakan sesuatu tanpa alasan, beliau mengatakan itu sebagai suatu peringatan!

Ilmu adalah reservoir bagi peradaban, bukannya peradaban seperti yang mereka definisikan sekarang, bukannya dunia yang sekarang, yang membawa kita entah ke mana.  Orang-orang terdahulu adalah orang-orang ‘beradab’ karena mereka mempunyai ilmu tentang akhirat dan mereka semua dijanjikan Surga.  Semua Sahaabah (r) akan masuk Surga, jadi kita harus mengikuti jejak mereka!

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Qul in kuntum tuhibbuuna 'Llaaha fattabi`uunii yuhbibkumullaahu wa yaghfir lakum dzunuubakum w 'Allaahu Ghafuuru 'r-Rahiim.
Katakanlah (wahai Muhammad), "Jika engkau (sungguh) mencintai Allah, maka ikutilah aku! Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Surat Aali-`Imraan, 3:31)

Kini, banyak praktik di Barat yang berasal dari Islam tetapi kita tidak menggunakannya, misalnya kebebasan untuk bicara dan kebebasan beragama.  Nabi (s) memberi kebebasan kepada kaum Yahudi dan Nasrani selama bertahun-tahun di Madinah dan beliau (s) berusaha untuk membangun perdamaian dan hubungan yang baik, sebagaimana Allah (swt) berfirman,

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ
W `atasimuu bi hablillaahi jamiyy`an wa laa tafaraquu.
Berpegang teguhlah pada Tali Allah dan jangan bercerai-berai. (Surat Aali-`Imraan, 3:103)

Wahai Muslim! Tugas Islami kita adalah menjaga perdamaian, menuntut ilmu dan bersikap tawaduk.

Wa min Allahi 't-tawfiiq, bi hurmati 'l-habiib, bi hurmati 'l-Fatihah.

© Copyright 2012 Sufilive. All rights reserved. This transcript is protected
by international copyright law. Please attribute Sufilive when sharing it. JazakAllahu khayr.

24 December 2012

Bacalah Ayat Suci ini untuk Perlindungan!



Sultan al-Awliya Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani
Lefke, Siprus, 21 Desember 2012



"Subhaana ‘Lladzi yusabbihu ‘r-Ra`du bi-hamdihi wa ‘l-mala'ikatu min khiifatihi wa Huwa `ala kullu syay'in Qadiir."  Sayyidina Abbas (r) berkata, “Barang siapa yang mengucapkan ini dan sesuatu terjadi padanya, aku akan bertanggung jawab atas penebusan (hukumannya).”  Oleh sebab itu, bacalah berulang-ulang setiap waktu. "Subhaana ‘Lladzi yusabbihu ‘r-Ra`du bi-hamdihi wa ‘l-mala'ikatu min khiifatihi wa Huwa `ala kullu syay'in Qadiir."

Wahai Tuhan kami, curahkanlah rahmat-Mu kepada kami.  Lindungilah kami, jika sesuatu terjadi pada kami atau di sekeliling kami, wahai Tuhan kami.  Kami adalah hamba-Mu yang lemah.  Orang-orang tidak tahu apa-apa tentang agama mereka dan oleh sebab itu, hujan turun pada mereka, bukannya hujan rahmat, melainkan hujan pertanda kemurkaan dari langit.  Allah Ya Rabbi.... ampunilah kami dan maafkanlah kami, dan terimalah tobat kami, wahai Tuhan kami.  Kami adalah hamba-Mu yang lemah, kami juga lalai wahai Tuhan kami, kirimkanlah kepada kami orang yang dapat menunjukkan jalan bagi pengabdian kami, wahai Tuhan kami.  Tawba Ya Rabbii, tawba Ya Rabbii, tawba, astaghfirullah.

Wahai hamba-hamba Tuhan, tinggalkan apa yang tak bermakna, dan berjalanlah di jalur menuju Jalan Surgawi.  Daripada berkumpul dan berteriak-teriak di jalan, tinggalkan ini dan masuklah ke rumah-rumah Allah (swt).  Masjid adalah rumah Allah.  Berkumpullah di masjid dan memohonlah, berdoalah agar rahmat turun pada kalian.  Apa urusan kalian di jalan-jalan?  Kepada siapa kalian berteriak-teriak?  Kalian berseru pada yang tidak mempunyai kehidupan.  Pergilah ke masjid dan berzikir, mintalah dan menangislah… menangislah!  Dan berdoalah kepada Tuhan kalian, agar Dia (swt) mengubah situasi ini menjadi situasi yang lain.

Ya Muhawwili Al Hawl ila Al Hal.  Ubahlah situasi kami menjadi situasi terbaik, wahai Tuhan kami.  Kami adalah hamba-hamba-Mu yang lemah, bantulah kesulitan kami, demi Nabi-Mu al-Musthafa (s).  Dan demi semua orang yang mempunyai kehormatan.  Yaa Mawlay, Yaa Rabbana, Subhana Allah wa ‘l-hamdulillah wa la ilaha illa Allah, wa Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahi ‘l-Hamd.  Fatiha.

"Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka." (9:67) Ayat suci.  Mereka melupakan Allah (swt).  Mereka melupakan Tuhan mereka dan Allah (swt) melupakan mereka.  Orang-orang yang lupa, mereka telah meninggalkan Tuhan mereka.  Tuhan mereka pun meninggalkan mereka.

Wahai bangsa Mesir, gunakan pikiran kalian, pemahaman kalian, iman kalian, pengabdian kalian.  Berikan pengabdian dan Allah (swt) akan mengurus segala keperluan kalian di dunia dan janji al-Haqq (swt) adalah mengaruniai Surga.  "Inna ‘l-ladziina aamanu wa `amilu ‘sh-shalihaati kaanat lahum jannatu ‘l-firdawsi nuzulan" (18:107) "Khaalidiina fiihaa laa yabghuuna `anhaa hiwalaa" (18:108) Tidak ada seorang pun pada saat itu yang akan mengatakan bahwa, “Aku sudah jenuh!”  Tidak, Hasya!  Selamanya!  Selamanya!  Pada saat itu tidak ada yang mengatakan, “Aku sudah bosan!” Tidak.
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah Surga Firdaus menjadi tempat tinggal dan mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya. (18:107-108)

Lebih banyak lagi!  Wahai Tuhan kami, karuniakanlah kami lebih banyak lagi!  Karuniakanlah kepada kami dari Kemurahan-Mu!  Mintalah lebih banyak kepada Allah (swt), Tuhan kalian.  Apa yang ada di dunia?  Sekarang kalian hidup, besok kalian tiada, wahai manusia!  Tinggalkan bisikan Setan dan datanglah, datanglah, terimalah ajaran Nabi (s). Wahai bangsa Mesir, kalian mengikuti ajaran Setan!  Kalian, kalian semua adalah para cendikiawan, mengapa?  Tinggalkan Setan, tinggalkan jalannya Setan, dan kembalilah pada Tuhan kalian, Subhana Allah! Subhana Allah!  Kami bukan orang Arab, kami masih dimaklumi bila melakukan kesalahan, tetapi kalian tahu, al-Qur’an yang agung, kitab itu berbahasa Arab tetapi kalian menentangnya!  Hukuman kalian akan berlipat ganda, Allah!

Shafar Al-Khayr, wahai Tuhan kami!  Ampunilah kelemahan kami.  Ampunilah kesulitan kami, khususnya bulan ini.  Shafar al-khayr adalah bulan terberat di dalam setahun.  Jika mereka tidak kembali kepada Islam, tidak ada kehidupan bagi mereka.  Sebuah ungkapan bahasa Arab mengatakan, "Tidak ada kehidupan bagi yang kalian panggil.”  Kalian akan seperti orang-orang yang dilupakan.  Tawba Ya Rabbii!  Bertobatlah kepada Tuhan kalian, wahai bangsa Mesir!  Dan mintalah siapa yang akan menjadi baik untuk kehidupan kalian dan juga siapa yang akan memberi syafaat bagi kalian di Akhirat.  Mintalah kepada Allah agar diberikan seorang Sultan, sebagaimana Nabi (s) bersabda, “Sultan adalah bayangan Allah (swt) di bumi.”  Di mana Sultan kalian?  Kalian mengumpulkan dari pasar dari orang-orang biasa untuk menjadi Sultan bagi kalian, tidak!  Tidak!  Apa yang telah dikaruniai Allah sejak awal hingga akhir, adalah seorang Sultan.  Mintalah agar diberikan seorang Sultan.

Seorang Sultan, sebagaimana sabda Nabi (s), “Sultan adalah bayangan Allah (swt) di bumi.”  “Taatilah Allah, taati Nabi dan orang-orang yang mempunyai otoritas di antara kalian." (4:59)  Mereka yang memerintah kalian, “bayangan Allah” adalah Sultan.  Allahu Akbar! Tawba Ya Rabbi, tawba Ya Rabbi, tawba astaghfirullah.

Gunakan pikiran kalian, wahai bangsa Mesir.  Jangan menjadi mabuk atau tidak peduli.  Tidak terhormat bagi bangsa Mesir untuk tidak peduli dan menolak kebenaran dari Islam.  Kebenaran dari Islam dan petunjuknya, bagaimana seharusnya seseorang hidup.  “Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (96:5)  Dia mengajari mereka.  Mereka belajar dari Allah...dari Nabi (s).  Tetapi orang-orang, mereka menyerangnya dan berkata, “demokrasi.”   Kalian mengikuti Setan dan jalannya, “sesungguhnya orang-orang yang aniaya itu tidak mendapat keberuntungan.” (6:21) “Innahu La Yuflihu” (6:21) Kembalilah kepada kalam Al Haqq.  Ambillah seorang Sultan, karena “sesungguhnya Sultan adalah bayangan Allah (swt) di bumi.”  Itu artinya ia didukung, didukung dan dimuliakan.  Allah membusanai Sultan itu dengan busana kejayaan.  Dia (swt) membusanainya dengan busana keberanian.  Dia (swt) membusanainya dengan busana keutamaan.  Dia (swt) membusanainya dengan keakraban.  Dia (swt) membusanainya dengan busana pengampunan.  Dia (swt) membusanainya dengan busana keadilan.  Dia (swt) membusanainya dengan busana kedermawanan.

Ketika seorang Sultan datang, semua yang berasal darinya adalah kebaikan dan kemenangan.  Menang dengan keberkahan Sultan.  Tidak ada orang yang menjadi Sultan lalu tidak meninggalkan apa-apa, tidak pernah seperti itu!  Tetapi orang-orang biasa, apa yang dapat mereka berikan kepada kalian?  Mereka tidak mempunyai apa-apa untuk diberikan.  Allah (swt) memberi melalui Kesultanan-Nya, dari Sifat Surgawi seorang Sultan.  Dia (swt) memberi kekuatan kepada Sultan.  Dia (swt) membusanai mereka dengan kejayaan.  Dia (swt) membusanainya dengan kedermawanan, pengampunan, dan dengan busana keadilan.  Membusanai mereka dengan segala sesuatu yang orang inginkan.  Dia (swt) membusanai mereka dengan rahmat di dalam hatinya dan dengan pengampunan.  Allahu Akbar!

Wahai bangsa Mesir, kalian hidup di tanah yang kaya dengan pengetahuan tentang Islam.  Kalian adalah negeri yang paling terkenal dengan ilmu dan ulamanya, karena mereka mengetahui dan memahami kitab suci al-Qur’an—di mana kebanyakan orang tidak memahaminya.  Masya'Allah!  Allah memberi kalian beberapa atribut yang dengannya Allah memuji kalian.  Allah memuji kalian, Tuhan kita… Di dalam kisah Sayyidina Yusuf (a), mereka membawanya dari negeri Kanan ke Mesir untuk mengajari mereka bagaimana beribadah kepada Tuhannya.  Bagaimana seharusnya atribut pengabdian kepada Tuhan.

Sungguh sayang bagi bangsa Mesir, para penindas menjadikan mereka tidak peduli!  Mereka tidak peduli sehingga kejahatan sang penindas menjadi tidak jelas bagi mereka, dan orang-orang berpikir bahwa mereka melakukan yang lebih baik bersamanya, tidak, tidak pernah! Para penindas itu buruk bagi rakyat dan mereka menempatkan rakyat di bawah kaki mereka.  Apa yang memberimu hak, wahai putri?  Dengan hak apa?  Pada Hari Kiamat kalian akan berada dalam penderitaan dan Allah (swt), Kekasih-Nya mengajarkan kepada kita, “Jika sesuatu tidak berada di tangan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.”  Siapakah orang-orang yang ahli?  Kalian membawa orang dari pasar untuk dijadikan Sultan bagi kalian?  Segala sesuatu mempunyai asal-usulnya.  Kembalikan pada yang berhak.  Nabi (s) memberi kabar mengenai hal ini, “Berikan semua orang hak-hak mereka.”  Mereka mengambil hak Raja-Raja dan menyingkirkannya, sehingga Allah menghukum mereka dengan hukuman ini.

Bertobatlah pada Tuhan kalian, wahai bangsa Mesir!  Kami bukan bangsa Arab, kami melihat situasi kalian karena kalian adalah orang-orang yang berilmu dan raja-raja kalian terkenal untuk kedermawanannya dan melayani dengan adab yang baik bagi hamba-hamba Tuhan.  Dan mereka dibusanai dengan busana kemuliaan.  Para penindas menyingkirkan mereka tetapi kalian masih belum mengerti juga apa yang dilakukan oleh para penindas ini terhadap kalian.  Dimulai setelah Raja, Raja Faruq, beliau adalah seorang Raja yang besar, Sultan yang agung.  Tetapi mereka menyingkirkannya dan Allah (swt) mengirimkan penderitaan kepada mereka semua.

Bertobatlah kepada Tuhan kalian, wahai bangsa Mesir, agar Allah (swt) mengirimkan kembali sang Raja kepada kalian.  Raja Mesir, yang harta kekayaannya… harta kekayaan Mesir setara dengan harta kekayaan dari 7 negeri.  Tetapi kini, kalian menjadi pengemis.  Apakah ini pantas bagi bangsa Mesir, untuk turun ke jalan-jalan dan berteriak-teriak seperti binatang?  Memangnya kalian ada di mana?  Di hutan?  Apa ini?  Memalukan!  Khususnya kaum wanita mereka.  Allah (swt) memerintahkan kepada mereka, “Tinggallah di rumah-rumah kalian dan jangan memperlihatkan diri kalian seperti pada zaman jahiliah dahulu.” (33:33)

Di mana ulama-ulama kalian untuk mengingatkan mereka?  Ingatkan mereka, “Wa dzakkir fa'inna adz-dzikra tanfa`u ‘l-mu'minina” (51:55) Kami mengingatkan mereka.  Semoga Allah (swt) mengampuni saya dan mengampuni kalian.  Tawba Yaa Rabbii. Fatiha.


© Copyright 2012 Sufilive. All rights reserved. This transcript is protected
by international copyright law. Please attribute Sufilive when sharing it. JazakAllahu khayr.



06 February 2012

Wahai Muslim! Berdoalah untuk Kedatangan Khalifatullah


Sultan al-Awliya

Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani

27 Januari 2012 Lefke, Siprus

Suhbah setelah Salat Jum`at



(Mawlana Syekh berdiri) Allahu Akbar, Allahu Akbar, laa ilaaha illa-Llah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahi 'l-hamd! Alfu shalaat, alfu salaam Sayyidi 'l-Awwaliin wa’l-akhiriin Sayyidina Muhammad (s). (Mawlana Syekh duduk)
A`uudzu billahi min asy-Syaythaani ‘r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmaani 'r-Rahiim. As-salaamu `alaykum, yaa RijaalAllah.

Wahai manusia! Berusahalah untuk menjadi hamba yang baik. Ini adalah bulan suci, Mawlid an-Nabi atau “Milad un-Nabi.” Lakukanlah shalaatu ‘s-salaam untuk Sayyidi ‘l-akhiriin. Kita bahagia bahwa kita telah mencapai bulan yang paling suci ini, Rabi`u ’l-Awal, dan bahwa Allah (swt) telah mengutus hamba-Nya yang paling dicintai-Nya, Sayyidina Muhammad (s) sebagai Rahmatan lil `alamiin. (Mawlana Syekh berdiri dan kemudian duduk kembali).

Wahai manusia! Saya menyesal untuk mengatakan bahwa bahkan dunia Muslim pun tidak mengikuti nasihat dari Khatamul Anbiya (s) dan kini begitu banyak hukuman menimpa manusia. Mari kita ucapkan, “Astaghfirullah, astaghfirullah wa atuubu ilayk, yaa Rabbana.”

Wahai manusia! Atas perintah suci Allah (swt), para awliya untuk dunia Muslim berbicara untuk mengingatkan manusia bahwa Hari Kiamat semakin dekat dan setiap orang akan mati. Ke mana mereka akan pergi? Setiap orang akan menuju Hadirat Ilahi Allah (swt), jadi berusahalah untuk hidup agar wajah kalian mempunyai cahaya Islam. Jagalah diri kalian dan jagalah nuur kalian yang telah dianugerahkan Allah (swt) kepada kalian.

Wahai manusia! Jangan bertikai satu sama lain. Allah (swt) melarang membunuh hamba-hamba-Nya, dan sekarang para diktator membunuh orang-orang yang tidak bersalah dari bangsa Palestina, Mesir, Turki, Suriah, Baghdad, dan orang-orang Asia. Mereka harus meminta agar Allah mengirimkan kepada mereka seseorang dari Pahlawan-Nya, seorang Sultan untuk mengumpulkan kalian di bawah bendera suci Khatamul Anbiya (s)!

Wahai manusia! Datang dan dengarkanlah, karena jika kalian tidak mendengarkan, hukuman surgawi akan mendekat hari demi hari (dan bisa menimpa kalian).

Wahai dunia Arab! Datang dan mintalah untuk kedatangan khalifatullah dan berikan ikrar kalian kepadanya dan duduklah dan ikuti perintah suci dari Surga. Tidak ada jalan lain! Kita berada di masa yang sangat sulit dan hukuman Allah, sedikit demi sedikit, datang kepada manusia. Mereka mengatakan, “Kami berasal dari alam”, tetapi Allah (swt), Yang menciptakan segala sesuatu termasuk alam, telah memperingatkan kalian, “Wahai manusia! Waspadalah karena Hari Kiamat semakin dekat dan setiap orang akan meninggal dunia dengan cepat hingga akhir dari abad kelima belas dari Islam.”

Semoga Allah (swt) mengampuni kita. Saya adalah (hamba) yang lemah dan saya meminta dari hamba Allah yang paling dicintai-Nya (s), demi kemuliaannya, agar saya dapat mencapai hal-hal yang baik. (…) Saya tidak tahu, saya tidak tahu, saya tidak tahu. Semua awliya diminta untuk melakukan sesuatu, tetapi segala sesuatu akan mencapai titik akhirnya, bergerak ke sana sampai segala sesuatu--dengan kun fayakuun, ketika Allah (swt) berfirman, “Jadilah!” dan segala sesuatu akan menjadi sebagaimana Perintah Surgawinya.

Jangan mengejar dunia, tetapi kejarlah rida Tuhan kalian dan bukan yang lain. Jika Dia rida dengan kalian, kalian akan diridai selamanya, jika Dia tidak rida dengan kalian, kalian akan mengalami berbagai masalah selamanya dan akan kehilangan kesempatan untuk masuk Surga!

Wahai manusia! Berdoalah untuk saya, dan untuk setiap orang agar kita dapat mencapai masa-masa yang cemerlang bersama Imam al-Mahdi (a), dan bersama Nabi Isa (a) dan Khatamul Anbiya (s)! Saya memohon ampunan.

Wahai manusia! Jagalah jalan untuk mencapai Khatamul Anbiya (s), dan kalian akan bahagia di dunia dan akhirat.

Semoga Allah (swt) mengampuni saya, kalian dan semua orang. Semoga Allah mengirimkan Imam al-Mahdi (a) kepada kita, semoga kita diberikan jalan yang benar, dan semoga Allah mengaruniakan Rahmat-Nya kepada saya, kalian dan seluruh manusia; dan membuat Setan hancur. Semoga Allah mengirimkan Samudra Rahmat-Nya kepada kita, setetes dari samudra itu sudah cukup!
As-salaamu `alaykum.
Fatihah.

02 February 2012

Zikir Terdahsyat



Lefke, 1 Februari 2012

Syekh Adnan: Masya Allah Mawlana, semua Syekh agung mendukungmu, Sultanul Awliya (Syekh Abdullah Daghestani) mendukungmu.

Mawlana: Semoga Allah memberkatimu, kehadiranmu Masya Allah cukup. Bagaimana kesehatanmu?

Syekh Adnan: Alhamdulillah

Mawlana: Ini menggantikan khalwat, di minggu pertama (bulan Rabiul Awal). Sesuatu diberikan kepada kalbu saya pada malam hari. Saya akan menyampaikannya kepada semua orang melalui suaramu. Jika Setan mengucapkan ini, ia akan menjadi Muslim! Ini sudah cukup untuk Setan! Perhatikanlah apa yang akan saya baca. Syukur.

Syekh Adnan: Masya Allah. Ya Rabb, Ya Rabb..Ya Habibana Muhammad (s) demi dirimu semoga Allah membuat Mawlana lekas sehat, membuat beliau berdiri seperti singa! Wahai Tuhan kami, karuniakanlah kepadanya kesehatan dan pedang kekuatan dan hidayah dari langit, wahai Tuhan kami, agar beliau dapat bersama dengan Sayyidina Isa (a) selama masa kepemimpinannya.

Mawlana: Allah Ghalib, semoga Allah… Dastur ya Rijal Allah. Dastur ya Rijal Allah.

Syekh Adnan: Ya Rijal Allah, Bi Haqqi Allah, dukunglah kami dan karuniakanlah dukungan kepada Mawlana Syekh Nazim Bi Haqqi-Allah, ya Mawlana Abdullah Daghestani, ya Sayyidina Syekh Syarafuddin Daghestani bi Haqqi Allah dukunglah Mawlana Syekh Nazim bi-Haqqi-Allah. Ya Shahib az-Zaman, ya Sayyidina Muhammadul Mahdi, yang namanya ada tetapi jasadnya belum tampak. Dan dukunglah kami Bi Haqqi-Allah.. dan berikan kesembuhan kepada Mawlana Syekh Nazim, Ya Allah, Ya Hannan, Ya Mannan, Ya Qadim al-Ihsan, Ya Subhan Ya Sultan Ya Allah.

Mawlana: Wahai Tuhan yang membangkitkan tulang-belulang.

Syekh Adnan: Bangkitkanlah Mawlana Bi Haqqil Hayat dan kesehatan, wahai Engkau Yang Maha Penyayang.

Mawlana: Pada kenyataannya.. Bismillah r-Rahman r-Rahiim. Pada kenyataannya, ada penampakan, zuhurat yang menakjubkan di dalam bulan (Mawlid) Nabi (s). Hal-hal yang menakjubkan akan terlihat di bulan ini, Rabiul Awal, Syekh Effendi tahu. Kekuatan ini datang pada kita, dan Allah Maha Mengetahui. Mereka membuat saya membaca ini. Setiap orang boleh membacanya juga! Mereka memberinya ke tangan kita untuk digunakan. Jika Setan membacanya, ia akan menjadi Muslim. Kita telah mencapai batasnya juga. Ia juga sudah lelah dengan kejahatannya juga. Berikan saya turbannya Adnan Effendi. Ini agak sempit, tetapi tidak apa-apa.

Sekarang dengarkan... semua suara kalian indah tetapi suara (Syekh Bahauddin—putra Mawlana Syekh Nazim) adalah Dawoudi (kuat). Madad Ya Rijal Allah. Penampakan, zuhurat yang datang kepada saya pada awal Rabiul Awal. Mereka membuat saya hidup ketika saya dihancurkan. Ini juga akan membuat orang-orang menjadi hidup, di mana kita akan memasuki Hadirat Allah dengan mengucapkan ini:
Bismillah r-Rahman r-Rahiim. Subhanim Allah (Subhan-ku adalah Allah), Sulthanim Allah (Sultan-ku adalah Allah), Nabim Muhammad (Nabiku adalah Muhammad) `Alayhis-Salam.

Mereka semua akan diselamatkan. Ucapkan lagi dengan keras. (Semuanya mengucapkannya dengan keras dan indah beberapa kali dan Mawlana memberi instruksi bagaimana cara mengucapkannya). Jika Setan mengucapkan ini, ia akan masuk Surga! Aturan dengan Setan adalah sampai di sini! Ia juga akan bangkit dari mabuknya sekarang! Bacakan lagi sekali lagi. (Semua orang membacanya lagi). Ini manis sekali.

Syekh Adnan: Manis sekali, kuat sekali, Masya Allah.

Mawlana: Ini memberikan rasa takjub. Ucapkan lagi.
(Semuanya membacanya beberapa kali) Subhanim Allah, Sulthanim Allah, Nabim Muhammad Alayhis-Salam.

Mawlana: Ini telah datang dengan kuat. Jika Setan membacanya sekali, selesai! (Semuanya membaca lagi). Mereka melakukannya dengan sangat baik. Oleh sebab itu, bacakan lagi sekali lagi. (Semuanya membaca lagi). Orang-orang boleh juga mengucapkannya. Orang-orang boleh membacanya, (kekerasan) terhebat akan lenyap. Bahauddin dan Syekh Adnan Effendi akan menjadi… mereka adalah orang yang dapat membacanya. Itu menjadi kuat. Allah tidak akan terkalahkan! La Ghalib illa Allah (Tidak ada sang penakluk, kecuali Allah). Mereka boleh mendeklarasikan ini ke Syam, ke Timur, bahwa "La Ghalib illa Allah la Ghalib illa Allah la Ghaliba illa Allah...

09 January 2012

Kalian harus Mengetahui Kebesaran Nabimu (s)!

Mawlana Syekh Hisyam Kabbani
31 Desember 2011 Jakarta Timur, Indonesia
Mawlid an-Nabi (s) dengan Habib Hasan bin Ja’far Assegaf
Shuhbah di Velodrome Rawamangun


As-salaamu `alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh.
A`udzu billahi min asy-Syaythaani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmaani' r-Rahiim. Alhamdulillahi Rabi 'l-`Alamin, wa' sh-shalaatu wa 's-salaamu` ala asyrafi' l-Mursalin, Sayyidina wa Nabiyyina Muhammadin wa `alaa aalihi wa shahbihi ajma`in.

Nawaytu 'l-Arba`in, nawaytu' l-` itikaaf, nawaytu 'l-khalwah, nawaytu' l-`uzlah, nawaytu 'r-riyaadhah, nawaytu' s-suluk, lillahi ta `ala fi haadza 'l-masjid.

أطيعوا الله وأطيعوا الرسول وأولي الأمر منكم

Athi `ullaha wa` athi u 'r-Rasula wa' ulill-amri minkum.
Taatilah Allah, taati Rasul-Nya (s), dan orang-orang yang mempunyai otoritas di antara kalian. (4:59)

Alhamdulillah, Siapa pun yang datang berkumpul di malam ini demi cintanya kepada Sayyidina Muhammad (s) dan bersama dengan para Pecinta Al-Musthafa, Nurul-Musthafa (Cahaya Nabi Yang Terpilih), semoga Allah (swt) mengumpulkan kita semua di Surga kelak bersama Sayyidina Muhammad (s), karena beliau (s) adalah teladan bagi kita dan beliaulah alasan di mana para malaikat diperintahkan oleh Allah untuk bersujud kepada Sayyidina Adam (as), untuk menghormati beliau (s)! Kita bersyukur kepada Allah dan mencari petunjuk-Nya, dan berlindung kepada-Nya dari kejahatan ego kita dan perbuatan kita.

Ini adalah sebuah pertemuan atas petunjuk-Nya dan ini adalah karunia yang besar dari Sayyidina Muhammad (s), karena ketika kita mengingat beliau, Nabi (s) mengingat kita. Ketika kita mengingat Allah (swt), Dia mengingat kita, dan ini adalah berkah dari para haba’ib, khususnya Habib Hasan. Semoga Allah (swt) membimbing kita semua.

Seluruh sendi Islam dibangun atas ketaatan dan cinta kepada Nabi Muhammad (s). Ketaatan kepada Nabi (s) akan membawa kita untuk mencintainya, sehingga berselawatlah kepadanya sepanjang waktu! Kita berharap semoga berkah-berkah ini tidak hanya menjangkau umat Muslim saja, tetapi juga non-Muslim.

Allah (swt) berkata:

إنا فتحنا لك فتحا مبيناليغفر لك الله ما تقدم من ذنبك وما تأخر ويتم نعمته عليك

innaa fatahnaa laka fathan mubiinaan, liyaghfira laka Allaahu maa taqaddama min dzanbika wamaa ta-akhkhar wayutimma ni'matahu 'alayka wayahdiyaka shiraathan mustaqiimaan.

Sesungguhnya (Muhammad), Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus. (Al-Fath, 48:1,2)

Allah (swt) berfirman, "Kami telah memberikan kepadamu sebuah pembukaan (kemenangan) yang besar dan memaafkan kamu atas dosa yang kamu lakukan di masa lalu dan di masa yang akan datang." Pertanyaannya adalah, apakah Nabi (s) berbuat dosa dan beliau harus diampuni? Tidak mungkin! Nabi (s) adalah maksum, tidak mempunyai dosa!

Dalam Isra Mi’raj, Nabi (s) diangkat ke maqam berjarak dua busur atau lebih pendek lagi terhadap Allah (swt), Qaaba qawsayni aw adnaa, Nabi (s) dibawa masuk ke dalam Surga dan ke Neraka dan melihat seluruh penghuninya, jadi bagaimana bisa bahwa ayat ini merujuk kepadanya? Tidak mungkin! Oleh karena itu, makna dari ayat ini adalah, "Kau ditinggikan dan Allah (swt) mengampunimu untuk dosa-dosa umatmu, hamba Allah, apa pun dosa di masa lalu mereka dan dosa di masa depan mereka, semuanya telah diampuni demi syafaatnya, syafaat dari Sayyidina Muhammad (s)! Sayyidina Adam (a) dan seluruh umat manusia berada di bawah panji Nabi (s) pada Yaumul Hisab nanti!"

Kita semua adalah anak cucu Sayyidina Adam (a), dan semua meminta syafaat (perantaraan dan perlindungan) kepada Nabi (s), dan beliau (s) akan bersujud di Hadirat Tuhan-Nya dan membacakan doa untuk umatnya agar diampuni dan Allah akan membukakan kalbunya dan kemudian Allah (swt) akan mengatakan kepadanya, "Angkatlah kepalamu dan mintalah apa saja yang kau inginkan, Aku akan mengabulkannya.” Nabi (s) akan meminta agar umatnya diselamatkan dan Allah akan mengabulkannya. Dia (swt) berfirman di dalam Al-Qur'an:

ألم نشرح لك صدرك

alam nasyrah laka shadrak
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? (Asy-Syarh, 94:1)

Dan melapangkan yang tidak ada batasnya. Allah (swt) telah melapangkan dadanya sejauh Qaaba qawsayni aw adnaa! Hingga berjarak hanya dua busur atau lebih dekat. “Kemudian Kami hapus darimu beban beratmu,” yang berarti beban berat umat Nabi (s) yang diembannya. Dan mengacu pada ayat lain, “Kami memaafkan dosa umatmu, dosa sebelumnya dan dosa yang akan datang.” Dan kita berdoa:

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

Rabbana aatinaa fi 'd-dunya hasanatan wa fi' l-akhirati hasanatan wa qina adzaaban nar.
Wahai Tuhan kami! Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Al-Baqarah, 2:201)

Apakah hasanah itu? Hasanah adalah sesuatu yang baik, keberkahan. Jika Allah (swt) ingin berbuat baik kepada hamba-Nya, maka Dia membuat hamba-Nya untuk mengetahui Nabi-Nya (s). Jadi itu berarti, "Ya Allah! Karuniakanlah kami untuk dapat melihat Sayyidina Muhammad (s); dan hasanah terbaik di dunia adalah untuk dapat melihat Nabi (s) dan hasanah terbaik di akhirat adalah bersama dengan Nabi (s) di Surga!"

Sesungguhnya Nabi (s) tidak jauh dari kita, bahkan, beliau hadir dan mendengarkan! Beliau menyaksikan segala perbuatan umatnya dari kuburnya. Beliau berkata, “Aku hidup di dalam kuburanku dan bila seseorang mengirimkan salam padaku, maka Allah akan mengembalikan ruhku, dan dari dalam kuburku aku membalas salam mereka semua."

Dan setiap detik seluruh manusia di dunia mengirimkan salam mereka kepada Nabi (s) dan karena itulah setiap saat Allah mengirimkan kembali ruh Nabi (s) di dalam kuburnya dan beliau menjawab salam dari mereka yang mengucapkan pujian dan salam kepadanya. Imam as-Suyuti (qs) mengatakan, "Berdasarkan hal ini, maka kita mengetahui bahwa Allah (swt) telah mengembalikan ruh dan jiwanya secara permanen dalam kuburnya, artinya bahwa Nabi (s) senantiasa hidup untuk menyaksikan seluruh umatnya."

Ini berarti, pujilah Nabi (s)! Dan kita berkata, "Ya Allah! Kami mengirim pujian pada Nabi (s)! Wahai rahmat bagi semesta alam! Kami menyerukan padamu, Yaa Rasulullah (s), dari Indonesia ini Yaa Rasulullah (s)! Wahai Nabi (s)! Semoga Allah (swt) mendoakanmu dari pra-azali sampai azali!"

Allah (swt) berfirman dalam Al-Qur'an:

إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما

inna-Llaha wa malaa'ikatahu yushalluuna `ala 'n-nabi, yaa ayyuhal-ladziina aamanuu shalluu `alayhi was sallimuu tasliima.

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (Al-'Ahzaab, 33:56)

Ini berarti Allah (swt) memberikan salam pada Nabi (s) dan memerintahkan semua malaikat-Nya—malaikat yang Dia ciptakan sebelumnya, malaikat yang akan Dia ciptakan—semuanya diciptakan untuk memuji Nabi Muhammad (s)! Allah (swt) adalah al-Khaliq, "Sang Pencipta," yang berarti Dia terus menciptakan sesuatu yang baru dan juga malaikat baru, dan setiap malaikat baru, diperintahkan untuk memuji Nabi (s), perintah itu berlaku untuk setiap saat! Malaikat itu masing-masing memiliki tasbih yang unik bagi diri mereka sendiri dan berbeda-beda antara satu dengan yang lain, sehingga tidak ada pengulangan dari pujian-pujian tersebut.

Kalian harus mengetahui kebesaran Nabi Muhammad (s)! Bagaimana Allah (swt) mengagungkannya? Sayyidina Musa (a) adalah Kalamullah, "Dia yang berbicara dengan Tuhan-Nya," dan Musa (as) meminta, "Yaa Rabbii! Dapatkah aku melihat-Mu?” Nabi Musa (as) meminta kepada Allah untuk dapat melihat-Nya! Bagaimana kalian dapat menanyakan hal ini? Pencipta adalah di luar ciptaan-Nya, di luar batas dunia dan Surga, dan Dia tidak memiliki tempat dan waktu, melampaui semua hal itu! “Wahai Musa, kau tidak akan mampu melihat Aku, tetapi Aku akan memberimu kesempatan. Lihatlah gunung itu dan jika gunung itu tetap berada di tempatnya, maka kau dapat melihat-Ku."

Sebuah gunung sangat besar dan masif. Seperti disebutkan dalam tafsir tersebut, "Ketika Allah mengutus tajali-Nya Nama Indah-Nya dan Atribut/Sifat dan kebesaran-Nya melalui Sayyidina Musthafa (s) di gunung itu, maka gunung itu hancur lebur. Sayyidina Musa (a) jatuh pingsan karena terkejut."

فلما تجلى ربه للجبل جعله دكا وخر موسى صعقا

Falammaa tajallaa Rabbuhu li 'l-jabali ja`alahu dakkan wa kharra Musa saa'iqaan.

Tatkala Tuhannya menampakkan diri-Nya kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh lantak bagai debu dan Musa pun jatuh pingsan. (QS. Al-A'raaf, 7:143)

Allah (swt) mengirimkan tajali di gunung melalui Firman-Nya dan karena itulah Sayyidina Musa (as) terus-menerus mencari hikmat, maka Allah mengutusnya untuk bertemu dengan Khidr (a). Ketika tajali muncul, gunung tersebut pun hancur luluh lantak.

Allah (swt) mengatakan dalam ayat lain:

لو أنزلنا هذا القرآن على جبل لرأيته خاشعا متصدعا من خشية الله

law anzalnaa haadzaa al-Qur’ana `alaa jabalin la-ra'aytahu khaashi`aan mutasaddi`an min khashyatillah.

Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk hancur lebur disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir. (Al-Hasyr, 59:21)

"Jika Kami mengungkapkan hal ini, Al-Qur'an kepada gunung itu, maka ia akan dihancurkan dan dimusnahkan menjadi debu karena rasa takut kepada Allah." Tetapi Allah mengirimkan Al-Qur'an ke dalam kalbu Sayyidina Muhammad (s), dan beliau tidak hancur!

Wahai umat-Nabi al-Musthafa! Kalian adalah cahaya dari Nabi al-Musthafa, Nabi Pilihan, Muhammad (s). Allah (swt) telah menurunkan Al-Qur'an pada Nabi (s), dan telah diberikan oleh Nabi saw kepada kalian. Apakah kalian menerimanya atau tidak, kalian adalah pembawa Al-Qur'an dan wajib untuk memberikan penghormatan kepada Al-Qur'an dan juga kepada keturunan Nabi (s)!

Muhammad al-Busayri (r), adalah penulis al-Burdah Abu-Syarifa dan ia mengetahui Realitas Nabi (s), ia mengatakan, "Semua mengambil dari Nabi (s) dan semua memiliki kekhususan darinya, bukan hanya hamba-Nya, tetapi bahkan seluruh planet-planet dan bintang-bintang! Sesungguhnya, semua Ciptaan diciptakan dari cahaya Sayyidina Musthafa (s)!"

Kami akan akhiri dengan kalimat ini sebagai pengingat bagi kita semua:

قل لا أسألكم عليه أجرا إلا المودة في القربى

Qul laa as-alukum 'alayhi ajran illaa almawaddata fii alqurbaa

Katakanlah (Wahai Muhammad): "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruanku kecuali kasih sayang dan cinta kepada keluargaku". (Asy-Syura, 42:23)

Semua habaa'ib ini adalah keturunan Nabi (s). Mereka tersebar di setiap wilayah dan di setiap sudut dunia, dan kewajiban kita semua adalah untuk menghormati mereka. Semoga Allah (swt) mendukung mereka karena mereka adalah berkah dan kebaikan bagi seluruh umat manusia.

Asy-hadu an laa ilaaha illAllah wa-asy hadu anna Muhammadan-Rasuulullah! Laa ilaaha illa-Llah, laa ilaaha illa-Llah, laa ilaaha illa-Llah! (zikir)

Allaahummaj`al awwala majlisinaa hadzaa shalaahan wa awsathahu falaahan wa akhirahu najaahan
Allaahummaj`al awwalahu rahmatan wa awsathahu ni`matan wa akhirahu takriimatan wa maghfirah

Ya Allah! Jadikanlah bagian pertama dari malam ini sebagai pemulihan, dan bagian tengahnya sebagai kejayaan dan bagian akhirnya sebagai keselamatan. Ya Allah! Jadikanlah bagian pertamanya sebagai rahmat dan tengahnya sebagai nikmat, dan bagian akhirnya sebagai keberkahan dan pengampunan! Yaa Sayyidii! Yaa RasuluLlah! Pandanglah kami semua dan hubungkan kami denganmu!

Wa min Allahi at-Tawfiiq, bi hurmati' l-Habiib, bi hurmati 'l-Fatihah.

15 December 2011

Adab dan Manfaat Sedekah



Mawlana Syekh Hisyam Kabbani

1 Oktober 2010 Burton, Michigan

Khotbah Jumat di Masjid As-Siddiq

A`uudzu billahi min asy-Syaythani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim. Ayyuhal mu`minuun al-hadiruun `itaqullah wa athi`uuh.

Wahai Muslim, wahai Mukmin! Nabi (s) menganjurkan Mukmin untuk memberi sedekah, karena Allah (swt) menyukai sedekah. Allah (swt) senang bila hamba-Nya melakukan khayr, sesuatu yang baik, yang bermanfaat bagi orang lain. Dan sedekah adalah jalan menuju Surga, sebagaimana Nabi (s) bahkan bersabda, "Senyum di hadapan saudaramu adalah sedekah."

الصدقة ترد البلاء و تزيد في العمر

Ash-shadaqah tarrud al-balaa wa taziidul-`umur.

Sedekah menyingkirkan penyakit, hukuman, kesulitan dan memberi umur panjang di dunia dan akhirat.

Nabi (s) bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurayrah (r), "Setiap manusia harus memberi sedekah bagi tubuhnya, " kalau tidak, itu akan menjadi masalah.

كل سلامي من الناس عليه صدقة كل يوم تطلع فيه الشمس تعدل بين الاثنين صدقة و تعين الرجل على دابته فتحمله عليها أو ترفع له عليها متاعه صدقة والكلمة الطيبة صدقة وبكل خطوة تمشيها إلى الصلاة صدقة وتميط الأذى عن الطريق صدقة

Kullu yawmin tatlu` fiihi as-syams kaanat `alayhaa sadaqah. "Setiap hari setelah matahari bersinar, ada kewajiban untuk bersedekah." Itulah sebabnya guru-guru spiritual atau guru-guru tasawwuf merekomendasikan untuk menyediakan sebuah kotak (atau botol, atau wadah kecil) untuk bersedekah, yang diletakkan di pintu rumah, jadi ketika kalian keluar rumah, masukan sedekah, besar atau kecil (bahkan koin), dan ketika kalian masuk ke rumah, masukan lagi sedekahnya. Jangan katakana, "Aku akan melakukannya setiap bulan." Tidak, lakukan setiap hari. Kita semua mempunyai masalah ini. Setan membuat kita lupa untuk memberi sedekah ketika pergi dan kembali ke rumah. Dan bila kalian tidak mempunyai uang, menyelesaikan persoalan di antara dua orang juga merupakan sedekah. Segala hal yang kalian lakukan untuk manfaat umat atau manfaat umat manusia, itu adalah sedekah.

Allah (swt) berfirman:

ذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاَتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Khudz min 'amwaalihim shadaqatan tuthahhiruhum wa tazakkiihim bihaa wa shalli `alayhim.

Ambillah sedekah dari kekayaan mereka untuk membersihkan dan mensucikan mereka dengan sedekah itu, dan berdoalah kepada Allah bagi mereka. (at-Tawbah, 9:103)

(Dan hadis menyatakan) kalian dapat melindungi diri kalian dari Api neraka bahkan dengan memberi sebutir kurma. "Ambillah dari mereka sedekah dalam bentuk apa saja." Jika kalian mempunyai toko roti, berikanlah roti! Jika kalian mempunyai restoran, berikan makanan! Jika kalian mempunyai pakaian, berikan pakaian! Dan jika seorang membantu orang lain dengan memberi tumpangan pada tunggangannya, apapun itu, kuda, keledai atau apa saja, itu juga sedekah. Bahkan jika kalian mengangkut sesuatu menggunakan hewan tunggangan kalian, itu juga sedekah. Wa 'l-kalimatu 't-tayyibatu shadaqah, berbicara dengan nada yang manis adalah sedekah. Kulli khutwatin tamshii bihi ila 's-shalaat sadaqah, "Setiap langkah yang kalian ambil untuk melakukan salat berjamaah atau sendiri adalah sedekah." Setiap langkah kalian pergi menempuh perjalanan, baik dengan jalan kaki, dengan mobil, mengendarai sesuatu, atau dengan pesawat terbang, adalah sedekah. Wa tumiit al-adhaa min at-thariiq sadaqah, "Menghilangkan atau menyingkirkan apa yang berbahaya dari jalan adalah sedekah," dan itu merupakan hadis yang disepakati.

Jadi itu artinya Allah (swt) memberi banyak jalan untuk mendekati-Nya melalui sedekah. Hadis itu merupakan keberuntungan bagi kita. Menerapkannya merupakan keberuntungan bagi kita. Kulli sulala min ...

Di dalam hadis Nabi (s) yang lain, beliau mengatakan kepada kita apa yang perlu kita lakukan, yang sangat mudah jika kalian mengambilnya satu dan melaksanakannya, tetapi bila kalian tidak bisa melakukannya, Nabi (s) bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh Sayyida Aisyah (r):

إنه خلق كل إنسان من بني آدم على ستين وثلاثمائة مفصل فمن كبر الله وحمد الله وسبح الله واستغفر الله وعزل حجراً من طريق الناس أو شوكة أو عظماً عن طريق الناس وأمر بالمعروف ونهى عن منكر عدد تلك الستين والثلاثمائة سلامي فإنه يمشي يومئذ وقد زحزح عن النار

Innama khuliqa kulli min bani adam `ala 360 mafsalan, "Setiap manusia dibangun atas 360 ‘titik penekanan’ (juga dikenal dalam pengobatan Cina)." faman kabbarallah wa hamadallah wa sabahallah w 'astagfarallah wa `azal hajaran min thariiq an-naas, aw syawqata aw `azhman `an thariiq an-naas wa amr bi 'l-ma`ruuf wa nahaa `ani 'l-munkar `adada tilka 's-sittiin wa tsalaatsa mi'ata sulaamii fa-innahu yamsyii yawmaydzin wa qad zuhziha `ani 'n-naar.

Setiap anak cucu Adam telah diciptakan dengan tiga ratus enam puluh persendian; jadi barang siapa yang menyatakan keagungan Allah, memuji Allah, menyatakan keesaan Allah, bertasbih dan mencari pengampunan Allah, dan menyingkirkan batu, atau duri, atau tulang dari jalan yang dilalui orang, dan melakukan amar ma’ruf nahi munkar sampai sejumlah tiga ratus enam puluh empat, ia akan mendapati dirinya dijauhkan dari Neraka.

"Barang siapa yang memuji Allah atau bersyukur kepada Allah, atau bertakbir, berzikir Allah, atau siapa yang memohon ampun pada Allah, atau menghilangkan atau menyingkirkan batu dari jalan, atau tulang, atau duri, orang itu (akan menerima pahala) pada bilangan sejumlah persendian di dalam tubuhnya (...)."

Jadi ucapkanlah 360 kali subhaanAllah atau alhamdulillah atau Allahu Akbar, atau singkirkan batu atau tulang atau pepohonan dari jalanan sebanyak 360 kali, dengan demikian Allah akan menghindarkan kalian dari Api Neraka. Pastikan untuk mengucapkan 360 kali astaghfirullah atau alhamdulillah atau selawat atas Nabi (s), dan ingat, jangan lupa untuk melakukannya ketika kalian pulang ke rumah.

Dan di dalam hadis yang lain dinyatakan, barang siapa yang pergi ke masjid, di dalam perjalanannya atau ketika pulang, Allah (swt) akan menyiapkan bagi setiap langkahnya, sebuah istana, rumah surgawi di Surga. Semoga Allah memberi kita rumah surgawi dan melindungi kita dari hukuman!

Dan hadis lain menyatakan,

اتقوا النار ولو بشقّ تمرة

ittaquu an-naara wa law bi syaqqi tamr,

Selamatkan dirimu dari Api Neraka walaupun hanya dengan separuh kurma.

Lihatlah, betapa murahnya untuk terhindar dari Api Neraka, bahkan dengan memberikan separuh kurma kepada orang miskin atau tuna wisma!

Semoga Allah (swt) mengampuni kita dan semoga Allah memberkati kita dan Mukmin di seluruh dunia, dan membimbing semuanya kepada Kerajaan Surgawi Allah, dan kepada Kalam Ilahi-Nya, kitab suci al-Qur’an. Bacalah kitab suci al-Qur’an sebanyak-banyaknya, dan jangan sampai ia menentang kita pada Hari Kiamat! Semoga Allah membuat kita untuk terus membaca Qur'an sebanyak-banyaknya yang dapat kita lakukan.

(Doa)

http://media.islamicsupremecouncil.org/Benefits_of_Giving_Charity-2743-print.html