Showing posts with label Mercy Oceans Book 2. Show all posts
Showing posts with label Mercy Oceans Book 2. Show all posts

28 July 2009

Pernikahan

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS 

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu  'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin  wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin 

Dalam Islam pernikahan adalah salah satu perbuatan yang suci.  Pada kenyataannya itu adalah perintah pertama dari Allah SWT kepada umat manusia.  Ini adalah dasar atau fondasi bagi semua karakter yang baik.  Tanpa pernikahan baik pria maupun wanita tidak akan selamat dari godaan setan.  Setiap agama menganjurkan para pemeluknya untuk menikah, dan dalam setiap agama zina merupakan hal yang terburuk.  Baik-buruknya dunia juga tergantung kepada pernikahan ini, menutup pintu terhadap banyak setan dan melindungi manusia agar tidak terjerumus ke neraka. 

Dalam Islam pernikahan adalah fondasi yang suci dan harus dijaga dan dipelihara dengan seksama.  Dalam Islam baik pria maupun wanita mempunyai hak-hak tertentu, dan satu sama lain harus saling menghormati.  Itu adalah nasihat yang diberikan Allah SWT kepada kita.  Suatu pernikahan diberkati Allah SWT  bila keduanya saling menghormati hak-haknya.  Pernikahan adalah fondasi dan keluarga adalah bangunan sosial.  Harus ada seorang kepala bagi setiap gedung.  Dalam Islam, Allah SWT menetapkan suami sebagai kepala keluarga dan istri harus mematuhinya.  Keluarga harmonis yang membuat Allah SWT rida kepadanya adalah ketika istri mematuhi suaminya.  Dalam Islam, ketika suami mematuhi istrinya, ia menjadi seorang pendosa, dan istrinya yang menyebabkan suami mematuhinya juga seorang pendosa.  Ketika suami mematuhi istrinya, ia akan kehilangan kepatuhan kepada Allah SWT.  Suami harus bijaksana, wanita mudah sekali percaya karena hatinya lembut.  Seorang suami ketika hendak melakukan suatu hal, bisa saja meminta istrinya, bukan berarti jawaban istrinya itu suatu perintah.  Ketika diminta istri bisa menjawab, “Terserah padamu.”  Wanita yang seperti itu membuat Allah SWT senang kepadanya.  Jika istri meminta, “Bolehkah aku pergi, bolehkan aku membeli ini, bolehkah aku melakukannya?  Itu adalah suatu perilaku yang baik.  Pada dasarnya seorang wanita harus bersikap lemah lembut terutama kepada suaminya.  Sekarang mereka bersikap lemah lembut kepada orang asing, tetapi keras sekali kepada suaminya, seperti mulut neraka.  Subhanallah, ia harus lebih sopan kepada suaminya sendiri daripada orang lain, dengan demikian Allah SWT akan membuatnya sebagai suami yang sempurna baginya.  

Dalam Islam seorang suami dilarang melihat wanita lain begitu pula bagi seorang istri untuk melihat pria lain.  Seorang suami harus melihat istrinya sebagai orang yang paling cantik dan manis.  Haram tidak manis, ia adalah racun bagi kalian.  Seorang istri harus melihat suaminya sebagai orang yang paling manis dan tampan, karena ia tidak berurusan dengan yang lain.  Surganya berada bersama suaminya, begitu pula surga suami adalah bersama istrinya.  Ketika Adam AS berada di surga, berjalan sendiri, terlalu banyak tekanan dalam hatinya.  Ia tidak mendapatkan kesenangan sampai Allah SWT menciptakan Hawa RA, istrinya.  Barulah surga terasa penuh dengan kenikmatan, sebelumnya itu benar-benar kosong.  Pria tanpa wanita tidak lengkap, juga wanita tanpa pria tidak lengkap.  Tidak ada yang bisa menyombongkan dirinya lebih dari yang lain, mereka saling melengkapi baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat nanti.  

Apa yang pertama harus diajarkan oleh orang tua kepada anak-anaknya?  Menurut hadis Nabi SAW, buatlah kata-kata pertama yang terucap dari mulutnya berupa nama suci Allah SWT, buatlah ia mengucapkan, “Allah, Allah, Allah.”  Siapa pun yang mengucapkan ini pertama kali, kita berharap ia dapat mengucapkan kembali di akhir hayatnya.

16 July 2009

Meeting

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

Mercy Oceans Book 2 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin 

 

Grandsyekh kita mendorong kita untuk mengadakan pertemuan dalam acara apa saja, baik minum teh bersama, makan malam bersama atau acara lain yang serupa.  Pertemuan semacam itu sangat berguna untuk meredam kemarahan ego dan mempererat tali persaudaraan dan persahabatan.  Bahkan berkumpul berdua lebih baik daripada sendirian.  Bertemu orang baru sangat disukai dalam Hadirat Ilahi. Baik sekali bila dikenal oleh banyak orang baik di sini maupun di hari kemudian.  Jagalah agar pertemuan itu sesuai dengan mentalitas semua yang hadir.  Gunakan cara yang disukai semua orang.  Ini adalah sedekah yang paling baik, yaitu dengan membuat orang senang, membuat tamu kalian senang.  Jagalah kehormatan mereka agar nanti mereka akan datang lagi.  Berkah Allah SWT berada dalam suatu pertemuan.  Dia mengirimkan rahmat dari Samudra Rahmat-Nya bahkan kepada dua orang yang mengadakan pertemuan karena Allah SWT.  

13 April 2009

Pentingnya Pernikahan

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS
Mercy Oceans Book 2 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu  'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin  wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

Pernikahan adalah tugas yang sangat penting bagi setiap orang dan alasan yang sangat penting untuk kemapanan dan kebahagiaan orang di dunia.  Itu adalah perbuatan halal terindah yang dapat dilakukan seseorang untuk Allah SWT.  Sebagaimana Nabi SAW bersabda, “Perbuatan halal yang paling tidak disukai Allah SWT adalah bercerai.”  Ketika dua orang menikah, Allah SWT memanggil Nabi SAW dan memberinya kabar gembira, “Aku rida dengan hamba-Ku dan kau juga akan rida dengan mereka.”  Nabi SAW kemudian memanggil semua awliya dan memerintahkan agar mereka juga semua rida.  Pujian seluruh malaikat di tujuh surga selama satu hari akan diberikan kepada mereka.  Tak ada orang yang dapat menangkap apa yang Allah SWT berikan kepada hamba-hamba-Nya.  Nabi SAW dan juga awliya juga memberi.  Pemberian-pemberian ini akan terlihat di Hari Kiamat, karena dunia dan kehidupan ini belum mampu membawanya.  Siapapun yang memberi pada pasangan yang baru menikah berarti mengikuti Allah SWT dan Nabi-Nya SAW sehingga mustahil baginya untuk meninggalkan dunia ini tanpa mendapat rida Allah SWT.  

Perintah yang paling penting setelah iman bagi pria dan wanita adalah menikah, khususnya di zaman sekarang.  Jika tidak menikah, sangat sulit untuk melaksanakan perintah-perintah lainnya seperti salat, puasa atau haji karena setan dapat melakukan berbagai tipuan untuk menghancurkan ibadah.  Perzinaan adalah musuh yang terburuk bagi iman.  Nabi SAW berkata bahwa iman adalah mutiara dan perzinaan membuatnya tak berharga.  Oleh sebab itu pernikahan adalah perintah pertama dan merupakan perintah pertama pula bagi Sayyidina Mahdi AS dan Jesus AS ketika mereka muncul. 

Mawlana Syekh Hisyam Kabbani QS memimpin pernikahan salah satu murid.

Sekarang khususnya bagi generasi muda yang masuk Islam, mereka harus segera menikah atau akan mudah bagi setan untuk membawa kalian kembali ke tampat di mana kalian berada.  Kesempurnaan bagi manusia adalah bahwa setiap pria menjadi pria dan wanita menjadi wanita.  Perintah pertama bagi Ayah Adam AS adalah menikahi Ibunda Hawa RA.  Orang-orang yang menjaga pernikahan berada di jalan menuju surga, sementara yang menolak, mereka berada di jalan menuju neraka. 

Kita harus berusaha untuk membuat pernikahan menjadi mudah bagi semua orang.  Bila pernikahan itu mudah, maka akan turun lebih banyak berkah.  Orang yang telah menikah harus tahu bahwa yang lain adalah haram bagi mereka dan mereka harus menjaga pandangannya.  Bila satu sama lain menjaga hal ini maka akan timbul keluarga mesra dan bahagia.  Sekarang orang-orang Barat mempunyai banyak masalah karena mereka selalu melihat yang lain. 

Pada masa di mana Jesus AS muncul kembali, hidup kita akan bercampur dengan kehidupan surgawi.  Dia akan menyempurnakan mereka dan kekuatan surgawi akan tersebar bagi semua orang.  Ketika beliau wafat, Allah SWT akan mengirimkan napas surgawi dengan wangi yang tak terlukiskan dan ketika orang menciumnya, mereka—orang-orang yang beriman akan mati bersamanya.  Sekarang mustahil untuk bicara mengenai kualitas hidup di masa beliau.  Itu akan sangat bertentangan dengan apa yang kita ketahui sekarang.

29 October 2008

Jangan Memandang Orang yang Berdosa sebagai Binatang

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu  'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin  wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

Kita selalu memerlukan pertolongan Awliya.  Mereka adalah khalifah Allah SWT di muka bumi.  Mereka mempunyai kekuatan untuk menolong umat manusia.  Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS berbicara mengenai pengetahuan yang sangat berguna bagi kita.  Pengetahuan itu datang melalui dua jalur.  Pertama dengan cara mendengar dari luar dan menggunakannya untuk mengarahkan seseorang ke jalan tertentu.  Tetapi beberapa pengetahuan berasal dari hati dan ini lebih kuat dalam mendorong seseorang meraih sasarannya.  Dengan kata lain, jika perintah berasal dari luar, ego tidak akan memperhatikannya, tetapi berasal dari dirimu sendiri, dia mempunyai efek yang lebih besar.  Ego tidak suka diperintah, tetapi jika berasal dari hati, kalian melihatnya sebagai terhormat.  Kalian bisa saja mendengar begitu banyak pelajaran, tetapi kalian menunggu perintah itu untuk datang dari dirimu sendiri.  Kebenaran dan Bimbingan Ilahi ada bersama jalan yang kedua.  Awliya bisa berbicara, tetapi mereka juga mengirimkan inspirasi ke dalam hati.  Lalu orang berpikir mengenai pengetahuan yang datang, "Aku memikirkan hal ini."  Semakin banyak kita dimurnikan gelombang hikmah Ilahi dapat ditangkap oleh telinga hati kita.  Rasulullah SAW bersabda bahwa jika seseorang dapat menjaga kemurnian hatinya dan beribadah dengan tulus selama 40 hari, maka dia akan dapat menangkap hikmah Ilahi dalam hatinya dan bisa berbicara dengan penuh hikmah.  Hikmah adalah inti dari pengetahuan. 

Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS berkata, mungkin untuk seorang hamba,  Allah SWT mengjarkan dia, atau Rasulullah SAW mengajarkan dia, atau mursyidnya mengajarkan dia dengan inspirasi.  Bagi seorang dokter sangat penting memiliki inspirasi untuk membuat diagnosis.  Semakin banyak seorang dokter mempunyai hati yang bersih, dia akan mudah memahami suatu penyakit dan menyarankan pengobatannya.  Ini jika mereka berada di luar  cinta terhadap uang, hanya berpikir untuk menolong orang dan untuk meringankan penderitaan, maka Allah SWT akan menghilangkan sekat dari hati mereka dan mereka akan berhasil.  Dengan menolong orang, Allah SWT akan menolongmu.  Mata harus berada di luar kecintaan terhadap uang, jika mereka memberi, ambil, jika tidak, jangan meminta.  Tetapi orang yang paling bersifat materialistik adalah dokter.  Yang paling disenangi Allah SWT adalah orang yang menolong orang lain.  Itu adalah kehormatan bagi setiap orang.  Setiap hari kita harus berniat untuk menolong orang lain, jangan menolong dirimu sendiri, maka Allah SWT akan menolongmu dan pertolongan-Nya sudah cukup.  Jika semua orang di dunia berkumpul untuk menolongmu, mereka tidak bisa melakukan seperti apa yang dilakukan-Nya.  Dia memberi kesenangan, keamanan dan kebahagiaan.  Kalian tidak bisa membelinya, itu hanya untuk orang-orang yang tulus.  Ini adalah realitas.  Suatu ketika seorang Wali melihat orang yang mabuk sedang terbaring di atas tanah dengan menyebut “Allah SWT, Allah SWT, Allah SWT.”  Beliau mengambil sapu tangan  dan mulai membersihkan mulutnya.  “Wahai Tuhanku, Aku memohon ampun atas nama orang ini.”  Beliau pergi ke suatu ruangan dan mendengar Suara Ilahi yang tertuju kepadanya, “Wahai hamba-Ku, engkau membersihkan mulutnya demi Aku dan Aku membersihkan hatinya untukmu.”  Kemudian beliau mendengar seseorang berdoa di luar dan menangis memohon ampun.  “Siapa kamu?” “Apa yang kamu lakukan?” “Aku adalah orang yang mulutnya engkau bersihkan.” Meningkatnya keimanannya berarti rahmat meningkat dalam hati, jangan memandang orang yang berdosa seperti binatang.  Itu hanyalah pandangan luar dari orang-orang yang terpelajar.  Para Awliya melihat dengan rahmat. “Perantaraanku adalah untuk para pendosa yang besar,” sabda Rasulullah SAW.

Ziarah

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu  'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin  wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

Ziarah atau mengunjungi makam seseorang bertujuan untuk menghormati orang itu, karena ia tidak sama dengan binatang.  Sebagaimana mereka semasa hidupnya kita hormati karena derajatnya, begitu pula setelah kematiannya dan hal ini tidak akan berubah.  Kita menjaga makam para Awliya dan Rasul.  Semasa hidupnya, rahmat dilimpahkan kepada mereka dan setelah mereka meninggalkan kehidupan ini, rahmat tetap datang kepadanya.  Dan kita memohon rahmat itu.  Bersama dengan mereka semasa hidupnya adalah suatu kesempatan berharga, atau paling tidak kita bisa mengunjungi makamnya.  Mereka hidup di makamnya dengan kehidupan yang sesuai dengan alamnya.  Mereka bisa melihat dan mendengar.  Rasulullah SAW biasa mengunjungi makam pamannya, Sayyidina Hamza RA, duduk dan membaca doa di sana.  Itu bukanlah suatu hal yang terlarang.  Setiap minggu beliau selalu pergi ke Jannat-il-Baqi’ atau ke gunung Uhud untuk mendoakan para syuhada di sana.  Hal ini diizinkan bagi kita dan tidak bertentangan dengan syariah.  Kita menjaga makam para Awliya agar mereka tidak hilang, bukannya menyembah mereka, tidak!  Kita hanya meminta rahmat yang dilimpahkan kepada mereka dan berdoa untuk mereka.  Kalian dapat mengirimkan doa untuk semua orang yang beriman sebagai hadiah dari kita.

28 October 2008

Kisah tentang Penggali Kubur

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu  'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin  wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

Rasulullah SAW bersabda, “Wahai umatku, jangan berpikir bahwa kuburan hanya sebuah lubang di dalam tanah, seperti yang lain.  Tidak demikian.  Beberapa di antaranya adalah taman surga dan yang lainnya adalah lubang neraka, penuh dengan api yang menyala.” 

Rasul-rasul mempunyai kekuatan tertentu, jiwa mereka terhubung dengan surga, mereka dapat melihat dan mendengar apa yang tidak bisa dilihat dan didengar oleh orang biasa.  Mereka juga bisa mengetahui apa yang tidak bisa diketahui oleh orang-orang biasa.  Oleh sebab itu mereka dapat memberi tahu kita mengenai kehidupan dalam kubur.

Kisah ini terjadi lebih dari seratus tahun yang lalu, diceritakan kepada saya oleh seorang yang terpelajar di masa Konstantinopel.  Seorang pelajar ilmu Syariah datang mengunjungi sebuah makam dekat sekolahnya.  Ia bertemu dengan seorang penggali kubur dan bertanya berapa lama ia telah menjalani profesinya.  Ia menjawab, “60 tahun!”  Lalu ia bertanya kepadanya, “Hal-hal aneh apa yang telah kau lihat selama ini?”  Orang itu berkata bahwa ia telah menyaksikan dua kejadian yang aneh.  “Suatu hari Aku sedang menantikan sekelompok orang yang menyuruhku untuk menggali sebuah lubang yang bagus untuk seorang tokoh yang meninggal pada hari itu.  Aku berpikir kuburan itu harus sempurna, karena mungkin akan diperuntukkan bagi seorang jenderal, mungkin Jenderal Pasha.  Aku menggali sebuah lubang yang baik, sehingga agaknya engkau dengan mudah dapat memasukkan dua orang ke dalamnya, kemudian Aku beristirahat.  Aku mulai mendengar suara mendesis dan Aku keheranan, suara apa itu?  Aku menengok ke dalam lubang dan melihat lubang itu dipenuhi ular, juga kalajengking dan laba-laba hitam serta tarantula.  Aku berpikir mungkin Aku telah menggali lubang di atas sarang mereka, lalu Aku menggali lubang lain di sebelah pojok dari kompleks makam ini.  Ketika Aku tengah beristirahat, Aku mendengar suara desis yang sama dan dengan segera Aku menengok ke dalam lubang, dan Aku melihat lubang itu juga dipenuhi ular dan kalajengking.  Dengan cepat Aku menggali lubang ketiga, tetapi tetap saja dipenuhi ular.  Sebelum Aku mulai menggali lubang yang lain, rombongan telah datang, lengkap dengan Marching Band dan diiringi dengan orang yang membawa rangkaian bunga.  Peti mati di letakkan di samping lubang.  Orang-orang melihat ke dalam lubang dan berkata kepadaku bahwa itu adalah lubang yang bagus.  Tak seorang pun yang melihat atau mendengar apa yang telah kulihat dan kudengar.  Mereka memintaku untuk menurunkan jenazah, pada awalnya Aku sangat takut, tetapi ternyata ular itu menjauhi kakiku.  Ketika jenazah sudah ditinggalkan dengan segera ular itu kembali mengelilinginya dan mulai merenggut kain kafan dari tubuhnya. 

Mengenai kejadian kedua, seseorang bertanya kepadaku apakah Aku mau memberi sedekah dengan menggali kuburan bagi sebuah keluarga yang miskin dan tidak mempunyai saudara yang lain.  Aku berkata ya, demi Allah SWT, semoga Allah SWT mengampuni Aku.  Aku lalu menggalinya dan sementara menunggu, Aku mencium wangi seperti wewangian yang sangat harum sehingga Aku tidak bisa menggambarkan keindahannya.  Aku melihat ke dalamnya, lubang itu dipenuhi melati dan putik bunga mawar bagaikan kupu-kupu yang mengelilingi makam.  Aku lalu masuk dan berbaring di sana.  Keempat orang datang membawa orang miskin itu dan memanggilku, ‘Di mana kamu?’ ‘Aku di sini sedang beristirahat.’  Tak seorang pun yang melihat.  Dengan cepat kami semua meletakkan tubuhnya di dalam makam dan bunga-bunga itu memenuhi tubuhnya.  Aku menciumnya.”

Ini adalah bukti dari Hadis Rasulullah SAW, kalian jangan diperdaya dengan penampilan luar.  Derajat seseorang di hadapan Tuhan adalah berdasarkan hatinya.  Kalian harus lebih memperhatikan hatimu daripada tubuhmu.

 

Apa yang diharapkan di dalam Kubur?

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu  'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin  wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

Kita akan berbicara mengenai kehidupan di alam Barzakh, hidup di dalam kubur, antara kehidupan ini dengan kehidupan terakhir.  Pada umumnya, setiap orang akan memasuki kuburannya, mungkin ada beberapa kekecualian.  Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap orang dalam kuburnya akan menemukan apa yang ia lakukan selama hidupnya.  Dalam kehidupan kita sekarang, derajat seseorang atau kekayaan atau kehormatan keluarga yang tinggi mungkin akan berguna baginya; tetapi di dalam kubur hanya perbuatan yang bersangkutan saja yang penting.

Ketika Fatima RA, putri Rasulullah SAW meninggal, sangat banyak sahabat Rasulullah SAW yang mengantarnya ke kuburnya.  Imam duduk di sisi ujung dan berbicara, “Wahai kuburan, tahukah kau siapa yang kami bawa kepadamu?  Ia adalah putri tercinta dari Muhammad SAW.  Ini adalah wanita dari Singa Allah SWT, Sayyidina ‘Ali RA, KW dan Ibu dari Pangeran Muda Kerajaan Surga, Hasan AS dan Hussein AS.  Kau harus menerimanya dengan seluruh cahaya dan kehormatanmu.”

Lalu dengan Perintah Allah SWT,  kuburan itu berkata, “Wahai seluruh sahabat Rasulullah SAW, kalian harus mengetahui dengan pasti bahwa aku adalah tempat dari perbuatan, dan akan memperlakukan kalian sesuai dengan perbuatan yang kalian lakukan selama hidup kalian, tanpa memperhatikan gelar ‘ibu si ini atau itu’ atau ‘anak dari si anu’.  Di sini jika kalian telah melakukan perbuatan baik, maka kalian akan baik.  Jika kalian melakukan hal yang buruk, kalian akan menemukan laba-laba, ular dan kalajengking.

27 October 2008

Posisi Tarekat Naqsybandi

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

Insya Allah kita akan berbicara mengenai suatu hal yang sangat penting.  Mengenai aliran tarekat.  Begitu banyak orang datang ke Damaskus dari berbagai negri asalnya untuk mengunjungi kami.  Beberapa di antara mereka sudah terikat dengan seorang Syekh dan mengikuti tarekat tertentu.  Mereka meminta bay’at yang baru.  Salah satu dari mereka, Syekh Salahuddin mengalami konflik mengenai hal ini dalam batinnya.  Kami harus memperjelas hal ini bagi setiap orang di seluruh dunia agar mereka mengetahui apa itu tarekat, apa itu Syekh, berapa banyak jumlah mereka dan bagaimana hubungan mereka satu sama lain.

Allah SWT akan bertanya kepada setiap orang di Hari Akhir nanti, “Apa yang kamu bawa hari ini, wahai hamba-Ku?”  Apakah kamu membawa Qalb-us-Saliim, hati yang murni, hati emas yang mulia?”  Allah SWT meminta setiap orang agar mempunyai hati yang bersih.  Kalian hanya bisa mendapatkannya melalui tarekat.  Mereka yang tidak menjalani tarekat hanya memenuhi hidupnya dengan kehidupan luar, meninggalkan hatinya.  Ada 41 aliran tarekat, 40 di antaranya diturunkan melalui hati Imam ‘Ali RA, KW dan satu lagi, Tarekat Naqsybandi berasal dari Abu Bakar ash-Shiddiq RA.  Rasulullah SAW mempunyai 124.000 sahabat.  Siapa sahabat terdekatnya?  Beliau adalah Abu Bakar RA.  Rasulullah SAW bersabda, “Seluruh hal yang Allah SWT percayakan kepadaku di malam ‘Isra, telah kutanamkan ke dalam hati Abu Bakar RA.”  Sayyidina Ali RA, KW dihubungkan dengan Abu Bakar RA sedemikian rupa sehingga Sayyidina Ali RA, KW mendapat gelar Kota Pengetahuan.  Hal ini dikenal sangat baik di antara para Syekh pemegang tarekat yang sebenarnya.  Mereka semua menghormati Tarekat Naqsybandi sebagai yang pertama.  Syekh sejati, bukan mereka yang menyebut dirinya sendiri Syekh, seluruh Syekh yang termahsyur, seperti: Jilani QS, Rumi QS, Darqawi QS, Rifa’i QS mereka semua mengetahui posisi sebenarnya dari Tarekat Naqsybandi.  Sekarang jika seseorang berada dalam satu aliran tarekat, mereka bisa saja mengambil Tarekat Naqsybandi dan tetap bebas menjalankan amalan-amalan seperti biasanya atau menjalankan amalan Tarekat Naqsybandi.  Jika hanya melakukan amalan Tarekat Naqsybandi saja itu sudah cukup.  Tidak menjadi masalah apabila kalian berasal dari tarekat lain kemudian mengikuti Tarekat Naqsybandi.  Beberapa orang merasa takut kalau Syekhnya mendengar bahwa dia telah menganut tarekat kedua lalu dia akan marah.  Jika dia adalah Syekh sungguhan, bagaimana mungkin dia bisa marah?  Seorang Syekh sejati harus mengetahui apakah muridnya bersama dia di Hari Perjanjian (pada awal penciptaan) atau tidak.  Seorang penggembala mengetahui keadaan biri-birinya, satu dalam seribu, bahkan jika mereka semuanya berwarna putih.  Dia memiliki cahaya di matanya dan mengenal mereka tanpa membuat kesalahan.  Dalam tarekat tidak ada kepiluan bila seorang murid pergi ke Syekh yang lainnya.  Kami berterima kasih kepada Syekh pertama yang telah melatihnya sampai dia bertemu Syekh yang sesungguhnya.  Abu Yazid QS berkata, “Selama melakukan pencarian, Aku bertemu 99 Syekh sebelum Aku bertemu Grandsyekh Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar ash-Shiddiq RA.”  Kalian bisa bertemu dengan banyak Syekh dan melakukan suatu amalan, tetapi tidak akan menemukan kepuasan sampai akhirnya kalian menemui Grandsyekh kalian, lalu seperti sungai yang bertemu samudra.  Begitu banyak Syekh yang hanya menjadi pelatih, sampai akhirnya Grandsyekh memanggilmu.  Bukan melalui surat, dari hati ke hati, di sana banyak sekali jalan.  Jika seorang Naqsybandi Syekh memberi tarekat, beliau harus memberitahu muridnya siapa Grandsyekh di Tarekat Naqsybandi saat itu dan beliau harus mengarahkan kepadanya.

Begitu banyak orang dari Barat yang berdatangan sekarang, diundang melalui hatinya untuk menemui Grandsyekh.  Mata rantai para Masyaikh berakhir pada satu titik.  Grandsyekh adalah mata rantai terakhir dalam Mata Rantai Emas dan beliau memegang posisi itu, Saya (Syekh Nazim QS-red) hanyalah hambanya.  Untuk Masyaikh Naqsybandi, kita semua menunggu mereka untuk memperbarui bay’at-nya dengan kita, jika tidak mereka hanya menyematkan gelar di diri mereka sendiri.  Imam Mahdi AS dan ketujuh wazir (panglima) besarnya, 40 khalifah, 99 termasuk 40 orang yang berada di sisi wazir dan 313 Mursyid besar semua berada di Tarekat Naqsybandi.  Di masa ini tidak ada kekuatan bagi tarekat lain untuk membawa seluruh orang mencapai tujuan akhirnya.  Oleh sebab itu semuanya diundang untuk memperbarui bay’at-nya dari Grandsyekh dan semua akan merasakan adanya kemajuan pada dirinya.  Di masa kita, ada sekitar 1000 Syekh Naqsybandi, tetapi hanya satu Grandsyekh.  Membawa mereka semua, siapa yang akan menjadi Imam?  Jika 124.000 sahabat dibawa, siapa yang akan menjadi Imam?  Abu Bakar RA. 

Setiap Syekh harus menunjuk satu orang deputi.  Mawlana Khalid al-Baghdadi QS menunjuk Syekh Ismail QS, tetapi banyak sekali cabang Tarekat Naqsybandi yang menghilangkan namanya dari silsilah dan dengan demikian juga kehilangan rahasia Grandsyekh.  Sekarang banyak sekali Syekh Naqsybandi yang berada di Damaskus, Aleppo, dan Homs tidak dapat menemukan penerusnya.  Kecuali bagi Grandsyekh kita, tidak ada seorang pun yang ditunjuk sebagai deputi.  Hal ini karena kita mempunyai Syekh Ismail QS dalam silsilah kita.


Bersyukur

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

  

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS berkata bahwa di dunia ini terdapat berbagai kemungkinan, dari kebaikan sampai keburukan, bisa kaya atau miskin, sehat atau sakit, seorang yang menetapkan hukum atau seorang narapidana.  Jika sesuatu yang tidak kalian sukai terjadi pada diri kalian, kalian harus berpikir bahwa sesuatu yang lebih buruk dapat terjadi.  Syekh Saadi Shirazi QS bercerita bahwa ada seseorang yang mengeluh karena tidak mempunyai sepatu, sampai akhirnya dia melihat seseorang yang tidak mempunyai kaki, akhirnya dia melupakan sepatunya.  Hal ini menimbulkan perasaan lega dan damai dalam hati kita.  Lihatlah pada dirimu, kalian bisa menemukan harta karun, tangan dan jemari.  Ini adalah perilaku yang baik terhadap Tuhanmu. 

Begitu banyak orang yang bertanya, mengapa Allah SWT membiarkan ada orang yang lahir tanpa tangan atau mata atau pikiran yang sehat.  Allah SWT menciptakan mereka untuk menunjukkan kepada yang lain.  “Wahai manusia, kalian harus melihat pada dirimu sendiri bahwa kalian telah mempunyai segalanya, dengan demikian kalian harus bersyukur.”  Siapa pun yang mempunyai cacat dalam tubuhnya, Allah SWT akan memberi ganjaran yang lebih dibandingkan kita.  Bagi seorang tuna netra yang sabar, Dia akan memberi mereka 12.000 keindahan Surga.  Jika orang-orang melihat Surga tersebut, mungkin mereka semua akan berdoa agar mereka semua menjadi tuna netra saja.

Seseorang mendatangi Rasulullah SAW, dia bertubuh bungkuk dan bermata juling, tubuhnya bengkok-bengkok dan jelek.  Dia berkata, “Wahai Rasulullah SAW, Aku tidak akan melakukan salat lebih dari 5 kali sehari, Aku tidak akan berpuasa selain di bulan Ramadan.”  Saat itu beliau menjadi marah.  Lalu Jibril AS datang dan memberikan pesan bahwa Allah SWT tidak suka keluhan semacam ini.  “Tanyakan kepadanya apakah dia akan senang bila di hari Kiamat nanti dia akan mempunyai bentuk tubuh malaikat yang terindah?”  Beliau bertanya dan orang itu menjawab, “Aku puas.”

Grandsyekh ‘Abdul Khaliq al-Ghujduwani QS suatu ketika sedang berjalan menuju masjid, tiba-tiba ada yang menumpahkan suatu cairan kotor dari atas, membuat pakaian putihnya menjadi kuning.  Padahal beliau akan melakukan salat Jumat.  Murid-muridnya bergegas mengejar orang itu untuk bertanggung jawab, tetapi beliau mencegahnya.  Beliau berkata, “Aku bersyukur.  Aku lebih pantas mendapatkan api, tetapi yang datang hanya air kotor.”  Beliau mengutus muridnya untuk memimpin salat Jumat, dan untuk menghindari perselisihan dengan istrinya, beliau bukannya pulang ke rumah tetapi malah pergi ke sungai dan mandi hingga matahari terbenam.


19 August 2008

24.000 Ekspansi Bayazid QS

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS


A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS berkata bahwa jika seseorang mempunyai latihan-latihan spiritual yang sejati dan dia dapat menyelesaikannya, akan muncul bentuk-bentuk yang menyerupai dirinya yang berasal dari dirinya sendiri. Pertama mungkin akan muncul tiga atau tujuh, mempunyai bentuk yang sama dan kekuatan tubuh yang sama, tetapi dalam tujuh tempat yang berbeda, masing-masing tidak terikat satu dengan lainnya, mampu melihat, melakukan perbuatan dan mengetahui suatu hal. Kekuatan ini berkembang dari satu orang yang menyelesaikan latihannya di bawah pengawasan Guru yang Sempurna, Mursyidun Kamil.

Abu Yazid QS suatu ketika pernah melakukan salat Jumat di 24.000 tempat yang berbeda. Beliau berkata kepada ulama di suatu tempat, “Pada hari ini Aku melakukan salat di 12.000 masjid yang berbeda.” Mereka bertanya, “Bagaimana?” Beliau menjawab, “Dengan kekuatan dari Allah SWT, jika kalian tidak percaya kirim beberapa utusan untuk menanyakan hal itu.” Mereka duduk menunggu sampai para utusan kembali dan berkata bahwa beliau memang telihat di banyak tempat. Abu Yazid QS kemudian berkata, “Aku enggan untuk mengatakan 24.000 jadi Aku hanya mengatakan setengahnya.”

Allah SWT berfirman bahwa ketika menanam sebutir gandum, biji itu lenyap ke dalam bumi dan menjadi tujuh bulir, tiap bulir berisi seratus biji, 700 butir gandum muncul dari satu butir. Jika seseorang menjadikan tubuhnya bukan sesuatu, Allah SWT memberi sebentuk tubuh dari Hadirat-Nya. Jangan terkejut dengan apa yang dilakukan oleh-Nya, Dia adalah al-Qadir, Yang Maha Kuasa. Tetapi tidak seorang pun yang setuju untuk tidak menjadi sesuatu, setiap orang minta untuk dijadikan sesuatu, menjadi ini, itu, bahkan dalam urusan agama. Dalam tarekat juga demikian, orang meminta keajaiban, penglihatan surgawi, tidak ada yang menginginkan tidak menjadi sesuatu. Bila kalian setuju untuk tidak menjadi apa-apa, kalian akan menjadi segalanya. Istana Kesatuan tidak akan terbuka bagi orang yang mengatakan, “kami adalah sesuatu.” Kalian harus memasuki khalwat, mengasingkan diri, tidak berpikir untuk keluar, selesai, katakan kepada ego kalian, “Jangan berpikir bahwa kalian akan keluar dan sanggup melakukan suatu keajaiban. Aku akan menguburkan dirimu. Syekhku akan mengirim malaikat untuk mencabut jiwamu.” Itu baru namanya khalwat yang sebenarnya, selain dari itu hanyalah latihan. Untuk kondisi pertama Syekh akan melihat kepada muridnya apakah keinginan ego terus berjalan dalam hatinya. Ego harus dihabisi di sana, kemudian bagaikan orang yang sudah siap untuk mati, semua kunci harta karun dapat dipercayakan kepadanya. Tubuh ini harus diambil. Semua orang akan mati. Beberapa orang malah menawarkan dirinya kepada kematian dengan kekuatan mereka. Ini bukan berarti membunuh sesorang, tetapi membunuh keinginan dari ego. Barulah kalian siap untuk kekuatan Ilahi.

Abu Yazid QS adalah seorang petarung yang gagah terhadap egonya. Orang-orang bertanya kepadanya, “Apakah pertempuran yang paling sulit?” Beliau menjawab, “Kalian sama sekali tidak bisa mendengarnya.” “Dan pertempuran apakah yang paling ringan?” “Mungkin kalian bisa mendengarnya sedikit. Aku menyeru egoku untuk salat, dia berkata, ‘Tetapi aku ingin tidur,’ ‘Cukup, tinggalkan tempat tidur dan bangun.’ ‘Tetapi Aku ingin tidur.’ ‘Aku bersumpah kepada Tuhan, Aku tidak akan memberimu tidur atau minum selama setahun bila kamu tidak mau bangun.’ Ini adalah pertempuran paling ringan dengan musuh terberatku.” Selama 12 tahun beliau berada dalam sumur yang kering, beliau menguburkan dirinya di sana agar jiwanya terbebas untuk seluruh alam semesta, bebas untuk mengenakan tubuh siapa saja. Ini adalah mutiara yang paling mahal, hanya Raja dan Ratu yang boleh meletakkannya di kepalanya. Untuk mereka, kalian harus memberikan egomu. Kita sekarang hanya mendengar tetapi para Awliya juga berasal dari manusia dan mungkin mereka lebih lemah daripada kita, tetapi mereka mengenal Allah SWT, dan Dia Maha Kuat. Kalian harus mengerjakan segala sesuatu untuk-Nya, katakanlah “Ya Allah SWT, Kami memerlukan-Mu.”

30 July 2008

Tidak ada yang Diciptakan dengan Sia-Sia

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS


A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS berbicara tentang Syekh Alauddin al-Bukhari QS, khalifah dari Syah Naqsyband QS pilar utama Tarekat Naqsyabandi. Grandsyekh mengatakan bila Syah Naqsyband QS tidak ada, maka Tarekat Naqsyabandi tidak akan pernah ada. Grandsyekh memuji Syekh Alauddin QS, dengan mengatakan bahwa beliau adalah seorang yang besar dan mengetahui rahasia hikmah dari keberadaan setan di alam semesta. Hanya sedikit orang yang mengetahuinya. Beliau adalah salah satunya di antara para ulama di masanya. Semua awliya tahu, tetapi bagi ulama, hanya sedikit yang mengetahuinya. Grandsyekh bertanya, “Apa manfaatnya dengan mengetahui hikmah keberadaan setan?” Jika orang mengetahui hal ini, dia akan mampu menaklukan setan. Siapa pun yang tidak mengetahui hal ini, tidak akan bisa menaklukannya, dia pasti berada di bawah kekuasaannya. Ini adalah hal yang sangat penting dalam setiap agama. Setiap rasul dan awliya mengetahui hal ini dan menjadikan mereka mampu menghadapinya dan menjadikan setan di bawah kendalinya.

Ketika mengetahui hal ini, kalian bisa menjadi pemimpin bagi setan, ego, dunia, dan keinginan untuk menonjolkan diri, bukan mereka yang memerintah kalian. Keempat musuh ini jika tidak dikontrol mereka akan sangat berbahaya. Jika kalian dapat mengontrolnya, mereka akan memberi manfaat yang tidak terhingga. Sebagaimana halnya dengan listrik, jika tidak dibungkus dengan kabel pelindung, dia sangat berbahaya, bisa membunuh. Jika bisa mengontrol keempat musuh tadi, mereka akan sangat berguna bagi kalian. Kalian bisa mengendarainya menuju surga. Allah SWT tidak pernah menciptakan sesuatu tanpa manfaat. Orang-orang Amerika meminta rahasia dari kekuatan listrik, Allah SWT memberikannya kepada mereka. Kepada orang yang meminta, Allah SWT berjanji untuk mengabulkannya. Jika kalian mengetahui cara menggunakannya, segala sesuatu akan bermanfaat.

Banyak sekali ciptaan Allah SWT, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Setan adalah salah satu yang tidak terlihat, tidak terlihat oleh mata biasa, tetapi rasul dan awliya dapat melihatnya. Sebelumnya, setan benar-benar tampak di hadapan manusia, tetapi setelah masa Rasulullah SAW, setan dicekal untuk tampak.

Sayyidina ‘Ali RA, KW adalah salah seorang tokoh yang terhormat bagi seluruh orang. Beliau tidak akan berjalan di depan orang yang lebih tua. Suatu kali di masa Rasulullah SAW, beliau membuka pintu rumahnya dan pergi ke masjid untuk melaksanakan salat Subuh. Baru saja keluar beliau melihat seorang tua yang berjalan dengan lambat di depannya. Untuk menghormatinya Sayyidina ‘Ali RA, KW berjalan lambat di belakangnya sampai mencapai masjid. Tetapi melihat orang itu tidak masuk ke masjid dan malah menghindarinya, dan melihat di dalam Rasulullah SAW telah bangkit dari sujud di rakaat pertama, Sayyidina ‘Ali RA, KW mengerti bahwa orang tua itu adalah setan, datang untuk membuatnya terlambat mengikuti salat berjamaah. Dengan cepat beliau merenggut lehernya dan meletakkannya di bawah sebuah batu besar. Setelah salat Rasulullah SAW bertanya, “Wahai ‘Ali RA, KW apa yang terjadi?” Beliau menjawab, “Wahai Rasulku, Engkau mengetahui apa yang terjadi. Musuh Allah SWT telah menipuku sehingga Aku kehilangan satu rakaat.” Rasulullah SAW dan para Sahabat keluar untuk melihat setan yang menggeliat di bawah batu, Sayyidina ‘Ali RA, KW sangat marah. Baginya satu rakaat di belakang Rasulullah SAW lebih berharga daripada apa pun di dunia ini. Beliah berkata, “Aku berniat untuk meninggalkannya di sini sampai hari kiamat, tetapi Aku tunduk kepada perintahmu wahai Rasulku.” “Wahai ‘Ali RA, KW jangan menjadi perampok. Jika engkau membiarkannya di sini, berarti engkau telah memotong jalan bagi seluruh umatku dalam mecapai maqam mereka di Hadirat Ilahi, menghilangkan derajat berperang mereka. Jangan cemaskan dia, dia hanyalah seorang budak bagi umatku. Akan banyak yang mencapai derajat yang tinggi karena memeranginya.” Maksud beliau kita sekarang lebih kuat daripada setan dan beliau mengisyaratkan kepada kita hikmah yang tersembunyi bahwa setan adalah alasan utama untuk peningkatan kehidupan spiritual. Kalian dapat menerimanya dan mendapat manfaat darinya. Kendarai dia dan pergilah, kalian bisa mencapai maqam mana saja dalam Hadirat Ilahi.

Grandsyekh berkata bahwa jika kalian mengetahui bahwa dalam setiap kejadian selalu ada hikmah yang tersembunyi, dan kalian mencarinya setalah kejadian itu, maka kalian akan menemukan kedamaian dan kepuasan. Jika orang tahu bahwa setiap kejadian ada hikmahnya, maka tidak ada kesulitan bagi mereka di bumi. Allah SWT tidak pernah mengizinkan sesuatu muncul tanpa mengandung hikmah. Grandsyekh berkata bahwa Sayyid Jamaluddin al-Ghumuqi QS suatu ketika sedang duduk, di hadapannya ada seorang murid dan sepiring apel. Beliau mengambil satu apel dan melemparkannya ke udara, dan sebelum jatuh beliau melemparkan lagi yang lain, lalu menangkap keduanya dan meletakkannya kembali. Murid itu berkata, “Wahai tuanku, Aku tahu bahwa engkau tidak sedang bermain, tidak ada perbuatanmu yang tidak mengandung hikmah. Apa hikmah di balik peristiwa tadi wahai tuanku?” Baliau berkata, “Wahai anakku, baru saja kemurkaan Allah SWT datang bersama malaikat pencabut nyawa kepada dua orang yang kita kenal. Dengan melemparkan apel membuat kemarahan Allah SWT hilang dan kasih sayang turun ke tempat ini. Sekarang mereka akan datang memberitahu kita.” Kemudian ada sebuah ketukan di pintu, orang itu memberitahu bahwa dua orang baru saja meninggal, apakah beliau berkenan untuk menghadiri upacara pemakaman. Ketahuilah bahwa dalam setiap tindakan terdapat kehendak dari Sang Pencipta. Kalian harus menjaga perilaku baik ini, dengan demikian perilaku baik itu akan menjagamu. Setiap orang yang mencari hikmah di balik setiap peristiwa, Allah SWT akan menjaganya, tidak ada kejahatan yang akan menimpanya. Setiap saat mintalah diberikan hikmah atas segala peristiwa yang terjadi di sekeliling kalian. Ketika orang mengambil hikmah ini, dia akan menemukan kedamaian dalam dirinya, tidak ada hal yang mengganggu.


Seseorang yang Tidak Pernah Marah

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Menghilangkan karakter buruk lebih sulit dari pada memindahkan sebuah gunung. Kadang-kadang karakter buruk itu tertidur dan kalian pikir ia telah mati tetapi jangan mudah tertipu. Karakter terburuk adalah marah, ia dapat bangun dengan mudah dan cepat. Syekh Syarafuddin QS sedang berada di Madinah menghadiri sutu pertemuan dengan wali dan orang-orang terhormat. Seseorang mengatakan kepadanya tentang seorang Syekh dari Maroko yang juga hadir di sana, beliau kabarnya tidak pernah marah. “40 tahun dan aku tidak pernah melihatnya marah.” Seorang pelayan mendengar hal ini dan meminta izin Syekh Syarafuddin QS untuk membuatnya marah. Ia membututi orang Maroko itu hingga ke kamarnya lalu ia mengetuk pintu kamarnya. “Siapa itu?” Pelayan itu masuk dan berlutut di hadapannya. “Aku ingin bertanya tentang mimpiku.” “Oh, baiklah, anakku” “Aku melihat dalam mimpiku bahwa Hari Kiamat telah tiba. Semua orang berkumpul bersama. Seseorang tiba-tiba memanggil, di mana Imam Malik? (Muslim Maroko merupakan penganut Mazhab Maliki yang sangat kuat). Ia dan pengikutnya akan masuk ke dalam neraka!” Syekh meloncat dan mengejar orang itu hingga kembali ke tempat pertemuan, ia berteriak, “Setan!” Pelayan itu mengambil sekeping uang emas yang telah dijanjikan oleh orang yang mengatakan bahwa Syekh tadi tidak pernah marah. Penilaian terhadap seseorang adalah melalui perbuatan terakhirnya. Jangan berkata (percaya terhadap ego) “Tidak, aku baik-baik saja.”

23 July 2008

Mengontrol Kemarahan dan Hawa Nafsu

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Syekh ‘Abdullah ad-Daghestani QS berkata bahwa marah membuat orang tidak terhormat. Marah berarti seseorang melihat kepada dirinya sendiri, “Aku lebih baik daripada kamu,” melihat dengan bangga, “Dia tidak baik, akulah yang baik, Aku punya hak untuk marah.” Ini adalah sejenis kebanggaan. Satu-satunya hak bagimu untuk marah adalah kepada dirimu sendiri, kepada ego. Syekh ‘Abdullah ad-Daghestani QS lalu berkata, “Wahai Nazim Efendi QS, kau bahkan tidak boleh membunuh seekor lalat dengan kemarahan.” Seekor nyamuk—contohnya, menyakitimu, jangan dibunuh dengan kemarahan. Kau boleh membunuhnya tetapi tidak dengan kemarahan. Mengapa marah? Kemarahan selalu membuatmu sakit, baik tubuh maupun keimananmu. Nasihat Rasulullah SAW adalah, “Jangan marah.” Bersikaplah baik terhadap semua orang, kalian akan merasakan tubuh kalian yang sehat dan kalian akan memperoleh cinta dari orang-orang dan kalian juga akan merasa senang dengan orang lain. Apakah kalian mengetahui karakter yang lebih baik? Untuk kemarahan, kita harus menjadikannya berada di bawah pengendalian kita, kita tidak dapat menghilangkannya dari karakter kita. Di London saya melihat orang berjalan dengan anjing-anjing yang besar. Mereka mengendus saya, menarik serta pemiliknya. Jika seseorang tidak dapat menahannya, anjing itu mungkin akan menyakitinya. Kita harus tetap mengontrol diri kita. Kita harus menjaga agar tekanan darah tetap stabil, di atas normal artinya marah, tetapi turun hingga nol artinya mati.

Mawlana Syekh Nazim Al-Haqqani QS di Haqqani Islamic Priory, London.

Kita mempunyai dua kekuatan untuk hidup kita, ghadab dan syahwat, kemarahan dan nafsu birahi. Kehilangan salah satu bisa membuat kita mati. Syahwat adalah nafsu untuk makan, minum dan melakukan hubungan seksual. Syekh ‘Abdullah ad-Daghestani QS sudah sering menyebutkan istilah ini dan sekarang di dunia kedokteran semakin populer. Semua masalah bersumber pada keduanya. Jika kalian dapat mengontrolnya, mereka mungkin akan melayani kalian sampai akhir hayat kalian. Mereka tidak akan hilang begitu saja, kita memerlukannya tetapi seluruh karakter buruk dari ego bersumber dari kedua kekuatan tersebut. Seluruh rasul diutus untuk mengajarkan orang-orang akan bahaya keduanya terhadap ego kita, dan mengajarkan orang untuk mengontrol kemarahan dan nafsunya. Kalian mungkin telah membaca ribuan buku, tetapi mereka tidak memberimu kesempurnaan. Jika kalian bisa mengontrol keduanya, barulah kalian memiliki kesempurnaan, kalian akan menjadi orang yang dapat dipercaya. Untuk orang itu emas merah, tanah yang hitam, dan paha yang putih tidak ada bedanya, dia tidak akan berubah. Beberapa orang mungkin akan terpengaruh dengan pundi-pundi emas, atau bahkan lebih terpengaruh dengan tubuh yang putih, tetapi untuk orang yang dapat dipercaya tanah hitam pun akan sama artinya. Kesempurnaan adalah hal yang tidak mudah. Begitu banyak orang yang terjerumus ke neraka karena emas dan tubuh yang putih. Jika tidak ada kontrol, atau kemudi atau rem pada sebuah mobil, dia akan terjungkal ke dalam lembah.

Syekh ‘Abdullah ad-Daghestani QS berkata kepada saya, “Aku akan mengizinkan kamu melihat siapa saja, wanita-wanita dan gadis-gadis, jika kamu dapat melihat mereka sebagai anak-anak perempuanmu atau saudarimu.” Jika kau tidak dapat melihat dengan cara seperti ini, itu haram. Bagi sebagian pria melihat wanita yang tidak dikenal adalah terlarang, sebab Setan dengan cepat akan datang kepada mereka. Beberapa orang melihat wanita, lalu dengan segera ia melihatnya seolah-olah sepertinya wanita itu telah meninggal setahun yang lalu, seperti kerangka yang menakutkan, orang ini mengambil banyak hikmah dari pengelihatannya. Rasulullah SAW melihat wanita sebagai anak perempuannya, saudarinya, dan ibunya. Dengan pengelihatan ini, cahaya kerasulannya membersihkan mereka.

10 July 2008

Jangan Marah!

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Hal yang paling sulit bagi seseorang adalah berperang melawan dirinya sendiri. Kita tahu, jangan marah ketika seseorang menyerang kita, tetapi saat itu kemarahan datang bagaikan api pada diri kita sehingga kita sulit untuk mengontrol diri kita. Jika saat itu kita mampu menguasai diri kita maka kita tergolong orang-orang yang kuat.

Kemarahan adalah pertahanan ego dan hal ini sangat berbahaya bagi semua orang. Suatu hari seseorang datang kepada Rasulullah SAW untuk meminta nasihat. Rasulullah SAW berkata kepadanya, “Jangan marah,” lalu orang itu meminta nasihat lagi, Rasulullah SAW menjawab lagi, “Jangan marah,” bahkan untuk yang ketiga kalinya pun sama.

Sekali marah mungkin bisa menghancurkan segalanya. Kalian mungkin akan menyesalinya. Tetapi ketika pelatuk sudah ditarik penyesalan menjadi sia-sia saja. Syekh ‘Abdullah Faiz ad-Daghestani QS berkata, setiap latihan yang dijalankan oleh murid, baik dengan berkhalwat maupun mengurangi makan dan tidur adalah berfungsi untuk menambah kekuatan mereka dalam mengontrol dirinya ketika sedang marah, dengan kata lain memberi kendali kepada jiwa.

Jiwa bersifat logis sedangkan ego tidak logis, ia datang dengan kemarahan lalu menghancurkan, menyakiti, dan menyebabkan penderitaan. Ketika ada api, jangan menjadi mesiu, kamu dan dia bisa meledak, jadilah air. Kontrol terhadap kemarahan berasal dari level kerendahan hati. Untuk ini, Allah SWT akan memberikan seseorang jubah kehormatan, dan ia akan berdiri di barisan nabi-nabi di Hari Pembalasan nanti.

Allah SWT Menilai Niat dan Perbuatan Kita

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

Kita adalah umat manusia, dari sifat-sifat manusia, dan kita berada di antara dua kekuatan. Satu sisi Allah SWT dan rasul-Nya memanggil kita kepada kecintaan Allah SWT dan menasihati kita untuk melakukan semua kebaikan. Setiap rasul mengajarkan kepatuhan kepada Allah SWT yang merupakan kunci dari semua kebaikan dan memperingati manusia agar selalu waspada agar tidak terjerumus ke dalam kepatuhan kepada setan, yang merupakan kunci bagi semua kejahatan. Kemuliaan seorang manusia adalah tergantung dari derajat kepatuhannya. Semakin banyak ia mendengarkan nasihat dari Tuhannya, ia akan lebih terhormat di hadapan Allah SWT. Ia bisa saja berkulit hitam atau putih, seorang petani atau gubernur, pekerja atau mentri, tidak jadi soal. Kehormatan setiap orang terletak pada kepatuhannya kepada Allah SWT. Ini adalah prinsip dasar dalam Islam. Hadis mengatakan, “Allah SWT tidak melihat pada penampilanmu tetapi pada niat dan perbuatanmu.”

Islam datang sebagai agama yang dapat diterima oleh semua orang. Setiap orang bisa merasa senang, karena Islam hanya berdasarkan pada niat dan perbuatan kalian. Begitu banyak orang di muka Bumi ini, tetapi setiap orang hanya bersifat individu dalam dirinya saja, tidak ada seorang pun yang menyamainya. Allah SWT telah membuat seperti ini untuk menguji setiap orang. Semua orang harus bersyukur kepada Tuhannya bahwa mereka semua satu umat manusia. Umat manusia telah dimuliakan oleh Allah SWT. Bentuk kita yang sekarang bukanlah bentuk kita yang permanen, setiap hari mereka akan berubah. Bentuk kita yang sebenarnya akan tampak pada kehidupan setelah hari kebangkitan nanti. Cahaya kalian, kecantikan atau ketampanan kalian akan tergantung pada perbuatan kalian. Rasulullah SAW bersabda, “Setelah melewati jembatan di atas neraka dan memasuki pintu surga, di sana terdapat dua sungai yang mengalir. Setiap orang yang berasal dari Padang Mahsyar mempunyai bentuk dan rupa yang sama dengan yang dimiliki ketika ia berada di dunia. Setelah datang mereka segera memasuki sungai yang pertama dan menyelam di dalamnya, lalu setelah muncul raut mereka berubah seperti Nabi Yusuf AS, nabi yang paling tampan di antara nabi dan rasul yang lain. Wanita Mukmin akan muncul dengan kecantikan melebihi keindahan surga, bahkan jika mereka tua dan keriput. Jika salah seorang bidadari menyebarkan tangannya ke dunia ini, semerbak wewangiannya akan membuat orang-orang menjadi mabuk, melupakan makan dan minum hingga sekarat. Tidak ada orang yang sanggup untuk melihat bidadari-bidadari itu sekarang dan wanita mukmin nantinya akan lebih cantik dari mereka. Mereka akan memiliki 70 lapis pakaian yang indah, keindahan lapisan yang satu memancar menembus lapisan yang lain, tidak saling menutupi dan juga tidak menutupi kecantikan tubuhnya. Setiap wanita itu akan mempunyai 70.000 dayang-dayang untuk membawa ujung-ujung pakaiannya.” Tidak akan pernah selesai membicarakan keindahan surga. Apa yang diberikan sebuah gambar kepada kalian? Apakah kalian termasuk orang yang berada di sana? Segalanya yang dapat ditemukan di surga, tidak seperti yang pernah kalian lihat atau dengar, atau bahkan pernah terpikir oleh kalian.

Mungkin sekarang beberapa kecantikan atau ketampanan telah diberikan oleh Allah SWT kepada orang melalui Cahaya Ilahi. Orang-orang itu mungkin berada di dalam hati kalian, dan kalian mungkin bisa menemukannya dekat dengan kalian. Itu adalah hasil dari kebaikan hatinya. Tetapi beberapa orang juga mempunyai kecantikan, tetapi tetap saja tidak ada keramahan dari mereka, itu adalah karena sifat keganasan mereka.

Sudah cukup untuk beribadah dan bersyukur kepada-Nya bahwa kita diciptakan sebagai umat manusia, bahwa kita hanya memerlukan hati yang murni untuk bisa diterima di antara orang-orang dan di Hadirat Ilahi. Seluruh rasul setuju dan mengatakan, “Wahai manusia, lakukanlah hal terbaik untuk setiap orang.” Grandsyekh ‘Abdullah QS juga menasihati hal ini juga kepada semua orang termasuk kalian. Kalian tentunya mengerti apa arti kalimat tersebut. Itu berarti, lakukanlah sebanyak mungkin, jangan ditahan, jangan berhenti pada satu tempat, baik, lebih baik, lalu yang terbaik. Itu sudah cukup bagi kita untuk mendapatkan kemuliaan. Nasihat itu juga sederhana sehingga kalian dapat menyimpannya. Jika seseorang dapat mempraktekkannya, dunia ini akan seperti Surga. Kita akan mempunyai kedamaian dan kebahagiaan yang permanen bagi semua orang. Bila kalian mematuhi Allah SWT, maka kalian akan mengerjakan yang terbaik. Rida-Nya didapat melalui tindakan kalian yang terbaik. Ini adalah nasihat yang tidak pernah berubah dari setiap Rasul. Ketika kalian mengerjakan yang terbaik dan mengharapkan rida Allah SWT, Allah SWT akan membuat semua orang melakukan yang terbaik untukmu. Walaupun dunia sedang dalam keadaan perang, kalian akan tetap berada di surga.

09 July 2008

Bagaimana Cara Memperoleh Rida Allah SWT?

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Kita akan membicarakan hal yang sangat penting, beribadah demi Allah SWT. Setiap hal yang akan kalian lakukan harus dilakukan demi Allah SWT. Derajat tertinggi diberikan kepada orang yang melakukan sesuatu karena Allah SWT. Sebagai penghargaan bagi orang-orang tersebut Allah SWT memberikan derajat yang baik di Sisi-Nya, selain itu Allah SWT juga menghilangkan kutukan atasnya dan menghilangkan kemarahan-Nya dari 70 tempat buruk di negrinya.

Suatu hari Syekh ‘Abdullah QS bercerita tentang Nabi Musa AS, yang berkata kepada Tuhannya, “Wahai Tuhanku, kapankah Engkau akan rida kepadaku?” “Wahai Musa AS, ketika engkau rida kepadaku, Aku pun rida kepadamu.” Jika seseorang memohon rida Allah SWT, dia harus memandang dirinya sendiri. Untuk bisa diridai Allah SWT, dia harus bisa menerima dan rida dengan segala apa yang Allah SWT lakukan, barulah Allah SWT akan rida dengan kita. Tuhan kita dapat melakukan apa saja terhadap kita dan apa yang ada di sekeliling kita. Yang penting kalian harus bisa menerima apa yang Dia lakukan terhadapmu dan terhadap orang lain.

Ini bukanlah suatu latihan yang mudah, perlu suatu kerja keras. Setiap waktu kalian bisa marah, “Apa itu? Apa itu?” kalian tidak senang dengan apa yang terjadi. Kalian bisa menjumpai apa saja di dunia ini, kalian bisa suka atau tidak menyukainya. Jika kalian menyukainya, berarti kalian rida kepada Allah SWT, jika tidak, kalian akan terpisah dengan Allah SWT. Oleh sebab itu Allah SWT membuat Rukun Iman yang keenam sebagai Keyakinan bahwa segala sesuatu baik berupa kebaikan maupun sesuatu yang buruk berasal dari Allah SWT. Keyakinan ini membawa kita kepada posisi di mana kalian akan merasa senang terhadap semua yang ditetapkan oleh Allah SWT. Segala sesuatu terjadi melalui kehendak-Nya, oleh sebab itu Mawlana Khalid al-Baghdadi QS mengajarkan para pemula mengenai hal ini, begitu pula Grandsyekh ‘Abdullah QS selalu menekankan hal ini. Jangan sampai lupa bahwa segala sesuatu yang dilakukan orang lain adalah atas Kehendak Allah SWT, jadi tidak perlu marah.

Setiap kesalahan yang kita buat menghasilkan hukuman yang tidak kita sukai. Hukuman itu berguna untuk membersihkan diri kita. Jika kita dapat mengenali kesalahan itu, lalu kita bertobat dengan segera, kesalahan itu segera dihapuskan. Hal yang juga penting adalah jangan takut terhadap sesuatu yang baruk atau terhadap suatu hukuman. Ketahuilah segala sesuatu datang kepada kalian menurut niat dan perbuatan kalian. Tidak mungkin kita menyakiti orang lalu pergi begitu saja tanpa dihukum. Jika niat dan perbuatan kalian baik, kalian akan selalu baik. Kadang-kadang orang berpikir bahwa dia tidak pernah melakukan kesalahan tetapi mengapa dia mendapat hukuman? Saya pernah mendengar dari Grandsyekh ‘Abdullah QS bahwa seorang murid dapat membersihkan dosa atau kesalahan leluhurnya. Bagi Muslim yang baru yang datang ke sini, adalah suatu kehormatan kami untuk menghormati kalian, tempat tinggal yang terbaik dan menjamin kenyamanan. Tetapi masyarakat Muslim tidak tertarik, bahkan dalam dirinya sendiri, mereka sudah muak. Sesuai dengan kemampuan kami, kami akan berusaha untuk membuat kalian senang, tetapi ini bukan hal yang mudah. Kalian terbiasa dengan kehidupan yang elit, di sini kita hanya memiliki kehidupan yang sederhana.

Segala hal yang datang kepada seseorang, dia harus menyadarinya bahwa itu adalah Kehendak dari Allah SWT. Untuk kebaikan, kita harus bersyukur, untuk hal-hal yang tidak menyenangkan kita harus bersabar. Dengan kesabaran itu Allah SWT memberikan ganjaran yang tidak terhingga.

24 June 2008

Kemalasan

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


(Ini adalah jawaban dari sebuah pertanyaan yang diajukan oleh seorang warga Amerika yang bertanya, bagaimana seseorang dapat mengatasi kemalasannya, jika mungkin seluruhnya?)

Syekh ‘Abdullah Faiz ad-Daghestani QS berkata bahwa karakteristik asli dari ego adalah menjadi yang paling malas di antara semua makhluk. Kalian tidak bisa membayangkan betapa malasnya ego kita. Malas sekali, tetapi untuk memenuhi keinginannya, barulah ia menjelma menjadi seorang pekerja keras. Untuk diri sendiri ya, tetapi untuk orang lain ia tidak suka, bahkan untuk pekerjaan yang paling ringan sekalipun. Kalau untuk kepentingan dirinya, kalian akan bisa menemukannya semalam suntuk ia tetap terjaga. Jika tubuhnya tidak merasa lelah, ia tidak akan merasa kelelahan, tidak akan berhenti untuk bergoyang (menari), minum, makan, dan bernyanyi. Tetapi untuk bekerja demi orang lain, ia begitu malas, bahkan kalian tidak bisa menemukan alat untuk mengukur kemalasannya itu. Seseorang hanya akan bekerja untuk mengambil keuntungan bagi dirinya sendiri. Keuntungan itu menjadi motivasinya sekaligus menjadi kenikmatan baginya. Ia tidak mendapat keuntungan dari minum-minum, merokok dan mengkonsumsi obat-obat terlarang, tetapi ia bisa saja menemukan kenikmatan, oleh sebab itu ia senang sekali melakukannya.

Motivasi dapat ditimbulkan dari dua arah. Salah satunya adalah untuk kenikmatan fisik atau tubuh kita, dan yang lain adalah iman, suatu daya tarik yang membuat kalian menjadi orang yang rajin dan suka bekerja keras. Seseorang yang tidak beriman tidak sanggup menyetir dirinya untuk membantu atau melakukan perbuatan amal bagi orang lain. Ia malah bisa menyulut api kepada seluruh dunia demi kesenangannya dan berkata, “Aku tidak peduli.” Kepeduliannya hanya sebatas untuk dirinya sendiri. Kalian tidak akan menemukan musuh bagi ego kecuali iman. Tidak ada jalan lain bagi seseorang untuk berbuat baik kepada orang lain tanpa iman. Jika kita tidak bisa menanamkan keimanan kepada seseorang, ia akan tumbuh menjadi makhluk yang berbahaya bagi dirinya sendiri dan bagi umat manusia. Kalian bisa mengamati karakter seperti itu pada orang-orang hippies (generasi yang anti kemapanan dan menganut kebebasan dalam segala hal di Amerika—red) sekarang, tidak peduli lagi terhadap segala hal, mereka pun sangat malas untuk merawat diri mereka sendiri.

Mengatasi kemalasan hanya dapat dilakukan dengan iman. Yang mempunyai motivasi tertinggi adalah para nabi, disusul para awliya dan orang-orang yang beriman, tergantung pada tingkat kekuatan imannya. Dalam setiap agama para pengikutnya diajarkan untuk mengikuti jejak dan ajaran rasulnya dan para penerus dari rasul itu. Sekarang inilah jawaban yang sesungguhnya dari pertanyaan tadi. Dengan diri kita sendiri, kita hampir tidak mungkin bergerak. Setiap Mukmin yang menginginkan sifat malasnya dihilangkan harus mempunyai hubungan personal dengan seorang wali yang masih hidup. Ia harus menemukan salah satu wali dan mengambil bay’at darinya, lalu ia juga bisa mendapatkan kebaikan dari awliya di makam mereka. Setiap wali yang asli pasti meninggalkan deputi bagi dirinya. Tanpa deputi seorang wali tidak akan bisa melangkah. Awliya adalah sumber motivasi. Apakah yang menjadi kondisi utama untuk mencapai wali meminta motivasinya? Kondisi tersebut adalah usaha, bergerak atau bertindak. Sebuah mobil akan memberikan jasanya kepada kalian bila kalian masuk ke dalamnya lalu menyalakan mesinnya. Jika kalian hanya duduk saja seperti penumpang, bagaimana mobil itu bisa dikendarai? Himma siap siaga selalu, tetapi kalian harus menyalakannya (bagaikan mesin mobil tadi). Kalian mengambil biji tasbih, bersiap untuk berzikir, tetapi begitu banyak alasan yang datang kemudian, “Tidak sekarang deh, nanti saja…” Jika kalian mengatakan, “Kau harus duduk,” kemudian mencoba mentautkan hati kalian dengan hati Grandsyekh, barulah zikir dapat dilakukan sehingga motivasi dapat tercapai. Tanyakanlah kepadanya apakah ia terlalu lelah untuk makan. Apakah seseorang terlalu lelah untuk aktivitas perkawinan? Tidak, ia seperti singa. Si wanita berkata, “Kamu lelah,” “Tidak, Saya tidak lelah.” Tanpa bergerak, kalian tidak berhak untuk mengharapkan suatu motivasi dari Rasulullah SAW atau melalui seorang wali.

03 June 2008

Islam Bersifat Dinamis, tidak Pasif

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

Syekh ‘Abdullah Faiz ad-Daghestani QS berbicara tentang dua karakter yang dimiliki para anbiya, yaitu: memiliki himma, aspirasi tinggi dan dinamis, tidak pernah malas. Kedua karakter itu merupakan warisan Anbiya. Mereka sangat ringan dalam bekerja karena jiwa mereka berasal dari surga.

Sifat malas berasal dari setan. Kalian tidak dapat menemukan seorang rasul yang duduk bermalas-malasan dan menikmati dunia atau meminta istirahat. Mereka bagaikan sungai yang selalu mengalir menuju ke laut. Setiap wali bersifat dinamis. Makin tebal iman seseorang, ia akan semakin aktif. Tidak ada tindakan berarti tidak beriman. Ada 500 kebaikan dari Sunnah Rasulullah SAW. Al-Qur’an mengatakan, “Ketika kamu telah selesai dari suatu pekerjaan, kerjakanlah pekerjaan berikutnya.” Kita dianjurkan agar selalu aktif dalam segala situasi, inilah bimbingan yang terbaik bagi kita. Setiap agama tidak mengajurkan para pemeluknya untuk bermalas-malasan. Beberapa orang menganggap bahwa Islam membuat orang menjadi pasif (Agama adalah racun bagi masyarakat). Mereka sebenarnya adalah para pembohong yang tidak mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Mereka mempelajari suatu ilmu di Barat lalu mengklaim hal tersebut. Saya merasa prihatin terhadap gejala ini. Sebelum Islam datang, bangsa Arab laksana tertidur dan menjadi budak bangsa Roma dan Persia. Setelah Islam datang, mereka sanggup menaklukkan daerah-daerah di pesisir Samudra Atalantik hingga Samudra Hindia.

Syekh ‘Abdullah Faiz ad Daghestani QS berkata bahwa setiap orang yang aktif akan masuk Surga, sebaliknya orang-orang yang malas akan masuk Neraka. Bahkan bagi orang-orang yang aktif dalam mengejar dunia, keaktifannya itu akan membimbingnya menuju kebaikan pada akhirnya, bagaikan air deras yang mengalir dari hulu di pegunungan menuju hilir di dataran rendah dan memberi manfaat. Untuk berjuang melawan ego, seseorang harus mempunyai sifat dinamis. Seseorang yang mendaki gunung harus memiliki energi, sebaliknya untuk menuruni gunung sifat dinamis tidak terlalu diperlukan. Orang-orang yang duduk-duduk di sebuah pub atau kafe tidak bisa disebut sebagai orang yang dinamis, mereka justru pemalas. Orang yang bekerja dengan serius dan menghasilkan karya yang dapat dinikmati dan dimanfaatkan oleh banyak orang mempunyai sifat yang diwariskan oleh Rasulullah SAW.

Siapa yang tidur terlalu banyak juga termasuk pemalas. Tidur lebih dari 8 jam akan menyakiti tubuh. Seperti halnya tidak cukup tidur, tubuh akan menjadi lemah dan lelah. Untuk sebagian orang Allah SWT memberi kemampuan kepada mereka untuk tetap terjaga dan tidak membutuhkan tidur. Seorang murid di Basra yang bernama Sunnetji Tahsin diperintahkan oleh Syekh Syarafuddin QS untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang tertinggal setelah diadakan jamuan makan malam. Pada saat itu masih tersedia cukup banyak makanan untuk 20 orang, tetapi ia menghabiskannya semua, bahkan tidak menyisakan sebutir nasi pun di setiap piring. Malam itu Syekh Syarafuddin QS memerintahkan Syekh ‘Abdullah QS untuk mengeceknya. Lalu beliau pergi ke ruangannya dan menemukan Tahsin sedang berdiri tak bergerak, meleburkan diri dalam Hadirat Ilahi, sampai 1 jam sebelum subuh, lalu ia mulai melakukan salat tahajjud. Pada saat azan Subuh ia pergi ke masjid, salat, dan duduk untuk berzikir sampai matahari terbit. Kemudian ia melakukan salat isyraq lalu mengambil kapaknya dan pergi untuk bekerja. Jika seseorang ingin mendapatkan kekuatan seperti itu dan tidak membutuhkan tidur, lalu ia berniat untuk tidak tidur karena Allah SWT, agar Allah SWT rida kepadanya, maka ia harus melakukan latihan selama 40 hari. Hal ini berarti setiap kali merasa ngantuk, cepat lakukan wudu dan salat 2 rakaat, begitu seterusnya. Jika ia bersabar dan mengerjakannya selama 40 hari, ia akan mempunyai kekuatan seperti malaikat, tidak memerlukan tidur lagi. Awliya, jika mereka seperti ini, itu karena mereka telah diperintahkan dan mendapat izin dari Rasulullah SAW.

Orang banyak berpikir bahwa banyak makan akan membuat tubuh menjadi kuat, oleh sebab itu mereka makan banyak bahkan terlalu banyak. Seseorang yang berkata, “Aku merasa kenyang dengan makanan malam ini,” sesungguhnya ia berdosa di Hadirat Ilahi. Allah SWT yang membuat kalian kenyang, bukan makanan itu. Dia dapat membuat kalian kenyang hanya dengan sepotong makanan. Syekh ‘Abdullah QS berkata bahwa ketika Dajjal datang seluruh Muslim akan mendapat perlindungan di Syam. Syekh Muhyiddin (Ibn Arabi QS) berkata bahwa banyak sekali orang yang akan mendatangi kota Syam dan kota ini akan semakin luas, sisi di balik gunung akan menjadi sama luas dengan sisi sebelahnya dan tidak ada tempat yang tersisa lagi bahkan untuk sekedar menapakkan kaki saja, mungkin kota itu bisa menampung 50 juta orang. “Bagaimana mereka akan makan dan minum?” tanya Abu Bakar RA kepada Rasulullah SAW. “Takbir Imam Mahdi AS akan memberi Kekuatan Ilahi bagi seluruh Mukmin. Sepotong makanan akan cukup untuk 40 hari.”

Orang-orang juga berpikir bahwa banyak tidur membuat tubuh beristirahat dan segar. Tidak, Allah SWT -lah yang menyebabkan hal itu. Mungkin dengan 5 jam tidur seseorang tidak akan mendapatkan istirahat sementara itu hanya dengan 5 menit seseorang yang lain malah dapat beristirahat dengan cukup. Waktu terbaik untuk tidur adalah tepat setelah salat ‘Isya sampai 1 jam sebelum Subuh. Tidur lebih awal adalah yang terbaik. 4 jam setelah ‘Isya (sebelum tengah malam) bagaikan 8 jam di waktu-waktu yang lain. Ini akan membuat orang mampu meningkatkan ibadahnya dan melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat. Sekarang orang-orang mengisi waktu tersebut dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, ngobrol-ngobrol atau menonton TV. Ini adalah salah satu sebab datangnya penyakit. Waktu terbaik kedua untuk tidur adalah antara waktu matahari terbit sampai siang, sedangkan waktu antara siang hingga sebelum Ashar adalah yang terbaik ketiga. Tidak baik tidur pada kurun waktu antara Subuh hingga matahari terbit dan paling buruk waktu tidur antara Ashar hingga matahari terbenam. Rasulullah SAW bersabda jika sesuatu yang buruk menimpa orang yang sedang tidur di waktu tersebut, ia tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, tanggung sendiri akibatnya. Bagi orang yang tidur lebih dari 8 jam sehari, ia harus berkata kepada dirinya sendiri, “Saya pemalas!”