Showing posts with label sedekah. Show all posts
Showing posts with label sedekah. Show all posts

15 December 2011

Adab dan Manfaat Sedekah



Mawlana Syekh Hisyam Kabbani

1 Oktober 2010 Burton, Michigan

Khotbah Jumat di Masjid As-Siddiq

A`uudzu billahi min asy-Syaythani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim. Ayyuhal mu`minuun al-hadiruun `itaqullah wa athi`uuh.

Wahai Muslim, wahai Mukmin! Nabi (s) menganjurkan Mukmin untuk memberi sedekah, karena Allah (swt) menyukai sedekah. Allah (swt) senang bila hamba-Nya melakukan khayr, sesuatu yang baik, yang bermanfaat bagi orang lain. Dan sedekah adalah jalan menuju Surga, sebagaimana Nabi (s) bahkan bersabda, "Senyum di hadapan saudaramu adalah sedekah."

الصدقة ترد البلاء و تزيد في العمر

Ash-shadaqah tarrud al-balaa wa taziidul-`umur.

Sedekah menyingkirkan penyakit, hukuman, kesulitan dan memberi umur panjang di dunia dan akhirat.

Nabi (s) bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurayrah (r), "Setiap manusia harus memberi sedekah bagi tubuhnya, " kalau tidak, itu akan menjadi masalah.

كل سلامي من الناس عليه صدقة كل يوم تطلع فيه الشمس تعدل بين الاثنين صدقة و تعين الرجل على دابته فتحمله عليها أو ترفع له عليها متاعه صدقة والكلمة الطيبة صدقة وبكل خطوة تمشيها إلى الصلاة صدقة وتميط الأذى عن الطريق صدقة

Kullu yawmin tatlu` fiihi as-syams kaanat `alayhaa sadaqah. "Setiap hari setelah matahari bersinar, ada kewajiban untuk bersedekah." Itulah sebabnya guru-guru spiritual atau guru-guru tasawwuf merekomendasikan untuk menyediakan sebuah kotak (atau botol, atau wadah kecil) untuk bersedekah, yang diletakkan di pintu rumah, jadi ketika kalian keluar rumah, masukan sedekah, besar atau kecil (bahkan koin), dan ketika kalian masuk ke rumah, masukan lagi sedekahnya. Jangan katakana, "Aku akan melakukannya setiap bulan." Tidak, lakukan setiap hari. Kita semua mempunyai masalah ini. Setan membuat kita lupa untuk memberi sedekah ketika pergi dan kembali ke rumah. Dan bila kalian tidak mempunyai uang, menyelesaikan persoalan di antara dua orang juga merupakan sedekah. Segala hal yang kalian lakukan untuk manfaat umat atau manfaat umat manusia, itu adalah sedekah.

Allah (swt) berfirman:

ذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاَتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Khudz min 'amwaalihim shadaqatan tuthahhiruhum wa tazakkiihim bihaa wa shalli `alayhim.

Ambillah sedekah dari kekayaan mereka untuk membersihkan dan mensucikan mereka dengan sedekah itu, dan berdoalah kepada Allah bagi mereka. (at-Tawbah, 9:103)

(Dan hadis menyatakan) kalian dapat melindungi diri kalian dari Api neraka bahkan dengan memberi sebutir kurma. "Ambillah dari mereka sedekah dalam bentuk apa saja." Jika kalian mempunyai toko roti, berikanlah roti! Jika kalian mempunyai restoran, berikan makanan! Jika kalian mempunyai pakaian, berikan pakaian! Dan jika seorang membantu orang lain dengan memberi tumpangan pada tunggangannya, apapun itu, kuda, keledai atau apa saja, itu juga sedekah. Bahkan jika kalian mengangkut sesuatu menggunakan hewan tunggangan kalian, itu juga sedekah. Wa 'l-kalimatu 't-tayyibatu shadaqah, berbicara dengan nada yang manis adalah sedekah. Kulli khutwatin tamshii bihi ila 's-shalaat sadaqah, "Setiap langkah yang kalian ambil untuk melakukan salat berjamaah atau sendiri adalah sedekah." Setiap langkah kalian pergi menempuh perjalanan, baik dengan jalan kaki, dengan mobil, mengendarai sesuatu, atau dengan pesawat terbang, adalah sedekah. Wa tumiit al-adhaa min at-thariiq sadaqah, "Menghilangkan atau menyingkirkan apa yang berbahaya dari jalan adalah sedekah," dan itu merupakan hadis yang disepakati.

Jadi itu artinya Allah (swt) memberi banyak jalan untuk mendekati-Nya melalui sedekah. Hadis itu merupakan keberuntungan bagi kita. Menerapkannya merupakan keberuntungan bagi kita. Kulli sulala min ...

Di dalam hadis Nabi (s) yang lain, beliau mengatakan kepada kita apa yang perlu kita lakukan, yang sangat mudah jika kalian mengambilnya satu dan melaksanakannya, tetapi bila kalian tidak bisa melakukannya, Nabi (s) bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh Sayyida Aisyah (r):

إنه خلق كل إنسان من بني آدم على ستين وثلاثمائة مفصل فمن كبر الله وحمد الله وسبح الله واستغفر الله وعزل حجراً من طريق الناس أو شوكة أو عظماً عن طريق الناس وأمر بالمعروف ونهى عن منكر عدد تلك الستين والثلاثمائة سلامي فإنه يمشي يومئذ وقد زحزح عن النار

Innama khuliqa kulli min bani adam `ala 360 mafsalan, "Setiap manusia dibangun atas 360 ‘titik penekanan’ (juga dikenal dalam pengobatan Cina)." faman kabbarallah wa hamadallah wa sabahallah w 'astagfarallah wa `azal hajaran min thariiq an-naas, aw syawqata aw `azhman `an thariiq an-naas wa amr bi 'l-ma`ruuf wa nahaa `ani 'l-munkar `adada tilka 's-sittiin wa tsalaatsa mi'ata sulaamii fa-innahu yamsyii yawmaydzin wa qad zuhziha `ani 'n-naar.

Setiap anak cucu Adam telah diciptakan dengan tiga ratus enam puluh persendian; jadi barang siapa yang menyatakan keagungan Allah, memuji Allah, menyatakan keesaan Allah, bertasbih dan mencari pengampunan Allah, dan menyingkirkan batu, atau duri, atau tulang dari jalan yang dilalui orang, dan melakukan amar ma’ruf nahi munkar sampai sejumlah tiga ratus enam puluh empat, ia akan mendapati dirinya dijauhkan dari Neraka.

"Barang siapa yang memuji Allah atau bersyukur kepada Allah, atau bertakbir, berzikir Allah, atau siapa yang memohon ampun pada Allah, atau menghilangkan atau menyingkirkan batu dari jalan, atau tulang, atau duri, orang itu (akan menerima pahala) pada bilangan sejumlah persendian di dalam tubuhnya (...)."

Jadi ucapkanlah 360 kali subhaanAllah atau alhamdulillah atau Allahu Akbar, atau singkirkan batu atau tulang atau pepohonan dari jalanan sebanyak 360 kali, dengan demikian Allah akan menghindarkan kalian dari Api Neraka. Pastikan untuk mengucapkan 360 kali astaghfirullah atau alhamdulillah atau selawat atas Nabi (s), dan ingat, jangan lupa untuk melakukannya ketika kalian pulang ke rumah.

Dan di dalam hadis yang lain dinyatakan, barang siapa yang pergi ke masjid, di dalam perjalanannya atau ketika pulang, Allah (swt) akan menyiapkan bagi setiap langkahnya, sebuah istana, rumah surgawi di Surga. Semoga Allah memberi kita rumah surgawi dan melindungi kita dari hukuman!

Dan hadis lain menyatakan,

اتقوا النار ولو بشقّ تمرة

ittaquu an-naara wa law bi syaqqi tamr,

Selamatkan dirimu dari Api Neraka walaupun hanya dengan separuh kurma.

Lihatlah, betapa murahnya untuk terhindar dari Api Neraka, bahkan dengan memberikan separuh kurma kepada orang miskin atau tuna wisma!

Semoga Allah (swt) mengampuni kita dan semoga Allah memberkati kita dan Mukmin di seluruh dunia, dan membimbing semuanya kepada Kerajaan Surgawi Allah, dan kepada Kalam Ilahi-Nya, kitab suci al-Qur’an. Bacalah kitab suci al-Qur’an sebanyak-banyaknya, dan jangan sampai ia menentang kita pada Hari Kiamat! Semoga Allah membuat kita untuk terus membaca Qur'an sebanyak-banyaknya yang dapat kita lakukan.

(Doa)

http://media.islamicsupremecouncil.org/Benefits_of_Giving_Charity-2743-print.html

22 September 2008

Syukur, Sadaqah dan Rezeki

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

Lefke, Siprus: 3 Desember 2001

 

 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

Penyakit-penyakit ringan untuk dosa-dosa kecil, penyakit-penyakit berat untuk dosa-dosa besar…

Semoga Allah SWT tidak mencabut kita dari faiz Ramadan… Mengucapkan Bismillahir rahmaanir rahiim dalam Ramadan yang suci tidaklah sama dengan mengucapkannya di bulan-bulan lain.  Setiap perbuatan baik, amal saleh, dihitung 70 kali dalam bulan ini. Ramadan adalah bulan berkumpulnya ‘perhiasan dan emas’ berharga, karena Allah SWT membalas amal-amal baik fauq-ul ‘ala.

Di setiap malam, barakahnya pun berbeda, 30 malam di bulan Ramadan adalah seperti 30 sumber mata air—yang satu berbeda dari yang lain.  Allah SWT memiliki begitu banyak sumber, Dia-lah Jalla Jalaluhu… Mereka berpikir ini adalah gurauan… Jangan pergi ke mana-mana tanpa memiliki wudu!

Syukur, ya Rabbi! Izinkanlah kami memuji Nama Agung-Mu dengan lidah-lidah kami,  ‘Allah ya Jaliil… Allah dzul Jalaal!’  Mereka iri kepada kita karena kita berzikir dan menyebut nama-Nya… Syukur…Syukur…Syukur!  Jangan takut!  Siapa yang bersyukur tidak akan jatuh dari Sirath, Jembatan, tak akan pula dia jatuh ke dalam Neraka, dan dia tak akan mati karena penyakit yang mengerikan. Penyakit akan lari dari orang yang tahu berterima kasih yang mengucapkan ‘Syukur…’

Untuk setiap pengucapan Bismillahir rahmaanir rahiim, ada tujuh puluh kali pahala. Apa pun yang kalian lakukan dalam Ramadan adalah berharga dan penuh dengan barakah.  Pahala yang diberikan di bulan ini tidak diberikan di bulan-bulan lain… Maka berilah (sedekah-red) dan jangan takut—Allah SWT akan memberi kalian…

Suatu bangsa yang dikaruniai Allah SWT dengan ilmu yang banyak adalah bangsa Israel. Dengan ilmu dan penemuan mereka, mereka berada di atas bangsa-bangsa lain.  Tak ada yang berada di depan mereka… Kini, bahkan ada mesin teh yang dapat membuat tujuh macam teh yang berbeda… Orang Yahudi juga membuat uang kertas dan kini kita mempunyai kartu kredit. Mereka begitu dekat dengan Setan, teman-teman kelas pertama dari Setan, dan dia membisikkan pada mereka apa yang mesti mereka lakukan… Di zaman dahulu, jual beli dilakukan dengan Selawat dan Basmalah, baik pembeli maupun penjual mengambil bagian barakah mereka.  Dan barang-barangnya tidak pernah habis.  Kalian masih dapat melihat barakah ini di Mekah, setelah salat malam, jutaan orang berbelanja, tetapi di pagi hari kalian masih dapat melihat toko-toko itu penuh seperti sebelumnya, tak ada yang hilang. Barang dagangan pergi dan datang.  Itu adalah karena barakah yang Allah SWT berikan pada tempat itu… Sekarang yang dipakai adalah kertas, bukan lagi emas dan perak…

Allah SWT berfirman, “Apa pun yang kalian berikan demi Aku, tidaklah Aku terima, tetapi Aku kembalikan kepadamu sepuluh kali lipat.” Ada lima macam sadaqah, yang pertama sadaqah yang dibalas 1:1, yang kedua adalah sadaqah yang dibalas 1:10, yang ketiga adalah sadaqah yang dibalas 1:70, yang keempat adalah sadaqah yang dibalas 1:700, dan yang terakhir adalah sadaqah yang dibalas tanpa batas oleh Allah SWT sendiri.

Balasan 1:1 adalah untuk sadaqah dengan uang haram, uang yang misalnya diperoleh dari bank, karena mengambil bunga tidak diperbolehkan dalam Islam.  Dan kalian harus tahu apa yang mesti dilakukan dengan uang itu.   Pernah ada seorang Arab kaya di London yang menerima jutaan poundsterling untuk uang yang dia simpan di bank. Dia menolak menerimanya karena dia berkata bahwa dalam Islam itu tidak diperbolehkan, tetapi pihak bank berkata bahwa mereka tidak dapat mengambilnya kembali. Kemudian orang kaya itu mengambil uang tersebut dan menyumbangkannya untuk perbaikan suatu katedral di Inggris… Pahala untuk sadaqah dari uang haram ini adalah 1:1.

Jika kalian memberi kepada seseorang yang datang meminta pada kalian, pahala kalian adalah 1:10, jika kalian berikan pada tetangga kalian yang miskin, pahala kalian adalah 1:70. Jika kalian berikan pada kerabat yang miskin, pahalanya adalah 1:700.  Pahala tanpa batas adalah bagi mereka yang memberikan uang untuk memperkuat Islam, untuk membuatnya berdiri tegak dan menjaganya tetap kokoh. Pahala itu tidak ditulis oleh malaikat, tetapi oleh Allah SWT sendiri dengan Tangan Qudrah-Nya.  Sebagai contoh adalah uang yang digunakan untuk membangun atau memelihara masjid-masjid, dergah, madrasah, waqif.  Karena Allah SWT-lah yang memberi pahala kepada kalian, mengapa kalian takut untuk memberi?  Allah SWT berfirman, “Aku mengirimkan rezeki dengan jalan dan cara yang tak diketahui dan tak diduga oleh hamba-Ku.” Karena itu Allah SWT tidak menginginkan ada pegawai di masjid-masjid—adalah Atribut-Nya untuk mengkaruniai hamba-hamba-Nya dengan cara-Nya.  Mereka tidak seharusnya makan dari Bait-ul Mal. Jangan ikat diri kalian sendiri dengan membatasi hanya pada gaji--ikatlah diri kalian sendiri kepada Allah SWT!  Tetapi, kita berlari mengejar sampah-sampah dunia dan mengumpulkannya. Kumpulkanlah permata! Semoga Allah SWT memberikan kita akal pikiran yang lebih berorientasi terhadap akhirat. Jika kita tidak mencari akhirat lebih dahulu, pikiran pun tidak berfungsi baik di dunia… Buktinya, jika pikiran kita berfungsi dengan baik, dunia ini tentunya sudah menjadi seperti surga.

31 July 2008

Maqam Kedekatan dengan Syekh

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani QS

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


Apakah ilham atau inspirasi yang benar itu?
Sebelum kalian mencapai tingkat kedekatan pada Syekh, maka tidak ada ‘penampakan/penglihatan’ dalam ilham yang kalian terima. Tidak ada pendengaran, tidak ada penciuman, dan tidak ada penglihatan. Jadi hanya sesuatu yang masuk ke dalam hati. Setiap yang memasuki hati bisa jadi benar atau bisa juga salah. Mungkin hanya imajinasi atau bisa juga sesuatu yang nyata.

Jika ilham yang datang itu benar dari Syekh, ego pun akan membuat kalian ragu-ragu: apakah ini benar berasal dari Syekh atau bukan? Ego akan memainkan perannya. Bisa jadi dia menjauhkan kalian dari ilham yang benar itu, meragukannya sampai akhirnya kalian meninggalkannya. Jika ego gagal mengecoh kalian, dia akan membiarkan kalian mengikuti ilham yang benar itu. Saat itulah maka maqam kalian akan ditingkatkan.

Sekarang, jika yang datang itu adalah imajinasi. Karena memang sebuah khayalan, maka ego tidak akan turut campur. Ego akan langsung menerimanya atau hanya akan meyakinkan kita bahwa itu adalah ilham yang benar, padahal hanya ilusi kita saja.

Para taruna PTIK berbay'at ke dalam Tarekat Naqsybandi.

Karena itulah, banyak pengikut Syekh, begitu mereka menerima bay’at, mengira bahwa mereka siap menerima ilham-ilham. Ini adalah hal yang salah. Ketika menerima bay’at mereka mengira telah melakukan sesuatu yang hebat, karena telah tunduk pada Syekh dengan menerima bay’at. Hal ini juga salah, karena hal itu bukan berarti kalian melakukan sesuatu yang luar biasa bagi Tuhan, Nabi SAW dan Syekh. Itu hanyalah langkah awal, bukan sesuatu yang luar biasa dan bukan sumbangan yang besar bagi Syekh, sehingga mengira setelah itu terjadi, maka ilham-ilham yang datang berasal dari Syekh.

Mereka kadang membuat kekacauan sambil mengatakan, “Syekh mengilhami aku untuk melakukan ini.” Tetapi ilham ini sudah benar atau belum? Jadi bagaimana kalian tahu bahwa sebuah ilham itu benar atau salah? Ini sebuah pertanyaan yang bagus. Bagaimana membedakan antara kedua macam ilham ini? Sebuah ilham yang 100% benar adalah yang diikuti pendengaran, penciuman dan penglihatan. Pada saat itu kalian yakin bahwa hal ini adalah benar berasal dari Syekh. Alasan mengapa murid-murid harus melakukan khalwat adalah untuk melatih diri mereka menerima berbagai macam cahaya yang sedang dikirimkan oleh Syekh. Dan tanpa jihad an-nafs, perang melawan ego, kalian tidak akan mencapai kebenaran itu.

Semua itu berasal dari cinta. Jika kalian mencintai, maka kalian pun akan tunduk dan menyerahkan diri. Jika kalian tidak mencintaiku, bagaimana bisa kalian menyerahkan diri kalian padaku? Mustahil! Ketika kalian mencintai seseorang yang Allah SWT kirimkan pada hati kalian, kemudian kalian mencintainya sehingga kalian melakukan apa pun bagi dia. Ada yang sampai meninggalkan keluarga, istri, anak-anak, ibu, bapak dan ibu untuk mengejar Syekhnya. Mereka mencintai Syekh dan meninggalkan semuanya demi beliau dan Allah SWT menyediakan mereka segala hal serta melindungi mereka.

Jika kalian tidak percaya, kalian juga tidak bisa menyerahkan diri kalian. Dan sebaliknya bila kalian yakin akan Syekh, maka kalian pun akan merasa tunduk pada Syekh. Jika cinta dan penyerahan diri itu sudah ada, maka Syekh akan mengirimkan cahaya pada hati kalian dan mengantar kalian pada maqam kepatuhan dan meningkatkan kalian pada maqam lainnya, yaitu maqam “Kehadiran,” hudur. Maqam itu lebih tinggi dari maqam cinta, bukan bersamaan namun adanya setelah maqam cinta. Kalian mampu merasakan, mendengar, melihat Syekh di sekitar kalian selama 24 jam.

Setelah itu kalian akan mencapai maqam yang sangat tinggi, maqamu-l-fana. Ketika mereka mencapai maqam kedua- “Kehadiran”- kalian mulai bisa mencium maqam fana ini. Di mana di situ seseorang bisa mengatakan “jadilah” dan hal itu akan terjadi, apa pun yang muncul dalam hatinya, dia mempunyai kekuatan untuk mengubah takdirnya. Para awliya yang mencapai tepian maqam itu diberi kekuatan Allah SWT atas Qada’ muallaq – takdir yang bisa diubah. Yaitu takdir yang berada di bawah kontrol manusia. Ketika mereka mengatakan: Allah SWT telah meminta ini bagiku, sebagaimana tertera dalam Qur’an Yamhu-l-Lahu ma yasha wa yuthbit wa indahu umur kitab, Allah SWT mampu menghapus segala hal dari qada mu’allaq, dan hasil akhir berada di Tangan-Nya.

Para awliya mampu mengetahui takdir itu demi kepentingan murid-muridnya dan meminta Allah SWT dengan mengatakan, “Mohon ubahlah hal itu untuk murid-murid kami.” Hal ini mampu berpengaruh pada kehidupan kalian sehari-hari, misalnya dengan bersedekah. Jika Syekh menyuruh kalian, “Beri sumbangan pada Masjid.” atau “Sembelihlah kambing untuk Tuhan dan bagikan pada kaum miskin.” Atau bisa juga “Lakukan ini.” Hal ini dikarenakan melalui penglihatannya, beliau melihat bahwa amalan itu mampu menyucikan sesuatu dan mengundang kebaikan.

Sebagaimana sabda Nabi SAW, Ittaqu firasat al-mu’min li’annahu yandhuru bi nuri-l-Lah.” Waspadalah akan penglihatan orang mukmin, karena mereka mampu melihat dengan cahaya Allah SWT. Dengan cahaya yang dianugerahkan Allah SWT itu, mereka mampu melihat apa yang terjadi di sekitar kalian. Namun untuk melindungi kalian mereka tidak datang dan mengatakan pada kalian secara langsung, “Lakukan hal ini, kalau tidak kamu akan menderita besok.” Tidak!

Beliau akan mengatakan, “Hari ini, kamu bersedekah, atau melakukan pekerjaan sebagai sedekah dari dirimu sendiri, atau bersihkan toilet di masjid…” (Tidak ada yang mau membersihkan toilet, kadang Syekh membersihkannya sendiri untuk mengajari para pengikutnya agar tidak ragu untuk membersihkan toilet guna membunuh ego mereka). Menurut apa yang Nabi SAW katakan, “as-sadaqa taruddu-l-bala’ wa tazidu-l-umr,” sedekah menghilangkan kesusahan, kecelakaan, penyakit dan membuat panjang umur.

Itulah yang dilakukan oleh seorang awliya bila melihat pengikutnya akan mengalami musibah-musibah, beliau akan langsung turun tangan dan mencegahnya. Beliau membuat kalian mengerjakan sesuatu agar Allah SWT berkenan mengubahnya menjadi kebaikan. Hal ini tanpa sepengetahuan kalian. 124.000 awliya mampu mencapai maqam ini. Mereka dizinkan untuk melihat apa yang telah ditakdirkan pada kalian sehari-hari di dalam Lawh al-Mahfuz, di mana Allah SWT akan menghapus menurut apa yang Allah SWT sukai. Di sanalah mereka dapat turut campur.

Sedangkan maqam qada’ mubram, takdir yang telah dipastikan, dari semenjak zaman Nabi SAW sampai kedatangan Mahdi AS dan Yesus AS, hanya 9 awliya saja yang mampu ikut campur di dalamnya.

Semua ini, seperti telah kita sampaikan, berasal dari cinta. Untuk mendatangkan cinta berarti jangan ada pikiran buruk pada Syekh. Sayangnya, ketika Syekh melihat hati para pengikutnya, masih terdapat segala macam penyakit dan kelemahan di sana. Bagaimana bisa Syekh mengirim cahaya pada hati kalian? Nabi SAW tidak mengizinkan Syekh menunjuk penerusnya, bila masih ada setitik atom keraguan di hatinya.