Showing posts with label Ibadah. Show all posts
Showing posts with label Ibadah. Show all posts

02 May 2009

Kita Diciptakan untuk Menyembah Sang Pencipta

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin 

Fondasi pengetahuan yang seharusnya diketahui oleh semua orang yaitu bahwa kita adalah makhluk yang diciptakan oleh Sang Pencipta.  Apabila hal ini tidak diajarkan di pusat pembelajaran yang besar—universitas--maka dia hanya merupakan pusat kebodohan.  Apabila mereka tidak mengajari bahwa kita adalah makhluk ciptaan Sang Pencipta, mereka tidak mengajarkan apapun.  Para profesor di universitas umumnya adalah orang-orang yang sangat bangga akan dirinya.  Di manakah mereka 100 tahun yang lalu?  Apakah mereka menciptakan diri mereka sendiri?  Jika benar, katakan pada mereka agar jangan mati!  Dalam 100 tahun tidak satu pun dari kita yang masih ada.  Dalam 100 tahun kalian bukan siapa-siapa.  Berusahalah untuk mempelajari sesuatu dari kebijaksaan ini.  Jangan berbuat licik melalui kemudaan, kekayaan dan jabatan kalian.  Meskipun kalian profesor, kalian akan lupa semuanya pada saat berumur 80 tahun.  Siapapun yang menciptakan, kalian akan mengalami kemunduran. 

Berusahalah untuk mengenal diri kalian sendiri sebelum kalian mulai belajar tentang hal di sekeliling kalian. Sekarang ini, ilmu pengetahuan bertolak belakang.  Mereka ingin mengetahui tentang segala sesuatu tetapi tidak untuk mengenal diri mereka sendiri.  Kita telah dijajah oleh segala sesuatu di sekeliling kita.  Hal tersebut mengakibatkan keyakinan kita melemah dan semakin lemah sementara masalah-masalah kita menjadi puncak pemikiran kita. Ketika keyakinan mengalami kemunduran, masalah akan naik, karena tidak ada keseimbangan dalam membawa beban kehidupan tanpa keyakinan.  Walaupun sebuah keyakinan mendasar dapat memberikan dukungan pada manusia.  Sebuah tongkat dapat menopang topi, tetapi tidak dapat menopang gedung.  Manusia harus memohon untuk (memperoleh) keyakinan yang cukup teguh agar tidak terjerumus.  Landasan dari keyakinan itu harus bersadarkan atas pengertian manusia sehingga keduanya dapat tumbuh bersama-sama. 

Sang Pencipta tahu tentang tabiat dan karakteristik hamba-hamba-Nya.  Tidak ada satu pun yang mengetahui lebih dari Dia.  Karenanya alasan Dia mengirimkan Pesan Surga melalui Hamba Surga-Nya kepada manusia agar mengajarkan bagaimana cara melakukan Layanan Ilahi, bagaimana cara menyembah Dia.  Alasan itulah mengapa kita diciptakan.  Bila kalian tidak melakukannya (menyembah), kalian tidak berarti.  Jika kalian ingin diterima dalam Hadirat Ilahi, kalian harus memenuhi Layanan Ilahiah kalian. 

Kalian akan menemukan ibadah dalam setiap agama. Inilah dasar kuat yang seharusnya diketahui dan dilindungi oleh setiap orang.  Jika orang-orang tidak menjaga aturan tersebut—melakukan ibadah setiap hari—maka kehormatan sebagai manusia hilang.  Kalian tidak lelah makan beberapa kali dalam sehari, tetapi bersembahyang satu kali saja rasanya sulit sekali bagi sebagian besar orang. Ibadah adalah kehormatan tertinggi yang Allah SWT berikan kepada kita.  Jika seorang raja menawarkan kalian satu pengabdian tertinggi dan kalian menolaknya, kalian mengerti maksudnya? 

Allah SWT menyembunyikan diri-Nya, meskipun demikian Dia memerintahkan kita melayani-Nya.  Ini tidak berlebihan jika seorang raja memintanya.  Dia tidak kekurangan kebesaran dan kemuliaan.  Dia telah memerinta kita untuk datang kepada Pengabdian Ilahi.  Kalian tidak diciptakan untuk saling berperang, kalian diperintahkan untuk sembahyang. 

Abad 20 dimulai dengan ateisme yang kemudian mencapai puncak tertinggi materialisme.  Perang dunia kedua ingin menghancurkan semuanya, dan kini perang dunia ketiga sedang dipersiapkan.  Semua orang adalah hamba.  Saya hamba, ratu juga hamba, menteri, sultan… mereka semua adalah hamba.  Nabi dan awliya adalah hamba.  Mereka bangga menjadi hamba bagi seorang raja yang kuat dan mulia. 

Setiap orang seharusnya melihat diri mereka dengan cara berbeda dan amati tujuan yang mereka miliki.  Mereka seharusnya berusaha untuk memuliakan Tuhan sebanyak mungkin, berusaha untuk menghindari setan dalam komunitas.  Banyak manusia yang menjadi perwakilan setan yang tujuannya agar semua agama mendukung mereka (setan) daripada melakukan penyembahan kepada Tuhan. Mereka harus dikalahkan. 

Setiap hari kalian melihat dari televisi apa yang telah mereka raih.  Bukan ini alasan kita diciptakan.  Kita telah diperintahkan untuk mendukung kemanusiaan di bumi, bukan untuk menghancurkannya.  Tetapi itulah yang setan dan pendukungnya ingin lakukan.  Berusahalah bersama kebenaran dan mempercayakan yang satu dan kalian akan meraih kedamaian di bumi dan kebahagiaan di akhirat. 

23 February 2009

Jadikan Ibadah Kita Menyenangkan

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Jika seorang manusia akan melakukan sesuatu misalnya ibadah atau perbuatan lain, maka hal itu harus dilakukan dengan sukarela dan menyenangkan. Jika tidak menyenangkan dalam mengerjakannya, seharusnya ia tidak melakukannya, karena hasilnya tidak akan bagus. Jika tidak menyenangkan bagi kalian, maka tidak menyenangkan pula bagi Allah SWT. Misalkan dalam beribadah, penting untuk disadari bahwa ini menyangkut kenikmatan roh kita. Saat beribadah, nafsu kita tidak menyukainya namun roh kita sebaliknya. Kita harus mencari apa yang membuat roh kita menyukainya.

Segala tindakan mungkin mudah atau susah. Apa rahasianya? Jika seseorang menganggap suatu kegiatan itu mudah, berarti pekerjaan itu memberinya kenikmatan. Dan mereka yang menganggap suatu pekerjaan itu sulit, itu karena ia dipaksa untuk melakukannya. Pekerjaan yang mudah membuat orang senang, pekerjaan susah membuat orang tidak senang.

05 January 2009

Antara Ibadah dan Pekerjaan

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

Lefke, Siprus: 3 Februari 2002 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir ra
hmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Mu
hammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin 


Setan selalu mencoba untuk memisahkan manusia dari ibadahnya, membuat mereka menunda ibadah karena sibuk dengan pekerjaan yang satu dan disusul pekerjaan lainnya.  Manusia zaman sekarang selalu menginginkan makanan yang masih segar.  Gaya hidup manusia yang sombong tidak mau makan dari makanan yang telah tersedia.  Bagaimana dengan Allah SWT?  Kepada-Nya, kalian berani mengirim ‘makanan lama.’  Begitu terdengar azan, kalian harus langsung salat dan tinggalkan segala hal.  Siapa pun yang membuat Allah SWT murka pasti akan berakhir masanya.

Jangan mempekerjakan orang yang tidak salat.  Sebelum membangun sebuah pabrik, kalian harus membangun masjid di sana.  Siapa pun yang tidak salat dan yang tidak menyeru orang untuk salat, kata Allah SWT, “Mereka adalah musuh-Ku.”  Nanti di Shirath al-Mustaqim, ada tujuh pertanyaan, satu di antaranya adalah apakah kalian telah menyeru orang agar beribadah.  Tak ada yang membicarakan hal ini sekarang, karena setiap orang disibukkan oleh gaji bulanan.

Ketika Abu Yazid Bistami QS bepergian, beliau tiba di sebuah desa yang masih asing.  Beliau salat di belakang imam. Selesai salat, sang imam menyapanya, “Siapa dirimu?”  “Seorang hamba Allah SWT.”  ”Apa pekerjaanmu?  Di kebun, toko, atau pabrik?  Punya gaji bulanan?”  “Aku pikir engkau seorang muslim, seorang imam, oleh sebab itu aku salat di belakangmu.  Tetapi sekarang kau meragukan dari mana makananku berasal, berarti kau meragukan Allah SWT.  Sebelum menjawabnya, aku harus mengulang salatku dulu.”

Setelah salat, Abu Yazid QS berkata pada imam, Mengapa kau tidak menanyakan kucing dan anjing, bagaimana cara mereka hidup?  Dia yang menyediakan makanan bagi mereka, Dia juga yang menyediakan makan bagi Abu Yazid QS.”

Manusia telah kehilangan keimanannya.  Selama 60 tahun orang-orang datang ke sini  (kediaman Syekh Nazim QS-- penerj) selalu tersedia roti dan sup, dan melalui berkah yang mereka bawa, saya pun bisa hidup.  Namun manusia selalu terikat pada perutnya, sehingga mereka kebingungan.

Salah satu tamu yang berkunjung hari ini berasal dari Turki dan sering bersedekah untuk kaum muslim.  Ia mempunyai sebuah pabrik peralatan dari baja, dan buatannya adalah nomor satu di dunia.  Ia mengirimi saya banyak sekali dan saya berdoa baginya serta memberi nasihat yang ia patuhi.  Banyak pabrik bangkrut dan hanya dia yang masih eksis. Dengan 300 pekerja, ia menjaga dan meminta mereka agar selalu beribadah.  Saya tekankan agar tidak memberi toleransi bagi mereka yang tidak beribadah.  Ketika terdengar azan, mereka harus berhenti bekerja dan mengatakan, ‘Matikan listrik, mari kita salat.’

Setelah mengirim peralatan rumah tangga, ia juga mengirim apa yang kami perlukan: kacang, gula, beras, minyak, dan segala yang kami masak di sini.  Ia adalah Shahibu-l khayrat wa hasanat.  Ia yang menolong Fuqara, maka Allah SWT akan menolongnya.  Jika ia kirim satu, Allah SWT kirim sepuluh.  Jika ia kirim 100, akan datang 1000 baginya.  Sedekah di bulan Muharram adalah 10 kali lebih berharga dibanding bulan-bulan lain.  Siapa yang memberi, maka bahan pangannya tidak akan habis.  Fatiha

Wa min Allah at tawfiq

02 October 2008

Shuhba di Akhir Ramadan



A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Kita berlari menuju Allah SWT dari Setan! Setan memiliki 1001 tipu daya dan perangkap untuk menangkap manusia. Salah satunya adalah bahwa dia membuat kalian merasa mampu untuk melakukan sesuatu, bahwa kalian mungkin pantas untuk sesuatu, bahwa kalian adalah istimewa. Jangan mengklaim apa pun—itu adalah berasal dari ego (nafs atau kedirian)—tetapi katakanlah, “Saya tidak dapat melakukan apa pun.” Mampu melakukan hal-hal duniawi tidaklah memiliki nilai. Adakah Allah SWT telah ciptakan kalian untuk suatu profesi tertentu, atau untuk melayani-Nya dan untuk kehambaan? Apakah kalian pantas untuk itu? Kita berkata, "Oh, Di bulan Ramadan ini kita telah salat Tarawih 600 raka'at.” Masyaa Allah! Bagaimana jika seandainya kalian melakukan salat seperti itu dalam satu malam!? Ego berkata, “Kami telah salat demikian banyak bulan ini—tentu kami telah mencapai 600 derajat.” Jika kalian berpikir bahwa kalian dapat melakukan apa saja, maka kalian akan melawan perintah Allah SWT.

Rabia Adawiya QS pernah berkata, “Setiap malam Aku melakukan salat 1000 rakaat. Wahai Allah SWT, semoga hamba-hamba-Mu mengetahui bahwa Aku salat bukan karena berharap Surga-Mu atau karena takut akan Neraka-Mu, tetapi semata-mata hanya bagi-Mu.”

Adalah tugas seorang hamba untuk mengatakan, "Engkaulah Sultan, dan Aku hamba. Segala sesuatu yang Engkau putuskan bagiku adalah 100% adil, tidak ada keraguan. Jika Kau lempar aku ke dalam Neraka, maka itu adalah yang pantas bagi egoku."

Kita salat 600 rakaat dalam satu bulan, Rabia QS 1000 rakaat setiap malam... Mintalah agar kalian mampu pula melakukan seperti ini, inginkanlah, dan Allah SWT akan memberi kalian kekuatan untuk melakukannya. Berpuasa adalah untuk memutus ikatan ego, agar dia tak mampu mengangkat kepalanya. Puasa adalah yang terbaik bagi orang-orang yang mengaku sebagai sesuatu atau mengaku mampu melakukan sesuatu, yang bagaikan tertiup meledak seperti sebuah balon.

Saat ini, orang-orang mengklaim bahwa mereka dapat membuat hukum mereka sendiri, dan mereka berkata, laki-laki dan perempuan adalah sama. Tetapi, Allah SWT berkata dalam al-Quran yang suci bahwa Dia telah mengangkat pria di atas wanita untuk dapat menjaga mereka, untuk melindungi mereka. Penciptaan pria dan wanita adalah berbeda. Pria lebih kuat daripada wanita, dan karenanya mereka pantas untuk bekerja di luar rumah. Wanita adalah makhluk yang halus dan lembut, karenanya Allah SWT telah mengkaruniakan mereka tugas paling terhormat sebagai ibu dan sebagai istri. Mereka tidak pantas untuk bekerja di jalan-jalan. Tetapi, segala sesuatunya saat ini telah terbalik, wanita bekerja seperti pria dan mereka pun kehilangan kehormatan mereka. Kini, orang-orang tak tahu lagi apa yang mesti dilakukannya. Bandingkanlah seorang presiden laki-laki dengan seorang presiden perempuan, suatu majelis laki-laki dengan suatu majelis perempuan. Biarkan laki-laki berkuasa atas laki-laki, dan perempuan berkuasa atas perempuan, dan lihat, ke mana mereka akan sampai. Hal seperti itu tidak akan dapat berlangsung. Dan siapa yang berkuasa menurut egonya, akan merugi.

Jangan menganggap bahwa kalian dapat melakukan sesuatu. Itu adalah dari ego. Katakan, "Wahai ego-ku, engkau memang mampu melakukan segala macam pekerjaan, tetapi engkau bukanlah diciptakan untuk itu. Engkau diciptakan untuk penghambaan kepada Allah SWT. Apakah kau mampu untuk itu?” Bagaimanakah Rabia dapat melakukan salat 1000 rakaat setiap malam? Allah SWT adalah Sang Pencipta dan Dia memiliki dan menguasai ruang dan waktu... Pernah ada seorang suci, Imam Abdul Wahhab Sya'rani QS, yang biasa membaca al-Quran yang suci tujuh kali di antara Maghrib dan ‘Isya dari al-Fatihah hingga an-Nas. Dia memiliki 12.000 murid, dan ketika dia berbicara, setiap orang dari mereka mendengarnya seakan-akan sang Syekh duduk di sampingnya... Seorang suci yang lainnya biasa salat seratus rakaat dan di setiap rakaat dia menamatkan seluruh al-Quran... Itulah kekuatan yang telah Allah SWT karuniakan kepada orang-orang suci. Kekuatan spiritual mereka bekerja—suara kita bahkan tidak dapat mencapai dari sini ke pintu itu... Tetapi nanti saat Sayyidina Mahdi AS datang dan mengucapkan takbir, Allahu Akbar! ini akan terdengar di seluruh penjuru Timur dan Barat... Kalian harus percaya! Allah SWT menguasai ruang dan waktu. Dia adalah Qadir, Muqtadir, Dia menciptakan waktu dalam waktu dan ruang dalam ruang. Jika tidak, bagaimana lagi Rabi'ah QS dapat melakukan salat 1000 Rakaat dalam satu malam!?

Bermohonlah kepada Allah SWT, “Ya Allah SWT, Aku ingin melayani-Mu, tak ada kehormatan di atas hal ini,” dan kemudian lakukan (ibadah-red) sebanyak yang kalian mampu... Tetapi, jika kalian berpikir bahwa kalian dapat melakukan apa pun oleh diri kalian sendiri, bahwa apa yang kalian lakukan adalah berasal dari kalian sendiri, maka kalian akan habis—itu berasal dari ego. Kalian tak akan memperoleh kedamaian dan kalian tak akan meraih apa pun...

Allah SWT dengan kasih-Nya telah menerapkan ukuran dan hukum tertentu bagi dunia (sunnatullah). Tetapi, agama didasarkan atas iman, percaya. Kalian tak dapat menerapkan hukum-hukum dari dunia material atasnya. Jika kalian melakukannya, maka tidak ada lagi agama, kalian pun tak meraih barakahnya dan kalian akan pergi ke Neraka... Ketahuilah bahwa semua kemampuan dan kekuatan kalian untuk melakukan kebaikan berasal dari Allah SWT—maka kemudian ego tidak akan mampu memamerkan dirinya. Katakanlah, “Aku mengabdi hanya demi Allah SWT,” maka ego akan takluk...

Wahai Allah SWT, ajarkanlah kami ilmu yang bermanfaat dan tambahkan bagi kami ilmu tersebut agar kami dapat lebih mengetahui-Mu. Jika tidak, maka tidak ada manfaat dalam ilmu itu. Dan bahkan seandainya ilmu ini hanya dapat ditemukan di Cina, kita harus mencarinya di sana... Ego akan selalu berkata, “Aku adalah diriku dan engkau adalah dirimu.” Kita harus takut akan Allah SWT, kita harus bersama-Nya, hidup untuk-Nya. Siapa yang meninggalkan Allah SWT, tidak lagi memiliki nilai apa pun. Kita mengatakan hal ini sejak 60 tahun yang lalu, tetapi tak ada yang menerimanya...

Ramadan ini akan berakhir. Tahun depan, Saya berharap untuk mencapai Shahibuz Zaman Sayyidina Mahdi AS, dan hamba-hamba istimewa Allah SWT... Jalan Allah SWT adalah jalan menuju Surga—jalan-jalan lainnya menuju Neraka. Manusia akan terus menghancurkan satu sama lain. Mereka telah mencapai derajat ke-5 sekarang, dan ada tujuh derajat semuanya... Itu bagaikan ketika sang penjagal tengah mempersiapkan daging-giling. Dia meletakkannya di dalam mesin dan menggilingnya. Jika hasilnya belum cukup kecil dan halus, dia akan meletakkannya lagi di mesin itu dan sekali lagi, hingga siap...

Wahai Allah SWT, izinkan kami mencapai hari-hari yang indah itu. Kirimkanlah kami Shahib dari umat ini serta Pertolongan Ilahiah-Mu. Kirimkan Rahmat-Mu kepada kalbu manusia agar mereka berpaling kepada-Mu.

04 August 2008

Kita Diciptakan untuk Mengabdi kepada Allah SWT

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS


A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

Fondasi pengetahuan yang seharusnya diketahui oleh semua orang yaitu bahwa kita adalah makhluk yang diciptakan oleh Sang Pencipta. Apabila hal ini tidak diajarkan di pusat pembelajaran yang besar—universitas--maka dia hanya merupakan pusat kebodohan. Apabila mereka tidak mengajari bahwa kita adalah makhluk ciptaan Sang Pencipta, mereka tidak mengajarkan apapun. Para profesor di universitas umumnya adalah orang-orang yang sangat bangga akan dirinya. Di manakah mereka 100 tahun yang lalu? Apakah mereka menciptakan diri mereka sendiri? Jika benar, katakan pada mereka agar jangan mati! Dalam 100 tahun tidak satu pun dari kita yang masih ada. Dalam 100 tahun kalian bukan siapa-siapa. Berusahalah untuk mempelajari sesuatu dari kebijaksaan ini. Jangan berbuat licik melalui usia muda, kekayaan dan jabatan kalian. Meskipun kalian profesor, kalian akan lupa semuanya pada saat berumur 80 tahun. Siapapun yang menciptakan, kalian akan mengalami kemunduran.

Berusahalah untuk mengenal diri kalian sendiri sebelum kalian mulai belajar tentang hal di sekeliling kalian. Sekarang ini, ilmu pengetahuan bertolak belakang. Mereka ingin mengetahui tentang segala sesuatu tetapi tidak untuk mengenal diri mereka sendiri. Kita telah dijajah oleh segala sesuatu di sekeliling kita. Hal tersebut mengakibatkan keyakinan kita melemah dan semakin lemah, sementara masalah-masalah kita menjadi puncak pemikiran kita. Ketika keyakinan mengalami kemunduran, masalah akan naik, karena tidak ada keseimbangan dalam membawa beban kehidupan tanpa keyakinan. Walaupun sebuah keyakinan mendasar dapat memberikan dukungan pada manusia. Sebuah tongkat dapat menopang topi, tetapi tidak dapat menopang gedung. Manusia harus memohon untuk (memperoleh) keyakinan yang cukup teguh agar tidak terjerumus. Landasan dari keyakinan itu harus bersadarkan atas pengertian manusia sehingga keduanya dapat tumbuh bersama-sama.

Sang Pencipta tahu tentang tabiat dan karakteristik hamba-hamba-Nya. Tidak ada satu pun yang mengetahui lebih dari Dia. Karenanya alasan Dia mengirimkan Pesan Surga melalui Hamba Surga-Nya kepada manusia agar mengajarkan bagaimana cara melakukan ibadah, bagaimana cara menyembah Dia. Alasan itulah mengapa kita diciptakan. Bila kalian tidak melakukannya (menyembah), kalian tidak berarti. Jika kalian ingin diterima dalam Hadirat Ilahi, kalian harus memenuhi ibadah kalian.

Kalian akan menjumpai suatu bentuk ibadah dalam setiap agama. Inilah dasar kuat yang seharusnya diketahui dan dilindungi oleh setiap orang. Jika orang-orang tidak menjaga aturan tersebut—melakukan ibadah setiap hari—maka kehormatan sebagai manusia hilang. Kalian tidak lelah makan beberapa kali dalam sehari, tetapi bersembahyang satu kali saja rasanya sulit sekali bagi sebagian besar orang. Pengadian Ilahiah adalah kehormatan tertinggi yang Allah SWT berikan kepada kita. Jika seorang raja menawarkan kalian satu pengabdian tertinggi dan kalian menolaknya, kalian mengerti maksudnya?

Allah SWT menyembunyikan diri-Nya, meskipun demikian Dia memerintahkan kita melayani-Nya. Ini tidak berlebihan jika seorang raja memintanya. Dia tidak kekurangan kebesaran dan kemuliaan. Dia telah memerinta kita untuk datang kepada ibadah. Kalian tidak diciptakan untuk saling berperang, kalian diperintahkan untuk sembahyang.

Abad 20 dimulai dengan ateisme yang kemudian mencapai puncak tertinggi materialisme. Perang dunia kedua ingin menghancurkan semuanya, dan kini perang dunia ketiga sedang dipersiapkan. Semua orang adalah hamba. Saya hamba, ratu juga hamba, menteri, sultan… mereka semua adalah hamba. Nabi dan awliya adalah hamba. Mereka bangga menjadi hamba bagi seorang raja yang kuat dan mulia.

Setiap orang seharusnya melihat diri mereka dengan cara berbeda dan amati tujuan yang mereka miliki. Mereka seharusnya berusaha untuk memuliakan Tuhan sebanyak mungkin, berusaha untuk menghindari setan dalam komunitas. Banyak manusia yang menjadi perwakilan setan yang tujuannya agar semua agama mendukung mereka (setan) daripada melakukan penyembahan kepada Tuhan. Mereka harus dikalahkan.

Setiap hari kalian melihat dari televisi apa yang telah mereka raih. Bukan ini alasan kita diciptakan. Kita telah diperintahkan untuk mendukung kemanusiaan di bumi, bukan untuk menghancurkannya. Tetapi itulah yang setan dan pendukungnya ingin lakukan. Berusahalah bersama kebenaran dan mempercayakan yang satu dan kalian akan meraih kedamaian di bumi dan kebahagiaan di akhirat.

Wa min Allah at tawfiq