Showing posts with label Makanan. Show all posts
Showing posts with label Makanan. Show all posts

18 December 2011

Rahasia Surat al-Quraisy

Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q)
Malaka, 17 Des 2011

Ketika kalian memberi salam, itu adalah adab yang baik, ketika kalian memberi makan, itu adalah adab yang baik, ketika kalian salat di malam hari, itu adalah adab yang baik. Allah akan memberi pahala surga untuk kalian tanpa perhitungan.

Saya terkejut ketika saya melihat lebih banyak orang di rumah Haji Ghulam dan Haji Ismail. Sungguh saya melihat tidak ada yang seramai ini kali ini dan ini adalah berkah dari Sh. Ismail, dan kali ini beliau memesan catering untuk 200 orang, tetapi di sini ada 500 orang, jadi jangan berkelahi, tetapi bacalah li ilaafi qurayshin ilaafihim rihlatash-syitaa'i was-sayf. fal-ya`buduu rabba hadza -al-bayt alladzi ata`amahum. Dan jangan katakana min ju`, malaikat akan mengisi perut kalian. Itulah apa yang dianjurkan oleh para awliyaullah untuk dibaca, makanan akan bertambah dan kalian boleh membacanya semua, tetapi jika kalian membaca dengan cara seperti itu maka makanan untuk 100 orang bisa cukup untuk 1000 orang.

10 September 2010

Catatan Khotbah Iedul Fitri 1431

Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q)

Burton, MI: 9 September 2010

As-salaam alaykum, alhamdulillah nasta`iinahu wa nastahadii... Allahu akbar alhamdulillah... ala diin al-islam haytsu awhaahu ila sayyidil al-mustafa alayhis salaam

alhamdulillah ir-rabil-`alamiin ala niamihi adz-dzahiri wa-lbatinah haytsu qal fi'l-quran al-kariim wa ma arsalnaka illa rahmatan lil-`alamiin

alhadulillah katsiira, alhamdulillahi alldzii syarafana bi'n-nabiy waladi `adnan...

nasykuruhu ta`ala ala irsalaaihi an-nabiy haytsu qala:... wa da`iin il-Allahi wa sirajan muniira

wa nashadu an la ilaha ill-Allah Muhmmadan abduhu wa habiibuhu wa rasuuluh. allahu akbar, allahu akbar wa lillahil-hamd.

allahu akbar ala kull man takabbara wa tajabbar. ya sayyidii ya rasuulullah min hadza al-minbar asy-syariif nasal an yaqbul hadza ...

pujian kepada empat khalifah abwa naquul tuuba lakum ya ma`ashar al-muslimiin inna lana min al-rukn ghayr muhaidimi, wa nasal Allah an yataqabal minna siyamana wa ibaditina. Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar wa lillahi ala-hamd

wa yakuun al aan hajman `ala al-islam wa nasal Allah farajan ala al-muslimiin.

Wahai Muslim, Mukmin, apapun itu, apapun yang diambil, Muslim Sunni atau Muslim Syiah atau Muslim Sufi, atau Muslim Ahlul Hadis, Muslim Wahhabi, Muslim Deobandi, apapun, kita semua adalah Muslim, kita tidak bisa terima penghinaan terhadap kitab suci kita. Itu adalah kitab suci Al-Qur’an yang Allah turunkan di bulan ini kepada Sayyidina Muhammad (s). Itu tidak bisa diterima, sebagaimana kita juga tidak terima bila ada orang yang menghina apa yang Nabi Isa (a) bawa bersama Injil dan kita tidak bisa terima bila ada yang menghina apa yang dibawa Musa (a) dengan Tauratnya.

Kita tidak bisa menerima penghinaan terhadap kitab suci, yang meliputi Al-Qur’an, Injil, Taurat dan Zabur dan di mana Sayyidina Jibril (a) bertanya kepada Nabi (s) dalam hadis yang sangat terkenal, “Apakah iman itu?” dan beliau menjawab, “Percaya kepada Allah (swt) dan para malaikat-Nya, kitab suci-kitab suci-Nya, termasuk Zabur, Injil, Taurat dan Al-Quran, dan para utusan-Nya.”

Kita sebagai Muslim tidak pernah menghina nabi mereka, Sayyidina Isa, tetapi mereka menghina nabi kita dan kita tetap diam. Kini mereka menghina kitab suci Al-Qur’an kita padahal kita selalu menghormati kitab suci Injil dan kitab suci Taurat. Kita meminta kepada President negeri ini untuk menghentikan penghinaan kepada kitab suci Al-Qur’an karena itu bisa memicu kekerasan di seluruh dunia. Dan negeri-negeri Muslim di seluruh dunia marah dengan hal itu, dan itu bukanlah kebebasan beragama. Anda tidak bisa membakar konstitusi atau kitab suci tertentu. Anda akan memicu kekerasan di dunia Muslim. Ketika kartun Nabi (s) muncul, banyak kekerasan terjadi di dunia, bagaimana menurut kalian jika seseorang tiba-tiba membakar kitab suci Al-Qur’an. Allah (swt) akan membakarnya. Allah (swt) membela umat Mukmin dan jika dia adalah seorang yang beriman, dan berpikir bahwa ia adalah orang beriman, maka Sayyidina Isa (a) tidak pernah menerima; jika seseorang menamparnya di (pipi) kiri, beliau memberikan pipi sebelahnya. Beliau tidak pernah menentang Taurat dan Muslim mendukung Injil, mereka mendukung Injil yang telah diturunkan kepada Sayyidina Isa (a).

Jadi dari tempat yang sederhana ini, kita meminta mereka, kita adalah sebuah kelompok kecil, tetapi kita adalah orang yang cinta damai, kita tidak ingin melihat aksi pembakaran al-Qur’an tersebut, yang bisa menimbulkan bahaya karena Allah (swt) akan memberikan balasan-Nya.

Dan saya ingatkan kepada kalian, apa yang terjadi di Pakistan, ketika mereka menghancurkan makam seorang wali besar, Ali al-Hujwiri (q), Allah (swt) menghukum mereka dengan banjir dan banyak sekali orang yang tewas dan banyak sekali orang yang kehilangan rumah dan tempat berteduh. Kami mengingatkan mereka bahwa Allah (swt) akan memberikan balasan-Nya. Kita bukanlah orang yang akan melakukan balas dendam. Kami belajar dari Sayyidina Isa (a) di mana bila seseorang menampar pipi kiri kita di sebelah kanan, maka kita berikan pipi yang kiri. Kita adalah orang-orang sufi. Allah (swt) tidak tidur, jika seseorang datang menentang-Nya, maka Dia akan menunjukkan apa yang bakal ia dapatkan.

Kini, wahai Muslim, kalian harus mendukung dunia Muslim dan mengirimkan pesan ke Gedung Putih untuk menghentikan aksi itu dan semoga Allah (swt) menyelamatkan umat Muslim. Dan ini adalah tanda Hari Kiamat; sebagaimana ketika Nabi (s) ditanya tentang tanda-tanda Hari Kiamat: kebodohan akan merajalela. Lalu apa yang lebih bodoh daripada membakar kitab suci Al-Qur’an? Tindakan rasis apalagi yang lebih parah daripada membakar kitab suci Al-Qur’an? Dan mereka mengatakan bahwa itu adalah kebebasan beragama. Kebebasan apa itu, apakah ini yang diajarkan oleh Jesus kepada kalian?

Allah (swt) akan memberi masa-masa sulit kepada setiap orang yang melakukan hal tersebut. Allah (swt) menurunkan kitab suci Al-Qur’an kepada Nabi suci (s) dan berfirman, “Wa najmi idza hawa.. maa yantiqu `anil-hawa. Aku bersumpah demi bintang ketika terbenam, bahwa Ya Muhammad (s), engkau tidak pernah sesat dan engkau tidak pernah mengikuti hawa nafsumu.” [53:1-2]. Maa yantiqu `anil-hawa. Beliau tidak pernah bicara dari hawa nafsunya sendiri, in huwa illa wahiyun yuuhaa, apa yang beliau katakan, itu adalah wahyu. Sebagaimana kita mengatakan bahwa Jesus mendapatkan wahyu, kita juga mengatakan bahwa Sayyidina Muhammad (s) mendapat wahyu, tetapi pendeta kalian yang membakar Al-Qur’an tidak mendapatkan wahyu. Allah (swt) akan membakar tangannya dan kalbunya. Ia membawa kekerasan untuk hal yang sia-sia.

Saya tidak bicara tentang Ground Zero. Bukan itu, tetapi yang penting adalah kitab suci Al-Qur’an. Hal lain, sudah banyak tangan di sana . Dan mereka yang meletakkan di sana dapat memberi komentar mengapa mereka meletakkannya di sana . Tetapi untuk kitab suci Al-Qur’an kita, tidak. KITA harus berdiri dan kita harus menyampaikannya. Jika mereka mendengar, mereka mendengar; jika tidak, mereka tidak mendengarnya, tetapi jika tidak, kita ucapkan, “Allahumma fashhad innii qad balaghta. Ya Allah, Engkau adalah saksiku bahwa aku telah menyampaikan pesanku.” (3x) dan setiap Muslim harus menyampaikan pesan ini dan menyakinkan bahwa aksi ini tidak terjadi. Jika itu terjadi, maka ini adalah salah satu tanda Hari Kiamat, di mana Nabi (s) bersabda, “Yakthur al-jahl wa yurfa`ul-`ilm, kebodohan merajalela dan ilmu diangkat.” Dan para Sahabat bertanya, “Akankah kitab suci Al-Qur’an diangkat?” Qur’an itu sudah berada di tangan mereka, dan ia akan diangkat dan dibakar. Apakah mereka menyaksikan hal itu? Dan Nabi suci (s) tidak ingin menyebutkan hal itu kepada mereka karena beliau tahu bila beliau menyebutkannya kepada mereka, mereka akan melakukan kekerasan kepada setiap orang, jadi beliau menutupinya. Beliau (s) mengatakan bahwa Allah (swt) tidak akan mengangkat kitab suci al-Qur’an, tetapi dengan wafatnya para ulama, kebodohan menjadi merajalela di bumi karena tidak ada pengganti bagi para ulama itu, sehingga ilmu akan semakin berkurang dan berkurang.

Di masa lalu Sayyidina Abdul-Khaliq al-Ghujdwani (q) mempunyai seorang murid yang kaya raya. Ia ingin menunjukkan hormat dan cinta kepada syekhnya, kepada ajarannya. Ia membuat sebuah tempat untuk menyimpan kitab suci Al-Qur’an dan dihiasi sepenuhnya dengan emas dan ia meletakkan kaca di ruangan itu untuk menyimpan kitab suci Al-Qur’an, lemari kaca agar bisa dilihat apa yang ada di dalamnya, dan ia letakkan kitab suci Al-Qur’an di sana dan mengundang syekhnya untuk datang dan melihatnya. Dan ketika Syekh melihat kehormatan yang diberikan orang itu terhadap kitab suci Al-Qur’an, al-Qur’an itu mulai bicara kepada Sayyidina Abdul-Khaliq al-Ghujdwani (q). Al-Qur’an tidak diam, ia adalah kitab yang bisa bicara. Ketika kalian mencapai level kewalian, kalian dapat mendengar Al-Qur’an bicara. Ketika kita membacanya dengan suara keras, kita mendengarnya. Tetapi wali dapat mendengar Qur’an membaca dirinya sendiri. Jadi ketika orang itu meletakkan Qur’an di sana, Qur’an itu mulai membaca dirinya sendiri dan beliau (Syekh Abdul Khalid al-Ghujdwani (q) mendengarnya. Kalian tidak boleh meletakkan Qur’an di lantai, sebagaimana yang kita lihat sekarang. Di masa lalu dan masih ada sampai sekarang, di Maroko dan beberapa negara seperti Suriah, Turki, mereka meletakkan Qur’an di kantong yang bagus dan menggantungnya di tempat yang bagus di rumahnya. Saya melihatnya di banyak tempat di Mesir, Turki dan Afrika Utara. Sayangnya kini kita melihat, mereka meletakkan dan kita juga melakukan hal yang sama, meletakkannya di dalam lemari. Dan kita harus meletakkan Qur’an di kepala kita. Pada saat pertikaian antara Sayyidina Ali (r, kw) dan Sayyidina Muawiyah (r), mereka mengangkat kitab suci Al-Qur’an dengan tombak dan pertikaian itu berhenti.

Jadi, wahai Muslim berhati-hatilah, kita mempunyai tantangan. Dan kita tidak mampu melakukan sesuatu, tetapi kita memohon kepada Allah, “Ya Allah, ada seseorang yang ingin membakar kitab suci-Mu. Bakarlah tangan-tangan mereka.” Sebagaimana kakek Nabi (s) ketika Abrahah datang untuk menghancurkan Rumah Suci Allah. Beliau berkata, “Aku adalah orang yang cinta damai, yang tidak bisa bertempur. Ya Allah, pertahankanlah Rumah-Mu, lalu apa yang terjadi? Allah (swt) mengirimkan burung-burung untuk melempari mereka, para tiran, dengan Abaabiil, burung hitam dari sisi Jeddah, dari lautan di atas Rumah Allah. Burung yang masing-masing membawa 3 kerikil, 2 di cakar dan satu di paruhnya. Dan dari api neraka, Allah (swt) mengirimkan batu-batu kerikil itu untuk menghancurkan mereka.

Wahai kau, pendeta! Kau membakar kitab suci Al-Qur’an dengan api dunia, tetapi Allah (swt) akan membakarmu dengan Api Neraka. Wa ja`alahum ka`asfin maakuul. Dia membuat mereka benar-benar hancur sementara Rumah (Ka’bah) masih ada. Sebagaimana mereka kini mempunyai bom (rudal) yang membakar semua makhluk hidup dan hanya meninggalkan gedung-gedung saja. Itu adalah teknologi surgawi.

Wahai manusia, kita adalah orang-orang yang dapat memberi toleransi, toleransi dan toleransi; tetapi ketika sampai kepada Al-Qur’an dan kepada Allah (swt), Dia tidak akan membiarkannya. Dia mungkin akan memberi waktu, tetapi pembalasan-Nya akan tiba. Semoga Allah (swt) memberikan pembalasan-Nya. Semoga Allah (swt) menyelamatkan kita dari fitnah besar ini dan sebagaimana waktu berjalan, berikutnya akan ada lebih banyak fitnah yang akan datang.

Wahai Muslim, berbahagialah sekarang, di mana kalian telah menyelesaikan puasa di bulan suci Ramadan. Dan Sayyidina Musa (a) bertanya, “Qala Musa ya rabbii akramtanii bi takliim, Engkau memuliakan aku untuk bicara dengan-Mu tanpa perantara. Apakah Engkau memberikan kepada seseorang sebelum atau sesudahku. Dan Allah (swt) mewahyukan kepadanya, “Aku mempunyai hamba yang muncul di Hari-Hari Akhir di mana kehidupan di bumi ini akan berakhir dan Aku akan memuliakan mereka dengan bulan Ramadan, fa akuuna aqraba li ahadin mink. Aku akan lebih dekat dengan mereka daripada denganmu, karena puasa mereka di bulan Ramadan. Engkau bicara dengan-Ku dan di antara Aku denganmu ada 70.000 hijab. Engkau minta untuk melihat-Ku, tetapi engkau tidak sanggup. Tetapi ketika umat Muhammad (s) berpuasa hingga bibir mereka menjadi putih dan muka mereka menjadi kuning (pucat, karena tidak ada darah di sana ), arfa`ul-hujub. Aku akan mengangkat hijab-hijab ini yang Aku tidak lakukan kepadamu, tetapi Aku mengangkatnya untuk mereka pada saat waqti iftaarihim, pada saat berbuka puasa. Itulah sebabnya Nabi (s) bersabda, “Ajiluu bil-iftaar.” “Berbukalah sesegera mungkin.” Karena kita ingin agar hijab-hijab ini diangkat sesegara mungkin, karena sedetik di Hadirat Ilahi akan dihitung dan Nabi (s) ingin agar umatnya mengambil manfaat sebanyak-banyaknya.

Dan Yaa Musa (a), kabar baik bagi orang yang merasa haus dan perutnya lapar di bulan Ramadan. Ini adalah yang paling Ku-cintai, dan Aku akan membalasnya dengan pahala yang tak terhingga. Dan Ka`b al-Ahbar (r) berkata, dan beliau adalah orang yang selalu menulis segala sesuatu yang berasal dari Jesus (a) dan Musa (a) dan beliau menulis bahwa Allah (swt) berjanji pada Diri-Nya sendiri bahwa Dia tidak akan menolak doa orang-orang yang berpuasa. Orang yang berpuasa doanya akan dikabulkan. Wahai Musa (a), Aku akan menurunkan dan mengirimkan ilham ke seluruh langit dan bumi dan kepada burung-burung dan binatang-bintang untuk memintakan ampunan bagi orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadan.

Wahai Muslim, kini kalian telah menyelesaikan puasa kalian dan Allah (swt) akan membalasnya. Dan saya akan membacakan ini: man fattara saa'iman dan inilah yang kalian lihat di seluruh dunia kini, lebih banyak daripada sebelumnya: barang siapa yang memberikan makanan kepada orang yang berpuasa, satu orang, sepuluh, 100, 1000 orang, berapa pun itu, di bulan Ramadan dari pendapatan yang halal, shallat alayhi al-malaikati layali ar-Ramadan. Para malaikat akan memuji dan mengirimkan berkah bagi orang itu sepanjang bulan Ramadan.

Jadi apa tugas kita? Jika kita memberi makan 1o orang di bulan Ramadan, kita memohon agar kita bisa memberikannya lebih banyak, dan berikan kepada 100 orang, walaupun sedikit, itu akan bertambah. Undanglah orang untuk makan di rumah kalian di bulan Ramadan karena para malaikat akan berdoa untuk kalian dan Jibril (a) akan berdoa untuk mereka.

Sekarang kita melihat mawaid ar-rahman bahwa meja-meja dari orang yang dermawan, mereka letakkan di mana-mana dan ribuan orang datang dan makan. Seperti itulah di sepanjang jalan di negeri-negeri Muslim. Semoga Allah (swt) mengampuni kita. Semoga Allah (swt) mengambil kesulitan itu, penderitaan yang menimpa kitab suci Al-Qur’an itu berbahaya, semoga Allah (swt) menghilangkannya, Allah (swt) tidak senang dengan hal itu.

Allahu Akbar Allahu Akbar la ilaha ill-Allah. Allahu Akbar wa lillahil-hamd.

Allahu Akbar Allahu Akbar la ilaha ill-Allah. Allahu Akbar Allahu Akbar wa lillahil-hamd.

Alhamdulillah wash-shalaat was-salaam ala Nabiyih... Inna allah wa malaikatihi yushaluuna `ala an-nabiy. ya ayyhuladziina amanuu shalluu alayh.

Bayangkan bahwa Nabi (s) melihat kalian. Kita berada dalam hadiratnya dan hadirat para awliya.

Allahumma shalli ala Sayyidina Muhammad wa `ala aali Sayyidina Muhammad (s). ... as-salaam alayk ya Sayyidina ya Rasuulullah. ..

Alhamdulillahi alldzii astandana `ala kulli jabarn aniid, Allahumma alayk bihim

03 June 2008

Islam Bersifat Dinamis, tidak Pasif

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

Syekh ‘Abdullah Faiz ad-Daghestani QS berbicara tentang dua karakter yang dimiliki para anbiya, yaitu: memiliki himma, aspirasi tinggi dan dinamis, tidak pernah malas. Kedua karakter itu merupakan warisan Anbiya. Mereka sangat ringan dalam bekerja karena jiwa mereka berasal dari surga.

Sifat malas berasal dari setan. Kalian tidak dapat menemukan seorang rasul yang duduk bermalas-malasan dan menikmati dunia atau meminta istirahat. Mereka bagaikan sungai yang selalu mengalir menuju ke laut. Setiap wali bersifat dinamis. Makin tebal iman seseorang, ia akan semakin aktif. Tidak ada tindakan berarti tidak beriman. Ada 500 kebaikan dari Sunnah Rasulullah SAW. Al-Qur’an mengatakan, “Ketika kamu telah selesai dari suatu pekerjaan, kerjakanlah pekerjaan berikutnya.” Kita dianjurkan agar selalu aktif dalam segala situasi, inilah bimbingan yang terbaik bagi kita. Setiap agama tidak mengajurkan para pemeluknya untuk bermalas-malasan. Beberapa orang menganggap bahwa Islam membuat orang menjadi pasif (Agama adalah racun bagi masyarakat). Mereka sebenarnya adalah para pembohong yang tidak mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Mereka mempelajari suatu ilmu di Barat lalu mengklaim hal tersebut. Saya merasa prihatin terhadap gejala ini. Sebelum Islam datang, bangsa Arab laksana tertidur dan menjadi budak bangsa Roma dan Persia. Setelah Islam datang, mereka sanggup menaklukkan daerah-daerah di pesisir Samudra Atalantik hingga Samudra Hindia.

Syekh ‘Abdullah Faiz ad Daghestani QS berkata bahwa setiap orang yang aktif akan masuk Surga, sebaliknya orang-orang yang malas akan masuk Neraka. Bahkan bagi orang-orang yang aktif dalam mengejar dunia, keaktifannya itu akan membimbingnya menuju kebaikan pada akhirnya, bagaikan air deras yang mengalir dari hulu di pegunungan menuju hilir di dataran rendah dan memberi manfaat. Untuk berjuang melawan ego, seseorang harus mempunyai sifat dinamis. Seseorang yang mendaki gunung harus memiliki energi, sebaliknya untuk menuruni gunung sifat dinamis tidak terlalu diperlukan. Orang-orang yang duduk-duduk di sebuah pub atau kafe tidak bisa disebut sebagai orang yang dinamis, mereka justru pemalas. Orang yang bekerja dengan serius dan menghasilkan karya yang dapat dinikmati dan dimanfaatkan oleh banyak orang mempunyai sifat yang diwariskan oleh Rasulullah SAW.

Siapa yang tidur terlalu banyak juga termasuk pemalas. Tidur lebih dari 8 jam akan menyakiti tubuh. Seperti halnya tidak cukup tidur, tubuh akan menjadi lemah dan lelah. Untuk sebagian orang Allah SWT memberi kemampuan kepada mereka untuk tetap terjaga dan tidak membutuhkan tidur. Seorang murid di Basra yang bernama Sunnetji Tahsin diperintahkan oleh Syekh Syarafuddin QS untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang tertinggal setelah diadakan jamuan makan malam. Pada saat itu masih tersedia cukup banyak makanan untuk 20 orang, tetapi ia menghabiskannya semua, bahkan tidak menyisakan sebutir nasi pun di setiap piring. Malam itu Syekh Syarafuddin QS memerintahkan Syekh ‘Abdullah QS untuk mengeceknya. Lalu beliau pergi ke ruangannya dan menemukan Tahsin sedang berdiri tak bergerak, meleburkan diri dalam Hadirat Ilahi, sampai 1 jam sebelum subuh, lalu ia mulai melakukan salat tahajjud. Pada saat azan Subuh ia pergi ke masjid, salat, dan duduk untuk berzikir sampai matahari terbit. Kemudian ia melakukan salat isyraq lalu mengambil kapaknya dan pergi untuk bekerja. Jika seseorang ingin mendapatkan kekuatan seperti itu dan tidak membutuhkan tidur, lalu ia berniat untuk tidak tidur karena Allah SWT, agar Allah SWT rida kepadanya, maka ia harus melakukan latihan selama 40 hari. Hal ini berarti setiap kali merasa ngantuk, cepat lakukan wudu dan salat 2 rakaat, begitu seterusnya. Jika ia bersabar dan mengerjakannya selama 40 hari, ia akan mempunyai kekuatan seperti malaikat, tidak memerlukan tidur lagi. Awliya, jika mereka seperti ini, itu karena mereka telah diperintahkan dan mendapat izin dari Rasulullah SAW.

Orang banyak berpikir bahwa banyak makan akan membuat tubuh menjadi kuat, oleh sebab itu mereka makan banyak bahkan terlalu banyak. Seseorang yang berkata, “Aku merasa kenyang dengan makanan malam ini,” sesungguhnya ia berdosa di Hadirat Ilahi. Allah SWT yang membuat kalian kenyang, bukan makanan itu. Dia dapat membuat kalian kenyang hanya dengan sepotong makanan. Syekh ‘Abdullah QS berkata bahwa ketika Dajjal datang seluruh Muslim akan mendapat perlindungan di Syam. Syekh Muhyiddin (Ibn Arabi QS) berkata bahwa banyak sekali orang yang akan mendatangi kota Syam dan kota ini akan semakin luas, sisi di balik gunung akan menjadi sama luas dengan sisi sebelahnya dan tidak ada tempat yang tersisa lagi bahkan untuk sekedar menapakkan kaki saja, mungkin kota itu bisa menampung 50 juta orang. “Bagaimana mereka akan makan dan minum?” tanya Abu Bakar RA kepada Rasulullah SAW. “Takbir Imam Mahdi AS akan memberi Kekuatan Ilahi bagi seluruh Mukmin. Sepotong makanan akan cukup untuk 40 hari.”

Orang-orang juga berpikir bahwa banyak tidur membuat tubuh beristirahat dan segar. Tidak, Allah SWT -lah yang menyebabkan hal itu. Mungkin dengan 5 jam tidur seseorang tidak akan mendapatkan istirahat sementara itu hanya dengan 5 menit seseorang yang lain malah dapat beristirahat dengan cukup. Waktu terbaik untuk tidur adalah tepat setelah salat ‘Isya sampai 1 jam sebelum Subuh. Tidur lebih awal adalah yang terbaik. 4 jam setelah ‘Isya (sebelum tengah malam) bagaikan 8 jam di waktu-waktu yang lain. Ini akan membuat orang mampu meningkatkan ibadahnya dan melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat. Sekarang orang-orang mengisi waktu tersebut dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, ngobrol-ngobrol atau menonton TV. Ini adalah salah satu sebab datangnya penyakit. Waktu terbaik kedua untuk tidur adalah antara waktu matahari terbit sampai siang, sedangkan waktu antara siang hingga sebelum Ashar adalah yang terbaik ketiga. Tidak baik tidur pada kurun waktu antara Subuh hingga matahari terbit dan paling buruk waktu tidur antara Ashar hingga matahari terbenam. Rasulullah SAW bersabda jika sesuatu yang buruk menimpa orang yang sedang tidur di waktu tersebut, ia tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, tanggung sendiri akibatnya. Bagi orang yang tidur lebih dari 8 jam sehari, ia harus berkata kepada dirinya sendiri, “Saya pemalas!”

17 May 2008

Hormat terhadap Makanan

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Kita tidak bisa hidup tanpa makanan dan minuman. Oleh sebab itu kita harus menghormati nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita. Kecuali babi, darah dan bangkai, kita harus menghormati segala jenis makanan, semua yang bersih dan diizinkan. Sebagian orang melihat makanan dan berkata, “Saya tidak suka ini.” Begitu banyak anak laki-laki yang hanya memakan ikan dan keripik sekarang ini. “Kedelai, Aku tidak suka ini.” Ini adalah perilaku yang buruk. Segala yang bersih yang diletakkan di meja, kita harus menghormati dan memakannya. Jika orang merasa senang terhadap apa saja, Allah SWT meningkatkan nikmat-Nya atas orang itu. Syekh Muhyid-Din Ibnu Arabi QS ketika berbicara tentang kehormatan anak cucu Adam AS di Hadirat Ilahi, berkata bahwa setiap potong makanan yang mereka makan, 300 malaikat yang menyajikannya. Untuk segala macam makanan, bahkan walaupun hanya sesendok sop, kalian harus tahu bahwa 300 malaikat telah menyiapkannya. Adalah dosa besar untuk tidak menerima makanan tertentu karena kesombongan dan berkata, “Aku tidak memakan sepotong roti ini, karena sisi lainnya sudah dimakan. Ini akan membuat rezeki kalian menjadi sempit. Jika seseorang menginginkan rezeki yang berlimpah, ia harus selalu menghormati segala jenis makanan.