Showing posts with label Ilmu Sejati. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Sejati. Show all posts

27 June 2009

Pengetahuan akan Kebesaran Allah SWT

Siaran Langsung bersama Mawlana Syekh Nazim

Dari Lefke, Siprus, 25 Juni 2009, waktu ‘Ashar

Disiarkan di sufilive.com

 

[Syekh Hisyam: (membaca dari chat)  Kadang-kadang mereka melewatkan awrad karena terlalu sibuk dengan dunya, apa yang harus mereka lakukan?] 

Saya tidak mengurusi hal itu sekarang, biarkan saja.  Saya tidak duduk di sini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam itu.  Jika ia mempunyai syekh, atau naib ash-syekh, ia boleh bertanya.  Saya tidak ingin disibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan semacam itu.  Saya duduk di sini untuk seluruh dunia, bukan untuk apa yang murid lakukan, tidak, tidak.  Saya tidak suka bila seseorang menanyakan hal semacam itu.  Ada  Syekh huna,[menunjukkan pada Syekh Hisyam] ia dapat menjawab pertanyaan semacam itu, dan kami hanya bisa mengatakan, pertama kami mengatakan, as-salaam `alaykum, saudara-saudari kami dalam Islam, atau saudara-saudari melalui keluarga manusia.  Saudara, saudari.  Kami hanya bicara untuk seluruh bangsa dari Timur ke Barat, dari Utara ke Selatan.  Mohon jangan menanyakan sesuatu yang berhubungan dengan diri kalian sendiri, tetapi untuk seluruh bangsa, kalian boleh bertanya.  Saya tidak suka, “Apa yang saya lakukan untuk zikir saya?  Bagaimana jalan untuk kemajuan tarekat saya?”  Ini tidak penting.  Itu adalah sesuatu yang membuat setan masuk ke dalam petemuan seperti itu, bukan untuk semua orang.  Saya menyesal dan saya marah.  Mohon jangan ada yang bertanya tentang hal-hal yang hanya berhubungan dengan dirinya, atau keluarganya, jangan.  Dan kami mengucapkan as-salaamu `alaykum. Seluruh bangsa, mereka adalah anggota dari umat manusia yang lemah, semoga Allah mengampuni kita [amin]. 

Syekh Nazim QS dan Syekh Hisyam di Lefke, Siprus (25 Juni 2009, foto oleh Saher Yoo-Foo, Within Mercy Oceans)

Kedamaian bagai kalian.  Saya meminta dari syekh saya atau dari pembimbing saya atau dari guru saya, meminta darinya, agar beliau mendukung saya, secara spiritual.  Beliau mendukung.  Dan dengan rendah hati saya memohon dari pembimbing saya, saya percaya bahwa seluruh nabi, mereka adalah para pembimbing, dan seluruh manusia mengikuti para anbiya, mereka adalah pembimbing umat manusia dan setiap orang harus memohon seorang pembimbing.. 

Dan saya mendengar dari pembimbing saya, apa yang beliau lemparkan ke dalam hati saya, hati spiritual.  Ketika saya mengatakan hati saya, saya tidak bermaksud mengatakan hati secara fisik, …bukan.  Setiap makhluk—mereka mempunyai hati (jantung) dalam pengertian secara fisik.  

Kita adalah orang-orang yang percaya pada kitab suci, Syekh Hisyam Effendi. Bahwa kita telah diciptakan oleh Tuhan Surgawi.  Tubuh fisik kita yang telah disebutkan dalam seluruh kitab suci, sebagaimana Allah melalui Diri-Nya, Diri-Nya sendiri, bahkan dikatakan “Dengan Tangan-Nya” tetapi itu hanya agar dapat dimengerti karena tanpa tangan yang melakukan sesuatu, kita tidak dapat membayangkannya.  

Oleh sebab itu Tuhan Surgawi, [mendemonstrasikan dengan tangannya], ingin agar manusia mengerti karena orang bisa bertanya, mereka bertanya, “siapa yang menciptakan manusia pertama?”  Telah disebutkan dalam kitab suci bahwa manusia pertama adalah Adam, kedamaian baginya, dan bagi seluruh nabi dan nabi yang paling terpuji, Sayyidina Muhammad SAW, tidak berlebihan agar orang berdiri untuk memuliakannya.  Sebagian orang bisa keberatan dengan hal itu, “Untuk apa Syekh berdiri?  Demi nama Nabi Penutup SAW?” “Ya” 

Manusia, jika mereka mengenal manusia, menurut pengetahuan mereka, mereka mengetahuinya.  Tetapi untuk banyak hal yang mereka tidak ketahui mereka adalah orang-orang yang bodoh.  Ya, kalian bisa keberatan.  Mereka keberatan karena mereka tidak mengetahui untuk apa mereka berdiri.  

Saya menanyakan sebuah pertanyaan yang sangat mengejutkan kepada orang-orang yang mengatakan, “Mengapa Syekh berdiri ketika nama Nabi Penutup disebutkan?”  Ya, kita adalah Muslim. Dan pengetahuan kita dari kitab suci dan dari orang-orang suci, pengetahuan kita bukanlah hasil dari … kita, atau melalui inspirasi kita (mencari kata-kata yang tepat)… bukan inspirasi… pengetahuan kita bukanlah sammarat at-tafakkur, [itu bukanlah buah dari suatu pemikiran, tafakur] ya, itu bukanlah buah dari suatu pemikiran. 

Dua jenis ilmu pengetahuan di dalam setiap agama, tetapi khususnya di dalam Islam.  Yang pertama adalah `aqlii, naqlii, naqlii adalah yang berasal dari Nabi, atau dari para anbiya, yang sampai kepada kita melalui para pewaris Nabi.  Dan tsani, dan yang kedua, pengetahuan, itu adalah sammara, buah dari pikiran, pengetahuan yang datang melalui atau sesuai dengan kapasitas pemahaman kita dan sesuai dengan logis kita [logika] [logika, Sayyidi] Logika.  

Dua jenis ilmu pengetahuan di dalam Islam: naqli, berasal dari Nabi SAW atau dari para anbiya yang sampai kepada kita melalui jalur pewarisan secara spiritual.  Dan yang kedua, ilmu sebagai buah dari berpikir, yang muncul sesuai dengan kapasitas dan pemahaman, dan sesuai dengan logika kita.    

Dan Islam datang sebagai sebuah pesan surgawi dari Surga dan kalian harus percaya dengannya tanpa bertanya, “Mengapa?”  atau “Tidak”!  Kalian tidak bisa bertanya terhadap sebuah wahyu Ilahi, kalian tidak bisa bertanya, “mengapa?” atau “untuk apa?” kalian tidak dapat melakukan suatu keputusan terhadap wahyu Ilahi.  Kalian tidak dapat menggunakan pikiran kalian atau logika kalian karena kalian memiliki logika (yang) merupakan miniatur timbangan (mizan), dan kalian mengajukan beberapa pertanyaan untuk dipertimbangkan dalam miniatur timbangan yang kecil itu.  Itu mustahil.  Misalnya, kalian dapat menimbang seluruh dunia ini dalam sebuah timbangan? Bagaimana?  Mustahil!  Oleh sebab itu, kalian dilarang untuk menggunakan logika kalian untuk menimbang kabar yang berasal dari Surga sebagai wahyu dari Tuhan Surgawi kepada hamba-hamba-Nya yang terpilih!  Itulah masalah terbesar! 

Orang-orang di masa kita bertanya sesuatu yang tidak ada kemungkinannya.  Mereka menanyakan hal-hal yang mustahil, membuka hal-hal yang mustahil dari pemahaman mereka!  Itu adalah tidak mungkin.  Manusia diciptakan untuk dapat percaya!   Percaya sesuatu dengan mengetahui sesuatu adalah hal yang berbeda, karena jika kalian berusaha untuk mengetahui sesuatu, kalian tidak dapat mengetahuinya semaunya.  Kalian dapat mengatakan amantu billah, aku percaya, dan itu adalah jalan yang salah.  Seluruh bangsa bertanya, “Mengapa ini, mengapa itu?”  seluruh negri, itu benar-benar `ajiib, sangat aneh, tidak dapat diterima

Untuk percaya, kalian tidak boleh menggunakan logika kalian!  Kalian harus berkata, “Ya, ini berasal dari Surga.  Aku percaya karena dengan… kalian dapat mengerti.  Oleh sebab itu Allah SWT, jalla jallahu, Dia menggunakan jalur wahyu, sebuah metode agar orang dapat memikirkannya, sehingga dapat memberikan suatu pemahaman walaupun hanya sekecil mikroba, kecil sekali, atau mungkin hanya sebesar atom!  Oleh sebab itu, orang-orang bertanya, “Dari mana kami berasal?”  karena mereka tidak mengetahui tentang Surga.  

(Allah) berfiman, “Aku menciptakan Langit dan Bumi dan Aku menciptakan ayah pertama kalian, Aku menciptakan agar orang memahami.”  Dia (Allah) mengatakan, “Dengan Tangan-Ku.”  Kita tidak dapat membayangkan bahwa kita dapat melakukan sesuatu, oleh sebab itu kita tidak tahu Tuhan Surgawi turun ke level pemahaman manusia dan mengatakan, “Aku menciptakan Adam dengan Tangan-Ku” dan kemudian mereka berkata, “Ya, ya itu benar.”  Kalian harus percaya!  Kalian dapat bertanya, “Allah SWT mempunyai tangan?”  “Jika kita katakan, “tidak”, mereka berkata, “Kami punya, dan dengan tangan kami, setiap orang…” mereka tidak dapat membayangkannya.  Itu artinya mereka tidak mengetahui Surga.  Ya!  Dia (Allah) mempunyai tangan.  Oleh sebab itu ketika orang yang bodoh keberatan dengan Nabi Penutup SAW dan mengatakan, “yadullahi maghloula” Mereka mengatakan, “Tangan kami terbuka tetapi Tangan Tuhan kalian terikat,” itu adalah level pemahaman mereka, tidak lebih dari itu.  Tetapi Tuhan Surgawi, Mahasuci bagi-Nya!  Dia… sebuah tangan, sebagaimana yang kalian pikirkan, atau bayangkan, tidak!  Itulah level mereka.  Mereka mengatakan, “Allah mempunyai ini, ya, Tangan-Nya terikat dan tangan kami terbuka.”  

Dia tidak memerlukan Tangan sebagaimana yang kalian pikirkan atau tasawwur, kalian bayangkan. Tidak.  Itu adalah level mereka.  Level pemahaman mereka.  Mereka mengatakan, “Tangan Allah terikat tetapi tangan kami terbuka.”  Dan Allah menolaknya “bal yadahu mabsootataan” bahwa tangan-Nya tersebar, ke mana-mana dan mencakup apa saja.  Segala sesuatu mengambil bagiannya untuk menjadi eksis dari Tangan Tuhannya yang mencapai apa saja dan memberi mereka segala sesuatu yang mereka perlukan!  MashaAllah! Quran yang suci! Subhanallah, Ma `adhamoo. Begitu besar, begitu mu`azzam, Allahu Akbar, kalimat Allah SWT, Kalam Ilahi, Gambaran Ilahiah, begitu luas Samudra-Nya, semoga Allah mengampuni kita! 

Ya, kita datang untuk sesuatu yang kita katakan, bil inglize, [mengagungkan Nabi SAW, Sayyidii] ta’azeem an-Nabi, mengagungkan Nabi SAW, mengagungkan Khatamul Anbiya SAW

Kalian dapat bertanya, apakah menurut kalian kita memerlukan dokter dalam Islam?  Kalian akan berpikir mengagungkan Allah adalah sesuatu yang dapat kalian raih, ihaata. Kalimat Allah, tak seorang pun dapat membatasi suatu pemahaman.  Ya, Allah memuliakan Adam pertama kali.  Untuk apa?  Memuliakan Adam untuk putranya yang paling mulia dan terpuji, Sayyidina Muhammad SAW [adzan berkumandang, Syekh berdiri] Allahu Akbar Allahu abkar, syahid al-haqq. 

(beralih sebentar dengan Syekh Hisyam dalam bahasa Arab) Wasalna ila hadarat an-nabi. Kam kalima ba`dayn?

(Du’a

[Rekaman telah mencapai 40 menit. ] 

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim. Apa yang kalian perlukan adalah sebuah Samudra dan jangan pikir bahwa Penguasa Surga hanya memiliki satu Samudra.  Tak terhingga!  Oleh sebab itu kita datang dan berbicara tentang sesuatu yang begitu kecil, kecil sekali, juga dikirimkan hanya sebatas kapasitas manusia, sejauh mereka menggunakan logika mereka, tidak bisa diberikan lebih dari ini, dan ini adalah Samudra, walaupun kalian tidak dapat meletakkan kaki kalian di dalamnya, tidak dapat mendekatinya, tetapi dari jauh kalian dapat melihat dan Tuhan kita, Atribut Ilahiah-Nya, mereka bergetar ketika disebutkan Nama Suci-Nya, bahwa Allah SWT adalah (`Alaam al-ghuyyoob). 

Yahtaz li `alaam al-ghuyoob – seluruh nabi, mereka bergetar ketika disebutkan Nama Suci-Nya, bahwa Allah SWT adalah `Alaam al-ghuyoob. `Alaam al-ghuyoob. Saya bukan apa-apa, tetapi setiap saat, setiap kali saya melewati kalimat bahwa Allah SWT adalah ‘Alaam al-ghuyoob, seluruh tubuh saya gemetar karena `azhamah, karena kebesaran-Nya bahwa yudhish al-`uqool, [membuat pikiran kita terpana, takjub] takjub, Subhanallah!    

Oleh sebab itu, saya pikir bahwa sekali kita diberikan pada manusia dan kita dapat… ini adalah asosiasi yang sangat, sangat, sangat pendek, kita dapat melanjutkannya minggu depan, bulan depan, tahun depan… tidak pernah selesai.  Apakah kalian pikir bahwa seseorang dengan ember dapat membuat air laut mengering?  Itu mungkin atau mustahil?  Mustahil!  Tetapi kita harus mengatakan apa yang mustahil, karena para ilmuwan di abad ke-21 atau para ulama berpikir bahwa sangat mudah untuk bicara mengenai  Tuhan Penguasa Surga dan Sang Pencipta.   Salah besar!  Saya katakan bahwa mereka harus bisa mengambil ember dan menyelesaikan (mengosongkan) Samudra Pasifik!  Pertama, ia harus mempunyai suatu jarak (yang pantas dipertimbangkan) bahwa ketika ia mengambil dari Samudra Pasifik dengan embernya dan meletakkan di sana (ia harus mempunyai tempat yang cukup luas untuk meletakkan air itu).  Mungkin atau mustahil?  Tetapi orang-orang berpikir, ketika saya berpikir, menanyakan pertanyaan bodoh semacam itu, tidak ada maknanya, dan dari pertanyaan mereka itu adalah tanda-tanda kebodohan mereka.  

Tuhan Surgawi berfirman, “Mintalah (ilmu) agar tahu, karena tidak ada batas untuk pengetahuan bagimu!”  Jika saya meninggalkan kalian di samudra yang terbatas, kalian dapat bertanya, “Apa yang ada di belakang Samudra yang terbatas itu?”  dan sekarang samudra itu, kalian minta untuk mencapai titik itu. 

Oleh sebab itu, Allah SWT membuat mereka berpikir dan selalu… pemahaman mereka yang terbatas.  

Qaalat namlatun [ayat tentang semut dan Raja Sulayman]  Baru satu semut berbicara, kepada seluruh semut menurut pengetahuannya, ia bicara, dan seluruh semut dengan cepat pergi ke lubang mereka.  (Semut itu menginstruksikan kepada mereka).  “Selamatkan dirimu, Raja Sulayman dan tentaranya akan lewat dan bisa menghancurkan dirimu dan rumahmu, cepat pergi, selamatkan diri!” 

Itulah kapasitas pengetahuan, itulah pemahaman, dan kita, apa yang kita katakan dan kita, apa yang kita katakan, pengetahuan dari, kalian tidak mengetahui tentang Surga.  Jika kalian minta untuk mengetahui segala sesuatu.  Pengetahuan-Nya adalah Samudra Pasifik, samudra terluas.  Kalian senang untuk mengetahui segala sesuatu, ya—ambil!  Ambillah ke dalam ember (dari Pengetahuan Ilahi)!  Ambil!  Selesai! 

Pertama-tama kalian tidak dapat menemukan suatu jarak seperti Samudra Pasifik, itu adalah masa yang sangat besar.  Lalu kalian ambil dari sini untuk diletakkan di sana. Satu samudra tidak ada batasnya.  Karena itu adalah Samudra Pengetahuan Allah.  Tetapi orang yang bodoh bertanya seolah-olah ia ada batasnya, tetapi ambillah lebih banyak!  Ya, sesuai dengan kapasitas kalian!  Lihatlah pada kalian sendiri di depan cermin, dan lihat apa yang kalian akui.  Tetapi orang-orang sekarang mengikuti Setan dan Setan memberi mereka posisi semacam itu, dan kita adalah orang-orang seperti itu, dan kita harus melihat segalanya, bagaimana ia akan terjadi.  

Itu adalah awal kebodohan di Bumi, karena mereka membuat orang keluar dari lingkaran disiplin (adab).  Mereka meminta orang untuk melewati batas mereka, itu bukanlah kapasitas mereka untuk melewati samudra! SubhanaAllah!  Jadi pengetahuan berasal dari para anbiya, ia bagaikan atom, bisa juga bagaikan samudra, penuh dengan pengetahuan.  

Wahai manusia, tinggalkan kesombongan itu dan katakan, “Wahai Tuhanku! Engkau adalah segalanya dan kami bukanlah apa-apa!” 

Orang-orang telah kehilangan adab yang baik, dan mereka selalu meminta hal-hal yang bukan adab yang baik.  Ketahuilah batasan kalian dan jaga adab kalian!  Semoga Allah mengampuni kita.  As salamu alaykum

[Syekh Hisyam: bahr sayyidee, samudra yang luas, Allah ziidak.

Barakat Syekh Hisyam Efendi, lam yudhkar, na`m.  Kini datang waktunya untuk membuat beberapa metode untuk membuat kepala mereka tunduk.  Sekarang kepala mereka seperti ini dengan bangga.  Kini telah datang generasi baru untuk membuat generasi tua yang mengakui sesuatu namun bukan untuk mereka, agar membuat kepala mereka tertunduk.  Wahai Tuhan kami, maafkanlah kami!  Wahai Tuhan kami, berkatilah kami.  Wahai Tuhan kami, berikanlah kedamaian ke dalam hati kami.  Engkau adalah Satu-Satu-Nya, Engkau adalah azali, Pra-Abdi hingga Abadi.  Terima kasih bi la haddin, [tak terhingga] kepada-Mu. Terima kasih yang tiada henti-hentinya kepada-Mu, wahai Tuhan kami. Mohon ampunilah kami, mohon berkatilah kami, untuk berada di Jalan-Mu yang Kau sebutkan kepada hamba-hamba-Mu yang suci, para kekasih-Mu, orang-orang yang terpilih, jalannya hamba-hamba-Mu yang terpuji, Salaam alaykum. Fatiha

[Syekh Hisyam: 50 menit. ] 

As-salamu alaykum. Fatiha.

Huuu, huuuu, huuu berasal dari Samudra itu.  Dan manusia begitu kecil, mereka dalam batasan-batasan, datanglah dengan adab.  Wahai manusia, jangan sombong!  Wahai manusia, berusahalah untuk menjadi hamba! Fatiha

(Berdiskusi dengan Syekh Hisyam, berapa banyak orang yang mengakses sufilive.com, dan membaca nama negara-negara) Algeria, Brunei, Iran, Mesir, Italia, Sri Lanka, Afrika Selatan, Pakistan, Mauritius, Uni Emirat Arab, Qatar, Jordan, Prancis, Bangladesh, Argentina, Australia, Lebanon, Indonesia, Belanda, Jerman, Singapura, Kanada, Inggris, Amerika Serikat. 

(Syekh Hisyam menerangkan kepada Mawlana Syekh bagaimana orang melihat lewat komputer.) 

Mawlana Syekh Nazim: “Subhanallah!”

06 November 2008

Sampai di mana Ilmu Kita Kejar?

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

  

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir ra
hmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Mu
hammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

Agama ini mudah.  Jangan membuatnya kaku agar kalian mampu memahaminya.  Bersabarlah, carilah kedekatan dengan Allah SWT, tanamkan kebajikan, dan mintalah ketentraman bersama-Nya siang dan malam.  (Sabda Nabi Muhammad SAW seperti yang dituturkan oleh Abu Hurayrah RA).

Banyak orang di negara Barat yang masuk agama Islam, alhamdulil-Lah.  Sebuah kabar baik bagi kita umat Muslim, ini sebagai bukti bahwa kekuatan aktif Islam mulai nampak.


Semuanya adalah generasi muda,  kecuali saya.  SubhanAllah al-'Aliyyu-l'Azhim!  Jika Islam beraksi pada generasi muda maka hal ini merupakan tanda yang baik dan sempurna, karena di London ini, apa pun yang ego minta mudah untuk ditemukan.  Apa yang membuat kalian berada di sini?  Sebuah kekuatan spiritual yang mempengaruhi hati kalian yang nantinya akan bisa memenangkan pengaruh kejahatan dan Iblis.

Lalu ada pertanyaan penting: Apa yang harus mereka lakukan untuk belajar dan mengamalkan ajaran Islam?

Islam adalah agama paling toleran yang dikirim Allah SWT bagi hamba-hambaNya.  Namun mereka menginginkan Muslim sebagaimana di masa Nabi SAW, mereka katakan bahwa siapa yang percaya  dan menerima Islam harus menjaga semua hukum-hukum Islam.

Padahal Allah SWT tidak mengirim semua aturan dan isi Al-quran langsung dalam satu saat.  Allah SWT dapat saja melakukannya, meminta malaikat Jibril AS membawanya hanya dalam satu jam, “Ini kitabmu, semua kalimat ada di sini untuk diamalkan.”  Namun kejadiannya bukan begitu, Allah SWT mengirim aturan-aturan Islam itu dalam masa 23 tahun.

Saat kita mulai bersyahadat, itu tidak berarti kita telah siap membawa seluruh aturan Islam saat itu juga.  Jika kalian membenarkan hal itu, berarti kalian tidak mengerti hikmah di balik diturunkannya Kitab suci Al-quran selama lebih dari 23 tahun.  Kalian harus mengadakan operasi dengan mengiris kepala orang-orang agar terbuka, ambil kitab itu lalu masukkan ke dalam kepala.  Itu sangat tidak mungkin.

Nabi SAW, bersabda tentang tanda-tanda kiamat yang salah satunya adalah banyaknya masyarakat Islam namun tanpa kearifan.  Dan kearifan/hikmah adalah lebih berharga daripada pengetahuan.

Firman Allah SWT, “Allah SWT menganugerahkan al-hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al-quran dan As-sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki.  Dan barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak.  Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah SWT)” [2:269].

Dengan demikian sedikit kearifan adalah lebih berharga daripada semua pengetahuan tanpa kearifan, sebagaimana sebutir permata lebih berharga daripada sejumlah besar batu bara.  Kita mempunyai ratusan ulama, namun yang mereka miliki adalah pengetahuan tanpa hikmah.  Mungkin mereka gusar bila saya katakan hal itu.  Firman Allah SWT mengatakan bahwa hikmah itu tidak akan diberikan pada setiap orang.  Hikmah tidak datang dari luar; sumber hikmah adalah melalui hati.  Apakah kalian mendapat hikmah dari membaca buku-buku? Tidak! Tetapi sesuatu yang diberikan lewat hati kalian.

Walau demikian, Nabi SAW bersabda, “Man akhlasa arba'ina sabaha, la-fajarat yanadiu-l-hikmah min qalbihi 'ala lisanihi.”  (Bagi mereka yang bersungguh-sungguh (pada Tuhannya) selama 40 hari, hikmah akan memancar dari dalam hatinya melalui lidahnya).  Kata beliau, siapa pun yang tulus beribadah selama 40 hari dengan ikhlas yang berarti tidak membiarkan nafsu dari egonya bercampur, maka Allah SWT akan membuka hatinya terhadap sumber-sumber hikmah.

Hal ini tidak mudah.  Kita mengikuti jalan pikiran yang tidak pernah ada hikmahnya.  Ya, semua ilmu pengetahuan yang didapat manusia pada akhirnya diberikan pada setan. Tak seorang ulama pun yang dapat menandingi kepintaran setan; namun yang tidak dimiliki setan adalah hikmah.  Jika setan mempunyai hikmah walaupun sedikit, dialah yang pertama melakukan sujud penghormatan pada Adam AS, melaksanakan apa yang Tuhan perintahkan, seperti yang dilakukan oleh para malaikat.  Tetapi yang tidak dimiliki setan adalah hikmah, untuk itulah dia diusir keluar.

Memang ada hadis Nabi SAW yang mengatakan, “Talaba-l-'ilma faridatun 'ala kulli Muslim wa Muslimah” -- Allah SWT mewajibkan mereka yang beriman, baik pria maupun wanita untuk mendapatkan ilmu.

Namun sampai batas mana?  Karena di setiap hal ada sebuah hasrat tersembunyi,  syahwat al-khafiyah; hasrat yang berasal dari nafsu manusia yang membuatnya salah jalan, mengira bahwa Islam  adalah untuk DIKETAHUI, lalu mereka mulai mengejar ilmu pengetahuan, terus berlari mengejarnya karena adalah mustahil bagi ilmu itu ada batas akhir.

Saat mereka kelelahan, akhirnya semua terlupakan, begitu banyak yang diambilnya sehingga tak mampu lagi membawanya dan akhirnya jatuh.  Pada akhirnya yang tertinggal hanyalah kalimat syahadat saja.  Ya, saya melihat saudara muslimin dan muslimah baru di negara Barat yang berhasrat tinggi untuk belajar, belajar, belajar, mengetahui apa pun tanpa mengetahui kapan mereka harus berhenti.

Imam terbesar Abu Hanifah, yang mazhabnya diikuti oleh jutaan orang mengatakan, “Afdhal al-'ilm, ilmu pengetahuan yang paling berharga hanyalah ilmu yang ada hubungannya dengan kalian saja.”  Semua yang akan memberi manfaat di dunia dan akhirat dan untuk diketahui mana yang membahayakan diri kalian saat ini dan nantinya (akhirat).

Ini adalah yang terpenting: mengetahui  dan mempelajari untuk bisa diterapkan!  Bukan semata-mata mengetahui dan terpengaruh dengan ilmu pengetahuan – bukan!  Kita butuh pengetahuan lebih agar bisa diterapkan, dan menggunakannya untuk memerangi ego-ego kita.  Kalian mendapat pengetahuan untuk mecapai hikmah, tanpa hikmah, adalah mustahil untuk menghentikan serangan-serangan ego/nafsu.

Orang Barat memiliki sebuah hasrat yang mendalam untuk belajar dan membaca, dan mereka tidak merubah karakteristik ini saat menjadi muslim.  Mereka mencari guru untuk mengajari bahasa Arab dan arti-arti dalam Kitab Suci al-Quran dan hadits yang akan semakin membebani mereka, mereka ingin menjadi ulama.  Mereka bergegas pergi ke Mesir, al-Azhar,  Hijaz, bahkan sampai Pakistan untuk belajar.  Saya katakan pada mereka, “Stop!  Tidak perlu semua itu.  Kalian harus belajar dan menerapkan apa saja yang mungkin akan ditemui dalam hidup kalian saja.”

Waspadalah dengan trik setan.  Jika setan tidak mampu mencegah seseorang untuk masuk Islam atau mengimaninya, dia memiliki metode lain dengan membuat mereka kelelahan.  Jika seseorang telah lelah, habis sudah.  Orang itu takkan mampu lagi melaksanakan kewajiban-kewajiban agama.

Hikmah seperti  bom-bom atom bagi ego kalian.  Ilmu –ilmu Pengetahuan lain hanyalah senjata-senjata sederhana yang tidak mujarab pada zaman sekarang ini.  Semakin mendekati kiamat, senjata-senjata kawanan Iblis juga meningkat untuk mencabut iman dan kepercayaan manusia.  Karena setan semakin meningkatkan metode-metodenya maka para Awliya juga menggunakan hikmah untuk membinasakan setan dan pendukung-pendukungnya.

Wa min Allah at tawfiq

23 May 2008

Carilah Ilmu Sejati!

(Lefke, Siprus: 15 Muharram 1425/6 Maret 2004)


A'uudzu billaahi minas-syaythaanir-rajiim
Bismillahir-rahmanir-rahiim

la hawla wa la quwatta illa bi-llaahi-l 'Aliyu-l 'Azhim.

Dastur yaa Sayyidi, Madad!


Ini adalah sebuah asosiasi...

Profesor da Costa—siapakah sebenarnya seorang profesor itu? Seorang profesor adalah seseorang yang, bila ia ditanya, bisa memberikan sebuah jawaban untuk segalanya. Jika tidak—ia bukan seorang profesor!

Yaa Allah, yaa Allah... `Allimnaa, yaa Rabbii! Subhaanaka la `ilma lanaa illa ma `allamtanaa [2:32]

`ilm, ilmu—jika Allah SWT memberi ilmu kepada hamba-hamba-Nya, ia dapat mengetahui (tentang suatu hal). Itu disebut `ilmun naafii`, ilmu yang bermanfaat. Ilmu harus dapat memberi manfaat, ia bukanlah suatu ziina, dekorasi. Tidak! Ilmu adalah suatu pemberian dari Allah SWT untuk mengaspali jalan menuju Hadirat Ilahi. Itulah tujuan utama dari suatu ilmu.

Mengapa kita belajar?

Dewasa ini orang hanya belajar untuk dunia, tetapi itu bukanlah ilmu sejati. Dengan segala macam hal yang kalian pelajari, kalian harus bertanya pada diri sendiri, “Apa yang menjadi targetku?” Apakah itu untuk meraih dunia? Dan kalian telah berada di dunia, tetapi masih mencari lebih banyak dari dunia ini—selalu meminta lebih banyak lagi. “Jika sekarang aku mempunyai 10 dolar, besok aku harus mendapatkan 100 dolar. Bagaimana aku bisa mendapatkan 100 dolar? Aku harus lihat! Dan Aku akan berusaha untuk menemukan jalan untuk mencapai 1000 dolar.”

Lalu Setan datang dan berkata, “Itu tidak cukup, engkau harus berusaha untuk mencapai 10.000 dolar, jadi temukanlah jalannya!”

Setiap jenis pengetahuan yang tidak baik berasal dari Setan. Setan mengajarkan orang untuk mencapai lebih banyak dunia dan ia mendesak mereka dan mencambuki mereka. Seperti halnya seorang joki memecut kudanya, Setan selalu memecut orang untuk meraih dunia lebih banyak.

Oleh sebab itu, Nabi SAW selalu berdoa, “Allaahumma innii as-aluka `ilman naafi`an!” Beliau berdoa kepada Allah SWT, “Ya Allah SWT, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, yang akan membawaku lebih dekat ke Hadirat Ilahiah-Mu!”

Dan dalam doa yang lain, Rasulullah SAW berdoa, “Allaahumma innii a`udzubika min `ilmin la yafa`!” “Ya Allah SWT, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang dapat mengantarkan aku jauh dari-Mu dan membuatku lari mengejar dunia!”

Ke mana orang-orang kita sekarang? Di seluruh dunia, apakah ada yang mendengarkan Allah SWT? Apakah mereka memohon untuk Allah SWT atau untuk dunia? “Innahum la yuflihuun.” (Sesungguhnya mereka tidak akan berhasil). Jika mereka terus melanjutkan jalan ini, mereka tidak akan meraih sesuatu yang baik, di sini maupun di akhirat. Mereka akan kehilangan segala yang telah Allah SWT janjikan—Allah SWT menjanjikan hamba-hamba-Nya kekekalan, kehidupan yang kekal.

Tetapi Setan memanggil manusia, mengundang mereka kepada sesuatu yang tidak lain merupakan ilusi, imajinasi. Sekarang begitu banyak orang dengan usia yang berbeda-beda berkumpul di sini, mereka mungkin berusia 10, 12, 20, 30, 40, 50, 60, 80, atau (sambil menunjuk seseorang, dan tersenyum) 90. Ya, begitu banyak tahun-tahun yang telah kalian lewati, tetapi apa yang tersisa pada kalian dari tahun-tahun itu? Kalian hanya hidup sekarang, di saat ini, dan setelah beberapa saat, momen ini pun akan diambil ke dunia yang tidak nyata. Dan dunia yang tidak nyata itu tidak lain adalah imajinasi.

Kalian bisa, sebagai contoh, menyalakan api dan melempar banyak benda ke dalam api itu, seperti kayu atau bahkan mebel. Setelah satu jam, datang dan lihatlah apa yang tersisa. Abu! Ya? Habis! Di mana semua benda yang telah kalian masukkan ke dalam api itu?

Sama halnya dengan waktu yang mengambil segala sesuatu dari kalian, ia membakarnya dan mengubahnya menjadi abu. Dan akhirnya badai datang dan meniupkan semua abu...

Dan jika Tuhan Surgawi berkehendak bahwa di pusat planet ini akan terjadi ledakan, dalam beberapa detik kalian tidak akan menemukan satu atom pun di dalamnya. Semuanya akan musnah, karena apa yang membuat seluruh atom ini tetap ada adalah Perintah-Nya. Perintah Allah SWT menjaga atom-atom ini bersama—nukleus di pusatnya bersama dengan elektron-elektron di sekelilingnya—untuk mempertahankan seluruh sistem ini. Jika Allah SWT tidak menjaga mereka dengan Perintah Ilahiah-Nya, atom-atom itu akan musnah. Elektron-elektron akan tersebar, demikian pula inti atom akan sirna. Seluruh dunia tetap utuh bersama hanya dengan Perintah-Nya.

Ketika Perintah-Nya datang, “Tinggalkan dan pergilah ke tempat darimana kalian berasal! Pergilah dan kembali!” dalam hitungan detik, bahkan kurang dari itu, dalam sepertiga, atau seperempat, atau seperlima detik segala sesuatu akan musnah.

Jika Dia memberikan Perintah-Nya kepada alam semesta, “Kembalikan ke posisi awal kalian!” Segala sesuatu akan kembali ke Samudra Kekuasaan-Nya—kembali ke tempat darimana mereka berasal dan seluruh alam semesta akan menemui ajal mereka.

Tak ada yang akan tersisa di alam semesta ini, semuanya akan berakhir! Alam semesta akan kembali seperti kondisi asalnya—gelap tanpa sesuatu. Dan jika Dia memerintahkannya, alam semesta ini akan penuh dengan bintang-gemintang, galaksi-galaksi dan matahari-matahari. Dan jika Dia memerintahkan, “Kembali! Sebagaimana kalian datang, sekarang kembali!” semuanya akan lenyap kembali.

Dan alam semesta hanyalah suatu kegelapan yang gelap gulita!

Tak ada yang tahu apakah semesta itu—di mana awalnya dan di mana akhirnya dan darimana semua yang ada ini berasal—karena ajaran setani mencegah umat manusia bertanya, atau mempelajari atau mengajarkan hal-hal ini.

Segala sesuatu yang membuat kalian jauh dari Allah SWT adalah ajaran setani dan orang-orang dewasa ini tenggelam di dalamnya. Tak ada yang bahagia di masa kita dan tak ada orang yang berada dalam kedamaian. Pengecualian tidak pernah mengubah aturan ini. Memang ada pengecualian, tetapi hanya sedikit. Umumnya orang-orang lalai, mereka tidak ingin belajar dan hanya mengikuti Setan. Tetapi ajaran setani, `ilmun la yanfa`, adalah suatu jenis pengetahuan yang tidak akan bermanfaat bagi pemegangnya, baik di dunia maupun di akhirat.

Oleh sebab itu, kita memohon kepada Allah SWT, “Yaa Rabbi, berikanlah kami sesuatu dari pemberian-pemberian-Mu, yang telah Engkau anugerahkan kepada hamba-hamba-Mu yang mulia dan terhormat, kepada nabi-nabi-Mu, khususnya kepada Nabi Penutup, Sayyidina Muhammad SAW. Engkau menganugerahinya ilmu sejati, yang membawa manusia menuju kesempurnaan, membuat mereka menjadi hamba-hamba-Mu, mempersiapkan mereka untuk kesempurnaan itu dan untuk meraih rida dan kepuasan Tuhannya. Kami memohon pada-Mu, anugerahilah kami dengan itu!”

Tetapi umumnya, pintu-pintu ini kelihatannya tertutup sekarang, dan tidak ada yang lain kecuali ajaran setani di seluruh dunia, membuat orang lebih kejam, membawa mereka jauh dari jati diri mereka yang sesungguhnya, membuat mereka pergi dari maksud penciptaan mereka, karena kita semua diciptakan untuk menjadi hamba-hamba Allah SWT dalam Hadirat Ilahiah-Nya. Kita telah dimuliakan dengan peringkat penghambaan, dengan menjadi hamba di Hadirat Ilahiah-Nya. Tetapi orang-orang tidak belajar untuk menjadi hamba-hamba Pencipta mereka, hamba-hamba dari Tuhan mereka. Mereka berlari mengejar ilmu-ilmu setani dan mereka menghormati dan memuja Setan. Itulah yang terjadi di setiap tempat saat ini...

Ketika Allah SWT mengutus Sayyidina Nuh AS kepada umatnya untuk menyeru mereka kepada Allah SWT, Tuhan dan Pencipta mereka, mereka melarikan diri dan menolak untuk mengikutinya. Mereka berkata, “Kami tahu jalan kami! Ajaran-ajaran kami sepenuhnya berlawanan dengan apa yang engkau ajarkan. Kami bahagia dengan ajaran-ajaran kami dan kami tidak tertarik untuk mengikutimu.”

Dan Allah SWT mengirimkan banjir kepada mereka, menutupi segalanya. Air memancar dari setiap mata air di bumi, hujan pun turun dengan deras dan banjir datang menghanyutkan segalanya.

Kini hal itu terjadi lagi, tetapi dengan cara yang berbeda. Kini, ke mana pun kalian pergi, kalian akan menemukan mata air masalah dan persoalan—mereka ada di mana-mana! Lihat, seluruh dunia dipenuhi mereka! Dengan setiap langkah kalian menyebrangi masalah atau semacam persoalan. Orang-orang mendapat diploma mereka dari Setan, untuk menjadi pembuat masalah—laki-laki, perempuan, tua, muda, terpelajar maupun tidak—mereka semua adalah para pembuat masalah yang sudah lulus.

Lihat saja pada kotak Setan—televisi—lihat bagaimana orang turun ke jalan-jalan! Di mana-mana ada masalah! Tidak ada yang beristirahat, tidak ada yang berada dalam kedamaian, tidak ada yang penuh harap, mereka putus harapan, mereka semua. Mereka semua tenggelam dalam samudra masalah, karena setiap orang menciptakan masalah! Tidak ada orang yang mengendalikan dirinya dari membuat masalah, setiap orang telah menjadi pembuat masalah, mencurahkan masalahnya ke orang lain. Umat manusia, dari Timur ke Barat, dari Utara ke Selatan, tenggelam dalam samudra masalah yang penuh penderitaan, persoalan, kesedihan, dan tak ada orang yang berada dalam kedamaian!

Oleh sebab itu, orang-orang berusaha melupakan masalah mereka dengan jalan mabuk. Mereka menggunakan segala macam minuman dan bermacam-macam obat-obatan. Untuk apa? Untuk melupakan, agar tidak merasakan persoalan mereka! Seperti halnya dokter yang memberikan obat untuk pasiennya yang menderita sakit parah. Itu bukanlah pengobatan yang sesungguhnya terhadap penyakit mereka, dokter hanya memberi mereka beberapa pereda nyeri. Sekarang orang-orang di mana-mana menggunakan obat-obatan, paling tidak mereka merokok dan minum minuman beralkohol. Untuk apa? Agar mereka tidak merasakan nyeri mereka! Semua ini adalah ‘pereda nyeri’.

Wahai manusia, datanglah pada jalan yang benar! Datanglah dan mintalah pertolongan dari orang-orang yang benar! Jangan berpikir bahwa tidak ada lagi orang-orang yang benar. Tidak! Orang-orang yang benar tidak akan habis, tetapi mereka tersembunyi atau menyembunyikan diri mereka. Mereka bisa saja tersembunyi, tetapi jika kalian meminta mereka, kalian akan menemukannya. Jika kalian tidak mencarinya, kalian tidak akan menemukan mereka, karena apa yang akan kalian temukan adalah perwakilan dari Setan, tetapi jika kalian dengan hati-hati mencari orang-orang yang benar, kalian dapat menemukan mereka di sepanjang Timur dan Barat.

Oleh sebab itu, Nabi SAW bersabda, “Utlubul `ilmi wa law bis-Sin!” “Carilah ilmu walau sampai ke Cina.”

Wahai manusia, kalian harus meminta—kalian harus meminta—meminta ilmu sejati, yang akan menyelamatkan kalian dari masalah, dari kejahatan di dunia dan dari api neraka di Hari Akhir. Untuk mempelajari ilmu itu, bahkan jika kalian hanya dapat menemukannya di tempat yang jauh—pada saat itu Cina adalah negri terjauh—kalian harus pergi ke sana dan belajar. Dan ilmu tidak berada dalam buku-buku! Jika ilmu ada dalam buku-buku, Nabi SAW akan mengatakan, “Bawalah buku-buku dari Cina ke sini dan pelajarilah di sini!”

Tetapi beliau mengindikasikan bahwa, “Kalian harus pergi kepada orang yang mempunyai pengetahuan semacam ini! Dia adalah orang yang akan mengajarkan kalian, bukannya buku-buku! Kalian hanya dapat memperoleh pengetahuan sejati lewat mereka yang hatinya penuh dengan pengetahuan itu.“ “Jangan berpikir bahwa kalian hanya perlu membaca buku-buku untuk dipelajari! Tidak! Oleh sebab itu, beliau mengindikasikan, “wa law bis-Sin—walaupun jika orang yang memiliki ilmu itu berada di Cina, kalian harus datang padanya, belajar darinya.”

Kini kaum Wahhabi mengatakan, “Itu tidak perlu. Kalian bisa membaca buku-buku, dan kalian bisa belajar dengan cara itu!”

Wahai manusia! Datanglah pada jalan yang benar dan mintalah orang-orang yang benar, jika kalian ingin bahagia di dunia dan akhirat dan ingin membuat Allah SWT rida dengan kalian! Jika tidak, setiap orang akan terkubur sendiri, oleh dirinya sendiri dalam kuburnya dan tidak ada orang yang dapat menolong orang lain dalam kuburan mereka!

Semoga Allah SWT mengampuni saya dan memberkati kalian! Saya mengatakan hal ini kepada seluruh umat manusia dan ini adalah beberapa ilmu dari keempat Kitab Suci, khususnya dari al-Quran suci yang diturunkan Allah SWT kepada hamba-Nya yang tercinta. Beliau adalah orang yang paling mulia, orang yang kepadanya risalah terakhir—al-Quran suci—diturunkan, dan kita memohon untuk melayani beliau dan mengambil ilmu sejati darinya dan dari para penerusnya, penerus dari Nabi SAW—bi hurmatil Faatiha.