Showing posts with label Kiamat. Show all posts
Showing posts with label Kiamat. Show all posts

30 November 2011

Kita Menantikan Sayyidina Mahdi (a)

Sultan Awliya Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q)
Lefke, Siprus
29 November 2011

Kita memohon kepada Allah (swt) untuk rekonsialiasi. Dengan madad Al Haqq (pertolongan Allah) akan terjadi perdamaian bagi orang-orang Mukmin dan orang-orang yang ikhlas (Mukhlisin). “Akan datang setelahku, Khalifah-Khalifah, dan setelah para Khalifah, Pangeran-Pangeran, dan setelah para Pangeran, Raja-Raja, dan setelah Raja, muncul Tiran. Kemudian datang seorang pria dari keluargaku, yang akan mengisi bumi dengan keadilan sebagaimana dulu ia dipenuhi dengan keadilan.” (Hadis). Sayidina Al Mahdi (as) akan datang bersama Raja-Raja dan menteri-menteri. Beliau (as) akan datang ke Syam. Beliau akan mengucapkan takbir di Syam. Beliau datang kepada umat ini, di selatan Suriah, di daerah yang disebut Qadam. Beliau akan mengucapkan takbir di sana, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar! Teknologi akan berakhir! Tiga kali Takbir, kemudian selesai. Semua Raja dan menteri-menterinya, dan beliau akan menjadi Imam bagi seluruh Muslim dari Timur ke Barat. Semoga Allah menjadikan Faraj (penyelamatan) ini datang dengan cepat, Fatiha.

Saya telah menanti Sayyidina Al-Mahdi (as) sejak 1940. Berapa tahun itu? 70 tahun menanti, dan kalbu saya terikat dengan kedatangan Sayyidina Mahdi (as), 70 tahun! Allah Allah Allah, insya Allah kita akan mencapai Mahdi (as). Selamat datang wahai Syekh. Masya Allah tamu-tamu kami yang kami sayangi, mereka menghormati kami (dengan kunjungan mereka). (Video terputus)

(pada layar): Orang-orang ketakutan dan mereka bertanya, apa yang dapat mereka lakukan?

Jika harus, jangan takut. Mereka harus takut kepada Allah (swt). Jangan takut terhadap roket, tidak, tidak… Dari siapapun Allah (swt) ingin membuat suatu pembalasan, akan ada tanda di kepalanya! Jadi, tidak mungkin mereka dapat melarikan diri! Mereka harus melakukan salat lima waktu, kalau tidak sesuatu akan datang pada kepala mereka. Jika mereka tidak salat, mereka akan ikut tersapu (disingkirkan), Allahu Akbar, Allahu Akbar Al Akbar! Allahu Akbar. Semoga Allah memperbarui segala hal. Waktunya telah tiba. Saya menanti Mahdi (as). Beliau akan berkuasa selama 7 tahun, kemudian Sayyidina Isa (as) akan turun, dan mengambil alih semua urusan selama 40 tahun. Kemudian Hari Kiamat tiba, O Sayyidi, wahai Sang Pangeran yang mulia. Ya Rabbi Syukr.

Bismillahir Rahmaanir Rahim

(Mawlana berdoa)

Fatiha.

http://sufilive.com/We_are_Waiting_for_Imam_Mahdi_a_s_-3948.html

29 November 2011

Instruksi Penting untuk Muharam dan Seterusnya

Sultan al-Awliya

Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani

25 November 2011, Lefke, Siprus

Suhbah setelah Salat Jumat

(Mawlana Syekh berdiri) Allahu Akbar, Allahu Akbar, laa ilaaha illa-Llah. Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahi 'l-hamd! Allahu Akbar, Allahu Akbar, laa ilaaha illa-Llah. Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahi 'l-hamd! Alfu shalaat, alfu salaam `alaa Sayyidi ‘l-awwalina wa ‘l-akhiriin habiibi Rabbi ‘l-`Alamiin wa `alaa aalihi wa shaahbihi wa `alaa jami`i ‘l-anbiya wa ‘l-mursaliin alhamdulillahi Rabbi ‘l-`alamiin . (Mawlana Syekh duduk).

Tsumma salaamu `alaykum ayyuha ’l-mu'miniin wa ’l-mu'minaat wa ’l-muslimina wa ’l-muslimat. As-salaamu `alaykum kepada semua hadirin yang peduli bahwa ini adalah Jumat. Hari ini adalah hari pertama tahun baru; 1433 akan datang dan kita meminta agar tahun ini menjadi tahun suci bagi seluruh umat manusia. Mereka mengatakan, “A`uudzu billahi min asy-Syaythani 'r-rajiim.”

Wahai manusia! Yang paling berbahaya bagi manusia adalah Setan, musuh terbesar! Oleh karena itu, kita mengucapkan, “A`uudzu billahi min asy-Syaythani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim,” untuk awal yang baru bagi umat manusia di planet ini.

Hari pertama dari bulan pertama adalah besok, tetapi kita mengatakan bahwa sekarang adalah awalnya jadi tidak masalah (jika kita mengatakan itu dimulai hari ini). Jika mampu, berpuasalah pada hari terakhir tahun 1432 dan juga besok, hari pertama tahun 1433. Khatamul Anbiya, Sayyid al-Awwaliin wa ‘l-Akhiriin, (Mawlana Syekh berdiri dan duduk) memberikan kabar gembira bahwa jika kalian berpuasa pada hari terakhir tahun ini dan hari pertama tahun baru, kalian akan seperti orang yang berpuasa setahun penuh.

Wahai manusia! Mubarak! Selamat Tahun Baru untuk kita. Ini sudah tetap, tidak ada keraguan. Dengan penggunaan kalender barat dan juga begitu banyak perbedaan lainnya di antara orang-orang, hari-hari lainnya belum tetap, tetapi yang ini tetap.

Wahai manusia! Kita mencapai abad terakhir di dunia. Seperti yang dikatakan oleh Khatamul Anbiya, "Allah Yang Maha Kuasa memberikan kepada umatku. Jika mereka berada di jalan yang lurus, jalan yang benar yang Allah berikan, akan ada banyak hari lagi bagi mereka. Tetapi jika mereka meninggalkan Jalan yang Lurus, mereka akan mendapat kurang dari sehari atau setengah hari. Itu artinya satu hari di Hadirat Ilahi adalah seperti seribu tahun dan itu artinya seluruh umatnya akan berakhir dalam 1500 tahun. Ketika saat itu tiba, dunia akan berakhir dan Hari Pembalasan akan datang!

Beliau juga berkata bahwa ketika manusia mendekati Hari Akhir, Setan akan mendekati mereka dan membuat mereka menolak semua hal surgawi. Karena mereka begitu mabuk, ketika mereka mulai menolak semua hal suci – dan saya menyesal mereka sekarang bahkan mengatakan, "Tidak ada Tuhan" – maka murka Allah akan datang lebih dekat ke dunia. Sekarang manusia dari setiap umat menyangkal perintah surgawi dan para nabi yang dikirim dari Surga; mereka telah kehilangan keyakinan mereka dalam hal itu. Bukannya meminta orang-orang yang diberkahi dengan perintah Surgawi, manusia malah menyangkal mereka dan berlari mengejar Setan, jadi kutukan datang kepada mereka. Sekarang di mana-mana kita melihat orang-orang yang terkutuk! Jika kalian menawarkan harta karun kepada mereka semua, mereka berkata, “Tidak!” tetapi manusia sedang kelaparan dan gelisah. Kesulitan berlanjut di semua negara di mana-mana, dan kini ini terjadi antara orang-orang dan di dalam negara-negara. Beberapa tanda juga datang dari langit, seperti gempa bumi, banjir dan angin topan. Tidak ada yang bisa menghentikan ini; semua ini adalah tanda-tanda buruk dari hari-hari buruk yang akan datang pada manusia. Bahkan jika setiap orang diberikan harta karun, mereka tidak akan bahagia.

Wahai manusia! Berhati-hatilah! Dari langit akan datang kutukan atau berkah. Orang-orang melarikan diri dari berkah dan mengejar kutukan yang mendatangi Bumi saat ini. Akan datang beberapa tanda besar yang telah mereka bicarakan, gerhana matahari dan gerhana bulan. Ada begitu banyak tanda; orang-orang akan mati dan perang akan mengambil mayoritas orang. Jangan berpikir bahwa sedikit orang akan mati, tidak, jutaan akan mati! Hafiizh Allah!

Wahai manusia! Lari dan carilah perlindungan untuk diri sendiri di bawah perlindungan surgawi. Sudah cukup dengan kemabukan! Berusahalah untuk mengejar berkah surgawi agar selamat, baik di dunia maupun di akhirat. Tanda-tandanya sedang muncul sekarang dan semua orang melihat bahwa dalam tahun ini imigrasi berbahaya, mungkin di awal bulan ini dan selanjutnya. Kami telah diperintahkan untuk menyatakan dan memperingatkan orang-orang.

Wahai Manusia! Jagalah diri kalian! Jika pembalasan surgawi menyentuh orang-orang, tidak ada jalan untuk melarikan diri dan mereka akan mati. Kini banyak tanda yang menunjukkan bahwa dalam bulan ini dan akan datang begitu banyak peristiwa buruk akan terjadi setiap hari. Di bulan ini, Muharam, Allah Yang Maha Kuasa selalu memberikan kesempatan bagi orang-orang beriman untuk bangkit. Kini mayoritas dari mereka, mereka yang menyangkal, akan mati dan minoritas akan tetap hidup di Bumi. Siapa pun yang ingin mencapai hari-hari yang baik harus datang kepada perintah surgawi dari Allah! Jadilah hamba yang taat, karena ketaatan adalah naungan bagi manusia, dan ketidaktaatan merupakan penyebab utama pembalasan surgawi.

Wahai manusia! Tinggallah di rumah kalian, jangan pergi keluar. Allah Yang Maha Kuasa mengatakan dalam Al-Qur’an:

قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Qaalat namlatun yaa ayyuha 'n-namlu 'dkhuluu masaakinakum laa yahthimannakum Sulaymaanu wa junuuduhuu wa hum la yasy`uruun.

Salah seekor semut berkata, "Hai Semut-semut! Masuki sarangmu jika tidak Sulaiman dan bala tentaranya akan menginjakmu tanpa sengaja.” (an-Naml, 27:18)

Seekor semut memperingatkan semua semut untuk segera memasuki rumah-rumah mereka, dan kini, meskipun tidak baik bagi mereka, di mana-mana kalian melihat orang-orang pergi ke luar. Masuklah ke rumah! Muslim, jangan pergi keluar karena kini hal itu dilarang. Jika ada laki-laki, wanita dilarang keras untuk pergi keluar. Jika ingin meminta sesuatu, mintalah di tempat-tempat suci kalian, di masjid-masjid. Laki-laki harus pergi ke sana dan perempuan harus tinggal di rumah mereka. Muslim tidak mentaati perintah suci dari Surga dan, karenanya, ini berbahaya bagi dunia Muslim dan non-Muslim.

Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada tanggal sepuluh bulan ini. Malhamatun kubra, Armageddon, perang terbesar, akan muncul lebih dekat ke Hari Kebangkitan dan tidak akan melenyapkan jutaan orang, tetapi miliaran! Oleh karena itu, sekarang saya sedang menunggu tanggal sembilan dan sepuluh bulan suci ini, Muharam.

Wahai manusia! Jagalah diri kalian jika ingin dilindungi; jika tidak, kalian akan disingkirkan. Jangan berkata, “Tidak ada yang datang ke sungai,” karena kalian bisa datang dan pergi, tetapi banjir tiba-tiba bisa menyeret semua orang. Tinggalkan hal-hal yang dilarang dan patuhi perintah suci dari Allah! Jika tidak, banjir ini akan menyeret miliaran orang ke akhirat.

Sekarang datang kepada saya pernyataan untuk perhatian masyarakat dan pernyataan untuk saudara-saudara kita: hingga tanggal sepuluh bulan ini, perhatikan; setelah itu, jika ada yang mau berkunjung, mereka harus menjaga diri di rumah masing-masing karena tidak ada perlunya untuk datang ke sini.

Dengan apa yang akan terjadi, dari 10 Muharam tidak ada izin bagi mereka yang ingin datang. Setiap orang yang telah berkunjung (yang masih berada di Siprus), mereka bisa pulang kepada anak dan keluarga mereka. Tidak ada lagi yang datang ke sini. Kalian harus menyelesaikan kunjungan pada Jumat depan, karena jika sesuatu terjadi kalian akan menemukan diri kalian berada dalam situasi sulit untuk pulang, jadi pengunjung yang tetap berada di sini akan bertanggung jawab sendiri atas diri mereka! Kalian bisa pulang kepada keluarga dan negara kalian, dan peringatkan orang-orang. Tidak akan ada lagi kunjungan sampai Milaad an-Nabi, untuk tiga bulan mendatang, yakni Muharam, Safar, Rabi’ul Awwal. Jika terjadi sesuatu, tidak ada yang boleh datang dan tidak ada yang boleh bepergian! Jika tidak ada yang terjadi, mereka harus minta izin untuk berkunjung pada bulan Rajab.

Yang menyelesaikan kunjungan mereka di sini akan menjaga keamanan mereka sendiri, ya. Karena untuk tanggal 10 Muharam, apa yang akan terjadi, hanya Allah (swt) yang tahu, tetapi kesulitan akan datang. Tidak berat bagi saya untuk melihat orang-orang di seluruh dunia, tetapi kalian tidak akan sanggup. Karenanya, hingga Jumat depan kalian harus mempersiapkan diri untuk segera pulang.

Semoga Allah mengampuni kita. Kami tidak bercanda! Ini sudah selesai, waktu sudah habis dan pembalasan surgawi sudah mendekat. Semoga Allah mengampuni kita.

Wahai manusia! Ucapkanlah terus, “Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah” dan juga shalawaatu ‘s-salaam ratusan, ribuan, atau ratusan ribu kali. Simpan persediaan makanan di rumah untuk keluarga kalian. Allah (swt) memberi semua orang rezeki, tetapi kalian harus berjaga-jaga karena jika sesuatu terjadi tidak akan ada barang yang tersedia di toko-toko atau pasar. Jangan menyimpan uang, tetapi simpanlah makanan dan apa-apa yang perlu untuk keluarga kalian untuk bertahan hidup.

Wahai manusia! Datang dan dengarkan! Hari Kebangkitan sudah mendekat, dan peristiwa-peristiwa besar yang tidak terduga mulai muncul di cakrawala. Semoga Allah mengampuni kita! Berusahalah untuk bekerja demi Allah, sehingga Dia akan melindungi kalian. Semoga Allah mengampuni kita. Ini peringatan kecil, tetapi suara berat pembalasan akan datang dari langit dan kini hal itu sedang mendekati orang-orang. Semoga Allah mengampuni kita dan melindungi kita di bawah perlindungan Surgawinya. Teruslah berdoa dan tinggalkan hal-hal yang dilarang. Jaga iman kalian, jaga kehormatan kalian, jaga anak-anak kalian, dan semoga Allah melindungi kalian dan memberi kalian kesempatan baik di dunia maupun di akhirat. Kami hanya membuat pernyataan surgawi.

Wahai para pendengar! Mereka yang tidak menerima akan jatuh ke dalam lembah ketidakpedulian yang darinya mustahil untuk keluar. Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah al-`Azhiim. Tawbah yaa Rabbi, tawbah astaghfirullah. Tawbah yaa Rabbi, tawbah astaghfirullah. Tawbah yaa Rabbi, tawbah astaghfirullah. Ya Tuhan kami! Kirimkan kepada kami bala tentara surgawi untuk berperang melawan Setan dan bala tentara serta para pengikutnya. Amiin. Alhamdulillahi Rabbi ‘l-`alamiin.

Fatihah.

Jangan keluar pada malam hari karena ada bahaya besar, dan jangan keluar di siang hari tanpa alasan. Jaga diri kalian di rumah dan masjid kalian. Saling mendoakan, jaga (awasi) anak-anak kalian, dan jangan melakukan hal-hal yang dilarang karena akan mendatangkan pembalasan surgawi pada kalian. Jaga kehormatan kalian dan jadilah hamba Allah yang patuh!

(Bay`at)

27 November 2011

Kita Menantikan Tiga Tanda Hari Kiamat


Mawlana Syekh Hisyam Kabbani

12 Maret, 2011 Burton, Michigan

Shuhbah di Masjid Ash-Shiddiq

(Sehari setelah terjadi Bencana Gempa/Tsunami di Jepang)

A`uudzu billahi min asy-Syaythani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim

Nawaytu 'l-arba'iin, nawaytu'l-'itikaaf, nawaytu'l-khalwah, nawaytu'l-riyaadha, nawaytu's-saluuk, nawaytu'l-'uzlah, nawytu ash-shiyam lillahi ta'ala fii hadza'l-masjid.

Athi`ullaha wa athi`u 'r-Rasuula wa uuli 'l-amri minkum.

Patuhilah Allah, patuhi Nabi, dan patuhilah mereka yang mempunyai otoritas di antara kalian. (4:59)

As-salaamu `alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh. Dastuur yaa Sayyidii, madad.

Terlalu banyak berita yang datang simpang-siur. Itu membuat orang-orang bingung, mana yang harus mereka dengarkan, dan itu membuat orang menganalisis suatu peristiwa menurut kapasitas dan pemahaman mereka. Seorang murid sekolah tinggi (SMA--penerj.) tidak dapat memahami ajaran seorang profesor di universitas; mungkin hanya mahasiswa PhD (tingkat Doktor--penerj.) saja yang dapat mengerti apa yang diajarkan oleh profesor kepada orang-orang yang tingkat pendidikannya lebih tinggi. Namun tetap saja, murid sekolah tinggi tadi dapat mendengar dan mengerti sebagian dari apa yang diajarkan, tetapi ia tidak dapat menganalisis maknanya secara keseluruhan. Mengapa Nabi (s) bersabda mengenai Sayyidina `Ali (r):

أنا مدينة العلم و علي بابها

Ana madiinatul-`ilm wa `aliyyun baabuha.

Aku adalah Kota Pengetahuan dan `Ali adalah pintunya.

Mengapa beliau tidak bersabda, “Semua Sahabatku adalah pintuku?” Beliau juga secara spesifik mengatakan bahwa Sayyidina Abu Bakr adalah “berbeda” dan lebih “istimewa” dibandingkan yang lain, karena ada yang istimewa di dalam kalbunya dan tidak dapat dimengerti oleh setiap orang. Jadi sebagian mungkin berpikir secara harfiah, bahwa makna dari, “`Ali adalah pintu bagi pengetahuan,” dan “sesuatu yang istimewa ada di dalam kalbu Sayyidina Abu Bakr,” adalah CINTA kepada Nabi (s), yang juga bersabda, “Jika akan ada nabi setelahku, maka itu pastilah `Umar." Tetapi kemudian di mana Sayyidina Abu Bakr, Sayyidina `Ali, dan Sayyidina Utsman (radiy-Allahu `anhum)? Itu artinya kalian memerlukan sebuah jendela kepada wali itu untuk bisa memahami apa yang beliau katakan.

Kadang-kadang jendela mobil diberi warna hitam, jadi dari luar kalian tidak bisa melihat sesuatu, tetapi orang yang duduk di dalam dapat melihat apa saja. Jadi, tidak semua orang yang duduk berada di dalam kalbu syekh dan dapat mengerti apa yang beliau katakan. Mereka duduk di luar, di mana mereka mendengar suara klakson dan mereka mulai berbunyi juga, dan mereka mengatakan hal-hal yang pada kenyataannya bukan bunyi klakson tadi, itu adalah apa yang wali itu katakan kepada orang-orang yang duduk di dalam bersamanya. Suara klakson adalah untuk keledai, untuk membuat mereka pindah dari tengah jalan. Beberapa keledai, bahkan jika kalian terus membunyikan klakson, mereka tidak bergerak, mereka berpikir (berpikir ala keledai...berpikir terus, tetapi tidak mengerti--penerj.) dan keras kepala!

Bagaimana dengan di sini? Apakah tidak ada keledai? Bukankah kalian melihatnya? Apa yang mereka lakukan dengan keledai di sini? Beberapa orang mengatakan, “Kami tidak mempunyai keledai di sini.” Tidak, di sini penuh dengan keledai! (tertawa). Jadi kalian melihat keledai duduk di jalan, berpikir selama lima belas menit dan tidak bergerak, dan kalian bisa membunyikan klakson sesuka kalian. Beberapa orang tidak mengerti mengenai keledai karena mereka adalah keledai. Kuda akan bergerak, tetapi keledai tidak akan bergerak. Mereka melihat keledai tertawa dan bertanya kepadanya, “Mengapa kau tertawa?” Ia berkata, “Kemarin mereka membuat sebuah lelucon, dan sekarang aku baru mengerti!”

Jadi biarkanlah si keledai berpikir terus sesuka mereka, karena mereka tidak akan pernah mengerti apa yang dikatakan oleh seorang wali dan hikmah di dalamnya. Jika kalian tidak mengerti hikmahnya, berusahalah untuk menyempurnakan diri kalian melalui awraad kalian dan kewajiban-kewajiban lain yang berbeda-beda, dengan demikian kalian akan mulai memahaminya dengan berbeda. Untuk kuda mereka memakaikan penutup mata untuk membatasi apa yang ia lihat dan ke mana ia melihat. Kalian tidak perlu menggunakan penutup mata; kalian harus melihat ke sekeliling dan perhatikan apa yang terjadi, dengan begitu barulah kalian akan mengerti apa yang dikatakan oleh seorang wali.

Seorang wali bukan untuk dunia, ia adalah untuk akhirat. Jadi jangan harapkan bahwa wali itu akan memberi kalian sesuatu untuk membangun dunia kalian, karena sebagian besar pekerjaan yang diamanatkan oleh Nabi (s) kepadanya adalah untuk akhirat kalian.

Sayyidina Abayazid al-Bistami (q) dengan sengaja menciptakan kebingungan agar orang-orang mengutuknya. Apakah kalian senang melakukan hal itu? Ia adalah awliyaullah terbesar, bahkan Ibn Taymiyya pun menerimanya. Ia pergi ke suatu desa untuk menciptakan kebingungan, kemudian pergi; itulah misinya. Ketika orang-orang mengutuknya dan mengucilkannya, dengan begitu ia menguji kesabaran dirinya, untuk melihat apakah ia dapat menanggung kesulitan itu atau tidak. Orang-orang tidak mengerti akan hal itu, mereka hanya mengerti bahwa ia membuat suatu kesalahan dan mereka mengucilkannya. Tetapi pada kenyataannya ia menguji kesabarannya sendiri dan bagi orang yang mengutuknya, ia berdoa, “Yaa Rabbii! Siapapun yang mengutuk aku, keburukan apapun yang ia lakukan, ampunilah ia, dan berikanlah pahala dari amalku untuknya.” Apakah ada yang mengerti tentang hal itu? Ia melakukan hal-hal yang membuat orang mengutuknya dan ketika mereka mengutuknya, ia berdoa, "Yaa Allah! Orang itu menyebut namaku, jadi angkatlah ia!"

Grandsyekh biasa berkata, “Jika seseorang menyebutkan namaku, aku berkewajiban untuk berdoa agar mereka dapat mencapai levelku.” Jadi kalian tidak dapat mencapai level mereka, kalian tidak dapat mencapainya dan memahami apa yang mereka katakan. Jika seorang ahli gempa berkata kepada kalian, “Akan ada gempa pada tanggal 2 April, jadi persiapkanlah diri kalian,” jika kalian percaya dengan hal itu, apa yang akan kalian lakukan? Kalian akan mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Kalian bisa pergi ke hutan, membawa makanan kalian dan bersembunyi di sana. Ketika tanggal 2 April tiba dan ternyata tidak ada gempa, lalu apa? Apakah kalian akan mengatakan bahwa ahli (wali) itu salah, atau kalian mengatakan ada hikmah di balik itu?

Bagaimana wali itu salah? Saya tidak mengatakan bahwa setiap wali adalah sempurna, tetapi kalian mempersiapkan diri sesuai dengan level kalian. Jika seorang dokter mengatakan, “Anda mempunyai kanker,” lalu apa yang kalian lakukan? Kalian akan melakukan segala sesuatu sehingga ketika waktu kalian tiba, kalian akan menjalaninya (dengan tidak terlalu khawatir).

Rabu sore kemarin di Washington DC, saya memberikan sebuah shuhbah. Dengan berkah Mawlana, saya menyebutkan sebagaimana yang beliau katakan, "Katakan kepada mereka, bahwa jika Allah menghendaki, Dia akan menjungkirbalikkan bumi ini dengan suatu gempa bumi yang dahsyat yang akan membuat apa yang berada di atas menjadi di bawah dan apa yang berada di bawah menjadi di atas.” dan kami mengatakan,

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَا

idza zulzilat al-ardhu zilzaalah, wa akhrajatil ardhu atsqaalaha, wa qaalat al-insaanu maa laha..."

Ketika bumi digoncangkan dengan goncangan dan bumi telah mengeluarkan beban-beban beratnya, dan manusia bertanya, “Ada apa dengannya?” (az-Zalzalah, 99:1-3)

Allah (swt) akan mengguncang bumi ini bukan hanya dari atasnya saja, tetapi dari bawahnya, dan membuat tsunami muncul, dan manusia akan bertanya, “Apa yang terjadi?” Mawlana Syekh berkata, “Katakan pada mereka apa yang terjadi.” Dan apa yang terjadi? Gempa bumi itu terjadi pada keesokan harinya. (Pelajaran bagi kita adalah) para awliya dipercaya oleh Nabi (s) dan ketika mereka mengatakan sesuatu di depan umum, itu mempunyai suatu makna, dan ketika beliau mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan spiritual, itu mempunyai makna yang berbeda. Ketika mereka mengatakan sesuatu di depan umum, itu adalah sama untuk semua level spiritual, baik anak-anak atau dewasa, karena mereka belum mencapai level pemahaman. Ketika awliyaullah mengatkan kepada kalian susuatu secara pribadi, itu berada pada level yang berbeda. Jadi, jangan panik terhadap apa yang dikatakan oleh Mawlana Syekh dua atau tiga hari yang lalu! Beliau ingin memberi peringatan kepada kalian, agar kalian mempersiapkan diri dan menjadi lebih tinggi dan tinggi lagi.

Jika seseorang mengatakan kepada kalian bahwa kalian mempunyai kanker, kalian akan segera mempersiapkan diri untuk memperoleh hasilnya. Ketika Mawlana Syekh mengatakan, “Mahdi (a) akan datang,” maka persiapkanlah diri kalian dengan makanan dan persediaan lainnya karena sudah tidak ada waktu lagi! Sungguh, Mawlana ingin agar kalian dan keluarga kalian benar-benar dalam keadaan siap, senantiasa menantikan munculnya Sayyidina Mahdi (a)! Pertama, untuk mempersiapkan diri kalian, kalian membuat niat bahwa kalian telah siap untuk beliau, dan dengan itu kalian akan bersama dengannya! Mempersiapkan diri kalian untuk meringankan beban adalah ibadah. Mawlana Syekh ingin memberi kalian level itu seolah-olah kalian telah bersama Sayyidina Mahdi (a), seolah-olah kalian telah memenuhi perintahnya dan melakukan apa yang beliau inginkan! Dengan demikian kalian akan diberi ganjaran bahwa segala sesuatu yang kalian lakukan di dalam hidup kalian seolah-olah kalian sungguh menantikan kedatangannya.

Ada tanda-tanda Hari Kiamat yang kita nantikan. Sebagian besar tanda-tanda yang telah diprediksikan oleh Nabi (s) telah muncul, tetapi ada dua tanda yang belum muncul. Jadi Mawlana Syekh ingin agar kalian ditulis sebagai orang-orang di masa Mahdi (a). Itu artinya, jangan panik! Jika kalian mengatakan kepada diri kalian bahwa kalian adalah orang-orang yang hidup di masa Mahdi (a), maka di mana pun kalian berada, kalian akan bersama beliau, dengan membaca “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim.” Kalian akan dipindahkan dengan kekuatan surgawi menuju tempat di mana pun Mahdi (a) berada. Jadi jangan panik, lakukan saja apa yang kalian lakukan.

Apakah Mawlana mengatakan kepada orang-orang yang dekat dengannya untuk berhenti bekerja? (tidak) Lalu mengapa kalian pergi ke sana ke mari dengan arah yang berlainan untuk menemukan apa yang harus dilakukan? Mawlana Syekh berkata bahwa tiga tanda pasti akan terjadi sebelum munculnya Mahdi (a). Para awliyaaullah menantikannya dan jika ketiga tanda ini belum muncul, tetap saja kita menantikan kedatangannya. Grandsyekh `AbdAllah al-Fa'iz ad-Daghestani (q) menyebutkan ketiganya. Salah satunya adalah sebuah gunung yang besar di dekat Bursa akan meletus dengan debu dan lava merah yang mengalir ke Istanbul, membuat kota itu terbakar. Apakah hal itu sudah terjadi? Belum! Jadi kita masih menunggunya.

Yang kedua, Kairo akan tenggelam di bawah air akibat jebolnya Bendungan Aswan. Bendungan ini belum ada ketika Sayyidina Ibn `Arabi memprediksinya dalam kitabnya, Futuhat al-Makkiyya, yang mengatakan bahwa sungai Nil akan mengalami banjir dan airnya akan mencapai menara Masjid Muhammad `Ali di Kairo. Grandsyekh (q) berkata bahwa ada sebuah tanda di menara masjid itu, yang sangat tinggi, di mana air akan mencapainya. Hingga sampai tahun 1960 orang-orang belum tahu tentang Bendungan Aswan yang dibangun Gamal Abdel Nasser ini. Sekarang kita tidak tahu berapa banyak dari bendungan itu yang sudah terkikis, ia akan jebol dan terjadi banjir besar di sana. Jadi saya khawatir dengan orang-orang di Kairo, tetapi sebelumnya penghancuran Istanbul akan terjadi.

Tanda ketiga adalah ketika Siprus tenggelam ke laut, itu adalah prediksinya. Jadi selama Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani berada di Siprus, ketika beliau meninggalkan Siprus, barulah kalian boleh panik, telepon orang-orang dan kirimkan pesan!

Jadi, gabungkan semuanya! Ketika seorang wali, khususnya Sultan al-Awliya, Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani mengatakan sesuatu, kalian harus memberi perhatian. Juga, ketika Mawlana Syekh pindah, itu tidak akan ke Istanbul; beliau akan pindah ke Syam asy-Syariif. Mengapa kedua putra beliau tidak pindah (dari Siprus dan Istanbul)? Itu artinya persiapkan diri kalian dan dapatkan pahalanya, tetapi jangan panik dan bertanya-tanya apa yang harus kita lakukan!

Jika kalian tidak memahami Mawlana Syekh, kalian tidak akan pernah mengerti. Saya menunggu selama lima puluh tahun untuk Mahdi (a), jadi dengar dan pahamilah. Jika kalian hidup selama seribu tahun atau bahkan satu bulan dalam persiapan untuk kedatangan Mahdi (a) , maka itu akan sama dengan seseorang yang hidup selama satu bulan. Itu artinya bagi semua murid yang menantikan kedatangannya, akan dibukakan suatu pahala yang besar. Pembukaan itu muncul di bulan Rabi ul-Awwal, bahwa barang siapa yang menanti kedatangan Mahdi (a) ia akan disandangkan dengan pahala dan cahaya yang istimewa dari Nabi (s) dan Mahdi (a)!

Ketika ketiga tanda yang kami sebutkan itu telah muncul, tetap saja Mahdi (a) belum muncul. Pertama akan terjadi sebuah pertempuran yang sangat dahsyat antara dua pihak yang berselisih mengenai suatu isu. Itu akan terjadi sebelum Mahdi (a) muncul. Pertempuran itu tidak akan terjadi antara Timur Tengah melawan Eropa, tetapi antara dua kubu adikuasa di dunia. Itu adalah prediksi dari Nabi (s) mengenai Tanda-Tanda Hari Kiamat, bahwa sebuah perang besar akan berlangsung selama tiga bulan.

Jadi sekarang, kalian mempunyai tiga tanda yang akan muncul: Pegunungan di Bursa akan meletus dan lavanya akan masuk ke Istanbul; di Kairo akan terjadi banjir besar yang airnya akan mencapai atap menara Masjid Muhammad Ali dan kemudian Siprus akan lenyap. Lalu akan terjadi sebuah perang besar selama tiga bulan. Setelah itu, mereka akan datang ke Istanbul dengan takbir dan dindingnya akan runtuh, seperti bila ada kebakaran jika kalian mengucapkan takbir, api itu akan padam. Jadi pada saat itu dengan kekuatan Mahdi (a), seluruh teknologi akan berhenti.

Akan ada orang-orang yang bersama Mahdi (a); sementara orang-orang yang bersama Anti-Kristus akan dihancurkan. Jangan panik dan khawatir, karena dengan kekuatan “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim” kalian akan bisa berada di mana saja! Jangan khawatir mengenai saya yang akan melakukan perjalanan selama beberapa bulan; itu tidak masalah. Mawlana Syekh meminta saya untuk tinggal bersamanya selama tiga bulan; ada hal-hal yang ingin dikatakan oleh Mawlana Syekh kepada saya, dan insya-Allah khayr.

Ingatlah: ada tanda-tanda yang akan muncul setiap saat, tetapi akan ada jeda di antara mereka, dan kemudian ada tambahan tiga bulan. Letusan gunung berapi di dekat Istanbul, kemudian Kairo tenggelam hingga airnya mencapai menara Masjid Muhammad `Ali, lalu tenggelamnya Siprus. Sekarang Mawlana Syekh masih saja duduk di sana dengan jubahnya dan bertemu dengan banyak orang. Jika (tanda-tanda itu) terjadi, pastilah Mawlana akan pindah. Jika beliau pindah, beliau akan memindahkan semua anggota keluarganya yang berada di rumah itu! Jadi rileks, karena semua itu memerlukan waktu.

Apa yang ingin dikatakan oleh Mawlana Syekh adalah, “Jangan datang dan berkunjung ke Siprus.” Satu bulan yang lalu, sebelum terjadi protes di Tunisia, Mesir, dan Bahrain, sebelum terjadi gempa bumi, kami pergi ke Chili dan Argentina. Beberapa orang datang ke sana dari Brazil, dan mereka berkata bahwa mereka ingin mengunjungi Mawlana Syekh. Mereka mengirimkan pesan tiga atau empat minggu yang lalu. Tetapi ketika terjadi protes di Tunisia dan Mesir, saya berkata kepada `Ali untuk mengirimkan pesan kepada mereka, "Jangan ada yang pergi untuk mengunjungi Mawlana Syekh." Mengapa? Bukan karena Mahdi (a) akan datang, karena tanda-tandanya belum muncul, tetapi Mawlana tidak ingin orang-orang terjebak di sana. Akan ada zona larangan terbang di sana, dan ada kapal induk di lepas pantai, jadi bagaimana kalian akan pergi dan kembali? Kalian akan terjebak di sana, sementara keluarga kalian ada di Brazil atau Argentina.

Itulah sebabnya, jika kalian memahaminya dengan benar, beliau mengatakan, “Jika orang-oranga berada beberapa jam dari saya, mereka bisa datang selama tiga hari.” Itu artinya sedekat London. Mengapa beliau membolehkan orang datang selama tiga hari? Siprus akan menjadi sebuah pulau di antara kapal-kapal besar itu, jadi mereka bisa kembali dengan cepat ke negeri mereka.

Ini artinya, jangan khawatir atau panik, rileks! Jika kalian mau, kirimkan pesan kepada kami dan kami dapat jelaskan. Semoga Allah (swt) membuat kita dapat memahami para awliya.

Wa min Allahi 't-tawfiiq, bi hurmati 'l-habiib, bi hurmati 'l-Fatihah.

23 May 2011

Apa yang Terjadi di Dalam Kubur

Sultan al-Awliya

Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani

20 Februari 2011 Lefke, Siprus

A`uudzu billahi min asy-Syaythani ‘r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmaani 'r-Rahiim. HasbunAllahu wa ni`ma ’l-wakiil ni`ma ’l-mawla wa ni`man nashir. Ghufraanaka Rabbana wa ilayka ’l-mashiir. Fatihah.

(Murid: Ini dari negeri Basque. Engkau mengatakan kepada wanita yang berada di sini yang berasal dari negeri Basque untuk membuat pegangan kapak. Mereka membuatkannya untukmu. Ini adalah kayu istimewa, dari sebuah pohon yang disebut Bokh.)

(Mawlana Syekh Nazim mengayunkan pegangan kapak itu dan tertawa.)

Dari negeri mana?

(Negeri Basque).

España?

(Ya).

Di sisi Pyrenees? atau sisi Mediterania?

(Ya, dekat Pyrenees di sisi Atlantik, di sisi seberangnya.)

Hey! (Mawlana Syekh Nazim mengangkat pegangan kapak dan tertawa). Syukran, syukran.

(…gemetar.. tangan seperti ini).

Ia adalah orang yang sangat pemarah. Kemarahan membuat hal ini terjadi. Ia harus membuat hatinya lebih lapang agar dapat menerima orang lain, sesuatu telah mempengaruhinya dan ia menjadi seperti ini. Ia bisa mengucapkan Yaa Haliim 100 kali.

(Mawlana Syekh Nazim berdoa untuk seorang bayi, membacakan Surat al-Fatihah.)

Amiin, amiin, amiin. RabbunAllah, HasbunAllah. RabbunAllah, HasbunAllah, RabbunAllah. HasbunAllah wa ni`mal-wakiil, ni`ma ’l-mawla wa ni`ma ’n-nashiir. Ghufraanaka Rabbanaa wa ilayka ’l-mashiir.

Fatihah.

Ketika kita dikuburkan di kubur kita, dua malaikat akan datang dan suara mereka bagaikan guntur. Pada saat itu ruh kita akan kembali ke jasad, kemudian kedua malaikat itu akan berkata, “Wahai Pria! Wahai Wanita! Siapakah Tuhanmu?” jawaban yang benar untuk dikatakan adalah “Allah!”

“Siapa Nabimu?”

“Sayyidina Muhammad (s).”

“Kitab apa yang pernah kau baca selama hidupmu, apakah kitab suci yang telah diturunkan dari langit kepada Sayyidina Muhammad (s)?”

“Qur’an al-Kariim.”

Lalu mereka akan bertanya, “Ke mana engkau mengarahkan dirimu ketika salat?”

Katakan, “Ke Ka`abah, Rumah Tuhan.”

Setiap kali mereka bertanya dan kalian menjawabnya, ada jawaban dari langit yang akan menegaskan, “Ya, ia berkata benar.”

Setelah itu muncul api di sekeliling kalian. Dari satu sisi datang salat-salat kalian yang menjaga kalian dari api, dan kemudian dari sisi yang lain puasa kalian melindungi kalian. Kemudian dari atas menutupi kepala kalian, jika kalian mampu pergi ke Hijaaz (untuk menunaikan Haji), itu akan melindungi kalian dari api. Kemudian sedekah kalian melindungi kalian dari bagian kaki. Kemudian api itu pun pergi, dan datanglah sebuah perintah dari langit, “Bukalah kuburnya, jangan tinggalkan ia di sana. Hamparkan taman surga di mana ia bisa tinggal hingga Hari Kebangkitan, melihat surga dan bertemu dengan Nabi Penutup (s)!

Hal itu akan datang, oleh sebab itu, kita harus mengucapkan, “RabunAllah, HasbunAllah.” Pria dan wanita, jagalah kehormatan kalian, itu penting. Tempat itu akan menjadi taman surga yang luas, taman Firdaus, beberapa orang akan memiliki 60 yard, dan ada pula yang 100 yard Oleh sebab itu Nabi (s) bersabda, “Wahai umatku! Jangan pikir bahwa kuburan itu hanya seperti yang engkau lihat. Sebagian dari mereka adalah taman surga dan sebagain lagi penjara yang penuh api!”

Semoga Allah melindungi setiap orang agar tidak masuk ke dalam api neraka! Kita berharap semua orang yang baru masuk Islam menerima untuk menjadi hamba Tuhan. Jagalah penghambaan kalian, dan para wanita, jagalah kehormatan kalian. Kini orang-orang telah kehilangannya. Seluruh dunia mengatakan bahwa kita telah mencapai puncak peradaban, tetapi sungguh mereka telah jatuh, mereka hanya mengejar aspek materi. Tak seorang pun, atau hanya sedikit sekali pengecualian yang meminta harta surgawi dan mengharapkan Surga. Ya, setiap orang menantikan hari akhirnya, jam terakhir, dan waktu-waktu terakhirnya. Sekarang kehidupan orang-orang menurun, mungkin 60 tahun dan kemudian mereka meninggal. Kalian bisa hidup hingga 90 tahun, saya sekarang menunggu waktu kapan saya akan pergi! Insyaa-Allah, dengan iman yang murni itu akan membuat saya bahagia di dunia dan akhirat, (dan untuk) kalian semua.

Bahkan jika saya hidup hingga 100 tahun, suatu akhir pun akan tiba. Nabi Nuh (a) hidup seribu tahun dan ia terkejut ketika Izra`iil (a) datang untuk mencabut nyawanya yang murni. Ia berkata, “Begitu cepat seribu tahun berlalu.” Bukannya seribu tahun, seratus ribu tahun pun akan berakhir, atau dalam jutaan atau miliaran tahun, akhir akan tiba, satu triliun, quadriliun, pentiliun tahun, suatu akhir akan tiba! Kita memohon untuk keabadian, keabadian, keabadian! Jangan sampai tertipu oleh Setan atau terperangkap dalam jebakannya! Kita meminta keabadian, kehidupan abadi yang tak pernah berakhir dalam Hadirat Suci Tuhan kita! Jangan sampai tertipu dengan dunia!

Saya berpikir bahwa saya seperti anak kecil, dan sekarang saya melihat kematian datang untuk membawa saya. Beberapa dari mereka akan terangkat, beberapa yang lain akan dilempar ke bawah. Jagalah diri kalian! Jagalah keyakinan kita! Jagalah perintah surgawi, agar Tuhan kita rida dengan kita! Berusahalah untuk membuat-Nya senang dengan kalian, dan tidak ada lagi yang lain yang akan menjadi kebahagiaan yang tak pernah berakhir bagi kalian!

Kalian akan memasuki Surga. Setiap orang akan masuk Surga, misalnya di ruang ini. Di hari kedua ia (ukurannya) akan menjadi dua kali lipat dan pada hari ketiga menjadi tiga kali lipatnya. Di hari keempat, empat kali lipat lebih besar. Allah, Tuhan Surgawi selalu menganugerahkan kalian kehidupan sejati, kalian lihat. Inilah dia. (Mawlana Syekh Nazim menyapu kedua tangannya bersama).

Semoga Allah mengampuni kita. (Semoga ada) hari-hari yang menyenangkan bagi kalian dengan iman yang kuat, agar selamat di dunia dan akhirat. Jagalah perintah suci dan kalian akan bahagia dan mempunyai kehidupan yang manis di dunia dan dalam kehidupan yang abadi.

Fatihah.

(Tamu Spanyol membaca qasidah dan Salaat an-Nabi (s) dalam versi Spanyol yang mereka temukan dari umat Muslim terdahulu di Spanyol.)

Fatihah.

26 April 2011

Tugas Kita adalah Menghormati Semua Orang


Mawlana Syekh Hisyam Kabbani

9 Maret 2011 Washington DC Area



A`uudzu billah min asy-Syaythani 'r-rajiim Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim.
Allahuma shalli `ala Sayyidina Muhammad (s), hatta yardha Sayyidina Muhammad (s)!
Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, `AziizAllah!
Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, SubhaanAllah!
Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, SulthaanAllah!
انَزِّلَ النَّاسَ مَنَازِلَهُم
anzila 'n-naasu manaazilahum.
Hormatilah orang sebagaimana mestinya.

(Diriwayatkan oleh Muslim tanpa sanad di dalam pengantar kitab Sahihnya. Sakhawi berkata di dalam al-Jawahir wa al-durar bahwa ini adalah hadis hasan, dan al-Hakim berkata bahwa itu adalah sahih di dalam Ma`rifat `Ulum al-Hadits dan ia mengatakan bahwa Ibn Khuzayma meriwayatkannya.)

Nabi (s) bersabda, “Berikan setiap orang haknya.” Itu artinya menghormati orang sesuai dengan level mereka, artinya, bukan di dunia, melainkan di akhirat, berikan mereka apa yang pantas mereka dapatkan dan jangan melihat orang dari satu sudut pandang saja, jangan. Orang berbeda satu sama lain, jadi berikan kehormatan kepada mereka berdasarkan level mereka—ketulusan mereka, kesalehan dan kerendahan hatinya. Itu juga berarti di samping hal-hal tersebut, termasuk orang-orang di masyarakat yang selalu melakukan yang terbaik untuk Islam, dan bahkan mereka yang melakukan yang terbaik bagi kehidupan normal mereka, menolong orang lain, walaupun mereka non-Muslim, kalian harus memberikan kehormatan pada mereka sebagaimana mestinya. (...)

Berikut ini adalah sebuah contoh penghormatan yang diberikan oleh Nabi (s) kepada orang lain. Suatu ketika beliau sedang duduk kemudian datang seorang pemimpin suatu kabilah, dan banyak anggota kabilahnya yang mengunjungi Nabi (s). Segera setelah pemimpin itu datang, Nabi (s) menyampaikan sebuah hadis yang sangat terkenal, qumuu li-sayyidikum, “Berdirilah untuk pemimpinmu (atau tuanmu),” itu berimplikasi untuk berdiri bagi guru kalian, ayah kalian, atau ibu kalian. Itu artinya memberi hormat; dan itu adalah penting. Jadi para Sahabat berdiri untuk pemimpin tersebut sebagai tanda penghormatan. Sekarang orang mengatakan bahwa kalian melakukan syirik jika kalian berdiri untuk seseorang, dan saya melihat ketika ada orang tua yang datang, beberapa orang tetap duduk dan mereka berjabat tangan atau memberi salam sambil duduk. Dalam tradisi kita, kerendahan hati dan sikap hormat adalah penting karena Nabi (s) menghormati setiap orang, jadi tugas kita adalah menghormati setiap orang.

Sayyidina Bayazid al-Bistami (q) berkata, “Aku menghormati yang muda karena ia mempunyai dosa lebih sedikit daripada aku dan aku menghormati orang yang lebih tua karena ia beribadah lebih banyak daripada aku.” Dalam kedua kasus itu, beliau menjadikan dirinya sendiri sebagai target. Itu artinya, “Jika aku tidak menghormati orang yang lebih muda, berarti aku membuat kesalahan karena ia mempunyai dosa lebih sedikit, jadi ia lebih baik daripada aku, dan aku menghormati yang lebih tua karena ia telah melakukan ibadah lebih banyak daripada aku.” Itu artinya jangan beri alasan apapun bagi diri kalian untuk memuji diri sendiri!

فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ
fa laa tuzakuu anfusakum.
Janganlah mengatakan bahwa dirimu suci. (53:32)

Kalian tidak mengetahui siapa yang disukai oleh Allah (swt) dan siapa yang akan diberi hidayah di masa yang akan datang, jadi hormatilah semua orang, Muslim dan non-Muslim. Di pertengahan tahun 1990-an, kita mempunyai pusat kegiatan di Kalifornia Utara untuk zikir, qasidah, shuhbat, dan seni bela diri, dan kebanyakan para mualaf datang ke sana. Kalian tidak tahu siapa yang akan diberikan hidayah oleh Allah (swt). Seseorang datang, dan saya telah menceritakan kisah ini sebelumnya, untuk menunjukkan agar kalian jangan terlalu cepat mengeluarkan opini mengenai seseorang karena mungkin saja mereka lebih baik daripada kalian dari sudut pandang Allah. Jika Allah ingin memasukkan setiap orang ke Surga, dapatkah seseorang bertanya, “mengapa?” Jika Allah ingin mengirimkan semua orang ke Neraka, dapatkah seseorang bertanya, “mengapa?”

Suatu ketika Sayyidina Abu Bakr (r) sedang menangis dan Nabi (s) bertanya, “Yaa Abu Bakr! Mengapa engkau menangis?” Sudah lama beliau menghilang dari rumahnya dan orang-orang mencarinya, kemudian Nabi (s) menemukan beliau sedang duduk di Ka`bah, dan menangis.

Nabi (s) bertanya, “Mengapa engkau menangis?” Abu Bakr (r) berkata, "Yaa Rasuulullah! Engkau pernah berkata, ‘Ya Allah! Jangan tinggalkan aku pada egoku walau hanya sekejap mata.’ Wahai Nabi Allah! Jika engkau mengatakan hal ini, lalu bagaimana dengan kami? Itulah sebabnya mengapa aku menangis.” Nabi (s) bersabda, “Yaa Abu Bakr! Allah menyebutkan dirimu di dalam kitab suci Al- Qur’an sebagai shaahib, sahabatku. Engkau berada di dalam gua dan Dia menyebutmu sebagai ash- 'shiddiq.'"

إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لاَ تَحْزَنْ إِنَّ اللّهَ مَعَنَا

idz yaquulu li-shaahibihi laa tahzan inna Allaha ma`ana,
Dan ia berkata kepada sahabatnya, “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah bersama kita.” (Tawbah, 9:40)

Sayyidina Abu Bakr (r) berkata, “Wahai Nabi Allah! Jika besok Allah berfirman, ‘Aku menjadikanmu shiddiq, tetapi sekarang Aku mencabutnya darimu,’ siapa yang dapat mengatakan tidak?”

Jadi kalian tidak dapat menilai atau menghakimi karena Allah akan memberi dan Dia akan mencabut atau mengambil, tetapi dengan Kemurahan Allah, Dia memberi tetapi tidak menariknya kembali. Kami mempunyai tempat untuk zikir di Kalifornia dan pada suatu Sabtu, datang seseorang yang sangat tua, berusia sekitar 90 tahun. Saya duduk di lantai, melakukan zikir dan memberi shuhbat, tetapi ia tidak bisa duduk di lantai sehingga mereka mempersilakannya duduk di sebuah kursi. Setelah kami selesai, mereka memperkenalkannya sebagai seorang yang beragama Kristen, yang mendengar tentang majelis zikir ini dan ia tertarik dengan spiritualitas. Kami bersalaman dan ia sangat gembira. Minggu berikutnya ia datang lagi dan minggu-minggu berikutnya juga, hingga empat minggu dan kemudian ia berkata, “Aku ingin mengucapkan syahadah.” Barangkali usianya adalah 95 tahun dan ia bertanya bagaimana caranya bersyahadat. Jadi ia mengucapkan syahadat dan ia ingin mengetahui tentang Islam. Beberapa minggu berikutnya ia tidak datang, sehingga kami mengutus seseorang untuk mencari tahu tentang keadaannya, dan ternyata ia telah meninggal dunia. Sekarang apa yang akan kalian katakan mengenai orang itu jika kalian melihatnya sebelum ia menjadi Muslim? Pernahkan kalian menilainya, kalian akan mengatakan bahwa ia akan masuk Neraka; itulah sebabnya jangan menilai seseorang. Ketika ia menjadi Muslim pada usia 95 tahun, Allah (swt) memberinya hidayat dan menganugerahinya suatu kesempatan. Jadi apa yang terjadi?

الإسلام يجب ما قبله
al-Islam yajib ma qablahaa.
Islam menghapus semua yang ada sebelumnya.

Ketika seorang non-Muslim menerima Islam, segala sesuatunya dimaafkan. Sudah tentu orang tua yang berusia 95 tahun itu masuk Surga. Dan apa bedanya antara menjadi Muslim dan non-Muslim? Bedanya adalah satu kalimat: asy-hadu an laa ilaaha illa-Llah wa asy-hadu anna Muhammadan Rasuulullah. Itulah perbedaannya. Ketika kalian mengucapkan, “laa ilaaha illa-Llah Muhammadan Rasuulullah,” itulah yang membedakan antara kalian dengan non-Muslim. Kewajiban-kewajiban (sebagai Muslim) adalah soal lain, tetapi jika kalian mengucapkan, “laa ilaaha illa-Llah Muhammadan Rasuulullah”, berarti kalian adalah Muslim, dan tak seorang pun yang dapat mengatakan bahwa kalian bukan Muslim, walaupun kalian tidak salat dan puasa. Kalian akan ditanya mengenai kewajiban-kewajiban tersebut, tetapi tidak ada yang dapat mengatakan bahwa kalian bukan Muslim. Itulah sebabnya tidak benar untuk menilai atau menghakimi orang lain. Allah (swt) akan menilai kalian dan memberi kalian kesulitan di Hari Perhitungan. Jika Allah memasukkan setiap orang ke Surga, bergembiralah, karena paling tidak kalian akan menjadi salah satu di antara mereka. Jangan menilai hamba Allah, atau Allah akan menilai segala hal di dalam kehidupan kalian!

Grandshyekh 'Abdullah al-Fa'iz ad-Daghestani (q) menceritakan kisah ini yang terjadi di sebuah kota bernama Gunekoy, yang kini dikenal sebagai Yalova, sekitar tiga jam dari Istanbul, di mana ada seorang Imam Salat Jumat. Ia adalah seorang yang sangat dihormati dan setiap Jumat ia selalu memberikan khotbah, yang selalu nadziiran, sulit, dari sudut pandang yang ekstrim, dan bukannya basyiiran, meninggalkan jalan kasih sayang.

Sayangnya, sekarang umat Muslim dan para pemimpinnya bertentangan satu sama lain: rakyat menentang pemimpin mereka dan para pemimpin menentang rakyatnya. Apakah pemimpinnya seorang penindas atau orang-orang ingin membangun agendanya sendiri. Sekarang umat Muslim telah mendirikan begitu banyak partai politik.

Allah (swt) berfirman:
wa hazama al-ahzaba wahda.
Dia menghancurkan partai-partai seorang Diri! (Dia kalahkan musuh-musuh-Nya seorang Diri)

“Dialah yang akan menghancurkan semua partai ini.” Hanya ada satu partai: laa ilaaha illa-Llah Muhammadan Rasuulullah! Apakah kalian menerima? Allahu Akbar! Tetapi sayangnya, kita menjadi banyak partai. Ada dua ekstrim di antara umat Muslim sekarang: mengikuti kebijakan liberal seperti membuat segalanya diterima, atau menjadi begitu ketat, sehingga mereka membuat segala sesuatu dilarang. Tidak ada jalan tengah bagi mereka.

Nabi (s) bersabda:
nahnu ummatu wasata.
Kita adalah umat di pertengahan.

Dalam istilah sekarang, ini artinya pandangan umat Muslim tidak cenderung ke kiri atau ke kanan. Tetapi sekarang kita melihat pandangan yang sangat ekstrim! Hanya sedikit yang berada di garis tengah.

Jadi imam itu, seperti kebanyakan imam di seluruh dunia… dan satu hal dengan imam ini adalah bahwa ia adalah seorang yang saleh, tulus, tetapi ia selalu memarahi orang.

Allah (swt), sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi (s) di dalam Hadis Qudsi, hadis yang diturunkan dari Allah (swt):
إن رحمتي سبقت غضبي
Sabaqat rahmatii `ala ghadabii.
Rahmat-Ku melampaui Kemurkaan-Ku.

Allah (swt) mengatakan kepada kita, “Beradalah di jalan tengah.” Rahmat atau kasih sayang ada di jalan tengah, oleh sebab itu, jika kalian tidak berada di tengah, berarti kalian tidak penuh kasih sayang. Lawan dari penuh kasih sayang adalah menjadi penindas. Janganlah bersikap seperti penindas! Sekarang anak-anak sudah bersikap seperti penindas terhadap orang tuanya, dan suami istri bertengkar satu sama lain. Itu bukanlah kehidupan yang moderat. Jika kalian mengikuti jalan yang moderat, jalan tengah, kalian akan selamat. Itulah sebabnya kalian harus mendengar dan jangan membuka mulut kalian; dengan demikian kalian dapat menyelamatkan rumah tangga kalian dari masalah. Orang-orang suka berdebat: suami dengan istri, istri dengan suami, anak-anak dengan ibu, ibu dengan anak-anak, anak-anak dengan ayah, ayah dengan anak. Nabi (s) mengajarkan kita untuk bersabar.

Allah (swt) mempunyai Sembilan Puluh Sembilan Nama-Nama yang Indah dan Atribut-Nya, tetapi apakah Nama yang terakhir dari kesembilan puluh sembilan Nama tersebut? Ash-Shabuur, “Kesabaran Mutlak,” Yang kesabarannya tidak pernah berakhir. Allah mengatakan kepada kalian, “Wahai hamba-Ku! Aku adalah Yang Mempunyai kesabaran yang tak pernah berakhir, jadilah bagian dari kesabaran itu dengan bersabar kepada yang lain.” Tetapi kita tidak sabar!

Imam Jumat tadi selalu memberi peringatan kepada orang-orang mengenai hukuman dan kemurkaan. Allah (swt) berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا
Ya ayyuha an-nabiyyu inna arsalnaaka syaahidan wa mubasysyiran wa nadziira
Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami telah mengutusmu sebagai seorang Saksi, Pembawa Kabar Gembira, dan Pemberi Peringatan. (Al-Ahzab, 33:45)

Itu artinya satu-satunya yang dapat memberi peringatan kepada manusia adalah Nabi (s) (dan nabi-nabi lainnya); bukan kita yang dapat memberi peringatan kepada orang lain. Memangnya kalian siapa mau memberi peringatan kepada mereka? Peringatkan diri kalian sendiri, peringatkan ego kalian! Apakah menurut kalian, kalian lebih tinggi dari yang lainnya? Apakah kalian memberi peringatan kepada istri kalian? (ya, sering). Grandsyekh `AbdAllah al-Fa`iz ad-Daghestani (q) mengisahkan, jadi jangan pikir bahwa perhitungan ini tidak benar, karena apa yang awliyaullah lihat, kalian tidak bisa melihatnya dan apa yang awliyaullah pahami, kalian tidak dapat memahaminya. Ketika mereka mengatakan sesuatu, itu adalah karena mereka sungguh menyaksikannya. Grandsyekh berkata, “Suatu Jumat, imam itu mulai memberikan khotbah, memberikan peringatan begitu keras, sehingga orang-orang gemetar! Memberi peringatan kepada mereka adalah mudah baginya karena ia adalah imam bagi desa itu dan ia mengetahui kesalahan apa yang orang perbuat. Jadi, ia membaca hadis sesuai dengan kesalahan mereka dan orang menjadi tegang karena tidak ada satu pun yang dapat mengklaim bahwa mereka tidak melakukan dosa. Al-`aynu taznii, wa ’l-anfu yaznii, wa ’l-uzhun taznii, wa ’l-famu yaznii, wa ’l-yadu taznii, wa ’r-rijlu taznii, “Mata membuat zina, hidung membuat zina, telinga membuat zina, mulut membuat zina, tangan membuat zina, kaki membuat zina,” dalam kapasitas mereka. Ketika kalian melihat sesuatu yang dilarang oleh Allah, itu adalah dosa. Berapa banyak hal terlarang yang kalian lihat dalam perjalanan pulang ke rumah, pria atau wanita, dan kalian tetap berusaha untuk melihatnya?

Nabi (s) bersabda, “Pandangan pertama adalah untukmu tetapi pandangan kedua menentangmu.” Itu artinya jika kalian melihat sesuatu yang haram dan mengucapkan “astaghfirullah,” itu tidak dihitung sebagai dosa, tetapi pandangan kedua ya, jadi mereka memberi jalan keluar bagi kalian. Nabi (s) bersabda bahwa mata akan melihat pada hal-hal yang haram dan itu adalah dosa, dan bahkan mencium wangi yang harum juga bisa menjadi dosa! Kadang-kadang kalian berpapasan dengan seseorang yang wanginya sangat harum dan berkata, “Wanginya harum sekali.” Itu juga dosa. Sekarang perusahaan parfum membuat parfum yang bergerak dengan hembusan angin, membuat setiap orang jatuh ke dalam perangkap Setan! Ribuan parfum mereka jual, semuanya di jalan Setan, namun kita tidak menyadarinya.

Setiap saat, segera setelah kalian membuka mulut kalian, ia membuat dosa. Itulah sebabnya Sayyidina `Ali (r) berkata, “Diamlah, jangan buka mulutmu, jangan bicara.” Apakah kalian menghormati Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (r)? Apakah kalian memujinya atau tidak? Beliau adalah khalifah pertama dari Nabi (s), dan yang tertinggi. Beliau meletakkan sebuah kerikil di mulutnya selama tujuh tahun untuk membuatnya tidak bicara; sangat sulit untuk membuka mulutnya karena jika kerikil itu masuk ke antara giginya, itu akan membuat patah giginya. Jadi Sayyidina Jibril (a) berkata kepada Nabi (s), “Cukup! Katakan kepada Abu Bakr Shiddiq bahwa Allah memberinya gelar 'Shiddiq,' jadi tidak perlu lagi untuk meletakkan batu itu di mulutnya.” Apa yang dapat kita lakukan, bicara atau tidak? Itu adalah perjuangan antara kebaikan dan kebatilan karena kita adalah campuran antara kebaikan dan kebatilan.

Allah (swt) berfirman:
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
Fa alhamahaa fujuurahaa wa taqwaahaa.
Dia menginspirasikan kepada jiwa itu kefasikan dan ketakwaannya. (Asy-Syams, 91:8)

Imam itu memberi peringatan dan orang-orang menjadi takut, jadi semua orang kembali ke rumahnya dan dini hari sebelum Subuh ia mengumandangkan adzan untuk membangunkan orang dan mengajaknya untuk Qiyaam al-Layl. Setiap orang berkumpul di masjid dan wajah imam ditutupi dengan sebuah burqah dan kalian hanya bisa melihat matanya saja. (...) Imam itu lalu naik ke atas mimbar dan berkata, “Sepanjang hidupku aku telah berkata bahwa Allah akan menghukum kalian, Allah akan mengirimkan gempa bumi, Api Neraka dan penderitaan pada kalian,’ dan sekarang aku katakan bahwa Allah adalah Maha Penyayang dan Dia akan memasukkan kalian ke dalam Surga!” Ia berubah 180 derajat. “Malam ini aku melihat di dalam mimpi,” dan ini adalah hadis Nabi (s), yang menyebutkan hal yang sama yang muncul di dalam kisah ini, “Aku melihat Hari Perhitungan dan Aku mendengar sebuah suara memanggilku untuk diadili, berkata, ‘Wahai hamba-Ku! Apakah engkau ingin Aku mengadilimu menurut amalmu atau menurut Rahmat-Ku?’ Di dalam hatiku terlintas bahwa sepanjang hidupku aku adalah orang yang saleh yang hanya pergi dari rumah ke masjid dan kemudian kembali ke rumah, dan aku tidak melakukan suatu kesalahan. Jadi aku berkata, ‘Wahai Tuhanku! Adili aku berdasarkan amalku.’” Sekarang banyak orang berkata kepada diri mereka sendiri, “Aku melakukan dakwah.” Lakukan dulu dakwah kepada diri kalian sendiri, dan jangan puji diri kalian atau kalian akan berakhir seperti imam ini.

“Jadi para malaikat datang dan meletakkan amalku di Mizan, dan sisi timbangan itu bergerak jauh ke bawah sementara sisi sebelahnya kosong. Kemudian ada sebuah suara yang mengatakan, ‘Wahai malaikat! Letakkan salah satu matanya di sisi lainnya.’ Lalu mereka mengambil satu mata dan meletakkannya di sisi lainnya. Dengan segera timbangan mata itu lebih berat dari seluruh amalku! Suara itu berkata, “Masukkan ia ke dalam Neraka, selesai!” Dan mereka membawaku ke Neraka dan apinya menghampiriku dan pada saat itu aku melihat Nabi (s) berkata, “Wahai Tuhanku! Berikan orang itu kepadaku.”

Ada sebuah hadis bahwa di Hari Perhitungan, Allah akan mengirimkan sebagian orang untuk diberi hukuman, tetapi karena selawat mereka terhadap Nabi (s), mereka akan selamat! Jadi ia diselamatkan dan dikeluarkan dari Neraka, tetapi Neraka itu telah membakar wajahnya, janggutnya, alis matanya, dan semua rambut di kepalanya. Awliyaaullah mengetahui fakta-fakta ini. Siapa yang dapat melihat hal itu? Itu adalah sebuah keajaiban bagi setiap orang! Ketika Allah ingin memberi contoh, seperti tadi, seorang yang berusia 95 tahun yang mengucapkan syahadat kemudian meninggal dunia, imam itu juga merupakan contoh untuk memperlihatkan kepada semua orang mengenai rahmat Allah! Kota itu sangat suci karena tiga awliya besar pernah hidup di sana, yaitu: Syekh Abu Muhammad al-Madani (q), Syekh `AbdAllah al-Faiz ad-Daghestani (q), dan Abu Ahmad as-Sughuri (q).

Orang-orang melihat bahwa rambut imam benar-benar habis, dan itulah sebabnya ia memakai burqah ke masjid pada dini hari itu. Pelajaran di sini adalah bahwa tugas kita bukanlah untuk menghakimi orang, tetapi tugas kita adalah menghormati setiap orang dan berdoa untuk setiap orang, karena siapa yang bertanggung jawab mengenai rahmat? Sekarang di Timur Tengah orang-orang banyak yang dibunuh; siapa yang bertanggung jawab atas mereka? Nabi (s) bersabda jika seorang wali atau raja atau presiden, atau penguasa apapun adalah seorang penindas, jika kalian tidak bisa mengubahnya, berdoalah kepada Allah (swt) untuk mengubah hatinya menjadi cinta damai, dan tidak menciptakan kebingungan, kegelapan dan pertumpahan darah. Siapa yang akan bertanggung jawab atas ribuan orang yang tewas, termasuk yang hilang di Libya, Tunisia, Yaman, Bahrain sekarang, juga Maroko dan Jordan. Ini merupakan Tanda-Tanda Hari Kiamat, di mana Nabi (s) bersabda,

ستكون فتن كقطع الليل المظلم

Satakunuu fitanan kaqitha`ti 'l-layli 'l-muzhlim
Akan ada gejolak seperti sepotong malam yang gelap.

Itu artinya kebingungan yang besar, ketika orang yang dibunuh tidak tahu mengapa ia dibunuh. Pada saat itu, orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan dan orang yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, dan lebih baik untuk duduk di rumah dan tidak keluar. Nasihat itu adalah untuk seluruh dunia. Ketika Massih al-Dajjal akan muncul, sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi (s) mengenai Tanda-Tanda Hari Kiamat, “Akan ada fitnah di seluruh dunia kecuali di tiga tempat: Mekah, Madinah dan Syam.” Anti Kristus tidak bisa memasuki ketiga tempat ini, tidak pula di Syam (Damaskus), karena Sayyidina `Isa (a) akan turun di sana di menara putih yang disebutkan dalam hadis autentik, di mana Mahdi (a) akan menanti untuknya.

Akan ada seorang Anti Kristus, tetapi secara spiritual terlalu banyak (“Anti Kristus”) yang menaklukkan dunia ini dan menyebarkan kebingungan di mana-mana. Krisis ekonomi adalah salah satu Tandanya dan banyak lagi, gempa bumi, gunung meletus dan tsunami lebih sering terjadi dan lebih dahsyat. Banyak sekali perubahan geografis, pemanasan global. Nabi (s) bersabda bahwa tempat yang dingin akan menjadi hangat, dan sekarang kita telah melihatnya. Jangan menghitung abad, hitunglah tahun. Itu bisa terjadi esok atau keesokan harinya. Jika Allah (swt) ingin mengguncangkan Bumi, dapatkah seseorang bertanya kepada-Nya, “Apa yang Kau lakukan?” Berapa kali gempa bumi terjadi?

Allah (swt) berfirman di dalam Kitab Suci Al-Qur’an:

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَاوَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَايَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا


idza zulzilat al-ardhu zilzalahaa, wa akhrajatul ardhu atsqalahaa wa qaala al-insaanu maa lahaa yawmaidzin tuhadditsu akhbaarahaa bianna rabbaka awhaa lahaa.
Ketika Bumi digoncangkan dengan goncangan (yang sebesar-besarnya) dan Bumi mengeluarkan beban-beban beratnya (dari dalam) dan manusia menangis (dengan perasaan tertekan), bertanya, “Ada apa dengannya?” Pada Hari itu Bumi menceritakan beritanya karena sesungguhnya Tuhan-Mu telah menginspirasikannya. (99:1-4)

Kita berharap untuk dapat bertemu dengan Sayyidina al-Mahdi (a) dan Sayyidina 'Isa (a), dan bukan bertemu yang lain. Kita berdoa kepada Allah untuk membuat Bumi tetap penuh kedamaian, tetapi sayangnya—awliyaullah berusaha memandu orang-orang yang dapat mereka sanggupi, tetapi karena kita telah sampai pada akhir dari dunia ini, mereka tidak diberi otoritas seperti sebelumnya, dulu seorang wali di suatu kota dapat mengubah sepenuhnya dari kufur menjadi beriman. Di abad ke-20 itu telah dihentikan, karena ketika Sayyidina Jibril (a) bertanya kepada Nabi (s) mengenai Islam, beliau mengatakan tentang lima rukun (Islam) dan mengenai Iman, beliau mengatakan tentang enam rukun (Iman), dan mengenai Ihsan, beliau berkata, “Satu rukun, yaitu agama.” Dan Jibril bertanya, “Katakan kepadaku mengenai Hari Kiamat,” dan Nabi (s) bersabda, al-sail `alam min al masu'l, “Orang yang bertanya lebih tahu daripada yang ditanya.” Dan ia bertanya, “Apa tanda-tandanya?” Nabi (s) bersabda, “Akan ada orang-orang Badui yang tidak memakai alas kaki berlomba-lomba dalam membangun gedung-gedung tinggi,” dan itulah yang kita saksikan di negara-negara Teluk dan negeri-negeri padang pasir lainnya. Dan beliau berkata, yakthur al-jahl, “Ilmu akan diangkat dan kebodohan merajalela.” Dan para Sahabat bertanya, “Apakah ilmu akan diangkat dengan mencabut al-Qur’an?” dan beliau berkata, “Tidak, para ulama akan meninggal dunia dan tidak ada lagi yang menggantikannya.” Di masa lalu para ulama dapat mengendalikan ego, tetapi ulama sekarang tidak dapat mengendalikan egonya karena menjadi seorang ulama telah menjadi profesi. Itu artinya ilmu yang diberikan oleh Nabi (s) kepada umat akan disalahpahami dan berubah, yakthur al-jahl, dengan demikian kebodohan akan merajalela.

Nabi (s) adalah Muhammad al-Amin, “yang dapat dipercaya,” beliau adalah satu-satunya yang dapat dipercaya oleh Allah (swt), yang paling dapat dipercaya, jadi bila beliau mengatakan sesuatu, itu adalah 100% benar. Beliau mengatakan, yakthur al-jahl, “terlalu banyak kebodohan atau ketidakpedulian” akan memenuhi bumi. Beliau telah memprediksinya 1400 tahun yang lalu dan mempercayakan umat dengan hal itu. Mereka mengubahnya, dan akan ada terlalu banyak perbedaan di antara umat, terlalu banyak ketidakpedulian mengenai Islam. Besok kalian akan melihat sebuah dengar pendapat di Kongres Amerika mengenai radikalisasi Islam, karena ada banyak sekali pengelompokan. Nabi (s) telah memprediksi hal itu, beliau tidak meninggalkan sesuatu tanpa penjelasan. “Berlomba-lomba dalam membangun gedung tinggi,” mereka kini melakukannya. “Radikasilisasi” artinya ketika mereka memecah belah Islam menjadi terlalu banyak opini yang berbeda, mereka menjadi begitu ekstrim. Jadi barat tidak melihat pada sisi yang baik, melainkan sisi buruknya. Satu apel yang buruk di sebuah keranjang akan menghancurkan yang lain. Lihatlah pada kebesaran Nabi (s)! Kepala dari dengar pendapat itu adalah Rep. Peter King. Namanya memberikan pemahaman tentang betapa Nabi (s) dapat melihat dari 1400 tahun yang lalu, bahwa seseorang yang namanya “King;” itu artinya ia mewakili seorang raja. Jika kalian mengatakan, “Raja akan bicara besok” dengan segera itu akan memberi perspektif yang berbeda pada kalian.

Nabi (s) bersabda, para ulama akan meninggal dunia dan tidak ada penggantinya. Ulama-ulama sekarang tidak mempunyai sesuatu yang berharga untuk dikatakan, sehingga semua orang mengoreksi kita; bukannya ulama-ulama kontemporer menuduh media bersifat “Islamophobia.” Islamophobia ada di dalam rumah kita sendiri; perbaiki dulu akidah Islamiyah, jangan memecah-belah Muslim! Kalian memecah-belah seluruh umat Islam dan sekarang kalian datang bicara mengenai ini dan itu, menentang Islam. Tidak, kalian sendiri—umat Muslim, yang memberi nama buruk pada Islam dan kalian tidak bisa menghentikan kebodohan dan ketidakpedulian yang muncul sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi (s). Bahkan jika kalian mendirikan ratusan masjid di seluruh dunia, itu tidak akan menghentikannya! Nabi (s) adalah ash-Shadiq, “orang yang jujur,” al-Masduq, “yang menegaskan atau mengukuhkan kebenaran.” Apapun yang beliau katakan pasti akan terjadi! Beliau berkata, “Umatku akan terbagi menjadi lebih dari tujuh puluh bagian.” Beliau tahu apa yang beliau katakan. Ada berapa kelompok kita sekarang? Kebingungan memenuhi Bumi. Apapun komite dan organisasi dan yayasan yang kalian bentuk, situasinya hanya akan bertambah buruk, sebagaimana Nabi (s) bersabda,

‏يملأ الأرض قسطا وعدلا كما ملئت ظلما وجورا

yakhruju waladin min awalaadii yamla al-ardh qisthan wa `adlan kama muliyat zhulman wa juuran.
Salah satu dari cucuku akan datang dan mengisi Bumi dengan kebaikan dan keadilan.

Jadi (pada saat itu) tidak akan ada keluhan dari orang-orang.

Hingga saat itu Bumi akan dipenuhi dengan kezaliman; zhulman wa juura artinya seseorang menyalahkan kalian atas sesuatu padahal kalian tidak mempunyai hubungannya dengannya. Dan itulah yang terjadi sekarang: mayoritas Muslim disalahkan atas apa yang dilakukan oleh kelompok minoritas, dan tetap saja organisasi-organisasi ini menyalahkan “Islamophobia.” Lihatlah rumah kalian sendiri! Mereka mengatakan “integrasikan” dengan kehidupan Amerika, itu bisa saja, tetapi pertama umat Muslim harus berintegrasi satu sama lain. Jika satu pergi dari satu masjid ke masjid yang lain, mereka saling berdebat, mereka membangun satu masjid untuk bangsa Mesir, satu untuk Pakistan, dan seterusnya.

Semoga Allah (swt) menyelamatkan orang-orang yang beriman dan menyelamatkan Islam dari pembicaraan orang-orang tak beriman, Muslim yang lalai, yang tidak mengetahui tentang Islam! Muslim disatukan bersama di bawah panji: Laa ilaha illa-Llah Muhammadun Rasuulullah.

Semoga Allah (swt) memberkati kita dan semoga Allah (swt) mengampuni kita tanpa melihat apa yang kita lakukan. Pada hari Sabtu minggu lalu, saya mengatakan bahwa Allah akan memanggil satu orang pada Hari Perhitungan, kemudian kesembilan puluh sembilan buku catatan amalnya akan dibuka, dan Allah memerintahkan malaikat untuk membuka apa dilakukan oleh semasa hidupnya, dan setiap buku catatan amal itu lebih besar dari jarak timur ke barat, min asy-syarq ila ’l-gharb direkam oleh para malaikat. Mereka meletakannya di Mizan, dan dosa-dosanya begitu berat sehingga itu membuat satu sisi Mizan menjadi turun! Orang itu akan gemetar, tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Allah. Kemudian secarik kertas kecil dengan tulisan “laa ilaha illa-Llah Muhammadun Rasuulullah” akan diletakkan di sisi lain dari Mizan. Orang itu pernah membacanya sekali di dalam hidupnya, “laa ilaha illa-Llah Muhammadun Rasuulullah” dan itu akan membuat sisi Mizan itu menjadi lebih berat daripada semua dosanya dan ia akan diselamatkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga! Jadi kalian dapat mengucapkan, “laa ilaha illa-Llah” ratusan kali, tetapi jika kalian tidak mengucapkan, “Muhammadun Rasuulullah” itu belum cukup. Jika kalian mengucapkannya, sudah cukup untuk membuat kalian masuk ke Surga.

Jadi di Hari Perhitungan, Allah (swt) memanggil hamba-Nya dan melihat pada Timbangan amal hamba-Nya dan Dia tahu bahwa hamba itu pernah mengucapkan, “laa ilaha illa-Llah” tetapi amal itu tidak ada di sana. Bagaimana ia bisa berada di sana sementara Nabi (s) bersabda bahwa barang siapa yang mengucapkan, “subhaanAllah, alhamdulillah akan memenuhi Mizan? Jika “subhaanAllah, alhamdulillah” memenuhi Mizan, maka “laa ilaha illa-Llah lebih besar daripada Mizan yang lebih besar daripada Bumi dan Langit, jadi Allah akan menilai hamba-hamba-Nya dengan sebuah Mizan yang lebih besar daripada Langit dan Bumi! Oleh sebab itu jika kalian mengucapkan, “subhaanAllah, alhamdulillah,” itu akan memenuhi Mizan yang lebih besar daripada Langit dan Bumi. Jadi bagaimana dengan, “laa ilaha illa-Llah?” Ucapkanlah, “la ilaha illa-Llah Muhammadun Rasuulullah!
Wa min Allahi 't-tawfiiq, bi hurmati 'l-habiib, bi hurmati 'l-Fatihah.
[doa]