Showing posts with label Tobat. Show all posts
Showing posts with label Tobat. Show all posts

10 November 2008

Mengikuti Langkah yang Benar

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

Lefke, Siprus: 24 April 2002

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


As-salamu alaykum… Syukur Allaha, Syukur kepada Allah SWT.  Kita memohon kepada-Nya agar kita menjadi hamba yang patuh.  Setiap orang adalah hamba Allah SWT, bahkan Setan pun termasuk hamba-Nya juga, tetapi dia adalah hamba yang buruk, dan barang siapa yang mengikuti jejaknya, maka dia termasuk hamba yang buruk.  Nama-nama hamba yang buruk tertulis pada sebuah daftar dan karena mereka bukan hamba yang baik maka mereka akan dihukum.  Hamba yang buruk adalah hamba yang tidak patuh.  Mereka patuh kepada Setan tetapi tidak patuh kepada Allah SWT.  Hamba yang baik adalah hamba yang menghormati dan menjalankan perintah Allah SWT.  Mereka adalah hamba yang patuh, hamba yang baik dan merupakan hamba Allah SWT.  Hamba yang tidak baik adalah hamba Setan.

Satu hal yang harus diingat oleh setiap orang adalah bahwa mereka harus berusaha untuk menjadi hamba yang baik, jangan menjadi hamba yang buruk.  Setiap orang harus mencoba mengikuti jejak Rasul, khususnya Rasul terakhir Sayyidina Muhammad SAW.  Kita tidak berkata bahwa kita adalah orang-orang yang tidak berdosa, tidak.  Orang-orang yang bersih dari dosa hanyalah para rasul dan juga awliya yang telah mencapai maqam di mana mereka dilindungi dari godaan Setan sehingga mereka bersih dari dosa.  Tetapi orang-orang biasa seperti kita adalah para pendosa, tidak ada yang dapat mengatakan bahwa dirinya selalu bersih tanpa dosa, ‘Saya melakukan segala hal sesuai dengan tuntunan Allah SWT kepada saya.’  Tidak ada yang dapat mengaku bahwa ‘Saya bukan pengikut Setan’ 100%.  Mungkin 99% kalian tidak mengikutinya tetapi 1% saja kalian mengikutinya maka kalian bisa jatuh dan melakukan perbuatan  dosa.  Ayah dari semua umat manusia, Sayyidina Adam AS, jatuh ke dalam sebuah dosa, satu dosa, hanya sekali.  Beliau tidak bersalah, melainkan seluruh generasi yang dibawa di punggungnya, generasi yang baik dan jahat. Dan para Awliya berbicara dari ajaran Rasulullah SAW yang sangat mulia bahwa Sayyidina Adam AS tidak akan melakukan hal yang bertentangan dengan perintah atau nasihat Allah SWT, tetapi dari generasinya yang kafir, yang tidak patuh, para pendosa, dan orang-orang yang jahatlah yang menggerakkannya melakukan dosa itu.  Bahkan Adam AS tidak sanggup menghentikan dirinya sendiri, sebab milyaran generasinya yang akan muncul ke dunia ini dan akan menjadi orang-orang kafir, pengikut Setan, antek-antek Setan, para pembuat kerusakan, pendosa, orang-orang munafik, mereka semua mendorongnya dan beliau tidak dapat menghentikan dirinya, seperti halnya angin yang kencang mendorong kalian seperti ini… Mereka yang memakannya, bukan Adam AS.

Oleh sebab itu kita semua adalah para pendosa, tetapi Allah SWT menjadikan tobat dan istighfar untuk membersihkan hamba-hamba-Nya.  Karena setiap orang yang berbuat dosa akan menjadi kotor, dia tidak bersih dan dengan cepat akan menjadi orang yang kotor.  Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang tidak menerima eksistensi Allah SWT dan Ke-Esaan-Nya, adalah orang yang kotor.”  Dan Allah SWT memerintahkan Rasul-Nya, “Jangan membiarkan mereka untuk mendekati Rumah Suci-Ku di Mekah al-Mukarama.  Jangan biarkan mereka datang ke sini sekali lagi.  Mereka semua adalah orang-orang yang kotor.  Suruh mereka pergi.”  Setiap dosa membuat orang menjadi kotor.  Mereka harus bersih.  Begitu cepatnya… Setiap orang yang merasakan atau mengetahui bahwa dia telah melakukan kesalahan atau pelanggaran terhadap perintah Allah SWT, dia harus mengucapkan, "Taubat Yaa Rabbi, Astaghfirullah, baru saja Aku mengikuti Setan dan sekarang Aku menjadi kotor, Aku memohon ampun.”  Sampai ampunan datang kepada kalian, kalian adalah orang-orang yang kotor dan ampunan itu datang bila seorang hamba mengucapkan “Astaghfirullah, Taubat yaa Rabbi, Taubat yaa Rabbi, Astaghfirullah.”  Yang berarti, “Wahai Tuhanku, baru saja Aku mengikuti Setan dan Aku melakukan perbuatan yang salah, Aku telah berdosa.  Sekarang Aku memohon ampun, Aku akan meninggalkan perbuatan itu, Aku tidak akan mengikutinya lagi, Aku berpaling kepada-Mu, Wahai Tuhanku ampunilah aku.”  Dan Dia mengampuni.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Suatu kali Setan merasa sangat menyesal, dan dia berkata, ‘Aku berusaha untuk menjerumuskan anak-anak Adam AS ke dalam dosa agar mereka semua habis.’  Jika seseorang jatuh ke dalam dosa berarti dia baru saja menghancurkan dirinya sendiri, seperti yang terjadi akhir-akhir ini di mana orang meletakkan sesuatu pada tubuhnya lalu benda itu meledak dan ikut menewaskannya, menghancurkan dirinya sendiri.  Dan dosa-dosa itu membuat anak-anak Adam AS menghancurkan Iman dan kepatuhan serta ibadah mereka, tidak seperti orang yang menghancurkan dirinya secara fisik, tetapi sungguh, bila seseorang melakukan suatu perbuatan dosa, dia menghancurkan kepatuhannya dan kehidupan spiritualnya akan berakhir.  Setan berkata, ‘Sebagaimana ketika Aku membuat mereka menghancurkan Iman, penghambaan, dan kepatuhan mereka; mereka juga menghancurkan aku ketika mereka mengucapkan, ‘Astaghfirullah, Tubtu wa rajatu ila-llah’. Wahai Tuhanku, Aku memohon ampun, Aku melakukan kesalahan dan Aku menyesal, Aku memohon ampun, berikanlah ampunan-Mu kepadaku dan peliharalah Aku dalam lindungan-Mu, tempatkanlah Aku dalam area perlindungan-Mu.’  (Ketika mereka mengucapkan ini) Setan akan benar-benar menyesal.  Dia akan mengeluh terhadap anak-anak Adam AS, dia begitu lelah untuk membuat mereka bersamanya di Neraka, menjadikan mereka kotor, dan orang yang kotor tidak akan mendapat rahmat, tetapi dia mengeluh, ‘Aku begitu lelah, dan ketika mereka berkata, ‘Wahai Allah SWT, Astaghfirullah, Aku telah melakukan kesalahan, ampunilah aku’, maka semua pekerjaanku sia-sia, Aku kehilangan segalanya.’  Oleh sebab itu wahai para pengikut, kita memohon untuk mengikuti jejak awliya, penerus Rasulullah SAW.  Para awliya menjadi awliya karena mereka mengikuti jejak Rasulullah SAW.  Siapa yang mengikuti jejak Rasulullah SAW, dia akan menjadi wali, awliya.  Jika tidak, mereka bukan awliya.  Kita berusaha untuk mengikuti langkah para awliya, karena langkah mereka adalah langkah para rasul.  Jika kalian ingin menyelamatkan diri kalian secara fisik dan spiritual dan selamanya, maka ikutilah langkah para awliya.  Kita begitu lemah untuk mengikuti langkah para Rasul, karena dibutuhkan Iman yang kuat sehingga kalian bisa berpijak di jalur yang benar dengan mantap.  Jika kalian tidak mempunyai 'qadama sidqin', kalian belum memiliki langkah yang benar, kalian tidak dapat melangkah di jalan yang benar, tidak bisa.  Jalan yang benar menuntut langkah yang benar. Langkah yang benar dilakukan oleh kaki yang benar.  Kaki yang benar adalah milik hati yang benar, jika hati kalian tidak benar, dia tidak bisa memerintahkan kaki kalian untuk berpijak dengan benar. 

Oleh sebab itu perhatikanlah—seseorang yang mempunyai langkah yang benar, ikutilah mereka.  Siapa pun dia, kalian boleh mengikutinya.  Jika tidak, kalian akan mengikuti langkah Setan dan siapa pun yang mengikuti Setan, dia akhirnya akan sampai ke Neraka.  Dan lewat Neraka, dia akan menyesal, tetapi itu sudah terlambat, habis sudah.  Sekarang kalian disambut dengan tangan terbuka di kota yang suci ini, mungkin baru pertama kali  kalian mengunjunginya, dan itu adalah suatu kehormatan, jika kalian berbicara mengenai kehormatan tanah ini, kita tidak akan menyelesaikannya hingga kiamat.   Ini adalah daerah yang paling suci bagi umat Muslim, Syam-u-syarif.  Awwalu syam, akharu syam--Hari Perhitungan (hisab) akan berada di sini, semua Awliya dan Anbiya datang ke sini, seluruh mukmin datang ke sini, seluruh umat manusia, ketika bangkit dari kuburnya, pasti akan datang ke sini.  Beberapa dari mereka akan datang dengan mengendarai Burak.  Beberapa di antara mereka dibawa dengan pecut dan tongkat, beberapa orang akan dibawa dengan muka mereka, malaikat yang membawa mereka ke sini.  Bersyukurlah bahwa kalian bisa mencapai tanah yang suci dan dirahmati ini, rahmatullah--jika datang kepada orang yang kafir, akhirnya dia akan mati dalam keadaan Muslim.  Semoga Allah SWT mengampuni Saya dan memberkati kalian semua dan menjadikan pertemuan kita sebagai pertemuan yang suci dan kita semua diizinkan untuk bertemu Imam Mahdi AS di sini untuk mengambil bayat dari beliau di bawah bendera suci Rasulullah SAW.   Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Aziiz Allah…….Karim Allah…….Subhan Allah….Sulthan Allah…

Berusahalah untuk menjadi hamba Sang Sultan… Sultan yang abadi.  Dari masa pra keabadian hingga masa yang abadi Dia adalah Tuhan Pemilik Surga, Allah SWT.  Berusahalah untuk menjadi terhormat dengan pelayanan kepada-Nya.  Berikanlah waktumu lebih banyak untuk mengabdi kepada-Nya, kurangi waktumu untuk dunia, jadikan dia rendah, dan tingkatkan penyembahanmu kepada Allah SWT, agar bisa merasakan kerajaan dan kedaulatan-Nya yang abadi… demi kemuliaan hamba Allah SWT yang paling mulia, Sayyidina Muhammad SAW, dan untuk kemuliaan semua nabi dan awliya, khususnya karena kita berada dalam hudur, kehadiran yang suci, dari Uwais al-Qarani RA dan seluruh anbiya dan awliya, untuk kemuliaan mereka semoga Allah SWT memberikan kita… Faatiha.

Adalah keajaiban terbesar ketika hamba Allah SWT tetap berada dalam keadaan mustaqim...

Ada 7 Raja Jin di sekeliling Uwais al-Qarani RA, melindungi Syam...

19 July 2008

Karakteristik Hamba Allah SWT

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Tobat

Tobat berarti tidak menuruti kemauan keempat musuh utama kita, yaitu: nafs (ego), hawa (keinginan untuk menonjolkan diri), dunya, dan Setan. Seseorang bisa mengikuti Tuhannya atau bersama keempat musuhnya tadi. Jika seseorang memohon untuk kembali kepada Tuhannya, dia harus berjuang melawan keempat musuhnya dan tidak mendengarkan perintah mereka.


Bagaimana Caranya agar Kita Diterima di Sisi Allah SWT?
Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS menggambarkan bagaimana seorang Darwis bisa diterima sebagai hamba Allah SWT. “Dia harus memiliki satu karakter masing-masing dari tiga macam binatang.” Beliau berkata, “Dari keledai, dia harus mampu menanggung beban dengan sabar dan tidak mengeluh. Jika dia tidak dapat melakukan hal itu dia tidak akan berhasil, sebab tanpa kesabaran orang tidak akan bisa mengemban tanggung jawab dalam kehidupannya.”

Dari anjing, dia harus belajar bersikap loyal kepada majikannya. Jika seorang majikan menyuruh anjingnya untuk tinggal di suatu tempat sampai dia kembali, anjing itu akan menurut, bahkan ia akan tinggal di sana sampai mati. Jika si pemilik memukul dan mengusirnya, anjing itu akan tetap kembali dengan ekor dikipas-kipas ketika majikannya memanggilnya.

Akhirnya ketika orang terlihat seperti babi, dia harus tahu bahwa egonya lebih kotor dan menjijikan daripada seekor babi. Kotornya babi adalah karena faktor eksternal, yaitu karena memakan makanan yang kotor. Tetapi kotornya ego berasal dari dalam dan timbul karena melawan Tuhannya. Seorang manusia yang sempurna harus mempunyai karakter di mana dia selalu mampu menerima segala hinaan yang ditujukan kepadanya, baik dengan ucapan atau perbuatan, karena dia tahu sesungguhnya egonya lebih kotor dan hina.

Ketiga karakter tersebut bisa membuat orang merasa tentram dan hatinya penuh kepuasan. Hanya dengan jalan ini dia bisa mencapai kesenangan dalam hidupnya. Ini adalah karakteristik yang dimiliki nabi dan rasul serta para awliya.


12 Karakter Positif dari Anjing
Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS berkata, “Ada 12 karakter positif dari anjing yang bisa ditemukan dalam diri nabi dan rasul serta para awliya, di antaranya adalah:

Tidak pernah melupakan kebaikan; mereka tidak melupakan siapa saja yang pernah berbuat baik kepadanya. Mereka selalu sabar dan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan kepada mereka. Mereka tidak marah kepada pemiliknya, bahkan jika mereka dipukul dan diusir, mereka akan tetap datang dengan senang hati ketika pemiliknya memanggil mereka. Mereka rendah hati, penurut, jujur, dapat dipercaya, ramah, loyal, selalu ingat kepada pemiliknya dan tidak pernah berkhianat. Mereka puas dengan hal-hal yang sedikit, mereka bersifat ‘zahid’ tidak peduli dengan apa yang ada di dunia ini. Mereka tidak memiliki apa-apa di dunia ini, bahkan mereka tidak punya tempat untuk mereka sendiri. Mereka bisa tidur di mana saja dan jika seseorang melemparkan batu kepadanya, dengan segera mereka bangkit dan pergi ke tempat lain. Mereka sangat jarang tidur, tidak tidur berlebihan dan dengan mudah dapat terjaga.

Jika seseorang memiliki karakter di atas, dia adalah seorang wali. Kedua belas sifat itu dimiliki oleh nabi dan rasul serta para awliya.


Allah SWT Menguji Hamba-Hamba-Nya
Allah SWT menguji hamba-hamba-Nya untuk melihat apakah mereka sabar dalam menerima ujian tersebut. Kita harus selalu ingat akan hal ini agar pada saat sesutu terjadi menimpa kita, kita akan kuat menghadapinya. Kita harus tetap bersabar saat menghadapi serangan pertama, kita harus tetap menjaga iman kita agar kekuatan kita akan bertambah dan sebaliknya musuh akan semakin lemah. Musuh kita yang sebenarnya adalah ego kita. Dalam jihad akbar melawan ego, siapa yang bersabar akan menang dan seorang pemarah akan kalah.


Akankah Kalian Bersabar?
Kesabaran adalah tindakan melawan semua keinginan ego. Ada 3 tipe kesabaran, yaitu:

Sabar dengan ketidaknyamanan fisik
Misalnya bangun di pagi hari yang dingin untuk melaksanakan salat, berwudu dengan air yang dingin, antri, tidak merasakan kenyamanan ketika sedang sakit, atau ketika sedang menyelesaikan tugas yang sulit dan sebagainya. Allah SWT sangat menghargai orang yang tetap bersabar dan teguh dalam melaksanakan ibadah di tengah berbagai kesulitan seperti itu.

Menahan diri dari segala hal yang dilarang
Sebuah hadis mengatakan, “Hidup sebagai hamba dan menjauhi hal-hal yang dilarang adalah lebih berharga dibandingkan ibadah seluruh malaikat, manusia dan jin selama hidupnya.”

Bersabar dalam menghadapi orang yang mengganggu kita.
Ini adalah tipe kesabaran yang paling baik di antara ketiganya. Al-Qur’an mengatakan, “Kami menguji beberapa di antara kalian dengan orang-orang lainnya di antara kalian.”

Kesabaran adalah hal yang paling penting dalam hidup manusia. Jika kalian mempunyai kesabaran, seluruh kebaikan akan kalian dapatkan. Pandangan Allah SWT ada pada kalian, jadi akankah kalian bersabar?


Tanda bagi Kesehatan Spiritual
Seseorang yang mempunyai karakter baik juga mempunyai kehidupan spiritual yang sehat. Dari jumlah keluhan seluruh orang mungkin kalian bisa mengetahui berapa banyak karakter buruk yang masih tertinggal dalam diri seseorang. Ketika kalian bisa menghilangkan seluruh keluhan kalian, kalian akan tahu bahwa kalian sehat dan tidak ada lagi karakter buruk yang tertinggal.

Hal ini sangat penting karena seseorang dengan karakter yang baik, jika dia tidak mempunyai keluhan lagi berarti dia memiliki kesabaran dan ini berarti dia mempunyai iman yang sejati. Ketika kalian bisa melepaskan diri dari tarikan sifat burukmu, tidak ada lagi kesulitan yang akan menimpa kalian baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat. Kalian harus ingat bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendak Allah SWT. Inilah kuncinya, obat bagi penyakit hati. Kalian harus berkata, “Mengapa aku harus mengeluh, bila Allah SWT memerintahkan ini harus terjadi?” Bila kalian mampu mengingat hal ini kalian akan merasa puas dengan segala kehendak-Nya dan akan setuju dengan semua itu.


Kekafiran yang Tersembunyi
Jika seseorang tidak sadar bahwa Penglihatan Allah SWT tertuju padanya, di mana pun dia berada dan kapan saja, maka dia bukanlah seorang Mukmin, atau orang yang beriman. Kalian harus membayangkan dalam hati bahwa Penglihatan Allah SWT selalu bersama kita. Jika kalian melupakannya, kalian akan absen dalam Hadirat-Nya dan sebaliknya akan hadir di hadapan ego. Segala tindakan yang baik akan timbul dengan tetap menjaga kesadaran ini dalam ingatan kalian.

Jika seseorang melakukan tindakan yang tidak disukai oleh Allah SWT, Rasulullah SAW dan para awliya, itu berarti dia dianggap ‘kafir yang tersembunyi’, orang yang tidak beriman yang tersembunyi. Kita diperintahkan untuk membersihkan diri kita baik dari tindakan kafir yang terang-terangan maupun yang tersembunyi. Oleh sebab itu kalian harus selalu berhati-hati dengan segala tindakanmu baik yang terang-terangan maupun yang rahasia. Kalian harus menjaga keseimbanganmu dengan demikian tindakan kalian akan selalu penuh pertimbangan. Kalian harus selalu memperhatikan bahwa tindakan yang sedang dilakukan atau yang akan dilakukan, yakinkanlah dirimu apakah tindakan itu disukai oleh Allah SWT, Rasulullah SAW dan para awliya. Jika kalia mengetahui bahwa tindakan itu akan disukai oleh Allah SWT, Rasulullah SAW dan para awliya, kalian boleh melakukannya, jika tidak kalian harus meninggalkannya.

Jika seseorang selalu mempertimbangkan semua tindakannya di dunia ini, maka tidak ada lagi hisab di Hari Pembalasan. Rasulullah SAW bersabda, “Lebih berharga bagi Allah SWT jika seseorang duduk selama 1 jam untuk bertafakur dan mempertimbangkan tindakannya daripada dia beribadah selamA 70 tahun!” Karena kalian bisa saja menghapus 70 tahun ibadah denga satu tindakan yang tidak disukai Allah SWT, tetapi jika kalian mempertimbangkan tindakanmu lebih dulu dengan pikiranmu, kalian akan bisa melewatinya dan menghindari diri dari keburukannya.


Malayani
—itu Bukan Urusanmu
Malayani
(Bahasa Turki) berarti itu bukan urusanmu, kalian tidak perlu berbicara atau bertindak tentang segala hal yang bukan menjadi urusanmu. Jika seseorang selalu menjaga lidahnya dan peduli dengan segala ucapannya, Allah SWT akan memberikan Hikmah Ilahi kepada lidahnya sehingga dia hanya akan berbicara tentang kebenaran dan kebajikan.

Berbicara tentang hal yang bukan urusanmu akan membuat iman menjadi lemah. Ketika kalian meninggalkan kebiasaan buruk ini, iman kalian akan menjadi kuat. Kalian tidak bisa mengetahui apa yang menjadi urusanmu atau yang bukan. Lewat inspirasi barulah kalian mengetahui mana yang menjadi urusanmu dan mana yang bukan.


Apakah Kita Membangun? atau Menghancurkan?
Jiwa dari semua ibadah kita terdiri atas 3 bagian, yaitu: menjaga lidah dari segala ucapan dan pembicaraan yang dilarang, dengan demikian hanya berbicara yang baik-baik dan meninggalkan yang buruk. Yang kedua adalah menjaga mata dari pengelihatan yang dilarang, tempat-tempat yang kotor dan tindakan yang buruk. Dan ketiga adalah menjaga seluruh organ tubuh kita dari tindakan yang dilarang, baik mendengar, berjalan, menyentuh, berpikir tentang hal-hal yang buruk atau mempunyai niat yang buruk.

Tanpa menjaga mata, lidah dan seluruh organ dari segala yang dilarang, kalian tidak akan bisa mendapat manfaat dari perbuatan dan amal kebaikanmu. Seperti ketika kalian menanam sesuatu, kalian harus merawatnya agar tetap aman dan melindunginya dari hal-hal yang buruk yang bisa membahayakan dirinya. Kita harus tahu apa yang kita kerjakan, apakah kita membangun? Atau menghancurkan? Setiap hal yang dilarang akan merusak bangunan kita, merusak tubuh kita baik secara fisik maupun spiritual.


Pertama, Lawan dulu Dirimu Sendiri
Salah satu tanda dari seorang hamba Allah SWT adalah bisa meletakkan organ tubuh di bawah kehendaknya. Jika seseorang tidak bisa melakukannya dia adalah hamba ego atau nafs. Kalian harus bisa menasihati diri sendiri sebelum menasihati orang lain. Jika dirimu menerima untuk berada dalam pengendalian atau perintahmu barulah orang lain bisa menerima perintahmu. Ini adalah jalan yang diberikan oleh Rasulullah SAW dan para awliya. Pertama mereka melawan diri sendiri dulu, barulah mereka beralih kepada orang lain. Ketika mereka berbicara, perkataan mereka mempunyai pengaruh terhadap orang yang mendengarnya, dan jika seseorang mendengarnya, mustahil dirinya tidak mendapat suatu manfaat dari perkataan Rasulullah SAW atau para awliya. Dia bisa mendapat kekuatan untuk mengotrol egonya dan melangkah ke arah jalan yang benar.

Tidak cukup untuk mengatakan, “Saya adalah Muslim,” dan hanya mengucapkan Syahadat. Kalian harus mencoba untuk menjaga seluruh organ tubuhmu agar jauh dari segala tindakan yang bukan Muslim, jauh dari semua hal yang haram atau yang dilarang.

Wa min Allah at tawfiq