Showing posts with label anjing. Show all posts
Showing posts with label anjing. Show all posts

20 September 2010

Memulihkan Satu Sunah akan Menyelamatkan Dunia

Sultan al-Awliya Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani

Lefke, Siprus, 21 Agustus 2010


Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Subhaan Allah

Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Subhaan Allah

Zidhu yaa Rabbii `izzan wa syarafan nuuran wa suruuran, sulthaanan wa ridhwaana. Tsumma salaamu `alaykum yaa `ibaadAllah ash-Shaalihiin. Tub `alayna yaa Rabbana. Beri kami pengampunan-Mu, kami adalah hamba-Mu yang lemah. Beri kami dari Samudra Cinta-Mu agar kami, hamba yang lemah ini dapat berdiri untuk memuliakan-Mu (Mawlana Syekh duduk).

Syukr yaa Rabbii, syukr yaa Rabbii, syukr yaa Rabbii! Segala puji dan syukur yang tak terhingga bagi-Mu, sejak masa pra-abadi hingga abadi, segala kemuliaan bagi-Mu. Engkaulah mengagungkan Diri-Mu sendiri, pengagungan itu bukan berasal dari seseorang.

Wahai guru-guru kami, berilah kami sedikit pemahaman! Dan sebelum datang suatu pemahaman, kalian harus mengucapkan, “A`uudzu billahi min asy-Syaythani 'r-rajiim.”

Wahai manusia, berlarilah dari Setan dan ucapkan, “A`uudzu billahi min asy-Syaythani 'r-rajiim. (Mawlana Syekh berdiri) Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim, Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim, Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim! Itu akan memberi kita hidup baru, tenaga baru, dan cahaya baru (Mawlana Syekh duduk kembali).

Tsumma 's-salaam `alayka yaa Shaahib az-Zamaan dan hormat kami kepada Qutbu 'l-Mutasarrif dari dunia ini, yang melindungi kaum yang beriman dan yang menjadi pelindung bagi hamba-hamba Allah (swt). Ya, dan hormat kami kepada semua orang suci. Dan siapakah orang suci itu? Tahukah kalian, wahai hadirin? Kalian tidak tahu! Dan saya juga memohon untuk dikaruniai pandangan dan pengetahuan lebih dalam tentang orang-orang suci.

Wahai hadirin! As-salaamu `alaykum, di manakah kalian berada? Apa yang sedang kalian pikirkan? Apakah kalian sedang memikirkan tentang dunia? Siapapun yang memikirkan tentang dunia, pikirannya tidak bersih. Jangan tutupi pemahaman kalian dengan pikiran yang tidak bersih, upayakan untuk mencapai pemahaman yang murni, yang bersih. Pemahaman tersebut akan membersihkan fisik kalian dan memberikan kekuatan kepada ruh kalian. Kebersihan adalah hal yang paling penting dalam hidup manusia di bumi ini. Kewajiban pertama adalah kebersihan. Kalian harus bersih untuk bisa mengerti. Bila kalian tidak bersih, maka kalian tidak akan pernah mengerti. Bersihkanlah diri maka kamu akan mengerti. Tetapi selama manusia mengejar hidup yang tidak bersih di bumi ini, mereka tidak akan pernah mencapai pemahaman yang murni dan tingkatan mereka akan menjadi di bawah binatang. Bagaimana hal itu dapat terjadi?

Wahai ulama-ulama Salafi! Itu pasti! Apa yang kalian pahami dari firman Allah (swt) di dalam Al-Qur’an suci? (Mawlana Syekh berdiri) Dia berfirman, “Ast`iidzu billah:

أُوْلَـئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ

uulaa'ika ka'l-an`am bal hum addal

Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih rendah lagi. (Al-A'raaf 7:179)

(Mawlana Syekh duduk kembali)

Apakah kalian memahami hal ini atau kalian tidak pernah memikirkannya? Tiga atau empat kata-kata suci dalam satu ayat dimaksudkan untuk kita pahami. Jika itu tidak ditujukan kepada kita untuk memetik pemahaman surgawi, maka Dia tidak akan pernah mengirimkan ayat suci. Jika seseorang tidak juga mengerti, maka ia mahruum, kehilangan, berarti orang tersebut menempatkan suatu penghalang antara dirinya dengan tujuan atau targetnya. Oleh karena itu, angkatlah penghalang antara kalian dengan level di mana kalian dapat mengerti hal-hal tertentu. Mengapa Allah (swt) mengatakan,” Ast`iidzu billah uulaa'ika ka'l-an`am bal hum addal? Siapakah mereka? Jawab wahai ulama Salafi! Apakah kalian menerima penjelasan ini untuk kalian sendiri? Ulama-ulama Wahhabi, apakah kalian menerima level tersebut? Katakanlah! Al-Qur’an suci adalah untuk selamanya, tidak pernah berubah, tetapi pemahaman kalian yang akan berubah. Apa yang Allah (swt) maksud dengan "uulaaika?" Siapakah mereka? Katakanlah! Kalian menyebut diri kalian ulama. Ayat suci tersebut ditujukan kepada seseorang, "uulaa'ika." Siapakah mereka? Jelaskan hal itu kepada para pengikut kalian, mengapa kalian tidak menjelaskannya?

Uulaa'ika ka'l-an`am, mereka yang hidup hanya untuk makan dan minum dan untuk kehidupan seksual, maka tingkat kehidupan mereka ada pada tingkat an’am, setingkat dengan binatang. Mereka seperti penghuni kebun binatang! Ayat suci itu yang membedakan antara manusia dan dunia binatang. Sebagian manusia akan mencapai level kemanusiaan. Kemanusian akan membawa kehormatan pada manusia. Tetapi pada dunia binatang, tidak ada kehormatan. Kalian meninggalkan apa yang telah dikaruniakan kepada kalian dari kehormatan surgawi dan mengikuti keinginan ego. Sekarang 99% manusia berlari mengikuti keinginan egonya, dan mendepak kemanusiaan, padahal kemanusiaan itu yang akan membawa kehormatan untuk manusia. Siapapun yang mendekat ke sisi kemanusiaan, mereka mendapat kehormatan, dan yang mendekat ke sisi binatang,tidak ada kehormatan bagi mereka.

Seekor kuda masuk dalam kelompok binatang, mungkin kedudukannya ada di puncak. Manusia malah mengejar anjing, padahal anjing tidak dikaruniai kehormatan. Semua orang lebih menyukai kuda dibanding binatang lain, meskipun jenis binatang lain sangat banyak. Tetapi di antara binatang-binatang tersebut, satu-satunya, yuthnii `alayhi, yang paling dihargai dan dihormati adalah kuda. Mengapa? Karena kuda membawa raja, dan yang mengendarai kuda adalah para kaisar dan orang-orang terhormat. Apakah kalian pernah melihat ada seorang raja yang menaiki keledai? Pernahkah kalian melihatnya? Tidak pernah. Kuda mendapat penghargaan seperti itu, tetapi kuda tetap berada di dalam dunia binatang. Mereka tidak dapat hidup di dalam aula kerajaan; titik terakhir bagi mereka adalah pintu masuk istana yang sangat luas. Mereka tidak bisa masuk ke dalam, hanya sampai di pintu masuk.

Saya berharap atau meminta agar orang memelihara kuda daripada anjing. Kuda adalah binatang yang mulia; anjing ada pada tingkatan yuthnii `alayhi, tingkatan terendah. Dan dengan sangat menyesal saya harus mengatakan bahwa kebanyakan orang lebih senang berada pada tingkatan anjing. Saya sungguh menyesal bahwa banyak orang yang sudi menempatkan dirinya pada level anjing, suatu level terendah. Seekor kuda memberi ha’ya kepada seseorang, penampilan yang bagus, dan azhamah, keagungan. Oleh sebab itu, orang-orang yang agung, raja, kaisar dan sultan selalu mengendarai kuda. Kini, manusia telah meninggalkan skala tinggi, karunia surgawi bagi mereka adalah dengan memelihara kuda. Mereka meninggalkan level itu; mereka turun ke level yang lebih rendah dengan memilih mobil, mobil, mobil. Mobil tidak memberikan kehormatan kepada manusia. Tetapi skala manusia sekarang adalah salah. Setan sudah menipu dan mengatakan, “Tinggalkan kuda dan ganti dengan mobil. Kemuliaan seperti yang dikaruniakan kepada kuda, tidak diberikan kepada yang lainnya. Bahkan seekor singa pun tidak dinamakan “Singa yang mulia”. Seekor harimau tidak pernah dinamakan “harimau yang mulia”. Seekor keledai apalagi. Namun Setan telah memutarbalikkan mentalitas manusia.

Wahai manusia! Datanglah dan berusahalah untuk menjadi orang-orang yang mulia di dunia dan akhirat. Ada satu hadis suci yang diketahui oleh para ulama kita. Kalian adalah ulama, mengapa kalian tidak menganjurkan para muuluuk untuk mengendarai kuda? Mengapa? Dan kalian harus mengatakan, “Wahai Yang Mulia, Jalaalatuh, kau harus mengendarai binatang mulia, yang diturunkan dari Surga. Ya. Tidak ada binatang lain di dalamnya kecuali kuda. Itu adalah suatu kehormatan yang dikaruniakan kepada manusia. Mengapa tidak kalian sampaikan? Katakanlah yang benar! Kalian tidak menyampaikan kebenaran itu karena kalian mengejar mobil WC. Kalian mengendari barang seperti itu. Dan kalian para ulama, kalian juga harus mengendarai binatang yang paling mulia dari seluruh dunia binatang. Namun sekali lagi, saya menyesal untuk mengatakan bahwa kini yang ada hanyalah orang-orang yang tidak menggunakan pikirannya, orang-orang yang berkarakter buruk, hanya menggunakan kuda untuk perjudian. Mereka sedang memperdaya mentalitas masyarakat. Kuda tidaklah diciptakan untuk perjudian.

Wahai manusia! Gunakanlah pikiran kalian dan berusahalah untuk memahami sesuatu yang baik! Wahai ulama Salafi, mengapa kalian tidak mengatakan hal ini kepada para pengikut kalian? Mengapa kalian tidak menasihati muluuk, raja-raja, “Wahai Yang Mulia, kau harus mengendarai kuda, lebih banyak ihtisyaam, lebih banyak kehormatan, dan kau akan terlihat lebih agung ketika mengendarai seekor kuda. Dan seekor kuda akan berjalan seperti ini. (Mawlana bergerak naik dan turun). Itu sangat bagus, sangat bagus. Mengapa kalian meninggalkan sunnatun-masy-huura (sunah yang sangat terkenal)?”

Wahai ulama-ulama Salafi kami! Apa yang dikatakan Nabi Penutup (s) kita? (Mawlana Syekh berdiri):

من ترك سنتي لم ينل شفاعتي

Bismillahir Rahmanr Rahiim. Man taraka sunnatii lan yanaal syafa`atii.

Barang siapa meninggalkan sunahku, syafaatku tidak akan sampai kepadanya.

فمن رغب عن سنتي فليس مني

Ma raghaba `an sunnatii fa laysa minnii

Barang siapa meninggalkan sunahku, bukanlah bagian dariku.

Benar atau tidak? Di manakah kalian, wahai orang-orang Wahhabi? Mengapa kalian tidak mengendarai kuda? Kalian semua mengendarai BMW atau Rolls Royce. Mengapa kelian melakukan itu? Itu adalah hadiits an-nabi. Tetapi mereka mengatakan, “Aku tidak memiliki cukup uang untuk membeli kuda. Jika aku membeli kuda, maka pemerintahan yang buruk tidak akan membuat tempat di jalan untuk mereka. Pemerintah membuat tempat parkir untuk mobil.” (Mawlana Syekh duduk kembali).

Ini berasal dari berkah bulan suci Ramadan. Katakan ini kepada Yang Mulian, Raja Abdullah, semoga Allah (swt) mendukungnya, “Hentikan menyembunyikan diri. Keluarlah dengan kudamu, dan dengan pedangmu juga. Itulah kesultanan, kerajaan, itulah pertunjukan kerajaan. Gunakanlah!” Yang Mulia, Raja Hijaz seharusnya mengendarai kuda dan keluar dengan bendera-bendera, dengan banyak tentara berkuda bersamanya. Hal itu akan memberi penghargaan kepadanya, dan jika ia meninggalkan sunah maka akan ada ancaman. Peliharalah kuda-kudamu, wahai muluuk! Sultan Qabus, Sultan Oman, Sultan Qatar, Sultan Salatiin Emirates, Salatiin Sultan dari banyak wilayah Arab. Tinggalkan mobilmu! Ketika engkau datang mereka akan mencium tanganmu dan berkata, “Wahai raja-raja kami, gunakanlah mobil. Tinggalkan kuda tersebut.” Tidak! Katakan kepada mereka bahwa kau menggunakan kuda untuk menciptakan ekonomi yang adil untuk setiap orang. Mereka akan menjadi bahagia dan israaf, pekerjaan yang sia-sia akan berakhir, mengakhiri krisis ekonomi dunia. Hal itu akan terjadi. Satu perintah, satu sunah, jika semua bangsa mengikutinya, tidak akan ada kekhawatiran bagi mereka dan krisis ekonomi akan selesai. Inilah: الدين نصيحةad-diinu nasiiha, "Agama adalah nasihat." Mengapa kalian tidak mengatakan ini kepada mereka?

Wahai para ulama Salafi! Salahkah apa yang kami katakan ini? Apa yang ada dalam pikiran kalian? Orang-orang Wahhabi tidak membiarkan kalian mengendarai kuda. Tinggalkan para Wahhabi dan tunggangilah kuda kalian! Ketika kalian mengendarai kuda dari istana, orang akan berkata, “Masyaa-Allah! Kebahagiaan untuk Sultan kami, panjang umur, bahagia dan sentosa Sultan kami.” Ya, mereka akan mengatakan sesuatu agar orang tersadar, dan itulah satu sunah. Mereka akan mengatur seluruh dunia dengan satu sunah!

Dan juga, tinggalkan anjing-anjing kotor itu, tinggalkan mereka dan rawatlah fakir miskin. Jika tidak, akan datang suatu penyakit yang tidak dikenal menimpa anjing-anjing itu dan ditularkan kepada para pemiliknya sehingga jutaan orang akan meninggal dunia! Tanda seperti itu sudah muncul dalam Loh Mahfuz, anjing-anjing itu memiliki penyakit kotor yang tidak diketemukan penyembuhannya. Jangan memelihara anjing, peliharalah kuda! Inilah pernyataan hari ini untuk seluruh bangsa! Orang beriman, atau yang kafir, pengikut Perintah Surgawi ataupun pengikut Setan, jagalah apa yang telah diperintahkan. Itu adalah peringatan bagi kalian. Mungkin akan ada lagi yang datang. Banjir-banjir itu adalah tanda kemurkaan dari langit. Jika kalian tidak memahami, jika kalian tidak kembali kepada jalan yang benar sebagai umat manusia, maka penyakit kotor dari anjing akan menulari manusia dan tidak ada penyembuhnya.

Semoga Allah (swt) mengampuni kita. Dengar dan patuhi. Jika tidak, kalian tahu apa yang akan terjadi. Fatihah.

(44 menit) Masyaa-Allah, mereka memperhatikan. Alhamdulillah, alhamdulillah, itu adalah deklarasi penting untuk semua bangsa. Mereka menerima hal ini di dalam Perjanjian Lama, Perjanjian Baru dan dalam kitab suci Al-Qur’an. Semoga Allah (swt) mengampuni kita.

(Mawlana Syekh salat Syukur dua rakaat.)

Subhaan Allah! Subhaan Allah!


14 August 2009

Anjing

Destur, ya Sayyidi, Meded…

A'uudzu billaahi minas-syaythaanir-rajiim

Bismillahir-rahmanir-rahiim

la hawla wa la quwatta illa bi-llaahi-l 'Aliyu-l 'Azhim.

 

Larilah menuju Allah SWT!  Dari siapa?  Dari setan.  Seorang anak kecil, ketika takut akan sesuatu, ia berlari menuju ayah atau ibunya.  Begitu juga dengan seorang mukmin, seharusnya lari menuju Allah SWT dari anjing-anjing setani. Anjing menyerang manusia, kalian tidak bisa mempercayai anjing. 

Saat Allah SWT menciptakan dan membentuk tubuh Adam AS dari tanah liat—sebelum roh masuk ke dalamnya—setan datang dan memeriksanya. “Ini akan menjadi suatu ciptaan baru, aku tidak menyukainya.”  Lalu setan masuk lewat mulut dan memasuki wilayah mana pun.  Ketika keluar ia mengatakan, “Tubuh ini kosong, tidak padat, banyak jalan untuk dimasuki, mudah sekali.  Aku bisa mengontrol tubuh ini sesukaku.  Banyak jalan untuk memasukinya.”  Akhirnya setan masuk lewat mata, telinga, mulut, pikiran, tangan, kaki, keluar dan meludahinya. 

Allah SWT memerintahkan Jibril AS, ”Cepat ambil potongan tubuh yang telah diludahi setan.”  Jibril AS memotong dan membuangnya, itulah pusar.  Potongan-potongan itu menjadi anjing.  Anjing-anjing mempunyai dua kelebihan: satu sisi dari manusia, sisi lain dari setan.  Oleh karena itu, anjing lebih suka bersama manusia.  Tetapi karena ia juga berasal dari setan, kalian tidak bisa mempercayainya.  Ia bisa menggigit kalian.  Banyak diberitakan di koran di mana seekor anjing menggigit majikannya.  Jangan percaya pada anjing, jangan percaya pada setan. 

Tetapi kenyataannya, manusia abad ke-20 dan 21 memelihara anjing.  Mereka mengatakan bahwa mereka telah mencapai peradaban tertinggi dan memelihara anjing sebagai tandanya.  Eropa, Amerika dan pengikut-pengikut mereka memelihara anjing-anjing dan bangga padanya.  Padahal setan menjadikan manusia-manusia ini sebagai budak-budak para anjing.  Pelayanan yang kotor. Ada papan-papan yang berbunyi: Pemelihara anjing harus membawa tas dan sekop, agar saat anjing membuang kotoran di jalan, pemiliknya harus membersihkan dan membawa-bawa kotoran itu. 

Allah SWT menciptakan kita untuk menjadi hamba-hamba-Nya, namun manusia-manusia abad 21, yang mengaku beradab, menurunkankan derajat mereka sendiri menjadi pelayan bagi kotoran-kotoran anjing.  Itulah peradaban. Ajaran-ajaran setan.  Berapa yang mereka belanjakan untuk anjing-anjing itu setiap harinya?  10 dolar?  Ada yang 50 dolar atau bahkan 100 dolar, karena anjingnya begitu besar, hingga manusia dapat menungganginya. Dan kalau anjing-anjing itu kecil, para wanita menggendongnya ke mana-mana.  Bahkan ada yang tidur seranjang dengan anjing. 

Napas anjing itu beracun, membawa berbagai penyakit kotor yang dokter pun tak mampu menanganinya.  Allah SWT mengatakan, “Jangan masukkan anjing ke dalam rumah.” Malaikat tidak mau memasuki rumah yang ada anjing-anjingnya, tetapi setanlah yang mendatanginya.  Di mana setan datang, malaikat pun tidak berkenan mampir. Ketika malaikat-malaikat datang, barakah pun turun; namun ketika setan yang datang, kutukan pun datang. Jangan masukkan anjing ke dalam rumah – karena setan bersama mereka. 

Mungkin ada 10 juta anjing di seluruh dunia?  Jika orang-orang membelanjakan 10 dolar per hari untuk tiap-tiap anjing, artinya mereka membuang 100.000.000 dolar per hari.  Dan 10 dolar tidak pernah cukup untuk anjing yang besar.  Ada salon khusus anjing, mereka dimandikan di sana.  Mungkin sehari 1 milyar dolar dihabiskan oleh pemelihara anjing.  Mereka tidak memberikan uang itu pada fakir miskin.  Mereka katakan, “Hak-hak anjing, hak-hak bintang.”  Jika mereka berikan uang itu bagi yang membutuhkan, mereka pasti bahagia dan hidupnya akan seperti di surga. 

Tetapi mereka jadikan diri sendiri sebagai budak binatang kotor.  Sebanyak apa pun kalian mandikan anjing-anjing itu, mereka tidak akan menjadi bersih.  Syariat mengatakan bahwa jika seekor anjing menjilat sebuah piring, maka kalian harus membersihkannya 7 kali dengan air dan sekali dengan tanah atau debu.  Karena air liur mereka mengandung bakteri, yang tidak akan pernah lepas dari piring itu kecuali kalian bersihkan dengan cara seperti ini.  Masyarakat heran akan penyakit-penyakit baru yang timbul, itulah alasannya. 

Anjing tidak bisa masuk ke dalam masjid.  Siapa yang membawa unsur setan pada dirinya tidak bisa memasuki masjid.  Jika orang-orang menjauhi masjid, itu karena mereka sedang bersama setan.  Saya katakan ini karena seluruh dunia sedang berlari mengejar setan.  Tanda persahabatan dengan setan itu adalah dengan menjadikan manusia sebagai budak-budak anjing.  Mengapa mereka tidak memelihara kambing atau domba saja?  'Kami bukan gembala.’  Tetapi kalian punya seekor anjing!  Itu teman saya, jadi saya tidur dengannya, bagaimana mungkin saya tidur dengan kambing?’  Padahal kambing memberi kalian susu, lebih baik menghormatinya. 

Pemerintah bahkan tidak mendukung binatang-binatang yang memberi manfaat.  Mereka melarang memelihara kambing, ayam di perkotaan.  “Kami terganggu dengan suara berisiknya.”  Tetapi setan mengajari bangsa barat untuk memberi aturan ringan terhadap anjing-anjing, mereka diizinkan untuk memeliharanya di rumah.  Jangan mengira api akan padam, namun semakin membesar dan membesar.  Api bahkan merambah Siprus dan bahkan negara-negara muslim lain, semuanya harus dibersihkan, dari tujuh orang, enam harus dimusnahkan. 

Semoga Allah SWT mengampuniku.  Oh Tuhanku, aku bukan bersama orang-orang seperti itu.  Jangan biarkan aku bersama mereka.  Katakan, “Jangan biarkan kami musnah bersama mereka.”  Sangat mengerikan apa yang terjadi perlahan-lahan mendekati setiap negara-negara.  Larilah menuju Allah SWT dan mohon untuk diselamatkan.  Demi kehormatan manusia paling terhormat di Hadirat Ilahi, Muhammad SAW, Fatiha

Wa min Allah at tawfiq

30 June 2008

Terimalah Aku menjadi Muridmu

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani QS

Philadelphia, 9 Mei 1994

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Hanya satu dari ke-99 Samudra Allah SWT yang dibuka di muka bumi ini atas Rahmat dan Kemurahan-Nya. Sisanya, 98 samudra tidak dibuka bagi manusia awam, hanya bagi para awliya-Nya. Dan para awliya ingin mengalirkan pengetahuan itu bagi para pengikutnya. Namun kita harus berusaha sebaik mungkin untuk meraih tingkat komunikasi dengan Syekh kita. Jika kita mampu meraihnya, kita pun mampu menerima pengetahuan ini. Ketika seseorang menerima pengetahuan itu, ia dapat mengerti apa yang sebelumnya tidak diketahui, mampu mendengar apa yang dulunya tidak terdengar, melihat apa yang tidak terlihat, dan ketika ia mengatakan, “Jadilah!” maka terjadilah. Semoga Allah SWT menganugerahkan berkah pada kita semua, memberi kita dukungan dan mengajari kita kepatuhan pada Syekh kita serta ketulusan hati.

Dulu ada seorang Syekh dari tarekat lain yang mempunyai lebih dari 500 orang murid. Setiap pagi beliau datang ke masjid untuk salat Subuh bersama murid-muridnya, memberi nasihat, berzikir dan pulang ke rumahnya. Beliau akan kembali ke masjid tepat pada jam-jam waktu salat. Apa pun makanan dan barang yang masuk ke rumahnya, beliau bagikan lagi pada tetangganya sebelum tidur malam. Beliau tidak pernah menyimpan makanan di dalam rumah. “Allah SWT adalah Penyedia segalanya,” kata Syekh.

Istri beliau sudah meninggal dan beliau tinggal bersama seorang anak perempuannya. Suatu hari Syekh tiba di rumah dan melihat apa yang tersedia di sana. Banyak murid yang menyayangi beliau dan selalu mengirimi makanan. Namun semua dibagikan lagi pada tetangga dan kemudian pergi tidur. Namun malam itu Syekh merasa susah tidur. Beliau menuju dapur untuk memeriksa, namun tidak ada makanan di sana. Beliau membangunkan putrinya, ”Masih adakah sesuatu di rumah ini? Aku tidak bisa tidur.” Lalu putrinya menjawab, ”Ayah, maafkan aku. Ketika ayah pergi tidur, ada seorang tamu yang membawakan kita daging. Lalu aku letakkan daging itu di lemari dapur dan aku lupa memberi tahumu.”

Dengan cepat beliau menuju dapur dan mengambil daging itu. Tetapi, mau diapakan daging itu? Ini sudah lewat tengah malam dan semua orang sudah tertidur. Beliau pergi keliling kampung mencari seseorang. Namun beliau hanya menemukan beberapa anjing yang sedang berlarian di jalanan. Daging itu pun diberikan pada anjing-anjing itu. Mereka sangat senang menerima daging itu, sambil mengibas-ngibaskan ekor-ekor mereka. Beliau pun merasa tenang dan pulang ke rumah untuk tidur.

Beliau bangun satu jam sebelum subuh dan mulai berjalan menuju masjid. Seluruh anjing mengikuti beliau mulai dari rumah sampai masjid. Ketika Syekh masuk masjid, anjing-anjing itu juga mengikuti beliau sambil mengibas-ngibaskan ekornya karena bahagia. Murid-murid beliau berusaha menghalangi anjing-anjing masuk masjid, namun kata Syekh, ”Biarkan anjing-anjing itu! Biarkan mereka masuk ke dalam. Mereka lebih baik dari kalian semua. Aku telah memberi kalian makan selama 15 tahun, setiap hari, 5 kali sehari, namun kalian tetap tidak setia dan tidak tulus. Aku memberi makan anjing-anjing ini sekali saja, namun cuma karena itu mereka setia dan tulus padaku. Biarkan mereka salat, karena salat mereka lebih baik dari shalat kalian.”

Ketulusan dan kesetiaan seperti itulah yang kita butuhkan pada Syekh kita, kalau tidak maka kita telah kehilangan banyak. Hal ini tidak harus dikerjakan lewat kata-kata, tetapi dengan perbuatan. Semoga Allah SWT selalu mendukung kita berbuat lebih dan lebih bagi Mawlana Syekh Nazim QS serta terus-menerus menyebarkan ajaran beliau.

Suatu ketika seorang murid datang pada Syekh, “Oh Syekhku, terimalah aku sebagai seekor anjing di depan pintumu.” Dalam pengertian sufi, anjing melambangkan ketulusan, kepatuhan, kesetiaan. Syekh menjawab, “Semua murid yang ada di sini adalah anjing bagiku. Aku tidak memerlukan anjing lain. Pergi dan carilah yang lain.”

Murid itu sangat sedih dan tidak tahu apa yang akan ia lakukan. Kemudian ia kembali lagi, ”Oh Syekh, terimalah aku sebagai seekor keledai di depan pintumu.” Dalam tarekat, keledai melambangkan kesabaran dan mampu membawa beban umat manusia. Namun Syekh berkata, ”Semua yang ada di sini adalah keledai bagiku. Aku tidak memerlukanmu, pergi!” Murid itu pun pergi dengan hati yang remuk redam.

Seorang Syekh bisa meremukkan hati muridnya. Tidak mengapa. Tetapi murid tidak diizinkan menyakiti hati sesama murid. Syekh bisa melakukan hal tersebut karena beliau mampu memperbaiki dan menyembuhkan hati murid tersebut, sedangkan murid tidak tahu apa yang harus dilakukan pada murid lainnya. Kalian tidak boleh menyakiti hati murid lain.

Syah Naqsyband QS berkata, “Pintu-pintu kami terbuka lebar bagi semua pendosa. Kami menerima mereka semua. Begitu mereka masuk, kami tidak akan melepas mereka pergi sampai kami menyucikan mereka. Namun kami tidak pernah menerima seseorang yang menyakiti hati orang lain. Hal itu amat sulit.” Kita harus menjaga hati orang lain, jangan menyakitinya sehingga menimbulkan efek dalam hatinya.

Murid itu pergi dari rumah Syekh dengan perasaan terluka dan berpikir, ”Bagaimana caranya agar aku bisa diterima Syekh. Dengan karakter seperti apa?” Keesokan harinya ilham datang pada hatinya dan ia pun kembali mendatangi Syekh. “Oh Syekh, terimalah aku sebagai seekor babi di pintumu.” Syekh pun menjawab, ”Ya, yang itu aku belum punya. Masuklah, aku menerimamu.”

Seperti apakah sesekor babi bagi pemahaman sufi? Yaitu ia yang memakan kotoran orang lain. Ia yang menjaga agar saudara-saudaranya tetap bersih dan melindungi mereka. Itulah arti seekor babi di pintu Syekh.

Semoga Allah SWT menjadikan kita pemakan kotoran dan menjadi babi di pintu Syekh. Cobalah dengar dan pahami. Hal ini bukan menjadikan kalian binatang-binatang, tetapi untuk menggempur ego kalian. Ego adalah karakter liar yang selalu kita bawa. Ego kita adalah pembawa perilaku buruk yang harus digempur untuk menyucikan diri kita.

Wa min Allah at tawfiq bi hurmatil Fatiha