Showing posts with label Ta'awwudz. Show all posts
Showing posts with label Ta'awwudz. Show all posts

26 September 2008

Berlindung dari Kendali Setan



A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

Jika kalian bekerja untuk Allah SWT, kalian akan sukses dan menunggangi dunia. Jika tidak, dunialah yang akan menunggangi kalian.

A'uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim, Bismillaahir rahmaanir rahiim … Apakah yang menjadi sebab kegagalan manusia?… Kita mengucapkan A'uudzu … agar Setan tidak mempunyai kesempatan untuk mempengaruhi kita. Jika kalian tidak mengatakan ini, dia akan menunggangi kalian, dan segala sesuatu yang kalian kerjakan menjadi setani, bukannya rahmani, karena jika kalian tidak mengucapkan A'uudzu …, kalian memberikan kendali pada Setan.

Betapa besar kekuatan yang ada dalam kata-kata ini A'uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim! Jika orang-orang tahu dan mengerti, dalam 40 hari dunia ini akan terselamatkan… Saat ini, segala sesuatu adalah setani—orang-orang minum dan berjudi, dan minum (khamr) adalah ibu dari segala macam sifat buruk. Seseorang yang mabuk melakukan segala sesuatu yang buruk dan kotor; dia tidak lagi memiliki kekuatan kehendak untuk mengendalikan dirinya sendiri, sehingga Setan memperalatnya untuk segala macam kejelekan dan kekotoran. Minum (khamr) menghancurkan dan melemahkan badan, dia membuat badan tak berguna untuk dunia dan untuk akhirat. Dan berjudi membuat seseorang kehilangan segalanya, karena dia selalu berharap untuk menang, dia tak dapat berhenti dan dia mempertaruhkan semua yang dia miliki. Suatu penyakit yang menjijikkan. Dan di negara ini, mereka memperbolehkannya. Setiap orang kehilangan kecuali mereka yang tidak berjudi, yang tidak minum. Dan hal-hal itu adalah haram, tetapi pemerintah kita menghalalkannya.

Siapa yang lupa untuk mengucapkan A'uudzu… akan ditunggangi Setan, Setan akan memperalatnya dan menghabisinya. Dan mereka memperlihatkan Setan pada kita sebagai teman baik kita. Barat telah menjadikan Setan sebagai teman baik mereka, pemandu mereka. Dan penyakit yang sama tengah datang melanda kita yang di Timur. Begitu banyak ‘Muslim’ berada di bawah kendali Setan. Mengapa Amerika menentang kita? Jika kita menjadi seperti apa yang Allah SWT minta bagi kita, perkaranya tidak akan menjadi seperti saat ini. Tetapi, mereka hanya menyalahkan yang lain. Apakah dunia Islam tak bersalah, apakah mereka semua malaikat? Tidak, karena perbuatan setani merekalah kita mendapatkan situasi saat ini, dan tidak ada yang menyadari hal ini. Mereka minum dan berjudi. Mengapa mereka tidak pergi melawan Cina? Di Cina ada 1 miliar orang, sedang Muslim 1.5 miliar. Tetapi Cina disatukan di bawah perintah seorang laki-laki. Dunia Islam tidak memiliki nilai, karena mereka tidak tersatukan…

Menurut suatu sabda Rasulullah SAW, dunia Islam adalah seperti satu badan, dan jika satu bagian darinya sakit, maka seluruh badan akan terganggu dan tidak merasa tenang. Kalian pun demikian, jika kalian sakit kepala atau sakit gigi, seluruh badan kalian akan terganggu. Rasulullah SAW mengatakan hal ini kepada Muslim. Sekarang, orang-orang Arab berpikir bahwa mereka nomor 1 dan bahwa mereka memiliki tanggung jawab terbesar. Apakah mereka tidak membaca Hadis ini? Mengapa mereka tidak berkata pada Muslim bahwa mereka (ummat Muslim) telah menyimpang dari jalan yang lurus? Yang selalu mereka salahkan hanya Amerika. Amerika bukanlah suatu negara Islam, tetapi 25-30 juta Muslim tinggal di sana, dan yang menjaga negara itu adalah emas orang-orang Arab di sana… Apakah dunia Islam tidak punya heybet lagi? Tak ada yang di sana, tak ada khalifah, kepada siapa orang-orang dapat memberikan bay’at-nya. Dan mereka semua adalah Muslim-Muslim ‘reformasi’, mereka ingin untuk memperbaharui segala sesuatu dari sisi luar. Sudahkah kalian memperbaharui diri kalian sendiri dan membebaskan diri kalian dari perbudakan Setan? Kalian hanya mengubah alamat, atau rumah—tetapi kalian belum membebaskan diri kalian sendiri dari Setan untuk kemudian berserah diri kepada Allah SWT! Mereka meninggalkan salat, meninggalkan wudu, dan menyebut ini suatu ‘reformasi’—mereka menginginkan suatu agama yang baru. Dan semua ‘pembaharuan’ ini adalah bid’ah. Mereka tidak mau menerima suatu disiplin. Mereka tidak menyukai jalan tradisional yang lama, tasbih, selawat, janggut. Mereka tidak suka bahwa kita tidak memakai televisi…

Senjata-senjata milik Muslim tidaklah berguna untuk melawan Amerika—tetapi, mereka tidak mau meminta pertolongan dari orang-orang suci, mereka memerangi orang-orang suci dan menghancurkan makam-makam para Sahabat… Kini, berita terbaru adalah bahwa mereka menyalahkan orang Arab untuk semua fitnah dan mereka mengatakan, “Kami tidak akan membeli minyak dari mereka lagi (dari Arab), tetapi dari Rusia…” Jika kalian ingin melakukan jihad—mengapa kalian tidak pergi dan membebaskan Jerusalem? Sejak 40 tahun yang lalu anak-anak melempar batu di sana… Mengapa Bin Laden pergi ke Afghanistan? Dia ingin menjadikannya sebagai Wahhabi. Karena itu Allah SWT mengirimkan Amerika untuk melawannya. Amerika adalah hamba Allah SWT. Setan pun adalah hamba, tetapi hamba yang buruk… Allah SWT tidak akan menolong orang yang berbuat fasad (kerusakan)…

12 September 2008

Ucapkan A’uudzu billaahi minasy-syaithaanir rajiim

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

Lefke, Siprus: 26 November 2001

  

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

Ucapkan, “A'uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim”. Tidak setiap orang dapat melawan Setan (seperti Sayyidina ‘Umar RA, di mana Setan lari darinya), jangan katakan bahwa kalian cukup kuat untuk menghadapinya.  Pada hakikatnya Setan tidak mempunyai kekuatan.  Tetapi bahkan sebuah virus kecil, sebagai contoh, dapat membunuh seorang manusia yang tinggi dan kuat seperti pohon.  Dan ada beberapa serangga yang hinggap di kotoran dan kemudian hinggap pada diri kalian untuk menularkan kotoran tadi.  Jangan katakan bahwa kalian kuat, jangan!  Serangga itu pun dapat memusnahkan kalian.  Jika kalian tidak menaruh perhatian terhadap hal ini, bahkan Setan yang lemah pun dapat menyakiti kalian dan membuat kalian kehilangan jalan, seperti yang telah dia lakukan pada manusia di abad 21.  Dengan apa yang mereka lakukan, mereka telah mengikuti Setan, mereka tidak melawannya karena mereka tidak mengucapkan, “A'uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim.” Mereka melupakannya—mulai dari presiden dan juga jenderal.  Tidak ada lagi orang di dunia Islam yang membuka  ceramah atau pidatonya dengan kalimat ini.  Adapun orang-orang kafir sudah jelas mereka tidak mengucapkannya, tetapi ada 40 sampai 50 negara-negara Islam, dan mereka pun tidak mengucapkannya. Mereka menjadi sombong dan meletus bagai sebuah balon—sepucuk jarum membuat mereka meledak, dan di dalamnya kosong, penuh oleh udara belaka.  Egomania, para mania yang ingin untuk menjadi orang penting, mereka berkeliaran.  Tetapi Azhimat dan Kibriya (Keagungan dan Kesombongan) hanyalah milik Allah SWT.  Manusia datang ke dunia ini dengan berat 5 kg dan tumbuh hingga 1.5 atau 2 m, tetapi setelah itu, seberapa jauh mereka dapat tumbuh lagi? Dan Nabi SAW yang suci terheran dan beliau bersabda, “Manusia berada di antara 'pipi' dan 'kaka' (buang air kecil dan buang air besar); bagaimana mereka bisa sombong, ketika setiap waktu kotoran keluar dari mereka?”

Nabi SAW yang suci bersabda, “Aku duduk seperti seorang budak dan makan seperti seorang budak pula.” Hadis ini sudah cukup untuk menjadikan orang-orang sebagai manusia, tidak menganggap diri mereka sendiri penting di Hadirat Allah SWT.  Dalam syahadat dikatakan, “Muhammadan 'abduhu” (Muhammad SAW adalah hamba-Nya) terlebih dahulu, baru kemudian “Wa rasuuluh” (dan utusan-Nya).  Tetapi orang-orang saat ini tidak berbuat untuk Allah SWT, melainkan hanya untuk ego mereka dan berkata bahwa mereka tidak punya waktu untuk beribadah.  Untuk apakah mereka diciptakan?  Tetapi mereka mempunyai waktu untuk duduk di kafe... Dan jika mereka pergi ke masjid, mereka selalu melihat jam. Siapa yang mengendalikan egonya, akan naik.  Untuk hal inilah, seluruh Wali melakukan sohbet (asosiasi)—untuk memanusiakan manusia.  Jika tidak, orang bukanlah apa-apa selain binatang yang dapat berbicara.  Siapa yang tidak mengikuti Nabi SAW akan tetap menjadi binatang, tidak peduli pakaian apa pun yang dia pakai. Dengan pakaian, kalian tidak dapat mengubah sifat-sifat kalian. Begitu banyak orang yang datang ke hadapan Allah SWT dengan atribut-atribut kebinatangan mereka karena mereka tidak berubah. Kemudian hijab akan disingkapkan dari mata mereka dan kalian akan diperlihatkan film dari kehidupan kalian dan kalian akan berkata apakah itu manusia atau binatang. Manusia diciptakan untuk menjadi manusia yang sempurna, insan kamil, dan datang dalam keadaan sempurna ke Hadirat Tuhan.  Kini, setiap orang menentang Islam karena Islam memanusiakan orang dan memperkuat roh-roh mereka. Tanpa penguatan roh, kalian tidak akan menjadi manusia, karena kebinatangan menutupi kalian.

Tidak ada hari libur dalam Islam.  Seorang Muslim selalu bertugas. Bahkan saat hari Jumat, setelah salat, mereka bekerja.  Kristen dan Yahudi berlibur sehari atau dua hari. Tetapi itu berarti bahwa setelah dua hari, kalian harus mulai dari awal untuk mengejar ketertinggalan kalian sebelumnya. Sampai hari Rabu kalian mengejar, dan kemudian Kamis kalian telah bersiap untuk akhir pekan. Tidak! Dalam Islam ada kontinuitas—kesinambungan.  Hanya saat Bayram ('Ied) ada tiga hari libur.

Tanpa kontinuitas, anak-anak pun tidak dapat belajar di sekolah...