Showing posts with label Dajjal. Show all posts
Showing posts with label Dajjal. Show all posts

30 January 2012

Peristiwa yang akan Terjadi pada Masa Imam al-Mahdi (a)


Sultan al-Awliya

Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani

24 Desember 2011 Lefke, Cyprus

(Diterjemahkan dari bahasa Arab (kemudian Inggris))



Armaggedon dan penaklukan Konstantinopel terjadi dalam enam bulan dan pada bulan ketujuh al-Dajjal akan muncul. Armageddon akan mempunyai dua kelompok. Konstantinopel akan dibuka dengan takbir. Sayyidina `Isa (a) akan memerintah selama 40 tahun, kemudian dunia akan dipimpinnya dengan damai selama 40 tahun, tanpa perang atau masalah. Sebelum itu, selama Armageddon, akan ada kesulitan yang luar biasa. Allahu Akbar! Amaan yaa Rabbii!

“Banu Asfar” (orang-orang berambut pirang), orang Rusia, akan turun ke Dataran Amouq di utara Suriah dengan 80 resimen dan 80 bendera, dan di bawah masing-masing bendera terdapat 12,000 tentara. Yaa Lathif! Itu artinya satu juta tentara ada di Dataran Amouq! Untuk itulah, Rusia pergi ke sana. Selain itu, datang pula tentara Muslim, dari utara, dari Istanbul, dan Mahdi (a) akan datang bersama mereka tetapi tidak nampak. Ketika perang ini selesai, beliau akan bertakbir, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!” dan kemudian beliau akan muncul dan berjalan menuju Istanbul, ke Asitana (Istana Kesultanan Ottoman) dan mengambil panji Rasulullah (s). Beliau akan muncul di Suriah dan memerintah di sana. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, al-Akbar!

Semoga Allah menyelamatkan kita dari korupsi/fasad yang terjadi di akhir zaman. Ya Allah! Dunia ini akan berakhir, selesai, kita telah sampai pada tahapan akhir. Nabi Isa (a) akan datang ke Suriah. Allahu Akbar! Dajjal akan muncul setelah munculnya Mahdi (a), kemudian Nabi Isa (a) akan turun dan membunuh Dajjal.

Allahu Akbar! Yaa Rabbii! Kami momohon keselamatan dan perlindungan kepada-Mu dari korupsi/fasad/kehancuran di akhir zaman. Semoga Allah membuat kita berada di bawah panji Kekasih-Nya di dunia dan di akhirat. Yaa Rabbii! Jagalah kami, anak-anak kami, dan orang-orang yang kami cintai agar mereka selamat.

Yaa Kariim! Yaa Allah! Yaa Rahiim! Yaa Allah! Yaa Jaliil! Yaa Allah! Yaa Waduud! Yaa Allah! Allah Allah. Ampunilah kami dan sembuhkanlah kami dan semua Muslim demi Sultan kami, Sultan bagi manusia dan jin, Sayyidina al-Mahdi (a)!
Fatihah.

Amiin yaa Rabbii, amiin yaa Rabbii. (Sebagaimana disebutkan di dalam hadiits,) Jika korupsi/fasad muncul, maka keselamatan berada di Suriah, di tanah Syam.

12 June 2011

Tujuh Batu Permata yang Menyeimbangkan Bumi

Mawlana Syekh Hisyam Kabbani

9 Juni 2011 Kuala Lampur, Malaysia

Maghrib / Shuhbah di Rumah Pribadi

Ketika tambang itu runtuh, inspirasi Mawlana pada saat itu ketika saya memberikan pelajaran (ceramah) adalah bahwa Grandsyekh berkata, “Ada tujuh permata, berlian di dunia ini, dan di setiap berlian itu terdapat gambar Jibril (a).” Ada tujuh di seluruh dunia dan Allah mengetahui di mana mereka. Satu bersama Mahdi (a). Ketika para penambang itu terjebak, mereka sangat dekat dengan batu permata itu sehingga jika mereka terus melanjutkan penggaliannya, mereka akan menemukan harta karun di sana! Mereka (awliya) tidak ingin harta itu terlihat, itulah sebabnya segala sesuatu menjadi runtuh di atas kepala mereka. Tetapi walaupun terjadi reruntuhan, itu tidak mempengaruhi mereka karena di sana ada sebuah gua dan mereka memasuki gua itu.

Allah (swt) berfirman di dalam Kitab Suci al-Qur’an:

فَأْوُوا إِلَى الْكَهْفِ يَنشُرْ لَكُمْ رَبُّكُم مِّن رَّحمته ويُهَيِّئْ لَكُم مِّنْ أَمْرِكُم مِّرْفَقًا


faauuw ila ‘l-kahfi yanshur lakum rabbukum min rahmaatihi wa yuhayyi lakum min amrikum mirfaqa.
Berlindunglah ke dalam gua, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu." (Surat al-Kahf, 18:16)

Dia berfirman, “Berlarilah ke dalam gua!” kepada orang-orang yang melarikan diri dari penindasan sultan pada saat itu. “Berlarilah ke dalam gua dan Allah akan mengirimkan rahmat-Nya kepadamu.” Jadi ketika para penambang itu berlari ke dalam gua dan gunung itu runtuh, reruntuhannya tidak mengenai mereka dan dari gua itu mereka bisa berhubungan dengan orang-orang dan memperoleh air dan penerangan. Jadi saya memberikan suatu pelajaran panjang mengenai hal itu.

Orang Chile dan Argentina mempunyai iman yang kuat, bukannya setengah-setengah, tidak. Mereka mempunyai iman yang kuat! Alhamdulillah, saya tidak melihat keimanan yang seperti itu, kecuali di Indonesia. Orang Indonesia juga seperti itu; mereka mempunyai iman yang kuat. Kalian mengatakan sesuatu, mereka lalu menangis. Saya tidak pernah melihat ada orang menangis di sini, saya dan kalian, kita tidak menangis. Tetapi di sana, di Indonesia, mereka membuat setiap orang menangis. Orang-orang Chile dan Argentina juga sama: mereka cepat menangis karena mereka mempunyai iman yang kuat. Tetapi sungguh, tajali di sana begitu kuat, kalian dapat merasakannya.

Jadi ada tujuh batu permata di dunia tetapi batu-batu itu tidak akan diberikan kepada kalian. Jika satu batu itu jatuh ke tangan kalian, dengan segera jin akan datang dan mengatakan, “Kembalikan amanat itu kepadaku!” Jadi jangan dicari, karena batu-batu itu bukan untuk dimiliki oleh manusia, mereka adalah untuk menyeimbangkan bumi. Jika batu-batu ini hilang, maka bumi akan kehilangan keseimbangannya. Jika malaikat memindahkan batu itu sedikit saja, maka akan terjadi gempa bumi dan dengan segera gelombang elektromagnetik di daerah itu akan menggerakkan bumi agar tidak memindahkan batu-batu itu, batu-batu berlian itu. Jadi setiap kali terjadi gempa bumi, ingatlah bahwa batu itu telah bergeser sedikit. Jika ia bergeser lebih banyak lagi, maka akan terjadi gempa yang lebih besar. Jika ia terus bergerak lebih banyak lagi, maka tidak ada jalan untuk mengontrol gempa bumi itu. Setiap kali gempa itu terjadi, kalian harus ingat bahwa Hari Kiamat sedang mendekat.

Allah (swt) berfirman di dalam Kitab Suci al-Qur’an:

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَاوَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَايَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا

idza zulzilat al-ardhu zilzaalah, wa akhrajatil ardhu atsqaalaha, wa qaalat al-insaanu maa laha yawmaidzin tuhadditsu akhbaarahaa bi-anna rabbaka awhaa lahaa. ..."
Ketika bumi diguncangkan dengan guncangan dan bumi telah mengeluarkan beban-beban beratnya, dan manusia bertanya, “Ada apa dengannya?” Pada hari itu ia akan menceritakan beritanya. Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan kepadanya, (az-Zalzalah, 99:1-5)

Gempa bumi akan mengguncang, tetapi bukan dengan guncangan biasa, dan ia akan mengeluarkan apa yang tersembunyi; apa yang terkubur di dalamnya akan muncul. Sekarang para ulama menjelaskan hal ini dengan merujuk pada Hari Kebangkitan di mana seluruh orang yang telah meninggal dunia, mereka yang telah dikubur akan bangkit kembali. Tetapi itu bukanlah satu-satunya makna, itu adalah salah satu penafsirannya. Allah (swt) akan membawanya kembali untuk diberikan kepada kalian. Dia akan memberi kalian sebuah tanda. Guncangan besar itu akan membawa harta karun dari dasar tanah yang akan berada dalam pengendalian Mahdi (a). Jin akan diperintahkan untuk membawa segala harta yang memungkinkan ke permukaan bumi dari bawah tanah. Lalu, di mana mereka akan meletakannya? Di Masjid al-Amawi di Damaskus! Seluruh harta di dunia—emas, berlian, dan segalanya—tak ada yang tersisa. Orang akan lewat dan melihatnya, tetapi mereka tidak akan menyentuhnya, karena pada saat itu tidak ada orang yang memerlukannya lagi.

Jadi pada saat itu, wa qaala al-insaanu maa laha, “Manusia menangis (karena menderita), ‘Ada apa dengannya (Bumi)?’" Manusia akan berkata, “Apa yang terjadi!? Apa yang terjadi!?” Yawmaidzin tuhadditsu akhbaarahaa, pada hari itu bumi akan menceritakan beritanya.” Jadi apa yang terjadi? Pada saat itu, di masa Mahdi (a), bumi akan berbicara dengan kalian, mengatakan kesalahan apa yang telah kalian lakukan, jadi kalian bisa bertobat. Di masa Mahdi (a) semua orang akan menjadi saleh, karena mereka semua bertobat dan memberikan bay’at kepada Mahdi (a)! Tuhadditsu akhbaarahaa bi-anna rabbaka awhaa lahaa, “Dia akan menceritakan beritanya karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan kepadanya.” Apapun yang telah diturunkan Allah (swt), Dia mengirimkannya sebagai wahi, wahyu. Ini artinya bahwa bumi itu begitu penting, sangat disayang oleh Allah sehingga Dia memberikannya kepada manusia.

Bagaimana Allah mengirimkannya sebagai suatu wahyu? Untuk manusia kita mengatakannya, “inspirasi”. Hanya para nabi yang menerima wahyu. Tetapi Allah mengirimkan wahyu kepada bumi. Ini artinya Allah memberi manusia sesuatu yang sangat disayang-Nya agar manusia dapat hidup dengan damai, tetapi mereka mengancurkannya, karena mereka adalah para penindas. Pada saat itu orang-orang akan berlari-larian. Berlari ke mana? Dalam arti yang diberikan para ulama, itu artinya berlari ke akhirat, dalam arti harfiahnya, itu artinya berlari menuju Mahdi (a), untuk berada di Syam, sedemikian rupa sehingga bagi seseorang yang jauh, seperti di Malaysia, ia akan mampu pergi ke Syam dalam satu langkah hanya dengan mengucapkan, “Bismillahi 'r-Rahmaani 'r-Rahiim.”

Itu akan menjadi masa yang penuh dengan keajaiban. Bi anna rabbaka awhaa lahaa, “Karena Tuhanmu telah memerintahkan kepadanya (memberinya wahyu).” Pada saat itu, orang akan datang dalam kelompok untuk melihat apa yang telah mereka lakukan, sebagaiman Allah (swt) berfirman:

يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ


Faman ya`mal mitsaqaala dzarratin khayran yaraah, wa man ya`mal mitsaqaala dzarratin syarran yaraah.
Di sana, barang siapa yang mengerjakan suatu kebaikan walau hanya seberat atom niscaya ia akan melihatnya dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan walau hanya seberat atom, niscaya ia akan melihatnya pula. (Surat az-Zalzalah, 99:7,8)

“Barang siapa yang melakukan suatu kebaikan kecil, ia akan menjumpai kebaikan.” Apa yang dimaksud dengan “kebaikan” di sini? Itu artinya ia tidak akan berada di tangan Dajjal, yang akan pergi ke seluruh dunia kecuali ke Mekah, Madinah dan Syam. Jadi barang siapa yang melakukan kebaikan tidak akan jatuh ke tangan Anti Kristus, melainkan ia akan menjumpai kebaikan bersama Mahdi (a). Orang-orang yang melakukan kejahatan akan bersama dengan setan, dengan jin kafir dan dengan Anti Kristus, Dajjal..

Jadi batu itu adalah equilibrium, titik keseimbangan yang menggerakkan gempa bumi atau apapun, dan itu akan terjadi seperti itu. Semoga Allah mengampuni kita dan memberkati kita.
Bi hurmati 'l-habiib, bi hurmati 'l-Fatihah.

15 December 2008

Kemunculan Imam Mahdi AS dan Turunnya Yesus Kristus AS

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin 

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim... Kemunculan Sayyidina Mahdi AS yang pertama kali terjadi di Hijaz, Mekkah, tepatnya di Gunung Arafat. Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 1960. Itu merupakan kemunculan yang sifatnya privat, hanya untuk para Awliya.  12.000 Awliya datang dan meletakkan tangan mereka di atas tangan beliau untuk mengambil bay`at bersamanya.

Suatu saat, ketika Saya melewati Beirut, Lebanon—dalam perjalanan saya menuju Siprus, Saya bertemu seorang Syekh dari Lebanon, dan Saya menjadi tamu di rumahnya.  Beliau bertanya pada saya, “Berita apa yang diberikan Syekhmu tentang Mahdi AS?”  Saya mengatakan bahwa beberapa tahun yang lampau kami bersama Imam Mahdi AS di Gunung Arafat, mengambil bay`at bersama 12.000 Rijalullah dan Awliya.  Saya bersama Grandsyaikh pada saat itu.  Beliau membawa saya bersamanya, seperti halnya seorang pemburu yang membawa anjingnya bersamanya.  Ketika saya menceritakan hal itu, Syaikh dari Lebanon berkata, “Engkau benar.  Saya sedang berada di Mekah  al-Mukaramah pada tahun yang sama bersama Syaikh saya, dan kami bertemu seseorang dari Sudan.  Kami bertanya padanya, ‘Dari mana engkau berasal?’, dan dia berkata bahwa dia berasal dari Afrika Tengah.  ‘Satu tahun yang lalu Saya diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk berada di sini tahun ini, untuk mengambil bay`at bersama Imam Mahdi AS.  Saya sudah berjalan kaki selama satu tahun dan sekarang Saya sampai di sini….”

Jadi para Awliya sudah mengambil bay`at bersama Imam Mahdi AS pada tahun tersebut.  Ada juga sejenis bay`at yang lain, yaitu melalui mimpi, dan ini adalah untuk orang-orang yang tidak dipersiapkan untuk bertemu Imam Mahdi AS secara fisik.  Dan sekarang beliau menunggu perintah, kemudian orang-awam akan mengambil bay`at bersamanya. 

Beliau akan muncul untuk semua orang, menurut perintah Tuhan, dalam Perang Besar, Armageddon... Ada 101 rintangan yang harus beliau lewati sebelum kemunculannya.  99 dari rintangan tersebut telah dilewati.  Sekarang tinggal dua yang masih tersisa…

‘Orang berwarna merah’ telah datang ke Afghanistan. Mereka juga pasti akan datang ke Pakistan, kemudian ke Turki.  Itu adalah tanda yang pertama: bahwa Rusia masuk ke Turki…  Sepasukan armada Rusia akan memasuki bagian barat Aleppo.  Mereka akan datang ke dataran Yarmuq (?) di dekat Aleppo. Pada saat yang sama tentara Amerika akan berada di Turki, di Adana, dekat laut.  Akan ada pembunuhan besar-besaran di dataran itu.  Perang akan berlangsung selama 3 bulan dan selama perang tersebut, Mahdi AS akan muncul.  Perang itu akan bertepatan dengan Hajji-al-Akbar.

Imam Mahdi AS akan muncul dalam Hajji tersebut, di mana orang-orang akan mengambil bay`at darinya… Dari sana beliau akan pergi ke Damaskus.  Beliau akan mengucapkan tiga kali takbir, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!” Dengan takbir itu, segala masalah teknologi akan berhenti dan itu akan menjadi sinyal bagi seluruh Muslim untuk menyerang Setan…

Ada 40 tempat pemberhentian Sayyidina Mahdi AS dalam perjalannya dari Mekkah ke Damaskus... Beliau akan datang ke gerbang Damaskus, pertama ke tempat di mana terdapat (cetakan) jejak kaki Rasulullah SAW dan untanya pada sebuah batu… Beliau akan memasuki Damaskus, dan di sana orang-orang akan mengambil bay`at bersamanya.

Kemudian ada 7 tempat pemberhentian beliau dalam perjalannya dari Damaskus ke Istanbul, yaitu di Homs, Hama, Trablus, Halep, Konya, Bursa dan di Istanbul beliau akan mengambil bendera Rasulullah SAW dari Istana Topkapi... Tetapi sebelumnya, Padisyah akan muncul dan mereka akan bertemu di Konya, di mana Imam Mahdi AS akan menyimpan pedang Rasulullah SAW dan jubahnya, serta amanat/barang peninggalannya...

Setelah Imam Mahdi AS mengambil bendera Rasulullah SAW di Istanbul, Anti Kristus akan segera muncul melalui Khorasan di Iran, kemudian menuju Yerusalem, dan dari sana pergi ke seluruh dunia selama 40 hari.  Sekarang dia masih terbelenggu rantai, dipenjara di pulau antah berantah yang tak seorang pun dapat mendekatinya—karena dia berkata, “Aku adalah Tuhanmu,”  mengaku sebagai Tuhannya manusia, bukan hanya Nabi—tetapi Tuhan!  Dia tidak dapat bergerak dari sana.  Dia adalah Setan, ayah dari semua Setan.  Dia memberi perintah, dan dia mempunyai 30 deputi yang mempersiapkan orang untuk kedatangannya… dan matanya hanya satu…

Muslim mengharapkan datangnya Sayyidina Mahdi AS dan mereka juga menantikan Sayyidina Isa AS/Yesus Kristus AS untuk turun dari Surga.  Ummat Kristen juga mengharapkan Yesus Kristus AS kembali dari Surga.  Tetapi kaum Yahudi, karena mereka tidak percaya kepada Sayyidina Isa AS dan Sayyidina Muhammad SAW, mereka tetap menantikan datangnya seorang Nabi dari kaum mereka…

Akan akan pengumuman surgawi, “Musuh Allah SWT, Dajjal, telah muncul.  Siapa pun yang ingin menyelamatkan diri darinya harus pergi ke Damaskus, Mekkah atau Madinah.”  Jadi orang-orang yang beriman akan melarikan diri karena Dajjal akan mengejar mereka.  Mereka akan berlari seperti layaknya arus ke Damaskus, dan semua mukmin harus berada di sana selama 40 hari…  Dajjal akan pergi mengelilingi dunia, tetapi 700 Malaikat, 700 Jinn, dan 700 Awliya dari Budala, Nujaba, Nuqaba, Awtad dan Ahyar akan melindungi Damaskus, sehingga dia tidak akan sanggup memasukinya.

Damaskus adalah tanah suci, tempat berlangsungnya Hari Perhitungan, di mana dua kali sehari Cahaya Ilahi dan Rahmat Ilahi tercurah ke sana.  Daerah ini meliputi area yang dapat dilihat sejauh mata memandang dari menara Masjid Omayyad, dan berkahnya menyebar ke sepanjang 6 atau 7 hari perjalanan unta ke segala arah. 

Setelah 40 hari, Yesus AS akan turun dari Surga. Waktunya adalah ketika shalat Subuh, ketika beliau turun di Masjid Omayyad di Damaskus.  Beliau turun ke sebuah menara di Kubah Timur, di mana Sayyidina Yahya AS, John the Baptist, dikuburkan. Dua malaikat akan melindunginya dengan sayap mereka, dan membawanya turun ke bumi.  Beliau akan mengenakan turban hijau, dan tubuhnya bercahaya.  Beliau mempunyai wajah yang paling tampan, putih kemerahan.  Janggut beliau berwarna merah, dan beliau berkeringat.  Beliau juga mempunyai sebuah pedang.  Ketika beliau berada di bumi, beliau tidak pernah menyentuh pedang, tetapi sekarang beliau datang sebagai juru selamat, untuk menyelamatkan orang dari tangan Anti-Kristus. Pedang beliau adalah sebuah pedang yang ajaib, pedang surgawi.  Dia dapat mencapai jarak ke mana beliau menghunuskannya.  Tuhan yang memberikan pedang itu padanya…

Yesus AS tidak datang sebagai Nabi kembali, melainkan sebagai bagian dari Ummat Sayyidina Muhammad SAW, dan mengikuti syariatnya.  Sayyidina Mahdi AS akan menawarkan posisinya sebagai Imam, tetapi Yesus AS akan menolak.  Sayyidina Mahdi AS akan memimpin shalat sekali, dan setelah itu Yesus AS yang akan menjadi Imam… dan Sayyidina Mahdi AS akan bersama beliau selama 7 tahun…

Yesus AS akan membunuh Anti-Kristus, mematahkan salibnya, dan membuat jelas kebenaran mengenai dirinya dan ibunya Sayyidatina Maryam RA... Beliau akan memerintah Kerajaan Surgawi di bumi selama 40 tahun.  Di masanya, semua teknologi akan dihancurkan, dan setiap orang akan dikaruniai dengan kekuatan ajaib, sehingga apabila kalian melihat suatu tempat dan kaliau mengucapkan, “Bismillaahir Rahmaanir Rahiim, dengan Izin Ilahi yang kalian miliki, Wahai Tuhanku, Engkau memuliakan aku untuk menjadi deputi-Mu, Aku memohon kepada-Mu,” dan bila Dia memberi izin, kalian dapat melangkahkan kaki kalian dari sini ke sana.  

Setelah Yesus AS membunuh Anti Kristus, tak ada lagi Setan dan kejahatan di masanya… orang akan hidup seperti di Surga, tajali (manifestasi) Surgawi, akan tampak pada mereka… pada saat itu, maksud penciptaan Allah SWT akan terlihat.

Nabi Isa AS akan menikah dan mempunyai anak.  Ketika beliau akan wafat, beliau akan dimakamkan di Madinah, di makam keempat di sebelah Rasulullah SAW, Sayyidina Abu Bakar RA dan Sayyidina `Umar RA, yang sekarang masih kosong.

Kemudian semua orang beriman akan meninggal dengan aroma yang semerbak dari Surga.  Setelah itu segala sesuatu yang mengerikan akan menimpa orang-orang kafir, yang mulai muncul kembali selama masa pemerintahan Yesus AS… dan dunia akan sampai pada masa akhirnya.  

Wa min Allah at tawfiq

03 June 2008

Islam Bersifat Dinamis, tidak Pasif

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

Syekh ‘Abdullah Faiz ad-Daghestani QS berbicara tentang dua karakter yang dimiliki para anbiya, yaitu: memiliki himma, aspirasi tinggi dan dinamis, tidak pernah malas. Kedua karakter itu merupakan warisan Anbiya. Mereka sangat ringan dalam bekerja karena jiwa mereka berasal dari surga.

Sifat malas berasal dari setan. Kalian tidak dapat menemukan seorang rasul yang duduk bermalas-malasan dan menikmati dunia atau meminta istirahat. Mereka bagaikan sungai yang selalu mengalir menuju ke laut. Setiap wali bersifat dinamis. Makin tebal iman seseorang, ia akan semakin aktif. Tidak ada tindakan berarti tidak beriman. Ada 500 kebaikan dari Sunnah Rasulullah SAW. Al-Qur’an mengatakan, “Ketika kamu telah selesai dari suatu pekerjaan, kerjakanlah pekerjaan berikutnya.” Kita dianjurkan agar selalu aktif dalam segala situasi, inilah bimbingan yang terbaik bagi kita. Setiap agama tidak mengajurkan para pemeluknya untuk bermalas-malasan. Beberapa orang menganggap bahwa Islam membuat orang menjadi pasif (Agama adalah racun bagi masyarakat). Mereka sebenarnya adalah para pembohong yang tidak mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Mereka mempelajari suatu ilmu di Barat lalu mengklaim hal tersebut. Saya merasa prihatin terhadap gejala ini. Sebelum Islam datang, bangsa Arab laksana tertidur dan menjadi budak bangsa Roma dan Persia. Setelah Islam datang, mereka sanggup menaklukkan daerah-daerah di pesisir Samudra Atalantik hingga Samudra Hindia.

Syekh ‘Abdullah Faiz ad Daghestani QS berkata bahwa setiap orang yang aktif akan masuk Surga, sebaliknya orang-orang yang malas akan masuk Neraka. Bahkan bagi orang-orang yang aktif dalam mengejar dunia, keaktifannya itu akan membimbingnya menuju kebaikan pada akhirnya, bagaikan air deras yang mengalir dari hulu di pegunungan menuju hilir di dataran rendah dan memberi manfaat. Untuk berjuang melawan ego, seseorang harus mempunyai sifat dinamis. Seseorang yang mendaki gunung harus memiliki energi, sebaliknya untuk menuruni gunung sifat dinamis tidak terlalu diperlukan. Orang-orang yang duduk-duduk di sebuah pub atau kafe tidak bisa disebut sebagai orang yang dinamis, mereka justru pemalas. Orang yang bekerja dengan serius dan menghasilkan karya yang dapat dinikmati dan dimanfaatkan oleh banyak orang mempunyai sifat yang diwariskan oleh Rasulullah SAW.

Siapa yang tidur terlalu banyak juga termasuk pemalas. Tidur lebih dari 8 jam akan menyakiti tubuh. Seperti halnya tidak cukup tidur, tubuh akan menjadi lemah dan lelah. Untuk sebagian orang Allah SWT memberi kemampuan kepada mereka untuk tetap terjaga dan tidak membutuhkan tidur. Seorang murid di Basra yang bernama Sunnetji Tahsin diperintahkan oleh Syekh Syarafuddin QS untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang tertinggal setelah diadakan jamuan makan malam. Pada saat itu masih tersedia cukup banyak makanan untuk 20 orang, tetapi ia menghabiskannya semua, bahkan tidak menyisakan sebutir nasi pun di setiap piring. Malam itu Syekh Syarafuddin QS memerintahkan Syekh ‘Abdullah QS untuk mengeceknya. Lalu beliau pergi ke ruangannya dan menemukan Tahsin sedang berdiri tak bergerak, meleburkan diri dalam Hadirat Ilahi, sampai 1 jam sebelum subuh, lalu ia mulai melakukan salat tahajjud. Pada saat azan Subuh ia pergi ke masjid, salat, dan duduk untuk berzikir sampai matahari terbit. Kemudian ia melakukan salat isyraq lalu mengambil kapaknya dan pergi untuk bekerja. Jika seseorang ingin mendapatkan kekuatan seperti itu dan tidak membutuhkan tidur, lalu ia berniat untuk tidak tidur karena Allah SWT, agar Allah SWT rida kepadanya, maka ia harus melakukan latihan selama 40 hari. Hal ini berarti setiap kali merasa ngantuk, cepat lakukan wudu dan salat 2 rakaat, begitu seterusnya. Jika ia bersabar dan mengerjakannya selama 40 hari, ia akan mempunyai kekuatan seperti malaikat, tidak memerlukan tidur lagi. Awliya, jika mereka seperti ini, itu karena mereka telah diperintahkan dan mendapat izin dari Rasulullah SAW.

Orang banyak berpikir bahwa banyak makan akan membuat tubuh menjadi kuat, oleh sebab itu mereka makan banyak bahkan terlalu banyak. Seseorang yang berkata, “Aku merasa kenyang dengan makanan malam ini,” sesungguhnya ia berdosa di Hadirat Ilahi. Allah SWT yang membuat kalian kenyang, bukan makanan itu. Dia dapat membuat kalian kenyang hanya dengan sepotong makanan. Syekh ‘Abdullah QS berkata bahwa ketika Dajjal datang seluruh Muslim akan mendapat perlindungan di Syam. Syekh Muhyiddin (Ibn Arabi QS) berkata bahwa banyak sekali orang yang akan mendatangi kota Syam dan kota ini akan semakin luas, sisi di balik gunung akan menjadi sama luas dengan sisi sebelahnya dan tidak ada tempat yang tersisa lagi bahkan untuk sekedar menapakkan kaki saja, mungkin kota itu bisa menampung 50 juta orang. “Bagaimana mereka akan makan dan minum?” tanya Abu Bakar RA kepada Rasulullah SAW. “Takbir Imam Mahdi AS akan memberi Kekuatan Ilahi bagi seluruh Mukmin. Sepotong makanan akan cukup untuk 40 hari.”

Orang-orang juga berpikir bahwa banyak tidur membuat tubuh beristirahat dan segar. Tidak, Allah SWT -lah yang menyebabkan hal itu. Mungkin dengan 5 jam tidur seseorang tidak akan mendapatkan istirahat sementara itu hanya dengan 5 menit seseorang yang lain malah dapat beristirahat dengan cukup. Waktu terbaik untuk tidur adalah tepat setelah salat ‘Isya sampai 1 jam sebelum Subuh. Tidur lebih awal adalah yang terbaik. 4 jam setelah ‘Isya (sebelum tengah malam) bagaikan 8 jam di waktu-waktu yang lain. Ini akan membuat orang mampu meningkatkan ibadahnya dan melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat. Sekarang orang-orang mengisi waktu tersebut dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, ngobrol-ngobrol atau menonton TV. Ini adalah salah satu sebab datangnya penyakit. Waktu terbaik kedua untuk tidur adalah antara waktu matahari terbit sampai siang, sedangkan waktu antara siang hingga sebelum Ashar adalah yang terbaik ketiga. Tidak baik tidur pada kurun waktu antara Subuh hingga matahari terbit dan paling buruk waktu tidur antara Ashar hingga matahari terbenam. Rasulullah SAW bersabda jika sesuatu yang buruk menimpa orang yang sedang tidur di waktu tersebut, ia tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, tanggung sendiri akibatnya. Bagi orang yang tidur lebih dari 8 jam sehari, ia harus berkata kepada dirinya sendiri, “Saya pemalas!”