02 February 2009
Terjebak dalam Kegelapan
Lefke, Siprus: 9 Mei 2002
A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin
Uwais al-Qarani RA (para Awliya dimakamkan di dekatnya) tidak tidur, beliau hidup, di perut bumi. Awal mula kufur adalah keyakinan bahwa di dalam kuburnya, orang tidur dalam jangka waktu yang tak terhingga. Artinya, kalian tidak pernah bangkit lagi. Ketika kalian tidur—berakhirlah sudah, kalian tidur dan tidak pernah bangun lagi. Itulah pola pikir orang-orang yang bersifat materialis dan atheis. Sekarang orang-orang mengikuti gaya hidup orang-orang Barat, dan mereka memberi ide-ide bodoh yang tidak masuk akal kepada orang-orang, membuat mereka tidak percaya kepada sesuatu yang berasal dari Surga. Mereka menyangkal keberadaan Rasul, kitab-kitab suci, dan segala yang berasal dari Surga. Dan itu adalah gaya hidup baru, sesuatu yang baru di mana Muslim juga berkata, “Tidur di sini selamanya, kalian tidak akan bangun, kalian tidak akan kembali lagi. Kesempatanmu (firsat hayati) sudah berakhir, dan kalian berada di jalan yang tidak berujung. Kalian pergi dan baru saja terpisah dari kami dan kami tidak akan pernah bersamamu lagi.” Dan ini membuat orang-orang bertambah sedih, tidak bahagia, tidak punya harapan, dan jatuh ke dalam kegelapan dan akan berakhir di sana, dia tidak akan datang bersamamu lagi. Setiap kejahatan berasal dari negri-negri Barat dan semua ide buruk berasal dari para filusuf. Mereka mempunyai khayalan dan imaginasi, mereka membayangkan dan mengatakan sesuatu dan orang-orang yang tidak berpikir dengan cepat mengejar mereka dan berkata, “Engkau benar,” dan setiap gagasan yang berasal dari filusuf itu bertentangan dengan semua keyakinan surgawi. Mereka menggunakannya dalam berbagai hal, bekerja dengannya sampai ide itu membuat pengaruh pada pikirannya. Mereka menggunakan surat kabar, majalah, TV, media penyiaran, bioskop, film, sinema, dan segalanya. Ide itu mereka tempatkan sebagai racun, dan lebih istimewanya lagi mereka mengontrolnya, mereka berusaha untuk mengontrol segalanya, termasuk di bidang pendidikan. Sejak awal mereka sudah memberikan ide-ide mereka kepada murid-murid sekolah dasar hingga sekolah tinggi dan universitas. Dan ketika mereka lulus, mereka menjadi atheis, tidak percaya kepada sesuatu yang bersifat spiritual. Mereka bagaikan batu atau kayu dan robot, mereka hanya makan, minum dan bekerja.
Di luar ide-ide ini mereka tidak pernah sanggup memikirkannya. Pikiran mereka menjadi rusak terhadap segala sesuatu yang berasal dari Surga. Mereka menjadi robot tanpa perasaan, pikiran atau pemahaman, karena mereka terjebak dalam sifat materialistik mereka dan mereka berada dalam kegelapan. Matahari tidak pernah menyinari mereka lagi di siang hari. Dan malam hari akan menjadi lebih buruk bagi mereka. Lewat kegelapan mereka semakin ketakutan dan tidak punya harapan dan kesedihan yang mendalam menutupi mereka.
Itu adalah awal hukuman bagi orang-orang yang menyangkal spiritualitas dalam umat manusia dan makhluk spiritual dalam umat manusia. Itulah yang menjadi sumber semua krisis, masalah, kesulitan, dan penderitaan yang dialami manusia. Itulah alasan utamanya. Tidak ada jalan untuk menyelamatkan mereka dengan aspek material. Mereka tidak dapat melakukan apa pun. Berlari, seperti orang yang terjatuh ke dalam sumur yang dalam—dia tidak dapat melakukan apapun kecuali menangkap apa yang dikirimkan kepadanya, misalnya seutas tali, dia bisa menangkapnya dan mungkin saja dia bisa dikeluarkan. Jika dia tidak mengambil apa yang dikirimkan kepadanya itu, dia tidak akan bisa menyelamatkan dirinya dan selamanya akan berada di sana, tinggal di sana sampai mati. Itulah alasan bahwa Allah SWT mengirimkan tali surga-Nya kepada umat manusia agar mereka menangkap dan menjaganya, sehingga mereka bisa keluar dari segala krisis, kesulitan, penderitaan dan masalah. Biang masalah yang sejati adalah orang-orang atheis. Pertama, mereka membuka pintu bagi semua bangsa dan masyarakat umum sehingga orang-orang mengejarnya. Ketika orang berduyun-duyun mendatanginya, tiba-tiba pintu itu tertutup, seperti orang-orang Mesir di masa lampau yang membawa mumi fir’aun, mereka masuk dan meletakkan mumi itu di sebuah ruangan yang telah disiapkan. Ada sebuah pintu masuk yang dibangun secara khusus agar mereka bisa memasukinya. Ketika mereka meninggalkan tubuh itu di sana, mereka lalu bergerak dari suatu tempat yang telah mereka persiapkan, sentuhan membuat bebatuan datang dan menutup ruangan di mana tergeletak tubuh fir’aun itu. Jadi tak seorang pun yang tahu bagaimana mereka bisa masuk, karena keempat dindingnya terlihat sama, tidak tahu dari dinding yang mana mereka masuk untuk meletakkan tubuh itu. Kadang-kadang mereka juga membawa ratu bersamanya. Ratu itu juga mengalami hal yang sama dan mati di sana. Pengikut Setan ini, orang-orang atheis, menempatkan orang-orang sedemikian rupa dan mereka menutup pintu keluar dari segala tempat sehingga orang-orang yang bersama mereka tidak dapat menemukan jalan keluar dan akan mati di sana. Oleh sebab itu kita katakan bahwa biang masalah yang utama adalah orang-orang atheis. Mereka semua menyangkal segala hal yang diturunkan dari langit. Mereka seperti bebatuan yang tidak pernah mengerti posisi surgawi, dan orang-orang mendatanginya, mereka menempatkan orang-orang itu di dalamnya, dengan ide-ide mereka, sampai akhirnya sudah terlambat bagi orang-orang itu untuk menyadari bahwa mereka telah tertipu. Sekarang semua orang di dunia tengah terjebak, bagaikan fir’aun yang diletakkan di ruangannya; orang-orang terjebak melalui jebakan orang-orang atheis. Sepanjang mereka masih atheis, tidak ada jalan untuk menyelamatkan mereka. Mereka akan mati di sana dan tidak akan bahagia dan selamat, jalan satu-satunya, jika mereka dapat meraih tali yang dikirimkan dari Surga, barulah mereka bisa selamat. Semuanya akan mati, lima di antara enam orang akan tewas, karena semuanya terjebak dalam penjara materialis. Mereka percaya kepadanya dan akan mati di sana. Tidak ada jalan kecuali dengan meraih tali yang telah dikirim dari Surga. Sepanjang mereka masih menyangkal, mereka akan mati. Itulah Keadilan Ilahi. Sejak awal Muharram 1423 satu per satu semuanya akan dibersihkan. Yang pertama akan mati adalah ketua-ketua mereka sementara markas besarnya akan diambil satu per satu. Kita berada di bagian permulaan sekarang. Kalian dapat menyaksikan kejadian yang terjadi di mana-mana. Kejadian itu akan berlangsung lebih banyak lagi sampai mereka semua mati—barulah krisis akan selesai. Sekarang mereka berada dalam kegelapan, mereka berada dalam penjara bersama mumi fir’aun. Mereka senang untuk datang. Mereka berpikir bahwa mereka dapat mengatasi segalanya hanya dengan aspek material. Mereka akan melihat apa yang akan terjadi pada mereka. Mereka akan mati. Ini adalah sebuah ringkasan bagi semua manusia dan sekaligus peringatan. Jika mereka bangkit sebelum memasuki penjara itu mereka akan bisa diselamatkan. Tetapi bila mereka masuk dan ditempatkan bersama fir’aun di sana… fir’aun menipu orang dengan mengatakan, “Aku adalah Tuhanmu, Aku akan menyelamatkanmu.” Dan dia tidak pernah menyelamatkan dirinya sendiri. Dan orang-orang bodoh yang mengikutinya sekarang menunggu kapan fir’aun akan bangkit dan menyelamatkan mereka. Dan tiba-tiba dinding itu runtuh menimpa orang-orang yang mengharapkan sesuatu darinya sehingga mereka juga akan terkubur di sana. Semoga Allah SWT melindungi kita agar tidak bersama fir’aun, tiran, setan, tetapi agar kita bersama orang-orang yang mulia, para Nabi dan Rasul serta Awliya, dan agar kita senantiasa mempertahankan jalan mereka. Siapa yang minta agar dirinya diselamatkan, dia harus mengikuti jalan orang-orang suci, Awliya dan Anbiya, serta Rasulullah yang paling mulia, Sayyidina Muhammad SAW.
Berusahalah untuk Menjadi Hamba yang Baik
Lefke, Siprus: 24 April 2002
A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin
As-salamu alaykum… Syukur Allaha, Syukur kepada Allah SWT. Kita memohon kepada-Nya agar kita menjadi hamba yang patuh. Setiap orang adalah hamba Allah SWT, bahkan Setan pun termasuk hamba-Nya juga, tetapi dia adalah hamba yang buruk, dan barang siapa yang mengikuti jejaknya, maka dia termasuk hamba yang buruk. Nama-nama hamba yang buruk tertulis pada sebuah daftar dan karena mereka bukan hamba yang baik maka mereka akan dihukum. Hamba yang buruk adalah hamba yang tidak patuh. Mereka patuh kepada Setan tetapi tidak patuh kepada Allah SWT. Hamba yang baik adalah hamba yang menghormati dan menjalankan perintah Allah SWT. Mereka adalah hamba yang patuh, hamba yang baik dan merupakan hamba Allah SWT. Hamba yang tidak baik adalah hamba Setan.
Satu hal yang harus diingat oleh setiap orang adalah bahwa mereka harus berusaha untuk menjadi hamba yang baik, jangan menjadi hamba yang buruk. Setiap orang harus mencoba mengikuti jejak Rasul, khususnya Rasul terakhir Sayyidina Muhammad SAW. Kita tidak mengatakan bahwa kita adalah orang-orang yang tidak berdosa, tidak. Orang-orang yang bersih dari dosa hanyalah para Rasul dan juga Awliya yang telah mencapai maqam di mana mereka dilindungi dari godaan Setan sehingga mereka bersih dari dosa. Tetapi orang-orang biasa seperti kita adalah para pendosa, tidak ada yang dapat mengatakan bahwa dirinya selalu bersih tanpa dosa, ‘Saya melakukan segala hal sesuai dengan tuntunan Allah SWT kepada saya.’ Tidak ada yang dapat mengaku bahwa ‘Saya bukan pengikut Setan’ 100%. Mungkin 99% kalian tidak mengikutinya tetapi 1% saja kalian mengikutinya maka kalian bisa jatuh dan melakukan perbuatan dosa. Ayah dari semua umat manusia, Sayyidina Adam AS, jatuh ke dalam sebuah dosa, satu dosa, hanya sekali. Beliau tidak bersalah, melainkan seluruh generasi yang dibawa di punggungnya, generasi yang baik dan yang buruk. Dan para Awliya berbicara dari ajaran Rasulullah SAW yang sangat mulia bahwa Sayyidina Adam AS tidak akan melakukan hal yang bertentangan dengan perintah atau nasihat Allah SWT, tetapi dari generasinya yang kafir, yang tidak patuh, para pendosa, dan orang-orang yang jahatlah yang menggerakkannya melakukan dosa itu. Bahkan Adam AS tidak sanggup menghentikan dirinya sendiri, sebab milyaran generasinya yang akan muncul ke dunia ini dan akan menjadi orang-orang kafir, pengikut Setan, kaki tangan Setan, para pembuat kerusakan, pendosa, orang-orang munafik, mereka semua mendorongnya dan beliau tidak dapat menghentikan dirinya, seperti halnya angin yang kencang mendorong kalian seperti ini… Mereka yang memakannya, bukan Adam SWT.
Oleh sebab itu kita semua adalah para pendosa, tetapi Allah SWT menjadikan Tobat dan Istighfar untuk membersihkan hamba-hamba-Nya. Karena setiap orang yang berbuat dosa akan menjadi kotor, dia tidak bersih dan dengan cepat akan menjadi orang yang kotor. Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang tidak menerima eksistensi Allah SWT dan Keesaan-Nya, adalah orang yang kotor.” Dan Allah SWT memerintahkan Rasul-Nya, “Jangan membiarkan mereka untuk mendekati Rumah Suci-Ku di Makkah al-Mukarama. Jangan biarkan mereka datang ke sini sekali lagi. Mereka semua adalah orang-orang yang kotor. Suruh mereka pergi.” Setiap dosa membuat orang menjadi kotor. Mereka harus bersih. Begitu cepatnya… Setiap orang yang merasakan atau mengetahui bahwa dia telah melakukan kesalahan atau pelanggaran terhadap perintah Allah SWT, dia harus mengucapkan, "Taubat Yaa Rabbi, Astaghfirullah, baru saja Aku mengikuti Setan dan sekarang Aku menjadi kotor, Aku memohon ampun.” Sampai ampunan datang kepada kalian, kalian adalah orang-orang yang kotor dan ampunan itu datang bila seorang hamba mengucapkan “Astaghfirullah, Taubat yaa Rabbi, Taubat yaa Rabbi, Astaghfirullah.” Yang berarti, “Wahai Tuhanku, baru saja Aku mengikuti Setan dan Aku melakukan perbuatan yang salah, Aku telah berdosa. Sekarang Aku memohon ampun, Aku akan meninggalkan perbuatan itu, Aku tidak akan mengikutinya lagi, Aku berpaling kepada-Mu, Wahai Tuhanku ampunilah aku.” Dan Dia mengampuni.
Rasulullah SAW pernah bersabda, “Suatu kali Setan merasa sangat menyesal, dan dia berkata, ‘Aku berusaha untuk menjerumuskan anak-anak Adam AS ke dalam dosa agar mereka semua habis.’ Jika seseorang jatuh ke dalam dosa berarti dia baru saja menghancurkan dirinya sendiri, seperti yang terjadi akhir-akhir ini di mana orang meletakkan sesuatu pada tubuhnya lalu benda itu meledak dan ikut menewaskannya, menghancurkan dirinya sendiri. Dan dosa-dosa itu membuat anak-anak Adam AS menghancurkan Iman dan kepatuhan serta ibadah mereka, tidak seperti orang yang menghancurkan dirinya secara fisik, tetapi sungguh, bila seseorang melakukan suatu perbuatan dosa, dia menghancurkan kepatuhannya dan kehidupan spiritualnya akan berakhir. Setan berkata, ‘Sebagaimana ketika Aku membuat mereka menghancurkan Iman, penghambaan, dan kepatuhan mereka; mereka juga menghancurkan aku ketika mereka mengucapkan, ‘Astaghfirullah, Tubtu wa rajatu ila-llah’. Wahai Tuhanku, Aku memohon ampun, Aku melakukan kesalahan dan Aku menyesal, Aku memohon ampun, berikanlah ampunan-Mu kepadaku dan peliharalah Aku dalam lindungan-Mu, tempatkanlah Aku dalam area perlindungan-Mu.’ (Ketika mereka mengucapkan ini) Setan akan benar-benar menyesal. Dia akan mengeluh terhadap anak-anak Adam AS, dia begitu lelah untuk membuat mereka bersamanya di Neraka, menjadikan mereka kotor, dan orang yang kotor tidak akan mendapat rahmat, tetapi dia mengeluh, ‘Aku begitu lelah, dan ketika mereka berkata, ‘Wahai Allah SWT, Astaghfirullah, Aku telah melakukan kesalahan, ampunilah aku’, maka semua pekerjaanku sia-sia, Aku kehilangan segalanya.’ Oleh sebab itu wahai para pengikut, kita memohon untuk mengikuti jejak Awliya, penerus Rasulullah SAW. Para Awliya menjadi Awliya karena mereka mengikuti jejak Rasulullah SAW. Siapa yang mengikuti jejak Rasulullah SAW, dia akan menjadi Wali, Awliya. Jika tidak, mereka bukan Awliya. Kita berusaha untuk mengikuti langkah para Awliya, karena langkah mereka adalah langkah para Rasul. Jika kalian ingin menyelamatkan diri kalian secara fisik dan spiritual dan selamanya, maka ikutilah langkah para Awliya. Kita begitu lemah untuk mengikuti langkah para Rasul, karena dibutuhkan Iman yang kuat sehingga kalian bisa berpijak di jalur yang benar dengan mantap. Jika kalian tidak mempunyai 'qadama sidqin', kalian belum memiliki langkah yang benar, kalian tidak dapat melangkah di jalan yang benar, tidak bisa. Jalan yang benar menuntut langkah yang benar. Langkah yang benar dilakukan oleh kaki yang benar. Kaki yang benar adalah milik hati yang benar, jika hati kalian tidak benar, dia tidak bisa memerintahkan kaki kalian untuk berpijak dengan benar.
Oleh sebab itu perhatikanlah—seseorang yang mempunyai langkah yang benar, ikutilah mereka. Siapa pun dia, kalian boleh mengikutinya. Jika tidak, kalian akan mengikuti langkah Setan dan siapa pun yang mengikuti Setan, dia akhirnya akan sampai ke Neraka. Dan lewat Neraka, dia akan menyesal, tetapi itu sudah terlambat, habis sudah. Sekarang kalian disambut dengan tangan terbuka di kota yang suci ini, mungkin baru pertama kali kalian mengunjunginya, dan itu adalah suatu kehormatan, jika kalian berbicara mengenai kehormatan tanah ini, kita tidak akan menyelesaikannya hingga kiamat. Ini adalah daerah yang paling suci bagi ummat Muslim, Syam-u-syarif. Awwalu syam, akharu syam--Hari Perhitungan (hisab) akan berada di sini, semua Awliya dan Anbiya datang ke sini, seluruh mukmin datang ke sini, seluruh umat manusia, ketika bangkit dari kuburnya, pasti akan datang ke sini. Beberapa dari mereka akan datang dengan mengendarai Burak. Beberapa di antara mereka dibawa dengan pecut dan tongkat, beberapa orang akan dibawa dengan muka mereka, malaikat yang membawa mereka ke sini. Bersyukurlah bahwa kalian bisa mencapai tanah yang suci dan dirahmati ini, rahmatullah--jika datang kepada orang yang kafir, akhirnya dia akan mati dalam keadaan Muslim. Semoga Allah SWT mengampuni Saya dan memberkati kalian semua dan menjadikan pertemuan kita sebagai pertemuan yang suci dan kita semua diizinkan untuk bertemu Imam Mahdi AS di sini untuk mengambil bayat dari beliau di bawah bendera suci Rasulullah SAW. Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Aziiz Allah…….Karim Allah…….Subhan Allah….Sulthan Allah…
Berusahalah untuk menjadi hamba Sang Sultan… Sultan yang abadi. Dari masa pra keabadian hingga masa yang abadi Dia adalah Tuhan Pemilik Surga, Allah SWT. Berusahalah untuk menjadi terhormat dengan pelayanan kepada-Nya. Berikanlah waktumu lebih banyak untuk mengabdi kepada-Nya, kurangi waktumu untuk dunia, jadikan dia rendah, dan tingkatkan penyembahanmu kepada Allah SWT, agar bisa merasakan kerajaan dan kedaulatan-Nya yang abadi… demi kemuliaan hamba Allah SWT yang paling mulia, Sayyidina Muhammad SAW, dan untuk kemuliaan semua Nabi dan Awliya, khususnya karena kita berada dalam hudhur, kehadiran yang suci, dari Uwais al-Qarani RA dan seluruh Anbiya dan Awliya, untuk kemuliaan mereka semoga Allah SWT memberikan kita… Faatiha.
Adalah keajaiban terbesar ketika hamba Allah SWT tetap berada dalam keadaan mustaqim...
Ada 7 Raja Jin di sekeliling Uwais al-Qarani RA, melindungi Syam...
07 July 2008
Perantaraan Wali
Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani QS
A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin
Kita harus gembira. Tak perlu bersedih. Allah SWT telah menciptakan kalian. Jika Dia tidak menciptakan kalian, kalian tidak akan pernah ada. Berusahalah untuk selalu bergembira dan puas terhadap kondisi yang telah digariskan Allah SWT kepada kalian. Jangan pernah berkeberatan, apa pun yang kalian jumpai dalam hidup ini. Jika kalian melihatnya dengan perspektif yang baik, kalian akan merasakan kebaikannya. Sebaliknya, jika kalian melihatnya dengan perspektif yang buruk, kalian juga akan mendapatkan keburukan dalam diri kalian.
Mas Kawin Fatima az-Zahra AS
© 1993, Haqqani Islamic Trust
7007 Denton Hill