Showing posts with label On The Bridge to Eternity. Show all posts
Showing posts with label On The Bridge to Eternity. Show all posts

03 December 2008

Tujuan Akhir Kita adalah Hadirat Ilahi

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

Bismillahir rahmaanir rahiim… Ini adalah asosiasi terbaru bersama Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS, walaupun terlambat… Sultan tertidur, tidak seorang pun dapat menentangnya, tetapi itu adalah rahmat dan berkah juga… apa yang harus kita lakukan?  Kami harus mencoba untuk menerjemahkan sesuatu bagi kalian.  Hal ini perlu bagi kalian seperti layaknya makanan.  Kalian membutuhkan makanan untuk kesehatan tubuh.  Kalian harus memasak dan memakan apa yang Allah SWT ciptakan untuk fisik kalian.  Tetapi untuk jiwa kalian, kalian membutuhkan spiritualitas, makanan spiritual. 

Sekarang semua agama kecuali Islam, tidak pernah memberi sesuatu kepada pemeluknya, mereka sudah habis.  Botol yang berada di sini, jika terisi penuh maka kalian bisa memperoleh sesuatu darinya, tetapi kalau sudah kosong, apa yang bisa kalian berikan?  Kristen telah berakhir bertahun-tahun yang lalu, tetapi mereka berusaha untuk melakukan sesuatu agar tetap menarik.  Mereka menggunakan hal-hal yang berbau omong kosong, tidak berguna, bahkan bodoh kepada generasi mudanya, yaitu dengan memanfaatkan apa yang dibutuhkan oleh jasmani kita berupa makanan dan minuman dan berusaha untuk memenuhi keinginan ego yang lain.  Ego hanya tertarik untuk meraih targetnya sendiri…

Dewasa ini orang hanya mengejar keinginan jasmaninya saja.  Mungkin kalian akan menemukan satu di antara sepuluh ribu, atau lima puluh ribu, atau seratus ribu orang yang mempunyai ketertarikan terhadap spiritualitas.  Dan spiritualitas yang paling tinggi, yang kualitasnya tidak pernah berkurang hanya dapat ditemukan dalam Islam.  Apa yang telah Allah SWT berikan kepada Nabi Musa AS dan Nabi ‘Isa AS adalah sesuatu yang diberikan untuk tempat dan waktu yang terbatas kepada para pengikutnya.  Sejak awal, Kristen berusaha untuk memberi apa yang dibutuhkan orang untuk kehidupan spiritualnya, tetapi hari demi hari spiritualitas itu semakin berkurang karena Rasulullah SAW yang akan menyempurnakannya.  Beliau memberikan target yang sempurna kepada semua orang.  Islam datang dengan tujuan itu.  Oleh sebab itu Nabi ‘Isa AS berkata, “Aku adalah hamba Tuhanmu, itu saja,  dan itulah kehormatanku.” 

Dapatkah seekor semut mengerti siapakah manusia itu? Tidak pernah.  Walaupun dia hidup selama sejuta tahun.  Semakin banyak manusia meminta hikmah dari Pengetahuan Ilahi, apa yang dapat diambilnya dari sana akan selalu sedikit.  Karena sesuatu yang terbatas, walaupun tampak besar di mata kita, tetap tidak ada artinya dalam Samudra Pengetahuan Ilahi Yang Mahaluas… tetapi orang-orang sangat gila, bagaikan idiot mereka minta untuk mengetahui siapa Allah SWT atau bagaimana Allah SWT dan di mana Allah SWT berada… Ya Hu!

Di mana Italia? Di mana Jerman?  Di mana Amerika?  Di mana Malaysia?  Tunjukkan kepada Saya! dan kalian berkata, “Aku tidak bisa menunjukkannya kepadamu dari sini sekarang, tetapi ikutlah bersamaku dalam pesawat, kemudian kita akan terbang dan Aku akan tunjukkan di mana kampung halamanku.”  Oh keledai, jika kalian hanya ditanya soal Malaysia tetapi perlu untuk naik pesawat selama 15 jam ke sana, dan setelah itu kalian tetap tidak tahu… mengapa, atau bagaimana mungkin kalian berkata, “Tunjukkan Allah SWT kepadaku!”

Dan Saya berkata, “Tunjukkan pada saya segala yang berada di balik langit ini.  Tunjukkan kepada saya di mana awal ruang angkasa, batas-batasnya, dan di mana akhirnya… baru akan saya tunjukkan sesuatu yang lebih dari itu.  Kalian membutuhkan 13, 14, atau 15 jam untuk pergi ke Malaysia… Berapa banyak tahun atau negri atau jutaan tahun yang kalian perlukan untuk menemukan titik akhir dari ruang angkasa?  Kemudian saya akan tunjukkan kepada kalian di mana Allah SWT berada, Alam Jabarut  Alam Malakut, Alam Jabarut, Alam Lahut… barulah saya beberkan semua.  Tetapi orang-orang awam bertanya, “Di mana Allah SWT?”  Dia-lah yang menciptakan kata ‘di mana’,  bagaimana mungkin kalian bertanya ‘di mana’ kepada-Nya?  Dia yang menciptakan waktu, bagaimana mungkin kalian bertanya, “Berapa usia-Nya?”

Dan saya bertanya, “Berapa usia galaksi kita?”  Banyak sekali galaksi yang beredar… Saya berkata, “Naiklah ke salah satu galaksi itu, sebab mereka semua menuju ke Hadirat Ilahi.  Ambillah salah satu dari mereka, mereka semua bergerak dengan arah yang sama.  Tak satu pun yang gerakannya berlawanan dengan yang lain.  Tidak ada kecelakaan dalam lalu lintas surgawi!  Ambillah salah satu, kalian akan mencapai Hadirat Ilahi dengannya.  Lalu apa bayaran kalian?  Kalian harus membayar tiket untuk mengendarai salah satu galaksi.  Kalian harus memberikan tubuh kalian sebagai bayarannya, dengan demikian kalian dapat mengendarai semua galaksi. Berikan tubuh kalian kepada mereka, maka semua galaksi akan membawa kalian dengan bebas… mereka menghormati kalian dan membawa kalian ke Hadirat Ilahi.  Di mana Hadirat Ilahi?  Hanya Allah SWT, pemilik galaksi yang bisa berkata, “Ini adalah stasiun terakhir bagi galaksi ini.  Sekarang dia telah sampai pada tujuannya.  Aku di sini!” 

Kabar gembira bagi mereka yang dapat membayar biaya tiket.  Semua galaksi bisa menerima kalian dan kalian bisa melanjutkan perjalanan dengannya.  Kemudian Allah SWT berkata, “Berhenti, ini adalah tujuan akhirmu.  Aku di sini.  Datanglah kepada-Ku…”  Allahu akbar… Dia menghilangkan Hijab-ul-‘Azamat, Hijab atau Sekat Kebesaran.  Kebesaran Tertinggi adalah untuk Allah SWT.  Sekat ini terbuka dan Allah SWT berkata, “Aku di sini…” Di mana-mana… Allah SWT Yang Mahatinggi, Mahabesar… Allah SWT, Yang Maha Mengetahui, Maha Perkasa… Segalanya sempurna bagi-Nya…

Kalian harus mengerti, bahwa semua itu berawal dari tak hingga sampai tak hingga… dan ketika malaikat bertanya kepadamu, “Di mana kalian ingin mencapainya?”  Kalian harus menjawab, “Aku bergerak ke tempat tak hingga (abadi).” “Kalau begitu, datanglah.  Siapa yang meminta keabadian, boleh datang.”  Yang meminta hal lain akan diusir oleh pengumpul tiket, “Pergi.  Tempat ini  hanya diperuntukkan bagi mereka yang meminta keabadian, pergilah kalian dari sini.”

Wa min Allah at tawfiq

02 December 2008

Mintalah agar Didekatkan dengan Allah SWT

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

Syukur, Ya Rabbi, Syukur, Ya Rabbi, Syukur, Alhamdulillah

Tawbat, Ya Rabbi, Tawbat, Ya Rabbi, Tawbat, Astaghfirullah...

Thariqatuna as-sohbet wa khayru fi jamiat… Meded, Meded, Ya Sahibu’l Meded…

Ini adalah sebuah asosiasi terbaru bersama Syekh yang membuat teman-teman kita atau para pengikut mengalami peningkatan, dan peningkatan itu berarti lebih mendekatkan diri kepada Hadirat Ilahi.  Inilah yang kita minta.  Hanya orang yang tidak berakal yang minta lebih dekat dengan Dunya, dan tidak ada orang yang akan memperoleh manfaat darinya.  Tetapi mereka yang minta agar didekatkan dengan Mawla (Allah SWT) akan mencapai apa yang mereka minta dari Kebaikan dan berkah-Nya.

Ini adalah sebuah pertemuan yang sederhana.  Apa yang kita bicarakan akan mudah dimengerti.  Kalian harus meminta kepada Allah SWT agar didekatkan pada Hadirat-Nya.  Tidak masalah seberapa dekat kalian dengan Dunya dan hartanya, suatu hari kalian akan jauh dari mereka… sampai akhirnya kalian akan berakhir.  Bahkan jika kalian memegang semua kunci kekayaan itu, kalian tidak akan melihat mereka.  Dan jika mereka memberi wanita yang paling cantik kepada kalian, kalian juga tidak akan melihatnya. 

Ini berarti bahwa ketika kalian siap untuk meninggalkan kehidupan ini dan kembali menuju tempat asal kalian, kalian tidak akan melihat atau meminta harta kekayaan  Dunya yang telah kalian usahakan untuk meraihnya.  Kalian akan melupakan mereka semua. 

Oleh sebab itu setiap Rasul dan Wali, khususnya dalam aliran Sufi, dan di antara mereka yang menganut Tarekat Naqsybandi yang mulia, minta agar kalian pergi menuju Tuhan kalian dan lebih mendekatkan diri kepadanya, bahkan jika hanya dengan satu kaki.  Jika kalian mempunyai kesempatan untuk datang walaupun hanya selangkah, kalian harus mengambil kesempatan itu.  Inilah ajaran utama dari Tarekat Naqsybandi, yaitu membuat orang berusaha untuk lebih mendekatkan diri kepada Mawla, Tuhan Pemilik Surga. 

Ketika jasad semakin lemah dan kalian kehilangan indra-indra fisik, tubuh spiritual akan semakin kuat meminta untuk lebih dekat dan mencapai Hadirat Ilahi.  Tetapi sekarang orang-orang tidak memperhatikan, mereka berada di luar keseimbangan.  Ada sebuah timbangan, di satu sisi kalian mempunyai mutiara atau berlian, dan di sisi lain kalian mempunyai kotoran dari binatang… Sebagian besar malah berlari meninggalkan berlian dan mengejar kotoran.  Itulah yang dimaksud dengan tidak memperhatikan.  Mengapa kalian berusaha meraih banyak hal dari Dunya tetapi kalian tidak meminta untuk lebih dekat kepada Kehadirat Ilahi dan mendapatkan lebih banyak dari sana?  Mereka tidak mempunyai keseimbangan, orang-orang telah kehilangan keseimbangan mereka…

Setiap orang yang lebih menyukai hidup sementaranya dan meninggalkan berkah yang permanen merupakan orang yang tidak punya akal.  Oleh sebab itu Allah SWT menyebut mereka seperti binatang.  Tidak hanya seperti binatang bahkan berada di bawah binatang.  Bagaimana penilaian kalian terhadap orang yang lebih menyukai kehidupan dan kesenangan yang sementara dibandingkan dengan kehidupan dan kesenangan yang permanen?  Itu berarti dia tidak mempunyai otak.  Dia seperti binatang.  Dan Allah SWT bahkan berkata, “Level mereka berada di bawah level binatang.”

Kita tidak mengetahui, hari mana yang menjadi hari terakhir bagi kita.  Bagi seseorang sudah cukup untuk mengetahui bahwa setiap orang pasti mempunyai hari terakhirnya di Dunya.  Pada hari itu kalian akan meninggalkan semua yang telah kalian kumpulkan sejak awal hingga hari itu, dan kalian akan pergi.  Sebagaimana orang yang mengisi muatan pada sebuah lori yang besar, memasukkan segala macam ke dalamnya, lalu membawanya ke perbatasan.  Di sana terdapat tanda ‘Qaf’, tanda untuk berhenti, seorang penjaga datang dan berkata, “Mulai dari sini dan seterusnya kamu saja yang boleh lewat.”  Orang itu mungkin akan bertanya, “Bagaimana dengan lori Saya?”  Tetapi penjaga itu berkata, “Mustahil lorimu lewat.  Kamu harus turun kembali dan meninggalkan semuanya di sana, baru kamu masuk…”

Bagaimana kalian datang ke dunia ini?  Kalian datang dengan telanjang dari rahim ibu kalian, dan segera mereka menutupi tubuh kalian yang telanjang itu dengan sesuatu dari Dunya, membungkus kalian dengan pakaian.  Ketika kalian pergi, penjaga di perbatasan antara Dunya dan Akhirat akan berkata kepada kalian, “Tinggalkan semua di sana, baru kau masuk…” Dan kalian akan masuk hanya dengan pakaian putih kalian saja.  Kalian harus meninggalkan segalanya di sana dan kalian akan melihat, “Oh…Ah… bagaimana Aku membawa lori ini? Apa yang telah kuperbuat?  Selama hidupku, Aku selalu berlari, tanpa pernah beristirahat atau tidur, Aku mengumpulkan begitu banyak benda dan sekarang para penjaga berkata bahwa Aku tidak bisa membawanya… Bagaimana Aku bisa masuk tanpa mereka?”  Tetapi penjaga itu berkata, “Mari ke sini, itu semua sudah berakhir.  Benda-benda ini hanya untuk orang-orang di daerah itu.  Kamu tidak bisa membawanya ke  sini.”

Ya Latifu, lam tazzal… Hari Akhir telah ditentukan.  Setiap orang mempunyai perjanjian dengan tukang pos, Malaikat Pencabut Nyawa, yang membawa jiwa kalian kepada Tuhannya.  Dia melihat buku hariannya, untuk mengetahui dengan siapa dia mengadakan perjanjian.  Ketika nama kalian muncul, pertemuan kalian dengannya akan berlangsung pada hari itu juga, di suatu tempat, dan pada saat tertentu.  Dia datang dengan cepat… membawa buku yang sangat besar yang di dalamnya berisi catatan perjanjian untuk bertemu dengan semua umat manusia.  Dia melihat dan berkata, “Sekarang aku datang kepadamu, dan ini sesuai dengan perjanjian kita.”  “Bagaimana? Aku tidak mengetahui soal perjanjian ini, Aku pikir masih tersedia beberapa waktu lagi.”   “Tidak, perjanjian kita sudah tertulis di sini.  Aku tidak datang satu jam lebih cepat maupun satu jam lebih lambat, Aku sangat tepat waktu, semuanya sudah berakhir, Aku akan membawamu sekarang.” “Bagaimana dengan Dunyaku, loriku, dan benda-benda lainnya, apa yang harus Aku perbuat? “Tinggalkan mereka, dan kamu datang sendiri…”

Wahai kalian, siapa yang lebih dekat kepada Allah SWT, dia akan disandangkan dengan pakaian surgawi, dan akan dibawa kepada Hadirat Ilahi.  Tetapi mereka yang tidak mempersiapkan dirinya untuk pakaian itu akan disingkirkan, mereka tidak bisa dibawa menuju Hadirat Ilahi.  Setiap orang menanti hari akhirnya masing-masing, menunggu momen terakhirnya dalam perjalanan mereka dari kehidupan temporer ini menuju kehidupan yang permanen.  Wahai kalian, berikanlah lebih banyak perhatian untuk kehidupan abadi kalian… Berusahalah agar kalian disambut dengan baik pada saat meninggalkan dunia ini… Semoga Allah SWT memberkati kalian dan memaafkan kita… Fatiha. 

Wa min Allah at tawfiq

01 December 2008

“Mintalah, Aku akan Memberimu…”

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

Subhanaka, la ‘ilma lana illa ma ‘alamtana, innaka Anta’l ‘Alimu’l Hakim…” [QS 2:32]  Allahu akbar… Ya ‘Alimu, ya Hakim, ‘alimna ma yanfa’una wa zidna ‘ilman!

((dan para malaikat berkata) “Mahasuci Engkau, kami tidak mengetahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkau Mahatahu dan Maha Bijaksana…” Allahu akbar…wahai Yang Mahatahu, wahai Yang Maha Bijaksana, ajarilah kami sesuatu yang bermanfaat bagi kami dan tingkatkanlah pengetahuan kami selalu!)

Ini adalah tarekat Naqsybandi yang mulia dan pilar utamanya adalah Sohbet, asosiasi bersama Syekh.  Kita meminta, mereka memberi.  Jika kita tidak meminta, mereka tidak akan memberi… Allah SWT berfirman, “Mintalah, Aku akan memberimu.”  Pertama, kalian harus mengetahui dulu apa yang kalian minta. 

Ada seorang yang Allah SWT kirim kepada seorang Sultan yang besar, Sultan yang agung.  Orang itu datang dengan membawa sesuatu sehingga membuat Sultan senang dan berkata, “Aku senang kepadamu.  Mintalah sesuatu, apa yang kamu minta akan kuberi.  Aku akan memberinya segera.”  Kemudian orang itu mulai berpikir, kira-kira apa yang bisa kuminta?  Keledaiku sangat lapar dan Aku tidak mempunyai jerami… “Oh Sultan, berikanlah Aku jerami yang banyak.”… Allah, Allah, pintarnya… Apakah kalian mengerti betapa bodohnya orang itu? Sultan menjadi heran, apakah orang ini gila atau tidak punya akal? “Berikan apa yang dia minta.  Berikan dia 10 karung jerami, lalu biarkan dia pergi.”

Allah SWT selalu mengawasi kalian ketika kalian meminta sesuatu kepada-Nya, dan sebagian besar meminta hal-hal yang tidak berarti.  Banyak orang yang datang kepada saya dan berkata, “Besok Aku akan menempuh ujian, doakan Aku agar berhasil,” atau “Aku akan lulus, doakanlah untuk kelulusanku.”  Setiap hari banyak sekali yang datang kepada saya dan berkata, “Wahai Syekh, berdoalah untuk tokoku sebab toko itu sepi pengunjung.”  Yang lain meminta, “Carikan pekerjaan yang baik untukku, Aku tidak punya pekerjaan.”  Atau “Wahai Syekh, mintakan kepada Allah SWT agar Aku diberi uang lebih banyak.”  Setiap hari seorang saudara mendatangi saya, “Syekh, doakan Aku agar berkaki 4,” maksudnya dia akan menikah… meminta kepada saya sejak pagi hari sampai waktunya tidur. 

Begitu banyak orang datang dan meminta saya berdoa untuk ini, itu… semuanya omong kosong.  Tidak ada yang datang dan berkata, “Wahai Syekh, doakan agar Aku menjadi hamba yang diterima di Sisi-Nya.” 

“Hallo Syekh, berdoalah untukku, karena sebentar lagi ada pemilihan.  Aku akan mencalonkan namaku juga, doakan agar hati orang-orang tergerak untuk memberikan suaranya  mendukungku, wahai Syekh.”… Tidak ada orang yang datang dan berkata, “Wahai Syekh berdoalah agar Aku menjadi dekat dengan hamba Allah SWT yang tercinta, Sayyidina Muhammad SAW, agar Aku menjadi tetangganya di Surga.”… Tidak ada yang datang dan berkata, “Wahai Guruku, doakanlah agar Aku dekat dengan Allah SWT.”

Oleh sebab itu, kalian harus meminta.  Tetapi kalian harus mengetahui apa yang kalian minta, dan dari siapa kalian meminta.  Jika kalian akan pergi ke desa, kalian bisa meminta jerami di sana, tetapi bila kalian mengunjungi istana Sultan, tidak pantas meminta jerami.  Jika kalian mau menggunakan akal kalian, ia dapat menunjukkan mana yang benar.  Jika kalian meminta dalam hati, hati kalian mungkin akan menyalahkan kalian dan mengatakan, “Aku malu di hadapan Tuhan Pemilik Surga, kau meminta sesuatu yang tidak bernilai bagi-Nya. 

Kalian harus tahu tentang kehidupan di planet ini, dan kalian juga harus mengetahui kehidupan akhirat nanti yang abadi.  Dia senang bila hamba-Nya minta keabadian… sebuah kata yang manis…abadi.  Bahkan dalam bahasa kalian pun (eternity), Saya menyukainya… Sermedi, keabadian yang kekal… mintalah keabadian itu kepada Allah SWT.  Nikmat yang tidak terhingga berasal dari-Nya.  Mengapa kalian tidak meminta?  Kalian hanya meminta sesuatu yang nilainya tak lebih dari sekedar jerami, bahkan jauh daripada itu.

Oleh sebab itu, kadang-kadang saya merasa malu membaca al-Fatiha hanya demi permintaan dan harapan seseorang, dan saya berkata, “Wahai Tuhanku, aku membaca al-Fatiha atas nama orang ini, dan atas semua permintaan yang diajukan oleh setiap orang dari umat Kekasih-Mu melalui Fatiha ini.  Kabulkanlah permintaan mereka.”  Saya tidak suka berhenti dan membaca satu al-Fatiha untuk satu orang saja, tidak.  Itu bagaikan orang yang ingin berburu; ia membawa senapan dan ketika menemukan seekor lalat ia berkata, “Aku harus menembaknya!” “Apa yang kau tembak?” “seekor lalat”… Memalukan sekali menembak seekor lalat, lalu mencoba menemukannya.  Lalat itu mungkin sudah terbang menghilang atau tertembak dan hancur…

Kalian membuat hidup yang sementara ini sebagai target, kalian minta agar bisa meraih sesuatu dan menembak tanpa mencapai target itu.  Sementara kalian semakin tua, sebelum kalian mendapatkan apa yang kalian inginkan dari Allah SWT; baik itu menaranya Namrud, seratus rumah, toko, bisnis, atau perusahaan… Akhirnya di akhir hayat kalian, apa yang kalian tembak akan lenyap, lalu kalian berlari untuk mencari apa yang kalian tembak itu… mencari-cari tetapi kalian tidak menemukan apa-apa… “Oh, tembakanku terlalu dahsyat sehingga targetnya hancur… tidak ada tanda-tanda keberadaannya!” 

Oleh sebab itu penting sekali agar setiap orang meminta sesuatu yang berharga dari Allah SWT, karena Dia akan memberikannya kepada kalian.  Kalian harus membuat-Nya senang, dan bila Dia senang kepada kalian, Dia akan berkata, “Wahai hamba-Ku, segalanya untukmu.”

Mengapa kalian tidak mencoba untuk membuat Allah SWT senang kepada kalian?  Cobalah untuk membuat-Nya senang, Dia akan membuat kalian bahagia.  Dalam segala hal, kalian harus merasa senang. 

Wa min Allah at tawfiq

29 November 2008

Kekuatan Spiritual Hati

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS 

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin 

Thariqatuna as-sohbet wa khayru fi jami’at—tarekat kita berdasarkan asosiasi bersama Syekh dan kebaikan terletak pada kebersamaan… Inilah yang menjadi akar tarekat kita.  Allah SWT menjadikan Syah Naqsyband QS sebagai pilar utama dari Tarekat Naqsybandi yang mulia, dan sebagai salah satu pemandu yang membawa orang-orang menuju Hadirat Ilahi, sehingga mereka tidak akan tersesat dalam perjalanannya menuju Hadirat Ilahi atau ajaran-Nya.  Beliau berkata, “Kami mengajarkan orang-orang sehingga mereka tidak kehilangan jalan, dan usaha mereka tidak akan sia-sia.”

Ini adalah jalan pintas, jalan yang aman dan menyenangkan.  Setiap orang menempuh suatu perjalanan.  Mereka bergerak dengan dirinya sendiri atau waktu yang membuat mereka berjalan.  Banyak sekali orang yang tidak bergerak dan hanya digerakkan oleh waktu.  Dan setiap saat mereka bisa mencapai akhir perjalanannya, karena setiap awal pasti mempunyai akhir.  Suatu hari nanti pergerakan manusia akan berhenti dan mereka akan menemukan diri mereka berada di depan dua pintu masuk.  Pada salah satu pintu itu tertulis “Jalan menuju Surga,” yaitu jalan yang digunakan untuk mencapai Hadirat Ilahi.  Pada pintu masuk kedua tertulis, “Jalan menuju Neraka,” siapa yang melangkahkan kakinya ke sana berarti dia akan masuk Neraka.  Tidak ada keselamatan di sana.  Itu adalah akhir yang mengerikan.

Hari demi hari kita semakin mendekatinya… satu hari telah berlalu.  Satu hari telah berkurang, dan akhirnya kita akan sampai di kedua pintu masuk itu.  Tarekat Naqsybandi membawa orang-orang ke suatu arah di mana tujuan akhir mereka adalah Surga.  Itu adalah jalan Rasulullah SAW dan para Awliya serta para penerusnya yaitu para Sahabat.  Jalan itu adalah jalan yang sulit bagi ego kita, tetapi menyenangkan bagi jiwa kita.  Segala yang menyulitkan ego pada akhirnya akan memberi kenikmatan kepada kita. 

Sebagian besar orang dibawa ke jalan yang kedua, dan Setan berjalan di depan mereka diiringi bala tentaranya.  Siapa yang mengikuti mereka, akhirnya akan mencapai pintu Neraka… Mengapa mereka mengikuti jalan itu? Mereka mengikutinya sebab ego mereka menikmati jalan itu…

Jika kalian tidak menggunakan kemauan keras kalian, ego akan membawa kalian ke arah yang membahayakan itu…   Setiap asosiasi dalam tarekat kita membuat orang memperhatikan hal itu, sehingga mereka tidak mengikuti egonya, tetapi mengikuti jalan para Awliya dan Rasul.  Setiap asosiasi bersama Syekh memberikan kekuatan spiritual kepada jiwa kita, sehingga kita bisa menggunakan kemauan keras kita untuk melawan keinginan ego.  Jika kalian tidak mengambil kekuatan spiritual itu, sulit sekali untuk mencegah kalian mengikuti ego.

Oleh sebab itu kita memerlukan orang-orang yang memiliki kekuatan spiritual dan yang bisa memberi dukungan untuk spiritualitas kita sehingga kita bisa berkata kepada keinginan fisik kita atau kepada ego, “Tidak, Aku tidak akan mengikutimu, Aku mengikuti jalan para Awliya dan Rasul!”

Setiap asosiasi memberikan kekuatan secara rahasia ke dalam jiwa kalian.  Apakah kalian mengetahuinya atau tidak, sadar atau tidak sadar, itu tidak menjadi masalah.  Tetapi kekuatan ini pasti akan diberikan dalam setiap asosiasi.  Dan apa yang kita katakan atau kita dengar adalah tidak terlalu penting.  Apa yang kita bicarakan di sini?  Jika Saya membaca koran, itu tidak menjadi masalah… kalian berada di ruang operasi, dan kalian dilindungi… Yang penting adalah menghadiri asosiasi bersama Syekh, dan kekuatan spiritualnya akan diberikan kepada semua orang… Ketika kalian duduk di sini, berkah datang dari Surga, dari Allah SWT dan berkah itu membuat kalian menjadi kuat.  Kita bisa membicarakan apa saja dalam asosiasi ini, dan itu tidak menjadi masalah.  Kalian mendengarnya atau tidak, kalian membuat dirimu mematuhinya atau tidak, tidak jadi soal.  Tetapi untuk hadir di sini, menghadiri asosiasi Tarekat Naqsybandi akan memberi kalian kekuatan spiritual, membuat jiwa kalian lebih kuat daripada ego kalian.  Kekuatan spiritual kalian akan meningkat sehingga bisa digunakan untuk melawan ego kalian dan kalian bisa berkata, “Apa yang dikatakan oleh Syekh, Aku tidak bisa mengingatnya.”  Syekh tidak tertuju pada pikiran kalian.  Ulama dan para cendikiawan yang berurusan dengan pikiran kalian.  Yang menjadi sasaran para Awliya adalah jiwa kalian.  Oleh sebab itu, suatu saat ketika kalian menghadapi sesuatu apa yang ditangkap dan dijaga oleh jiwa kalian akan sampai pada diri kalian saat itu juga dan memberi kalian kekuatan jiwa. 

Oleh sebab itu asosiasi bersama Syekh adalah pilar utama dalam Tarekat Naqsybandi.  Kita selalu berada dalam pengawasan spiritual Syekh.  Tetapi tubuh fisik kita juga mempunyai hak untuk bertemu dengan beliau, paling tidak setahun sekali… bisa juga setiap minggu, atau setiap bulan atau sekali dalam 40 hari, tetapi jangan lebih dari 40 hari tidak  menghadiri asosiasi.  Periode ini akan membuat orang bergerak menuju tujuannya, yaitu Surga. 

Kini, di masa sekarang, jumlah orang yang diberi otorisasi semacam itu akan semakin berkurang.  Jika mereka tidak diberi otorisasi, dan mereka hanya meniru saja, mereka juga bisa memberi kekuatan, tetapi ketika orang yang mempunyai otorisasi melakukan asosiasi, kekuatan penuhnya akan memasuki hati kalian, dan hati itu adalah maqamnya Sultan atau Singgasana Sultan.  Kekuatan Sultan akan mengalir di seluruh tubuh kalian dan akan membawanya sesuai dengan arah dan tujuannya.

Jika kalian tidak menemukan orang untuk berasosiasi, dua orang murid dapat juga melakukannya.  Mereka bisa berkata, “A’udzubillahi minasy syaythaanir rajiim, bismillahir rahmaanir rahiim,”  kemudian salah seorang di antara mereka mengucapkan, “Laa ilaha illallah,“ sedangkan yang lainnya, “Muhammad Rasulullah SAW,”… dan berdoa, “Ya Tuhan Kami!  Kuatkanlah kami pada jalan-Mu yang lurus, jalan para Nabi dan Awliya.  Lindungilah kami dari godaan  dan tipu daya Setan!”… beberapa menit sudah cukup, kemudian rahmat akan tercurah dan melindungi mereka. 

Semoga Allah SWT memberkati kalian dan melindungi tubuh dan jiwa kalian agar tidak terjerumus ke tangan Setan.  Semoga Dia memberi jalan bagi mereka yang telah terjerumus ke dalamnya dan menyelamatkan mereka… dan kita memohon kekuatan sejati bagi Tarekat Naqsybandi untuk mengumpulkan orang dan bergerak menuju Hadirat Allah SWT.  Fatihah

28 November 2008

Menjadi Muslim yang Kuat untuk Agama Islam

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS 

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

Semoga Allah SWT memberkahi kalian dan memberi kekuatan Iman dan tindakan yang kuat, sehingga kalian menjadi pemeluk Islam yang kuat.  Hal ini sangat penting, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Dalam agama Islam orang yang kuat lebih baik daripada yang lemah.”

A'udzu bi’llahi minasy-syaythani rajiim, Bismillahir Rahmaanir Rahiim… Kita memerlukan Muslim yang kuat, bukan Muslim yang lemah.  Jika kita kuat, maka Setan akan lari, karena dia takut kepada orang yang kuat dalam Islam.  Ada dua macam orang yang kuat, yaitu: kuat menurut keimanan mereka dan yang kedua, kuat menurut fisik mereka.  Banyak sekali orang yang fisiknya kuat tetapi mudah jatuh dan tidak bermanfaat bagi Islam.  Kadang-kadang kalian melihat orang yang lemah, tetapi imannya kuat, bukan fisiknya yang kuat.

Kekuatan berasal dari Surga.  Surga memberi kalian kekuatan dari Samudra Kekuatan sebanyak yang kalian butuhkan.  Spiritualitas jauh lebih kuat dari fisik kalian.  Fisik mempunyai eksistensi yang bersifat sementara, kalian bisa saja bertanya, “Berapa usiamu?” Tetapi untuk hal-hal spiritual, tak ada yang bisa bertanya seperti itu.  Tidak seorang pun yang tahu usia jiwa kita, kecuali Allah SWT yang menciptakan mereka.

Menjadi orang yang kuat merupakan perintah dari para Wali, khususnya dari Rasulullah SAW.  Mereka menginginkan Muslim yang kuat, yaitu orang-orang yang dapat menguasai ego mereka.  Siapa yang tidak mampu menguasai egonya, dia akan disingkirkan oleh egonya sendiri. 

Oleh sebab itu setiap asosiasi memberi suatu kekuatan kepada orang-orang yang hadir… baik disadari maupun tidak.  Kekuatan itu mengalir, tetapi kalian tidak dapat melihat dan mendengarnya.  Allah SWT, Sang Pencipta, Yang Mahabesar… Samudara Kekuatan Yang Besar berasal dari-Nya, dan keabadian juga berasal dari-Nya!  Segalanya berasal dari Allah SWT, dari masa pra-keabadian sampai masa keabadian yang tak hingga… Allah SWT Mahakuasa… tidak ada satu pun bagian dari kehidupan ini yang dapat membuat Kekuasaan-Nya berkurang…

Kalian harus memohon kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan yang lebih banyak, agar menjadi Mukmin yang kuat.  Hal ini penting sekali.  Tetapi jangan mencoba menjadi kuat dengan makan dan minum… kerbau dan banteng jauh lebih kuat daripada diri kalian!  Jika kalian ingin membajak, kalian membutuhkan sepuluh orang di sebelah kanan dan sepuluh orang di kiri untuk membawa bajak itu ke sekeliling tanah kalian…

Hal berikutnya adalah menjaga kekuatan yang telah diberikan-Nya kepada kalian.  Kekuatan dari Allah SWT bisa mencapai kalian sehingga kalian menjadi kuat, tetapi dengan alasan tertentu kalian bisa kehilangan kekuatan itu.  Ini berarti ada yang tidak beres dalam diri kalian, sesuatu yang salah dalam pandangan Allah SWT.  Bahkan makhluk-Nya yang paling lemah pun dapat menjadikan kekuatan kalian di bawah nol… jagalah diri kalian selalu dengan kekuatan itu!

Hal ini tidak mudah, sebab Setan selalu menyerang kalian agar kalian menjadi lemah di hadapan ego kalian.  Jangan dengarkan Setan yang kafir itu… Mereka bisa membawa kalian ke tempat-tempat yang buruk, lalu seluruh kekuatan kalian diambilnya dalam satu atau dua menit saja, kalian akan ditinggalkan tanpa memiliki apa-apa lagi.

Oleh sebab itu kadang-kadang para dokter menempatkan pasien yang keadaannya berbahaya dalam suatu ruangan khusus yang terisolasi.  Kondisinya mungkin sangat parah dan tubuhnya lemah.  Jika seseorang masuk tanpa izin dia bisa tertular oleh penyakit yang dibawa orang itu. 

Oleh sebab itu jagalah diri kalian agar tetap kuat, sehingga bisikan setan tidak bisa mempengaruhi kalian, dan kalian akan bebas… Semoga Allah SWT memberkati kalian… Kalian datang kepada saya dari tempat terjauh di bumi, Argentina.  Australia saja tidak terlalu jauh.  Setiap langkah kalian akan dibalas oleh Allah SWT dengan ganjaran yang sangat berlimpah di Surga.  Dan untuk memuliakan kalian, karena kalian telah melakukan ibadah Haji mengunjungi Baitullah, Allah SWT memberi kalian pahala dua kali lipat sejak kalian lahir sebagai Muslim.  Dan juga karena kalian berada di sini di bulan suci Muharam, Dia akan memberimu lebih banyak lagi, dan akan membukakan pintu Islam bagi kalian.  Jika kalian bisa memanggil, 10, 100 atau 1000 dan ribuan orang bisa mendatangi kalian…

Peliharalah diri kalian dari Setan, berhati-hatilah terhadap jebakan dan tipuannya, agar kalian tidak terjerumus ke dalamnya.  Jika kalian merasa bahwa kalian telah tertangkap oleh godaan Setan, cepatlah mandi dan salat 2 rakaat.  Mintalah kepada Allah SWT kekuatan yang lebih banyak, sehingga pikiran yang tidak berarti dan mengerikan serta kotor dan sempit itu dihilangkan dari hati kalian.  Barulah situasi yang buruk itu akan meninggalkan kalian, dan kalian dapat melanjutkan jalan menuju Allah SWT.  Jika seseorang bertanya kepada kalian, apa yang kalian kerjakan, kalian bisa menjawabnya, “Kami adalah para pejalan yang menuju Hadirat Allah SWT.” …Hasbi allahu wa ni’mal Wakil, la hawla wa la quwwata illa bi’llahi’l ‘Aliyul ‘Azhim.

Wa min Allah at tawfiq

27 November 2008

Ikatan Cinta Ilahi

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS 


A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin 

Tingkatan-tingkatan dari Cinta

Tuhan itu Satu.  Dia menciptakan semuanya dari kita dan menanamkan Cinta-Nya dalam setiap sel dari tubuh kita. Kalian harus tahu itu, walaupun Cinta itu terkadang tertutupi, ini sebenarnya mengalir dalam hati kita seperti arus sungai menuju lautan. Ini bisa saja tampak seperti cinta manusia biasa yang sementara, dan cinta itu bisa saja hilang, seperti sebuah sungai yang mengalir di bawah gunung, hanya akan keluar di ujungnya. Tapi tidak ada keraguan bahwa Tuhan kita telah meletakannya di setiap hati manusia sebuah gelombang yang mengalir tak tertahankan menuju Samudera Cinta-Nya yang berada di Hadirat-Nya. Allah SWT berfirman, “Wahai hamba-Ku, sebagaimana Aku anugerahkan Cinta-Ku kepadamu, Aku berikan juga semuanya ke seluruh makhluk; maka sebarkanlah cinta kalian kepada setiap orang, sehingga kalian menjadi selaras dengan Kehendak-Ku.”

Untuk merasakan  keindahan pada semua ciptaan, kalian harus melewati bentuk luar, dan membentuk serta memahami makna dari realitas spiritual yang abadi, karena bentuk itu terbatas dan dibatasi, di mana sebenarnya realitas spiritual itu adalah samudra yang tanpa batas dan berisi kebahagiaan.  Jika kita berhasil sampai di sana, akan memberikan kedamaian dalam hati.

Ada beberapa macam tingkatan dari cinta. Nilainya berbeda tergantung kedekatan mereka dengan tujuannya yaitu Samudra Cinta yang Mutlak dari Tuhan kita. Begitu seseorang mencapai tujuannya, dia mampu menerima beban dari orang lain dan tetap mencintainya. Dia akan berkata, “Aku mencintaimu karena Allah SWT.  Cinta itu tidak akan pernah berubah atau berkurang, apapun yang engkau lakukan, Cinta Tuhanmu akan selalu bersamamu dan oleh sebab itu aku tetap mencintaimu”.

Kita mencoba untuk meraih tingkatan itu, tetapi itu sangat sulit. Kita selalu diuji, dan itu adalah kesempatan bagi kita untuk meningkatkan diri.  Para Awliya telah menasihati kita, daripada menghindari orang-orang yang berkelakuan buruk, kita sebaiknya berbaur dengan mereka, sehingga mereka bisa mendapatkan kebaikan dan kita juga sekaligus menguji diri kita dan pada akhirnya akan mendapatkan kebaikan juga.

Allah SWT telah menjanjikan kepada saya bahwa siapa saja yang duduk bersama saya dan mendengarkan dengan hati yang penuh cinta, dan siap menerima Cinta dari Allah SWT, yang datang pada tingkatan yang sama, maka untuk itu hati mereka harus terbuka untuk menerima Cinta Ilahi itu. Para Awliya tidak akan menelantarkan kita, dan kita tidak akan berpaling dari mereka, karena hati kita telah terikat dengan ikatan yang kuat, yaitu ikatan Cinta Ilahi, maka tercipta hubungan yang kuat antara Sang Pencipta dan mahluk ciptaan-Nya.

Jika cinta yang ada bersama saya hanyalah cinta sementara, kalian tidak akan duduk dengan saya walaupun hanya sesaat.  Tetapi karena cinta yang ada pada saya itu nyata, permanen, dan suci. Dan saya memancarkan cinta itu kepada hati kalian semua melalui pertemuan ini, untuk membangun cinta yang permanen di dalam diri kalian. Maka ini adalah cinta yang akan tumbuh berkembang dalam setiap hati kalian. Saya memohon kepada Allah SWT untuk mendapat izin menyebarkan Cinta Ilahi ini ke setiap hati semua orang. Sejalan dengan waktu yang berjalan, kita berharap izin itu akan diberikan.


“Ya Wadud….” – Sumber dari Cinta Ilahi

Semua mahluk ciptaan hadir melalui Cinta Ilahi. Karena Dia mencintai mereka, maka mereka ada; oleh sebab itu semua mahluk ciptaan mengandung Cinta Ilahi tersebut. Elektron yang berputar mengelilingi nukleus (inti) dengan kecepatan cahaya, sesungguhnya mereka hidup dengan Kekuatan dari Cinta Ilahi yang telah Allah SWT berikan kepadanya.

Dialah Allah SWT, melalui Nama Suci-Nya, “Ya Wadud”, Yang Maha Mencintai, memberikan Cinta Ilahi kepada seluruh alam semesta ini. Semua elektron tersebut berputar mengelilingi nukleus karena mabuk oleh Cinta Ilahi. Inilah pengaruh dari Cinta yang terwujud pada elektron tersebut. Melalui Nama Allah SWT “Al Wadud” yang nyata, tidak akan pernah berubah, cinta yang permanen telah diberikan kepada kita. Ketika kita berkata, ”Ya Wadud”, kita membuka diri kita kepada Cinta Ilahi, memohon kepada Tuhan untuk membangkitkan cinta yang tak terbatas dan abadi. Saya telah diperintahkan untuk mengajarkan serta memberi nasihat kepada semua orang untuk berseru kepada Allah SWT, mengucapkan ”Ya Wadud”, karena ini akan membuat mereka yang tulus mendapatkan cinta sejati dari Allah SWT dan untuk mencintai segala yang ada di sekitar mereka demi Sang Pencipta yang mencintai seluruh makhluk-Nya. 

Cinta ini merupakan sari dari segala kesuksesan dalam rangka pensucian spiritual.  Untuk mewujudkan cinta tersebut, agar bisa berhubungan dengan Samudra Cinta Ilahi, adalah tantangan dan tugas bagi ummat manusia.  Kita mencari jalan untuk membangkitkan cinta yang abadi.  Segala macam latihan, salat dan aturan tidak ada gunanya tanpa cinta tersebut, sebab ego dapat dengan mudah membonceng seperti parasit yang menggunakan mereka untuk melayani kesombongan kita. 

Setiap orang memiliki lingkungan teman, kerabat, dan kenalan.  Mulai dari yang terdekat dengan kita, istri atau suami, orang tua dan anak-anak, saudara laki-laki dan perempuan, kita harus tulus dalam memberi cinta abadi kita, menjalin hubungan yang harmonis dengan mereka.  Itu adalah tindakan yang paling penting pada masa sekarang ini.  Ego kita tidak akan mau memberikan cinta abadi kita kepada orang lain, kecuali untuk dirinya sendiri.  Tetapi manusia diciptakan untuk mencintai seluruh makhluk, karena dia mewakili Tuhannya di bumi dan mempunyai reservoir Cinta Ilahi yang terbesar di dalam dirinya.  Dia dapat menjadi jalan yang baik sekali untuk mengekspresikan Cinta Ilahi di dunia ini, sebagai sumur cinta di mana semua makhluk dapat memuaskan dahaga darinya.

Wa min Allah at tawfiq

Dari Allah SWT kepada Allah SWT

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

Syukur ya Rabbi, Syukur ya Rabbi, Syukur Alhamdulillah, Taubat ya Rabbi, Taubat ya Rabbi, Taubat Astaghfirullah (Syukur dan Alhamdulillah membuka pintu Surga, Taubat dan Astaghfirullah menutup pintu Neraka)

Thariqatuna as-Sohbet wa khairu fi jamiat… Ini adalah kata-kata Shah Bahauddin Naqsyband QS, semoga Allah SWT memberi kemuliaan lebih banyak lagi kepadanya.  Sejak dulu sampai sekarang beliau masih tetap membimbing Umat Nabi Muhammad SAW menuju Allah SWT.  Kita semua berasal dari Surga, dari Allah SWT, kita datang ke planet ini dan kembali lagi kepada-Nya.  Tidak ada yang lain. 

Ketika kita tiba di planet ini dengan cara kita, mungkin ini akan berlangsung selama seratus tahun, delapan puluh, empat puluh, atau mungkin hanya delapan tahun.  Periode hidup kita semuanya berbeda.  Aneka peristiwa terjadi di dunia, membuat kita tertarik dan mengerahkan semua kekuatan untuk mendapatkannya… dan sebagian besar tergolong Batil… Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an, “Inna lillaahi wa inna ilayhi raji’uun…Kita berasal dari Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya…” itulah yang Haqq, kebenaran yang sesungguhnya.

Orang-orang di abad ini tidak pernah tertarik untuk mengetahui dari mana mereka berasal, dan ke mana mereka akan pergi.  Mereka hanya tertarik pada Dunya, apa yang mereka sentuh dalam hidup ini sampai mereka meninggal.  Mereka pikir enam puluh atau tujuh puluh tahun itu banyak. Mereka juga berpikir bahwa mereka dapat menikmati sendiri masa hidupnya yang pendek ini… enam puluh, tujuh puluh, kurang atau lebih … orang yang berusia sembilan puluh dan seratus tahun sulit sekali ditemukan…

Di mana kalian berada sebelum hidup di dunia ini?  Kalian semua berada dalam Hadirat Ilahi.  Kalian berasal dari-Nya, kalian datang dengan menempuh perjalanan yang sangat jauh… sampai-sampai kalian melupakannya.  Apa yang membuat kalian lupa?  Itu disebabkan karena kalian tidak percaya.  Jika kalian percaya, kalian akan mempunyai rasa ingin tahu dalam hati, “Apa yang terjadi dan apa yang akan terjadi?”  Tetapi orang-orang tidak pernah menggunakan akalnya… Mereka hanya tertarik pada waktu hidup mereka yang singkat itu.

Dan segala yang ada dalam kehidupan ini sedemikian rupa diarahkan sehingga orang tidak akan tertarik pada masalah spiritual dan kehidupan spiritualnya.  Segala yang telah terjadi atau terjadi pada saat ini hanya akan membuat kalian tidak tertarik terhadap tempat asal kalian, kalian tidak akan bertanya dari mana kalian berasal, dan ini adalah masalah besar bagi umat manusia…

Kalian melihat air sungai yang mengalir, lalu kalian bertanya “Dari mana sungai ini mengalir? murni atau tidak?”  untuk air kalian bertanya.  Tetapi untuk diri kalian, walaupun kalian mengalir setiap hari bagaikan sungai, kalian tidak tertarik untuk bertanya, “Dari mana aku berasal? Ke mana aku akan pergi?”  Jawabannya adalah seperti yang tadi telah kita bicarakan, kalian berasal dari Allah SWT dan akan kembali kepada Allah SWT. 

Waktu kita sangat singkat dan penuh dengan daya tarik yang tidak akan membiarkanmu mencari segala sesuatu tentang kehidupan abadi kalian—dan kehidupan abadi itu adalah bersama Allah SWT.  Dialah Yang Maha Kekal, dan jika hamba-Nya meminta keabadian, maka Dia akan menyandangkannya dengan suatu cahaya, dan dengan kekuatan tertentu membuat minatnya akan berubah sedikit demi sedikit.  Kemudian kalian akan mencapai satu titik di mana kalian akan mengerti dari mana kalian berasal dan ke mana kalian akan pergi.  Ada suatu rencana.  Di dalamnya tertulis, ‘Dari Allah SWT’ dan pada rencana yang lain tertulis, ‘Menuju Allah SWT’

Kalian harus berusaha menyerahkan diri untuk Allah SWT.  Kalian harus berusaha untuk memaksa egomu agar hidup untuk Allah SWT dan belajar memahami bahwa kalian berasal dari Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya.  ‘Aku tidak pernah menaruh minat padamu di kehidupan ini.  Aku hanya tertarik kepada Allah SWT.  Aku datang dan melangkahkan kakiku di planet ini, dan setelah beberapa saat kakiku akan diambil dari bumi ini dan diarahkan menuju arah tertentu… mungkin arah yang tidak dikenal… mungkin ke suatu tempat di mana tidak ada lagi arah tertentu. 

Wahai kalian, siapa yang menentang seruan Allah SWT akan pergi menuju arah yang salah.  Oleh sebab itu orang yang memahami hal ini, tetapi tidak menjaganya akan diberi hukuman.  Dalam hidup yang singkat ini kalian harus memahami segala yang telah terjadi, apa yang terjadi dan apa yang akan terjadi selamanya.  Berhati-hatilah terhadap apa yang kalian lakukan di sini, apa yang kalian tanam di sini, sehingga kalian akan menjadi kuat, dan penuh kepuasan dan kenikmatan. 

Wahai kalian, berusahalah untuk membuat ego kalian berkata bahwa kita semua berasal dari Allah SWT dan kita mengganti awak, mengisi bensin, lalu berangkat lagi menuju Surga dalam pesawat antariksa kita.  Setiap orang mempunyai kendaraannya masing-masing, seperti perahu yang telah dianugerahkan kepada Sayyidina  Nuh AS.  Kalian boleh memasukinya dan pergi dengan bebas menuju Hadirat Ilahi. 

Semoga Allah SWT mengampuni kita dan membuat kita mengerti.  Sudah jelas— kita berasal dari Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya.  Wahai kalian, hiduplah untuk Allah SWT, bekerjalah untuk Allah SWT, jadilah untuk Allah SWT … Fatiha

19 July 2008

Karakteristik Hamba Allah SWT

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Tobat

Tobat berarti tidak menuruti kemauan keempat musuh utama kita, yaitu: nafs (ego), hawa (keinginan untuk menonjolkan diri), dunya, dan Setan. Seseorang bisa mengikuti Tuhannya atau bersama keempat musuhnya tadi. Jika seseorang memohon untuk kembali kepada Tuhannya, dia harus berjuang melawan keempat musuhnya dan tidak mendengarkan perintah mereka.


Bagaimana Caranya agar Kita Diterima di Sisi Allah SWT?
Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS menggambarkan bagaimana seorang Darwis bisa diterima sebagai hamba Allah SWT. “Dia harus memiliki satu karakter masing-masing dari tiga macam binatang.” Beliau berkata, “Dari keledai, dia harus mampu menanggung beban dengan sabar dan tidak mengeluh. Jika dia tidak dapat melakukan hal itu dia tidak akan berhasil, sebab tanpa kesabaran orang tidak akan bisa mengemban tanggung jawab dalam kehidupannya.”

Dari anjing, dia harus belajar bersikap loyal kepada majikannya. Jika seorang majikan menyuruh anjingnya untuk tinggal di suatu tempat sampai dia kembali, anjing itu akan menurut, bahkan ia akan tinggal di sana sampai mati. Jika si pemilik memukul dan mengusirnya, anjing itu akan tetap kembali dengan ekor dikipas-kipas ketika majikannya memanggilnya.

Akhirnya ketika orang terlihat seperti babi, dia harus tahu bahwa egonya lebih kotor dan menjijikan daripada seekor babi. Kotornya babi adalah karena faktor eksternal, yaitu karena memakan makanan yang kotor. Tetapi kotornya ego berasal dari dalam dan timbul karena melawan Tuhannya. Seorang manusia yang sempurna harus mempunyai karakter di mana dia selalu mampu menerima segala hinaan yang ditujukan kepadanya, baik dengan ucapan atau perbuatan, karena dia tahu sesungguhnya egonya lebih kotor dan hina.

Ketiga karakter tersebut bisa membuat orang merasa tentram dan hatinya penuh kepuasan. Hanya dengan jalan ini dia bisa mencapai kesenangan dalam hidupnya. Ini adalah karakteristik yang dimiliki nabi dan rasul serta para awliya.


12 Karakter Positif dari Anjing
Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS berkata, “Ada 12 karakter positif dari anjing yang bisa ditemukan dalam diri nabi dan rasul serta para awliya, di antaranya adalah:

Tidak pernah melupakan kebaikan; mereka tidak melupakan siapa saja yang pernah berbuat baik kepadanya. Mereka selalu sabar dan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan kepada mereka. Mereka tidak marah kepada pemiliknya, bahkan jika mereka dipukul dan diusir, mereka akan tetap datang dengan senang hati ketika pemiliknya memanggil mereka. Mereka rendah hati, penurut, jujur, dapat dipercaya, ramah, loyal, selalu ingat kepada pemiliknya dan tidak pernah berkhianat. Mereka puas dengan hal-hal yang sedikit, mereka bersifat ‘zahid’ tidak peduli dengan apa yang ada di dunia ini. Mereka tidak memiliki apa-apa di dunia ini, bahkan mereka tidak punya tempat untuk mereka sendiri. Mereka bisa tidur di mana saja dan jika seseorang melemparkan batu kepadanya, dengan segera mereka bangkit dan pergi ke tempat lain. Mereka sangat jarang tidur, tidak tidur berlebihan dan dengan mudah dapat terjaga.

Jika seseorang memiliki karakter di atas, dia adalah seorang wali. Kedua belas sifat itu dimiliki oleh nabi dan rasul serta para awliya.


Allah SWT Menguji Hamba-Hamba-Nya
Allah SWT menguji hamba-hamba-Nya untuk melihat apakah mereka sabar dalam menerima ujian tersebut. Kita harus selalu ingat akan hal ini agar pada saat sesutu terjadi menimpa kita, kita akan kuat menghadapinya. Kita harus tetap bersabar saat menghadapi serangan pertama, kita harus tetap menjaga iman kita agar kekuatan kita akan bertambah dan sebaliknya musuh akan semakin lemah. Musuh kita yang sebenarnya adalah ego kita. Dalam jihad akbar melawan ego, siapa yang bersabar akan menang dan seorang pemarah akan kalah.


Akankah Kalian Bersabar?
Kesabaran adalah tindakan melawan semua keinginan ego. Ada 3 tipe kesabaran, yaitu:

Sabar dengan ketidaknyamanan fisik
Misalnya bangun di pagi hari yang dingin untuk melaksanakan salat, berwudu dengan air yang dingin, antri, tidak merasakan kenyamanan ketika sedang sakit, atau ketika sedang menyelesaikan tugas yang sulit dan sebagainya. Allah SWT sangat menghargai orang yang tetap bersabar dan teguh dalam melaksanakan ibadah di tengah berbagai kesulitan seperti itu.

Menahan diri dari segala hal yang dilarang
Sebuah hadis mengatakan, “Hidup sebagai hamba dan menjauhi hal-hal yang dilarang adalah lebih berharga dibandingkan ibadah seluruh malaikat, manusia dan jin selama hidupnya.”

Bersabar dalam menghadapi orang yang mengganggu kita.
Ini adalah tipe kesabaran yang paling baik di antara ketiganya. Al-Qur’an mengatakan, “Kami menguji beberapa di antara kalian dengan orang-orang lainnya di antara kalian.”

Kesabaran adalah hal yang paling penting dalam hidup manusia. Jika kalian mempunyai kesabaran, seluruh kebaikan akan kalian dapatkan. Pandangan Allah SWT ada pada kalian, jadi akankah kalian bersabar?


Tanda bagi Kesehatan Spiritual
Seseorang yang mempunyai karakter baik juga mempunyai kehidupan spiritual yang sehat. Dari jumlah keluhan seluruh orang mungkin kalian bisa mengetahui berapa banyak karakter buruk yang masih tertinggal dalam diri seseorang. Ketika kalian bisa menghilangkan seluruh keluhan kalian, kalian akan tahu bahwa kalian sehat dan tidak ada lagi karakter buruk yang tertinggal.

Hal ini sangat penting karena seseorang dengan karakter yang baik, jika dia tidak mempunyai keluhan lagi berarti dia memiliki kesabaran dan ini berarti dia mempunyai iman yang sejati. Ketika kalian bisa melepaskan diri dari tarikan sifat burukmu, tidak ada lagi kesulitan yang akan menimpa kalian baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat. Kalian harus ingat bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendak Allah SWT. Inilah kuncinya, obat bagi penyakit hati. Kalian harus berkata, “Mengapa aku harus mengeluh, bila Allah SWT memerintahkan ini harus terjadi?” Bila kalian mampu mengingat hal ini kalian akan merasa puas dengan segala kehendak-Nya dan akan setuju dengan semua itu.


Kekafiran yang Tersembunyi
Jika seseorang tidak sadar bahwa Penglihatan Allah SWT tertuju padanya, di mana pun dia berada dan kapan saja, maka dia bukanlah seorang Mukmin, atau orang yang beriman. Kalian harus membayangkan dalam hati bahwa Penglihatan Allah SWT selalu bersama kita. Jika kalian melupakannya, kalian akan absen dalam Hadirat-Nya dan sebaliknya akan hadir di hadapan ego. Segala tindakan yang baik akan timbul dengan tetap menjaga kesadaran ini dalam ingatan kalian.

Jika seseorang melakukan tindakan yang tidak disukai oleh Allah SWT, Rasulullah SAW dan para awliya, itu berarti dia dianggap ‘kafir yang tersembunyi’, orang yang tidak beriman yang tersembunyi. Kita diperintahkan untuk membersihkan diri kita baik dari tindakan kafir yang terang-terangan maupun yang tersembunyi. Oleh sebab itu kalian harus selalu berhati-hati dengan segala tindakanmu baik yang terang-terangan maupun yang rahasia. Kalian harus menjaga keseimbanganmu dengan demikian tindakan kalian akan selalu penuh pertimbangan. Kalian harus selalu memperhatikan bahwa tindakan yang sedang dilakukan atau yang akan dilakukan, yakinkanlah dirimu apakah tindakan itu disukai oleh Allah SWT, Rasulullah SAW dan para awliya. Jika kalia mengetahui bahwa tindakan itu akan disukai oleh Allah SWT, Rasulullah SAW dan para awliya, kalian boleh melakukannya, jika tidak kalian harus meninggalkannya.

Jika seseorang selalu mempertimbangkan semua tindakannya di dunia ini, maka tidak ada lagi hisab di Hari Pembalasan. Rasulullah SAW bersabda, “Lebih berharga bagi Allah SWT jika seseorang duduk selama 1 jam untuk bertafakur dan mempertimbangkan tindakannya daripada dia beribadah selamA 70 tahun!” Karena kalian bisa saja menghapus 70 tahun ibadah denga satu tindakan yang tidak disukai Allah SWT, tetapi jika kalian mempertimbangkan tindakanmu lebih dulu dengan pikiranmu, kalian akan bisa melewatinya dan menghindari diri dari keburukannya.


Malayani
—itu Bukan Urusanmu
Malayani
(Bahasa Turki) berarti itu bukan urusanmu, kalian tidak perlu berbicara atau bertindak tentang segala hal yang bukan menjadi urusanmu. Jika seseorang selalu menjaga lidahnya dan peduli dengan segala ucapannya, Allah SWT akan memberikan Hikmah Ilahi kepada lidahnya sehingga dia hanya akan berbicara tentang kebenaran dan kebajikan.

Berbicara tentang hal yang bukan urusanmu akan membuat iman menjadi lemah. Ketika kalian meninggalkan kebiasaan buruk ini, iman kalian akan menjadi kuat. Kalian tidak bisa mengetahui apa yang menjadi urusanmu atau yang bukan. Lewat inspirasi barulah kalian mengetahui mana yang menjadi urusanmu dan mana yang bukan.


Apakah Kita Membangun? atau Menghancurkan?
Jiwa dari semua ibadah kita terdiri atas 3 bagian, yaitu: menjaga lidah dari segala ucapan dan pembicaraan yang dilarang, dengan demikian hanya berbicara yang baik-baik dan meninggalkan yang buruk. Yang kedua adalah menjaga mata dari pengelihatan yang dilarang, tempat-tempat yang kotor dan tindakan yang buruk. Dan ketiga adalah menjaga seluruh organ tubuh kita dari tindakan yang dilarang, baik mendengar, berjalan, menyentuh, berpikir tentang hal-hal yang buruk atau mempunyai niat yang buruk.

Tanpa menjaga mata, lidah dan seluruh organ dari segala yang dilarang, kalian tidak akan bisa mendapat manfaat dari perbuatan dan amal kebaikanmu. Seperti ketika kalian menanam sesuatu, kalian harus merawatnya agar tetap aman dan melindunginya dari hal-hal yang buruk yang bisa membahayakan dirinya. Kita harus tahu apa yang kita kerjakan, apakah kita membangun? Atau menghancurkan? Setiap hal yang dilarang akan merusak bangunan kita, merusak tubuh kita baik secara fisik maupun spiritual.


Pertama, Lawan dulu Dirimu Sendiri
Salah satu tanda dari seorang hamba Allah SWT adalah bisa meletakkan organ tubuh di bawah kehendaknya. Jika seseorang tidak bisa melakukannya dia adalah hamba ego atau nafs. Kalian harus bisa menasihati diri sendiri sebelum menasihati orang lain. Jika dirimu menerima untuk berada dalam pengendalian atau perintahmu barulah orang lain bisa menerima perintahmu. Ini adalah jalan yang diberikan oleh Rasulullah SAW dan para awliya. Pertama mereka melawan diri sendiri dulu, barulah mereka beralih kepada orang lain. Ketika mereka berbicara, perkataan mereka mempunyai pengaruh terhadap orang yang mendengarnya, dan jika seseorang mendengarnya, mustahil dirinya tidak mendapat suatu manfaat dari perkataan Rasulullah SAW atau para awliya. Dia bisa mendapat kekuatan untuk mengotrol egonya dan melangkah ke arah jalan yang benar.

Tidak cukup untuk mengatakan, “Saya adalah Muslim,” dan hanya mengucapkan Syahadat. Kalian harus mencoba untuk menjaga seluruh organ tubuhmu agar jauh dari segala tindakan yang bukan Muslim, jauh dari semua hal yang haram atau yang dilarang.

Wa min Allah at tawfiq

19 June 2008

Bank

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Kita berada di sebuah terowongan, dan sampai kita melewatinya, terowongan itu semakin lama semakin sempit. Tetapi ketika Nabi ‘Isa AS muncul, terowongan itu menjadi lebar. Hanya orang-orang yang mempunyai pondasi yang haqq yang bisa bertahan. Setiap kebatilan akan hancur. Sebutir batu yang haram dalam sebuah gedung bisa menyebabkan kehancuran bagi gedung itu…

Dalam sistem ini, semua bank akan hancur. Bank merupakan penemuan kaum Yahudi. Hanya dalam satu malam semua uang kertas akan kehilangan nilainya. Mereka yang mempunyai emas saja yang dapat menyelamatkan kekayaannya. Sebelumnya, untuk sekeping emas kita mendapat 1 lira Turki. Sekarang kalian harus membayar 25 juta lira Turki untuk mendapatkan sekeping emas-Reshat. Kertas itu berada di sini, tetapi nilainya berada di sana, di bank. Itulah cara mereka menipu orang-orang… dan orang Yahudi membeli semua emas yang ditempatkan pihak bank di pasar…

Tetapi dengan kehendak Allah SWT, segala kekufuran akan hancur.