Showing posts with label Imam Mahdi AS. Show all posts
Showing posts with label Imam Mahdi AS. Show all posts

06 February 2012

Wahai Muslim! Berdoalah untuk Kedatangan Khalifatullah


Sultan al-Awliya

Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani

27 Januari 2012 Lefke, Siprus

Suhbah setelah Salat Jum`at



(Mawlana Syekh berdiri) Allahu Akbar, Allahu Akbar, laa ilaaha illa-Llah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahi 'l-hamd! Alfu shalaat, alfu salaam Sayyidi 'l-Awwaliin wa’l-akhiriin Sayyidina Muhammad (s). (Mawlana Syekh duduk)
A`uudzu billahi min asy-Syaythaani ‘r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmaani 'r-Rahiim. As-salaamu `alaykum, yaa RijaalAllah.

Wahai manusia! Berusahalah untuk menjadi hamba yang baik. Ini adalah bulan suci, Mawlid an-Nabi atau “Milad un-Nabi.” Lakukanlah shalaatu ‘s-salaam untuk Sayyidi ‘l-akhiriin. Kita bahagia bahwa kita telah mencapai bulan yang paling suci ini, Rabi`u ’l-Awal, dan bahwa Allah (swt) telah mengutus hamba-Nya yang paling dicintai-Nya, Sayyidina Muhammad (s) sebagai Rahmatan lil `alamiin. (Mawlana Syekh berdiri dan kemudian duduk kembali).

Wahai manusia! Saya menyesal untuk mengatakan bahwa bahkan dunia Muslim pun tidak mengikuti nasihat dari Khatamul Anbiya (s) dan kini begitu banyak hukuman menimpa manusia. Mari kita ucapkan, “Astaghfirullah, astaghfirullah wa atuubu ilayk, yaa Rabbana.”

Wahai manusia! Atas perintah suci Allah (swt), para awliya untuk dunia Muslim berbicara untuk mengingatkan manusia bahwa Hari Kiamat semakin dekat dan setiap orang akan mati. Ke mana mereka akan pergi? Setiap orang akan menuju Hadirat Ilahi Allah (swt), jadi berusahalah untuk hidup agar wajah kalian mempunyai cahaya Islam. Jagalah diri kalian dan jagalah nuur kalian yang telah dianugerahkan Allah (swt) kepada kalian.

Wahai manusia! Jangan bertikai satu sama lain. Allah (swt) melarang membunuh hamba-hamba-Nya, dan sekarang para diktator membunuh orang-orang yang tidak bersalah dari bangsa Palestina, Mesir, Turki, Suriah, Baghdad, dan orang-orang Asia. Mereka harus meminta agar Allah mengirimkan kepada mereka seseorang dari Pahlawan-Nya, seorang Sultan untuk mengumpulkan kalian di bawah bendera suci Khatamul Anbiya (s)!

Wahai manusia! Datang dan dengarkanlah, karena jika kalian tidak mendengarkan, hukuman surgawi akan mendekat hari demi hari (dan bisa menimpa kalian).

Wahai dunia Arab! Datang dan mintalah untuk kedatangan khalifatullah dan berikan ikrar kalian kepadanya dan duduklah dan ikuti perintah suci dari Surga. Tidak ada jalan lain! Kita berada di masa yang sangat sulit dan hukuman Allah, sedikit demi sedikit, datang kepada manusia. Mereka mengatakan, “Kami berasal dari alam”, tetapi Allah (swt), Yang menciptakan segala sesuatu termasuk alam, telah memperingatkan kalian, “Wahai manusia! Waspadalah karena Hari Kiamat semakin dekat dan setiap orang akan meninggal dunia dengan cepat hingga akhir dari abad kelima belas dari Islam.”

Semoga Allah (swt) mengampuni kita. Saya adalah (hamba) yang lemah dan saya meminta dari hamba Allah yang paling dicintai-Nya (s), demi kemuliaannya, agar saya dapat mencapai hal-hal yang baik. (…) Saya tidak tahu, saya tidak tahu, saya tidak tahu. Semua awliya diminta untuk melakukan sesuatu, tetapi segala sesuatu akan mencapai titik akhirnya, bergerak ke sana sampai segala sesuatu--dengan kun fayakuun, ketika Allah (swt) berfirman, “Jadilah!” dan segala sesuatu akan menjadi sebagaimana Perintah Surgawinya.

Jangan mengejar dunia, tetapi kejarlah rida Tuhan kalian dan bukan yang lain. Jika Dia rida dengan kalian, kalian akan diridai selamanya, jika Dia tidak rida dengan kalian, kalian akan mengalami berbagai masalah selamanya dan akan kehilangan kesempatan untuk masuk Surga!

Wahai manusia! Berdoalah untuk saya, dan untuk setiap orang agar kita dapat mencapai masa-masa yang cemerlang bersama Imam al-Mahdi (a), dan bersama Nabi Isa (a) dan Khatamul Anbiya (s)! Saya memohon ampunan.

Wahai manusia! Jagalah jalan untuk mencapai Khatamul Anbiya (s), dan kalian akan bahagia di dunia dan akhirat.

Semoga Allah (swt) mengampuni saya, kalian dan semua orang. Semoga Allah mengirimkan Imam al-Mahdi (a) kepada kita, semoga kita diberikan jalan yang benar, dan semoga Allah mengaruniakan Rahmat-Nya kepada saya, kalian dan seluruh manusia; dan membuat Setan hancur. Semoga Allah mengirimkan Samudra Rahmat-Nya kepada kita, setetes dari samudra itu sudah cukup!
As-salaamu `alaykum.
Fatihah.

30 January 2012

Peristiwa yang akan Terjadi pada Masa Imam al-Mahdi (a)


Sultan al-Awliya

Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani

24 Desember 2011 Lefke, Cyprus

(Diterjemahkan dari bahasa Arab (kemudian Inggris))



Armaggedon dan penaklukan Konstantinopel terjadi dalam enam bulan dan pada bulan ketujuh al-Dajjal akan muncul. Armageddon akan mempunyai dua kelompok. Konstantinopel akan dibuka dengan takbir. Sayyidina `Isa (a) akan memerintah selama 40 tahun, kemudian dunia akan dipimpinnya dengan damai selama 40 tahun, tanpa perang atau masalah. Sebelum itu, selama Armageddon, akan ada kesulitan yang luar biasa. Allahu Akbar! Amaan yaa Rabbii!

“Banu Asfar” (orang-orang berambut pirang), orang Rusia, akan turun ke Dataran Amouq di utara Suriah dengan 80 resimen dan 80 bendera, dan di bawah masing-masing bendera terdapat 12,000 tentara. Yaa Lathif! Itu artinya satu juta tentara ada di Dataran Amouq! Untuk itulah, Rusia pergi ke sana. Selain itu, datang pula tentara Muslim, dari utara, dari Istanbul, dan Mahdi (a) akan datang bersama mereka tetapi tidak nampak. Ketika perang ini selesai, beliau akan bertakbir, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!” dan kemudian beliau akan muncul dan berjalan menuju Istanbul, ke Asitana (Istana Kesultanan Ottoman) dan mengambil panji Rasulullah (s). Beliau akan muncul di Suriah dan memerintah di sana. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, al-Akbar!

Semoga Allah menyelamatkan kita dari korupsi/fasad yang terjadi di akhir zaman. Ya Allah! Dunia ini akan berakhir, selesai, kita telah sampai pada tahapan akhir. Nabi Isa (a) akan datang ke Suriah. Allahu Akbar! Dajjal akan muncul setelah munculnya Mahdi (a), kemudian Nabi Isa (a) akan turun dan membunuh Dajjal.

Allahu Akbar! Yaa Rabbii! Kami momohon keselamatan dan perlindungan kepada-Mu dari korupsi/fasad/kehancuran di akhir zaman. Semoga Allah membuat kita berada di bawah panji Kekasih-Nya di dunia dan di akhirat. Yaa Rabbii! Jagalah kami, anak-anak kami, dan orang-orang yang kami cintai agar mereka selamat.

Yaa Kariim! Yaa Allah! Yaa Rahiim! Yaa Allah! Yaa Jaliil! Yaa Allah! Yaa Waduud! Yaa Allah! Allah Allah. Ampunilah kami dan sembuhkanlah kami dan semua Muslim demi Sultan kami, Sultan bagi manusia dan jin, Sayyidina al-Mahdi (a)!
Fatihah.

Amiin yaa Rabbii, amiin yaa Rabbii. (Sebagaimana disebutkan di dalam hadiits,) Jika korupsi/fasad muncul, maka keselamatan berada di Suriah, di tanah Syam.

30 November 2011

Kita Menantikan Sayyidina Mahdi (a)

Sultan Awliya Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q)
Lefke, Siprus
29 November 2011

Kita memohon kepada Allah (swt) untuk rekonsialiasi. Dengan madad Al Haqq (pertolongan Allah) akan terjadi perdamaian bagi orang-orang Mukmin dan orang-orang yang ikhlas (Mukhlisin). “Akan datang setelahku, Khalifah-Khalifah, dan setelah para Khalifah, Pangeran-Pangeran, dan setelah para Pangeran, Raja-Raja, dan setelah Raja, muncul Tiran. Kemudian datang seorang pria dari keluargaku, yang akan mengisi bumi dengan keadilan sebagaimana dulu ia dipenuhi dengan keadilan.” (Hadis). Sayidina Al Mahdi (as) akan datang bersama Raja-Raja dan menteri-menteri. Beliau (as) akan datang ke Syam. Beliau akan mengucapkan takbir di Syam. Beliau datang kepada umat ini, di selatan Suriah, di daerah yang disebut Qadam. Beliau akan mengucapkan takbir di sana, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar! Teknologi akan berakhir! Tiga kali Takbir, kemudian selesai. Semua Raja dan menteri-menterinya, dan beliau akan menjadi Imam bagi seluruh Muslim dari Timur ke Barat. Semoga Allah menjadikan Faraj (penyelamatan) ini datang dengan cepat, Fatiha.

Saya telah menanti Sayyidina Al-Mahdi (as) sejak 1940. Berapa tahun itu? 70 tahun menanti, dan kalbu saya terikat dengan kedatangan Sayyidina Mahdi (as), 70 tahun! Allah Allah Allah, insya Allah kita akan mencapai Mahdi (as). Selamat datang wahai Syekh. Masya Allah tamu-tamu kami yang kami sayangi, mereka menghormati kami (dengan kunjungan mereka). (Video terputus)

(pada layar): Orang-orang ketakutan dan mereka bertanya, apa yang dapat mereka lakukan?

Jika harus, jangan takut. Mereka harus takut kepada Allah (swt). Jangan takut terhadap roket, tidak, tidak… Dari siapapun Allah (swt) ingin membuat suatu pembalasan, akan ada tanda di kepalanya! Jadi, tidak mungkin mereka dapat melarikan diri! Mereka harus melakukan salat lima waktu, kalau tidak sesuatu akan datang pada kepala mereka. Jika mereka tidak salat, mereka akan ikut tersapu (disingkirkan), Allahu Akbar, Allahu Akbar Al Akbar! Allahu Akbar. Semoga Allah memperbarui segala hal. Waktunya telah tiba. Saya menanti Mahdi (as). Beliau akan berkuasa selama 7 tahun, kemudian Sayyidina Isa (as) akan turun, dan mengambil alih semua urusan selama 40 tahun. Kemudian Hari Kiamat tiba, O Sayyidi, wahai Sang Pangeran yang mulia. Ya Rabbi Syukr.

Bismillahir Rahmaanir Rahim

(Mawlana berdoa)

Fatiha.

http://sufilive.com/We_are_Waiting_for_Imam_Mahdi_a_s_-3948.html

27 November 2011

Kita Menantikan Tiga Tanda Hari Kiamat


Mawlana Syekh Hisyam Kabbani

12 Maret, 2011 Burton, Michigan

Shuhbah di Masjid Ash-Shiddiq

(Sehari setelah terjadi Bencana Gempa/Tsunami di Jepang)

A`uudzu billahi min asy-Syaythani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim

Nawaytu 'l-arba'iin, nawaytu'l-'itikaaf, nawaytu'l-khalwah, nawaytu'l-riyaadha, nawaytu's-saluuk, nawaytu'l-'uzlah, nawytu ash-shiyam lillahi ta'ala fii hadza'l-masjid.

Athi`ullaha wa athi`u 'r-Rasuula wa uuli 'l-amri minkum.

Patuhilah Allah, patuhi Nabi, dan patuhilah mereka yang mempunyai otoritas di antara kalian. (4:59)

As-salaamu `alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh. Dastuur yaa Sayyidii, madad.

Terlalu banyak berita yang datang simpang-siur. Itu membuat orang-orang bingung, mana yang harus mereka dengarkan, dan itu membuat orang menganalisis suatu peristiwa menurut kapasitas dan pemahaman mereka. Seorang murid sekolah tinggi (SMA--penerj.) tidak dapat memahami ajaran seorang profesor di universitas; mungkin hanya mahasiswa PhD (tingkat Doktor--penerj.) saja yang dapat mengerti apa yang diajarkan oleh profesor kepada orang-orang yang tingkat pendidikannya lebih tinggi. Namun tetap saja, murid sekolah tinggi tadi dapat mendengar dan mengerti sebagian dari apa yang diajarkan, tetapi ia tidak dapat menganalisis maknanya secara keseluruhan. Mengapa Nabi (s) bersabda mengenai Sayyidina `Ali (r):

أنا مدينة العلم و علي بابها

Ana madiinatul-`ilm wa `aliyyun baabuha.

Aku adalah Kota Pengetahuan dan `Ali adalah pintunya.

Mengapa beliau tidak bersabda, “Semua Sahabatku adalah pintuku?” Beliau juga secara spesifik mengatakan bahwa Sayyidina Abu Bakr adalah “berbeda” dan lebih “istimewa” dibandingkan yang lain, karena ada yang istimewa di dalam kalbunya dan tidak dapat dimengerti oleh setiap orang. Jadi sebagian mungkin berpikir secara harfiah, bahwa makna dari, “`Ali adalah pintu bagi pengetahuan,” dan “sesuatu yang istimewa ada di dalam kalbu Sayyidina Abu Bakr,” adalah CINTA kepada Nabi (s), yang juga bersabda, “Jika akan ada nabi setelahku, maka itu pastilah `Umar." Tetapi kemudian di mana Sayyidina Abu Bakr, Sayyidina `Ali, dan Sayyidina Utsman (radiy-Allahu `anhum)? Itu artinya kalian memerlukan sebuah jendela kepada wali itu untuk bisa memahami apa yang beliau katakan.

Kadang-kadang jendela mobil diberi warna hitam, jadi dari luar kalian tidak bisa melihat sesuatu, tetapi orang yang duduk di dalam dapat melihat apa saja. Jadi, tidak semua orang yang duduk berada di dalam kalbu syekh dan dapat mengerti apa yang beliau katakan. Mereka duduk di luar, di mana mereka mendengar suara klakson dan mereka mulai berbunyi juga, dan mereka mengatakan hal-hal yang pada kenyataannya bukan bunyi klakson tadi, itu adalah apa yang wali itu katakan kepada orang-orang yang duduk di dalam bersamanya. Suara klakson adalah untuk keledai, untuk membuat mereka pindah dari tengah jalan. Beberapa keledai, bahkan jika kalian terus membunyikan klakson, mereka tidak bergerak, mereka berpikir (berpikir ala keledai...berpikir terus, tetapi tidak mengerti--penerj.) dan keras kepala!

Bagaimana dengan di sini? Apakah tidak ada keledai? Bukankah kalian melihatnya? Apa yang mereka lakukan dengan keledai di sini? Beberapa orang mengatakan, “Kami tidak mempunyai keledai di sini.” Tidak, di sini penuh dengan keledai! (tertawa). Jadi kalian melihat keledai duduk di jalan, berpikir selama lima belas menit dan tidak bergerak, dan kalian bisa membunyikan klakson sesuka kalian. Beberapa orang tidak mengerti mengenai keledai karena mereka adalah keledai. Kuda akan bergerak, tetapi keledai tidak akan bergerak. Mereka melihat keledai tertawa dan bertanya kepadanya, “Mengapa kau tertawa?” Ia berkata, “Kemarin mereka membuat sebuah lelucon, dan sekarang aku baru mengerti!”

Jadi biarkanlah si keledai berpikir terus sesuka mereka, karena mereka tidak akan pernah mengerti apa yang dikatakan oleh seorang wali dan hikmah di dalamnya. Jika kalian tidak mengerti hikmahnya, berusahalah untuk menyempurnakan diri kalian melalui awraad kalian dan kewajiban-kewajiban lain yang berbeda-beda, dengan demikian kalian akan mulai memahaminya dengan berbeda. Untuk kuda mereka memakaikan penutup mata untuk membatasi apa yang ia lihat dan ke mana ia melihat. Kalian tidak perlu menggunakan penutup mata; kalian harus melihat ke sekeliling dan perhatikan apa yang terjadi, dengan begitu barulah kalian akan mengerti apa yang dikatakan oleh seorang wali.

Seorang wali bukan untuk dunia, ia adalah untuk akhirat. Jadi jangan harapkan bahwa wali itu akan memberi kalian sesuatu untuk membangun dunia kalian, karena sebagian besar pekerjaan yang diamanatkan oleh Nabi (s) kepadanya adalah untuk akhirat kalian.

Sayyidina Abayazid al-Bistami (q) dengan sengaja menciptakan kebingungan agar orang-orang mengutuknya. Apakah kalian senang melakukan hal itu? Ia adalah awliyaullah terbesar, bahkan Ibn Taymiyya pun menerimanya. Ia pergi ke suatu desa untuk menciptakan kebingungan, kemudian pergi; itulah misinya. Ketika orang-orang mengutuknya dan mengucilkannya, dengan begitu ia menguji kesabaran dirinya, untuk melihat apakah ia dapat menanggung kesulitan itu atau tidak. Orang-orang tidak mengerti akan hal itu, mereka hanya mengerti bahwa ia membuat suatu kesalahan dan mereka mengucilkannya. Tetapi pada kenyataannya ia menguji kesabarannya sendiri dan bagi orang yang mengutuknya, ia berdoa, “Yaa Rabbii! Siapapun yang mengutuk aku, keburukan apapun yang ia lakukan, ampunilah ia, dan berikanlah pahala dari amalku untuknya.” Apakah ada yang mengerti tentang hal itu? Ia melakukan hal-hal yang membuat orang mengutuknya dan ketika mereka mengutuknya, ia berdoa, "Yaa Allah! Orang itu menyebut namaku, jadi angkatlah ia!"

Grandsyekh biasa berkata, “Jika seseorang menyebutkan namaku, aku berkewajiban untuk berdoa agar mereka dapat mencapai levelku.” Jadi kalian tidak dapat mencapai level mereka, kalian tidak dapat mencapainya dan memahami apa yang mereka katakan. Jika seorang ahli gempa berkata kepada kalian, “Akan ada gempa pada tanggal 2 April, jadi persiapkanlah diri kalian,” jika kalian percaya dengan hal itu, apa yang akan kalian lakukan? Kalian akan mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Kalian bisa pergi ke hutan, membawa makanan kalian dan bersembunyi di sana. Ketika tanggal 2 April tiba dan ternyata tidak ada gempa, lalu apa? Apakah kalian akan mengatakan bahwa ahli (wali) itu salah, atau kalian mengatakan ada hikmah di balik itu?

Bagaimana wali itu salah? Saya tidak mengatakan bahwa setiap wali adalah sempurna, tetapi kalian mempersiapkan diri sesuai dengan level kalian. Jika seorang dokter mengatakan, “Anda mempunyai kanker,” lalu apa yang kalian lakukan? Kalian akan melakukan segala sesuatu sehingga ketika waktu kalian tiba, kalian akan menjalaninya (dengan tidak terlalu khawatir).

Rabu sore kemarin di Washington DC, saya memberikan sebuah shuhbah. Dengan berkah Mawlana, saya menyebutkan sebagaimana yang beliau katakan, "Katakan kepada mereka, bahwa jika Allah menghendaki, Dia akan menjungkirbalikkan bumi ini dengan suatu gempa bumi yang dahsyat yang akan membuat apa yang berada di atas menjadi di bawah dan apa yang berada di bawah menjadi di atas.” dan kami mengatakan,

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَا

idza zulzilat al-ardhu zilzaalah, wa akhrajatil ardhu atsqaalaha, wa qaalat al-insaanu maa laha..."

Ketika bumi digoncangkan dengan goncangan dan bumi telah mengeluarkan beban-beban beratnya, dan manusia bertanya, “Ada apa dengannya?” (az-Zalzalah, 99:1-3)

Allah (swt) akan mengguncang bumi ini bukan hanya dari atasnya saja, tetapi dari bawahnya, dan membuat tsunami muncul, dan manusia akan bertanya, “Apa yang terjadi?” Mawlana Syekh berkata, “Katakan pada mereka apa yang terjadi.” Dan apa yang terjadi? Gempa bumi itu terjadi pada keesokan harinya. (Pelajaran bagi kita adalah) para awliya dipercaya oleh Nabi (s) dan ketika mereka mengatakan sesuatu di depan umum, itu mempunyai suatu makna, dan ketika beliau mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan spiritual, itu mempunyai makna yang berbeda. Ketika mereka mengatakan sesuatu di depan umum, itu adalah sama untuk semua level spiritual, baik anak-anak atau dewasa, karena mereka belum mencapai level pemahaman. Ketika awliyaullah mengatkan kepada kalian susuatu secara pribadi, itu berada pada level yang berbeda. Jadi, jangan panik terhadap apa yang dikatakan oleh Mawlana Syekh dua atau tiga hari yang lalu! Beliau ingin memberi peringatan kepada kalian, agar kalian mempersiapkan diri dan menjadi lebih tinggi dan tinggi lagi.

Jika seseorang mengatakan kepada kalian bahwa kalian mempunyai kanker, kalian akan segera mempersiapkan diri untuk memperoleh hasilnya. Ketika Mawlana Syekh mengatakan, “Mahdi (a) akan datang,” maka persiapkanlah diri kalian dengan makanan dan persediaan lainnya karena sudah tidak ada waktu lagi! Sungguh, Mawlana ingin agar kalian dan keluarga kalian benar-benar dalam keadaan siap, senantiasa menantikan munculnya Sayyidina Mahdi (a)! Pertama, untuk mempersiapkan diri kalian, kalian membuat niat bahwa kalian telah siap untuk beliau, dan dengan itu kalian akan bersama dengannya! Mempersiapkan diri kalian untuk meringankan beban adalah ibadah. Mawlana Syekh ingin memberi kalian level itu seolah-olah kalian telah bersama Sayyidina Mahdi (a), seolah-olah kalian telah memenuhi perintahnya dan melakukan apa yang beliau inginkan! Dengan demikian kalian akan diberi ganjaran bahwa segala sesuatu yang kalian lakukan di dalam hidup kalian seolah-olah kalian sungguh menantikan kedatangannya.

Ada tanda-tanda Hari Kiamat yang kita nantikan. Sebagian besar tanda-tanda yang telah diprediksikan oleh Nabi (s) telah muncul, tetapi ada dua tanda yang belum muncul. Jadi Mawlana Syekh ingin agar kalian ditulis sebagai orang-orang di masa Mahdi (a). Itu artinya, jangan panik! Jika kalian mengatakan kepada diri kalian bahwa kalian adalah orang-orang yang hidup di masa Mahdi (a), maka di mana pun kalian berada, kalian akan bersama beliau, dengan membaca “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim.” Kalian akan dipindahkan dengan kekuatan surgawi menuju tempat di mana pun Mahdi (a) berada. Jadi jangan panik, lakukan saja apa yang kalian lakukan.

Apakah Mawlana mengatakan kepada orang-orang yang dekat dengannya untuk berhenti bekerja? (tidak) Lalu mengapa kalian pergi ke sana ke mari dengan arah yang berlainan untuk menemukan apa yang harus dilakukan? Mawlana Syekh berkata bahwa tiga tanda pasti akan terjadi sebelum munculnya Mahdi (a). Para awliyaaullah menantikannya dan jika ketiga tanda ini belum muncul, tetap saja kita menantikan kedatangannya. Grandsyekh `AbdAllah al-Fa'iz ad-Daghestani (q) menyebutkan ketiganya. Salah satunya adalah sebuah gunung yang besar di dekat Bursa akan meletus dengan debu dan lava merah yang mengalir ke Istanbul, membuat kota itu terbakar. Apakah hal itu sudah terjadi? Belum! Jadi kita masih menunggunya.

Yang kedua, Kairo akan tenggelam di bawah air akibat jebolnya Bendungan Aswan. Bendungan ini belum ada ketika Sayyidina Ibn `Arabi memprediksinya dalam kitabnya, Futuhat al-Makkiyya, yang mengatakan bahwa sungai Nil akan mengalami banjir dan airnya akan mencapai menara Masjid Muhammad `Ali di Kairo. Grandsyekh (q) berkata bahwa ada sebuah tanda di menara masjid itu, yang sangat tinggi, di mana air akan mencapainya. Hingga sampai tahun 1960 orang-orang belum tahu tentang Bendungan Aswan yang dibangun Gamal Abdel Nasser ini. Sekarang kita tidak tahu berapa banyak dari bendungan itu yang sudah terkikis, ia akan jebol dan terjadi banjir besar di sana. Jadi saya khawatir dengan orang-orang di Kairo, tetapi sebelumnya penghancuran Istanbul akan terjadi.

Tanda ketiga adalah ketika Siprus tenggelam ke laut, itu adalah prediksinya. Jadi selama Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani berada di Siprus, ketika beliau meninggalkan Siprus, barulah kalian boleh panik, telepon orang-orang dan kirimkan pesan!

Jadi, gabungkan semuanya! Ketika seorang wali, khususnya Sultan al-Awliya, Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani mengatakan sesuatu, kalian harus memberi perhatian. Juga, ketika Mawlana Syekh pindah, itu tidak akan ke Istanbul; beliau akan pindah ke Syam asy-Syariif. Mengapa kedua putra beliau tidak pindah (dari Siprus dan Istanbul)? Itu artinya persiapkan diri kalian dan dapatkan pahalanya, tetapi jangan panik dan bertanya-tanya apa yang harus kita lakukan!

Jika kalian tidak memahami Mawlana Syekh, kalian tidak akan pernah mengerti. Saya menunggu selama lima puluh tahun untuk Mahdi (a), jadi dengar dan pahamilah. Jika kalian hidup selama seribu tahun atau bahkan satu bulan dalam persiapan untuk kedatangan Mahdi (a) , maka itu akan sama dengan seseorang yang hidup selama satu bulan. Itu artinya bagi semua murid yang menantikan kedatangannya, akan dibukakan suatu pahala yang besar. Pembukaan itu muncul di bulan Rabi ul-Awwal, bahwa barang siapa yang menanti kedatangan Mahdi (a) ia akan disandangkan dengan pahala dan cahaya yang istimewa dari Nabi (s) dan Mahdi (a)!

Ketika ketiga tanda yang kami sebutkan itu telah muncul, tetap saja Mahdi (a) belum muncul. Pertama akan terjadi sebuah pertempuran yang sangat dahsyat antara dua pihak yang berselisih mengenai suatu isu. Itu akan terjadi sebelum Mahdi (a) muncul. Pertempuran itu tidak akan terjadi antara Timur Tengah melawan Eropa, tetapi antara dua kubu adikuasa di dunia. Itu adalah prediksi dari Nabi (s) mengenai Tanda-Tanda Hari Kiamat, bahwa sebuah perang besar akan berlangsung selama tiga bulan.

Jadi sekarang, kalian mempunyai tiga tanda yang akan muncul: Pegunungan di Bursa akan meletus dan lavanya akan masuk ke Istanbul; di Kairo akan terjadi banjir besar yang airnya akan mencapai atap menara Masjid Muhammad Ali dan kemudian Siprus akan lenyap. Lalu akan terjadi sebuah perang besar selama tiga bulan. Setelah itu, mereka akan datang ke Istanbul dengan takbir dan dindingnya akan runtuh, seperti bila ada kebakaran jika kalian mengucapkan takbir, api itu akan padam. Jadi pada saat itu dengan kekuatan Mahdi (a), seluruh teknologi akan berhenti.

Akan ada orang-orang yang bersama Mahdi (a); sementara orang-orang yang bersama Anti-Kristus akan dihancurkan. Jangan panik dan khawatir, karena dengan kekuatan “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim” kalian akan bisa berada di mana saja! Jangan khawatir mengenai saya yang akan melakukan perjalanan selama beberapa bulan; itu tidak masalah. Mawlana Syekh meminta saya untuk tinggal bersamanya selama tiga bulan; ada hal-hal yang ingin dikatakan oleh Mawlana Syekh kepada saya, dan insya-Allah khayr.

Ingatlah: ada tanda-tanda yang akan muncul setiap saat, tetapi akan ada jeda di antara mereka, dan kemudian ada tambahan tiga bulan. Letusan gunung berapi di dekat Istanbul, kemudian Kairo tenggelam hingga airnya mencapai menara Masjid Muhammad `Ali, lalu tenggelamnya Siprus. Sekarang Mawlana Syekh masih saja duduk di sana dengan jubahnya dan bertemu dengan banyak orang. Jika (tanda-tanda itu) terjadi, pastilah Mawlana akan pindah. Jika beliau pindah, beliau akan memindahkan semua anggota keluarganya yang berada di rumah itu! Jadi rileks, karena semua itu memerlukan waktu.

Apa yang ingin dikatakan oleh Mawlana Syekh adalah, “Jangan datang dan berkunjung ke Siprus.” Satu bulan yang lalu, sebelum terjadi protes di Tunisia, Mesir, dan Bahrain, sebelum terjadi gempa bumi, kami pergi ke Chili dan Argentina. Beberapa orang datang ke sana dari Brazil, dan mereka berkata bahwa mereka ingin mengunjungi Mawlana Syekh. Mereka mengirimkan pesan tiga atau empat minggu yang lalu. Tetapi ketika terjadi protes di Tunisia dan Mesir, saya berkata kepada `Ali untuk mengirimkan pesan kepada mereka, "Jangan ada yang pergi untuk mengunjungi Mawlana Syekh." Mengapa? Bukan karena Mahdi (a) akan datang, karena tanda-tandanya belum muncul, tetapi Mawlana tidak ingin orang-orang terjebak di sana. Akan ada zona larangan terbang di sana, dan ada kapal induk di lepas pantai, jadi bagaimana kalian akan pergi dan kembali? Kalian akan terjebak di sana, sementara keluarga kalian ada di Brazil atau Argentina.

Itulah sebabnya, jika kalian memahaminya dengan benar, beliau mengatakan, “Jika orang-oranga berada beberapa jam dari saya, mereka bisa datang selama tiga hari.” Itu artinya sedekat London. Mengapa beliau membolehkan orang datang selama tiga hari? Siprus akan menjadi sebuah pulau di antara kapal-kapal besar itu, jadi mereka bisa kembali dengan cepat ke negeri mereka.

Ini artinya, jangan khawatir atau panik, rileks! Jika kalian mau, kirimkan pesan kepada kami dan kami dapat jelaskan. Semoga Allah (swt) membuat kita dapat memahami para awliya.

Wa min Allahi 't-tawfiiq, bi hurmati 'l-habiib, bi hurmati 'l-Fatihah.

18 November 2011

Sebuah Pembukaan akan segara Datang

Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani

12 November 2011.

Kegelapan, kegelapan kini mencakup semua negara. Di semua negara kini diliputi kegelapan. Semoga Allah (SWT) melindungi kalian dan melindungi anak-anak kalian. Dan melindungi umat Nabi (s) dari segala kejahatan dan segala penyakit di dunia dan akhirat dengan berkah dari Khatamul Anbiya (s).

Ibu kita, apakah dia pernah pergi ke dokter untuk melahirkan? Tidak, dia tidak pernah melakukannya. Ibu kita pergi ke bidan atau bidan yang mendatanginya. Ketika ibu saya, semoga Allah merahmatinya—mulai mendapatkan kontraksi, siap untuk melahirkan, mereka segara mengirimkan seseorang untuk menjemput bidan. Bidan itu adalah seorang wanita yang badannya besar, sehingga jalannya sangat lambat… ke rumah kami, bukannya ke rumah sakit! Rumah sakit apa yang kau bicarakan? Allah mengutuk semua rumah sakit. Dan akhirnya ketika bidan tiba, saya sudah ada di sana dan ketika bidan itu masuk ke dalam ruangan dan bertanya, ‘di mana wanita itu? Biarkan aku melihatnya,’ bayinya sudah ada di sana, di samping ibu saya.

Sekarang, setiap orang ingin pergi ke dokter. Wahai Tuhanku, aku memerlukan doa. Doa, wahai Tuhanku. Wahai Tuhanku, mudahkanlah urusan kami. Bukakanlah kalbu kami dan hilangkanlah kekhawatiran kami. Hancurkanlah musuh kami dari golongan manusia dan jin. Aman Ya Rabbi, tauba Ya Rabbi, tauba Ya Rabbi, tauba astaghfirullah. Masalah tidak pernah berakhir.

Apapun yang berada di dunia, ia akan tetap berada di dunia. Oleh sebab itu, saya menantikan bulan Muharam. Jika sesuatu terjadi, dunia akan seperti ini. Kun, fayakuun, 36:82 (Jadilah! Maka jadilah ia.) Sayyidina Mahdi (as) akan datang. Dan beliau hadir di Arafat tahun ini. Beliau berada di sana, tetapi, beliau muncul pada hari Jumat, sehari sebelum orang-orang datang ke Arafat. Itu adalah Haji Akbar dan semua wali hadir bersama Imam al-Mahdi (a), tetapi para awliya dan Imam Mahdi (a) tidak ingin publik berada di sana karena tajalinya sangat kuat, berat tahun ini. Publik tidak akan sanggup memikulnya, oleh sebab itu, mereka memutuskan Hari Arafat jatuh pada hari Sabtu untuk publik, tetapi itu terjadi pada saat-saat terakhir. Pada awalnya itu adalah Jumat, tetapi pada saat-saat terakhir diubah menjadi Sabtu, karena semua wali berada di sana bersama Imam Mahdi (a) pada hari Jumat. Ini adalah pengetahuan yang kami miliki. Itulah yang kami dengar. Subhan Allah ’l Alliyi ’l Azhim.

Nabi (s) memberi kabar kepada kita bahwa akan terjadi berbagai masalah dan pertikaian di negeri-negeri Arab dan kini mereka terpecah-belah di antara mereka sendiri. Sesuatu datang pada mereka dari langit. Semoga Allah mengampuni kita. Apa yang terjadi pada negeri-negeri Arab adalah sebuah tanda Kemurkaan Allah. Kita berharap dan memohon kepada Tuhan agar berbagai masalah di negeri Arab akan berakhir di bulan Muharam, karena Allah (swt) memberi dukungan pada Islam selama bulan Muharam. Suatu pembukaan selalu muncul di bulan Muharam. Dan kita menunggu untuk menyaksikan apakah akan terjadi sesuatu.

Setiap orang harus tinggal di rumah mereka. Ini bukanlah waktu untuk bepergian, tidak! Sepuluh hari pertama di bulan Muharam, jika terjadi sesuatu di bulan Muharam, maka di bulan Shafar al-Khayr, jutaan orang akan pergi Akhirat. Orang-orang menjadi tiran. Mereka menjadi tiran. Mereka tidak mau mendengar firman Ilahi dan mereka tidak mengikuti sabda Nabi (s). Mereka mau berjalan di belakang orang-orang kafir. Dan Allah mengirimkan Syariat melalui Nabi (s). Dan orang yang memerintah dengan aturan yang bukan dikirimkan oleh Allah (swt), berarti mereka adalah orang-orang kafir. Mereka yang mengikuti orang-orang kafir akan terhantam dengan Kekuasaan Ilahi.

Apa yang terjadi di Libya, Mesir, Yaman, Tunisia, Aljazair, Suriah, semua itu berasal dari Kekuasaan Ilahi. Dan apa yang terjadi di negara-negara Islam, itu adalah untuk membangunkan mereka agar kembali pada Syariat Ilahi. Kalau tidak, mereka tidak akan selamat.

Allahumma, La Hawla wa la Quwwata illa Billah, Allahumma, La Hawla wa la Quwwata illa Billah.

Fatiha.

****************************

(Mereka bercerai) Perbuatan yang sangat tidak disukai tetapi dibolehkan adalah bercerai. Apa yang dapat kita lakukan? Orang-orang menjadi tidak peduli. Mereka tidak mempunyai kesabaran. La Hawla wa la Quwwata illa Billah. Wahai Tuhan kami.

Fatiha.

****************************

Awliya terbesar berada di Masjid al-Aqsha, mereka dapat membuat seluruh dunia berputar seperti ini, dan melempar seluruh dunia dari Timur ke Barat. Para awliya itu, masya Allah mempunyai kekuatan spiritual yang sangat tinggi. Wahai Rijal Allah yang ditunjuk di daerah Masjid al-Aqsha untuk perlindungan, demi Nabi (s), jagalah hamba-hamba Allah dari umat Nabi Muhammad (s) di tanah Palestina. Cukup, insya Allah, cukup. Mereka dapat dipindahkan dari tanah itu dan yang lain boleh datang, dan mereka berasal dari orang-orang terbaik.

Fatiha.

Semoga Allah pertama membuat suatu pembukaan bagi Palestina, kemudian bagi umat yang lain. Sekarang kekuatan itu telah datang. Saya masih muda, 5 atau 7 tahun dan orang-orang Palestina biasa datang dari Haifa, Jafa, Nablus, Akka. Mereka biasanya memakai busana Palestina tempo dulu. Mereka mengunjungi kami di Siprus dan menikah dengan orang-orang sini. Ratusan wanita di sini menikah dengan mereka dan itulah sebabnya orang-orang Palestina begitu kuat. Tetapi mereka juga lalai seperti kita. Saya mencintai mereka. Subhanallah. Semoga Allah membuatnya mudah bagimu dan membuat suatu pembukaan segera. Berdoalah untuk hamba yang lemah ini.

Wa alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuhu.

----- Forwarded Message -----

From: mateen siddiqui

To: Ishaq Muhammad Bojel

Sent: Friday, November 18, 2011 3:24 AM

Subject: Fwd: FW: An Opening is Coming Soon

An Opening is Coming Soon

Maulana Sheikh Nazim al Haqqani

Nov 12, 2011.

Darkness, darkness covers all countries today. In all countries there is darkness. May Allah protect you and protect your children. And protect the nation of the Prophet (s) from every evil and every illness here and Hereafter, with the blessing of the Seal of the Prophets (s.)

Our mother did she ever go to the doctor to deliver? No she never did. Our mother went to the midwife or the midwife came to her. When my mother, may Allah's mercy be upon her, began to have contractions, ready to deliver, they sent somebody rushing to call the midwife. She was a big lady so she was walking very slowly... To our house not the hospital! What hospital are you talking about? Allah curses all hospitals. And finally when the midwife arrived I was already there and when the midwife walked into the room asking ‘where is that lady? Let me see her,’ - there was the baby they were expecting, sitting there next to my mother.

Now everybody wants to go to the doctor. O my Lord, I am in need for du’a. For du’a, O my Lord. O our Lord, make our matters easy. Open our hearts and remove our worries. Destroy our enemies from ins and jinn. Aman Ya Rabbi, tauba Ya Rabbi, tauba Ya Rabbi, tauba astaghfirullah. Problems never end.

Whatever is in this world remains in this world. Therefore, I am looking for the month of Muharram. If anything happens the world will be like this. Kun, fayakoon, 36:82 (Be! And it will be.) Sayyidina Mahdi (as) will come. And He was present in Arafat this year. He was there, but, he came out on Friday, the day before the general public came out on Arafat. It was Hajj al Akbar and all the saints were present with Imam al Mahdi, but the saints and Imam Mahdi did not want the public to be there because the manifestation was too strong, heavy this year. The public would not be able to carry it, therefore, they decided the Day of Arafat to be on Saturday for the public, but at the last moment. Originally it was for Friday but at the last minute it was changed to Saturday because all the saints were there with Imam Mahdi (as) on Friday. This is the knowledge we have. That is what we heard. Subhan Allah ’l Alliyi ’l Azim.

The Prophet (s) informed us that there will be troubles and quarrelling among the Arab nations and now they are divided amongst themselves. Something came on them from the heavens. May Allah forgive us. What came on the Arabs is a sign of Divine anger. We hope and ask from our Lord that the trouble among the Arabs may come to an end in Muharram because Allah Almighty supports Islam during the month of Muharram. An opening always comes in the month of Muharram. And we are waiting to see if there is any happening.

Everyone must remain in their homes. It is not the time to come or visit or to go. No! The first 10 days of Muharram, if any event happens Muharram, then Safar al Khayr, millions will go to Akhirat. The people became tyrants. They became tyrants. They don’t listen to Divine words and they are not following the words of the Prophet (s.) They want to walk behind unbelievers. And Allah sent the Shariat through the Prophet (s.) And, the ones that rule with what Allah Almighty did not send are the unbelievers. Those who follow the unbelievers will be struck by Divine Might.

What happened in Libya, Egypt, Yemen, Tunisia, Algeria, Syria, all of that is from Divine Might. And what happened in the Islamic countries is to wake them up to come back to the Divine Shariat. Otherwise, there is no way for them to be saved.

Allahumma, La Haula wa la Quwwata illa Billah, Allahumma, La Haula wa la Quwwata illa Billah.

Fatiha.

****************************

(They got divorced) The most disliked of the permitted things is divorce. What can we do? People became ignorant. They have no patience. La Haula wa la Quwwata illa Billah. O our Lord.

Fatiha.

****************************

The biggest saints are in the Al Aqsa mosque, they can make the whole world turn like this, and throw the whole world from East to West. Those saints masha Allah have such high spiritual power. O Men of Allah appointed in the Aqsa mosque area for protection, for the sake of the Prophet (s) look after the servants of Allah from the nation of the Prophet Muhammad (s) in the land of Palestine. Enough insha Allah, enough. They can be removed from the land and others may come and they are from the best of the people.

Fatiha.

May Allah first make an opening for Palestine, then for the rest of the nations. Now power is coming. I was young , 5 or 7 years old and the Palestinian people used to come from Haifa, Jafa, Nablus, Akka. They used to dress in the old Palestinian clothing.They would visit us in Cyprus and marry from our girls. Hundreds of our girls got married to them and that is why the Palestinians are so strong. But they are ignorant like us. I love them. Subhanallah. Allah make it easy for you and make an opening soon. Make du’a for a poor, weak servant.

Wa alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuhu.

http://sufilive.com/Take_Precaution_in_the_Month_of_Muharram-3925.html


16 October 2011

Haji Akbar


Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani (q)

Dari buku The Path to Spiritual Excellence


Ibadah Haji adalah mempersiapkan diri hari ini untuk mendaki Gunung Arafat dan besok insya Allah, mereka akan berada di Hadirat Ilahi, berdiri dan memohon kepada Allah (swt) untuk membersihkan mereka dari segala dosa, memohon untuk dianugerahkan berkah dari Samudra Rahmat-Nya yang tak bertepi.

Barangkali sejak awal hingga sekarang belum pernah ada ibadah haji yang begitu padat. Hanya tahun ini hal itu akan terjadi, dan ini sangat penting karena ini adalah ibadah haji terakhir sebelum berakhirnya milenium kedua. Selain itu, tahun ini juga adalah Haji Akbar yang menurut tradisi Islam, dimuliakan tujuh puluh kali daripada haji biasa.

Grandsyekh ‘Abd Allah (q) berkata bahwa setiap tahun orang-orang yang telah dianugerahi undangan untuk berhaji datang dari segala penjuru di dunia. Di Hari Arafat, mereka mengucapkan Labbayk, Allaahumma labbayk, yang artinya:

Wahai Tuhan kami, dengan seluruh jiwa kami, fisik dan spiritual, kami memenuhi panggilan-Mu, sebagaimana Engkau telah memanggil kami untuk berhaji, mengunjungi Rumah Suci-Mu, Baytullah. Kami memenuhi panggilan-Mu dengan segala kerendahan hati kami. Labbayk. Kami datang pada-Mu. Kami meninggalkan segalanya dan kami penuhi panggilan-Mu: Labbayk, Labbayk, Allaahumma labbayk, labbayka laa syariika laka, labbayk. Tak ada yang dapat menjadi sekutu bagi-Mu. Kami tidak mendengarkan mereka, kami tidak meenghiraukan mereka, kami tidak menerima perintah mereka. Kami hidup hanya untuk-Mu, dan kami datang pada-Mu. Kami adalah hamba yang lemah, yang berasal dari umat hamba sejati-Mu. Labbayk, allaahumma labbayk, labbayka laa syariika laka labbayk, innal hamda wa ni’mata laka wal mulk, laa syariikalak.

Innal hamda. Segala pujian, segala rasa syukur yang dapat disampaikan kepada-Mu oleh hamba-hamba-Mu, itu semua adalah untuk-Mu, hanya untuk-Mu.

Wa ni’mata. Apa yang Engkau berikan kepada kami, hamba-Mu, dari setiap nikmat adalah hanya berasal dari-Mu.

Laka wal-mulk. Mulk, segala sesuatu yang ada, termasuk diri kami adalah milik-Mu. Laa syariika laka.

Tak ada yang dapat mengatakan bahkan satu atom terkecil pun, atau kurang dari itu bahwa itu adalah miliknya. Jika seseorang bisa mengatakan, “Atom itu adalah milikku,” Allah (swt) akan mengatakan kepadanya, “Bawa partikel kecil yang menjadi milikmu itu, dan pergilah!”

Atau jika ada yang mengatakan, “Galaksi yang berukuran raksasa itu adalah untukku,” Allah (swt) bisa mengatakan, “Ambil dan pergilah, pergi dari Wilayah-Ku!” Kepada siapapun yang mengklaim memiliki ini atau itu, Dia dapat mengatakan kepada mereka untuk membawanya dan kemudian pergi. Allaahu Akbar, jalla jalaluhu.

Jadi besok, ketika orang-orang tengah menunaikan ibadah hajinya, memanggil Tuhan mereka, Hijab Kebesaran akan terbuka dan Tuhan akan melihat mereka, dengan pandangan seperti sinar matahari, atau bahkan kurang dari itu, datang dan membersihkan, membersihkan, membersihkan, sampai mereka bersih sepenuhnya. Rahmat ini datang dan membungkus manusia. Grandsyekh berkata bahwa ketika terjadi Haji Akbar (haji di mana wuquf di padang Arafat jatuh pada hari Jumat-penerj.) dan Tuhan memandang hamba-hamba-Nya, anugerah itu akan datang pada mereka tujuh puluh kali, oleh sebab itu Haji Akbar setara dengan tujuh puluh kali ibadah haji.

Kaum Wahhabi tidak menerima hal ini. Mereka tidak percaya bahwa ada yang dinamakan Haji Akbar. Jadi kita mengambil berkahnya sedangkan mereka meninggalkannya. Besok hari itu akan tiba, insya Allahu Rahmaan.

Ada satu masalah atau satu hal, yang kita dapat bicarakan. Saya mendengar bahwa pemerintah Wahhabi bersama kaum Wahhabi sedang gemetar sekarang, karena begitu ramainya jemaah yang menunaikan haji di Mekah al-Mukarramah. Mereka gemetar karena menghitung ada lebih dari enam juta orang sekarang, tetapi Allah (swt) Mahatahu, mungkin ada tujuh juta orang atau lebih. Mazhab Wahhabi adalah aliran materialis, tidak pernah menerima spiritualitas dalam Islam. Mereka adalah orang-orang yang materialistis yang tumbuh dalam Islam, yang berpikir dan menulis tentang segala sesuatu dengan pandangan materialistik mereka, menghitung dan menyeimbangkan segala sesuatu.

Setelah Perang Dunia Kedua, tahun 1946, di mana pada tahun itu juga terjadi Haji Akbar, pertama kali terjadi setelah keadaan damai, saya berada di sana dengan Grandsyekh kita. Karena perang itu, maka tidak terlalu banyak orang yang bisa datang, di mana-mana tertutup. Saya ingat bahwa ada lebih dari dua juta jemaah berada di sana, dan pada saat itu masih ada bangunan-bangunan tua di Mekah al-Mukarramah dan Madinah al-Munawwarah yang dibangun oleh Kekaisaran Utsmani.

Saya ingat bahwa ketika kami selesai melaksanakan salat Jumat terakhir di Masjidil Haram, syarafaha Allah, semoga Allah (swt) lebih memuliakannya, paling tidak ada satu juta orang atau lebih yang salat di sana, dan menurut ukuran Masjidil Haram asy-syarif, hanya seratus lima puluh ribu orang yang dapat memasukinya, tak lebih dari itu. Saya salat di dalam masjid, dan saya lihat di sekeliling Ka’bah masih ada tempat yang kosong untuk beberapa orang. Saya berada di sana.

Kaum Wahhabi mengatakan bahwa mereka harus menolong orang-orang, dan dalam hal ini mereka sungguh-sungguh mengklaim bahwa mereka harus menolong Allah (swt). Astaghfirullah, mereka membuat perluasan di Mekah al-Mukarramah agar orang-orang dapat beristirahat di sana, agar mereka bisa masuk dengan bebas, melaksanakan tawaf (mengelilingi Kabah-penerj.) dengan bebas, salat dengan bebas, dan tanpa berdesak-desakan. Mereka mulai melakukan renovasi. Tetapi semakin banyak mereka membuat perluasan, semakin banyak orang yang datang.

Saya pergi ke sana tahun demi tahun—1980 adalah haji terakhir bagi saya di mana tubuh fisik saya juga berada di sana—dan saya tidak pernah bisa lagi salat Jumat di dalam gedung itu. Saya selalu salat di luar, salat dengan yang lainnya di jalanan.

Dan sekarang mereka membuatnya sedemikian besar sehingga mereka menyadari, “Oh, kita telah menghancurkan Mekah, tetapi orang-orang masih saja tidak bisa salat dengan nyaman di Masjidil Haram.” Mereka juga menghancurkan Madinah al-Munawwarah, tetap saja itu belum cukup besar untuk jemaah.

Lalu Setan mengajari mereka dengan mengatakan, “Buatlah kuota, batas.” Itu artinya sekarang mereka melakukan sesuatu yang lain yang bukan Rahmani, tetapi Setani, karena Setanlah yang mengajari mereka untuk membuat kuota bagi orang-orang yang mau menunaikan ibadah haji, memasuki tempat-tempat suci.

Mereka membuat banyak terowongan di bawah pegunungan di Saudi, jalan untuk mencapai Mina dan kemudian Arafat. Makin banyak mereka berusaha melakukan sesuatu, semakin majnun (gila) mereka, mereka semua. Padahal begitu sederhana resepnya: jangan sentuh apapun! Itu adalah undangan dari Tuhan bagi manusia. Siapapun yang diundang untuk datang mengunjungi Rumah Suci-Nya, Allah (swt) menanggung segalanya untuk para tamu-Nya, bukan manusia!

Kaum Wahhabi bagaikan batu karang; kepala mereka bagaikan batu karang, tidak pernah mengerti tentang spiritualitas. Itulah alasannya mengapa mereka gemetar sekarang, mereka bertanya, “Apa yang harus kita lakukan?” Biarkan orang-orang bebas! Mekah dan Madinah adalah untuk semua umat Muslim, mengapa membuat kuota yang bodoh untuk orang-orang? Biarkan mereka datang berkunjung. Jika mereka menyerahkan segala urusannya kepada Allah (swt), bahkan enam puluh juta orang dapat datang dengan mudah, karena malaikat akan meletakkan jalan di bawah mereka, jalan untuk bergerak bagi mereka, untuk datang dan pergi dengan lancar.

Saya juga mendengar bahwa mereka juga menghancurkan segala sesuatu di dalam Masjidil Haram asy-syarif untuk memudahkan orang melakukan tawaf, tetapi sekarang orang-orang melakukan tawaf di luar, dalam lingkaran yang besar. Apa itu?

Saya berada di sana pada tahun 1946, dan di kedua ujung Safa dan Marwah terdapat toko-toko, dan juga unta yang dapat berlalu-lalang di jalan dengan mobil-mobil dan orang-orang berjalan seperti ini, seperti itu, menyebrang jalan. Kami, orang-orang yang sedang menunaikan ibadah haji, melaksanakan sa’i dan bergerak dengan begitu mudahnya, dengan lebih dari dua juta orang. Sekarang, jika mereka sanggup, mereka akan membuat tujuh lantai untuk orang-orang, tetapi walaupun mereka membuat tujuh puluh lantai, orang-orang tidak bisa melakukan sa’i semudah yang kami lakukan pada saat itu.

Kadang-kadang kami berlari bersama unta, karena mereka juga melintasi jalan itu dan kami harus menuju tempat yang berada di sana. Dan pada saat kami berlari, mobil-mobil lewat bersama keledai-keledai, sehingga kami tidak bisa melanjutkannya. Tetapi kami sangat senang, melakukan sa’i. Sekarang subhanallah. Angkat tangan kalian dari Rumah Suci, Masjidil Haram asy-Syarif! Tinggalkan pada Allah (swt), dan Madinah al-Munawwarah, tinggalkan pada Nabi Muhammad (s)!

Para pejabat Wahhabi gemetar sekarang, “Bagaimana kami dapat mengontrol situasi?” Tinggalkan saja, ada yang mengontrol di sana, Muhafiz-u-Makka (Pelindung Mekah—Allah (swt)). Itu bukan tempat biasa. Mereka pikir itu adalah tempat biasa, karena tidak ada spiritualitas dalam diri mereka. Segala sesuatu mereka hitung, mereka masukkan ke dalam rekening mereka.

Besok, insya Allah akan menjadi Haji Akbar yang menutup abad ini dan kemudian pembukaan yang lain akan datang, insya Allah. Kami telah diberitahukan bahwa Shahib-uz-Zaman, Sayyidina Mahdi (a), dan khulafa-nya dan 12.000 awliya yang semuanya memiliki kekuatan untuk sampai di sana dalam sekejap mata, akan berada di sana besok. Dan akan ada sebuah munajat, doa yang sangat dahsyat yang akan mengubah segala sesuatu di tahun ini, insya Allah, kita harapkan demikian.

Ini adalah haji yang sangat istimewa. Bagi mereka yang tidak bisa datang ke sini tahun ini, tetapi telah mempersiapkannya namun karena pemerintah melarang mereka pergi, Allah (swt) mengutus malaikat-malaikat untuk mewakili mereka. Juga bagi orang-orang biasa yang mengatakan, “Jika saja kita sampai di Padang Arafat,” tetapi mereka tidak mampu, Allah (swt) telah menciptakan malaikat-malaikat untuk berada di Arafat mewakili mereka, untuk menerima nikmat-nikmat itu dari-Nya.


Besok, kalian harus berusaha untuk menyelesaikan:

· 1000 kali Surat al-Ikhlash

· 1000 kali laa ilaaha ill-Allah

· 1000 selawat: Allahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammadin wa sallim

· 100 kali laa ilaaha ill-Allah, wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiit, wa Huuwa ‘alaa kulli syay’in qadiir

· 100 kali wa laa hawla wa laa quwwata illa billaahil ‘Aliyyil Aazhiim

· Dan pada setiap salat membaca takbiir: Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, laa ilaaha ill-Allah, w’Allaahu Akbar, Allaahu Akbar wa lillaahil hamd.


Semoga Allah (swt) mengirimkan hamba ilahiah-Nya untuk menyingkirkan segala yang bertentangan dengan-Nya. Semoga Dia mengutus singa-singa-Nya terhadap anjing liar, serigala, rubah, beruang, ular dan kalajengking (semuanya merupakan metafora dari karakteristik buruk manusia-penerj.), untuk menyingkirkan mereka semua.

Saya berdoa, “Wahai Tuhan kami, tak diragukan lagi bahwa Engkau memiliki singa-singa, dan bahkan satu saja sudah cukup. Engkau mengirimkan para malaikat kepada hamba tercinta-Mu, Muhammad (s) di Perang Uhud dan Badr, bahkan satu malaikat pun sudah cukup untuk menyingkirikan seluruh pasukan orang-orang munafik; tetapi Engkau mengirim ribuan malaikat, sehingga orang-orang beriman melihat dan menyaksikan para malaikat bersama mereka dan mereka mendapatkan keyakinan bahwa mereka akan menang. Oleh sebab itu, walaupun satu singa sudah cukup, kami tahu, lebih dari cukup, tetapi kami memohon agar singa-singa-Mu datang untuk menghancurkan kesultanan Setan dan melenyapkannya dari bumi!”

Jika Dia ingin menempatkan satu miliar orang di tempat ini, Dia dapat melakukannya, dan setiap orang bisa datang dan pergi dengan leluasa. Satu miliar orang bisa berada di tempat yang kecil ini. Dia dapat melakukannya; kalian harus percaya kepada Allah (swt), harus percaya pada kekuatan dan kemampuan-Nya yang tak terbatas, percaya pada kapasitas-Nya. Bagi-nya segala kemungkinan dapat terjadi, hanya bagi-Nya. Mengapa kalian mencoba untuk melakukan sesuatu? Semakin banyak kalian melakukan perbuatan yang salah ini, semakin banyak kesulitan yang akan datang, semakin banyak masalah dan krisis.

Haji pertama dan kedua begitu mudahnya, hingga mereka menghancurkan segala sesuatu, rumah-rumah tua, pada saat itu belum ada bangunan dari beton sama sekali, dan mereka menghancurkan setiap bangunan bersejarah, semuanya dihancurkan. Mereka membuat bangunan dari beton yang berukuran raksasa, sehingga orang-orang tidak lagi mampu menghirup spiritualitas di Mekah al-Mukarramah dan Madinah al-Munawwarah. Orang-orang bahkan merasa bingung, dan mereka bertanya, “Ada di mana kita?”

Insya Allah, ketika Imam Mahdi (a) datang, ia akan menata kembali apa yang telah menyimpang. Itu adalah kekuatan iradah. Ketika seseorang diberikan kekuatan iradah itu, ia dapat mengatakan, “Jadilah! (kun fa yakuun),” maka terjadilah. Allah (swt) berfirman, “Wahai hamba-Ku, patuhlah kepada-Ku, dan Aku akan menjadikanmu salah satu orang-Ku (rabbani), dan Aku akan memberimu kekuatan dan otoritas untuk mengatakan sesuatu: ‘terjadilah! Maka terjadilah ia.”

Oleh sebab itu, jika Imam Mahdi (a) memerintahkan gedung-gedung itu untuk dihancurkan dalam satu malam, mereka semua akan hancur, dan di malam kedua, ketika ia memerintahkan untuk mengembalikan kembali bangunan-bangunan tua yang telah dihancurkan sebelumnya di Mekah al-Mukarramah dan di Madinah al-Munawwarah, maka hal itu akan terjadi. Orang-orang akan bergerak dengan mudah, melakukan tawaf dengan mudah, dan bergerak dengan mudah ke Mina dan Arafat, insya Allah, Fatiha.



27 September 2011

Kedatangan Sayyidina Imam Mahdi (a) & Rahasia Imam Husayn (r)

Sultan al-Awliya

Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani

Lefke, Siprus,

16 Februari 2011


Man lam yakun lahu imaam fa imaamahu 'sy-Syaythan, "Siapa yang tidak mempunyai seorang imam, maka imamnya adalah Setan.” Alhamdulillah, radiynaa kullu ’l-ummam, Kami menerima semua umat. Laa nufarriqu bayna ahadin, "Kami tidak membeda-bedakan di antara seorang pun (dengan yang lain)” (al-Baqara, 2:285). Kalaamullah, firman Allah.

Jangan membuat khilaaf, perselilihan di antara imam. Jangan membuat mereka tidak senang dengan kalian. Buatlah agar imam senang dengan kalian, kalian tidak, itu akan menjadi sangat sulit, semuanya fitnah. Setan berlari ke sana ke mari dan mengatakan, “Biarkan aku pergi ke sini. Oh, di sana ada lagi, biarkan aku pergi ke sana. Oh, di sana ada lagi!” Kini Setan sedang terkejut; ia sedang terkagum-kagum.

Semoga Allah melindungi kita agar tidak terjatuh ke tangan orang-orang yang zalim. Jangan menjadi seorang zhaaliman, orang yang zalim atau mazhluuman, orang yang dizalimi. Insyaa-Allah perintah surgawi akan segera datang, dan segera setelah Dia mengatakan, “Keluarlah!” beliau akan segera muncul. Imam Mahdi (a) menunggu perintah dari langit. Sebuah perintah surgawi akan diberikan kepadanya: “Keluarlah! Engkau telah dibusanai dengan kekuatan pada dirimu, tidak ada yang dapat menyentuhmu.” Jika ada yang menyentuhnya, seperti ini (ia akan dilenyapkan).

Ketika beliau mengucapkan takbiir, teknologi akan berakhir: feri tidak bisa bergerak dan segala mesin yang membuat manusia begitu berani akan dilumpuhkan. Pesawat tidak bisa terbang, tank-tank mereka, artileri dan roket tidak dapat bergerak! Hanya pedang-pedang, dan tidak ada yang lain. Teknolojinin kafasını kesecek tekbir, takbiir-nya akan memenggal semua kepala teknologi!

Mereka berkata, misalnya bahwa Suriah menutup langit mereka sehingga tak ada yang dapat melihat atau mendengar hal semacam itu, selesai. Jika para pengguna teknologi menggunakan kekuatan yang sangat kecil itu, ketika waktunya tiba, mereka tidak bisa melakukan apa-apa dengan apa yang mereka ketahui, selesai, hanya pedang-pedang.

Imam Sayyidina Mahdi (a) akan datang dengan satu firqa, divisi, semuanya menunggangi kuda. Shaahib az-Zamaan membuat kudanya seperti ini (Mawlana Syekh memberi isyarat tangan seperti pesawat sedang lepas landas), dan itu sudah cukup--tidak perlu untuk tuk tik tak tik tuk (derap langkah kuda), kudanya akan terbang, dan di belakangnya ada 12.000 orang yang terpilih! Jika orang melihat mereka seperti itu, orang itu akan jatuh pingsan karena Havârik, takjub! Segala sesuatu yang dioperasikan dengan teknologi akan berakhir: teknologi akan berada di bawah kaki kudanya! Allahu, Allahu Akbaru ‘l-Akbar.

Yaa Rabbii! Kami memohon agar kami dapat mencapai hari-hari yang suci itu, hari-hari di mana tidak ada satu pun nabi yang diberikan otoritas semacam itu. Otoritas yang hanya diberikan kepada Mahdi (a) untuk membersihkan dunia dan tidak membiarkan orang-orang menentang Islam. Seperti lepas landas, kemudian turun, dan mendarat di mana saja, mereka hanya membuat kuda mereka terbang selama satu menit dan turun selama satu menit. Di dalam gelap mereka berteriak. Jika ada yang mendengarnya, mereka akan mengatakan bahwa itu adalah “Guntur! Dunia bergemuruh padahal tidak berawan! Bagaimana?” Mereka akan membuat wuujjj, wuujjj, wuujjj dengan pedang-pedang mereka, (lalu timbul) halilintar dan selesai. Kekuatan ajaib akan diberikan kepadanya untuk digunakan, suatu kekuatan yang tidak pernah digunakan oleh Rasulullah (s); itu adalah untuk Sayyidina Mahdi (a). Allah yaa Rabbii, tawbah yaa Rabbii, amaan yaa Rabbii. Ini akan datang! Ini akan datang!

وَخَابَ كُلُّ جَبَّارٍ عَنِي


wa khaaba kullu jabbarin `aniid
dan binasalah, [oleh sebab itu], semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala. (Ibrahim, 14:15)

Setiap orang yang mengklaim bahwa ia adalah yang pertama, atau yang terbaik, atau yang terkuat, kepalanya akan dilenyapkan! Para fuqaraa, fakir, dan yang du`afa, yang lemah, akan bersama dengan Mahdi (a). Jabaabira, para penindas, Allah Allah, Allah yudaafi`a, Allah akan membela orang-orang yang beriman. Jika mereka tidak beriman, mereka juga akan dilenyapkan. “Hajji, datang. Semua orang yang telah meninggal dunia dengan rumah dan kastil mereka. Apa yang harus kita lakukan?”

Saya akan melihat yang mana yang untuk Shaahib az-Zamaan. Ooooh (Mawlana Syekh takjub)! Di Jerman ada sebuah menara, sebuah kastil milik seorang kaisar. Persis seperti itu, tetapi beliau tidak memerlukannya. Beliau dapat meninggalkan barang-barangnya di sana, tetapi dalam sekejap, malam itu beliau akan membangun sebuah kastil. Itu akan menjadi bangunan untuk Shaahib al-`Asr--sebuah kastil, bukan istana. Kastil! Jika seluruh manusia berusaha untuk membangun kastil semacam itu, mereka tidak akan sanggup melakukannya. Allahu Akbar! Dan Mahdi, Shaahib az-Zamaan, beliau akan berada di kudanya bayna ‘l-samaa wa ‘l-`ardh, antara langit dan bumi. Beliau akan bergerak (mengangkasa), kemudian berhenti, melompat ke kastil itu dan kemudian memerintah!

Tetapi kini orang-orang tidak tertarik dengan hal-hal semacam ini. Mereka semua sibuk dengan dunia, untuk mereka sendiri. Dan dunia berkata, “Aku tidak bersama siapa-siapa. Aku di sini, tetapi kalian pergi. Jangan berusaha untuk meraihku, tidak, tetapi berusahalah untuk menjadi orang-orang yang pada Hari Kiamat akan dipanggil dengan sebutan “Para Penghuni Surga,” memasuki jannat al-`aliyya, fii jannat al-firdaws, Surga tertinggi, di dalam Jannat al-Firdaws.” Allah jalla jalaaluhu, jallat `azhamatuhu.

Kita bukanlah orang-orang yang sabar, kita ingin semuanya serba cepat. Kita adalah orang-orang yang lemah. Dan astaghfirullah, para penindas itu, mereka melakukan kezaliman, laa hadd wa laa yanal zhulm min an-naas kazaa, tanpa batas dan tidak termasuk perbuatan zalim dari manusia juga. Kita menantikan orang yang dapat membawa tangan orang-orang beriman, Muslim, Ummatu Muhammad (s); membawa mereka dan menyelamatkan mereka dan untuk menghancurkan segala sesuatu yang kufur!

Sayyidina Hussayn (r) datang ke sana dalam peristiwa Karbala; sebuah perintah datang, “Berhenti! Sekarang tinggalkan apa yang terjadi untuk kami.” Belaiu berada di sana bersama Keluarga Suci (a), dan sekelompok fadaaiyuun datang, mengorbankan diri mereka. Kemudian tentara Yazid datang mendekat. Saya katakan, bagaimana menurut kalian? Ibnu Nabii (s), Putra Nabi (s) mau disembelih? Apakah kalian pikir beliau disembelih seperti dalam pengorbanan seekor biri-biri jantan? Tujuh puluh raja jin mengelilingi mereka, semuanya siap, jadi pada saat beliau disentuh, mereka segera mengambilnya dan menggantinya dengan duplikatnya. Mereka menyembelih duplikatnya dan orang-orang berdiri!

Oh, Allah (swt) menguji hamba-hamba-Nya! Sayyidina Hussayn (r) dibawa ke maqam kakeknya. Ada banyak hal yang tidak diketahui orang-orang. Mengapa jin itu datang ke sana? Untuk membuat suatu pertunjukan? Hashaa!

وَلٰـكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ


wa lakin syubbiha lahum
Tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengannya (Isa) bagi mereka. (an-Nisa, 4:157)

Itu adalah ayatul-kariimah dari kitab suci al-Qur’an. Mereka berpikir bahwa mereka menyembelihnya seperti halnya mereka pikir telah menangkap Yesus Kristus dan meletakannya di salib. Itu tidak pernah terjadi! Wahid, “satu/seseorang” telah dibusanai pada penampilan luarnya sebagai Sayyidina `Isa (a) dan seseorang yang lain terlihat seperti Sayyidina Hussayn (r), jadi sesuatu yang jahat/membahayakan tidak pernah menyentuh mereka. Haasha! Haasha tsumma kallaa!

Tetapi orang-orang harus menangisinya. Mereka harus menangis untuk Sayyidina Hussayn (r). Beliau akan memberi syafaat bagi siapa saja yang menangis untuknya. Beliau tidak ingin membuat perpecahan umat, tidak. Peristiwa-peristiwa rahasia semacam itu (terjadi) di mana para awliyaaullah juga sudah bersiap di sana. Tetapi tidak ada yang berbicara. Sekarang, waqt, waktu telah berakhir. Oleh sebab itu, kami dapat mengatakan satu tetes dari sebuah samudra, tidak lebih. Insyaa-Allah kita berharap, segala sesuatu yang kita lakukan adalah untuk Allah, bukan untuk dunia. Barang siapa yang melakukan suatu perbuatan tanpa berpikir, tanpa mengetahui ilmunya, mereka akan dilenyapkan. Ooooh, ribuan dan ribuan orang menulis tentang Karbala. Tetapi jika mereka melihat dari sisi luar, mereka tidak bisa melihat sisi dalamnya.

Insyaa-Allah kalian akan bahagia dengan Sayyidina al-Mahdi (a) dan kalian harus berdoa bagi hamba yang lemah. Selama tujuh puluh tahun saya menanti, membuat diri saya siap untuk menyambutnya ketika beliau datang. Selama tujuh puluh tahun saya mendengar tentang beliau, hati saya dipenuhi dengan cinta dan pelayanan terhadapnya!

Setiap abad, beberapa orang telah diberikan otoritas untuk bertemu dengan beliau, alayhi’ s-salaam. `Alaa nabiyyina wa `alayhi ‘sh-shalaati wa ‘s-salaam. Alfu alf shalaatu salaam `alaa habibillah wa nasli paaki rasuul hazrati Hussain, radhiy ’Allahu`anhu wa yardha `alayhi s-salaam. Yaa Rabbii! İj`alhum syufa`a lanaa yawma ’z-zihaam, untuk menjadi penyelamat bagi kami semua!


Fatihah.

http://sufilive.com/The_Coming_of_Sayyidina_Imam_Mahdi_a_the_Secret_of_Imam_Husayn_r_-3213-print.html

12 June 2011

Tujuh Batu Permata yang Menyeimbangkan Bumi

Mawlana Syekh Hisyam Kabbani

9 Juni 2011 Kuala Lampur, Malaysia

Maghrib / Shuhbah di Rumah Pribadi

Ketika tambang itu runtuh, inspirasi Mawlana pada saat itu ketika saya memberikan pelajaran (ceramah) adalah bahwa Grandsyekh berkata, “Ada tujuh permata, berlian di dunia ini, dan di setiap berlian itu terdapat gambar Jibril (a).” Ada tujuh di seluruh dunia dan Allah mengetahui di mana mereka. Satu bersama Mahdi (a). Ketika para penambang itu terjebak, mereka sangat dekat dengan batu permata itu sehingga jika mereka terus melanjutkan penggaliannya, mereka akan menemukan harta karun di sana! Mereka (awliya) tidak ingin harta itu terlihat, itulah sebabnya segala sesuatu menjadi runtuh di atas kepala mereka. Tetapi walaupun terjadi reruntuhan, itu tidak mempengaruhi mereka karena di sana ada sebuah gua dan mereka memasuki gua itu.

Allah (swt) berfirman di dalam Kitab Suci al-Qur’an:

فَأْوُوا إِلَى الْكَهْفِ يَنشُرْ لَكُمْ رَبُّكُم مِّن رَّحمته ويُهَيِّئْ لَكُم مِّنْ أَمْرِكُم مِّرْفَقًا


faauuw ila ‘l-kahfi yanshur lakum rabbukum min rahmaatihi wa yuhayyi lakum min amrikum mirfaqa.
Berlindunglah ke dalam gua, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu." (Surat al-Kahf, 18:16)

Dia berfirman, “Berlarilah ke dalam gua!” kepada orang-orang yang melarikan diri dari penindasan sultan pada saat itu. “Berlarilah ke dalam gua dan Allah akan mengirimkan rahmat-Nya kepadamu.” Jadi ketika para penambang itu berlari ke dalam gua dan gunung itu runtuh, reruntuhannya tidak mengenai mereka dan dari gua itu mereka bisa berhubungan dengan orang-orang dan memperoleh air dan penerangan. Jadi saya memberikan suatu pelajaran panjang mengenai hal itu.

Orang Chile dan Argentina mempunyai iman yang kuat, bukannya setengah-setengah, tidak. Mereka mempunyai iman yang kuat! Alhamdulillah, saya tidak melihat keimanan yang seperti itu, kecuali di Indonesia. Orang Indonesia juga seperti itu; mereka mempunyai iman yang kuat. Kalian mengatakan sesuatu, mereka lalu menangis. Saya tidak pernah melihat ada orang menangis di sini, saya dan kalian, kita tidak menangis. Tetapi di sana, di Indonesia, mereka membuat setiap orang menangis. Orang-orang Chile dan Argentina juga sama: mereka cepat menangis karena mereka mempunyai iman yang kuat. Tetapi sungguh, tajali di sana begitu kuat, kalian dapat merasakannya.

Jadi ada tujuh batu permata di dunia tetapi batu-batu itu tidak akan diberikan kepada kalian. Jika satu batu itu jatuh ke tangan kalian, dengan segera jin akan datang dan mengatakan, “Kembalikan amanat itu kepadaku!” Jadi jangan dicari, karena batu-batu itu bukan untuk dimiliki oleh manusia, mereka adalah untuk menyeimbangkan bumi. Jika batu-batu ini hilang, maka bumi akan kehilangan keseimbangannya. Jika malaikat memindahkan batu itu sedikit saja, maka akan terjadi gempa bumi dan dengan segera gelombang elektromagnetik di daerah itu akan menggerakkan bumi agar tidak memindahkan batu-batu itu, batu-batu berlian itu. Jadi setiap kali terjadi gempa bumi, ingatlah bahwa batu itu telah bergeser sedikit. Jika ia bergeser lebih banyak lagi, maka akan terjadi gempa yang lebih besar. Jika ia terus bergerak lebih banyak lagi, maka tidak ada jalan untuk mengontrol gempa bumi itu. Setiap kali gempa itu terjadi, kalian harus ingat bahwa Hari Kiamat sedang mendekat.

Allah (swt) berfirman di dalam Kitab Suci al-Qur’an:

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَاوَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَايَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا

idza zulzilat al-ardhu zilzaalah, wa akhrajatil ardhu atsqaalaha, wa qaalat al-insaanu maa laha yawmaidzin tuhadditsu akhbaarahaa bi-anna rabbaka awhaa lahaa. ..."
Ketika bumi diguncangkan dengan guncangan dan bumi telah mengeluarkan beban-beban beratnya, dan manusia bertanya, “Ada apa dengannya?” Pada hari itu ia akan menceritakan beritanya. Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan kepadanya, (az-Zalzalah, 99:1-5)

Gempa bumi akan mengguncang, tetapi bukan dengan guncangan biasa, dan ia akan mengeluarkan apa yang tersembunyi; apa yang terkubur di dalamnya akan muncul. Sekarang para ulama menjelaskan hal ini dengan merujuk pada Hari Kebangkitan di mana seluruh orang yang telah meninggal dunia, mereka yang telah dikubur akan bangkit kembali. Tetapi itu bukanlah satu-satunya makna, itu adalah salah satu penafsirannya. Allah (swt) akan membawanya kembali untuk diberikan kepada kalian. Dia akan memberi kalian sebuah tanda. Guncangan besar itu akan membawa harta karun dari dasar tanah yang akan berada dalam pengendalian Mahdi (a). Jin akan diperintahkan untuk membawa segala harta yang memungkinkan ke permukaan bumi dari bawah tanah. Lalu, di mana mereka akan meletakannya? Di Masjid al-Amawi di Damaskus! Seluruh harta di dunia—emas, berlian, dan segalanya—tak ada yang tersisa. Orang akan lewat dan melihatnya, tetapi mereka tidak akan menyentuhnya, karena pada saat itu tidak ada orang yang memerlukannya lagi.

Jadi pada saat itu, wa qaala al-insaanu maa laha, “Manusia menangis (karena menderita), ‘Ada apa dengannya (Bumi)?’" Manusia akan berkata, “Apa yang terjadi!? Apa yang terjadi!?” Yawmaidzin tuhadditsu akhbaarahaa, pada hari itu bumi akan menceritakan beritanya.” Jadi apa yang terjadi? Pada saat itu, di masa Mahdi (a), bumi akan berbicara dengan kalian, mengatakan kesalahan apa yang telah kalian lakukan, jadi kalian bisa bertobat. Di masa Mahdi (a) semua orang akan menjadi saleh, karena mereka semua bertobat dan memberikan bay’at kepada Mahdi (a)! Tuhadditsu akhbaarahaa bi-anna rabbaka awhaa lahaa, “Dia akan menceritakan beritanya karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan kepadanya.” Apapun yang telah diturunkan Allah (swt), Dia mengirimkannya sebagai wahi, wahyu. Ini artinya bahwa bumi itu begitu penting, sangat disayang oleh Allah sehingga Dia memberikannya kepada manusia.

Bagaimana Allah mengirimkannya sebagai suatu wahyu? Untuk manusia kita mengatakannya, “inspirasi”. Hanya para nabi yang menerima wahyu. Tetapi Allah mengirimkan wahyu kepada bumi. Ini artinya Allah memberi manusia sesuatu yang sangat disayang-Nya agar manusia dapat hidup dengan damai, tetapi mereka mengancurkannya, karena mereka adalah para penindas. Pada saat itu orang-orang akan berlari-larian. Berlari ke mana? Dalam arti yang diberikan para ulama, itu artinya berlari ke akhirat, dalam arti harfiahnya, itu artinya berlari menuju Mahdi (a), untuk berada di Syam, sedemikian rupa sehingga bagi seseorang yang jauh, seperti di Malaysia, ia akan mampu pergi ke Syam dalam satu langkah hanya dengan mengucapkan, “Bismillahi 'r-Rahmaani 'r-Rahiim.”

Itu akan menjadi masa yang penuh dengan keajaiban. Bi anna rabbaka awhaa lahaa, “Karena Tuhanmu telah memerintahkan kepadanya (memberinya wahyu).” Pada saat itu, orang akan datang dalam kelompok untuk melihat apa yang telah mereka lakukan, sebagaiman Allah (swt) berfirman:

يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ


Faman ya`mal mitsaqaala dzarratin khayran yaraah, wa man ya`mal mitsaqaala dzarratin syarran yaraah.
Di sana, barang siapa yang mengerjakan suatu kebaikan walau hanya seberat atom niscaya ia akan melihatnya dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan walau hanya seberat atom, niscaya ia akan melihatnya pula. (Surat az-Zalzalah, 99:7,8)

“Barang siapa yang melakukan suatu kebaikan kecil, ia akan menjumpai kebaikan.” Apa yang dimaksud dengan “kebaikan” di sini? Itu artinya ia tidak akan berada di tangan Dajjal, yang akan pergi ke seluruh dunia kecuali ke Mekah, Madinah dan Syam. Jadi barang siapa yang melakukan kebaikan tidak akan jatuh ke tangan Anti Kristus, melainkan ia akan menjumpai kebaikan bersama Mahdi (a). Orang-orang yang melakukan kejahatan akan bersama dengan setan, dengan jin kafir dan dengan Anti Kristus, Dajjal..

Jadi batu itu adalah equilibrium, titik keseimbangan yang menggerakkan gempa bumi atau apapun, dan itu akan terjadi seperti itu. Semoga Allah mengampuni kita dan memberkati kita.
Bi hurmati 'l-habiib, bi hurmati 'l-Fatihah.