Showing posts with label Laylat ul-Qadr. Show all posts
Showing posts with label Laylat ul-Qadr. Show all posts

27 September 2008

Laylatul Qadr

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS
Lefke, Siprus: 11 Desember 2001


A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

Malam ini adalah malam Laylatu-l Qadar yang suci. Tidak semua orang mencapainya. Manusia tertidur, dan setelah itu mereka menyesal karena mereka kehilangan malam ini. Sementara itu, yang lain terlihat terjaga, tetapi mereka lalai, dan karena itu mereka tidak melihat apa-apa. Kita memohon agar dapat memperoleh malam suci ini dan dihitung sebagai orang yang berhasil mencapainya…

Ada kekayaan yang tampak dan ada pula kekayaan yang tidak tampak--beberapa orang kaya di dunia, sementara yang lain kaya di akhirat. Jika kalian datang mendekati mereka yang kaya di dunia ini, mungkin kalian akan mendapat sesuatu dan mereka mungkin tidak akan membiarkan kalian pulang dengan tangan hampa. Tetapi, mereka yang kaya di akhirat akan selalu memberi. Jika suatu kapal yang dipenuhi barang-barang akan berlabuh di sini—tidakkah akan Saya bagikan barang-barang itu kepada umat? Saya akan panggil mereka yang miskin. Dan siapa yang memberikan uang dan hartanya demi Allah SWT tidak akan pernah habis. Dan siapa yang memiliki kedudukan di akhirat akan memberi kepada orang yang mengikuti mereka untuk akhirat…

Pada malam ini Allah SWT membuka suatu rahmat dari samudra-samudra-Nya, sehingga Dia memberikan nya secara melimpah kepada orang yang mendapatkan malam ini. Faiz (kekayaan) dari malam ini juga sampai kepada kita… Malam ini adalah malam yang paling tinggi barakahnya di antara semua malam. Kita mencoba untuk memenuhi kewajiban kita, tetapi kita tidak mampu untuk berbuat adil kepada Allah SWT. Betapa jauh diri kita dari melayani-Nya menurut cara yang patut bagi-Nya. Apa yang kita lakukan sebenarnya hanya memiliki nilai simbolik belaka…

Bulan ini berlalu demikian cepatnya. Kita berpuasa, tetapi kita bukannya kehilangan, justru vitalitas kita bertambah terus. Jika Islam tidak haqq (benar), bagaimana mungkin suatu perintah sejak 15 abad yang lampau masih tetap berlaku dan satu miliar orang melaksanakan puasa? Suatu mobil tidak bisa berjalan tanpa bahan bakar. Jika tidak ada suatu kekuatan spiritual yang sedang dan tetap bekerja sejak 15 abad lalu, tentu Islam tidak akan bertahan hingga sekarang. Ada suatu kekuatan penggerak bagi Islam. Adakah orang yang merasa bosan terhadap suatu mata air yang segar? Saat Ramadan dimulai, kalbu-kalbu kita dipenuhi dengan kegembiraan. Jika tidak, tentu mereka bukanlah Muslim. Siapa yang menghormati malam suci ini tidak akan jatuh ke jurang krisis. Dan siapa yang tidak menghormati malam ini, dia akan dicatat dan ditandai oleh malaikat sebagai berikut, di pagi hari–dia tidak melakukan sujud. Tengah hari–-tidak melakukan sujud. Sore hari, malam dan dini hari tidak melakukan sujud…. Allah SWT telah menyeru manusia untuk salat, dan mereka tidak memenuhi seruan-Nya. Segala sesuatunya dicatat, tidak peduli siapa orangnya dan apa kedudukannya. Saya harus memberitahukan tentang hal ini pada kalian dan menasihati kalian.
Bagi setiap orang, akan tiba hari terakhirnya. Dan kematian adalah penuh dengan heybet, sedemikian rupa hingga seseorang tidak mau dan tidak dapat melalui satu malam atau bahkan satu jam di dalam kubur di samping mayat seseorang yang telah mati, demikianlah ketakutan di tempat seperti itu. Setiap orang akan sendiri di kuburnya masing-masing, dan hanya ada kegelapan… Berusahalah untuk meninggalkan tubuh kalian dalam keadaan bersih demi ruh kalian… Ada seseorang pada zaman Rasulullah SAW yang kalbunya dipenuhi kecintaan pada beliau dan selalu berusaha merayakan Maulid Rasulullah SAW. Orang itu amat terberkahi sehingga ketika dia wafat, badan spiritual dari Rasulullah SAW sendiri yang datang untuk mengambil rohnya. Rohnya pergi dengan bersih dan suci, dengan suatu wangi yang harum. Adalah penting untuk pergi dalam keadaan suci dan baik, agar para malaikat pun menerima kalian dengan baik.

25 September 2008

Allah SWT tidak Tidur



A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Wahai orang-orang beriman, ini adalah Jumat ketiga di bulan suci Ramadan ini. Segala puji hanya untuk Allah SWT yang telah memberikan kepada kita kesempatan untuk menghormati bulan yang diberkati ini dan untuk memuji-Nya. Jika tidak, tentu kita pun termasuk ke dalam golongan orang-orang yang lalai. Adalah suatu rahmat dan nikmat dari Allah SWT bahwa kita dizinkan untuk masuk melalui pintu ini. Dia telah memberikan kepada kita. Begitu banyak orang-orang penting yang tidak diizinkan masuk, karena mereka tidak mengakui Allah SWT, tidak peduli seberapa bangga dan sombong mereka selama hidup mereka, pada akhirnya mereka akan kehilangan kekuatan mereka. Sebagaimana mereka tidak mengetahui atau tidak mau tahu mengenai Allah SWT, mereka pun akan dilupakan.

Allah SWT adalah pemilik agama. Semua Nabi datang untuk memberitahu manusia bahwa Allah SWT dan Akhirat adalah suatu realitas yang hakiki dan bahwa kita memiliki suatu tanggung jawab. Siapa yang mempunyai akal dan matang (dalam berpikir), harus mengakui eksistensi Allah SWT. Tidaklah cukup hanya mengatakan syahadat. Seorang yang beriman, percaya, lalu melakukan sujud, berbuat baik, berpikir tentang akhirat dan beramal serta bekerja untuk Allah SWT. Apakah pelayanan kita adalah untuk Allah SWT atau untuk ego kita. Dan semua orang hidup hanya untuk memuaskan ego merekasaja. Segala sesuatu harus siap bagi mereka sesegera mungkin, segala sesuatu harus dari yang terbaik, dan mereka ingin menyenangkan diri mereka sendiri dengan wanita. Semua hal ini bukanlah tujuan dari hidup kita, kita tidak diciptakan untuk itu.

Kini, setiap bangsa memiliki agama—di Eropa terdapat banyak sekali gereja, tanyakanlah kepada mereka tentang itu (agama). Dan kaum Yahudi masih berpegang pada hukum-hukum yang dibawa Nabi Musa AS dalam Taurat. Agama adalah seperti pakaian spiritual dari cahaya, yang dapat Anda pakai. Seluruh kaum Kristen dan kaum Yahudi berpegang teguh pada agama mereka. Tetapi orang-orang kita membuatnya menjadi suatu kebiasaan untuk lari dari Islam. Apa yang akan terjadi pada kita? Apakah kita akan menjadi Orthodoks? Protestan? Yahudi? Orang-orang yang paling kosong tinggal di sini, di Siprus. Orang Turki di benua Asia setidaknya masih melakukan salat. Tetapi Allah SWT tidak tidur—Dia melihat dan mengamati segala sesuatu!?

Nabi Musa AS suatu saat bertanya kepada Allah SWT, “Wahai Allah SWT, adakah suatu saat di mana Engkau juga tidur?” “Taadab, Wahai Musa AS!” jawab Allah SWT, “Aku akan memberikan jawabannya kepadamu. Ambillah dua ember berisi air dan bawalah sambil pergi dalam perjalananmu, Aku akan menjawabmu?” Maka Nabi Musa AS pun pergi dengan dua ember penuh berisi air. Dan Allah SWT mengirimkan kelengahan sesaat padanya, semacam tidur singkat untuk waktu yang pendek saja, dan pada saat itu juga ember-ember itu jatuh, pecah, dan airnya tumpah. ”Wahai Musa AS, sudahkah engkau dapatkan jawabanmu sekarang? Bayangkanlah seandainya Aku tidur hanya untuk waktu yang tersingkat sekalipun, makhluk akan terbalik dari atas ke bawah. Tetapi Aku adalah al-Hayyu, al-Qayyumu, Aku adalah ar-Raqib, dan Aku mengamati ciptaan-Ku sepanjang waktu. Aku sadar atas setiap pergerakan hamba-hamba-Ku di setiap saat. Tak ada yang tersembunyi dari-Ku.”

Islam adalah agama kebenaran, Haqq. Tak satu pun yang dapat mengatakan bahwa apa yang dilarang dalam Islam mengandung kebaikan tertentu. Tetapi para Sipriot (orang-orang Siprus) saat ini melakukan semua hal yang diharamkan tanpa merasa malu. Amatilah! Allah SWT akan membuat kalian berada dalam suatu kondisi yang tidak akan kalian suka, karena kalian berbuat kekufuran dan tidak memberikan rasa syukur dan terima kasih, syukur kepada-Nya. Kita memiliki kedamaian di pulau ini sejak 27 atau 30 tahun lalu. Generasi muda tidak mengetahui apa yang telah terjadi, dan tak seorang pun merasa bersyukur, karena kita tidak mengajarkan kepada mereka tentang hal itu disekolah-sekolah. Malah mereka memberikan pelajaran tentang seks dan mereka mengajar anak perempuan dan anak laki-laki bersama-sama. Setiap orang, bahkan hewan, tahu tentang hal ini (seks) dengan sendirinya—tak perlu untuk membuat pelajaran tentang itu. Tetapi, karena mereka tidak menghormati Allah SWT dan tidak mendengar-Nya, mereka akan lihat nanti, apa yang akan terjadi?

Minggu depan akan ada Laylatu-l Qadr. Kemungkinan besar pada malam 27, salah satu malam dalam sepuluh hari terakhir, dan malam itu harus dicari, karena Laylatu-l Qadr adalah malam yang paling berharga sepanjang tahun. Kita akan melihat apa yang akan terjadi setelah malam itu, atau setelah Bayram (Ied). Mereka selalu berdiskusi tentang krisis-krisis ekonomi. Itu adalah suatu perangkap Setan. Kita mengalami suatu krisis religius yang nyata. Orang-orang meninggalkan Allah SWT dan berlari mengejar dunia, sementara dunia berlari menjauhi mereka.

Kita mengalami krisis dalam adab--orang-orang tidak lagi menjaga perilaku mereka untuk memperbaiki diri mereka sendiri. Ini bukanlah masalah uang—tetapi mudah sekali untuk mengatakannya seperti itu!? Hentikan kehidupan malam maka krisis-krisis akan berhenti. Siapakah yang pergi di malam hari kalau bukan mereka yang pergi untuk berbuat haram? Kecuali bagi mereka yang pergi untuk melakukan salat, setiap orang pergi pada malam hari untuk hal-hal yang haram!? Saya memborbardir benteng-benteng Setan! Sampai kita belajar lagi tentang haram dan halal, krisis-krisis ini tidak akan berhenti! Pemerintahan kita tidak lagi memelihara kita, dan kita adalah amanah bagi mereka, suatu kepercayaan untuk dijaga. Kita akan lihat apa yang akan terjadi saat ini!?

Begitu banyak anak-anak muda di sini, di dalam masjid—kalian adalah seperti tangkai-tangkai muda yang muncul setelah cabang-cabang tua dipotong dari pohonnya. Islam tidak akan pernah menurun! Abad ini adalah abad Islam, abad Haqq, dan kebatilan akan berakhir!

Setiap Jumat, kita biasa berdoa untuk hujan—hari ini, setelah salat, kita akan berdoa untuk bersyukur! Syukur, ya Rabbi, syukur, ya Rabbi, syukur, Alhamdulillah! Taubat, ya Rabbi, taubat, ya Rabbi, taubat, Astaghfirullah!